Anda di halaman 1dari 10

Makalah Biologi Umum Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi Umum yang dibina oleh Bapak

Agung Witjoro

Oleh Kelompok IV: ! Anggia Oktantia '! +ulut D,i -! #! Mardiana +! &! Muktasim B! "#$%#&'& ()''* "#$%#&'& () #* "#$%#&'& () .* "#$%#&'& () (*

U-IV/01I2A1 -/3/0I MA+A-3 4AKU+2A1 MA2/MA2IKA DA- I+MU 5/-3/2A6UA- A+AM 7U0U1A- BIO+O3I
NOVEMBER 2008

DINAMIKA POPULASI Kumpulan indi8idu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan ,aktu tertentu disebut populasi Misalnya9 populasi pohon kelapa dikelurahan 2egakan pada tahun berjumlah '::' batang! Ukuran populasi berubah sepanjang ,aktu! 5erubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. 5erubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi ,aktu! 6asilnya adalah ke;epatan perubahan dalam populasi! Misalnya9 tahun .%$ populasi 5inus di 2a,angmangu ada ($$ batang! Kemudian pada tahun ..$ dihitung lagi ada :$$ batang pohon 5inus! Dari <akta tersebut kita lihat bah,a selama $ tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak '$$ batang pohon! Untuk mengetahui ke;epatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya ,aktu perubahan terjadi :
($$ :$$ '$$ba tan g = ..$ .%$ $tahun

.%.

= '$ batang>tahun Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bah,a rata?rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah '$ batang! Akan tetapi9 perlu diingat bah,a penyebab ke;epatan rata?rata dinamika populasi ada berbagai hal! Dari alam mungkin disebabkan oleh ben;ana alam9 kebakaran9 serangan penyakit9 sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih! -amun9 pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing?masing indi8idu anggotanya! Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik9 penyebaran umur9 dan bentuk pertumbuhan! -atalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi!

A. Model populasi
Model pertumbuhan populasi klasik mengasumsikan bah,a laju pertumbuhan populasi terhadap ,aktu berbanding lurus dengan jumlah populasi yang ada "Boy;e @ A9 6aberman @#A*! Misalkan N"t* menyatakan jumlah populasi pada saat t dan diketahui bah,a jumlah populasi saat t = t$ adalah N$ 9 maka model matematikanya dapat dituliskan:
dN = RoN B dimana 0o konstan dt

!!! * !!!'* !!!#*

-"to* = -o Model ini merupakan persamaan di<erensial yang mempunyai solusi:


N "t * = Noe Ro ( t to )

Dengan asumsi ini didapatkan solusi yang berbentuk <ungsi eksponen! Oleh karenanya9 model ini sering disebut sebagai model pertumbuhan eksponensial "exponential growth models*! Asumsi " * seringkali dituliskan juga dalam bentuk:
dN = Ro N dt

C&*

yaitu laju pertumbuhan populasinya konstan! 7ika solusi "#* ditampilkan dalam bentuk gra<ik9 maka kita dapatkan dua gra<ik berikut "3ambar *:

Gam a! ": 3ra<ik 5ertumbuhan /ksponensial Dari gra<ik di atas jelas bah,a untuk R$D$ diperoleh

lim N "t * = 7ika hasil ini


t

dikaitkan dengan jumlah suatu populasi9 maka akan menimbulkan pertanyaan: dapatkah suatu populasi berkembang sampai pada jumlah tak?hinggaE 1edangkan9

untuk R$F$ akan didapatkan

lim N "t * = 9 yang mana jika dikaitkan dengan


t

jumlah populasi nampaknya hasil ini ;ukup logis! 1uatu populasi akan mendekati kepunahan "akan habis* jika laju pertumbuhannya negati<! -amun demikian9 4ul<ord @ A sebenarnya telah menja,ab sebagian keraguan di atas! Model pertumbuhan eksponensial di atas dapat dipakai se;ara ;ukup meyakinkan! Dengan mengambil logaritma pada kedua ruas persamaan "#* didapat: ln - = ln "-o* G 0oto H 0ot yang mana pada sumbu ln N dan t9 gra<ik ini berupa garis lurus! 2ernyata9 untuk suatu periode obser8asi tertentu9 <ungsi dari jumlah bakteri /! ;oli dalam suatu medium yang mengandung glukosa sebagai nutrisinya mendekati persamaan garis lurus ini! 5roses linierisasi "dari <ungsi eksponen menjadi <ungsi linier* seperti yang disebutkan oleh 4ul<ord tersebut se;ara matematis masih perlu dipertanyakan karena se;ara implisit sebenarnya terjadi manipulasi dengan memperke;il simpangan dari data sebenarnya! Model pertumbuhan lain yang lebih 8alid adalah model pe!#um u$a% lo&is#i' "logistic growth models*! Dengan menggunakan kaidah logistik "logistic law* bah,a persediaan logistik ada batasnya9 model ini mengasumsikan: pada masa tertentu jumlah populasi akan mendekati titik kesetimbangan "equilibrium*! 5ada titik ini jumlah kelahiran dan kematian dianggap sama9 sehingga gra<iknya akan mendekati konstan "zero growth*! Model pertumbuhan logistik menurut 4ul<ord @ A dapat diturunkan dengan menggunakan asumsi "lihat 3ambar '*: "a* laju pertumbuhan populasi
dN pada saat N=$ adalah a "dimana a konstan*B N dt

"b* laju pertumbuhan ini menurun secara linier dan bernilai $ saat N = K !

Gam a! 2: 3ra<ik +aju 5ertumbuhan 5opulasi Boy;e @ A menyebut nilai a dengan istilah la(u pe!#um u$a% i%#!i%si' "intrinsic growth rate*9 yaitu nilai yang menggambarkan daya?tumbuh suatu populasi! Dalam hal ini diasumsikan a > $ 9 yaitu mengingat setiap populasi memiliki potensi untuk berkembang biak! Dari asumsi di atas dapat diturunkan suatu model pertumbuhan populasi yang disebut sebagai model pertumbuhan logistik9 yaitu:
dN a =a N N dt K

atau
dN N = aN dt K

C:*

7ika ditambahkan syarat a,al $ N"$* = N 9 maka diperoleh solusi khusus persamaan di<erensial ini9 yaitu:

C)*

N "t * = K sehingga disimpulkan bah,a gra<ik dari ")* Untuk a > $ berlaku lim t
mempunyai asimtot mendatar N"t* = K ! 3ra<ik solusi untuk kasus dapat dilihat pada

3ambar #!

Gam a! ): 3ra<ik 5ertumbuhan +ogistik yang -aik 1edangkan9 untuk 9 $ $ K < N a > gra<ik solusinya adalah:

Gam a! *: 3ra<ik 5ertumbuhan +ogistik yang Menurun 3ra<ik dari persamaan ":* se;ara geometris dapat dita<sirkan dari gra<ik yang menggambarkan hubungan
dN dan N pada bidang <asa berikut "3ambar :*: dt

Gam a! +: 3ra<ik

dN 8ersus N dt dN > $ yaitu berarti N"t* dt dN >$9 dt

Dari gra<ik ini terlihat bah,a pada $ < N < K berlaku

adalah <ungsi naik pada selang tersebut! 1edangkan9 untuk N > K berlaku

yaitu berarti N"t* merupakan <ungsi turun! 6al lain adalah bah,a gra<ik N"t* terbuka ke atas pada $ < N < K > ' atau N > K B dan terbuka ke ba,ah pada selang K > ' < N <K! Kesimpulan ini mengarahkan pada dua gra<ik N"t* terdahulu! Boy;e @ A menguraikan bah,a untuk kasus a < $ didapatkan solusi yang tidak stabil9 yaitu tidak mengarah pada titik kesetimbangan tertentu! 6impunan gra<ik solusinya adalah sebagai berikut "lihat gambar )*: Model pertumbuhan logistik se;ara umum memang lebih baik dibandingkan model eksponensial karena telah memberikan pengertian jumlah populasi maksimum atau minimum sebagai titik jenuh pertumbuhannya! Walaupun demikian9 patut di;atat di sini bah,a model pertumbuhan logistik memiliki kekurangan yang ;ukup mendasar9 yaitu adanya titik kesetimbangan yang memberikan pena<siran bah,a jumlah populasi akan relati< konstan setelah jangka ,aktu yang lama! 5adahal dalam kenyataannya jarang sekali jumlah suatu populasi yang konstan atau

mendekati konstan dalam jangka ,aktu yang lama! Kekurangan lain adalah bah,a model ini menghasilkan solusi yang berbentuk <ungsi monoton "naik atau turun*! 4ungsi seperti ini memberikan pena<siran bah,a jumlah populasi akan terus bertambah "dan tidak pernah berkurang* atau akan terus berkurang "dan tidak pernah bertambah*! Dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan dari model pertumbuhan logistik di atas9 maka diperlukan modi<ikasi untuk memperbaiki model tersebut! Diharapkan modi<ikasi dari model ini dapat digunakan untuk memprediksi jumlah suatu populasi dalam ,aktu tertentu se;ara lebih baik!

B. Pe%&a#u!a% Populasi
! 4aktor bergantung pada kepadatan

Limiting factor (faktor pembatas) : suatu <aktor disebut sebagai <aktor pembatas jika perubahan pada <aktor tsb menghasilkan suatu perubahan dalam rata' kepadatan populasi atau keseimbangan populasi! Iontoh : suatu penyakit mungkin merupakan <aktor pembatas bagi populasi kijang jika kelimpahan kijang lebih tinggi pada saat tidak ada penyakit!

Regulating factor ( faktor pengatur) : suatu <aktor disebut sebagai <aktor pengatur potensial jika persentase kematian yang disebabkan oleh <aktor meningkat sejalan kepadatan populasi! Iontoh : suatu penyakit mungkin menjadi <aktor pengatur potensial hanya jika menyebabkan kematian yang besar pada saat kepadatan populais meningkat!

4aktor kun;i adalah komponen dari li<e table yang menyebabkan <luktuasi utama dari ukuran populasi! 4aktor kun;i biasanya tidak bergantung kepadatan dan tidak merupakan pengatur populasi!

Populasi lokal dapat dikategorikan sebagai sour;e jika total hasil reproduksi lebih besar dari pada kematian dan sink populasi jika sebaliknya! 1mith .#:9 yang sealiran dengan -i;holson mengemukakan bah,a hanya <aktor density dependentlah yang dapat menentukan ter;apainya keseimbangan populasi atau rata?rata kepadatan populasi tidak dapat ditentukan oleh <aktor?<aktor yang tidak bergantung kepadatan!