Anda di halaman 1dari 5

REFLECTION FORM DIARRHEA

DR ADOLFINA VITRIA NILASARI

SELF ASSASEMENT 1. WHAT DID I USSUALY DO WHEN FACING CASE LIKE THAT? Anamnesis rinci mengenai BAB: konsistensi, frekuensi, atau apakah ada darah didalamnya dan mutah : frekuensi, jumlah, apakah setiap kali makan selalu dimutahkan? Juga mencari kemungkinan penyebab diare, apakah karena makanan/minumam yang dimakan atau karena hal lain Melihat derajat dehidrasi, rujuk ke rumah sakit/puskesmas rawat inap jika ada dehidrasi tingkat sedang/berat, memberi nasihat mengenai cara mengembalikan cairan jika tidak ditemukan dehidrasi atau dehidrasi ringan. Dan memberi penekanan pada pentingnya rehidrasi serta ASI Memberi nasehat mengenai pola makan (cara memulai pemberian susu formula jika memang akan tetap memberikan susu formula kepada anak) Memberikan zink selama 10 hari. Ini adalah kasus dimana seorang anak yang biasanya minum ASI tetapi tiba-tiba diberikan susu formula tanpa di lakukan sensitisasi terlebih dahulu (tidak sedikit demi sedikit diberikan). Ada kemungkinan anak ini memang intoleransi laktosa, tetapi masih mungkin karena pencernaan anak belum terbiasa. Sehingga masalah pada anak ini adalah perlu adanya alih info kepada ibu terutama yang bekerja tentang masalah pengubahan pola makan saat ditinggal bekerja Perlunya penatalaksanaan diare secara tepat Yang paling penting pada penanganan diare pada anak adalah komunikasi dengan orangtua Dibawah ini adalah update ttg penanganan diare anak : 3. WHAT UPDATES THAT I LEARN FROM THIS SESSION RELATED TO DIARHEEA? 2. WHAT PROBLEM COMES UP RELATED TO THE CASE?

MANAJEMEN DIARE

Lima Langkah Tuntaskan Diare (LINTAS DIARE): 1. Berikan oralit : Oralit baru, dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Berikan segera bila anak diare, untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. 2. Berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut- turut untuk mengurangi lama dan beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Zinc juga dapat mengembalikan napsu makan anak. 3. Teruskan ASI-makan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang hilang. 4. Berikan antibiotik secara selektif; diberikan dengan indikasi misalnya diare berdarah, kolera 5. Berikan nasihat pada ibu/keluarga: kembali segera jika demam, tinja berdarah, muntah berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik dalam 3 hari.

PROSEDUR TATALAKSANA PENDERITA DIARE : Menilai derajat dehidrasi Menentukan rencana pengobatan
PENILAIAN LIHAT KEADAAN UMUM LIHAT MATA LIHAT AIR MATA LIHAT MULUT & LIDAH LIHAT RASA HAUS PERIKSA TURGOR KULIT DERAJAT DEHIDRASI TERAPI A BAIK, SADAR NORMAL ADA BASAH B ?? GELISAH, REWEL CEKUNG TIDAK ADA KERING C ??? LESU, LUNGLAI, ATAU TIDAK SADAR SANGAT CEKUNG & KERING TIDAK ADA SANGAT KERING ??MALAS MINUM ATAU TIDAK BISA MINUM ??KEMBALI SANGAT LAMBAT

MINUM BIASA, TIDAK *HAUS, INGIN MINUM HAUS BANYAK KEMBALI CEPAT TANPA DEHIDRASI *KEMBALI LAMBAT

DEHIDRASI RINGAN : DEHIDRASI BERAT : bila ada 1 tanda * + 1 bila ada 1 tanda ? + 1 atau lebih tanda lain atau lebih tanda lain

RENCANA TERAPI A RENCANA TERAPI B RENCANA TERAPI C

Teruskan mengobati anak diare dirumah Berikan terapi awal bila terkena diare lagi

Oralit Dilaksanakan di bawah pengawasan petugas Penilaian ulang setelah 3-4 jam

Cairan IV

*Tabel penilaian dibaca dari kanan ke kiri.

MENGOBATI ANAK DIARE DI RUMAH :


1. BERIKAN ANAK LEBIH BANYAK CAIRAN DARIPADA BIASANYA UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan, makanan yang cair (seperti sup,air tajin ), larutan oralit dan kalau tidak ada air matang Jika anak berusia < 6 bulan dan belum makan makanan padat lebih baik diberi oralit dan air matang dari pada makanan yang cair Berikan larutan ini sebanyak anak mau, berikan jumlah larutan oralit seperti keterangan dibawah. Teruskan hingga diare berhenti. 2. BERI ANAK MAKAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI Anak < 6 bulan (belum makan padat) : Teruskan ASI atau susu formula jika tidak mendapat ASI Anak > 6 bulan atau telah makan padat : Berikan bubur, bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan, tambahkan 1 atau 2 cth minyak sayur tiap porsi Berikan sari buah segar atau pisang halus untuk menambahkan kalium Berikan makanan yang segar masak dan haluskan atau tumbuk makanan dengan baik Bujuk anak untuk makan, berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan diberikan porsi makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu 3. BAWA ANAK KEPADA PETUGAS KESEHATAN BILA ANAK TIDAK MEMBAIK DALAM 3 HARI ATAU MENDERITA SEBAGAI BERIKUT : Buang Air besar cair lebih sering Muntah berulang-ulang Rasa haus yang nyata Makan atau Minum sedikit Demam Tinja berdarah

ANAK HARUS DIBERI ORALIT DIRUMAH BILA : 1. Setelah mendapat Rencana Terapi B atau C 2. Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan bila diare memburuk 3. Memberikan oralit kepada semua anak dengan diare yang datang ke petugas kesehatan merupakan kebijaksaan pemerintah

CARA PEMBERIAN ORALIT DI RUMAH:


JUMLAH CAIRAN ORALIT YANG DIBERIKAN SETIAP HABIS BAB DAN JUMLAH ORALIT YANG DIBAWA (UNTUK 2 HARI) UMUR JUMLAH ORALIT YANG ORALIT DISEDIAKAN DIRUMAH (stlh BAB) < 1 th 50 100 ml 400 ml /hari ( 2 bungkus) 1-4 th 100 200 ml 600 800 ml/hari > 5 th 200 300 ml 800 1000 ml/hari Dewasa 300 400 ml 1200 2800 ml / hari 1. Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit (anak < 2 th) 2. Berikan beberapa teguk dari gelas (anak > 2 th) 3. Bila muntah, tunggulah 10 menit kemudian berikan cairan lebih lama ( misalnya sesendok tiap 2-3 menit 4. Bila diare berlanjut setelah oralit habis beritahu ibu untuk memberikan cairan lain seperti dijelaskan dalam cara pertama atau kembali kepada petugas kesehatan untuk mendapat tambahan oralit.

RENCANA TERAPI B UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG


BERI LARUTAN ORALIT DALAM 3 JAM Jumlah : ORALIT = BB ( kg ) X 75 ml Bila berat badan anak tidak diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan berikan oralit sesuai tabel dibawah ini : UMUR JUMLAH ORALIT < 1 Tahun 50 100 ml 1-4 Tahun 100 200 ml > 5 Tahun 200 300 ml Dewasa 300 400 ml

AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU MEMBERIKAN ORALIT Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan Tunjukan cara memberikannya sesendok teh tiap 1 2 menit untuk anak di bawah 2 tahun, beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua Periksa dari waktu ke waktu bila ada masalah Bila anak muntah tunggu 10 menit dan kemudian teruskan pemberian oralit tetapi lebih lambat, misalnya sesendok tiap 2 3 menit Bila kelopak mata anak bengkak hentikan pemberian oralit dan air masak atau ASI beri oralit sesuai Rencana tetapi A bila pembengkakan telah hilang

SETELAH 3-4 JAM NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN BAGAN PENILAIAN KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A, B ATAU C UNTUK MELANJUTKAN TERAPI Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke rencana terapi A. Bila dehidrasi telah hilang anak biasanya kemudian mengantuk dan tidur Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang ulang Rencana terap B, tetapi tawarkan makanan susu dan sari buah seperti rencana terapi A Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat ganti dengan rencana terapi C

BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM SELESAI RENCANA TERAPI B Tunjukkan jumlah orait yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah Berikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi seperti dijelaskan dalam rencana terapi A Tunjukkan cara melarutkan oralit Jelaskan 3 cara dalam rencana terapi A untuk mengobati anak dirumah Memberikan oralit atau cairan lain hingga diare berhenti Memberi makan anak sebagaimana biasanya Membawa anak ke petugas kesehatan.

KEGIATAN-KEGIATAN YANG MEMBANTU TERAPI DIARE


1. 2. Pojok Oralit Kegiatan Pelatihan Diare

PENCEGAHAN DIARE
1. 2. Upaya Kegiatan Pencegahan Diare : Memberikan ASI Asi mempunyai khasiat preventif secara imunologik dengan adanya antibodi dan zat-zat lain yang dikandungnya. Memperbaiki makanan pendamping ASI Perkenalkan makanan lunak ketika anak berumur 4-6 bulan tetapi teruskan pemberian Asi. Tambahkan macam makanan sewaktu anak berumur 6 bulan atau lebih. Berikan makanan lebih sering (4x sehari) setelah anak berumur 1 tahun, berikan semua makanan yang dimasak dengan baik 4-6x sehari teruskan pemberian Asi bila mungkin. Tambahkan minyak, lemak dan gula kedalam nasi/bubur dan biji-bijian untuk energi. Tambahkan hasil olahan susu, telur, ikan, daging, kacangkacangan, buah-buahan dan sayuran berwarna hijau kedalam makanannya Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan menyuapi anak. Suapi anak dengan sendok yang bersih Masak atau rebus makanan dengan benar, simpan sisanya pada tempat yang dingin dan panaskan dengan benar sebelum diberikan kepada anak. Menggunakan air bersih yang cukup Yang harus diperhatikan oleh keluarga Ambil air dari sumber air yang bersih Ambil dan simpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta gunakan gayung khusus untuk mengambill air Pelihara atau jaga sumber air dari pencemaran oleh binatang dan untuk mandi anak-anak Gunakan air yang direbus Cuci semua peralatan masak dan makan dengan air yang bersih dan cukup Mencuci Tangan Mencuci tangan dengan sabun, terutama sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi makanan anak dan sebelum makan Menggunakan Jamban Yang harus diperhatikan oleh keluarga : Keluarga harus mempunyai jamban yang berfungsi baik dan dapat dipakai oleh seluruh anggota keluarga. Bersihkan jamban secara teratur Bila tidak ada jamban, jangan biarkan anak-anak pergi ke tempat buang air besar sendiri, buang air besar hendaknya jauh dari rumah, jalan setapak dan tempat anak-anak bermain serta lebih kurang 10 meter dari sumber air, hindari buang air besar tanpa alas kaki. Membuang tinja bayi yang benar Yang harus diperhatikan oleh keluarga : Kumpulkan segera tinja bayi atau anak kecil dan buang ke jamban Bantu anak-anak buang air besar di tempat yang bersih dan mudah dijangkau olehnya Bila tidak ada jamban plih tempat untuk membuang tinja anak seperti didalam lubang atau di kebun kemudian ditimbun Bersihkan dengan benar setelah buang air besar dan cuci tangan nya dengan sabun Memberikan imunisasi campak

3.

4.

5.

6.

7.

REFERENCES Depkes RI 2011. Buku Saku Petugas Kesehatan : LINTAS DIARE. CDI Module 18: Community Management of Diarrhea. JHPIEGO Corp. The John Hopkins University. A Training Program on

Community Directed Intervention (CDI) to improve Acsess to Essential Health Services.