Anda di halaman 1dari 14

Di susun oleh kelompok 9 : 1. Tirta wahyudi 2.

Putri ningsih

a) b) c) d) e) f) g) h) i) j)

Pelaksanaan supervisi pendidikan agama islam disekolah umum dilaksanakan dengan menilai hal-hal sebagai berikut: Buku bahan ajar pendidikan agama islam yang digunakan dalam pembelajaran Para guru yang bertugas mengajar pendidikan agama islam; Materi-materi agama islam yang diajarkan; Peningkatan pengetahuan siswa dalam ilmu agama islam; Praktek keagamaan dalam kehidupan sehari-hari; Perwujudan moralitas siswa dalam pergaulan sehari-hari; Pelaksanaan kegiatan pengajian siswa; Prestasi siswa dalam bidang keagamaan, misal membaca al-quran dan menulis huruf arb; Pengadaan saran yang menunjang pendidikan agama islam; Pelaksanaan kegiatan keagamaan di hari-hari yang bersejarah dan di bulan suci ramadhan

Adapun tujuan supervisi pendidikan dapat dirinci sebagai berikut :


Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolahsesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuanyang berlaku, sehingga berjalan lancar dan berhasil secara optimal. Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya. Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan

dankekurangan, serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi


sekolahsehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.

a.

Supervisi terhadap kegiatan yang bersifat teknis

edukatif, yang meliputikurikulum, PBM dan


evaluasi.
b.

Supervisi

teknis

administratif,

meliputi

administrasi personal, material,keuangan serta administrasi sarana dan prasarana pendidikan.

1.Teknik Supervisi yang bersifat kelompok


adalah teknik supervisi yangdilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok . Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain : Pertemuan Orientasi bagi guru baru. Rapat Guru Studi kelompok antar guru Diskusi Workshop Tukar menukar pengalaman Sharing of Experince

Teknik Individual adalah teknik pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah. Teknik teknik individual dalam pelaksanaan supervisi antara lain:

Teknik Kunjungan kelas

Teknik Observasi Kelas Percakapan pribadi Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain) Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar. Menilai diri sendiri

Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudutilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Merekaakan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat le ngkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah.

Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang di ikuti oleh suatukelompok untuk mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalahyang berhubungan dengan topik. Berkaitan dengan pelaksanaan supervisi,dalam seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana menyusun silabus sesuaistandar isi, bagaimana mengatasi masalah disiplin sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak anak yang selalu membuat keributan dikelas, dll.

Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidi kan untuk membahasmasalah pendidikan. Si mposium menyuguhkan pidatopidato pendek yangmeninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda. Penyuguh pidato biasanyatiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan dapat mengambil bekaldengan mendengarkan pidato-pidato tersebut

Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh supervisor.

Suatu media yang bersifat cetak dimana disan adidapati peristiwa peristiwa pendidikan yang berkaitan dengan cara-caramengajar,tingkah laku siswa,dan sebagainya.Diharapkan ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih baik.

Sudah menjadi kesan umum bahwa usaha pembinaan moral sepertinya menjaditugas utama Pendidikian Agama Islam. Hal ini disatu sisi merupakan pandanganyang menyederhanakan persoalan.Guru sebagaimana layaknya semua orang lain tentu tidak lepas dari permasalahan, baik pribadi maupun jabatan. Mereka perlu bantuan pemecahan dariorang-orang yang dianggapnya mempunyai kelebihan baik dari segi jabatan dankemampuan dalam hal ini Pengawas.Pengawas sendiri juga sebagai manusia nampaknya tak terlepas dari permasalahan, lebih lebih permasalahan jabatan. Satu sisi ada anggapan bahwa jabatan pengawas adalah jabatan penting, karena sebagai ujung tombak yang ikut menentukan keberhasilan pendidikan agama Islam. Namun di sisi lain pengawasmerupakan jabatan untuk memperpanjang usia pensiun. Oleh karena itu timbul berbagai harapan dan tantangan bagi pengawas akan kinerja dan profesionalismeyang dinantikan oleh guru untuk ikut serta membantu dan membina agar tujuan pendidikan agama Islam dapat berjalan sesuai dengan harapan sebagaimana makna dan tujuan supervisi itu sendiri.

Fungsi supervisi pendidikan dapat diperinci sebagai berikut : 1.Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum dengan segala saranadan prasarana. 2.Membantu serta membina guru dengan cara memberikan petunjuk sehingga keterampilan dan kemampuannya meningkat. 3.Membantu kepala sekolah/ guru untuk menghadapi dan menyelesaikanmasalah.

Supervisi pendidikan agama Islam di sekolah umum dan kejuruan dilakukan penilik agama terhadap kepala sekolah, guru dan karyawan berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Fungsi supervisi pendidikanagama Islam adalah terca painya tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Pendidikan Nasional bahwa undang-undang itu tidak membedakan lembaga dan sistemnya, seluruh pendidikan bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian secarasubstansial, tujuanpendidikan adalah menyehatkan jasmani dan rohani masyarakat peserta didik.