Tahun 2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat tuhan YME yang mana berkat rahmat nya lah yang telah memberikan waktu, dan kesempatan , sehingga kami dapat menyusun makalah tentang pelaksanaan supervisi pai di sekolah umum dan kejuruan. Salawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Dengan tersusunnya ,makalah ini kami merasa senang, namun sebagai manusia biasa kami menyadari bahwa kami tidak lepas dari kekurangan, oleh karena it;u kamipun menyadari bahwasanya makalah ini tidak luput juga dari kesalahan dan kekeliruan, oleh karena itu kritik dan saran kepada pembaca sangat kami harapkan demi kemajuan kami dalam belajar. Makalah ini kami susun tidak sekaligus , dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk membuat makalah yang benar-benar siap saji , yang dapat di manfaatkan sebagai panduan dalam belajar dan mengajar . Akhir kata kami ucapkan maaf kepada rekan-rekan dan dosen pembimbing bilamana ada kesalahan kami dalam penulisan makalah ini dan kapada tuhan kami mohon ampun.
BAB IIPEMBAHASAN A.Supervisi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum dan Kejuruan P e l a k s a n a a n s u p e r v i s i p e n d i d i k a n a g a m a I s l a m d i s e k o l a h u m u m dilak sanakan dengan menilai hal-hal sebagai berikut: 1.Buku bahan ajar pendidikan agama Islam yang digu n a k a n d a l a m pembelajaran; 2.Para guru yang bertugas mengajar pendidikan agama Islam; 3.Materi-materi agama Islam yang diajarkan; 4.Peningkatan pengetahuan siswa dalam ilmu agama Islam; 5.Praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari 6.Perwujudan moralitas siswa dalam pergaulan hidup sehari -hari; 7.Pelaksanaan kegiatan pengajian siswa; 8.Prestasi siswa dalam bidang keagamaan, misal membaca al Q u r a n d a n menulis huruf arab; 9.Pengadaan saran yang menunjang pendidikan agama Islam; 10.Pelaksanaan kegiatan keagamaan di hari -hari yan g b e r s e j a r a h d a n d i bulan suci Ramadhan. Supervisi pendidikan agama Islam di sekolah umum dan kejuruan dilakukan penilik agama terhadap kepala sekolah, guru dan karyawan berkaitan dengan pelak sanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Fungsi supervisi pendidikanagama Islam ad alah tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalamUndang-Undang Pendidikan Nasional bahwa undang-undang itu tidak membedakanlembaga dan sistemnya, seluruh pendidikan bertujuan untuk meningkatkan keimanandan ketakwaan serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian s ecarasubstansial, tujuan pendidikan adalah menyehatkan jasmani dan rohani masyarakat peserta didik.
B.Tujuan Supervisi Pendidikan Di Sekolah Umum dan Kejuaran Adapun tujuan supervisi pendidikan dapat dirinci sebagai berikut :1.Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. 2.M en ge nd al i k an p e n ye l en gga r a an b i d a n g t e kni s ed uk at i f d i s ek ol ah sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan. 3.Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuanyang berlaku, sehingga berjalan lancar dan berhasil secara optimal. 4.Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya.
5.M em be ri k an bi m b i n gan l an gsu n g un t u k m em p e rb ai ki k es a l ah a n d a n kekura ngan, serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolahsehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.
Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Agama dijelaskan bahwa k egiatan supervisi pada dasarnya akan diarahkan pada hal-hal sebagai berikut : 1.Membangkitkan dan merangsang semangat guru dan pegawai sekolah. 2.Mengembangkan dan mencari metode-metode belajar mengajar yang baru yang lebih sesuai dan lebih baik. 3.M en ge m b an gk a n k e rj as am a ya n g b ai k da n h a rm oni s ant a r a gu ru d an siswa, serta guru dengan seluruh tenaga pengajar yang lain, kepala sekolah dan seluruh staf yang berada dalam sekolah yang bersangkutan. 4.Berusaha meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan guru dan pegawai dengan cara melakukan pembinaan secara berkala.Selain itu, ada 2 sasaran pokok dalam supervisi, yaitu : 1.Supervisi terhadap kegiatan yang bersifat teknis edukatif, yang meliputikurikulum, PBM dan evaluasi. 2.Supervisi teknis administratif, meliputi administrasi personal, materil,keuangan serta administrasi sarana dan prasarana pendidikan.
C .T ek ni k T ek ni k Ya n g D i gu n ak an D a l am P e l a ks an a a n S u pe rv i si Di Sekolah Umum dan Kejuruan 1.Teknik Supervisi yang bersifat kelompok Teknik Supervisi yang bersifat kelompok ialah teknik supervisi yangdilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok (Sahertian 2008 : 86). Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain : (Sagala 2010 : 210 - 227). a.Pertemuan Orientasi bagi guru baru. P e rt m u a n o ri e nt asi ad al ah p e rt em u a n a nat a r su pe r vi so r d en ga n supervisee (Terutama guru baru) yang bertujuan menghantar superviseememasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat Sagala (2010 :210) dan Sahertian (2008 : 86). b.Rapat guru i.Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yangdilakukan untuk membicarakan proses pembelajaan, dan upaya atau carameningkatkan profesi guru. (Pidarta 2009 : 71) c.S t ud i k el om p ok a n t a r gu ru i.Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukanoleh sejumlah guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu,s e p e r t i M I P A , B a h a s a , I P S d a n s e b a g a i n y a , d a n d i k o n t r o l o l e h supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol hal hal yang tidak ada kaitannya dengan materi.
d.Diskusi 1 ) Di s k usi a d al ah p e rt u ka r an pi ki r an at au p en d ap at m e l a l ui su at u percakapan tentang suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada diri para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitandengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain e.Workshop Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi darisejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapandan bekerja secara kelompok. f . T u k a r m e n u k a r p e n g a l a m a n Tukar menukar pengalaman Sharing of Experince suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masingmasing dalam mengajar terhadap anak didik. 2.Teknik Individual dalam SupervisiTeknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216)adalah teknik pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah. Teknik teknik individual dalam pelaksanaan supervisi antara lain : a.Teknik Kunjungan kelas.Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukansupervisor ke dalam satu kelas pada saat guru sedang mengajar dengan tujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran b.Teknik Observasi KelasTeknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segalasesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagisupervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi. Tentangwaktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhada lingkungan kelas yang diciptakan oleh guru selama jam pelajaran. c.Percakapan Pribadi Percakapan pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dansupervisornya, yang membahas tentang keluhan keluhan atau kekuranganya n g d i k el ua rk a n o l e h gu ru d a l am bi da n g m en ga j a r, di m an a di s i n i supervisor dapat memberikan jalan keluarnya. Dalam percakapan inisupervisor berusaha menyadarkan guru akan kelebihan dan kekurangannya.m en do ro n g a ga r ya n g s ud ah bai k l e bi h di t i n gk at ka n d a n ya n g m as i h kurang atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya.
d.Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat kiat yang telah
diambil sampai seekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah dapat salingmembandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman masing masing. Sehingga masing masing guru dapatmemperbaiki kualitasnya dalam memberi layanan belajar kepada pesertadidiknya. e.Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar.Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepadaguru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi yangdigunakan guru untuk mengajar. f . M e n i l a i d i r i s e n d i r i Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini da pa t m em b e ri k a n ni l ai t am ba h p ad a hub un g an gu r u d a n s up e rvi sor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaana t a u s u a t u a k t i v i t a s g u r u d i m u k a k e l a s . Y a i t u d e n g a n m e n yu s u s u n pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan nama siswa.
3.Diskusi Panel Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Merekaakan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalahlahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandangahli. 4.Seminar S e m i n a r a d a l a h s u a t u r a n g k a i a n k a j i a n y a n g d i i k u t i o l e h s u a t u kelompo k untuk mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalahyang berhubungan dengan topik. Berkaitan dengan pelaksanaan supervisi,dal am seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana menyusun silabus sesuaistandar isi, bagaimana mengatasi masalah disiplin sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak anak yang selalu membuat keributan dikelas, dll.Pada waktu pelaksanaan seminar kelompok mendengarkan laporan atau ide ide menyangkut permasalahan pendidikan dari salah seorang anggotanya. 5.Simposium Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahasmasalah pendidi kan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yangmeninjau suatu topik dari aspekaspek yang berbeda. Penyuguh pidato biasanyatiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan dapat mengambil bekaldengan mendengarkan pidato-pidato tersebut.
6.D em o n st ra s i m e n ga j a r Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikancara mengajar dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspe k dalammengajar di kelas oleh supervisor. 7.Buletin supervisiS u a t u m e d i a y a n g b e r s i f a t c e t a k d i m a n a d i s a n a d i d a p a t i peristiwaperistiwa pendidikan yang berkaitan dengan caracaramengajar,tingkah laku siswa,dan sebagainnuya.Diharapkan ini dapat membantuguru untuk menjadi lebih baik.
D.Pelaksanaan Supervisi Pendidikan Di Sekolah Umum dan Kejuaran P en di d i k an a ga m a Isl a m p a da S ek ol ah Um um d a n k ej u ru an s el al u s aj amend apat sorotan tajam, khususnya sorotan yang bernada negatif. Perilaku pelajar y a n g s e r i n g k i t a l i h a t d i T V , p e n a m p i l a n d i m a j a l a h d a n m e d i a l a i n y a n g m en gga m ba r ka n pe ri l a ku n e gat i f s as a r ann ya d i k em b al i k an p ad a pe r s o al an rendahnya moral.Sudah menjadi kesan umum bahwa usaha pembinaan moral sepertinya menjaditugas utama Pendidikian Agama Islam. Hal ini disatu sisi merupakan pandanganyang menyederhanakan persoalan.G u r u s e b a g a i m a n a l a y a k n y a s e m u a o r a n g l a i n t e n t u t i d a k l e p a s d a r i permasalahan, baik pribadi maupun jabatan. Mereka perlu bantuan pemecahan dariorang-orang yang dianggapnya mempunyai kelebihan baik dari segi jabatan dankemampuan dalam hal ini Pengawas.P e n g a w a s s e n d i r i j u g a s e b a g a i m a n u s i a n a m p a k n y a t a k t e r l e p a s d a r i permasalahan, lebih lebih permasalahan jabatan. Satu sisi ada anggapan bahwa jabatan pengawas adalah jabatan penting, karena sebagai ujung tombak yang ikutmenentukan keberhasilan pendidikan agama Islam. Namun di sisi lain pengawasmerupakan jabatan untuk memperpanjang usia pensiun. Oleh karena itu timbul berbagai harapan dan tantangan bagi pengawas akan kinerja dan profesionalismeyang dinantikan oleh guru untuk ikut serta membantu dan membina agar tujuan pendidikan agama Islam dapat berjalan sesuai dengan harapan sebagaimana maknadan tujuan supervisi itu sendiri.Dem i ki a n l ua s fu n gs i , t uj ua n da n s as a ra n sup e rv i si , k a r en an ya p en el i t i m em f oku sk an p ad a ba ga i m an a p er en c a n a an su at u p r o gr am s up er vi s i ya n g d ilaksanakan oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sukun KotaMalang dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Dengan harapanuntuk mengetahui bagaimana teknik penyusunan program perencanaan supervisiagar dapat diterapkan dalam pelaksanaan supervisi. Sebab perencanaan yang baik,akan menghasilkan kerja yang baik pula.
E. Fungsi Supervisi Pendidikan DI Sekolah Umum dan Kejuruan Fungsi supervisi pendidikan dapat diperinci sebagai berikut : 1.Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum dengan segala saranadan prasarana. 2.M em ba nt u s e rt a m em b i n a gu ru d en ga n c a r a m em be ri k an p et u nj u k se hi n g g aketerampilan dan kemampuannya meningkat.
BAB IIIPENUTUP A. Kesimpulan Supervisi pendidikan agama Islam di sekolah umum dan kejuruan dilakukan penilik agama terhadap kepala sekolah, guru dan karyawan berkaitan dengan pelak sanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Fungsi supervisi pendidikanagama Islam ad alah tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalamUndang-Undang Pendidikan Nasional bahwa undang-undang itu tidak membedakanlembaga dan sistemnya, seluruh pendidikan bertujuan untuk meningkatkan keimanand an k et ak w a an s e rt a m en c e rd as k an k ehi du p an b an gs a. D e n gan d em i ki an s ec a r a substansial, tujuan pendidikan adalah menyehatkan jasmani dan rohani masyarakat peserta didik. B. Saran-saran Berangkat dari kenyataan dan kendala pelaksanaan supervisi di Indonesia, makauntuk menuju pada supervisi yang ideal diperlukan langkah-langkah antara lain:1.Menegaskan, dan apabila diperlukan memisahkan jabatan supervisor dengan jabatan pengawas dalam struktur birokrasi pendidikan di Indonesia. Dalam halini, terdapat dua pilihan, yaitu mengarahkan jabatan pengawas agar terartikulasi pada peran dan tugas sebagai supervisor, atau mengangkat supervisor secarak hus u s da n t et a p m em bi a rk an j ab at an p e n ga wa s m el a ks an ak a n f un gsi pengawasan .2.Memperbaiki pola pendidikan prajabatan maupun inservice rekrutmen, seleksi, penugasan, serta penilaian dan promosi jabatan supervisor/pengawas.3 . Da l a m kon t e ks ot on om i da e r ah , j a ba t a n sup e rvi so r da p a t di an gk at s es ua i dengan kebutuhan masing-masing daerah.
DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin, H. dkk (ed.). 2003. Manajemen Pendidikan: Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan. Malang: UM Press.Dharma, Surya. Peran dan Fungsi Pengawas Sekolah/ Madrasah. Dalam JurnalTenaga Kependidikan Volume 3, No. 1, April 2008.Ekosusilo, Madyo. 1998. Supervisi Pengajaran dalam Latar Budaya Jawa . Sukoharjo:Univet Bantara Press.Aqib, Zainal & Elham Rohmanto. 2007 . Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung: CV. Yrama Widya.Bafadal, Ibrahim. 1992. Supervisi Pengajaran . Jakarta: Bumi AksaraBurhanuddin, dkk. 2007 . Supervisi Pendidikan dan Pengajaran: Konsep, Pendekatan,dan Penerapan Pembinaan Profesional. Malang: Rosindo. Edisi Revisi