Anda di halaman 1dari 19

Journal Reading Pustulosis eksantematosa generalisata akut: Efek samping yang langka dari obat yang umum, Asam

Asetilsalisilat
Acute generalized exanthematous pustulosis : A rare side effect of a common over-the-counter drug, Asetylsalicylic acid author : Amit Bahuguna (MD, Graded specialist, skin Departement, 92 Base Hospital, India)

Oleh : Afnies basugis 0708015035 Pembimbing : dr. M. Darwis Toena, Sp.KK, FAADV

Abstrak
reaksi kutaneus yang ditandai dengan terjadinya pustul aseptik non-folikular generalisata secara tiba-tiba Sering terjadi setelah mengkonsumsi obat Praktisi klinis harus waspada karena hal ini sangat mudah untuk terlewat walaupun sangat mudah untuk ditangani

Pendahuluan
Pustulosis eksantematosa generalisata akut : reaksi kutaneus yang terjadi tiba-tiba dari beberapa pustul aseptik non-folikular yang biasanya dimulai pada regio intertriginous dan eritema yang menyebar

Diklasifikasikan sebagai pustular psioriasis hingga tahun 1968


Dilaporkan sering terjadi karena mengkonsumsi obat, namun untuk obat asam asetilsalisilat sangat jarang.

Laporan Kasus
Pria (48 tahun dengan keluhan ruam yang tidak terlalu gatal disertai dengan demam selama dua hari Ruam dimulai dari bagian leher dan menjalar selama dua hari hingga menutupi bagian perut dan ekstrimitas atas ia mengkonsumsi asam asetilsalisilat tablet untuk sakit kepala, beberapa saat sebelum munculnya ruam dan demam

Laporan kasus
Selama 15 tahun sering mengkonsumsi obat tersebut tanpa efek samping, namun baru kali ini minum sebanyak 325mg sekaligus. Tidak ada riw. obat lain, alergi terhadap obat tertentu dan gigitan serangga Tidak ada riw. psoriasis pada diri sendiri atau keluarga

Gambar 1. Pustul berukuran seperti kepala jarum pentul pada daerah leher, bahu sampai bagian atas rongga dada

Penilaian : banyaknya pustul sebesar kepala jarum pentul yang tersebar luas dari leher bagian atas, leher, perut bagian bawah, dan paha bagian atas dengan dasar eritema Kulit kepala, telapak tangan, telapak kaki terhindar dari ruam. Kuku dan rambut normal.

Gambar 2. Pustul dengan dasar eritema

Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.

Tidak ada organisme yang terlihat pada pemeriksaan Gram bakteri atau terisolasi pada pemeriksaan kultur dari pustul
Histopatogi : pustul subkorneal, yaitu perpaduan dari Interstitial yang kaya akan neutrophil dan meresap pada middermal

Gambar 3. Pustul subkorneal dengan pembesaran 40x

la ditangani dengan dosis tappering steroid oral, penderita memberikan respon positif, dan luka pun sembuh dalam waktu 10 hari

Gambar 4. Pustul dengan eksfoliasi

DISKUSI
Asam Asetilsalisilat (ASA) adalah bentuk analgesik yang sering digunakan untuk perawatan rasa sakit ringan hingga sedang. ASA sebagai anti inflamasi dan anti piretik bekerja sebagai inhibitor dari prostaglandin ASA juga memiliki kandungan agregrasi platelet

ASA termasuk obat yg mudah didapat, namun termasuk dalam gol. obat Adverse Drug Reactions (ARDs). Walaupun tdk perlu ditakuti, namun ada bbrp kasus efek samping yg keras, seperti; ulserasi gastrointestinal, nefrotoksik, hepatotoksik, dan bahkan munculnya sel kanker pada renal.

Reaksi obat kutaneus muncul dengan frekuensi 1% sampai 8% dan bisa meningkat untuk beberapa jenis dari obat. ADRs dapat memberikan gambaran mulai morbilliform ringan hingga bentuk lain berat seperti sindrom hipersensitivitas pada obat, toxic epidermal necrolysis, anafilaksis, dan AGEP.

Kebanyakan kasus AGEP (90%) berhubungan dgn obat-obatan, khususnya antibakteri seperti Aminopenisilin dan Makrolide Etiopatogenesis dari AGEP masih belum jelas

Walaupun diyakini merupakan reaksi hipersensitivitas tipe III, sekarang kebanyakan mempercayai bahwa AGEP merupakan reaksi hipersensitivitas tipe IV yang tertunda Hasil tes yang positif pada sampel kulit dan waktu yang diperlukan hingga terjadinya erupsi secara mendadak mendukung hipotesis ini.

Britschgi dkk : obat menyebabkan peningkatan aktifitas CD4+ dan CD8+, Sel T dan pelepasan faktor-faktor sepertl kemokin CXCL8, IL-4,IL-5, yang menghasilkan radang neutrofil dan eosinofil Granulocyte-macrophage-colony-stimulating factor dan interferon juga disekresi dikarenakan aktifnya Sel-T

Hal ini didukung dengan adanya sampel tes yang positif dan tes transformasi limfosit Diagnosa umumnya disertai dengan korelasi clinicopathologi karena tidak terdapat satupun hasil tes diagnosa yang definitif dan terpercaya untuk AGEP

Langkah pertama untuk pengendalian AGEP adalah menghentikan penggunaan obat Walaupun kondisinya masih terbatas, tetapi penggunaan steroid baik oral maupun injeksi sering di resepkan Praktisi klinis perlu waspada hal ini ketika mendapat kasus dengan ruam pustular karena efek samping langka dari obat yang umum tetap saja mudah terlewat walaupun mudah untuk ditangani

Terima kasih..