Anda di halaman 1dari 50

0

SUMUR RESAPAN AIR HUJAN


Para pakar air mengkhawatirkan bahwa pada pertengahan abad XXI, Indonesia akan mengalami krisis air yang mengkhawatirkan, terutama pada pusat-pusat wilayah kota. Berdasarkan hal ini, timbul pertanyaan yang cukup mendasar, apakah kekhawatiran di atas benar-benar akan terjadi ataukah hanya membesar-besarkan ancaman yang sebenarnya tidak pernah akan terjadi. Indonesia merupakan wilayah tropis, memiliki karakteristik curah hujan yang tinggi. Jumlah hujan yang besar, apakah benar akan mengalami krisis air. Air permukaan seperti danau, sungai, air tanah dan mata air, yang sedemikian banyaknya apakah tidak mampu kita kelola untuk kepentingan permukiman, pertanian, perikanan, industri dan kelistrikan, sehingga malapetaka yang timbul terjadi kelangkaan krisis! dalam kelimpahan. "alaupun Indonesia memiliki posisi geogra#is yang istimewa, sinar matahari berlimpah, memiliki dua musim kemarau dan penghujan!, tanah $olkanik subur, ribuan pulau membentuk daratan yang produkti# dengan pegunungan dan hutan yang lebat. %emuanya merupakan bukti bahwa Indonesia kaya dengan air, hingga sekali lagi patut kita bertanya apakah benar ancaman krisis air akan menjadi kenyataan. Air yang melimpah di Indonesia, telah mewarnai budaya kita dan sejak abad pertengahan X&, dengan tumbuh berkembangnya pertanian tradisionil di sekitar badan air. Pada abad X&I tumbuh kerajaan-kerajaan berbasis pertanian' dengan slogan (gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman(. )amun demikian, sejak pertengahan abad XX pusatpusat pertumbuhan mulai muncul, dan kebanyakan mulai bersandarkan terhadap peman#aatan eksploitasi! alam, pertanian, perikanan dan sumberdaya lainnya. *unculnya pusat-pusat perdagangan, pusat pemerintahan, pada saat itu sumberdaya perairan sungai menjadi andalan sarana lintas transportasi. +umbuh berkembangnya peradapan manusia, akhirnya mulai sadar bahwa sumberdaya alam khususnya air, memiliki keterbatasan daya dukung dan akhirnya menjadi terganggu karena kurangnya keseimbangan antara besaran imbuhan air kedalam tanah in#iltrasi! dengan besaran potensi air yang mengalir secara lasung ke laut air limpasan! dan atau menguap e$apotranspirasi!, serta peman#aatan air tanah yang kurang terkontrol. %uatu kenyataan bahwa dua ,--.- tahun yang lalu, sungai-sungai baik di P. Jawa maupun di luar Jawa pada musim kemarau tidak pernah kering. /ehidupan ikan, belut, yuyu masih melimpah, namun sebaliknya kini baru saja tidak hujan satu minggu, dasar sungai telah kelihatan dan yang muncul hanyalah ikan sapu-sapu, sampah dan endapan sedimen. +erganggunya keseimbangan daya dukung sumberdaya air, dalam kenampakan bentang alam, dicirikan oleh lahan-lahan kritis dengan produkti$itas rendah, serta tidak mampu lagi meresapkan air kedalam tanah. *encermati uraian tersebut, tampaknya implementasi teknologi sumur

, resapan ramah lingkungan menjadi strategis untuk disosialisasikan kepada masyarakat, agar mampu menciptakan kesadaran dan kepedualiannya dalam upaya pemulihan air tanah tanah, untuk kepentingan masa kini dan masa mendatang. Pada suatu daerah tertentu yang memiliki sumberdaya air melimpah, #enomena air hanya dilihat dari dua dimensi yaitu kualitas dan kuantitas. Padahal bicara air tidaklah sederhana, dan ada tiga dimensi yang sering diabaikan yaitu1 dimensi ruang, waktu, dan sosial budaya. %elain lima dimensi di atas, si#at dan dinamika air tidak mengenal batas politik. 2alam sekala regional daratan yang menguap di Australia, menjadi hujan di Indonesia. Air yang kadang kala berlebihan di 2/I Jakarta, sebagian besar bersumber dari Jawa Barat. 2emikian halnya dengan hujan asam di /epulauan 3iau, merupakan penyebab polusi dari %ingapura. 4ingga batas wilayah politik tidak pernah menghambat peredaran siklus air!. 5enesis air di Indonesia menjadi bagian dari siklus hidrologi. Air merupakan bagian dari gerak abadi, mulai dari uap air, daratan, tumbuhan! 6 menjadi awan di angkasa turun kembali menjadi hujan. 4ujan sebagian menguap kembali air intersepsi dan e$apotranspirasi!, sebagian masuk ke dalam tanah in#iltrasi dan perkolasi! dan sebagian besar mengalir ke sungai dan ke laut run o##!. Air hujan jatuh, meresap kedalam tanah, melalui dua tahapan yaitu in#iltrasi, dan perkolasi. In#iltrasi merupakan proses meresapnya air ke lapisan tanah, dan dalam perjalanannya perkolasi! ada yang sebagian menyimpang kearah samping menjadi air rembesan, sedangkan lainnya menuju ke arah air bawah tanah ground water!. %ecara matematis bahwa debit air perkolasi 7!, merupakan #aktor dari $ariabel-$ariabel besaran intensitas hujan X0!, porositas dan premabilitas tanah X,!, kon#igurasi lapang X.!, olah tanah X8!, dan penutupan $egetasi X9!. /emampuan manusia sangat tidak mungkin dalam mengatur alam hujan, si#at #isik tanah, dan kon#igurasi lapang!. Akan tetapi akti$itas terhadap olah tanah maupun perlakuan terhadap $egetasi alam, menyebabkan terdegradasinya lahan, padahal $egetasi merupakan salah satu kunci masuknya air kedalam tanah. +utupan $egetasi dan struktur tanahnya. 2engan demikian terdegradasinya tata air di P. Jawa yang kini telah menunjukkan ketidak-seimbangan antara potensi ketersediaan air tanah pada musim kemarau dan penghujan, ada kecenderungan disebabkan oleh tutupan $egetasi dan perubahan struktur tanahnya. /emerosotan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, membawa konsekuensi bukan saja menurunnya tingkat produkti$itas, akan tetapi menghangatkan isu yang selama ini masih menjadi silang pendapat. Praktek penggunaan tanah yang keliru dan kurang tepat akan mengakibatkan #enomena alam seperti banjir, kekeringan, perubahan iklim global, dan bahkan kemungkinan terjadinya penggurunan desertification!. Pada musim hujan debit aliran tinggi, namun sebaliknya pada musim penghujan debit rendah bahkan kering. 2alam pada itu, upaya menyimpan air pada musim hujan melalui teknologi resapan buatan merupakan cara

. yang e#ekti#, untuk menekan besaran debit. /etersediaan air tanah yang cukup surplus!, akan mengimbangi kekeringan pada musim kemarau dalam bentuk air aliran base #low.

Ilustrasi hidrogra# musim hujan dan kemarau SUMUR RESAPAN SELAMATKAN AIR 4ujan merupakan salah satu siklus hidrologi yang dapat membantu pelestarian air tanah khususnya air tanah dangkal!. /etika musim hujan turun, sebagian besar air akan terbuang langsung ke laut, selain juga menimbulkan daerah-daerah genangan dan banjir. %ebaliknya, ketika musim kemarau, sumber air milik warga banyak yang mengalami kekeringan. Padahal hingga kini, masih banyak masyarakat yang menggunakan air tanah. %ecara alami, kekurangan air tanah dapat diatasi, apabila sistem:metode pengelolaannya ditangani secara baik. %alah satu cara yang paling e#ekti# adalah peran serta masyarakat untuk ikut akti# di dalam penerapan langsung melestarikan air tanah karena dari semua pencemaran yang terjadi manusialah yang paling merasakan akibatnya. ;ntuk itu, perlu diadakan sosialisasi mengenai sumur resapan penampung air hujan dalam mengatasi masalah air tanah tersebut. Berbagai kegiatan dilakukan untuk Pemasyarakatan %umur 3esapan dengan target anggota masyarakat secara luas, termasuk sekolah-sekolah. Pengenalan terhadap murid %2 harus ditanamkan sejak dini dan guru menjadi mediator dalam menyampaikan pesan-pesan penyelamatan air melalui kurikulum yang diajarkan di sekolah. %osialisasi tentang sumur resapan ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih peduli akan kondisi air dan berman#aat bagi para siswa:siswi agar sedini mungkin melestarikan air yang berguna untuk masa depan mereka. %umur resapan merupakan suatu upaya untuk meresapkan air hujan dalam rangka menambah cadangan air tanah. hal ini mengingat persediaan

8 air di negara ini sudah sangat menipis, ditambah lagi dengan masalah air lainnya seperti kelebihan air di saat musim hujan yang mengakibatkan masalah banjir dan musim kemarau sering kekurangan air, sehingga seluruh masyarakat harus segera mungkin menyadari dan menyelamatkan air. %umur resapan dapat ber#ungsi untuk mencegah penurunan tanah, mengurangi genangan banjir dan aliran air di permukaan tanah, mengurangi meluasnya penyusupan:instrusi laut ke arah daratan, menambah potensi air tanah. %umur resapan merupakan sistem resapan buatan, yang dapat menampung air hujan akibat dari adanya penutupan tanah oleh bangunan berupa lantai bangunan maupun dari halaman yang di-plester. %elain itu, sumur resapan ber#ungsi untuk menampung, menyimpan dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan dan badan air lainnya sehingga dapat diman#aatkan pada musim kemarau dan sekaligus mengurangi timbulnya banjir. 2i beberapa daerah sebenarnya telah diwajibkan dan dibuatkan perda-nya tentang pembuatan sumur resapan rumah tangga : bangunan. )amun apakah hal itu dilaksanakan dan yang masih kewalahan adalah pengawasannya. /ita harus menghargai dan mendukung inisiati# untuk peduli dengan kelangsungan lingkungan hidup di tengah masa yang modern, simple dan praktis. %alah satunya adalah menyeimbangkan daya dukung lahan tertutup terhadap penyerapan debit air, terutama air hujan yang berlimpah dengan penyediaan sumur resapan air. 4al ini bukan satu-satunya solusi namun perlu didukung banyak #aktor.

Mengatasi Air Bermasalah *engolah air bersih untuk keperluan sehari-hari, ternyata tidaklah sulit. Anda bisa membuat sendiri proses pengolahan air yang bersumber dari air hujan, air sungai, air rawa, atau air sumur yang berbau. <aranya sederhana1 Air hujan pada umumnya cukup bersih, kecuali p4 dan mineral yang bermasalah. 2engan karbon akti# yang berkualitas bagus p4 air bias meningkat menjadi =. karbon akti# juga dapat menetralisir racum dalam air.

9 Air sumur ada yang jernih, kemudian selang beberapa waktu menjadi merah the. Biasanya air ini mengandung ion >e ?? @ *n?? . 2apat dinetralkan dengan Aeolag atau manganese green sand. *ineral *n @ >e akan terperangkap pada pori-pori Aeolag yang berbentuk pipa-pipa mikro. Air rawa bila mengandung lignin air gambut!, maka gunakanlah Bignin Absorbent, tambahkan <oagulant @ >locculant. <oagulant akan membuat lignin terserap pada bentuk butiran, kemudian #locculant membentuk gumpalan lebih besar dan mengendap pad a dasar tangki pengendap settling tank!. Air yang telah jernih kemudian disaring kembali melalui tabung #ilter yang berisi manganese green sand atau Aeolag, kemudian dilewatkan ke tabung #ilter yang berisi karbon akti#. Air sungai kadang mengandung lignin khususnya daerah 3iau! atau mengandung koloid berwarna keruh tanah. /husus yang mengandung lignin :gambut, gunakan trik diatas seperti pada proses pengolahan air rawa. Bila air bau mengandung banyak bakteri! maka kombinasikan dengan caporite injector padat. Bau kaporit akan dinetralisir oleh Aeolag @ karbon akti#. Bakteri pada air biasanya ditandai oleh adanya lumut yang tumbuh di dalam tangki air, atau lumut pada pipa distribusi yang terkena sengatan matahari. *aka tinggikan tower s:d meter, supaya sumbatan pada kran dapat lepas dengan mudah atau bersih dengan sendirinya karena tekanan tinggi. Pemakaian kaporit juga bisa menjaga usia pakai karbon akti# lebih lama, karena tekanan tinggi. Pemakaian kaporit juga bisa menjaga usia pakai karbon akti# lebih lama, karena lumut yang tumbuh:terperangkap pada permukaan karbon akti# akan mati.

Sistem Drainase Sumur Resapan Proses pembangunan perkotaan dan perumahan sungguh merupakan hal yang kontradiksi jika ditinjau dari ketersediaan air tanah dan peningkatan puncak limpasan air permukaan. Perubahan ini disebabkan oleh terjadinya penurunan imbuhan air tanah dan pertambahan pengeluaran air dari dalam tanah, sehingga mengganggu keseimbangan sistem hidrologi air bawah permukaan, dan menghasilkan penurunan paras air tanah. 2i negara yang telah maju, peningkatan kuantitas penduduk tidak mengganggu ketersediaan air tanah, hal ini disebabkan oleh beralihnya atau ditinggalkannya sumur-sumur indi$idu dan ditukar atau berganti kepada sumur umum dalam yang disediakan oleh instansi tertentu seperti P2A* atau semacamnya yang merupakan bagian dari pemerintah local setempat. 4al ini bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di Indonesia, karena kecenderungan apabila jumlah penduduk makin bertambah, maka jumlah sumur-sumur yang dibuat oleh indi$idu pun makin banyak.

E Air tanah yang dikeluarkan dari dalam bumi pada dasarnya sama saja dengan pengeluaran bahan:material berharga yang lain seperti 1 mineral, emas, batu bara, minyak atau gas. Air biasanya mempunyai batasan yang istimewa, yaitu dianggap sebagai sumber alami yang dapat diperbaharui. Angapan ini perlu kiranya untuk dikoreksi..CC /arena sebenarnya anggapan ini hanya dapat berlaku jika terdapat keseimbangan diantara imbuhan air dengan eDploitasi didalam kawasan tangkapan:tadahan air. %umur resapan air tanah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan imbuhan air tanah, disamping itu man#aat yang sangat berguna adalah dapat mengurangi banjir akibat limpasan air permukaan. 2engan pembiayaan yang secara relati#! tidak terlalu tinggi, pengadaan sumur resapan ini dapat dilakukan oleh setiap pembangunan satu rumah tinggal.

ameliaday.wordpress.com/.../

Prinsip Sumur Resapan %umur resapan dibuat dengan tujuan untuk mengalirkan air buangan dari permukaan tanah ke akui#er air tanah. Alirannya berlawanan dengan sumur pompa, tetapi konstruksi dan cara pembangunannya mungkin dapat saja sama. Pengimbuhan sumur akan lebih praktis apabila terdapat akui#er tertekan yang dalam dan perlu untuk diimbukan, atau pada suatu kawasan kota yang memiliki lahan yang sempit:terbatas. 5ambar di bawah ini menerangkan proses air imbuhan masuk kedalam akui#er bebas dan akui#er tertekan.

;ntuk Akui#er Bebas memenuhi persamaan 1

%ementara untuk Akui#er tertekan memenuhi persamaan 1

2imana 1

G Q = Debit Aliran K = Koefisien Permeabilitas Tanah rw = Jari jari sumuran ro = Jari jari pengaruh aliran ho = Tinggi muka air tanah hw = Tinggi muka air setelah imbuhan *ungkin ada yang bertanya-tanya, apa gunanya rumus-rumus diatas, apa gunanya sumur resapan secara kongkritFF Pada postingan saya yang berikut, akan saya tunjukkan berapa besar nya debit air yang harus terbuang kedaerah limpasan akibat dari pembangunan rumah, jalan dan #asilitas#asilitas umum lainnya. +entu anda mengerti maksud saya, jika air hujan yang berasal dari daerah resapan dengan jumlah yang besar dibuang begitu saja tanpa di resapkan kedalam tanah, maka air tersebut akan mengakibatkan banjir yang parah didaerah-daerah limpasan.. V lume air hu!an "ang hilang Berapa $olume air yang hilang akibat proses pembangunan kawasan perumahan dan sarana publik lainnya seperti jalan raya. Prinsip-prinsip dalam dunia konstruksi seringkali bersi#at kontradiksi dengan kaidah konser$asi air. *isalnya, pada pembangunan jalan raya.. Bapisan permukaan pa$ement! pada jalan raya dibuat dengan tujuan agar air dari luar permukaan langsung dialirkan ke saluran drainase di sisi kiri dan kanan jalan sehingga tidak masuk ke dalam struktur perkerasan jalan di bawah pa$ement. Akibatnya pada musim hujan, air dalam $olume yang besar tidak diresapkan kedalam tanah dan langsung dibuang:dilimpaskan ke daerah limpasan. Akibatnya, pada musim hujan akan terjadi masalah banjir di daerah-daerah limpasan dan pada musim kemarau, daerah potensial tadahan air menjadi kekurangan air karena air yg harusnya disimpan sebagai cadangan pada musim hujan langsung dilimpaskan begitu saja. 0. Kehilangan Air A#i$at K nstru#si Rumah Tinggal

2ari gambar diatas diketahui Panjang 1 09,-- m dan lebar 0-, -- m. Buas Bangunan 1 0- m D 09 m HI A J 09- m, Jika +anah seluas 09- m, dibebani hujan dengan intensitas I! 1 0G- mm:hr , maka jumlah air hujan yang hilang akibat lahan yang tertutup bangunan adalah sebesar1 I J 0G- mm:hr I J -.0G: ,8 D E-! I J -.---0,9 m:jam Jumlah &olume! air hujan yang hilang sebesar1 & J -.---0,9 D 09& J -.-0G=9 m. Jika dalam 0 kawasan hunian terdapat 0--- rumah, maka &olume air yang berpotensi untuk hilang akibat lahan yang tertutup oleh bangunan adalah sebesar 1 & lost J -.-0G=9 m. D 0--& lost J 0G,=9 m. & lost J 0G.=9- liter HI 2ebit air K! yang hilang J 0G,=9 m.:jam J 0G.=9liter:jam /alau diasumsikan hujan terjadi selama 0- jam, maka $olume air yang hilang adalah sebesar 1 & lost J 0G.=9- liter D 0& lost J 0G=.9-- liter %ekarang coba kita asumsikan jika hujan tersebut terjadi diaerah yang seharusnya menjadi daerah ! imbuhan air hujan seperti misalnya kota Bogor. 2ari data didapatkan luas wilayah /ota Bogor sebesar 1 00G km, J 00G.9--.--- m, . /ita asumsikan G-L wilayah kota Bogor telah diman#aatkan untuk bangunan dan #asilitas publik, maka $olume air yang yang hilang akibat bangunan dan #asilitas publik adalah sebesar 1 & lost J -,G D 00G.9--.--- m,! D -,---0,9 m & lost J M8.G-- m, D -,---0,9 m & lost J 00.G9- m.

0& lost J 00.G9-.--- liter HI 2ebit air K! yang hilang J 00.G9- m.:jam J 00.G9-.--- liter:jam Jika 4ujan terjadi selama 9 jam, maka $olume air yang hilang adalah sebesar 1 & lost J 00.G9-.--- liter:jam D 9 jam & lost J 9M.,9-.--- liter Jika hujan terjadi selama 0- jam, maka $olume air yang hilang adalah sebesar 1 & lost J 00.G9-.--- liter:jam D 0- jam & lost J 00G.9--.--- liter N 00M.---.--- liter *ungkin sebagian dari yang membaca hasil perhitungan diatas menganggap angka-angka diatas tidak terlalu signi#ikan, tetapi saya katakan bahwa angka-angka tersebut baru mencari $olume air yang hilang akibat bangunan rumah tinggal!, selanjutnya akan saya munculkan besar nya $olume air yang hilang akibat sarana public, dalam hal ini saya mengambil konstruksi jalan raya antara Bogor-Jakarta. ,. Kehilangan Air A#i$at K nstru#si Jalan

Potongan melintang /onstruksi Jalan dan +ampak Atas! 2iasumsikan +ype jalan adalah 1 Arteri ' , Jalur , Arah Bebar Jalan J 0,,-- m Panjang Badan Jalan Bogor-Jakarta ! J GG km HI GG.--- m

00 Buas Badan Jalan J GG.--- m D 0, m A J 0.-9E.--- m, Jika /onstruksi jalan tersebut dibebani hujan dengan intensitas I! J 0Gmm:hr HI -,---0,9 m:jam I J -,---0,9 m:jam. Berarti tinggi muka air akibat hujan selama 0 jam J -,---0,9 m. &olume air yang hilang & lost! J 0.-9E.--- m, D -,---0,9 m & lost J 0., m. & lost J 0.,.--- liter OPui$alent dengan 2ebit air K! yang hilang J 0., m. :jam HI 0.,.--liter:jam. Jika hujan yang terjadi selama 0- jam, maka $olume air yang hilang adalah sebesar 1 & lost J 0.,.--- liter:jam D 0- jam & lost J 0..,-.--- liter 2irencanakan penggunaan sumur resapan untuk mengimbuhkan air hujan kedalam tanah, diasumsikan dimensi sumur resapan yang akan dipergunakan adalah 1 diamater d! 1 8- cm dan tinggi h! 1 0-- cm. &olume %umur 3esapan J 0:8 D phi D dQ,! D h &olume %umur 3esapan J 0:8 D .,08 D -,8Q,! D 0 &olR %umur J -, 0,9E m. N -,0,E m. &olR %umur J 0,E SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS. <ara 0! <ek dgn 3umus &olume %ilinder HI &J phi D rQ, D h &olume %umur 3esapan J .,08 D -,,Q, D 0 &olR %umur J -, 0,9E m. N -,0,E m. &olR %umur J 0,E SSSSSSSSSSSSSSSSSSS. <ara ,! /ontrol HI <ara 0! dan <ara ,! hasilnya sama 1 -,0,E m. J 0,E liter. Jika $olume hilang air hujan akibat perumahan dan akibat jalan dijumlahkan, maka total $olume air hujan yang hilang akibat hujan selama 0- jam adalah sebesar 1 & lost J 00M.---.--- liter ? 0..,-.--- liter! & lost J 0,-. .,-.--- liter, jika dalam meter kubik m.! HI & lost J 0,-..,- m.

liter

liter

0,

Jumlah %umur 3esapan yang dibutuhkan sepanjang GG km 1 n J 0,-. .,-.--- liter :0,E! : GG n J 0-.G90,.= N 0-.G9, buah Jika sumur resapan akan dipasang pada saluran drainase sisi kiri dan sisi kanan jalan, maka pada saluran drainase kiri dipasang 9.8,E buah sumur resapan dan dibagian kanan juga 9.8,E buah. Jarak antar sumur resapan s! J GG.--- m : 9.8,E buah s J 0E, ,, N 0E,,- meter HI Jadi sumur resapan dipasang dengan jarak antar sumur s! 1 0E,,- meter.

2engan durasi hujan 0- jam saja, $olume air yang akan dilimpaskan ke Jakarta sudah sebesar 1 0,-. .,-.--- liter 0,-..,- m.! . Pertanyaan yang muncul di otak saya adalah 1 Bagaimana jika daerah-daerah tangkapan air hujan yang lain juga ikut Tmengirimkan( air limpasan dengan $olume yang mungkin! lebih besarF Bagaimana jika $olume air limpasan dari daerah-daerah tangkapan air hujan yang lain juga dimasukkan sebagai $ariabel dalam perencanaan sistem drainase sumur resapanF Bagaimana jika hujan di daerah-daerah imbuhan:tangkapan air terjadi selama 0 hari penuh ,8 jam!..F Bagaimana jika hujan terjadi selama , hari penuh 8G jam!..F +entu &olume air yang akan Tdikirim( jauh lebih besar.. ;ntuk menjawab ketiga pertanyaan di atas memerlukan data $ariabel$ariabel yang akurat dan proses perhitungan yang lebih kompleks.. 4asil dari perhitungan-perhitungan perencanaan! diatas, selanjutnya di integrasikan dalam bentuk gambar seperti gambar dibawah ini 1

0.

/onstruksi JalanHPotongan melintang, tampak atas , penempatan sumur resapan dan dimensi! Pada proses perencanaan di atas, misalnya, kota Bogor sebagai daerah imbuhan tangkapan! air hujan, dan Jakarta sebagai kota limpasan. Pertanyaan yang muncul dari hal tersebut adalah, apakah perencanaan diatas dapat dijadikan solusi mengatasi masalah banjir yang belakangan sering melanda kota-kota pantai dataran rendah, seperti JakartaF /ota itu sendiri berhadapan dengan bahaya banjir akibat beban guyuran air hujan yang melanda kota tersebut. %elain itu, masalah lain adalah kondisi tanah dan topogra#i daerah yang berbentuk cekungan. ;ntuk masalah ini, tentunya perencanaan seperti di atas tidak dapat dipergunakan sebagai solusi. ;ntuk masalah banjir di kota Jakarta yang diakibatkan karena topogra#i daerahnya yang berbentuk cekungan, solusi yang mungkin adalah sistem %rainase pipa resapan atau dengan membuat sistem #anal $an!ir seperti yang sudah ada saat ini. +etapi sistem #anal $an!ir juga harus didukung oleh perilaku masyarakat untuk tertib menjaga kebersihan lingkungan, yaitu tidak membuang sampah ke daerah kanal banjir yang aslinya diperuntukkan sebagai sistem drainase pencegah banjir. %ementara itu, perencanaan sistem %rainase sumur resapan dimaksudkan hanya untuk mengurangi $olume air hujan kiriman dari daerah imbuhan seperti Bogor ke daerah limpasan seperti Jakarta, yang mana selama ini dianggap bahwa banjir di kota Jakarta terjadi akibat air hujan kiriman dari daerah-daerah tangkapan :imbuhan di kota-kota sekitarnya.

08 Mem$uat Sumur Resapan %i Pe#arangan Rumah /eberadaan sumberdaya air di alam menunjukkan dua hal yang menarik,yaitu' di permukaan tanah, $olume banjir dapat mencapai atap rumah' dan di bawah tanah, permukaan air tanah water table! terus mengalami penurunan. ;ntuk meminimumkan dampak negati# yang mungkin terjadi akibat dari kedua hal di atas, dan sekaligus dapat menjaga cadangan air, maka dapat dibuat sumur resapan air hujan. *eskipun tidak seluruh masalah dapat diatasi, namun sumur resapan ini secara teoritis akan banyak membantu meringankan kedua masalah tersebut sekaligus.

anisavitri.wordpress.com/.../ Air hujan dari cucuran atap dialirkan ke bak penampung, kemudian ke sumur resapan. /elebihannya masuk ke selokan atau riol kota. Pemukiman padat bisa mengatasi banjir dengan sistim ini dengan gotong royong dan patungan. 9 rumah 0 sumur resapan.

Bagaimana se$enarn"a sumur resapan itu $e#er!a& Air hujan yang jatuh ke halaman kita setidaknya G9 persen harus bias diserap oleh halaman tersebut agar tidak meluapkan banjir. 4alaman rumah kita secara alamiah bias menyerap curahan air hujanyang jatuh, termasuk dari atap rumah, yang mengalir melalui talang. 2i sini sumur resapan akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi sumbangan run o## air hujan. 2ibawah tanah, resapan ini akan masuk merembes lapisan tanah yang disebut sebagai lapisan tidak jenuh, dimana tanah dari berbagai jenis! masih bias menyerap air, kemudian masuk menembus permukaan tanah water table! di mana dibawahnya terdapat air tanah ground water! yang terperangkap di lapisan tanah yang jenuh. Air tanah inilah yang sebenarnya kita konsumsi. *asuknya air hujan melalui peresapan inilah yang menjaga cadangan air tanah agar tetap bisa dicapai dengan mudah. Ii karena

09 permukaan air tanah memang bisa berubah-ubah, tergantung dari suplai dan eksploitasinya. 2engan teralirkan ke dalam sumur resapan, air hujan yang jatuh di areal rumah kita tidak terbuang percuma ke selokan lalu mengalir ke sungai.

www.untarconstruction.com/.../septiktank.html SMART'ELL a%alah sumur resapan "ang %apat %iguna#an untu# menampung air hu!an"ang langsung melalui atap atau pipa talang $angunan( $ah#an se$agai resapan septi)tan# sehingga mengem$ali#an #ualitas tanah %i se#itar rumah an%a*

Bagaimana sebaiknya %umur 3esapan di Pekarangan 3umah /ita 2ibuatF %tandar )asional Indonesia %)I! tentang +ata <ara Perencanaan %umur 3esapan Air 4ujan untuk Bahan Pekarangan, menetapkan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan yaitu 1 0. %umur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil. ,. %umur resapan harus dijauhklan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank minimum lima meter diukur dari tepi!, dan berjarak minimum satu meter dari #ondasi bangunan. .. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. /edalaman muka air water table! tanah minimum 0,9- meter pada musim hujan. 8. %truktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah kemampuan tanah menyerap air! lebih besar atau sama dengan ,,- cm per jam artinya, genagan air setinggi , cm akan teresap habis dalam 0 jam!, dengan tiga klasi#ikasi, yaitu 1 U Permeabilitas sedang, yaitu ,,--.,E cm per jam. U Permeabilitas tanah agak cepat pasir halus!, yaitu .,E-.E cm per jam.

0E U Permeabilitas tanah cepat pasir kasar!, yaitu lebih besar dari .E cm per jam.

Spesi+i#asi Sumur Resapan %umur resapan dapat dibuat oleh tukang pembuat sumur gali berpengalaman dengan memperhatikan persyaratan teknis tersebut dan spesi#ikasi sebagai berikut 1 0. Penutup %umur ;ntuk penutup sumur dapat dipilih beragam bahan diantaranya 1 U Pelat beton bertulang tebal 0- cm dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. U Pelat beton tidak bertulang tebal 0- cm dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak di beri beban di atasnya atau, U >erocement setebal 0- cm!. ,. 2inding sumur bagian atas dan bawah ;ntuk dinding sumur dapat digunakan bis beton. 2inding sumur bagian atas dapat menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan di aci semen. .. Pengisi %umur Pengisi sumur dapat berupa batu pecah ukuran 0--,- cm, pecahan bata merah ukuran 9-0- cm, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga. 8. %aluran air hujan 2apat digunakan pipa P&< berdiameter 00- mm, pipa beton berdiameter ,-- mm, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter ,-- mm. %atu hal yang penting, setelah sumur resapan dibuat, jangan lupakan perawatannya. <ukup dengan memeriksa sumur resapan setiap menjelang musim hujan atau, paling tidak, tiga tahun sekali. 2engan membuat sumur resapan di pekarangan setiap rumah, maka diharapkan $olume banjir dapat diminimumkan dan sekaligus menjaga cadangan air dalam tanah.

0= Pe% man Umum Pem$angunan Sumur Resapan 2alam siklus hidrologi, jatuhnya air hujan ke bumi merupakan sumber air yang dapat dipakai untuk keperluan mahluk hidup. 2alam siklus tersebut, secara alamiah air hujan yang jatuh ke bumi sebagian akan masuk ke perut bumi dan sebagian lagi akan menjadi aliran permukaan yang sebagian besar masuk ke sungai dan akhirnya terbuang percuma masuk ke laut. 2engan kondisi daerah tangkapan air yang semakin kritis, maka kesempatan air hujan masuk ke perut bumi menjadi semakin sedikit. %ementara itu pemakaian air tanah melalui pompanisasi semakin hari semakin meningkat. Akibatnya terjadi de#isit air tanah, yang ditandai dengan makin dalamnya muka air tanah. 4ujan berkurang sedikit saja beberapa waktu maka air tanah cepat sekali turun. /ondisi semakin turunnya muka air tanah kalau dibiarkan terus, maka akan berakibat sulitnya memperoleh air tanah untuk keperluan pengairan pertanian dan keperluan mahluk hidup lainnya. 2isamping itu dapat menyebabkan intrusi air laut semakin dalam ke arah daratan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu konser$asi air sebagai upaya untuk penambahan air tanah melalui pembangunan sumur-sumur resapan. Prinsip dasar konser$asi air ini adalah mencegah atau meminimalkan air yang hilang sebagai aliran permukaan dan menyimpannya semaksimal mungkin ke dalam tubuh bumi. Atas dasar prinsip ini maka curah hujan yang berlebihan pada musim hujan tidak dibiarkan mengalir percuma ke laut tetapi ditampung dalam suatu wadah yang memungkinkan air kembali meresap ke dalam tanah groundwater recharge!. 2engan muka air tanah yang tetap terjaga atau bahkan menjadi lebih dangkal, air tanah tersebut dapat diman#aatkan pada saat terjadi kekurangan air di musim kemarau dengan jalan memompanya kembali ditempat yang lain ke permukaan. +ujuan 0. *eningkatkan muka air tanah untuk penyediaan air bagi usaha pertanian dan peternakan. ,. *engurangi dan mencegah intrusi air laut bagi daerah-daerah pantai. %asaran 0. +erjadinya peningkatan muka air tanah sehingga dapat diman#aatkan untuk pertanian dan peternakan melalui pompanisasi.. ,. +erjadinya pengurangan dan tercegahnya intrusi air laut bagi daerahdaerah pantai.

0G Istilah-istilah 2alam pedoman teknis ini akan dijumpai istilah-istilah yang memiliki pengertian sebagai berikut 1 0. %umur 3esapan %umur 3esapan in#iltration "ell! adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan:aliran permukaan agar dapat meresap ke dalam tanah. ,. 2inas Pertanian 2inas Pertanian meliputi 2inas Pertanian +anaman Pangan dan 4ortikultura, 2inas Perkebunan dan 2inas Peternakan .. Bapisan APui#er Bapisan dalam tubuh bumi dibawah permukaan tanah yang terdiri dari masa batuan atau masa tanah yang tidak saja mengadung air tetapi juga merupakan sumber air yang tidak tercemar. Bapisan ini ditandai dengan munculnya mata air. Persyaratan Bokasi 0. 2aerah pertanian yang mengalami kekurangan air terutama di musim kemarau walaupun dalam kenyataannya air cukup berlimpah di musim penghujan. ,. *uka air tanah di lokasi tersebut dalam dan jauh dari sumber air permukaan seperti sungai, situ, danau dll. .. %ebagian besar permukaan lahan relati$e telah menjadi kedap air permeabilitas rendah! sehingga tidak memungkinkan air terin#iltrasi masuk ke tubuh bumi. 8. 2iprioritaskan untuk mendukung daerah pertanian di pantai yang ada irigasi pompa air tanah dangkal untuk menjaga agar tidak terjadi intrusi air laut. 9. /omoditas yang diusahakan terutama palawija, hortikultura dan tanaman perkebunan semusim. E. +ingkat kepadatan penduduk dan tingkat kepadatan permukiman di sekitar lokasi cukup tinggi. Persyaratan Petani dan /elompok +ani 0. 2ari lokasi terpilih diseleksi petani:kelompok tani yang membudidayakan tanaman palawija: hortikultura: tanaman perkebunan semusim: untuk mendukung peternakan . ,. /elompok tani terpilih adalah kelompok tani yang sudah ada sebelumnya, bukan kelompok yang baru dibentuk karena ada kegiatan ini. .. Bersedia menyediakan lahan untuk bangunan ini tanpa ganti rugi yang dinyatakan dalam surat pernyataan.

0M 8. Bersedia memelihara bangunan secara berkelompok dan bersedia menanggung biaya pemeliharaan dan dinyatakan dalam surat pernyataan. %ur$ey <alon lokasi Penanggung Jawab /egiatan menentukan calon lokasi dan calon kelompok tani sesuai dengan persyaratan. Pencatatan /oordinat Bokasi sumur resapan yang akan dibuat supaya dicatat koordinat geogra#isnya yang meliputi 1 lintang dan bujur' ketinggian lokasi dpl!' dengan menggunakan 5lobal Positioning %ystem 5P%! atau dengan ekstrapolasi peta topogra#i yang tersedia. 2ata koordinat sumur resapan ini selanjutnya diperlukan untukmenyusun sistem basis data pengelolaan lahan dan air sekaligus memantau kinerja pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. 2esain %ederhana 2esain sederhana dibuat oleh Aparat 2inas Pertanian /abupaten:/ota bersama dengan petani:kelompok tani. 2esain dibuat sesederhana mungkin agar dapat dibaca oleh pelaksana petani:kelompok tani!. 4asil 2esain harus mendapat persetujuan dari /epala 2inas Pertanian /abupaten: /ota. Pengadaan Bahan dan Peralatan Pengadaan bahan dan peralatan dilaksanakan oleh petani:kelompok tani dengan mengikuti pedoman pengelolaan anggaran yang dikeluarkan oleh 2itjen Pengelolaan Bahan dan Air. /onstruksi Pembangunan sumur resapan dilakukan oleh pelaksana yang telah ditunjuk kelompok tani !, dilakukan secara swakelola padat karya! agar petani mampu mengembangkan sumur resapan dan merasa ikut memiliki. 0. Beberapa /etentuan ;mum untuk Pembangunan /onstruksi %umur 3esapan a. %umur resapan sebaiknya berada diatas ele$asi:kawasan sumursumur gali biasa. b. ;ntuk menjaga pencemaran air di lapisan aPui#er, kedalaman sumur resapan harus diatas kedalaman muka air tanah tidak tertekan uncon#ined aPui#er! yang ditandai oleh adanya mata air tanah. c. Pada daerah berkapur:karst perbukitan kapur dengan kedalaman:solum tanah yang dangkal, kedalaman air tanah pada umumnya sangatlah dalam sehingga pembuatan sumur resapan

,sangatlah tidak direkomendasikan. 2emikian pula sebaliknya di lahan pertanian pasang surut yang berair tanah sangat dangkal. ;ntuk mendapatkan jumlah air yang memadai, sumur resapan harus memiliki tangkapan air hujan berupa suatu bentang lahan baik berupa lahan pertanian atau atap rumah. %ebelum air hujan yang berupa aliran permukaan masuk kedalam sumur melalui saluran air, sebaiknya dilakukan penyaringan air di bak kontrol terlebih dahulu. Bak kontrol terdiri-dari beberapa lapisan berturut-turut adalah lapisan gra$el kerikil!, pasir kasar, pasir dan ijuk. Penyaringan ini dimaksudkan agar partikel-partikel debu hasil erosi dari daerah tangkapan air tidak terbawa masuk ke sumur sehingga tidak menyumbat pori-pori lapisan aPui#er yang ada. ;ntuk menahan tenaga kinetis air yang masuk melalui pipa pemasukan, dasar sumur yang berada di lapisan kedap air dapat diisi dengan batu belah atau ijuk. Pada dinding sumur tepat di depan pipa pemasukan, dipasang pipa pengeluaran yang letaknya lebih rendah dari pada pipa pemasukan untuk antisipasi manakala terjadi o$er#low:luapan air di dalam sumur. Bila tidak dilengkapi dengan pipa pengeluaran, air yang masuk ke sumur harus dapat diatur misalnya dengan seka balok dll. 2iameter sumur ber$ariasi tergantung pada besarnya curah hujan, luas tangkapan air, kondukti#itas hidrolika lapisan aPui#er, tebal lapisan aPui#er dan daya tampung lapisan aPui#er. Pada umumnya diameter berkisar antara 0 H 0,9 m +ergantung pada tingkat kelabilan:kondisi lapisan tanah dan ketersediaan dana yang ada, dinding sumur dapat dilapis pasangan batu bata atau buis beton. Akan lebih baik bila dinding sumur dibuat lubang-lubang air dapat meresap juga secara horiAontal. ;ntuk menghindari terjadinya gangguan atau kecelakaan maka bibir sumur dapat dipertinggi dengan pasangan bata dan atau ditutup dengan papan:plesteran.

d. e. #. g. h. i.

j.

k.

l.

,. /omponen Bangunan %umur 3esapan Bangunan sumur resapan sekurang-kurangnya terdiri dari 1 a. %aluran air sebagai jalan air yang akan dimasukkan ke dalam sumur. b. Bak kontrol yang ber#ungsi untuk menyaring air sebelum masuk sumur resapan. c. Pipa pemasukan atau saluran air masuk. ;kuran tergantung jumlah aliran permukaan yang akan masuk. d. %umur resapan

,0 e. Pipa pembuangan yang bersungsi sebagai saluran pembuangan jika air dalam sumur resapan sudah penuh.

%kema +eknis %umur 3esapan Pengembangan %umur 3esapan adalah merupakan salah satu upaya pengisian air tanah secara arti#icial sebagai alternati# proses pengisian air tanah alami yang relati# lambat melalui proses in#iltrasi. Proses ini menjadi sangat tidak signi#ikan manakala hampir sebagian besar recharge area telah menjadi kedap air atau upaya konser$asi tanah dan air di daerah hulu sangat tidak memadai. Vleh karena itu, pembangunan sumur resapan adalah

,, merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kuantitas dan sekaligus kualias air tanah yang saat ini semakin terancam akibat eksploitasi air tanah, pemompaan berlebih, intrusi air asin, persapan limbah industri dll. Pembangunan sumur resapan ini dapat dikombinasikan dengan pembangunan embung atau check dam sebagai penampung air luapan manakala kapasitas tampung embung terlampaui pasa saat hujan besar. 2engan adanya pembangunan sumur H sumur resapan khususnya di lahan usaha tani, diharapkan air hujan dapat diresapkan dan disimpan sementara di bawah tanah di lapisan aPui#er. Air tersimpan kemudian dapat diman#aatkan kembali untuk kegiatan usahatani terutama dimusim kemarau dlam rangka mengantisipasi ancaman kekurangan air atau kekeringan.

handi-s-salam.blogspot.com/

;ntuk mendukung konsep rumah ramah lingkungan eco home!, mulai dari perencanaan rumah juga harus menggunakan konsep ramah lingkungan eco design!. %alah satu unsur dalam rumah ramah lingkungan sumur resapan. %umur resapan berguna untuk menampung air hujan sebagai cadangan air tanah. %yarat untuk membuat sumur resapan adalah ! dibuat pada tanah yang datar bukan pada tanah miring minimal berjarak 0,9 meter dari pondasi minimal berjarak E meter dari septik tank atau tempat timbunan sampah

,. Jenis dari sumur resapan bermacam - macam, salah satunya seperti gambar diatas, dibuat dengan kedalaman , meter, lebar 0,, meter , dinding sumur dibuat dengan bata merah dan lubang sumur diisi dengan pasir, kerikil:split:koral, ijuk dan batu karang dengan keterbalan masing-masing ,9 cm. %ebelum air hujan masuk dalam sumur resapan, baik sekali jika air hujan di tampung terlebih dahulu pada $a# penampungan air hu!an, bak ini berguna untuk menampung air hujan dari talang air dan dapat digunakan untuk mencuci kendaraan dan menyiram tanaman, bila bak sudah penuh maka air hujan akan mengalir kedalam sumur resapan, bila sumur resapan penuh barulah air hujan dibuang ke saluran pembuangan got!. 2engan bak penampungan air hujan dan sumur resapan ini, maka kita telah ikut menjaga lingkungan dengan ketersediaan air tanah terutama didaerah perkotaan.

www.facebook.com/note.php?note_id=941 99!"# 4...

Bubang Biopori membantu resapan air Bubang bioporiBubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara $ertikal ke dalam tanah dengan diameter 0--.- cm dan kedalaman sekira 0-- cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah.

,8 Bubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang terowongan kecil! yang dibuat oleh akti$itas #auna tanah atau akar tanaman. Bubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air. /ehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom atau dinding lubang. 2engan akti$itas #auna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. /arena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresap air. 2engan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air. Bubang resapan biopori Wdiakti#kanW dengan memberikan sampah organik ke dalamnya. %ampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. %ampah yang telah didekomposisi ini dikenal dengan kompos. *elalui proses itu maka lubang resapan biopori selain ber#ungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus sebagai WpabrikW pembuat kompos. /ompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat diman#aatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman atau sayuran organik maka kompos dari B3B adalah alternati# yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya. LUBANG RESAPAN BIOPORI akan diakti#kan oleh organisma tanah, khususnya #auna tanah dan perakaran tanaman. Akti$itas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan ronggarongga atau liang di dalam tanah yang akan dijadikan WsaluranW air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. 2engan meman#aatkan akti$itas mereka, maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga tanpa campur tangan langsung manusia. 4al ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. %ampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmos#ir sebagai gas rumah kaca, berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodi$ersitas dalam tanah. 2engan lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah, dan kaki gajah akan dihindari. ;ntuk membuat biopori ada beberapa lokasi yang dapat dipilih. Pada dasar saluran, di sekeliling pohon, dan pada batas taman. %ementara alat yang digunakan untuk membuat lubang resapan biopori ini dibuat dengan menggunakan bor tanah, yaitu tipe bor B3B. Adapun cara pembuatan lubang biopori1 0. Buat lubang silindris secara $ertikal ke dalam tanah dengan diamater 0- cm. /edalaman kurang lebih 0-- cm atau tidak

,9 sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antarlubang antara 9- - 0-- cm. *ulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar ,-. cm dengan tebal , cm di sekeliling mulut lubang. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan atau pangkasan rumput. %ampah organik perlu selalu ditambahkan kedalam lubang yang isinya sellau berkurang dan menyusup akibat proses pelapukan. /ompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau dengan pemeliharaan lubang resapan.

,. .. 8. 9.

$ulfikri.wordpress.com/ %%"/%"/%"/

;ntuk keamanan konstruksi, resapan perlu dilengkapi dengan pelindung dinding. /arena bentuk umum resapan ini adalah sumuran maka pelindung dinding ini dapat dilaksanakan dengan konstruksi pasangan batu kosong, pasangan batu cadas atau buis beton yang kesemuanya akan mempengaruhi perhitungan sesuai dengan #ormulasinya. %edangkan air yang ditampung adalah air dari atap melalui talang datar dan tegak kemudian masuk ke resapan, atau air dari atap ditampung oleh selokan keliling tritisan tanpa talang! kemudian masuk ke resapan. 3esapan ini perlu dilengkapi dengan peluap untuk melewatkan ada air hujan yang tidak diperhitungkan hingga kelebihan air dapat disalurkan. %edangkan untuk

,E daerah di mana muka air tanah cukup dangkal bentuk sumuran seperti di atas kurang tepat dan dapat dipilih resapan tipe selokan tertutup! karena dengan cara ini $olume yang diperlukan diimbangi dengan panjang selokan, bukan dengan kedalaman seperti pada konstruksi sumuran. 2asar resapan diletakkan serendah-rendahnya pada muka air tanah tertinggi untuk mendapatkan e#ekti#itas masuknya air ke dalam tanah.

www.eramuslim.com/konsultasi/arsitektur/pemba... Memang i%ealn"a pem$uangan air # t r langsung menu!u saluran # ta tapi !i#a !ara#n"a terlalu !auh ma#a an%a %apat mem$uat resapan #e %alam tanah( sehingga air %ari rumah an%a ti%a# ter$uang #e luar tapi a#an meresap #em$ali #e %alam tanah setelah le$ih %ahulu melalui pr ses pen"aringan.

,= Sumur Resapan untu# Men)egah Ban!ir 5una menanggulangi luapan air yang dapat menimbulkan banjir, pembuatan sumur resapan pada kawasan perumahan masyarakat sangat disarankan. %umur resapan pada kawasan perumahan tersebut nantinya dapat menampung air hujan dan dapat menjadi cadangan air di saat musim kemarau. Pengalihan #ungsi lahan merupakan salah satu #aktor penyebab banjir dan menurunnya permukaan air tanah di kawasan perumahan, Pengalihan lahan 4ijau seperti hutan menjadi perumahan menyebabkan tidak adanya lagi area terbuka sebagai resapan air, sehingga air yang meresap ke dalam tanah menjadi kecil dan memperbesar $olume aliran air permukaan. 5una mengatasi banjir dan menurunnnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan dapat dilakukan dengan cara pencegahan sedini mungkin melalui perencanaan dari awal oleh pihak pengembang perumahan kontraktor:de$eloper! dengan mengalokasikan lahan untuk pembuatan konstruksi sumur resapan air atau pompa pengendali banjir. %umur resapan harus berada di atas permukaan air tanah, jadi kedalaman sumur resapan dilihat dari tinggi permukaan air tanah(. Itulah prinsip dasar yang harus dipahami dalam pembuatan sumur resapan. %umur resapan adalah sistem resapan buatan yang dapat menampung air hujan akibat dari adanya penutupan tanah oleh bangunan baik dari lantai bangunan maupun dari halaman yang diplester atau diaspal. Air tersebut kemudian dialirkan melalui atap, pipa talang maupun saluran yang berbentuk sumur, kolam dengan resapan ataupun saluran. T+erutama untuk daerah dengan tingkat curah hujan yang tinggi, sumur resapan ini sangat berman#aat dalam pencegahan banjir. %aat hujan deras, air yang dapat tertampung dalam sumur resapan dapat mencapai 9 meter kubik(, jelasnya. Pemerintah telah mengatur tentang pembuatan sumur resapan dalam Peraturan 5ubernur 2/I Jakarta )o EG +ahun ,--9 tentang Perubahan /eputusan 5ubernur Pro$insi 2/I Jakarta )o. 009 +ahun ,--0 mengenai Pembuatan %umur 3esapan. Arie menjelaskan, T%etiap gedung atau bangunan yang menutup permukaan tanah dan usaha industri yang meman#aatkan air tanah permukaan diwajibkan untuk membuat sumur resapan dalam perencanaan pembangunannya(. %elain itu, #ungsi sumur resapan dapat menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan. 4al ini tentu saja selain dapat mencegah terjadinya banjir, air tampungan tersebut dapat diman#aatkan pada musim kemarau. 2alam pembuatan sumur resapan, dapat dihitung dengan melihat luas atap bangunan. T;ntuk setiap mX luas atap kita dapat menampung 8liter air, jadi misalkan luas atap 0-- mX, kita kali saja dengan 8-, maka total air yang ideal kita tampung adalah 8-- liter(. %ampai saat ini, jumlah sumur resapan yang ada di wilayah 2/I Jakarta masih sangat jauh dari jumlah ideal. Padahal peraturan tentang hal

,G itu sudah ada sejak tahun ,--9. ;ntuk itu, baik pemerintah maupun masyarakat perlu lebih berperan dalam meningkatkan jumlah sumur resapan di wilayah 2/I Jakarta. T/eberhasilan pemerintah bukan dilihat dari seberapa banyak pemerintah mampu membuat sumur resapan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang mencontoh pemerintah dalam pembuatan sumur resapan. /onstruksi %umur 3esapan Air %3A! merupakan alternati# pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan 1 a! pembuatan konstruksi %3A tidak memerlukan biaya besar, b! tidak memerlukan lahan yang luas, dan c! bentuk konstruksi %3A sederhana. %umur resapan air merupakan rekayasa teknik konser$asi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang ber#ungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah. *an#aat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air antara lain 1 0! mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi, ,! mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, .! mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, 8! mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dan 9! mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah. +eknik pembuatan sumur resapan di Propinsi 2/I Jakarta, didasarkan atas keputusan 5ubernur 2/I Jakarta )o. 009 tahun ,--0. Ilustrasi desain sumur resapan tersebut, disajikan pada 5ambar berikut.

,M

Arahan sumur resapan, memberikan gambaran besaran $olume air tersedia berdasarkan luas kanopi bangunan. /elemahan dari teknologi sumur resapan tersebut, sulit diimplementasikan pada permukiman-permukiman padat bangunan. Atas dasar itulah pentingnya alternati# pembuatan sumur resapan secara komunal berdasarkan diameter sumur per satuan luas m,:ha!. Pem$er%a"aan Sumur Resapan Ramah Ling#ungan Penetapan sumur resapan ramah lingkungan, didasarkan atas parameter a! kriteria wilayah resapan, b! Intensitas Peman#aatan 3uang IP3!, c! tinggi rendahnya peman#aatan air tanah dangkal, dan d! tingkat kepedulian masyarakat terhadap pelunya sumur resapan, secara rinci diilustrasikan pada 5ambar berikut.

.-

Kriteria 'ila"ah Resapan *encermati %/ 5ubernur 2/I Jakarta )o. 009:,--0, bahwa diameter sumur resapan ditetapkan secara uni$ersal ukuran sama!, dengan asumsi bahwa $olume air hujan tersedia berdasarkan kanopi bangunan, diarahkan dan akan masuk kedalam tanah. Arahan tersebut, tampaknya belum dapat dipergunakan sebagai dasar acuan secara regional. 4al ini mengingat bahwa 2/I Jakarta paling tidak memiliki .-9 wilayah hujan yang berbeda, serta kondisi #isik tanah yang berbeda dalam kaitannya laju aliran perkolasi kedalam tanah. Alternati# menerapkan teknologi sumur resapan yang ramah lingkungan, melalui penetapan luas permukaan sumur resapan per hektar, dengan pertimbangan1 a! kriteria daerah resapan, dan b! besaran suplai air kedalam tanah, atas dasar luasan sumur resapan per hektar, menurut kriteria daerah resapan. 4al ini mengingat bahwa daerah resapan, dipengaruhi oleh1 a! besaran curah hujan, b! kedalaman e#ekti# tanah, c! porositas dan premabilitas tanah, d! kemampuan in#iltrasi air kedalam tanah, e! perbedaan muka air tanah pada musim hujan dan kemarau. %edangkan besaran suplai air, diperhitungkan atas dasar1 a! kemampuan tubuh tanah dalam meresapkan air kedalam tanah perkolasi!, b! intensitas peman#aatan ruang ratio luas lantai bangunan dengan ruang terbuka hijau!, c! peman#aatan air tanah dangkal, dan d! tingkat kepedulian masyarakat terhadap sumber daya air tanah dangkal. ;ntuk menetapan luas sumur resapan, atas dasar kriteria daerah resapan dan besaran suplai air kedalam tanah, untuk selanjutnya disusun dalam bentuk T/riteria Baku )alar "ilayah 3esapan(, yang secara rinci disajikan pada tabel berikut1 +abel-,. /riteria Baku )alar "ilayah 3esapan

%umber 1 "aryono 0MME!. 4asil penetapan kriteria baku nalar wilayah resapan, untuk selanjutnya dipetakan dan diklasi#ikasi berdasarkan nilai skoring!. +atanan

.0 penilaian skoring!, atas dasar pemberian nilai angka!, mulai dari angka nilai! terkecil hingga terbesar, berdasarkan nilai tengah, seperti tersaji pada tabel berikut 1 +abel-.. )ilai %koring "ilayah 3esapan

;ntuk memperoleh gambaran spatial berdasarkan klasi#ikasi wilayah resapan di suatu wilayah, dilakukan dengan teknik korelasi keruangan penampalan peta! antara peta kriteria baku nalar wilayah resapan dengan peta IP3. Intensitas Peman+aatan Ruang ,IPRIntensitas peman#aatan ruang IP3!, pada dasarnya sama dengan /oe#isien 2asar Bangunan /2B!. Penetapan nilai ini dengan pertimbangan belum tersedianya Peta /2B di suatu wilayah. /eterangan 1 0. Bantai bangunan adalah segala bentuk penutupan tanah yang tidak berperan meresapkan air kedalam tanah' ,. 3uang terbuka adalah ruang baik lahan ber$egetasi maupun tidak ber$egetasi!, tandon air dan atau badan sungai yang mampu meresapkan air atau menampung air dan meresapkannya. ;ntuk memperoleh keterkaitan antara /riteria nilai wilayah resapan dengan IP3, dilakukan penampalan o$erlay! peta kondisi eksis dan IP3, dan selanjutnya disebut /riteria wilayah resapan berdasarkan IP3. ;ntuk memudahkan dalam penilaian maka dibuat klasi#ikasi dalam dua kriteria yaitu +inggi dan 3endah, atas dasar nilai tengah. /riteria IP3 baik bila Y8-L atau setara dengan /2B 8-L luas lahan:persil yang diijinkan dibangun sebesar 8-L! sedangkan E-L lainnya merupakan ruang terbuka. /riteria rendah bila IP3 I8-L. /ondisi

., memberikan gambaran semakin tinggi peman#aatan ruang akan semakin menghambat besaran air yang masuk kedalam tanah. Kriteria Pemanfaatan Air Tanah dangkal/Dalam Peman#aatan air tanah dangkal:dalam bersumber dari Instansi terkait, dan atas dasar pengecekan cuplikan data lapang!. <uplikan data lapang didasarkan atas kriteria wilayah resapan yang mewakili masing-masing kriteria wilayah resapan berdasarkan IP3. Jumlah renponden sangat tergantung tingkat ketelitian yang diharapkan. Kriteria Kepedulian Masyarakat Terhadap Sumur Resapan ;ntuk memperoleh gambaran sejauhmana masyarakat peduli terhadap peranan #ungsi air tanah dan peman#aatannya, juga dilakukan pendataan bersamaan dengan kriteria peman#aatan air tanah dangkal:dalam. ;ntuk memperoleh gambaran tingkat kepedulian masyarakat, dirumuskan sebagai berikut1 +/ J tingkat kepedulian masyarakat, +A J tingkat ancaman, +/ J +ingkat keacuhan, 3* J rasa untuk memiliki dan memelihara. Bila nilainya negati#, maka memberikan pengertian memiliki tingkat kepedulian tinggi. +ingkatan-tingkatan tersebut, diperoleh dari hasil sur$ei lapang dan dirangkum dalam bentuk L! tingkatan ancaman, keacuahan dan rasa memiliki untuk memelihara. Buas Bantai Bangunan m,! Intensitas Peman#aatan 3uang IP3 L! J Buas 3uang +erbuka m,! +/ J +A ? +/! -- 3*

Matrik Penetapan Luas Diameter Sumur Resapan Penetapan teknologi sumur resapan berdasarkan luas diameter sumur resapan, secara rinci dianalisis berdasarkan matrik. +abel-8. /riteria Penampang %umur 3esapan

..

2alam matrik lajur pertama merupakan kriteria wilayah resapan, lajur berikutnya kriteria IP3 dan tingkat kepedulian masyarakat. Penetapan luas penampang sumur resapan didasarkan atas matrik bertingkat yang menggambarkan luas penampang sumur resapan:ha. %ebagai dasar pertimbangan, penetapan luas sumur resapan secara tepat, perlu diserasikan dengan besaran curah hujan. Re# men%asi 0!. 3e$italisasi air tanah melalui peresapan buatan yang implementasinya dilakukan secara terpadu berkelanjutan, secara berangsur-angsur mampu memulihkan de#isit air tanah dan menjamin pelestarian sumberdaya air. ,!. Implementasi teknologi sumur resapan berdasarkan luas diameter sumur per satuan luas, sangat ideal untuk diterapkan di wilayah perkotaan yang padat permukiman. .!. Pentingnya sosialisasi krisis air bersih dan upaya pemulihannya, akan mampu memacu kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sumberdaya air tanah. 8!. Pengelolaan daerah resapan di wilayah perkotaan berbasis jalur biru, telah saatnya untuk diolahdayakan, mengingat I9-L penduduk Indonesia berada di perkotaan.

.8 SUMUR RESAPAN PERTANIAN MEMBANTU PEN.EDIAAN AIR

*embuat sumur resapan dapat membantu mengatasi banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau di desa maupun kota. Beberapa tahun terakhir di wilayah Indonesia sering terjadi banjir dan kekeringan. Penyebab utama sebenarnya adalah ulah dari manusia, antara lain1 pepohonan di daerah pegunungan yang seharusnya ber#ungsi menahan dan meresapkan air ditebang sampai pegunungan gundul dan meluasnya tanah yang diman#aatkan untuk bangunan yang kurang memperhatikan wilayah peresapan air. 4al ini mengakibatkan berkurangnya tempat-tempat penampungan air dan peresapan air hujan ke dalam tanah serta meningkatnya aliran permukaan tanah run o##! yang menyebabkan banjir pada musim penghujan. %ebaliknya pada musim kemarau air tanah berkurang, sehingga sulit memperoleh air pada musim kemarau, terjadilah kekeringan di mana-mana. /ondisi ini dapat diatasi dengan membuat sumur-sumur resapan yang dapat dibuat oleh masyarakat sendiri tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah. %umur resapan tidak hanya diperlukan di desa-desa wilayah pertanian, tetapi diperlukan juga di kota-kota bahkan perlu dibuat di komplek-komplek perumahan. 4al ini dilihat dari man#aat sumur resapan sebagai berikut1 0! *enangkap, menampung, dan meresapkan air yang mengalir di permukaan tanah ketika hujan, sehingga air kembali meresap ke dalam tanah groundwater recharge! sebagai air tanah' ,! *eningkatkan persediaan air tanah untuk usahatani termasuk peternakan dan kehidupan manusia pada musim kemarau' .! *engurangi atau mencegah air laut masuk ke daratan intrusi! di daerah-daerah pantai' dan 8! *engurangi banjir pada musim hujan. ;ntuk membuat sumur resapan tidak bisa sembarang tempat, karena beberapa ketentuan sebagai berikut1 0! 2ibuat:dibangun di daerah-daerah yang ketika hujan aliran permukaannya tinggi dan daerah hilirnya sering mengalami banjir dan kekeringan' ,! 4arus memiliki tangkapan air hujan yang memadai:banyak, baik dari bentang:hamparan lahan dan atau atap rumah atau di dekat saluran-saluran air' .! Penempatan sumur resapan diprioritaskan untuk mendukung sumur-sumur pantek yang digunakan untuk irigasi' dan 8! +idak dianjurkan membuat sumur resapan pada daerah yang berair tanah sangat dangkal.

.9

SUMUR RESAPAN MEN/ATASI KEKERIN/AN %alah satu #enomena alam adalah mengeringnya sumber H sumber air di beberapa lokasi sehingga masyarakat yang tinggal di daerah itu harus membuat sumur-sumur pompa yang cukup dalam, tidak cukup hanya dengan pompa air biasa, tapi harus dengan pompa dengan daya hisap dan daya sembur yang lebih besar dari pompa biasa banyak orang menyebutnya, jet pump!. )amun, masalah lain muncul manakala terjadi hujan terus menerus, akibatmya terjadi banjir dimana-mana. *isalnya, ribuan hektar sawah di bantaran %ungai <itarum, yang selalu menjadi langganan banjir akibat meluapnya air sebagai dampak dari hujan yang terus menerus. %ementara itu, salah satu penyebab terjadinya kekurangan air pada saat kemarau adalah ketiadaan upaya masyarakat secara umum untuk menyimpan air hujan pada saat air berlebih dan sebaliknya membiarkan air terbuang percuma melalui larian permukaan run o##! ke sungai pada musim penghujan. %ementara pada saat air dibutuhkan yaitu pada musim kemarau air yang semula berlebih itu, menjadi sangat terbatas jumlahnya sehingga hal ini menjadi masalah yang paling pokok dalam kehidupan sehari-hari. Berdasar pada #enomena itu, nampaknya pengelolaan sumber daya air masih belum optimal sehingga perlu adanya sentuhan-sentuhan teknologi sederhana yang tepat guna yang dapat memperbaiki kuantitas dan sekaligus kualitas air tanah yang semakin terancam akibat eksploitasi air tanah, pemompaan berlebih, intrusi air asin, peresapan limbah industri dan lainlain. 2i antara upaya konser$asi yang biasa ditemukan di masyarakat dalam rangka menjaga persediaan air antara lain, pembuatan embung, checkdam, rorak, terasering, sumur resapan, dam parit dan irigasi. /egiatan konser$asi air ini merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan air sepanjang tahun tidak saja untuk kebutuhan tanaman, tetapi juga untuk kebutuhan usaha Peternakan. 2isamping untuk kebutuhan tersebut juga air persediaan tersebut sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia sehari-hari. Pembangunan sumur resapan adalah merupakan salah satu upaya pengisian air tanah secara arti#isial sebagai alternati# proses pengisian air tanah alami yang relati# lambat melalui proses in#iltrasi. Proses ini menjadi sangat tidak signi#ikan manakala hampir sebagian besar recharge area telah menjadi kedap air atau upaya konser$asi tanah dan air di daerah hulu sangat tidak memadai. Pembangunan sumur resapan ini dapat dikombinasikan dengan pembangunan embung atau check-dam sebagai penampung air luapan manakala kapasitas tampung embung terlampaui pada saat hujan besar. 2engan adanya pembangunan sumur-sumur resapan khususnya di lahan usaha tani, diharapkan air hujan dapat diresapkan dan disimpan sementara dibawah tanah di lapis aPui#er. Air tersimpan kemudian dapat diman#aatkan kembali untuk kegiatan usaha tani terutama di musim

.E kemarau dalam rangka mengantisipasi ancaman kekurangan air atau kekeringan. 2i antara sarana-sarana konser$asi air yang dimaksud diantaranya berupa bentuk penampungan air persediaan yang biasa disebut dengan nama T%;*;3 3O%APA)(, sehingga dengan adanya sumur resapan ini air persediaan selalu ada bagi kebutuhan usaha baik usaha pertanian:peternakan maupun kegiatan lainnya. Problem serius dalam peman#aatan air tanah adalah tingkat pengisian dari aPui#er yang bersangkutan. /ondisi daerah tangkapan:pengisian yang relati$e permeable serta lapisan aPui#er yang relati$e poreus, air isian yang terperkolasi akan segera bergerak ratusan meter dalam beberapa hari mengisi lapisan aPui#er tersebut. Berlawanan dengan aPui#er yang cepat terisi tersebut, aPui#er tertentu akan mengalirkan air sangat lambat sekitar beberapa ratus meter per tahun. <ontohnya, the <arriAo-"ilcoD +eDas, ;%A mempunyai gerakan air yang hanya , H 0E m:tahun. Jika jarak daerah pengisiannya sejauh 0E- km, pengisian alami akan memakan waktu sekitar .--- H 8--- tahun. Pada kondisi dimana daerah pengisian telah mengalami degradasi, pengisian air tanah alami melalui in#iltrasi relati$e sudah tidak bisa diharapkan kembali. %ementara itu pengambilan air tanah di daerah hilir terus berlangsung tanpa henti. Akibatnya kedalaman air tanah semakin menurun atau bahkan dalam kondisi ekstrem menjadi kering sama sekali dimusim kemarau. +ampaknya sejarah telah membuktikan hal ini. Pada awal abad ke ,tahun 0M0-! ketinggian muka air tanah dalam pieAometric le$el! di Jakarta bagian utara sekitar 0,,9 m diatas muka laut. Artinya bahwa bila dilakukan pengeboran, air tanah akan memancar keluar dari dalam tanah setinggi kurag lebih 9 H 0- m. )amun demikian karena ekploitasi air tanah yang tak terkontrol, maka pada dekade M--an tinggi muka air tanah itu telah turun drastis menjadi sekitar ,9 H 89 dibawah permukaan tanah setempat. %alah satu cara untuk mengembalikan air tanah saat ini sehubungan dengan semakin menurunnya daya dukung lahan berupa kapasitas in#iltrasi di bagian hulu adalah melakukan pengisian air tanah secara tiruan arti#icial water recharge! melalui pembuatan sumur resapan in#iltration well!. Pembuatan sumur tidak saja dilakukan di wilayah hulu tetapi dapat dilakukan pula di wilayah hilir. %ecara alami air hujan yang jatuh mencapai permukaan air tanah dengan melalui proses in#iltrasi dan perkolasi, maka dengan cara tiruan ini, aliran permukaan run-o##! dari air hujan yang jatuh direkayasa untuk dialirkan masuk kedalam sumur resapan. ;ntuk mengisi kembali lapisan uncon#ined aPui#er, sumur resapan harus digali hingga mencapai kedalaman aPui#er dimaksud. +ekanan hidrostatis air di dasar sumur resapan sedemikian besar, sehingga air akan menekan dan akhirnya mengalir mengikuti gerakan air tanah yang ada. %elain air hujan, untuk mengisi kembali air tanah ini dapat diambil air dari danau, sungai, parit, atau air limbah perkotaan sewage! yang telah diperlakukan secara khusus terlebih dahulu.

.= Beberapa daerah telah mengembangkan sumur resapan. 4anya saja kedalaman sumur yang dikembangkan tidak mencapai kedalaman aPui#er. %ehingga pengisian air tanah hanya mengandalkan proses in#iltrasi dan tirisan seepage! alami yang untuk lapisan tanah tertentu kadang sangat lambat lapisan aPuiclude atau bahkan boleh jadi lapisan aPui#uge!. Akibatnya pengisian air tanah yang terjadi kurang signi#ikan dan sangat berbeda bila diisi langsung ke lapisan aPui#ernya secara arti#isial. *engingat begitu besarnya man#aat dari pembuatan sumur resapan ini, sudah seharusnyalah para petani:peternak kembali menggiatkan pembuatan sumur-sumur resapan. *eskipun, hasilnya tidak akan diperoleh secara instan, tapi setidaknya, sumursumur resapan yang dibuat menjadi salah satu warisan berharga buat generasi penerus dan keberadaan air tanah pun dapat terjaga dan terlestarikan.

TATA 0ARA PEREN0ANAAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK LAHAN PEKARAN/AN SNI 1 234 567345225 Ruang Ling#up1 %tandar ini menetapkan cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan termasuk persyaratan umum dan teknis mengenai batas muka air tanah mat!, nilai permeabilitas tanah, jarak terhadap bangunan, perhitungan dan penentuan sumur resapan air hujan. Air hujan sdslsh sir hujan yang ditampung dan diresapkan pada sumur resapan dari bidang tadah. Ring#asan1 %umur resapan air hujan adalah prasarana untuk menampung dan meresapkan air hujan ke dalam tanah. %edangkan Bahan pekarangan adalah lahan atau halaman yang dapat di#ungsikan untuk menempatkan sumur resapan air hujan. Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut1 0! %umur resapan air hujan ditempatkan pada lahan yang relati# datar' ,! Air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan tidak tercemar' .! Penetapan sumur resapan air hujan harus mempertimbangkan keamanan bangunan sekitarnya' 8! 4arus memperhatikan peraturan daerah setempat' 9! 4al-hal yang tidak memenuhi ketentuan ini harus disetujui Instansi yang berwenang. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi antara lain adalah sebagai berikut1 0! /e dalam air tanah minimum 0,9- m pada musin hujan'

.G ,! %truktur tanah yang dapat digunakan harus mempunyai nilai permebilitas tanah Z ,,- cm:jam. .! Jarak penempatan sumur resapan air hujan terhadap bangunan, dapat dilihat pada +abel 0. +abel 0. Jarak minimum sumur resapan air hujan terhadap bangunan.

Perhitungan %umur 3esapan air 4ujan antara lain 1 0! &olume andil banjir digunakan 3umus 1 Va$ 82(977 0ta%ah A ta%ah* R 2imana' &ab J &olume banjir yang akan ditampung sumur resapan *.! <tadah J /oe#esien limpasan dari bidang tadah tanpa satuan! A tadah J Buas bidang tadah m,! 3 J +inggi hujan harian rata-rata B:m, hari!. ,!. &olume air hujan yang meresap digunakan rumus 1 Vrsp 8 te:56*At tal*K* 2imana1 Vrsp 8 &olume air hujan yang meresap m,!. te J durasi hujan e#ekti# jam!.J -,M.3.-,M,:E- jam!. At tal J Buas dinding sumur? luas alas sumur m,!. K J /oe#esien permeabilitas tanah m:hari!.

.M

blog.beswand&arum.com/.../

Pem$uatan Sumur Resapan ;* Latar Bela#ang *asalah serius yang senantiasa merebak adalah soal kelangkaan air yang dialami oleh berbagai daerah di tanah air. Air merupakan unsur pokok yang sangat $ital dan semua makhluk sangat membutuhkan keberadaannya, tidak terkecuali manusia. )amun saat ini untuk mendapatkan satu ember air saja warga harus rela berjalan puluhan kilo, naik turun bukit. Itupun baru untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, belum untuk mandi, mencuci, apalagi untuk ternak maupun tanaman. Bahkan para peternak harus rela menjual sebagian ternaknya untuk membeli air dengan tangki H tangki, dan untuk menyiram tanaman mereka di lahan pertanian. /ekeringan yang terjadi tahun ini dirasakan memang lebih panjang dan lebih parah dari tahun H tahun yang lalu. 4al ini diperparah lagi dengan semakin buruknya kualitas tanah yang ada juga semakin kurang pedulinya masyarakat akan pentingnya pelestarian tanah dan air. %umur resapan sangat berman#aat baik dimusim hujan maupun kemarau, karena #ungsi dari sumur resapan tersebut dapat menurunkan laju aliran permukaan, meningkatkan in#iltrasi juga mengurangi e$aporasi. 2engan dibuatnya sumur resapan pada suatu daerah maka akan didapatkan man#aat yang sangat besar bagi daerah tersebut juga daerah sekitarnya. %ebagai contoh dengan dibuatnya sumur resapan maka air hujan yang jatuh dipermukaan tanah akan masuk ke sumur resapan tersebut sehingga laju aliran permukaan dapat dikurangi. 4al ini juga sebagai cara untuk menanggulangi bencana erosi, karena lapisan tanah yang diatas tidak ikut terbawa aliran air hujan : aliran permukaan. %elain dari itu juga diperoleh man#aat lain dari sumur resapan yaitu tingginya tingkat in#iltrasi air hujan, sehingga akan memperkaya kandungan air tanah yang dapat sebagai cadangan air bila musim kemarau datang. *an#aat yang didapatkan

8oleh daerah lain terutama daerah dibawahnya adalah tersedianya air tanah maupun sumber air. ;ntuk itu sangat diharapkan kesadaran dari masyarakat terutama yang berada di catchment area atau daerah tangkapan air untuk membangun sumur resapan sebagai upaya konser$asi tanah dan sumber mata air. 5* Permasalahan* 2engan keadaan yang memprihatinkan tersebut perlu dipikirkan solusi yang tepat serta diupayakan langkah yang relati# murah dan mudah untuk mengatasi permasalahan mengenai air ini. Pemerintah dalam hal ini Pemerintah 2aerah /abupaten Boyolali mengajukan proposal pembuatan sumur resapan dengan tujuan untuk menanggulangi dampak yang mungkin terjadi pada saat musim kemarau panjang. 2engan program tersebut diharapkan warga masyarakat yang daerahnya mendapatkan bantuan pembuatan sumur resapan akan mendapatkan man#aat yang berarti. 3* Tu!uan a* Menurun#an la!u aliran permu#aan ,run4 ++-* 2engan dibangunnya sumur resapan di daerah tersebut maka air hujan yang jatuh di permukaan tanah akan dapat meresap ke dalam tanah lewat sumur H sumur tersebut sehingga tidak terjadi aliran permukaan yang besar. $* Mening#at#an in+iltrasi* 2engan masuknya air hujan kedalam sumur H sumur resapan tersebut, maka dapat dikatakan mempertinggi in#iltrasi yang akan dapat menambah ketinggian muka air tanah. Air tanah inilah yang nantinya sangat berman#aat bagi warga masyarakat dimusim kemarau. )* Mengurangi e<ap rasi* Air hujan yang jatuh langsung di permukaan tanah apabila tanah tidak mampu menyerap air maka akan timbul genangan H genangan air yang akan tere$aporasi dan menguap tanpa sempat meresap kedalam tanah. %* Pen"eim$ang nera)a hi%r l gi* 2engan semakin banyaknya air yang masuk kedalam sumur resapan maka dapat memperkecil rasio cadangan air antara musim penghujan dan kemarau. 6* Sasaran %asaran lokasi kegiatan adalah daerah tangkapan air catchment area! ataupun lokasi yang ruang terbuka hijaunya kecil, sehingga perlu dibuatkan sumur resapan untuk memperkaya persediaan air tanah : kandungan air tanah.

80 7* Man+aat* 0. *eningkatkan ketersediaan air daerah dibawahnya. ,. *engurangi resiko kekeringan di musim kemarau dan bahaya banjir di musim penghujan, khususnya untuk daerah hilir. *enyeimbangkan neraca hidrologi agar rasio perbedaan antara musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam. .. *eningkatkan resapan air ke dalam tanah in#iltrasi!. 8. *engurangi sedimentasi dan #luktuasi debit air sungai.

donyirawan.wordpress.com/.../

8,

S=LUSI MEN/ATASI BANJIR PERMUKAAN AIR TANAH PERUMAHAN

DAN MENURUNN.A PADA KA'ASAN

Banjir dan menurunnya permukaan air tanah banyak terjadi dibeberapa kawasan perumahan. 4al tersebut menjadi rutinitas yang terjadi setiap tahun pada musim hujan dan musim kemarau, yang menyebabkan kerugian material antara 3p. . juta sampai dengan E juta per rumah dan berdampak menurunnya harga rumah secara dratis. ;paya yang

8. dapat dilakukan adalah dengan pembuatan sumur resapan air atau pembangunan pompa pengendali banjir. %aat ini cukup sulit rasanya menemukan kawasan perumahan, khususnya perumahan menengah ke bawah yang tidak hanya W $erla$el $e$as $an!ir> tapi $enar4$enar $e$as %ari $an!ir* Banjir yang semula musibah berubah menjadi hal yang biasa, karena kerapkali terjadi dan bahkan menjadi rutinitas yang terjadi setiap musim hujan pada suatu kawasan perumahan, seperti yang dialami beberapa kawasan perumahan di daerah +angerang, Jakarta, dan Bekasi . 2i +angerang beberapa kawasan perumahan terendam air antara satu hingga tiga meter, Jakarta dan Bekasi banjir berkisar antara ,- cm sampai satu meter. Penghuni kawasan perumahan yang dilanda banjir nampak pasrah menerima musibah ini, mereka kesulitan untuk pindah ke lokasi lain karena harga jual rumah turun drastis bahkan tidak ada yang berminat untuk membelinya, seperti di Perumahan +otal Persada +angerang harga rumah tipe ,0 luas tanah E- m, yang telah direno$asi dengan biaya 3p. ,9 juta akan dijual dengan harga yang sangat murah 3p.0- juta! tidak ada yang berminat membelinya. /eadaan ini membuat mereka, banjir merupakan hal biasa dan mereka telah siap menerima kedatangannya setiap tahun. /awasan perumahan yang tergolong menengah ke bawah atau berlokasi dipinggiran kota, yang rata-rata masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih tidak ada P2A*! biasanya tidak hanya dilanda banjir pada musim hujan tetapi juga dilanda kekeringan atau menurunnya permukaan air tanah dimusim kemarau. %alah satu #aktor yang menyebabkan banjir dan menurunnya permukaan air tanah di kawasan perumahan adalah proses alih #ungsi lahan. Proses alih #ungsi lahan dari lahan pertanian atau hutan ke perumahan akan dapat menimbullkan dampak negati#, apabila tidak diikuti oleh upaya-upaya menyeimbangkan kembali #ungsi lingkungan. 2isisi lain dipicu oleh pengembangan #isik bangunan rumah yang terlalu pesat ke arah horisontal yang menyebabkan tidak adanya lagi area terbuka sebagai resapan air, sehingga air yang meresap ke dalam tanah menjadi kecil dan memperbesar $olume aliran air permukaan. %olusi guna mengatasi banjir dan menurunnnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan dapat dilakukan dengan cara pencegahan sedini mungkin melalui perencanaan dari awal oleh pihak pengembang perumahan kontraktor:de$eloper! dengan mengalokasikan lahan untuk pembuatan konstruksi sumur resapan air atau pompa pengendali banjir. ?a#t r Pen"e$a$ Ban!ir %an Menurunn"a Permu#aan Air Tanah Berbagai akti$itas manusia dan derap pembangunan yang berkembang pesat akan mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan terhadap lahan. Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian dan hutan menjadi lahan untuk perumahan, akan berpengaruh pada

88 berkurangnya tingkat peresapan air ke dalam tanah yang menyebabkan banjir pada musim hujan dan menurunnya permukaan air tanah. +erjadinya banjir pada kawasan perumahan dapat disebabkan oleh beberapa #aktor diantaranya 1 0. Pengembangan rumah yang melewati batas 5aris %empadan Bangunan 5%B!. ,. %istem drainase yang tidak terencana dengan baik .. *asih kurangnya kesadaran para penghuni kawasan permukiman terhadap pengelolaan sampah. Pengembangan rumah merupakan suatu kebutuhan dari setiap penghuni kawasan perumahan sejalan penambahan jumlah anggota keluarga atau untuk kebutuhan lain. Proses pengembangan rumah-rumah pada suatu kawasan perumahan biasanya berkisar antara 9 sampai 09 tahun atau dapat lebih cepat tergantung dari lokasi perumahan dan #asilitas umum #asum! dan #asilitas sosial #asos! yang dimiliki perumahan tersebut. Pengembangan rumah atau penambahan jumlah ruangan terjadi dihampir semua lokasi perumahan, rumah-rumah dikembangkan kearah horisontal dengan pertimbangan biaya konstruksi akan lebih murah jika dibandingkan dengan pengembangan kearah $ertikal. 4al ini berakibat garis sempadan bangunan antara . H 8 m dari tepi jalan yang semula diperlukan untuk area resapan air dan penghijauan atau taman menjadi tidak ada atau berubah menjadi kedap air, sehingga pada waktu musim hujan $olume aliran air permukaan menjadi besar dan $olume air yang meresap ke dalam tanah menjadi sangat sedikit, yang mengakibatkan genangan-genangan air bahkan banjir dan berkurangnya persediaan air tanah pada lokasi perumahan. %istem drainase suatu kawasan perumahan biasanya direncanakan sesuai dengan jumlah $olume air permukaan yang berasal dari rumah-rumah per-blok dengan kondisi rumah yang standar rumah belum dikembangkan!. /ondisi ini yang membuat dimensi saluran drainase tidak dapat menampung lagi $olume air permukaan sejalan dengan pengembangan rumah-rumah, yang berakibat terjadinya genangan-genangan air bahkan banjir pada kawasan tersebut dan sekitarnya. Pengelolaan sampah di kawasan perumahan biasanya dilakukan ada yang bekerjasama dengan dinas kebersihan Pemerintah /ota Pemko! atau Pemerintah /abupaten Pemkab! dan ada yang dikelola secara swadaya masyarakat. Pengelolaan secara swadaya masyarakat sering menimbulkan masalah karena menyangkut kesadaran dan partisipasi dari masing-masing indi$idu. Pembuangan sampah tidak pada tempatnya merupakan penyebab awal terjadinya penyempitan saluran drainase tidak dapat ber#ungsinya saluran drainase secara optimal, yang berakibat meluapnya air dan berubah menjadi genangan-genangan bahkan banjir.

89 S lusi Mengatasi Ban!ir %an Menurunn"a Permu#aan Air Tanah Banjir dan menurunnya permukaan air tanah yang melanda beberapa kawasan perumahan telah berlangsung cukup lama dan bahkan telah dianggap sebagai rutinitas yang terjadi setiap tahun. ;paya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membangun sumur resapan air pada setiap rumah dalam suatu kawasan perumahan atau membangun pompa pengendali banjir. ;* Penerapan K nstru#si Sumur Resapan Air /onstruksi %umur 3esapan Air %3A! merupakan alternati# pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan 1 a! pembuatan konstruksi %3A tidak memerlukan biaya besar, b! tidak memerlukan lahan yang luas, dan c! bentuk konstruksi %3A sederhana. %umur resapan air merupakan rekayasa teknik konser$asi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang ber#ungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah. *an#aat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air antara lain 1 0! mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi, ,! mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, .! mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, 8! mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dan 9! mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

5ambar 0. %umur 3esapan Air Pada Pekarangan 3umah

8E %umber1 P; <ipta /arya, ,--.! %umur resapan air ini ber#ungsi untuk menambah atau meninggikan air tanah, mengurangi genangan air banjir, mencegah intrusi air laut, mengurangi gejala amblesan tanah setempat dan melestarikan serta menyelamatkan sumberdaya air untuk jangka panjang. Vleh karena itu pembuatan sumur resapan perlu digalakkan terutama pada setiap pembangunan rumah tinggal. a* Bentu# Dan U#uran K nstru#si Sumur Resapan Air ,SRABentuk dan ukuran konstruksi %3A sesuai dengan %)I )o. -.,89M-0MM0 yang dikeluarkan oleh 2epartemen /impraswil adalah berbentuk segi empat atau silinder dengan ukuran minimal diameter -,G meter dan maksimum 0,8 meter dengan kedalaman disesuaikan dengan tipe konstruksi %3A. Pemilihan bahan bangunan yang dipakai tergantung dari #ungsinya, seperti plat beton bertulang tebal 0- cm dengan campuran 0 Pc 1 , Psr 1 . /rl untuk penutup sumur dan dinding bata merah dengan campuran spesi 0 Pc 1 9 Psr tidak diplester, tebal [ bata. 2ata teknis sumur resapan air yang dikeluarkan oleh P; <ipta /arya adalah sebagai berikut 1 0. ;kuran maksimum diameter 0,8 meter ,. ;kuran pipa masuk diameter 00- mm .. ;kuran pipa pelimpah diameter 00- mm 8. ;kuran kedalaman 0,9 sampai dengan . meter 9. 2inding dibuat dari pasangan bata atau batako dari campuran 0 semen 1 pasir tanpa plester E. 3ongga sumur resapan diisi dengan batu kosong ,-:,- setebal 8- cm =. Penutup sumur resapan dari plat beton tebal 0- cm dengan campuran 0 semen 1 , pasir 1 . kerikil.

8=

/onstruksi %umur 3esapan Air. $* Desain K nstru#si Sumur Resapan Air %umur resapan air akan dapat ber#ungsi dengan baik, apabila didesain berdasarkan kondisi lingkungan dimana sumur tersebut akan dibuat. 2esain sumur resapan air dalam hal ini meliputi bentuk, jenis konstruksi dan dimensi sumur resapan air. *enurut %)I )o. -,-,89.0MM0+entang +ata <ara Perencanaan +eknik %umur 3esapan Air 4ujan ;ntuk Bahan Perkarangan diperlukan persyaratan teknis pemilihan lokasi dan jumlah sumur resapan pada pekarangan, persyaratan teknik meliputi 1 0. ;mum 1 dibuat pada lahan yang lolos air dan tahan longsor, bebas dari kontaminasi dan pencemaran limbah, untuk meresapkan air hujan, untuk daerah dengan sanitasi lingkungan yang tidak baik hanya digunakan menampung air hujan dari talang, mempertimbangkan aspek hidrologi, geologi dan hidrologi. ,. Pemilihan lokasi 1 keadaan muka air tanah dengan kedalaman pada musim hujan, permeabilitas yang diperkenankan , H0,,9 cm:jam, jarak penempatan diperhitungkan dengan tangki septik tank , meter, resapan tangki septik tank:cubluk:saluran air limbah 9 meter, sumur air bersih , meter. .. Jumlah 1 penentuan jumlah sumur resapan air ditentukan berdasarkan curah hujan maksimum, permeabilitas dan luas bidang tanah.

8G 2alam mendesain dimensi konstruksi sumur resapan air untuk kawasan perumahan terdapat tiga parameter utama yang perlu diperhatikan yaitu 1 permeabilitas tanah, curah hujan, dan luas atap rumah:permukaan kedap air. Permea$ilitas tanah dapat kita tentukan berdasarkan hasil pengukuran langsung di lokasi permukiman dengan *etode Auger 4ole +erbalik. 2ata permeabilitas tanah ini diperlukan untuk menentukan $olume sumur resapan air yang akan dibuat. 0urah hu!an diperlukan untuk menentukan dimensi sumur resapan air. 2ata curah hujan yang diperlukan selama 0- tahun pengamatan diperoleh dari stasiun hujan terdekat!. Pengukuran luas atap rumah didasarkan atas luas permukaan atap yang merupakan tempat curah hujan jatuh secara langsung diatasnya. %edangkan untuk mendesain bentuk dan jenis konstruksi sumur resapan air diperlukan parameter si#at-si#at #isik tanah yang meliputi In#iltrasi, tekstur tanah, struktur tanah, dan pori drainase. )* Pem$uatan Sumur Resapan Air %etelah diperoleh desain konstruksi dimensi, bentuk dan jenis! sumur resapan air sesuai dengan kondisi lingkungan pada kawasan perumahan, selanjutnya dalam proses pembuatan sumur resapan air dapat dirancang dua pola penerapan yaitu1 a! pembuatan secara kolekti# berdasarkan blok-blok rumah, atau untuk satu kawasan perumahan!' dan b! pembuatan per-tipe rumah. Pembuatan sumur resapan air per-blok dalam suatu kawasan perumahan harus direncanakan sejak dari awal oleh kontraktor atau de$eloper. Pada siteplan sudah nampak jelas alokasi lahan untuk pembangunan sumur resapan air pada setiap blok per-blok bisa terdiri dari 0- rumah atau lebih!. Alternati# lain, %3A dibuat dalam bentuk danau untuk semua rumah pada suatu kawasan perumahan seperti perumahan Bogor Bakeside!, sehingga %3A ber#ungsi disamping untuk meresapkan air ke dalam tanah juga sebagai tempat rekreasi warga perumahan,. %3A yang dibuat pada setiap rumah atau per-tipe rumah dapat dirancang dengan memperhatikan aspek luas perkarangan rumah dan nilai estetika, sehingga %3A dapat dibangun ke arah $ertikal atau horisontal. Biaya pembuatan konstruksi %3A berkisar antara 3p. =9.--- hingga 3p.09-.---,-. 5* Pem$angunan P mpa Pengen%ali Ban!ir %olusi alternati# lain khusus untuk menanggulangi banjir adalah dengan pembangunan pompa pengendali banjir. Pompa akan bekerja secara otomatis membuang air apabila ada rumah yang tergenang air. Pembangunan pompa pengendali banjir pada suatu kawasan perumahan biasanya ditempatkan pada seluruh penjuru perumahan. %atu bangunan pompa pengendali banjir memerlukan biaya sekitar 3p. .9,9 juta seperti yang dibangun secara swadaya oleh warga perumahan +anah *as %emarang, dengan biaya perawatan pompa yang dibebankan pada setiap // antara 3p. 0.--- H 3p.0.9--,- setiap bulannya.

8M 5una mengantisipasi terjadinya banjir dan menurunnya permukaan air tanah di kawasan perumahan, hendaknya pihak kontraktor atau de$eloper perumahan merencanakan dari awal pembuatan konstruksi sumur resapan air atau mengalokasikan lahan untuk pembangunan pompa pengendali banjir. Penerapan sumur resapan air pada kawasan perumahan menjadi suatu keharusan yang perlu direalisasikan secara bersama-sama pada setiap rumah, sebagai suatu upaya memperkecil genangan-genangan air atau bahaya banjir dan mencegah menurunnya permukaaan air tanah serta dalam rangka mewujudkan perumahan yang berwawasan lingkungan. Penggunaan Air Sumur Resapan Sumur 3esapan adalah sistem resapan buatan yang ber#ungsi sebagai penampung air hujan yang dapat berupa sumur, parit, atau alur taman resapan. Bangunan sumur resapan adalah bangunan yang menyerupai sumur gali dengan kedalaman tertentu yang ber#ungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh dan meresap ke dalam tanah. *an#aat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air, antara lain 1 - *engurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya banjir dan erosi. - *empertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah. - *encegah penurunan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan. - *engurangi konsentrasi pencemaran air tanah. ;ntuk mengantisipasi terjadinya banjir di lingkungan kantor /ementerian )egara Bingkungan 4idup, pada tahun ,--G telah dibuat antara lain 1 U 0 satu! unit sumur resapan berada di antara gedung A dan <. U 0 satu! unit berada di belakang gedung B hutan mini! . U Sumur resapan dangkal yang berada di belakang gd. B sebanyak . tiga! unit. U Biopori sebanyak ,-- titik yang tersebar di seluruh areal gedung A, B dan <. ;ntuk keperluan menyiram tanaman, tidak menggunakan air bersih PA*!, tetapi menggunakan air sumur resapan dalam dan air yang berasal dari pengolahan limbah 2omestik menjadi cair. %elain itu upaya lain yang dilakukan /ementerian )egara Bingkungan 4idup adalah membuat Bubang 3esapan Biopori. Bubang 3esapan Bipori adalah lubang yg dibuat secara tegak lurus "ertikal! kedalam tanah, dengan diameter 0--.- cm dan kedalaman 0-- cm

9atau tidak melebihi muka air tanah dangkal. Bubang perlu diisi sampah organik sebagai sumber makanan #auna tanah dan akar tanaman yang mampu membuat biopori atau liang terowongan-terowongan kecil! didalam tanah. Bubang 3esapan Biopori adalah metode resapan air yg ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. >ungsi lubang resapan atau biopori sangat penting bagi lingkungan. 2engan adanya lubang ini, maka air hujan akan langsung terserap ke dalam tanah. %ehingga akan menambah ketersediaan air di dalam tanah.

$e$as$an!ir5257*@ r%press*) m:***:supri"ant :