Anda di halaman 1dari 9

PERANAN ARGININ GINGIPAIN SEBAGAI VAKSIN PENCEGAH KERUSAKAN TULANG ALVEOLAR

Amalia Virgita, Fadlun, Sherly Septhimoranie Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

ABSTRACT Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis), a gram-negative anaerobe, is involved in alveolar bone loss of periodontal disease. This bacterium has a variety of virulence factors such as lipopolysaccharide, capsular material, fimbriae, and Arginine and Lys spesific cysteine proteinases (gingipain). Gingipain are believed to be major determinants of the pathogenicity of P.gingivalis that involved in interrupting host defense mechanisms as well as in penetrating and destroying periodontal connective tissues. Nowadays, many researches have been developed gingipain as a vaccine to prevent alveolar bone loss. The gingipain mechanism is affecting antibody and hemaglutinin factors in host. The results suggest that gingipain vaccine induced specific antibodies against the enzyme and that vaccine could present protective immunity against P. gingivalis infection and prevent alveolar bone loss.
KEY WORDS: gingipain, vaccine, Porphyromonas gingivalis.

ABSTRAK Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis) adalah bakteri anaerob gram negatif yang terlibat dalam kerusakan tulang alveolar pada penyakit periodontal. Bakteri ini memiliki beberapa faktor virulensi, seperti lipopolisakarida, kapsul, fimbria, dan protein spesifik arginin-lysin (gingipain). Gingipain merupakan faktor utama dalam patogenesis P.gingivalis yang mengganggu mekanisme pertahanan pejamu dengan cara menembus dan merusak jaringan periodontal. Saat ini, beberapa peneliti mulai mengembangkan gingipain sebagai vaksin untuk mencegah kerusakan tulang alveolar. Mekanisme dari gingipain ini adalah dengan mempengaruhi antibodi serta hemaglutinin pejamu. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin gingipain dapat menginduksi antibodi spesifik dan menghadirkan kekebalan protektif terhadap infeksi P.gingivalis serta mencegah terjadinya kerusakan tulang alveolar.
KATA KUNCI: gingipain, vaksin, Porphyromonas gingivalis.

PENDAHULUAN Latar Belakang Saat ini, masalah kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang saling berinteraksi di masyarakat yang memicu timbulnya penyakit gigi dan mulut tersebut. Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat, yang merupakan penyebab utama hilangnya gigi di dalam rongga mulut.1 Penyakit periodontal merupakan penyakit yang diderita oleh hampir semua masyarakat di dunia dan mencapai 50% dari jumlah populasi dewasa. Di Asia dan Afrika, prevalensi dan intensitas penyakit periodontal terlihat lebih tinggi daripada di Eropa, Amerika, dan Australia. Di Indonesia, penyakit periodontal menduduki urutan ke dua yang masih menjadi masalah di masyarakat.2 Salah satu penyakit periodontal adalah periodontitis. Periodontitis merupakan suatu inflamasi jaringan periodontal yang ditandai dengan adanya migrasi epitel junctional ke apikal, hilangnya perlekatan (attachment loss) dan terjadi kerusakan tulang alveolar (bone loss).3 Penyakit ini dapat bersifat progresif dan irreversible serta sering dijumpai pada orang dewasa berusia 30-40 tahun. Periodontitis disebabkan oleh adanya induksi dari 90% bakteri anaerob dan 75% bakteri gram negatif. Salah satu bakteri anaerob gram negatif yang sangat berperan dalam terjadinya periodontitis adalah Porphyromonas gingivalis. Bakteri ini mempunyai berbagai faktor virulensi yang dapat merusak jaringan periodontal, salah satunya yaitu gingipain.2 Akan tetapi, saat ini telah dilakukan berbagai penelitian mengenai gingipain yang dapat berperan sebagai vaksin untuk mencegah kerusakan tulang alveolar. Dengan vaksin ini, diharapkan perkembangan penyakit periodontal dapat dicegah, namun bukan untuk mengatasi gejala dan keluhan yang sudah terjadi.

Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang peranan arginin gingipain sebagai vaksin pencegah kerusakan tulang alveolar sehingga kedepannya vaksin ini dapat lebih dikembangkan untuk mencegah perkembangan penyakit periodontal yang terjadi pada masyarakat. TINJAUAN PUSTAKA Porphyromonas gingivalis Secara taksonomi, klasifikasi Porphyromonas gingivalis adalah sebagai berikut:4 Phylum Class Orde Family Genus Species : Bacteroidetes : Bacteroidetes : Bacteroisales : Porphyromonadaceae : Porphyromonas : Porphyromonas gingivalis

Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri asakarolitik (tidak dapat memecah gula), non motil dan merupakan bagian dari koloni bakteri anaerob gram negatif berpigmen hitam (black-pigmented gram-negative anaerobes).2,5 (Gambar 1) P. gingivalis banyak ditemukan di dalam plak dan dapat menyebabkan perubahan patologik pada jaringan periodontal dengan cara pengaktifan respons imun, inflamatori host dan secara langsung mempengaruhi sel-sel periodonsium.5 Bakteri ini memproduksi berbagai faktor virulensi patogenik, seperti lipopolisakarida dan hidrogen sulfida, yang dapat menginduksi host untuk melepaskan IL-1 dan TNF-.5 (Gambar 1). Adapun faktor-faktor virulensi yang dimiliki P. gingivalis yaitu: 5,6,7 (Gambar 2) a. Kapsul Kapsul karbohidrat di permukaan luar P. gingivalis mencegah opsonisasi (pelapisan antigen) oleh komplemen, menghambat fagositosis dan

pembunuhan oleh neutrofil.

b. Fimbria Fimbria dengan berbagai adhesin (struktur perekat) yang memastikan perlekatan bakteri pada jaringan periodontal, memungkinkan koagregasi dengan spesies lain dan juga menginduksi respon inflamasi sitokin. c. Kolagenase Berperan dalam mendegradasi kolagen dan jaringan ikat.

d. Lipopolisakarida (LPS) LPS dapat menginduksi host untuk melepaskan IL-1 dan TNF-. Lipopolisakarida yang dihasilkan tidak terlalu kuat, tetapi bisa menghambat kemotaksis dan fagositosis oleh leukosit. e. Gingipain Gingipain dianggap sebagai faktor virulensi yang paling utama dari P. gingivalis. Proteinase ini bertanggung jawab dalam aktivitas proteolitik. Enzim-enzim proteolitik seperti Arg-gingipain (Rgp) dan Lys-gingipain (Kgp) yang dihasilkan P. gingivalis dapat menurunkan sistem pertahanan pada jaringan periodontal, sehingga keadaan jaringan periodontal yang terserang akan semakin parah.

Arg-gingipain (Rgp) membunuh C3 yang berhubungan dengan opsonisasi sehingga P. gingivalis resisten terhadap fagositosis oleh neutrofil, sedangkan Lys-gingipain (Kgp) mendegradasi C5, melepaskan komponen C5a yang kemudian akan menstimulasi inflamasi.

Arginin Gingipain (Rgp) Arginin gingipain (Rgp) terbagi menjadi dua, yaitu Rgp A dan Rgp B. Bentuk yang matang dari Rgp A memiliki domain katalitik dan domain hemaglutinin, sementara Rgp B hanya memiliki domain katalitik.8 Arginin gingipain berperan penting untuk memenuhi nutrisi P. gingivalis. Grenier et al.9 menemukan bahwa Rgp dapat mendegradasi sebagian besar peptida host

untuk dijadikan sumber nutrisi P. gingivalis. Selain itu, P. gingivalis juga dapat mendegradasi transferin (TFR) dalam sel host yang bertujuan menyediakan sumber zat besi yang dibutuhkan P. gingivalis untuk melakukan beberapa fungsi selular.10 Gingipains memiliki kemampuan untuk membelah IgG 1 dan 3 serta sitokin proinflamasi seperti IL-1, IL-2, IL-6, TNF- dan IL-8 yang dapat merusak fungsi respon imun host. Rgp dapat menghambat IL-2 sehingga memungkinkan P. gingivalis untuk menghindar dari respon imun adaptif host. Selain itu, Rgp juga bertanggung jawab dalam menimbulkan respon inflamasi pada host.11 Vaksin Vaksin (dari kata vaccinia) adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme. Pada dasarnya vaksin dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 12 a. Live attenuated vaccine Live attenuated vaccine dibuat dari virus atau bakteri penyebab penyakit. Virus atau bakteri ini dilemahkan di laboratorium, biasanya dengan pembiakan berulang-ulang. Contoh live attenuated vaccine yang berasal dari virus yaitu vaksin campak, gondongan (parotitis), rubella, polio, rotavirus dan yellow fever. Contoh live attenuated vaccine yang berasal dari bakteri yaitu vaksin BCG dan demam tifoid.

b. Inactivated vaccine Inactivated vaccine dihasilkan dengan cara membiakkan virus atau bakteri dalam media pembiakan, kemudian virus atau bakteri tersebut dibuat tidak aktif (inactivated) dengan pemberian bahan kimia (biasanya formalin). Untuk vaksin komponen, organisme tersebut dibuat murni dan hanya komponen-komponennya yang dimasukkan dalam vaksin (misalnya kapsul polisakarida dari kuman pneumokokus). Inactivated vaccine tidak hidup dan tidak dapat tumbuh, maka seluruh dosis antigen dimasukkan dalam suntikan. Vaksin ini selalu membutuhkan dosis multipel, karena pada dasarnya dosis

pertama tidak menghasilkan imunitas protektif, tetapi hanya memacu atau menyiapkan sistem imun.

PEMBAHASAN Gingipain, yang terbagi menjadi Arg-gingipain (Rgp) dan Lys-gingipain (Kgp), merupakan salah satu faktor virulensi dari P. gingivalis yang mempunyai peranan penting dalam menyebabkan kerusakan jaringan periodontal. Namun, dari berbagai penelitian in vitro yang telah dilakukan, dilaporkan bahwa imunisasi dengan menggunakan arginin gingipain dapat menghambat proses kerusakan tulang alveolar.13 Terdapat tiga variasi jenis pemberian vaksin arginin gingipain tersebut. Cara pertama yaitu dengan penggabungan Rgp A dan Hemagglutinating Virus of Japan (HVJ). Vaksin diberikan pada tikus secara intranasal. Setelah itu dievaluasi dengan menggunakan pemeriksaan ELISA dan Immunoblot. Serum IgG dan sekretori IgA diambil lalu dievaluasi pada minggu 4 sampai 6. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa produksi IgG dan sekretori IgA meningkat. Hasil tersebut membuktikan bahwa vaksin tersebut mempengaruhi respon dari sistem imun mukosa. Vaksin ini bekerja pada antibodi melalui respon Th2. Dari beberapa data yang didapat, diindikasikan bahwa pengaruh antibodi via Th2 memerankan peranan penting dalam proteksi melawan infeksi P. gingivalis. Selain itu, juga didapatkan bahwa vaksin Rgp A dapat mempengaruhi penurunan respon Th1 dan sitokin-sitokinnya, salah satunya yaitu IFN-, sehingga kerusakan jaringan periodontal dan resorpsi tulang alveolar dapat dihambat.13 Cara kedua yaitu dengan penggabungan kompleks proteinase-adhesin dari Rgp A dan Kgp. Rgp A dan Kgp diambil lalu dibentuk kompleks Rgp A-Kgp dan diberikan pada tikus secara subkutaneus. Hasil dari imunisasi ini yaitu memberikan pertahanan pada tikus terhadap periodontitis.6,14 Ketika kompleks Rgp A-Kgp digunakan sebagai immunogen, akan

meningkatkan respon titer serum IgG2a. Serum tersebut dihubungkan dengan adhesin epitop kompleks Rgp A-Kgp yang akan hadir di cairan sulkus gingiva dan saliva. Dengan adanya serum tersebut, akan berpengaruh pada substrate-binding adhesin dari kompleks Rgp A-Kgp yang bisa menghambat adhesi dan kolonisasi P. gingivalis pada rongga mulut.6

Cara terakhir yaitu vaksinasi dengan Rgp A dan Rgp B tanpa ada penambahan apapun. Pada awalnya, diketahui bahwa Rgp A dan Rgp B dikenal sebagai vaksin yang bisa digunakan sebagai penghambat infeksi P. gingivalis. Namun dari hasil yang diperoleh didapat bahwa hanya Rgp A saja yang bisa menghambat kerusakan tulang alveolar yang disebabkan oleh P. gingivalis.8 Tikus yang diberi vaksin dengan Rgp A memiliki titer antibodi spesifik IgM yang sedang dan titer antibodi spesifik IgG yang tinggi, sedangkan tikus yang diberi vaksin Rgp B memiliki titer antibodi spesifik IgM yang sedang tetapi titer antibodi spesifik IgG nya rendah. Sebenarnya Rgp A dan Rgp B memiliki domain katalik yang sama tetapi Rgp A memiliki domain hemaglutinin, sedangkan Rgp B tidak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingginya titer IgG dihubungkan dengan domain hemaglutinin yang dimiliki Rgp A.8 KESIMPULAN Porphyromonas gingivalis (P. gingivalis) adalah bakteri yang terlibat dalam kerusakan tulang alveolar pada penyakit periodontal dimana gingipain merupakan salah satu faktor virulensinya. Diketahui bahwa vaksinasi dengan menggunakan arginin

gingipain dapat menghambat proses kerusakan tulang alveolar. Terdapat tiga variasi jenis pemberian vaksin arginin gingipain, yaitu: 1) Penggabungan Rgp A dan Hemagglutinating Virus of Japan (HVJ); 2) Penggabungan kompleks proteinase-adhesin dari Rgp A dan Kgp; 3) Vaksinasi dengan Rgp A dan Rgp B tanpa ada penambahan apapun. Dari ketiga jenis pemberian vaksin arginin gingipain tersebut, ketiganya samasama dapat mencegah kerusakan jaringan periodontal. Setelah pemberian vaksin tersebut, didapatkan produksi IgG dan sekretori IgA yang meningkat, hal ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut mempengaruhi respon imun pada mukosa rongga mulut. Selain itu, vaksin arginin gingipain ini juga dapat menghambat adhesi dan kolonisasi P. gingivalis pada rongga mulut. Vaksin ini juga bekerja dengan cara menurunkan respon imun Th1, Th2 serta sitokin-sitokin pro-inflamatori sehingga kerusakan jaringan periodontal dan resorpsi tulang alveolar dapat dihambat.

SARAN Penulis mengharapkan kedepannya dapat dilakukan pengujian vaksin arginin gingipain secara in vivo pada manusia dan dilakukan pengembangan terhadap vaksin tersebut, sehingga masyarakat bisa mendapat vaksin arginin gingipain dan prevalensi terjadinya penyakit periodontal berkurang.

REFERENSI 1. Machfoed I, Zein AY. 2005. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak dan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya. 2. Carranza FA, Newman MG, Bulkacz J, Quirynen M, Teughels W, Haake SK. 2006. Microbiology of Periodontal Disease in Carranzas Clinical Periodontology, 10th ed, Saunders Elseviers, Los Angeles. 3. 4. Fedi PF, Vernino AR, Gray JL. 2000. Silabus Periodonti. 4th ed. Jakarta: EGC. Boone DR, Castenholtz RW. 2002. Bergeys Manual of Systematic Bacteriology, 2nd ed., Vol. 1., Springer-Verlag, New York. 5. Banun K, Peni P, Desi SS. Uji biokimiawi sistem API 20A mendeteksi Porphyromonas gingivalis isolat klinik dari plak subgingiva pasien periodontitis kronis. Journal PDGI Vol. 59, No. 3, September-Desember 2010, Hal. 110-114 | ISSN 0024-9548. 6. Neil M.OBrien, Rita A, Eric. Rgp A-Kgp Peptide-Based Immunogens Provide Protection against Porphyromonas gingivalis Challenge in A murine Lesion Model. Infection and Immunity vol 68 No 7. April 2000 7. Hideo Y, Kazuyuki I, Karsuji O. Arg-Gingipain A DNA Vaccine Induces Protective Immunity against infection by Porphyromonas gingivalis in a murine model. Infection and Immunity vol 69 No 5. Dec 2001 8. Gibson FC, Genco CA. Prevention of Porphyromonas gingivalis- Induced Oral Bone Loss following Immunization with Gingipain R1. Infection and Immunity vol 69 No 12. Dec 2001.

9.

Grenier D, Imbeault S, Plamondon P, Grenier G, Nakayama K, Mayrand D. (2001). "Role of gingipains in growth of Porphyromonas gingivalis in the presence of human serum albumin". Infect Immun 69 (8): 51665172.

10. Furuta N, Takeuchi H, Amano A. (2009). "Entry of Porphyromonas gingivalis outer membrane vesicles into epithelial cells causes cellular functional impairment". Infect Immun77 (11): 476170. 11. Khalaf H, Bengtsson, Bengtsson T (2012). "Altered T-Cell Responses by the Periodontal Pathogen Porphyromonas gingivalis". In Das, Gobardhan. PLoS One 7 (9): 45192. 12. Ertl HCJ, Xiang Z. Novel Vaccine Approaches. Journal of Immunology 1996; 156(10):3579-3582. 13. Miyachi K, Ishihara K, Kimizuka R, Okuda K. Arg-Gingipain A DNA Vaccine Prevents Alveolar Bone Loss in Mice. Departement of Microbiology and Oral Healthy Science Center, Tokyo Dental College. J dent res 86(5):336-450.2007. 14. Rajapakse PS, Neil M. OBrien, Slakeski N, Hoffmann B, Reynold EC. Immunization with the Rgp A-Kgp Proteinase-Adhesin Complexes of

Porphyromonas gingivalis Protects against Periodontal Bone Loss in the Rat Periodontitis Model. Infection and Immunity vol 70 No 5. Feb 2002.