Anda di halaman 1dari 20

Volume: 3/I edisi Rahamadhan 1430

Sekapur Sirih

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita
Muhammad b, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,


ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk “Haiorang-orang yang
menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di beriman, diwajibkan
bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih
baik dari seribu bulan. atas kamu berpuasa
sebagaimana
Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan diwajibkan atas orang-
hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah
dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang orang sebelum kamu
terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnah- agar kamu bertakwa.”
sunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah
yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama
yang teguh di atas sunnah. (QS. Al-Baqarah: 183)

Untaian Hikmah
Menyebarkan Kabar Gembira... 2 Doa-Doa seputar Makan dan Berbuka.. 11

Syair Ramadhan - 1 3 Bila Engkau Tidak Malu... 12

Keutamaan Bulan Ramadhan 4 Makan untuk Puasa… 12

Keutamaan Puasa 6 Bentuk Kedua dari Tilawah al-Qur’an 13

Syair Ramadhan—2 8 Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan 15

Ramadhan, Peringatan Bagi Persatuan… 9 Tetap Isiqamah Seelah Ramadhan 17

Sang Peminang Bidadari 10 Kenikmatan Yang Menipu 19


2

bu Hurairah  meriwayatkan bahwa Rasu-


A lullah s berkata:
hadiah, yang dainugerahkan kepada siapapun yang
dikehendaki-Nya dengan Kemuliaan dan Rahmat-
Nya.
“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang
diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian ber- Maka orang yang meraih kebahagiaan yang sesung-
puasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditu- guhnya adalah orang yang mengambil manfaat dari
tup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan bulan, hari-hari dan jam-jam yang mulia ini dan le-
dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya bih dekat kepada perlindungan-Nya bagi mereka,
yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dengan mengerjakan apa yang diperintahkan bagi
dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggal- mereka dari amal-amal ketaatan.
kan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).
Oleh karena itu, mungkin ia akan dianugerahi den-
Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba- gan satu diantara banyak berkah pada kesempatan-
hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan kesempatan itu dan mendapat pertoongan den-
Ramadhan yang diberkahi. Nabi s mengabarkan gannya, dengan pertolongan yang dapat me-
kepada para sahabatnya akan kedatang bulan nyelamatkannya dari neraka dan apa yang ada di
Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pen- dalamnya, seperti panasnya yang membara. (Ini
gabaran yang sederhana. Bahkan, beliau hendak adalah perkataan Ibn Rajab dalam Lata’iful Ma’arif).
memberikan mereka kabar gembira akan sebuah Mendapati Ramadhan itu sendiri adalah berkah
waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga yang agung, diberikan kepda orang yang men-
orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan capainya dan meningkat pada kesempatan-
amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini kesempatannya, dengan berdiri dalam shalat pada
karena Nabi s menjelaskan di dalam hadits terse- malam harinya dan berpuasa pada siang harinya. Di
but bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hamba- dalamnya, ia kembali kepada Pelindungnya – dari
hamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan- bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-
Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka Nya, dari melalaikan-Nya kepepada mengingat-
barangsiapa yang melewatkan pengampunan terse- Nya, dari menjauh daripada-Nya kepada mendekat
but selama bulan Ramadhan, maka dia telah kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh.
tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat.
Sebagian dari para salaf berkata:
Di antara keutamaan dan pahala yang besar yang “Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan bulan
Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya Ramadhan sebagai pengganti bagi mahluk-Nya, di-
adalah Dia telah menyiapkan bagi mereka kesem- mana mereka dapat berlomba satu sama lain
patan yang baik yang akan mendatangkan manfaat untuk keridhaan-Nya, dengan mentaati-Nya. Oleh
bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan bagi karenanya, sebuah kelompok yang datang pertama
orang-orang yang berlomba-lomba (untuk kebai- kali dan karenanya mereka beruntung dan kelom-
kan). Kesempatan-kesemptan yang baik ini adalah pok lain datang di akhir dan karenanya mereka
waktu untuk memenuhi harapan dengan memper- gagal.” (Lata’iful Ma’arif oleh Ibnu Rajab).
banyak ibadah dan mengangkat kesalahan-
kesalahan dan kekurangan dengan memperbaiki Demikian juga, seseorang tidak mengetahui
diri dan bertaubat. mungkin ini adalah Ramadhan terakhir yang akan
di-temuinya semasa hidupnya jika dia menyempur-
Tidak ada satu kesempatan pun dari waktu-waktu nakannya. Berapa banyak laki-laki, wanita dan anak
yang mulia ini, melainkan Allah telah mewajibkan -anak berpuasa bersama kita tahun lalu, namun
di dalamnya amal ketaatan, yang dengannya seseo- sekarang mereka terkubur di dalam tanah, ber-
rang menjadi lebih dekat kepada-Nya. Dan Allah gantung pada amal baik mereka. Dan mereka ber-
memiliki perkara-perkara yang paling indah sebagai harap untuk lebih banyak berpuasa Ramadhan.
3
Sabdungan dari hal. sebelumnya

Demikian juga, kita semua akan mengikuti jalan mereka.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk bergembira atas kesempatan
yang berharga untuk ketaatan ini, Dan dia tidak boleh meninggalkannya, Se-
baliknya menyibukkan dirinya dengan apa yang akan bermanfaat bagiya dan
apa yang menyebabkan hasilnya akan tetap tertinggal. Untuk apa lagi, selain
sejumlah hari-hari, dimana kita berpuasa di dalamnya dan yang akan segera
berakhir dengan cepat.

Semoga Allah menjadikan kami, demikian juga anda, diantara orang-orang


yang paling banyak mendapatkan amal kebaikan.
Sumber: Ahadits as-Siyam wal Adab hal. 3-15. CallToIslam.Com.

      !
#" $%& $"'( 
    
  
     
 5% &  ,  67 3 
 589  :
;  )*
+ , # - . %
"  / ,  0  1 2 3 + 4 
 @ ,AC? = , 59 : 
 !
," D  6+, '< 
! , 5  = 8> ?  @ 4A  BA : ?
L .M N? L 5  ? B * 3 G 5 # G  E
 1>  - F G )"  H
  : I
 J A K 
J8+ G  F4 S   CR 3 )  T5( K
*
+ # O 4 '> ? P

. Q  K
*
J R 3
Wahai orang yang di bulan Rajab tidak menghentikan dosanya

Hingga mengdurhakai Rabb-nya di bulan Sya’ban

Sesugguhnya bulan puasa menaungimu setelah keduanya

Janganlah engkau jadikan juga sebagai bulan kemaksiatan

Bacalah Al-Qur’an dan bertasbilah dengan sungguh-sungguh

Karena sesungguhnya dia adalah bulan tasbih dan Al-Qur’an

Berapa banyak engkau mengenal para pendahulumu berpuasa

Maut menyirnakan mereka, membiarkanmu hidup sepeninggal mereka

Yang jauh akan menjadi dekat, alangkah cepatnya

Sumber: Majelis Syahri Ramadhan (id) oleh Syaikh Muhammab bin Shalih Al-Utsaimin (hal. 14)
4

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimain

I mam Ahmad telah meriwayatkan dari


Abu Hurairah z bahwasanya Nabi
s bersabda:
makanan. Bau ini dibenci manusia, namun lebih
wangi daripada minyak kesturi di sisi Allah sebab ia
terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang
timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu
“Ummatku telah diberi lima hal yang belum akan dicintai oleh-Nya, serta pelakukan akan diberi-
pernah diberikan kepada ummat-ummat se- kan sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti. Ti-
belumnya ketika bulan Ramadhan: 1) Bau mu- dakkah engkau mengetahui bahwa orang yang mati
lut orang yang berpuasa itu lebih harum dari- syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kali-
pada minyak kesturi di sisi Allah, 2) Pata mat-Nya itu akan datang pada hari Kiamat dengan
Malaikat beristighfar untuk mereka hingga darah yang mengalir, warnanya merah darah, na-
berbuka, 3) Allah memperindah Surga-Nya mun baunya wangi minyak kesturi?
seiap hari, seraya berfirman kepadanya:
“Hampir-hampir para hamba-Ku yang shalih Perkara Kedua
akan mencapakkan berbagai kesukaran dan
penderitaan lalu kembali kepadamu,” 4) Para Malaikat akan beristighfar untuk orang-orang
Syaithan-syaithan durjana dibelenggu, tidak yang mengerjakan ibadah puasa hingga mereka ber-
dibiarkan lepas ssepeerti pada bulan-bulan buka. Para Malaikat adalah hamba-Nya yang dimuli-
selain Ramadhan, 5) Mereka akan mendapat akan di sisi-Nya, sebagaimana Allah mensifati
ampunan di akhir malam.” Ada yang bertanya, mereka dalam firman-Nya:
“Wahai Rasulullah, apakah itu erjadi pada ma-
lam Lailautl Qadar?” Beliau menjawab,
“Bukan, namun pelaku kebaikan akan disem-
 ?
 Y
   .A1 R ? K *
  3  ! 1   .
%  
purnakan pahalanya seusai menyelesaikan “…Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
amalanya.”1 diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-
Saudara-saudaraku, ini adalah lima perkara Tahrim [66] : 6)
yang Allah persiapkan untuk kalian. Dengan
lima perkara tersebut, kalian mendapat ke- Maka dari itu, sungguh layak apabila Allah menga-
kuhsusan dari Allah di atara ummat-ummat bulkan doa para Malaikat untuk orang yang ber-
lainnya. Semua itu diberikan Allah untuk men- puasa. Sebab mereka memang telah diizinkan untuk
yempurnakan berbagai nikmat-Nya kepada itu. Allah mengizinkan para Malaikat untuk ber-
kalian. Sunnguh betapa banyak nikmat dan- istighfar bagi mereka untuk mengangkat, meninggi-
ketamaan yang telah Allah berikan kepada kan penyebutan, serta menjelaskan keutamaan
kalian, sebagaimana firman-Nya: puasa ummat ini.

H
 ?
 ) R#  ?

UR : V
 "J1 I   M 3A WL "3A  5 M K '
JA Makna istighfar adalah meminta ampunan, yaitu
dengan menutupi dan memaafkan dosa, baik di
! 1X#  .
J Y :
?  Z J
)R G &  .  J :? dunia maupun di akhirat. Inilah keinginan sekaligus
tujuan tertinggi. Setiap anak Adam pasti sering ber-
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dila- buat kesalahan dan bersikap melampaui batas ter-
hirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang hadap diri mereka sendiri. Sehingga mereka benar-
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan benar membutuhkan ampunan Allah .
beriman kepada Allah..” (QS Al-Imran [3] :
110) Perkara Ketiga

Perkara Pertama Allah mempeerindah Surga setiap hari sebagai per-


siapan untuk para hamba-Nya yang shalih dan
Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih ha- dalam rangka memotivasi mereka untuk memasu-
rum daripada harumnya minyak kesturi di sisi kinya. Allah berfirman kepada surge:
Allah.2 Kata ( ), huruf kha’-nya dibaca dengan “Hampir-hampir para hamba-Ku yang shalih men-
fathah atau dhammah, artinya adalah peruba- campakkan beban dan penderitaan…”
han bau mulut ketika lambung kosong dari Yang dimaksud dengan hadits ini adalah mereka
5
Sabdungan dari hal. sebelumnya

mencampakkan beban hidup di dunia dan kan.


susah payah serta pendeeritaannya lalu meny- Allah I berfirman:
ingsingkan lengan baju untuk mengerjakan
amal-amal shalih yang dengannya mereka
hidup bahagia di dunia dan akhirat dan dapat
!
1  ! # UR  K   G 8+ G 8 K
 .
&  [ 
K
 - 3
mengantarkan merreka ke Surga, negeri ke- “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan
damaian dan kemuliaan. selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka
agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS Asy-Syuura
Perkara Keempat [42] : 21)

Syaithan-syaithan pembangkan diikat dengan Kedua: Mereka diberi taufik oleh Allah untuk
rantai dan belenggu sehingga mereka tidak mengerjakan amal shalih yang telah ditinggalkan
bias menyesatkan hambahamba Allah yang kebayakan manusia. Sekiranya bukan karena taufik
shalih dari kebenaran dan tidak dapat dan pertolongan Allah kepada mereka, tentulah
mencegah mereka dari kebaikan. Ini adalah mereka tidak akan mengerjakannya. Hanya milik
salah satu bentuk pertolongan Allah kepada Allah lah segala keutamaan dan karunia dalam hal
para hamba-Nya. Musuh ummat ini diikat se- ini.
hingga tidak bias mengajak golongan mereka
supaya menjadi penghuni Neraka yang men- Allah berfirman:
yala-nyala. Oleh sebab itu, dapat engkau saksi-
kan bahwa pada bulan ini orang-orang shalih B # KAZ 1> N " 1& .\J)
:   BAC .
)1> 3 R 3 0 5 1&  .\J)

mempunyai keinginan yang lebih tinggi untk
melakukan kebaikan dan menahan diri dari
]
 C^ F K '
JA N  _D1R  K A +* R 3 K ZA 5 1& G\ )
 !
1 
kejelekan dibandingkan pada bulan-bulan lain- “Mereka merasa telah memberi ni'mat kepadamu
nya. dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah
kamu merasa telah memberi ni'mat kepadaku den-
Perkara Kelima gan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang
melimpahkan ni'mat kepadamu dengan menunjuki
Allah mengampuni ummat Muhammad s pada kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-
setiap akhir malam bulan ini. Jika mereka me- orang yang benar."” (QS Al-Hujarat [49 : 17)
laksanakan paa yang seharusnya dikerjakan
pada bulan yang mulia ini, berupa puasa dan Ketiga: Allah member karunia dengan pahala yang
shalat, maka Allah akan memberikan karunia melimpah. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh
dengan menyempurnakan pahala mereka hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan jauh lebih ban-
ketika telah selesai mengerjakan amal-amal yak daripada itu. Karunia berupa amal dan pahala
mereka. Sesungguhnya orang yang beramal berasal dari Allah semata, segala puji bagi-Nya. Dial
akan disempurnakan pahala amalnya setelah ah pemilik, pemelihara dan penggatur alam seme-
selesai mengerjakannya. sta.
Saudara-saudaraku, Ramadhan adalah nikmat yang
Allah  memberikan karunia kepada para
besar bagi orang-orang yang mendapatinya dan
hamba-Nya dengan pahala dari tiga sisi:
menunaikan haknya. Yaitu, dengan kembali kepada
Peertama: Allah mensyariatkan amal-amal Rabb-nya dari kemaksiatan menuju ketaatan
shalih kepada mereka sebagai sebab teram- kepadaNya, dari kelalaian menuju Ingat kepada-
puninya dossa dan erangkatnya derajat Nya, dan dari jauhnya diri menuju taubat kepada-
mereka. Sekiranya Allah tidak mensyariatkan Nya.
hal itu, tentulah mereka tidak akan beribadah
kepada-Nya dengan amal-amal shalih terse- 1. Diriwaytkan oleh Al-Bazzar dan Al-Baihaqi dalam kitab
but. Sebab ibadah tidak diambil melainkan Ats-Tsawaab sanadnya lemah sekali, tetapi sebagian la-
dari wahyu Allah kepada Rasul-Nya.Oleh fazh hadits tersebut mempunyai shaid (penguat yang
karena itu, Allah mengingkari orang-orang shahih).
yang mengada-adakan syariat selain diri-Nya
dan menjadikan hal tersebut sebagai kesyri- Sumber: Majelis Syahri Ramdhan (id) .
6

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin v

K etahuilah wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya puasa termasuk ibadah dan bentuk ketaatan
yang paling utama, sebagaimana disebutkan dalam hadits dan atsar. Diantara keutamaanya adalah
Allah telah mewajibkan seluruh umat untuk melakukan ibadah puasa, sebagaimana dalam firman-Nya:

 .A4'": K ZA 1   K ZA 1 C G G   $1& 


 'A ) -
5%
8  K
ZA 5 1& 
 'A R.
J @ G    \3 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Sekiranya puasa bukanlah merupakan ibadah yang agung , tentulah seorang hamba tidak akan
membutuhkannya dalam rangka beribadah kepada Allah, msekipun didalamnya terdapat pahala yang
memang telah Allah wajibkan kepada seluruh ummat. Seorang pasti membutuhkannya untuk beribadah
kepada Allah dan memerlukan dampak positifnya berupa pahala.

Di antara keutamaan puasa Ramdhan adalah merupakan sebab terampuninya dosa dan dihapuskannya
kesalahan. Disebutkan dalam ash-shahiihain, dari Abu Huraiarah ..., bahwasanya Nabi... bersabda:

!  ` G  - + 4 : !
  ba 6#9'( ? 6 ) N  7  - F Gdc 
“Barang siapa yang berpusa Ramadhan dengan iman dan karena mengharapkan pahala niscaya akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Maksudnya jika ia berpuasa dengan keimanan kepada Allah dan ridah dengan kewajiban puasa, mengharap
pahala dan ganjarannya, tidak membenci kewajiban puasa, dan tidak ragu dengan pahalanya, amaka Allah
benar-benar akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Keutamaan selanjutnya, pahala puasa tidak terikat dengan bilangan tertentu. Orang yang berpuasa akan
diberi pahala yang tidak terbatas. Dari Abu Hurairah z, ia mengatakan bahwa Rasulullah n bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: “Seluruh amal anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu
untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” Puasa adalah perisai, oleh karena itu jika salah seorang dari
kalian sedang berpuasa maka janganlah mengucapkan perkara yang jelek dan jangan berteriak-teriak.
Apabila ada yang mencela dan memeranginya hendakalah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sendang
berpuasa.’ Demi jiwa Mumahammad berada ditangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu
lebih baik daripada wangi misik. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan (1) Pada wakti berbuka,
ia bergembira dengan buka puasa (2) Ketika bertemu Rabbnya ia bergembira dengan puasanya.”

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan puasa dari banyak segi, di antaranya:

Pertama: Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya , berbeda dengan seluruh amalan yang lain. Hal ini
disebabkan kemuliaaan puasa disisi Allah, kecintaan-Nya terhadap puasa, dan tampaknya nilai keikhlasan di
dalam pelaksanaannya. Sebab puasa merupakan rahasia seorang hamba dengan Rabbnya, tidak ada yang
mengetahui selain Allah. Faedah kekhususan puasa ini akan tampak pada hari Kiamat kelak, sebagaimana
7
Sabdungan dari hal. sebelumnya

perkataan Sufyan bin ‘Uyainah v : “Pada hari bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya
Kiamat, Allah memperhitungkan ama hamba-Nya dan orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan
membalas berbagai kezaliman yang dilakkannya dari pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
seluruh amalnya tersebut. Jika tidak ada yang tesisa,
kecuali hanya puasa, maka Allah menanggung Ketiga : Puasa adalah perisai. Artinya, puasa
kezaliman-kezalimanny yang masih tersisa dengan adalah sesuatu yang mampu mencegah sekaligus
(melipatgandakan pahala) puasanya tadi kemudian menjadi tabir yang menjaga pelakunya dari
Allah memasukkan pelakunya ke Surga.” perbuatan buruk dan sia-sia. Oleh sebab itu,
dalam hadits tadi disebutkan: “Jika kalian
Kedua: Tentang puasa, Allah.  berfirman di dalam berpuasa, maka janganlah mengatakan perkataan
hadits riwayat Muslim: yang jelek dan berteriak-teriak.”

“Suatu kebaikan dalam setiap amalan anak adam akan Puasa juga menjaga pelakunya dari api Neraka.
dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir z dengan
Lalu Allah berfirman: ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya ia sanad hasan, bahwasanya Nabi .. bersabda:
untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Pelakunya
telah meninggalkan syahwat dan makan karena Aku.’  "J G  +
  R  # G\ <
 '9
 We J"
-
5%
8 
Dia menyandarkan pahala kepada diri-Nya yang mulia. “Puasa adalah perisai yang dipakai oleh seorang
Amalan-amalan shalih yang lain dilipatgandakan hamba untuk melindungi diri dari Neraka.”
pahala dengan berlipat ganda. Satu kebaikan dibalas
sampai tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan- Keempat : Bau mulut orang yang berpuasa lebih
kelipatan yang banyak. Adapun puasa, Allah baik di sisi Allah dibandingkan wangi misik. Sebab,
menyandarkan pahalanya kepada diri-Nya tana ia merupakan efek dari puasa. Oleh karena itu, ia
menggunakan bilangan tertentu. Sungguh Dia .. menjadi baik di sisi-Nya dan dicintai-Nya. Ini
adalah Maha Pemurah di antara para pemurah dan adalah dalil yang menunjukkan betapa agungnya
Maha Pemberi di antara para dermawan. Besarnya puasa di sisi Allah. Sampai-sampai, sesuatu yang
pemberian itu sesuai dengan kebesaran pemberinya. dibenci dan dianggap menjijikkan menurut
Oleh karena itu, pahala orang yang berpuasa teramat manusia malah dicintai-Nya dan dianggap baik
banyak lagi tidak terhingga. dikarenakan timbul dari ketaatan kepada-Nya,
yaitu puasa.
Puasa merupakan kesabaran dalam ketaatan kepada
Allah, kesabaran terhadap apa-apa yang diharamkan Kelima : Orang yang berpuasa mempunyai dua
oleh Allah dan kesabaran atas ketetapan-ketetapan kegembiaraan: ketika berbuka dan ketika
Allah berupa lapar, dahaga, serta lemahnya jiwa dan berjumpa dengan Rabbnya. Kegembiraannya pada
raga. Tiga macam kesabaran telah terkumpul pada diri saat berbuka ialah bergembira dengan nikmat
orang yang berpuasa sehingga ia dapat dikategorikan yang telah Allah berikan yaitu puasa. Selain itu, ia
sebagai orang yang sabar. juga bergembira dengan apa yang kembali
dihalalkan Allah untuknya, berupa makanan,
Allah Ta’ala berfirman: minuman, dan persetubuhan, mengingat hal
tersebut sebelumnya diharamkan baginya ketika
 .
J9 ( 3 G 1  K ZA #" .A4:" .
J @ G   ^ &  BR CA sedang berpuasa.

$ .
 ) "N We  > ? ! 1  f
 3? We J9 ( 5 +\    * Adapun kegembiraan ketika barjumpa dengan
Rabbnya, yaitu bergembira tatkala ia
S
 9(  5 g # K
*  3  ?
#"% mendapatkan balasan yang utuh dan sempurna
atas puasanya di sisi Allah ketika benar-benar
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. membutuhkannya. Yakni pada saat terdengar
Bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang seruan: “Mana orang-oarng yang berpuasa?
berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan Hendaklah mereka memasuki Surga dari pintu
8
Sabdungan dari hal. sebelumnya

ar-Rayyan. Tidak ada yang boleh memasuki pintu diperoleh melainkan jika orang yang berpuasa
tersebut selain mereka.” mengerjakan adab-adabnya. Oleh karena itu,
bersungguh-sungguhlah kalian dalam me-
Keutamaan selanjutnya adalah puasa mampu nyempurnakan puasa dan menjaga batasan-
memberikan syafaat kepada pelakunya pada hari batasannya serta bertaubatlah kepada Allah atas
kiamat. Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr.., kekurangan kalian dalam hal ini.
bahwasanya Nabi n bersabda:
Ya Allah, jagalah puasa kami, jadikanlah ia sebagai
“Puasa dan al-Qura-an akan memberikan syafaat pemberi syafaat kepada kami, serta ampunilah
kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum
berkata: ‘Ya Rabbku, akku telah mencegahnya dari
muslimin. Shalawat dan salam semoga senantiasa
makanan dan syahwat, maka jadikanlah aku sebagai
pemberi syafaat untunya.’ Al-Qur-an berkata: ‘Ya, tercurah kepada Nabi Muhammad n beserta
Rabbku, aku telah mencegahnya tidur pada malam keluarga dan para sahabatnya..
hari, maka jadikanlah aku sebagai pemberi syafaat
Sumber: majelis Syahri Ramadhan (id) hal. 17-25
untuknya,’” Beliau melanjutkan: “Keduanya pun lalu
dengan sedikit ringkasan.
memberikan syafaat.” (HR. Ahmad).

Saudaraku, keutamaan-keutamaan puasa tidak akan

 .,"' !
J & i + 51R   ,Jh 0  1R 
^ 
 G 
 @ ,A4  .\J $N B 5 1  W ) 1A2A j K 4A 5R?
 , k  5  R *  N - . %
 # 6. F  BR %  5R?
 ,m̀  ^ $, l
d  
. k
5   ,) "N

Barangsiapa yang menginginkan kerajaan Surga


Maka campakkanlah kelesuan dirinya
Berdirilah pada malam gulita
Menuju Al-Qur’an yang bercahaya
Sambunglah puasa dengan puasa
Sessungguhnya kehidupan ini akan sirna
Kehidupan yang benar hanyalah di sisi-Nya
Dalam ketentraman dan keamanan Surga

Sumber: Majelis Syahri Ramadhhan (id) oleh Syaik Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
(hal. 136-137)
9

Oleh: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani v

   
   
 
             senada di dalam Tahdzibus-Sun an (3/214):

  

    
  
 Dikatakan: "Hadits itu mengandung sanggahan
terhadap orang yang berpendapat bahwa se-
"Puasa adalah hari dimana kalian berpuasa, Al- seorang yang mengetahui terbitnya bulan ber-
Fithr adalah hari dimana kalian berbuka, sedang dasarkan perhitungan (hisab) bukan ru'yah boleh
Al-Adha adalah hari dimana kalian menyembelih puasa dan boleh tidak. dimana hal ini tidak ber-
kurban." laku bagi orang yang tidak mengetahuinya. Ada
pula yang mengatakan: Jika satu orang menyaksi-
kan hilal, sedang hakim belum menetapkannya,
At-Tirmidzi menilai "Hadits ini gharib hasan." maka tidak boleh berpuasa, seperti kebanyakan
orang."
Al-Hafizh juga pernah meriwayatkan hadits
Aisyah secara mauquf. Hadits itu ditakhrij oleh Al Abul-Hasan As-Sanadi di dalam kitabnya Hasyi-
-Baihaqi melalui jalur Abu Hanifah yang mem- yah ala Ibni Majah setelah menyebutkan hadits
beritakan: "Telah meriwayatkan kepadaku Ali bin Abu Hurairah tersebut dari At-Tirmidzi menan-
Al-Aqmar dari Masruq yang menceritakan: daskan:
"Saya hadir di hadapan Aisyah x pada hari
Arafah. la berkata: "Berilah minum sawiq (sejenis "Yang jelas makna hadits itu adalah bahwa
minuman sari buah) kepada Masruq. Dan perban- perseorangan tidak memiliki pengaruh sedikitpun.
yaklah manisannya." Masruq melanjutkan: "Saya Mereka secara individual juga tidak diperbo-
lalu berkata: Sesungguhnya tidak ada yang lehkan memegang pendapatnya sendiri. Masalah
menghalangi berpuasa. kecuali kekhawatiranku itu harus diserahkan kepada imam dan jamaah.
bahwa hari ini adalah hari Nahar, Aisyah men- Dengan demikian, jika ada seseorang melihat
jawab: "Hari Nahar adalah hari dimana manusia hilal, namun ditolak (tidak diakui) oleh imam,
menyembelih hewan kurban. Sedang Al-Fithr maka pendapatnya tidak bisa dipakai. Bahkan ia
adalah hari dimana mereka berbuka." sendiri harus mengikuti imam dan jamaah.

Saya berpendapat: Makna inilah yang mudah dipa-


Saya berpendapat: Sanad i ni jayyid (bagus)
hami dari hadits di atas. Hal ini diperkuat dengan
dengan dukungan sanad sebelumnya.
hujjah Aisyah x terhadap Masruq yang tidak
mau berpuasa Arafah karena khawatir hari itu hari
Kandungan Hukumnya. Nahar. Aisyah menjelaskan bahwa pendapat pri-
Imam Tirmidzi mengomentari hadits tersebut: badi Masruq tidak bisa dipakai. Mau tidak mau
"Beberapa ulama menafsirkan hadits tersebut Masruq harus mengikuti mayoritas. Aisyah menje-
dengan menjeiaskan: "Arti hadits itu adalah puasa laskan: Nahar adalah hari. dimana manusia men-
dan berbuka (tidak puasa) bersama jamaah dan yembelih kurban. Sedang Al-Fithr adalah hari di-
mayoritas manusia." Sementara Ash-Shan'ani di mana mereka harus berbuka."
dalam Subulus-Salam menegaskan: "Hadits itu
menunjukkan bahwa dalam menetapkan hari raya Saya berpendapat: Inilah yang sepantasnya di-
adalah berdasarkan kesepakatan mayoritas. Orang pakai dalam syari'at yang ramah ini, dengan mak-
yang mengetahui hari raya secara individu. hams sud untuk mempersatukan umat serta merapatkan
menyesuaikan dengan yang lain. Demikian pula barisan mereka. Islam tidak menghendaki umat
dalam masalah shalat. berbuka. dan berkorban." bercerai berai hanya karena pendapat minoritas
orang. Karena itu syari'at tidak akan memperhi-
Ibnul-Qayyim menyebutkan pendapat yang tungkan pendapat individual, mengenai ibadah-
10
Sabdungan dari hal. sebelumnya

ibadah yang dilakukan bersama-sama, meskipun dikatakan kepadanya: "Engkau tidak menyetujui
mencapai kebenaran. Seperti puasa, hari raya. sha- Utsman. tetapi engkau sendiri melakukan shalat
lat berjamaah, dan Iain-lain. Anda bisa menyaksi- empat raka'at." Mendengar itu Abdullah bin
kan bagaimana para sahabat bersedia shalat di be- Mas'ud menjawab: "Perbedaan pendapat ada-lah
lakang sebagian sahabat yang lain. Di antara buruk." Sanad ini shahih. Imam Ahmad (5/155)
mereka ada yang berpendapat menyentuh wanita, juga meriwayatkan hadits yang senada dengan
keluarnya darah termasuk yang membatalkan ini, dari Abu Dzar .
wudhu". ada pula yang tidak berpendapat
demikian. Ada yang me-nyempumakan shalat di Maka hendaklah mereka yang selalu berpecah
perjalanan, ada pula yang mengqasharnya. Namun belah dalam shalat merenungkan lebih dalam
perbedaan-perbedaan itu tidak menghalangi lagi hadits dan atsar di atas. Juga mereka yang
mereka untuk bersatu padu. shalat di belakang satu tidak bersedia mengikuti imam masjid. lebih-
imam serta menerimanya. Hal ini dikarenakan lebih dalam masalah shalat witir pada bulan
mereka mengetahui bahwa berpecah-belah lebih Ramadhan hanya karena menilainya tidak mengi-
buruk dibanding berbeda pendapat. Ada seorang kuti madzhab yang dianut mereka. Ada pula
ulama terkemuka di Mina yang praktis pendapat orang yang karena tahu sedikit tentang ilmu falak
pribadinya tidak dipakai. demi menghindarkan kemudian melakukan puasa atau berbuka dengan
dampak negatif yang muncul. waktu yang ditetapkannya sendiri, dan berbeda
dengan yang dilakukan oleh mayoritas. la me-
Abu Dawud (1/307) meriwayatkan. bahwa makai pendapat pribadinya, tanpa mempertimbang-
Utsman  melakukan shalat di Mina. Sebanyak kan pendapat mayoritas. Bahkan dengan tegas men-
empat raka'at. Kemudian Abdullah bin Mas'ud yatakan tidak sama dengan mayoritas. Hendaknya
z memprotesnya tidak setuju: "Saya shalat ber- mereka yang demikian itu merenungkan apa yang
sama Nabi s dua raka'at. Tapi bersama Utsman telah saya sebutkan, sehingga dapat mengobati ke-
pada awal kekhalifahannya empat raka'at. Sebab bodohan yang sebenaraya ada pada diri mereka
itulah barangkali pendapat kalian menjadi berbeda sendiri. Supaya barisan umat Islam benar-benar
-beda. Tapi saya lebih senang jika empat raka'at rapat. Sebab ridha Allah ada di dalam jamaah.
itu dijadikan dua raka'at. Namun kemudian Ibnu
Mas'ud melakukan shalat empat raka'at. sehingga

A da dua perang yang terjadi di


bulan Ramadhan, yakni Per-
ang Badar pada tahun ke 2 H dan
kannya ke dalam Surga.”
Beliau berkata lagi: “Berangkatlah
Surga tersebut.”
Seketika dia langsung mengeluar-
menuju Surga yang luasnya seluas kan kurma dari sisinya lalu me-
Fathul Makkah pada tahun ke 8 H
langit dan bumi.” makan sebagiannya, kemudian ber-
Dikisahkan pada perang Badar, Ketika itu berkatalah Umar bin kata, “Jika aku hidup hingga me-
Rasulullah s member semangat Hamam, “Wah, wah!” makan kurma-kurma ini sampai
kepada kaum Muslimin dengan ber- habis, sungguh merupakan hidup
sabda: Rasulullah s bertanya, “Apa yang
mendorongmu mengatakan ‘wah yang panjang.” Lantas dia mem-
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad wah’?” buang semua kurma-kurma terse-
berada di tangan-Nya, tidak seo- but, kemudian berperang hingga
Dia menjawab: “Demi Allah tidak
rang pun yang ikut memerangi apa-apa wahai Rasulullah, selain akhirnya gugur sebagai syahid!.*
mereka hari ini, lalu dia terbunuh berharap aku menjadi salah seo-
dalam keadaan bersabar dan rang penghuni Surga tersebut.”
mengharap pahala dari Allah, men- *HR Muslim sebagaimana yang dinukil
yongsong (musuh) dan tidak mun- Rasulullah berkata, “Benar, sesung- dalam Ar-Rahiq al-Makhtum (id) oleh
dur, melainkan Allah memasuk- guhnya engkau termasuk penghuni Syaikh Syafiur Rahman al-Mubarakfuri
11

Sebelum makan membaca:


l
d  K 9
#
1
“Dengan Nama Allah”

Apabila seseorang lupa pada permulaan hendaknya membaca:


.  M @? ! ?" 3   l
d  K 9
#
“Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi “Dengan nama Allah di awal dan di akhir.”2

Setelah makan membaca:


nL ." CA o ?  J8 p . (  5 b G  ! 5 JCq  ? *  J)  rR 3 
   ! 1  +
) s
 R
“Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki
kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”3

Pada saat berbuka puasa 1:


l
t  [`  R N 
 m̀R I
 u? v

? 

R I
 1 '# ? UA) w  
 * 
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”4

Pada saat berbuka puasa 2:


    g : R 3 [x   B A I
 > ?  '  0
 ') (  # 0
 AU> 3  8N K"
1 
“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala
sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.”5

Doa tamu kepada tuan rumah:


K
) (  ? K
  bR ? K
'CR q  )5  K
 O  # K"
1 3
“Ya Allah, berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau rizkikan kepada mereka, ampunilah
mereka dan rahmatilah mereka.”6

Doa kepada orang yang mengundang berbuka puasa:


WA Z y;
 ) R K
ZA 5 1& I
1 F
 ? z
# m̀R K
ZA  r B  3? z. )
y"% K
A + J &  { R 3
“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan
makananmu, serta malaikat mendoakannya, agar kamu mendapat rahmat.”7

________________
1. HR. Abu Dawud 3/347, At-Tirmidzi 4/288, dan lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 2/167
2. At-Tirmidzi 5/506, dan lihat Shahih Tirmidzi 3/158
3. HR. Penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/159
4. HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat Shahihul Jami’ 4/209
5. HR. Ibnu Majah 1/557. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar 4/342
6. HR Muslim 3/1615
7. Sunan Abu Dawud 3/367, Ibnu Majah 1/556 dan An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 296-298. Al-
Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud, 2/7

Sumber: CallToIslam.Com
12

S alah seorang anak


mengabarkan kisah ini.
Al-Qa’nabi kepadaku, atau aku akan melukaimu!”
ancam Al-Qa’nabi.

”Mansur meriwayatkan kepada kami, ”


’Ayahku seorang pemabuk dan selalu
Syu’bah memulai, ”Dari Rabi’i dari Abu
bergaul dengan anak-anak muda
Mas’ud, ia berkata: Rasulullah shallallahu
berandalan. Suatu hari ia mengundang
alaihi wasallam bersabda: ”Bila engkau
teman-temannya dan duduk di depan pintu,
tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR
menanti keadatangan mereka. Ketika dia
Bukhari 6120).
menunggu, Syu’bah berlalu di hadapannya
denngan menunggang keledai, diikuti Al-Qa’nabi melemparkan pisau tersebut ke
sejumlah orang yang berlomba ntuk tanah dan kembali ke dalam rumahnya.
menyusul di belakangnya. Diambilnya semua botol khamr dan
menumpahkannya ke tanah. Ia berkata
”Siapa itu?” tanya al-Qa’nabi.
kepada ibunya, ”Teman-temanku akan
“Syu’bah,” jawab seseorang yang duduk di datang sebentar lagi. Bila mereka datang,
dekatnya. biarkanlah mereka masuk dan tawarkan
kepada mereka makanan. Setelah mereka
“Dan siapa gerangan Syu’bah itu?” selesai, katakanlah apa yang aku lakukan
terhadap (bolot-botol) khamr sehingga
”Seorang ulama hadits.” mereka akan pergi.”
”Bacakanlah sebuah hadits untukku.” Kata Al-Qa’nabi pun segera berangkat menuju
al-Qa’nabi yang (saat itu) mengenakan Madinah, dimana dia menghabiskan tahun-
pakaian berwarna merah. tahun berikutnya dalam hidupnya sebagai
murid dari Imam Malik bin Anas, dan
”Engkau bukanlah dari golongan ahli hadits,
mendapatkan kehormatan meriwayatkan
aku tidak berkewajiban meriwayatkannya
hadits dari sang imam.
kepadamu.” kata Syu’bah.

Al-Qa’nabi mengambil sebilah pisau dan Sumber: Stories of Repentance, oleh:


menodongkannya ke arah Syu’bah. ”Engkau Muhammad Abdul Maghawiri/
akan meriwayatkan sebuah hadits

Makan untuk Puasa (Bukan Puasa untuk Makan)


Dikisahkan bahwa suatu kali makanan yang baik dihindangkan kepada Anas bin Malik dan (orang yang
menghidangkan makanan) adalah seorang kaya yang mampu memberikan makanan yang baik. Ketika
ia makan, ia menyimpan sebutir makan di mulutnya sesaat, kemudian melihat kepada orang-orang
dan mulai menangis. Kemudian ia berkata, “Demi Allah, aku telah bersama orang-orang, yang jika
mereka mendapatkan makanan yang seperti ini, mereka akan lebih sering berpuasa, dan
menghabiskan sedikit waktu dengan tidak berpuasa. Salah seorang dari mereka hanya mendapati
susu yang dicampurkan dengan air (sebagai makanan), yang akan diminumnya dan kemudian
berpuasa.”
Al-Mu’afa bin Imran, Kitab Az-Zuhud, 215 (Disalin dari SayingOfTheSalaf.Net
13

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin v

A bu Abdirrahman As-Sulami v berkata: “Kami


diberitahu oleh orang-orang yang membacakan
Al-Qur’an kepada kami, seperti Utsman bin Affan,
ganjaran orang-orang yang mengiktui petunjuk-Nya
yang diwahyukan kepada para Arasul. Wahyu
terbesar adalah Al-Qur’an. Allah juga menjelaskan
Abdullah bin Mas’ud c dan selain mereka balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang
bahwasanya jika mereka mempelajari Al-Qur’an dari berpaling dari petunjuk-Nya. Adapun bagi orang-
Nabi sebanyak sepuluh ayat maka mereka tidak orang yang mengikuti petunjuk-Nya adalah mereka
melewatinya hingga mereka memahami kandungan tidak akan sesat dan sengsara. Penafian (peniadaan)
ayat terseut, baik secara ilmu naupun secara amal. kesesatan dan kesengsaraan ini mengandung
Mereka berkata. “Kami mempelajari Al-Qur’an, ilmu kesempurnaan petunjuk dan kebahagiaan di dunia
dan amal secara keseluruhan. dan di akhirat. Sementara itu, balasan yang akan
diterima oleh orang-orang yang berpaling dan
Inilah salah satu bentuk tilawah yang padanya sombong daripetunjuknya dalah kesengsaraan dan
terkandung kebahagiaan atau kesengsaraan. kesesatan di dunia dan di akhirat. Mereka mengalami
kehidupan yang sempit di dunia, serta merasakan
? B| 7
  1    +*
} :" G )  ~6+*
8J8 KAZJ"5:UR  "D  kegundahan, kerisauan, dan kehampaan jiwa dari
aqidah yang benardan amal yang shalih.
aZJ Wa €  5 !
  D  R  G& f   & 3 G  ? $4€  Allah berfirman:
,J: €  ( K  S 8  p C $)& 3 W  54 R - .  

€

s ?
 .A1 gR K
*
0
 „,? 3A B| 
 3 K *
BR # -  m̀ 0
 „,? 3A
,J,
:@ 0  ' :3 0   p C a%# I
JA + C? $)& 3
G , ‚<  0    ? $9J
: - . 5R 0  ?  '5d9J  “Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka
lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
+\  3 n  M ƒR S
 ? ! #8 P
 ƒ# G Y
 K ? H   > 3 lalai.” (QS al-A’raaf [7] : 179)
Di dalam kubur, orang-orang tersebut mereasakan
$4# 3? kesempitan dan himpitan sehingga tulang mereka
hancur berantakan, sedangkan di Padang Mashyar
mereka dikumpulkan dalam keadaan buta tidak bisa
“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, melihat.
lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak
akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa Allah berfirman:
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
a)RZ#
? a5 )&
K  * .
?
$1& W  54R - .  K *

€

s ?
buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau
menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal
a> K *
 ^ q I
M )1 A K
J"  K *
?UR " a)… F
?
aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" Allah
berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu “Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari
ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan
begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan". Dan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka
demikianlah Kami membalas orang yang melampaui adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api
batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi
Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan mereka nyalanya.” (QS Al-Israa [17] : 97)
lebih kekal.” Ketika di dunia mereka buta dari kebanaran, tuli dari
Di dalam ayat yang mlia tadi Allah menjelaskan mendengarkannya, dan menahan diri untuk tidak
ganjaran orang-orang yang mengiktui petunjuk-Nya membicarakannya.
14
Sabdungan dari hal. sebelumnya

menguatkanmu atau hujjah yang dapat


Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari, dari Samurah bin mencelakakanmu.”
Jundub z bahwasanya apabila Nabi telah selesai
mengerjakan shalat – dalam riwayat llain disebutkan Ibnu Mas’ud z berkata: “Al-Qur’an adalah pemberi
bahwa shalat yang dimaksud adalah shalat Subuh – syafaat yang diizinkan Allah untuk memberikan
beliau menghadapkan wajahnya kepada kami, lalu syafaat. Barangsiapa yang menjadikan Al-qur’an
bertanya, “Siapa yang semalam bermimpi?” Ketika sebagai imamnya maka ia akan memandunya menuju
ada salah seorang dari kami yang mengisahkan Surga, sedangkan barangsiapa yang meletakkannya di
mimpinya, beliau berkata: “Masya Allah.” Pada suatu belakang punggungnya (tidak mengikutinya) maka ia
hari beliau bertanya kepada kami, “Apakah ada di akan menggiringna menuju neraka.”
antara kalian yang semalam bermimpi?” Kami
menjawab “Tidak.” Aduhai, alangkah meruginya orang yang menjadikan
Al-Qur’an sebagai musuhnya. Bagaimana engkau akan
Beliau melanjutkan: “Semalam aku bermimpi mengharapkan keselamatan, seddangkan pemberi
didatangi oeh dua orang laki-laki... (lalu beliau syafaatmu adalah musuhmu? Betapa celakanya orang
melanjutkan ceritanya, di dalamnya terdapat lafazh: ) yang musuh-musuhnya adalah pemberi syafaat, yaitu
Setelah itu kami pergi hingga mendatangi seorang pada hari ketika ganjarang setiap amaa ditunaikan.
yang sedang berbaring. Tiba-tiba datang orang lain
yang berdiri di atasnya sambil mengankat batu besar. Wahai hamba-hamba Allah, inilah Al-Qur’an yang
Orang itu pn menjatuhkannya tepat di kepala orang dibacakan dan diperdengarkan kepada kalian. Al-
yang berbaring tadi. Pelempar batu kemudian Qur’an yang sekiranya diturunkan kepada gunung,
memungut batu itu lagi. Pada saat ia kembali, kepala niscaya engkau akan melihatnya luluh lantak karena
orang yang berbaring tadi telah utuh seperti semula, ketakutan. Meskipun demikian, tidak ada telinga yang
lalu dia pun melakukan hal yang sama seperti mendengar, mata yang menangis, hati yang khusyu,
sebelumnya. dan tidak ada perealisasian Al-Qur’an sehingga ia
diharapkan mampu memberikan syafaat. Hati telah
Aku bertanya: “Subhanallah, apa ini?” Kedua laki-laki kosong dari ketakwaan sehingga hancur dan hampa.
tadi menjawab, “Pergilah!” ...(lalu ‘Pria haditsnya di Dosa telah bertumpuk-tumpuk di atasnya, sehingga ia
dalamnya ada lafazh: ) ‘Pria yang engkau datangi tadi, tidak bisa lagi melihat dan mendengar.
pria yang kepalanya pecah oleh batu adlah orang yang
mengambil Al-Qur’an, namun kemudian menolaknya, Betapa banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang telah
serta ia melewatkan shalat wajib karena tidur dengan dibacakan kepada kita, namun hati kita seperti batu
sengaja.’” atau lebih keras lagi. Betapa sering bulan Ramadhan
silih berganti menghampiri kita, namun kondisi kita di
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas z bahwa Nabi dalamnya tetap seperti kondisi orang-orang yang
berkhutbah di hadapan manusia ketika Haji binasa. Pemuda-pemuda kita tidak juga berhenti
Wada’ (perpisahan), beliau bersabda: berbuat kekanak-kanakan. Orang tua renta di antara
kita tidak berhenti dari berbuat kemaksiatan dan tidak
“Sesungguhnya syaithan telah berputus asa untuk pula bercengkerama dengan orang-orang shalih. Di
disembah di negeri kalian, namun ia ridha apabila mana posisi kita dari suatu kaum yang segera
ditaati dalam amalan-amalan yang kalian anggap menyambut seruan Allah apabila mereka
remeh, maka berhati-hatilah. Sesungguhnya aku telah mendengarnya, yang hati-hati mereka bergetar jika
meninggalkan pusaka yang jika kalian berpegang dibacakan ayat-ayat-Nya? Mereka adalah suatu kaum
teguh dengannya, niscaya kalian tidak akan pernah yang telah diberi nikmat oleh Allah. Maka dari itu,
sesat untuk selamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi- kenalilah hak Allah dan jadikanlah kesucian sebagai
Nya.” (HR Al-Hakim. Dia berkomentar: “Sanadnya pilihan kalian.
shahih. Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dari
hadits Ab Hurairah). Ibnu Mas’ud z berkata: “Selayaknya para pembaca
(penghafal) Al-Qur’an bangun pada waktu malam
Disebutkan dalam Shahih Muslim dari Abu Malik Al- ketika manusia sendang tertidur dan berpuasa pada
Asy’ari bahwa Nabi bersabda: siang hari ketika orang-orang tengah berbuka.
Sepatutnya ia menangis tatkala manusia tertawa,
“Al-qur’an adalah hujjah (bukti) yang dapat bersikap wara (menahan diri) ketika manusia
15
Sabdungan dari hal. sebelumnya

mencampuradukkan berbagai macam problema kehidupan, diam tatkala manusia berbicara, khusyu ketika
manusia menyombongkan diri, dan sedih tatkala manusia bergembira.
Saudara-saudaraku, hafalkanlah Al-Qur’an selama waktu masih memungkinkan. Jagalah batasanbatasannya
dari kelalaian dan kedurhakaan. Ketahuilah, Al-Qur’an adalah saksi yang dapat menguntungkan kalian atau
membinasakan kalian di sisi Maha Raja, Yang Maha Perkasa. Tidaklah termasuk bersyukur kepada Allah atas
nikmat diturunkannya Al-Qur’an dengan menjadikannya berada di belakang kita (tidak mengikutinya).
Bukanlah pengagungan terhadap hak-hak Allah dengan menjadikan hukum-hukum-Nya sebagai bahan ejekan.

Sumer: Majelis Syahri Ramadhan (id), hal. 141-152, dengan sedikit ringkasan

Oleh: Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan

A isyah x berkata: “Ketika datang sepu-


luh hari terakhr Ramadhan, Nabi s apa-
bila telah masuk sepuluh malam (yang akhir
dan berbilang.

Adapun dari apa yang telah diriwayatkan men-


dari bulan Ramadhan) maka beliau menghidup- genai larangan menghabisskan sepanjang ma-
kan malamnya - yakni melakukan ibadat pada lam dalam shalat, yang telah disebutkan dari
malam harinya itu, juga membangunkan ister- hadits Abdullah bin Amr, maka hal tersebut
inya, bersungguh-sungguh - dalam ibadah - dan berkenaan dengan seseorang yang melaku-
mengencangkan ikat pinggangnya*.” (HR Buk- kannya secara terus-menerus setiap malam
hari (4/269) dan Muslim (1174) sepanjang tahun.
Hadits ini adalah dalil bahwa sepuluh hari tera- 2. Beliau s “membangunkan keluarganya”,
khir Ramadhan memiliki keutamaan khusus maksudnya isteri-isteri beliau s, ummahatul
atas hari-hari lainnya, dimana seseorang hen- mukminin, agar mereka dapat mengambil
daknya bertambah dalam ketaatan dan amal
bagian dalam mendapatkan kebaikan, dzikir,
ibadah, seperti shalat, berdzikir, dan membaca
dan amal ibadah selama waktu yang diberkahi
Al-Qur’an.
tersebut.
Aisyah x telah menggabarkan Nabi dan suri
3. Beliau s “bersungguh-sungguh (dalam
tauladan kita, Muhammad s dengan empat
ibadah)”, maksudnya beliau berjaga dan ber-
sifat:
sungguh-sungguh dalam ibadah, menambah
1.Beliau s “menghidupkan malam-
amalan beliau dari apa yang telah beliau kerja-
malamnya”, maksudnya beliau tidak tidur se-
kan di dua puluh hari pertama (Ramadhan). Be-
lama waktu tersebut. Dengan demikian, beliau
liau melakukan hal ini hanya karena Lailatul
s tetap terjaga sepanjang malam dalam ibdah
Qadr terdapat dalam satu dari (sepuluh hari tera-
dan beliau menghidupkan jiwanya dengan
khir) hari-hari tersebut.
menghabiskan malam-malam tersebut tanpa
tidur. Hal ini karena tidur adalah saudara kema-
4. Beliau s “mengencangkan ikat ping-
tian. Arti “menghidupkan malam-malamnya”
gangnya”, artinya bahwa beliau bersungguh-
adalah bahwa beliau s menghabiskannya
sungguh dan berupaya secara terus-menerus
dalam qiyam (shalat malam) dan melakukan
dalam ibadah. Dikatakan juga bahwa hal itu ber-
amal ibadah yang dikerjakan karena Allah Rab-
arti belaiu s menjauhkan diri dari wanita.
bul alamin. Hendaknya kita mengingat bahwa
Sepertinya hal ini lah yang lebih benar karena
sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah tetap
hal tersebut senada dengan apa yang telah dise-
16
Sabdungan dari hal. sebelumnya

butkan sebelumnya dan dengan hadits Anas: yang akan ‘dicukupkan pahala mereka tanpa
“Beliau s menggulung tempat tidurnya dan batas.” (QS Az-Zumar : 10)
menjauh dari wanita (yakni isteri-isteri be-
liau).” (Lihat Lata’iful Ma’arif, hal. 219) Sepuluh hari ini adalah bagian terakhir dari bu-
lan Ramadhan dan amalan seseorang berdasar-
Dan juga, beliau melaksanakan ‘itikaf dalam kan amalan terakhirnya. Sehingga mungkin saja
sepuluh hari terakhir Ramadhan dan orang yang dia menemui Lailatul Qadr ketika sedang ber-
melakukan ‘itikaf dilarang untuk berhubungan diri dalam shalat kepada Allah sehingga seluruh
(berjima’) dengan wanita. dosanya di masa lalu diampuni.

Maka dari itu, wahai saudara-saudaku muslim, Dan seseorang harus mendorong, mengajak dan
berusahalah untuk mensifati dirimu dengan sifat- membujuk keluarganya untuk melakukan amal
sifat ini. Dan jagalah shalat yang anda kerjakan di ibadah, khususnya di waktu yang agung ini di-
tengah malam (tahajud) bersama Imam sebagai mana tidak seorang pun mengabaikannya kec-
tambahan dari shalat Tarawih (yang dilakukan di uali dia telah ditinggalkan. Yang lebih menak-
bagian awal malam), sehingga kesungguhan anda jubkan lagi dari ini adalah ketika manusia
di sepuluh hari terakhir dapat melebihi dari dua mengerjakan shalat dan tahajud, sebagian orang
puluh hari yang pertama. Dan agar anda dapat justru menghabiskan waktunya dalam perkum-
meraih sifat ‘menghidupkan malam dalam pulan yang dilarang dan kegiatan-kegiatan
ibadah” dengan shalat. dosa. Hal ini sungguh merupakan kerugian
yang amat besar. Kita memohon perlindungan
Dan anda harus bersabar dalam ketaatan anda kepada Allah.
kepada Allah, karena sesungguhnya shalat malam
itu sukar, namun memiliki pahala yang besar. Oleh Karena itu, tiba pada hari-hari terakhir ini
Demi Allah, ini adalah kesempatan besar dalam berarti masuk kedalam buah dari amal shalih
kehidupan seseorang dan sesuatu yang mengun- dalam apa yang tersisa pada bulan itu. Sungguh
tungkan untuk dimanfaatkan, bagi orang yang sayang melihat sebagian manusia melampaui
Allah berikan karunia ini kepadanya. Dan seseo- batas dalam amal shalih, sepeerti shalat dan
rang tidak mengetahui mungkin dia akan mene- membaca Al-Qur’an di bagian pertama dari bu-
mui salah satu dari pahala Allah dalam shalat ma- lan Ramadhan, namun kemudian tanda-tanda
lam., yang akhirnya dapat menjadi penolong kelelahan dan kebosanan mulai tampak pada
baginya di dunia ini dan di hari kemudian. Para mereka setelahnya, khususnya ketika datang
salaful ummah biasa memanjangkan shalat ma- sepuluh hari terakhir Ramadhan. Meskipun ke-
lam, mengerahkan usaha mereka. As-Sa’ib bin sepuluh hari terakhir tersebut memiliki lebih
Yazid berkata: banyak keutamaan dibandingkan yang pertama.
Oleh karena itu seseorang harus menjaga dalam
Abdullah bin Abu Bakar meriwayatkan: “Aku berusaha, berjuang dan meningkatkan ibadah-
mendengar ayahku (yakni Abu Bakar) berkata: nya ketika akhir bulan Ramadhan semakin
“Selama Ramadhan, kami mengakhiri shalat ma- dekat. Dan kita hendaknya terus mengingat
lam dengan lambat dann kami segera menyuruh bahwa amalan seseorang berdasarkan amalan
para pembantu untuk menyediakan makanan terakhirnya.
(sahur) karena khawatir fajar akan segera
tiba.” (Muwatta Imam Malik, juz 1, hal. 156)

Ada dua bentuk perjuangan jiwa yang dihadapi


kaum Mukminin selama Ramadhan: berjuang di _____
siang hari dengan berpuasa, dan berjuang di ma- *Maksudnya adalah sebagai kaa kinayah men-
lam hari dengan qiyam (shalat malam). Maka jauhi berkumpul dengan isterinya
barangsiapa yang mengumpulkan keduanya dan
memenuhi hak-hak keduanya, maka ia berada Sumber: Ahadits As-Siyam, CalltoIslam.Com
diantara orang-orang yang sabar – orang-orang
17

Oleh: Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan

S ufyan bin Abdillah x berkata:


“Ya Rasulullah, bertahukan aku
tentang Islam yang tidak akan aku tanya-
“Dan sembahlah Tuhan-mu sampai datang
kepadamu yang diyakini.” (QS Al-Hijr : 99)

kan kepada siapapun juga setelah ini.” Apabilah puasa Ramadhan berakhir, maka se-
Beliau berkata: “Katakanlah ‘aku beriman sungguhnya puasa-puasa sunnah tetap dianjur-
kepada Allah’, kemduian istiqamahlah.” kan sepanjang tahun, Alhamdulillah. Bila berdiri
dalam shalat pada malam-malam di bulan
Hadits ini adalah dalil bahwa seorang
Ramadhan berakhir, maka sesungguhnya
hamba diwajibkan, setelah beriman
sepanjang tahun adalah waktu untuk me-
kepada Allah, untuk menjaga dan tetap
laksanakan shalat malam. Dan jika zakat fitri
istiqamah dalam mentaati-Nya dengan
berakhir, maka masih ada zakat yang diwajbi-
melaksanakan kewajiban dan menjauhi
kan sebagaimana sedekah yang berlangsung
perkara yang dilarang. Hal ini dicapai den-
sepanjang tahun. Demikian halnya dengan
gan mengikuti jalan yang lurus, yakni
membaca Al-Qur’an dan merenungkan
agama yang teguh, tanpa melenceng dari-
maknanya, begitu pula dengan amal-amal ke-
padanya ke kiri atau ke kanan.
bajikan lainnya yang diinginkan, karena hal-hal
Jika seorang muslim menjumpai Ramad- tersebut dapat dilaksanakan sepanjang waktu.
han dan melewatkan hari-hari Ramadhan Diantara banyak nikmat yang Allah berikan
dalam puasa dan malam-malamnya dalam kepada hambahamba-Nya adalah Dia jadikan
shalat, dan dalam bulan itu dia membiasa- bagi mereka berbagai macam bentuk ibadah
kan dirinya dengan berbuat kebajikan, dan Dia menyediakan banyak sarana untuk ber-
maka dia harus meneruskan tetap berada buat kebajikan. Oleh karena itu, antusiasme dan
di atas ketaatan kepada Allah sepanjang semangat kaum muslimin mesti tetap terjaga
waktu (setelahnya). Ini adalah keadaan dan dia harus terus-menerus berada dalam
sejati seorang hamba, karena se- ketaatan kepada Tuannya.
sungguhnya Tuhan bulan itu adalah Esa
dan Dia selalu menggawasi dan menyaksi- Sayang sekali bahwa sebagian orang melak-
kan hamba-hamba-Nya sepanjang waktu. sanakan ibadah dengan melakukan berbagai
jenis amal ibadah di bulan Ramadhan – mereka
Sungguh, istiqamah setelah Ramadhan
benar-benar menjaga shalat lima waktu di mas-
dan perbaikan atas perkataan dan per-
jid, mereka membaca Al-Qur’an sebanyak-
buatan seseorang adalah tanda-tanda
banyaknya dan mereka bersedekah dari har-
yang paling besar bahwa seseorang telah
tanya. Namun ketika Ramadhan berakhir,
mendapatkan manfaat dari bulan Ramad-
mereka menjadi malas dalam peribadatan
han dan bahwa dia berjuang di dalam
mereka. Bahkan terkadang mereka meninggal-
ketaatan. Itu adalah tanda diterimanya
kan kewajiban baik secara umum seperti shalat
(ibadah) dan tanda-tanda keberhasilan.
berjama’ah, maumpun secara khusus, seperti
shalat subuh!
Lebih lanjut, amalan seorang hamba tidak
akan berakhir dengan berakhirnya bulan
Dan mereka bahkan melakukan perkara-
(Ramadhan) dan dimulainya bulan yang
perkara yang dilarang seperti tidur pada waktu-
lain. Bahkan mereka terus berlanjut sam-
waktu shalat. memperturutkan kebodohan dan
pai seseorang menemui ajalnya, karena
kesenangan, dan bercampur-baur di tempat
Allah berfirman:
parkir, khususnya pada hari Ied! Memohon per-
]

4 5R 0
 5:UR  $"'( 0
 #" + 
& ? tolongan dari kejahaan-kejatan ini hanya
18
Sabdungan dari hal. sebelumnya

melalui kemurahan Allah. Karenanya, gerahi kemampuan untuk berpuasa dan mela-
mereka meruntuhkan apa yang telah kukan shalat malam. Keadaannya seelah
mereka bangun dan mereka menghancur- Ramadhan lebih baik daripada sebelum Ramad-
kan apa yang telah dirikan. Ini adalah han. Dia lebih siap untuk taat, mengingikan per-
tanda kehilangan dan tanda kekahalahn. buatan kebajikan dan bersegera melaksanakan
Kita memohon penjagaan dan perlindun- kewajiban. Inilah orang yang takut puasanya
gan kepada Allah. tidak diterima, karena sesungguhnya Allah
hanya menerima (amal ibadah) dari orang-
Sungguh, orang-orang seperti ini mengam-
orang yang bertakwa.
bil contoh bertaubat dan mengurangi
amal keburukan sebagai sesuatu yang Para salafus shalih berusaha untuk mencukup-
khusus dan terbatas hanya pada bulan kan dan menyempurnakan amalan-amalan
Ramadhan. Sehingga mereka berhenti me- mereka, berharap setelahnya amalan-amalan
lakukan amal kebajikan ketika bulan terse- erseubt dapat diterima dan kahwatir apabila
but berakhir. Oleh karenanya, mereka seo- amalan-amalan tersebut ditolak. Diriwayatkan
lah meninggalkan perbuatan dosa demi dari Alixbahwa dia berkata: “Perhatikanlah agar
bulan Ramadhan, dan bukan karena takut amalmu diterima dan bukan amal itu sendiri.
kepada Allah! Alangkah buruknya orang- Tidakkan engkau mendengar firman Allah:
orang ini yang tidak mengenal Allah kec-
uali pada bulan Ramadhan.
]
 4 '")
R G  !
1X BA "4 ' ) "N
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban)
Sesungguhnya, keberhasilan yang Allah dari orang-orang yang bertakwa". (QS Al-
anugerahkan kepada hamba-Nya terletak Ma’idah [5] : 27)
pada puasa Ramadhan. Dan Allah
menolongnya untuk melakukan puasa Aisyah c berkata: “Aku bertanya kepada Rasu-
adalah sebuah anugerah yang besar. Oleh lullah s mengenai ayat: “Dan orang-orang ang
karena itu, hal ini menyeru kepada hamba menafkahkan harta mereka yang mereka beri-
untuk bersyukur kepada Tuhan-nya. Dan kan dengan hari yang gemetar karena tkut.’
pemahaman ini dapat ditemukan dalam Apakah mereka orang-orang yang minum
firman Allah, setelah menyempurnakan khamr dan mencuri?” Beliau s menjawab:
bulan puasa: “ “Tidak, wahai puteri As-Siddiq. Akan tetapi
K A +*  $1& ! 1X R?
8Z '
? n +"  R R.A1) ZR '
? mereka adalah orang-orang yang berpuasa dan
shalat dan berinfaq, namun mereka takut tidak
 ?
ZA € : K ZA 1  ? diterima dari mereka. Mereka adalah orang-
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bi- orang yang bersegera dalam kebajikan dan
langannya dan hendaklah kamu men- mereka adalah orang yang pertama-tama
gagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang mengerjakannya.”
diberikan kepadamu, supaya kamu ber-
syukur.” (QS Al-Baqarah [2] : 185). Maka berhati-hatilah, dan sekali lagi berhati-
hatilah – dari berpaling ke belakang setelah
Maka seseorang yang bersyukur karena mendapatkan petunjuk, dari tersesat setelah
telah berpuasa, dia akan tetap pada terlindungi! Dan mohonlah kepada Allah untuk
kondisi yang demikian dan tetap menger- menjadikanmu kekuatan dalam mengerjakan
jakan amal-amal shalih. amal shalih dan terus-menerus melaksanakan
amal kebajikan. Dan mohonlah kepada Allah
Sesungguhnya, sejatinya adab seorang agar Dia mebemrikan kepadamu husnul khati-
Muslim adalah dia yang memuji dan ber- mah, agar Dia menerima Ramadhan dari kita.
syukur kepada Tuhannya karena dianu-
Sumber: Ahadits Ash-Shiyam: Ahkam wa Adab (hal.
B arangsiapa yang berpikir dalam-dalam
dan seksama tentang akhir kehidupan
dunia, ia akan senantiasa waspada. Barangsiapa
dalam kelezatan-kelezatan duniawi, hingga anda
melupakan kehancuran diri anda sendiri.

yang yakin akan betapa panjangnya jalan yang Engkau laksana tiada mendengar kabar mereka
akan ditempuh, maka ia akan menyiapkan bekal yang telah lalu
sebaik-baiknya. Alangkah anehnya manusia yang Tidak pula engkau melihat waktu
yakin akan sesuatu, namun ia melupakannya dan memperlakukan teman-temanmu
betapa anehnya mereka yang mengetahui bahaya Jika engkau tak sadar bahwa itulah rumah-rumah
sesuatu, namun ia juga menutup mata! Allah mereka yang abadi
Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Kubur-kubur mereka lenyap diterpa angin
yang menderu

۠
: 3 ‡\ ( 3 !
1 ? V
 "J $۠
:? Betapa banyaknya, anda melihat, para penghuni
”Kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang tak pernah memasuki rumahnya sendiri,
yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (QS Al- sebelum mereka dipaksa memasukinya! Betapa
banyak pemilik singgasana yang terusir oleh
Ahzab [33] : 37)
musuh-musuh yang kemudian menguasai
Anda tahu bahwa anda dikalahkan oleh hawa istananya.
nafsu anda, dan anda tahu bahwa anda tak
Wahai siapa saja yang detik-detik kehidupannya
sanggup menaklukkannya. Alangkah anehnya jika
terus melaju, betapa anehnya mereka, seperti
anda merasa gembira dengan ketertipua anda
manusia yang tak tahu dan tak mengerti apa-
dan larut dalam kealpaan terhadap hal yang
apa.
tersembunyi di dalam diri anda. Anda
terperdaya oleh kesehatan anda, namun anda Bagaimana bisa matanya lelap terpejam
lupa betapa dekat pnyakit dengan diri anda. Padahal ia tak tahu kemana akan kembali
Telah anda saksikan dengan mata kepala anda
sendiri tempat pembaringan akhir anda dan telah
Sumber: Syaidul Khatir, (Indonesia) oleh Ibnu al-
ditampakkan kehadapan anda ranjang-ranjang
Jauzy
kematian oleh orang-orang yang ada di sekitar
anda. Sungguh anda telah tenggelam dan hanyut

Untaian Mutiara Hikmah Kepada para pembaca dan pemerhati Maktabah


Raudhah al-Muhibbin yang ingin menyumbangkan
eBook, ataupun artikel, yang sejalan dengan misi
Disusun oleh:
Maktabah, dapat mengirimkan kepada kami melalui
eMail berikut:
redaksi@raudhatulmuhibbin.org
Atau bagi yang ingin berbagi materi pendidikan anak
dapat mengirimkannya ke:
bam@raudhatulmuhibbin.org.
Maktabah Raudhah al-Muhibbin
taman baca pencinta ilmu Dukung kegiatan Maktabah dengan menyebarluaskan
http://www.raudhatulmuhibbin.org manfaatnya kepada orang-orang disekitar antum

Anda mungkin juga menyukai