Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan LO 1: Pertumbuhan dan Perkembangan Mandibula Pada saat pre natal, tulang kartilago dari branchial arch pertama

yang disebut Meckels cartilage membentuk rahang bawah. Saat minggu ke-6 masa kehamilan, pertumbuhan dari tulang kartilago ini meluas sebagai batang hyaline cartilage yang dilapisi oleh kapsul fibroselular dari otic capsule hingga midline, tempat dimana mandibula bersatu. Di minggu 6, bagian lateral dari Meckels cartilage mengalami kondensasi dari mesenkim pada suatu daerah yang dibentuk dari saraf alveolar inferior, incisor, dan mental branches. Pada 7 minggu osifikasi, dibentuk tulang pertama dari mandibula. Dari pusat osifikasi, formasi tulang menyebar cepat dari anterior menuju midline dan dari posterior menuju titik dimana saraf mandibula dibagi menjadi lingual dan cabang alveolar inferior. Ramus mandibula dikembangkan oleh osifikasi secara posterior menuju mesenkim dari branchial arch pertama. Pertumbuhan mandibula lebih lanjut dipengaruhi oleh 3 kartilago sekunder (kartilago kondilar, kartilago koronoid, kartilago symphyseal) LO 2: Faktor mekanis berupa kelainan posisi janin kekurangan cairan ketuban bisa menyebabkan cacat bawaan, misalnya palsi fasialis, kraniotabes, mikrognatia, dan lain sebagainya. Selain itu, ada pula faktor radiasi yang mempunyai 3 prinsip efek biologis, yaitu: kematian sel saraf yang mempengaruhi embriogenesis, karsinogenesis, serta efek terhadap generasi selanjutnya dan mutasi sel germinal. Efek teratogen radiasi sendiri bermacam-macam, seperti mikrosefali, cacat tengkorak, spina bifida, kebutaan, celah palatum, dan cacat anggota badan. Biasanya hal ini terjadi karena pengobatan wanita hamil menggunakan sinar-X atau radium dalam dosis tinggi. Sifat kelainan itu sendiri bergantung pada dosis radiasi dan tingkat perkembangan janin saat penyinaran pula. LO 3: Sel krista neuralis atau biasa disebut neural crest sangat penting perannya dalam pembentukan sebagian besar regio kranio-fasial. Oleh sebab itu, gangguan perkembangan sel tersebut menimbulkan malformasi yang cukup parah. Contoh kelainannya antara lain: Anomali DiGeorge : gangguan ini juga mencakup sindrom velokardiofasialis dan conotruncal anomalies face syndrome. Semua kelainan ini merupakan bagian dari suatu spektrum yang disebut sindrom delesi 22q, yaitu delesi pada lengan panjang kromosom nomor 22. Penderita Anomali DiGeorge lengkap mengalamidefisiensi imunologis, hipokalsemia, dan prognonsi buruk. Spektrum okuloaurikulovertebrata (Sindrom Goldenhar): Kelainan ini mencakup sejumlah kelainan kraniofasial yang biasanya mengenai maksila, os temporale, dan os zigomatikum, yang menjadi kecil dan datar.

Sadler T.W. Langman.2009. Embriologi kedokteran. Ed.10. Jakarta : EGC Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Denpasar: Penerbit Buku Kedokteran