Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN II SATURASI DAN SUSPENSI I.

TUJUAN Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuat sediaan saturasi dan suspensi serta pengemasannya, dan memahami penulisan etiket yang benar sesuai dengan resep yang ada. II. DASAR TEORI II.1 Saturasi Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi dalam larutan, adalah jenuh dengan gas. Saturasi merupakan obat cair yang pada prinsipnya larutan yang jenuh dengan CO2. CO2 berfungsi sebagai corrigens. Saturatorio tidak dapat disimpan dalam waktu lama karena akan memperlambat CO 2 hilang, sehingga tidak memenuhi syarat saturasi lagi. Pada saturasi larutan tersebut dijenuhkan dengan gas CO2 .Pada pembuatan larutan secara saturasi harus dibuat dalam keadaan dingin dan tidak boleh dikocok !nief, 2"""#. Pada obat seperti tablet effer$escent, apabila dimasukkan kedalam air akan membentuk CO2, karena reaksi kimia dari dua unsure dalam tablet carbonat atau bicarbonate eberaksi dengan asam organik. %ahan obat yang biasanya dicampurkan pada kedua unsure tersebut adalah yang larut dalam air. %erikut adalah salah satu cara membuat larutan saturasi & '. (omponen basa dilarutkan dalam dua per tiga bagian air yang tersedia. )isalnya *a+CO, digerus-tuang kemudian masuk botol. 2. (omponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang tersedia. ,. .ua per tiga bagian asam masuk kedalam botol yang sudah berisi bagian basanya, gas yang terjadi dibuang seluruhnya.

/. Sisa bagian asam dituangkan hati-hati lewat tepi botol, segera tutup dengan sampagne knop berdrat# sehingga gas yang terjadi tertahan didalam botol tersebut 0smail, 2"''# 1at yang dilarutkan dalam bagian asam adalah & '. 1at netral dalam jumlah kecil. 2ika jumlahnya banyak , sebagian dilarutkan ke dalam asam dan sebagian lagi dilarutkan ke dalam bagian basa sesuai dengan perbandingan jumlah airnya. 2. 1at-3at yang mudah menguap. ,. 4kstrak dalam jumlah kecil dan alcohol. /. Sirop 1at-3at yang dilarutkan dalam bagian basa & '. 5aram dari asam yang sukar larut, misalnya *a-ben3oat, *a-salisilat. 2. 2ika saturation mengandung asam tartrat, garam-garam kalium dan ammonium harus ditambahkan kedalam bagian basanya, jika tidak, akan terbentuk endapan kalium atau ammonium dari asam tartrat 0smail, 2"''# .alam hal ini, sediaan saturasi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak perlu digojok, karena penggojokan akan banyak menyebabkan gas CO2 yang hilang, seperti& '. 1at 3at netral dilarutkan dalam larutan asam nitrat. 2. Tintura, 3at yang mudah menguap, dan dalam jumlah sedikit serta garam alkaloid dilarutkan dalam bagian yang asam. ,. Senyawa yang bereaksi alkalis meskipun dapat larut, dilarutkan dalam bagian basa. 1at yang tidak dapat larut dalam larutan saturasi tersebut, tidak boleh dilarutkan melainkan dipisah dan dibuat serbuk. 1at yang larut bagian basa, tetapi pada penambahan bagian asam daapat terjadi endapan, maka 3at tersebut tidak boleh dicaampur dalam sediaan saturasi tersebut. Pada pembuatan larutan secara saturasi harus dibuat dalam keadaan dingin dan tidak boleh digmpur dalam sediaan saturasi tersebut. Pada pembuatan larutan secara saturasi harus dibuat dalam keadaan dingin dan tidak boleh digojok +usniati et al, 2"'2#.

2.1

Suspensi )enurut 6armakope 0ndonesia 4disi 07, Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari dua fase yaitu fase luar dan kontinue umumnya merupakan cairan atau semi padat dan fase terdispersi atau fase dalam terbuat dari partikel 8 partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut tapi terdispersi seluruhnya pada fase continue. Suspensi secara umum dapat didefinisikan sebagai sediaan yang mengandung obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut terdispersi dalam cairan pembawa. 1at yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap dan bila dikocok perlahan 8 lahan endapan harus segera terdispersi kembali. .alam faktor anatara pembuatan lain sifat suspensi partikel harus diperhatikan beberapa terdispersi derajat pembasahan

partikel #, 1at pembasah, )edium pendispersi serta komponen 8 komponen formulasi seperti pewarna, pengaroma, pemberi rasa dan pengawet yang digunakan. Suspensi harus dikemas dalam wadah yang memadai di atas cairan sehigga dapat dikocok dan mudah dituang. Pada etiket harus tertera 9(ocok dahulu dan di simpan dalam wadah tertutup baik dan disimpan di tempat yang sejuk 9 .epkes :0, ';;<#. )acam-macam suspense %erdasarkan Penggunaan )enurut 60 4disi 07 & '. Suspensi oral, sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk penggunaan oral. 2. Suspensi topikal, sediaan cair mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan kulit. ,. Suspensi tetes telinga, sediaan cair mengandung partikel-partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar.

/. Suspensi optalmik, sediaan cair steril yang mengandung partikelpartikel yang terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata .epkes :0, ';;<#. A. Berdasarkan Istilah '. Susu, untuk suspensi dalam pembawa yang mengandung air yang ditujukan untuk pemakaian oral. 2. )agma, suspensi 3at padat anorganik dalam air seperti lumpur, jika 3at padatnya mempunyai kecenderungan terhidrasi dan teragregasi kuat yang menghasilkan konsistensi seperti gel dan sifat reologi tiksotropik. ,. =otio, untuk golongan suspensi topikal dan emulsi untuk pemakaian pada kulit Syamsuni, 2""># B. Berdasarkan Si at 1. Suspensi De l!kulasi Partikel yang terdispersi merupakan unit tersendiri dan apabila kecepatan sedimentasi bergantung daripada ukuran partikel tiap unit, maka kecepatannya akan lambat. 5aya tolak-menolak di antara 2 partikel menyebabkan masing-masing partikel menyelip diantara sesamanya pada waktu mengendap. Supernatan system deflokulasi keruh dan setelah pengocokan kecepatan sedimentasi partikel yang halus sangat lambat. 2. Suspensi "l!kulasi Partikel sistem flokulasi berbentuk agregat yang dapat mempercepat terjadinya sedimentasi. +al ini disebabkan karena setiap unit partikel dibentuk oleh kelompok partikel sehingga ukurang agregat relatif besar. Cairan supernatan pada sistem deflokulasi cepat sekali bening yang disebabkan flokul-flokul yang terbentuk cepat sekali mengendap dengan ukuran yang bermacam-macam. Contoh & Suspensi !ntibiotik serbuk yang dilarutkan dengan penambahan air # 0smail, 2"''#.

C. Jenis Suspensi #ainn$a Suspensi terdiri dari beberapa jenis yaitu & '. Suspensi Oral adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukkan untuk penggunaan oral. 2. Suspensi Topikal adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukkan untuk penggunaan pada kulit. ,. Suspensi Optalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung partikelpartikel yang terdispersi dalam cairan pembawa yang ditujukkan untuk penggunaan pada mata. /. Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair yang mengandung partikelpartikel halus yang ditujukkan untuk diteteskan pada telinga bagian luar. <. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikan secara intra$ena atau kedalam saluran spinal. >. Suspensi untuk injeksi terkontinyu adalah sediaan padat kering dengan bahan pembawa yang sesuai untuk membentuk larutan yang memenuhi semua persyaratan untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai 0smail, 2"''# .alam pembuatan suspensi ada beberapa metode diantaranya metode dispersi dan metode pengendapan. a. %et!da Dispersi Pembuatan dengan cara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam muchilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukan udara sehingga sukar dibasahi. )udah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara 3at terdispers dengan medium. %ila sudut kontak ? ;"o serbuk akan mengambang di atas cairan. Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob karena serbuk tersebut sulit dibasahi oleh air. Sedangkan serbuk yang

mengambang di bawah cairan mempunyai sudut kontak yang lebih kecil dan bila tenggelam, menunjukkan tidak adanya sudut kontak. &. %et!de Pen'endapan (Presipitasi) )etode ini dibagi lagi menjadi , macam, yaitu & 1. Presipitasi den'an pelarut !r'ani* Obat 8 obat yang tidak larut air dapat diendapkan dengan melarutkannya dalam air, pelarut dan 8 pelarut organik yang fase bercampur dengan kemudian menambahkan

organik ke air murni di bawah kondisi standar. Contoh pelarut yang digunakan adalah etanol, metanol, propilen glikol, dan polietilen glikol serta gliserin. @ang perlu dengan metode ini adalah kontrol ukuran partikel, yaitu terjadinya bentuk polimorf atau hidrat dari kristal. 2. Presipitasi den'an peru&ahan p+ dari ,edia )etode pengubahan p+ medium bisa jadi lebih membantu dan tidak menimbulkan kesulitan yang serupa dengan endapan pelarut organik. Tetapi teknik ini hanya dapat diterapkan ke obat 8 obat yang kelarutannya tergantung pada harga p+. Sebagai contoh, suspensi estradiol dapat dibuat dengan mengubah p+ larutan airnya, estradiol lebih mudah larut dalam alkaki seperti larutan kalium dan natrium hidroksida. Presipitasi dengan dokomposisi penguraian# rangkap)elibatkan proses kimia yang sederhana, walaupun beberapa faktor fisika yang disebutkan sebelumnya juga berperan 0smail, 2"''#.

III. ..1

%ETODE -ERJA Saturasi A. Alat dan Bahan '# !lat !lat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah& a# %otol b# 5elas beaker c# =ap atau tisu d# *eraca analitik e# )ortir f# Sendok porselin g# Sendok tanduk h# Stamper

2# %ahan %ahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah& a# !Auadest b# !cid Citric c# *atrii Subcarbon d# Syr. SimpleB

B. Cara -er/a '# )enimbang acid citric < g#. !Aua ," g#, *atrii subcarbon > g#, Syr. SimpleB 2" g#, dan aAua ''" g#. 2# )emasukkan acid citric ke dalam 4rlenmeyer dan tambahkan dengan ," m= aAuadest. ,# )emasukkan syr. SimpleB ke dalam botol. /# )emasukkan natrii subcarbon ke dalam mortar dan dilarutkan dengan aAua ''" m= dengan cara gerus sedikit demi sedikit. <# )emasukkan 2C, bagian larutan asam kedalam larutan basa dan dibiarkan hingga gas CO2 nya hilang dan masukkan ke dalam botol. ># )emasukkan 'C, bagian larutan asam kedalam botol dan ditutup sehingga gas CO2 nya tertahan. D# )ember etiket berwarna putih dengan tanda untuk satu kali minum hingga habis dan jangan dikocok.

..2

Suspensi A. Alat dan Bahan '# !lat !lat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah& a# %otol b# =ap atau tisu c# )ortir d# *eraca analitik e# Pipet tetes f# Sendok tanduk g# Stamper 2# %ahan

%ahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah& a# !Auadest b# Parasetamol c# P5! d# Syr. SimpleB B. Cara -er/a '# )enimbang semua bahan dan mengkalibrasi botol. 2# )emasukkan P5! kedalam mortar ditambahkan dengan aAuadest gerus sampai terbentuk )uchillago. ,# .itambahkan parasetamol gerus hingga homogen. /# .iencerkan dengan Syr. SimpleB >,< m=. <# )emasukkan dalam botol, kemudian ditambahkan dengan aAuadest sampai tanda batas. ># %eri etiket dan tandai pemakaian , kali sehari ' sendok teh dan tanda kocok dahulu sebelum diminum. 0I. PE%BA+ASAN 0I.1 Saturasi Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi dalam larutan, adalah jenuh dengan gas. Saturasi merupakan obat cair yang pada prinsipnya larutan yang jenuh dengan CO2. CO2 berfungsi sebagai corrigens. Saturatorio tidak dapat disimpan dalam waktu lama karena akan memperlambat CO 2 hilang, sehingga tidak memenuhi syarat saturasi lagi. Pada saturasi larutan tersebut dijenuhkan dengan gas CO2 .Pada pembuatan larutan secara saturasi harus dibuat dalam keadaan dingin dan tidak boleh dikocok. Tahapan pembuatan sediaan saturasi pada resep ini yaitu )enimbang acid citric < g# yang berfungsi sebagai 3at tambahan. !Aua ," g# yang berfungsi sebagai pelarut dan 3at tambahan, *atrii subcarbon > g# yang berfungsi sebagai alkalinisasi urin, dispepsia, Syr. SimpleB 2" g# yang

berfungsi sebagai penambah rasa manis, dan aAua ''" g#. )emasukkan acid citric ke dalam 4rlenmeyer dan tambahkan dengan ," m= aAuadest agar dia larut. )emasukkan syr. SimpleB ke dalam botol. )emasukkan natrii subcarbon ke dalam mortar dan dilarutkan dengan aAua ''" m= dengan cara gerus sedikit demi sedikit. )emasukkan 2C, bagian larutan asam kedalam larutan basa dan dibiarkan hingga gas CO2 nya hilang dan masukkan ke dalam botol ini dilakukan agar tidak terjadi benturan didinding botol maka pada awal hanya dimasukkan 2C, nya saja. Setelah CO 2 hilang sisanya 'C, larutan tersebut baru dimasukkan kedalam botol dan langsung ditutup agar CO2 tertahan didalam botol. (emudian member etiket dengan tanda pemakaian diminum sekali habis. %erdasarkan fungsi dari tiap bahan dapat disimpulakn sediaan saturasi yang dibuat berfungsi sebagai larutan penyegar. 0I.2 Suspensi Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari dua fase yaitu fase luar dan kontinue umumnya merupakan cairan atau semi padat dan fase terdispersi atau fase dalam terbuat dari partikel 8 partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut tapi terdispersi seluruhnya pada fase continue. Tahapan pembuatan sediaan suspense yaitu )enimbang semua bahan dan mengkalibrasi botol. P5! yang berfungsi sebagai suspending agent dimasukkan kedalam mortar ditambahkan dengan aAuadest gerus sampai terbentuk )uchillago. Parasetamol yang berfungsi sebagai analgetikC antipireutik dimasukkan dan gerus hingga homogen. .iencerkan dengan Syr. SimpleB >,< m= yang berfungsi sebagai penambah rasa manis. )emasukkan dalam botol, kemudian ditambahkan dengan aAuadest sampai tanda batas. %eri etiket dan tandai pemakaian , kali sehari ' sendok teh dan tanda kocok dahulu sebelum diminum. Sediaan suspense yang dibuat berkhasiat sebagai penurun demam. %erdasarkan cara pembuatan tersebut dapat diketahuai dengan metode dispersi dimana dengan cara

menambahkan serbuk bahan obat ke dalam muchilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan. Serbuk yang sangat halus mudah kemasukan udara sehingga sukar dibasahi. )udah dan sukarnya serbuk terbasahi tergantung besarnya sudut kontak antara 3at terdispers dengan medium. %ila sudut kontak ? ;"o serbuk akan mengambang di atas cairan. Serbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob karena serbuk tersebut sulit dibasahi oleh air. Sedangkan serbuk yang mengambang di bawah cairan mempunyai sudut kontak yang lebih kecil dan bila tenggelam, menunjukkan tidak adanya sudut kontak. .an menurut hasil pembuatan diketahui system pada suspense tersebut yaitu system flokulasi yaitu Partikel sistem flokulasi berbentuk partikel agregat yang dapat agregat mempercepat terjadinya sedimentasi. +al ini disebabkan karena setiap unit partikel dibentuk oleh kelompok sehingga ukurang relatif besar. Cairan supernatan pada sistem deflokulasi cepat sekali bening yang disebabkan flokul-flokul yang terbentuk cepat sekali mengendap dengan ukuran yang bermacam-macam. 6actor-faktor yang mempengaruhi suspense yaitu diantaranya 1. Ukuran Partikel Ekuran partikel erat hubungannya dengan luas penampang partikel tersebut serta daya tekan keatas dari cairan suspensi itu. +ubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya. Sedangkan antar luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier. !rtinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya. 2. -ekentalan 1 0isk!sitas (ekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun kecil#. 2. Ju,lah Partikel 1 -!nsentrasi !pabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar, maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut. %enturan itu

akan menyebabkan terbentuknya endapan dari 3at tersebut, oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel, makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat. 3. Si at 1 %uatan Partikel .alam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama. .engan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut. (arena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alami, maka kita tidak dapat mempengruhi.Ekuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan miBer, homogeniser, colloid mill dan mortir. Sedangkan $iskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan 3at pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut. %ahan-bahan pengental ini sering disebut besifat sebagai mudah suspending agent bahan air pensuspensi#, hidrokoloid#. .. #a/u sedi,entasi )erupakan kecepatan pengendapan dari partikel-partikel suspense. !dapun factor-faktor srokes. 4. 0!lu,e Sedi,entasi 7olume sedimentasi yang terjadi 6# adalah perbadingan dari $olume endapan 7E# terhadap $olume awal dari suspense sebelum yang terlibat dalam laju dari kecepatan mengendap partikel-partikel suspense tercakup dalam persamaan hokum umumnya berkembang dalam

mengendap 7"# setelah suspense didiamkan.

0II.

-ESI%PU#AN %erdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan & '. Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi dalam larutan, adalah jenuh dengan gas.

2. Sediaan saturasi yang dibuat ini berfungsi sebagai larutan penyegar. ,. Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair /. Sediaan suspensi yang dibuat berfungsi atau berkhasiat sebagai penurun demam.

DA"TAR PUSTA-A !nief ). 2""". Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. E5) Press. @ogyakarta. !nief ). ';FD. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. E5) Press. @ogyakarta. .epkes :0. ';D;. Farmakope Indonesia Edisi III. .epartemen (esehatan :epublik 0ndonesia. 2akarta. .epkes :0. ';;<. Farmakope Indonesia Edisi IV. .epartemen (esehatan :epublik 0ndonesia. 2akarta. +usniati et al. 2"'2. Saturationes. Eni$ersitas 2endral Soedirman. Purwokerto 0smail, 0sriany. 2"''. Desain bentuk Sediaan Farmasi Larutan, Suspensi, dan Emulsi. !lauddin Eni$ersity Press. Samata-5owa. Syamsuni. 2"">. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. 45C. 2akarta.

Anda mungkin juga menyukai