Anda di halaman 1dari 35

Oleh : Yuliana Prima.S Pembimbing : Dr. Yunnanto Sp.

OG

Fertilisasi

adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani/sperma dengan sel telur di tuba falopi. Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama/coitus), dengan ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, akan dilepaskan cairan mani yang berisi sel-sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita.

Jika

senggama terjadi sekitar masa ovulasi, maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi.

Ovum

yang dikeluarkan oleh ovarium ditangkap oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dibawa ke dalam tuba falopi. Sekali ovum sudah dikeluarkanfolikel akan mengempis dan berubah menjadi kuning korpus luteum Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim masuk ke dalam tuba falopi

Didalam

tuba falopi spermatozoa akan bertemu dengan ovum zigot berimplantasi (menempel pada dinding rahim)

Hasil

utama pembuahan : 1. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid 2. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut. 3. Permulaan pembelahan dan stadiumstadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis).

Faktor-faktor

yang mempengaruhi fertilitas

: a. Faktor sosial ekonomi dan budaya b. Faktor yang mempengaruhi hubungan kelamin adalah umur/usia c. Lamanya berstatus menikah d. Frekuensi senggama e. Faktor mortalitas karena sebab-sebab tidak disengaja dan yang disengaja

Infertilitas

adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur (2-3 x /minggu), tanpa mamakai metode pencegahan selama 1 tahun

KLASIFIKASI INFERTILITAS : 1. Infertilitas primer, yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri sejak awal mereka menikah 2. Infertilitas sekunder, yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri yang pernah mengalami proses pembuahan setelah menikah

Etiologi infertilitas WANITA (istri) a) Faktor penyakit : Endometriosis Infeksi panggul Myoma uteri Polip Kista Saluran telur yang tersumbat Sel telur

b) Faktor fungsional : Gangguan system hormonal wanita dan dapat di sertai kelainan bawaan (immunologis) Gangguan pada pelepasan sel telur (ovulasi) Gangguan pada leher rahim, uterus (rahim) dan Tuba fallopi (saluran telur) Gangguan implantasi hasil konsepsi dalam rahim

PRIA (suami) a) Kelainan pada alat kelamin : Hipospadia Ejakulasi retrogard Variokel Testis tidak turun

b)Kegagalan fungsional : Kemampuan ereksi kurang Kelainan pembentukan spermatozoa Gangguan pada sperma c) Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular) Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH

d) Gangguan di daerah testis (testicular) Trauma Gangguan fisik Infeksi e) Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular) f) Tidak adanya semen g) Kurangnya hormon testosterone

Penyebab pada suami dan istri a) Gangguan pada hubungan seksual Kesalahan teknik Impotensi Ejakulasi prekoks Vaginismus Kegagalan ejakulasi b) Faktor psikologis antara kedua pasangan (suami dan istri)

Wanita 1. Deteksi Ovulasi, meliputi : Pengkajian BBT (basal body temperature ) Uji lendir serviks 2. Analisa hormon Hormonal: FSH, LH, E2, PROGESTERON, PROLAKTIN

3.Sitologi vagina Pemeriksaan usap forniks vagina untuk mengetahui perubahan epitel vagina. 4. Uji pasca senggama Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks ( 6 jam pasca coital ). 5. Biopsy endometrium terjadwal Mengetahui pengaruh progesterone terhadap endometrium dan sebaiknya

6. Histerosalpinografi 7. Laparoskopi 8. Pemeriksaan pelvis ultrasound 9. Pertubasi 10. Hidrotubasi

HSG

LAPAROSKOPI

Pria 1. Analisa semen 2. Pemeriksaan endokrin Untuk menilai kadar hormon testoteron, FSH, LH. 3. USG 4. Biopsi testis 5. Uji penetrasi sperma 6. Uji hemizona

Penatalaksanaan Infertilitas
WANITA Pengetahuan tentang siklus menstruasi, gejala lendir serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital Pemberian terapi obat. Seperti : 1. Stimulant ovulasi 2. Terapi penggantian hormon 3. Glukokortikoid 4. Antibiotoka

GIFT

( gemete intrafallopian transfer ) Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate Pengangkatan tumor atau fibroid Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi

PRIA Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun, diharapkan kualitas sperma meningkat Agen antimikroba Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat HCG secara i.m memperbaiki hipoganadisme FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis

Bromokriptin,

digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital, jangan yang mengandung spermatisida

Pencegahan Infertilitas Jauhi rokok Kurangi terpapar lingkungan yang tercemar polusi Jangan konsumsi narkoba Jauhi alcohol Mengobati infeksi di organ reproduksi Menghindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma, ex: obat darah tinggi, dll.

Identitas Pasien Nama : Ny. M Umur : 26 tahun Alamat : Sambirembe RT.01 RW.02 Pendidikan : SMA Pekerjaan: Swasta Agama : Islam Bangsa : Indonesia RM : 1456601

Anamnesa Keluhan : ingin punya anak Riwayat KB :HPHT : 07-10-2011 Lama menikah : 2 tahun Anak :-

Pemeriksaan Fisik TD : 120/90 mmHg Nadi : 88x/ menit Suhu : 37 C Pernapasan : 20x/menit Kesadaran : Compos mentis Anemis :Ikterus :Cyanosis :Dyspnoe :Gizi : baik

Pemeriksaan Dalam Vagina / vulva : fluxus (-), flour (-) Portio : licin tertutup Cavum uteri : normal retro flexi Inspeksi : erosi (-)

Penatalaksanaan Terapi medikamentosa berupa : - Clindamicin - Santa-E - Vitazet

Pada kasus ini didapatkan, seorang wanita dengan inisial M, umur 26 tahun, datang ke Poli kandungan pada tanggal 24 Oktober 2011 dengan keluhan utama ingin punya anak, sudah menikah selama 2 tahun dan riwayat KB negatif Diagnosis kerja pada pasien ini adalah infertilitas primer. Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur ( 2-3 x / minggu ), tanpa mamakai metode pencegahan selama 1 tahun. Dan disebut infertilitas primer bila istri belum pernah hamil sama sekali

Pemeriksaan

keadaan umum penderita didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 88 kali per menit, suhu 37 C dan pernapasan 20 kali per menit. Pemeriksaan dalam didapatkan, pada vagina/vulva fluxus negatif, flour negatif. Portio licin dan tertutup, cavum uteri dalam keadaan normal (retro flexi). Inspeksi dengan menggunakan spekulum tidak tampak erosi

Untuk mengetahui permasalahan dari pasien ini diperlukan pemeriksaan penunjang baik dari istri maupun suami, pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah analisis sperma, laparoskopihisteroskopi, uji pasca senggama (UPS), histerosalpingografi (HSG), pemeriksaan panas badan basal/Basal Body Temperatur (BBT), biopsy endometrium (BEM), deteksi antibodi antisperma Penatalaksanaan sementara untuk pasien ini adalah diberi terapi medikamentosa berupa clindamicin, senta-E dan vitazet. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesuburan