Anda di halaman 1dari 9

2.3 Bantalan Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros 1.

Bantalan Luncur Pada bantalan ini gesekan terjadi anatara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.

Gambar 2. Bantalan Luncur Sumber : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTy1paRtG9FkxyvuZ8T34P8193jZrfjRXXG2SsfzFP5l9NUrCM

2. Bantalan Gelinding Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara abgian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol atau rol jarum dan bulat.

Gambar 2. Bantalan Gelinding

Sumber : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTy1paRtG9FkxyvuZ8T34P8193jZrfjRXXG2SsfzFP5l9NUrCM

b. Berdasarkan arah beban terhadap poros 1. Bantalan radial Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros 2. Bantalan aksial Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros 3.Bantalan Gelinding khusus Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros

Rumus yang dipakai : 1. Umur rancangan

2. Tingkat Beban Dinamis Dasar

2.4 Poros Poros (shaft) merupakan salah satu kompenen mesin yang berfungsi untuk mendukung part yang berputar selain ikut mentransmisikan putaran. Sehingga shaft nantinya akan mendapatkan 2 macam beban yaitu beban puntir dan lentur. Shaft berbeda dengan axle yang hanya berfungsi untuk mendukung part yang didukungnya. Axle hanya mendapatkan 1 macam beban yaitu beban lentur saja.

Gambar 2. Poros Sumber : http://www.pchemlabs.com/product.asp?pid=2814 Ada beberapa macam shaft yaitu : 1. Poros Transmisi (Pros Penerus Daya) Poros macam ini mendapat beban puntir murni dan beban lentur. Daya ditansmisikan kepada poros ini melalui kopling, roda gigi, puli sabuk atau sprocket rantai dan lain-lain.

Gambar 2. Poros Transmisi


Sumber: http://yunusbillah.files.wordpress.com/2008/06/poros_1.jpg?w=547

2. Poros Spindel Poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin perkakas, diamana beban utamanya berupa puntiran, disebut spindel. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil serta ukuruanya harus teliti.

Gambar 2. Poros Spindel


Sumber: https://lh5.googleusercontent.com/XiMVASHFwHo/TXpAO47r7jI/AAAAAAAAAA0/TpbEP_jZAMY/s1600/untitled.JPG

3. Poros Gandar Poros gandar merupakan poros ayng dipasang diantara roda-roda kereta barang. Poros gandar tidak menerima bebean puntir dan hanya dapat beban lentur.

Gambar 2. Poros Gandar Sumber: http://ecx.images-amazon.com/images/I/31icPn%2BhrJL._SL160_.jpg

Rumus yang digunakan: 1.Besar Kekuatan lelah aktual

2. Diameter Poros

2.5 Pasak Definisi Key (pasak) adalah sebatang baja ringan yang diselipkan di antara poros dan pulley atau roda gigi untuk menggabungkan keduanya untuk mencegah gerakan relative antara kedua elemen mesin tersebut.

Macam Pasak

1. Sunk Keys a. Rectangular Sunk Key Rectangular sunk key adalah pasak yang memiliki kemiringan 1 : 100 pada permukaan atasnya saja

Gambar 2. Sunk Key

b. Square Sunk Key Square sunk key adalah pasak dengan penampang melintang persegi

Gambar 2. Square sunk key

c. Parralel Sunk Key Parallel sunk key adalah pasak dengan penampang persegi panjang atau persegi. Pasak ini panjang dan biasanya digunakan untuk menggabungkan poros dengan roda gigi atau pulley yang dapat bergeser sepangjang poros. d. Gib-Head Key Gib-head key adalah rectangular sunk key dengan kepala pada salah satu ujungnya yang berfungsi untuk mempermudah melepas pasak.

Gambar 2. Gib-head key

e. Feather Key Feather key adalah pasak yang terpasang pada salah satu bagian elemen mesin yang berpasangan dan memungkinkan terjadinya gerakan relatif aksial.

Gambar 2. Feather key

f. Woodruff Key Woodruff key adalah pasak yang sangat mudah pemasangannya. Pasak ini memiliki penampang seperti pada Gambar 8.5. pasak ini banyak digunakan pada mesin mesin perkakas bengkel dan konstruksi otomotif.

Gambar 2. Woodruff key

2. Saddle keys

Gambar 2. Saddle key a. Flat saddle key

Flat saddle key adalah pasak runcing yang dipasang pada keyway hub dan datar pada permukaan poros. Sehingga memungkinkan terjadinya slip pada poros saat menerima beban. Pasak ini digunakan untuk menerima beban yang kecil b. Hollow saddle key Hollow saddle key adalah pasak runcing yang dipasang pada keyway hub dan pada permukaan bawahnya dibentuk sesuai dengan kelengkungan permukaan poros.

3. Tangent Keys Tangen keys adalah pasak yang dipasang secara berpasangan dengan sudut yang sangat akurat. Setiap pasak berfungsi untuk menahan torsi pada satu arah saja. Pasak ini umumnya digunakan untuk menahan beban yang besar.

Gambar 2. Tangen key

4. Round keys. Round key adalah pasak yang memiliki penampang melintang berupa lingkaran. Pasak ini dipasang pada lubang yang terletak antara poros dan hub. Pasak ini digunakan pada elemen mesin yang bekerja dengan daya rendah

Gambar 2. Round keys 5. Splines Splines adalah pasak yang dibuat menjadi satu dengan poros dan keyways terletak pada hub. Poros ini umumnya memiliki 4, 6, 10, atau 16 splines. Poros dengan splines lebih kuat daripada poros dengan satu keyways.

Gambar 2. Splines

Poros ini digunakan ketika beban yang bekerja memiliki perbandingan yang sangat besar terhadap ukuran poros. Poros ini umumnya dapat ditemukan pada poros transmisi otomotif dan sliding gear transmissions. Rumus yang digunakan: 1. Panjang Pasak Minimum

Beri Nilai