P. 1
Pengaruh Sikap Terhadap Perilaku Kajian Meta Analisis Korelasi

Pengaruh Sikap Terhadap Perilaku Kajian Meta Analisis Korelasi

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh Pramudani De We

More info:

Published by: Pramudani De We on Dec 08, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU KAJIAN META ANALISIS KORELASI Y.

Bagus Wismanto Abstract This research tried to find out the corellation coefficient between attitude to something and the behaviour of the attitude object by quantitative metaanalysis. 31 researcher were collected and analyzed. The result showed that cross studies corellation was 0,366 with zero effect size standard deviation. It also showed that 28,57% of researches in Indonesia has given false conclusion. Keywords : attitude, behavior, meta-analysis.

PENDAHULUAN Sikap atau attitude adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi (sosial) hampir selalu menyertakan unsur sikap baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya. Banyak kajian dilakukan untuk merumuskan pengertian sikap, prose terbentuknya sikap, maupun proses perubahannya. Banyak pula penelitian telah dilakukan terhadap sikap untuk mengetahui efek dan perannya baik sebagai variabel bebas maupun sikap sebagai variabel tergantung. Terdapat beberapa teori tentang sikap (Mann, 1969; Secord and Backman, 1964) antara lain adalah teori keseimbangan (balance theory) oleh Heyder; terori kesesuaian (congruity priciple) dari Tannenbaum; terori disonansi kognitif (cognitive dissonance) yang dikemukakan oleh Festinger maupun teori afektif-kognitif dari Rossenberg, serta beberapa teori lain. Di samping teori-teori tersebut di atas, kemudian dikembangkanlah theory of reasoned action yang relatif baru yang dikemukakan oleh Ajzen dan Fishbein (1980). Teori ini lebih menekankan pada proses kognitif serta menganggap bahwa manusia adalah makhluk dengan daya nalar dalam memutuskan perilaku apa yang akan diambilnya, yang secara sistematis memanfaatkan informasi yang tersedia di sekitarnya. Banyak penelitian telah dilakukan yang berusaha mengkaitkan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku obyek sikap itu sendiri. Salah satu contoh adalah penelitian yang dilakukan oleh Martin dan Salovey (1996) yang meneliti sikap terhadap kematian yang dikaitkan dengan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan dan menemukan hasil bahwa korelasi antara sikap terhadap kematian dengan latihan fisik (olah raga) sebesar 0,412; sikap dengan perilaku minum alkohol berkorelasi sebesar 0,361 serta sikap dengan perilaku mengendarai mobil setelah minum alkohol berkorelasi sebesar 0,346. Dari penelitian tersebut kemudian dikumpulkanlah penelitian-penelitian yang lain, yang meneliti keterkaitan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku, dan terkumpulah 31 hasil penelitian. Koefisien korelasi yang diperoleh dari ke 31 penelitian tersebut sangat bervariasi, koefisien korelasi yang terendah adalah 0,084 dan koefisien korelasi yang tertinggi adalah 0,96 (Lihat tabel I). Data tersebut di atas dikumpulkan dari jurnal luar negeri (nomor 1 sampai dengan 17), intisari skripsi hasil penelitian mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (nomor 18 sampai dengan 24) maupun skripsi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata (nomor 25 sampai dengan 31). Dari hasil tersbut di atas tampaklah bahwa variabel sikap berkorelasi dengan perilakunya secara tidak konsisten dan memiliki koefisien korelasi yang berbeda-beda, ada hasil yang korelasinya signifikan namun ada pula yang tidak signifikan meskipun kesemuanya berkorelasi secara positif. Berkaitan dengan hal ini maka muncullah pertanyaan :

Tabel I Hasil –hasil penelitian yang menghubungkan antara Sikap dan Perilaku No.94 0. et al.52 rxy = 0.521 ** rxy = 0. et al.76 0.77 0. et al. maka akan dilakukan . et al.16 ** rxy = 0.26 ** rxy = 0.14 * rxy = 0. et al.94 0.71 0.88 Koefisien Korelasi rxy = 0.605 ** rxy = 0.361 ** rxy = 0. et al. et al.36 ** rxy = 0.91 0. Terry.22 * rxy = 0. Stacy.79 0. Wilson.38 ** rxy = 0. et al.51 ** rxy = 0.96 ** rxy = 0.92 0.87 0. 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Peneliti Ajzen & Madden Larsen & Collins Richard. Stacy. 2. et al. Stacy. Rahmah Werdiastuti Setianingsih Kristiadi Ardiantari Soerjaningati Surjaningtyas Widiyastuti Sasongkowati Yuniati Noorfaizal Kartina Purnama Hobiyanto N 169 239 822 1000 102 302 100 100 100 198 241 356 175 199 706 92 92 78 60 200 52 120 160 72 70 122 59 90 152 85 135 Reliabilitas Alat Ukur Sikap (rxx) 0.1.93 0.90 0. et al.39 ** rxy = 0.88 0.84 0.551 ** rxy = 0.24 ** rxy = 0. Stacy. atau seberapa besar varians perilaku dapat diterangkan dari variabel sikap.63 0.92 0.89 0.88 0.79 0.56 ** rxy = 0.88 0.76 0. Terry. Martin & Salovey Martin & Salovey Martin & Salovey Bryan. 25 ** rxy = 0.84 0. Jostein Terry.161 rxy = 1.32 ** rxy = 0.91 0.120 rxy = 0.55 ** rxy = 0.084 Keterangan : * = Signifikan 5% ** = Signifikan 1% METODE Penelitian ini memanfaatkan data yang telah tersedia sebagai hasil dari penelitianpenelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak.79 0.321 ** rxy = 0.78 rxy = 0.471 ** rxy = 0.280 * rxy = 0.79 0.78 0.80 0. Adakah perbedaan hasil penelitian yang dilakukan di Luar Negeri dengan yang dilakukan di Indonesia.76 0.392 ** rxy = 0.346 ** rxy = 0. Seberapa besar sebenarnya koefisien korelasi antara sikap dengan perilaku. et al.101 rxy = 0.27 ** rxy = 0.86 0.83 0.412 ** rxy = 0. Dari data-data tersebut. Stacy.95 0.

943 0. antara lain teknik Rosenthal dan Rubin.927 0.27 ** rxy = 0.794 0. Analisis Pertama Analisis yang pertama adalah analisis terhadap hasil penelitian secara keseluruhan. HASIL A. maupun teknik Hedges dan Olkin. Proses dalam penelitian meliputi dua tahap.889 N 169 239 822 1000 102 302 100 100 100 198 241 356 175 199 706 Koefisien Korelasi (ro) rxy = 0.36 ** rxy = 0. Membandingkan hasl penelitian luar negeri dengan dalam negeri dengan teknik chi square.911 0. karena seharusnya 95% hasil penelitian menunjukkan kesimpulan adanya hubungan antara sikap dengan perilaku.14 * rxy = 0.51 ** rxy = 0. maupun man made error (artifact) yang lain.56 ** rxy = 0.969 0.916 0.346 ** rxy = 0.872 0. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis. seperti yang tampak pada tabel II. Dari hasil analisis yang pertama ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 12.938 0.32 ** rxy = 0. oleh karena itu dalam analisis kedua informasi reliabilitas variabel bebas adalah penting.361 ** rxy = 0.55 ** . Dari hasil penelitian keseluruhan tampaklah bahwa empat (4) hasil penelitian diantara 31 hasil keseluruhan menunjukkan hasil yang tidak signifikan.412 ** rxy = 0.9% hasil penelitian yang dikumpulkan memberikan kesimpulan yang menyesatkan.22 * rxy = 0. B. dengan cara mengestimasi koefisien korelasi populasi berdasar 31 hasil penelitian yang telah dikumpulkan. Tabel II Tabel Kerja No. karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size.9% (4 diantara 31) hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku. Analisis Kedua Penelitian-penelitian yang dikumpulkan adalah penelitian yang mempergunakan perilaku sebagai variabel tergantungnya.843 0.39 ** rxy = 0.24 ** rxy = 0. 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 A (✔rxy) 0. Tahap-tahap yang dilalui adalah : menghitung sampling error variance.872 0. namun dalam penelitian ini akan dipergunakan teknik Hunter dan Schimidt (1990) dengan pertimbangan bahwa teknik ini dianggap oleh peneliti sebagai teknik yang paling lengkap.872 0.16 ** rxy = 0.suatu meta analisis atau biasa dipahami sebagai analisis terhadap hasil-hasil analisis yang telah ada.889 0. maka berarti 12.916 0. 2. yaitu: 1. Proses untuk menemukan koefisien korelasi yang sebenarnya antara sikap dan perilaku. mengestimasi varians dari populasi korelasi sebagai modal untuk menemukan varians dari korelasi yang sesungguhnya setelah memperhitungkan varians artifact. 25 ** rxy = 0. teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement.877 0.

883 0.280 * rxy = 0.16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Average SD 0.5792 dan hasil perhitungannya dinyatakan signifikan (Hadi.889 0.938 0.933 0.938 0. Oleh karena hanya terdapat satu attenuation factor. adalah V = (0.894 0.38 ** rxy = 0. 1990.0425)2 / 0. h.161 rxy = 1.915 0.969 0.96 ** rxy = 0.0425 92 92 78 60 200 52 120 160 72 70 122 59 90 152 85 135 208 226.959 0.176) yang hanya berdasar variabel sikap saja.975 0.374 0.00005427.954 0.487 rxy = 0. yaitu hasil penelitian luar negeri dan hasil penelitian dalam negeri.120 rxy = 0.551 ** rxy = 0.471 ** rxy = 0. 1977.4087.521 ** rxy = 0.361). Maka dari analisis tersebut di atas korelasi yang sesungguhnya (rata-rata korelasi dengan pembobotan) antara sikap dengan perilaku sebesar 0.392 ** rxy = 0. dan hasilnya adalah : Tabel III Chi Square antara luar negeri dan dalam negeri Hasil Penelitian Signifikan Non Signifikan Jumlah Luar Negeri f0 17 0 17 fh 14.321 ** rxy = 0.26 ** rxy = 0. Analisis Ketiga Analisis yang ketiga merupakan tindak lanjut dari analisis yang pertama. sehingga ρ = average r0/ = 0. Dengan demikian dapat disimpulkan ada perbedaan hasil penelitian antara luar negeri dengan dalam .806 2. Maka sum square coefficient of variation (Hunter & Schmidt.000 Dalam Negeri f0 10 4 14 fh 12.949 0.894 0.915. Oleh karena itu dua kelompok ini dapat dianalisis menggunakan chi square. 2 .889 0. Maka dengan demikian = 0. Dalam penelitian ini = T/K = 6448/31 = 208.00197. Var (ρ) = [Var (ρ0) – ρ2 .194 1.964 0. sehingga variance in true correlation. V] = 0.806 14. sehingga variance arrtifact variation = ρ2. h.605 ** rxy = 0.52 rxy = 0.194 17.954 0.199 Analisis selanjutnya adalah memperhitungkan atenuasi sebagai akibat reliabilitas variabel bebas (variabel sikap). V = 0.366 karena SD effect size-nya = 0 C.959 0.000 Jumlah 27 4 31 λ02 = 5.101 rxy = 0. Dari tabel I tersebut di muka dapat dibagi ke dalam dua kelompok hasil penelitian. maka mean compound artifact attenuation factor = average attenuation factor dari variabel bebas saja.78 rxy = 0.084 0.915 = 0. 2 .

maka koreksi campuran variabel bebas dan variabel tergantung terhadap koefisien korelasinya hanya satu sisi saja (berasal dari satu variabel saja). Oleh karena penelitian dalam negeri menunjukkan hasil yang lebih bervariasi/ tidak konsisten. D. C. Oleh karena itu . Penelitian luar negeri lebih konsisten daripada penelitian dalam negeri. Penelitian dalam negeri menunjukkan hasil sebagian signifikan dan sebagian lagi adalah tidak signifikan. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan rata-rata koefisien korelasi antara rata-rata koefisien korelasi yang memperhitungkan bobot jumlah subyek dengan rata-rata koefisien korelasi tanpa pembobotan. DISKUSI DAN KESIMPULAN A. 1977. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa korelasi antara sikap dengan perilaku sebesar 0. Hasil chi square menunjukkan adanya perbedaan konsistensi antara penelitian luar negeri dengan penelitian dalam negeri.366. Sedangkan hasil penelitian dalam negeri menunjukkan bahwa empat (4) diantara 14 penelitian yang dikumpulkan menunjukkan hasil yang tidak signifikan.39% dapat dijelaskan dari sikap dari orang yang berperilaku tersebut. B. maka diusahakan diperbandingkan hasil penelitian yang dilakukan antara mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada dengan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Jumlah subyek penelitian terendah adalah 52 sedangkan jumlah subyek terbesar adalah 1000 orang. Fishbein & Middlestadt. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variansi perilaku 13. Hasil ini relatif kecil. Hasil korelasi kemungkinan akan lebih besar jika penelitian dilakukan dengan mempergunakan variabel sikap dan kehendak/niat untuk berperilaku tertentu ataupun antara variabel kehendak/niat dengan perilaku. h. dimana penelitian dalam negeri lebih bervariasi daripada penelitian luar negeri.361).4 dan hasilnya dinyatakan tidak signifikan (Hadi. Maka dengan demikian tidak ada perbedaan frekuensi hasil penelitian yang signifikan maupun tidak signifikan antara penelitian yang dilakukan di Yogyakarta (Universitas Gajah Mada) dengan yang dilakukan di Semarang (Universitas Katolik Soegijapranata). Akibat dari tidak tersedianya data tersebut. 1989). Tabel IV Chi Square antara UGM dan Unika Soegijapranata Hasil Penelitian Signifikan Non Signifikan Jumlah f0 6 1 7 UGM fh 5 2 7 Unika Soegijapranata f0 4 3 7 fh 5 2 7 Jumlah 10 4 14 λ02 = 1. hal ini kemungkinan disebabkan bahwa antara sikap dan perilaku tidak berhubungan secara langsung. Hasil penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini kesemuanya tidak menyajikan koefisien reliabilitas pada variabel tergantung.negeri. Konsekuensi dari analisis satu sisi adalah koefisien koreasi yang dikoreksi sebenarnya masih tercemar oleh attenuation factor variabel tergantung. Penelitian yang dikumpulkan mempunyai variasi jumlah subyek/ responden yang sangat besar. akan tetapi masih terdapat variabel antara yaitu kehendak atau niat (Ajzen & Fishbein. 1980. Dari tabel I dapat dicermati bahwa hasil penelitian luar negeri yang dikumpulkan dari berbagai jurnal kesemuanya menunjukkan hasil yang signifikan atau sangat signifikan.

Penelitian luar negeri memberikan hasil yang lebih akurat daripada penelitian mahasiswa di Indonesia. I. h.J... Statistik.39 varians perilaku dapat dijelaskan dari varians sikap. and West. S. Ardiantari. 165-174. Englewood Cliff. Ajzen. Aiken. Statistical Methods for Meta-Analysis. Dari hasil analisis.D. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. 1989. Skripsi. 1992. M. 7. 1977. Haryani.57% penelitian mahasiswa memberikan hasil yang menyesatkan.366.. 371-382... I. . T. (Series Primary Prevention of Psychopathology vol. S. Primary Prevention of AIDS: Psychological Approaches. 15.G.. London: Academis Press Inc. 453 – 474. 1992. Hasil tersebut di atas sebenarnya dapat dimaklumi karena seluruh hasil penelitian dalam negeri dikumpulkan berdasar penelitian mahasiswa yang diujudkan dalam sebuat skripsi. K.. T. Semarang. XIII) London: Sage Publications. (Eds).B. Using Theory of Reasoned Action as a Framework for Understanding and changing AIDS. S. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa terjadi perbedaan kapabilitas penelitian antara kedua kelompok.57% (4 dari 14) hasil penelitian di Indoensia memberikan hasil yang menyesatkan. No. Tidak diterbitkan. Vol. & Olkin. 5.dapat dikatakan bahwa 28. Intisari Skripsi. A. In : Mays. M.M. Intentions and Perceived Behavior Control. Psychology and Health. V.. Hedges. & Middlestadt.V. maka dapat disimpulkan : A. Jilid II. Predicting og Goal-Directed Behavior: Attitude. Tidak diterbitkan. L. Eating and Exercise Behavors and Attitudes of Southwestern Anglos and Hispanic. M. 1996. B. Oleh karena itu pernyataan disampaikan adalah 28. Journal of Experimental Social Psychology. E.. Vol..S. Albee. & Madden. DAFTAR PUSTAKA Ajzen. h. Vol. & Fishbein. 1980.. Hubungan antara Sifat Pemantauan Diri dengan Pola Perilaku Konsumtif pada Remaja yang Bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di beberapa Komplek Perumahan di Yogyakarta. and Koehler. S..Related Behaviors.M. Harris. I.. 1985. 22.. Increasing Condom Use: Evaluation of TheoryBased Intervention to prevent Sexually Transmitted Diseases in Young Woman. Sikap Kepemimpinan ditinjau dari Perilaku Asertif dan Jenis Kelamin pada Organisasi Muda Mudi Katolik Gereja Mater Dei.. Health Psychology. Koefisien korelasi antara sikap dan perilaku adalah 0. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. & Schneider.F.W. Bryan. 1995. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. 1986. New York: Prectice Hall. oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa 13. L. Understanding Attitude and Predicting Social Behavior. G. Fishbein.E. Hadi.

1969. Journal of Health Psychology. Y. 1992. Vol. Tidak diterbitkan. Tidak diterbitkan. Aspirasi Berprestasi ditinjau dari Sikap Kompetitif pada remaja Akhir.S. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Martin.. Karanganyar. Methods of Meta-Analysis: Correcting Error and Bias in Reseach Findings. Anticipated Affective Reactions and Prevention Of AIDS.. Sikap Keterbukaan Siswa dalam Pergaulan dengan Interaksi Sosial Siswa di Sekolah. The UCLA Multidimensional Condom Attitude Scale: Documenting The Complex Determinats of Condom Use in College Students. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. E.E. Tidak diterbitkan. Inc. Skripsi. Tidak diterbitkan. Richard. Kartina. British Journal of Social Psychology. L. Ltd. C.. Skripsi. Journal of Health & Social Behavior. Vol. B. 130144. 1(4). Hubungan antara Sikap terhadap Kesehatan dengan Perilaku Merokok di Kecamatan Semarang Tengah. Tidak diterbitkan. Skripsi.. Hubungan Sikap terhadap Belajar dengan Prestasi Belajar Sisiwa Klas II di SMA Don Bosco Semarang. Intisari Skripsi.Z. 1991.H.E. Sydney: John Wiley & Sons Australia PTY. & Salovey. P. I... 1994. 1992. Rahmah.V. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.H. Studi Hubungan antara Prestasi Belajar dengan Sikap Penerimaan Diri pada Siswa Kelas III SMA Negeri 14 di Kodia Semarang.. F. Social Psychology. Hunter.N. 34. & Shcmidt.. L. Kristiadi. h. Prediction and Change of Condom Behavior in Norwegian Adolescent : Using The Theory of Reasoned Action. N. Studi Hububungan antara Sikap Peduli Lingkungan dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswi Universitas Gajah Mada. London: Sage Publications. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. I. 1995. Vol.N. 441-453. Vol. Purnama. 1993. J. Sasongkowati. Tidak diterbitkan. der Pligt. Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Intisari Skripsi.. Larsen.. 9-21. A. and de Vries. Mann.D.. Skripsi. S. Tidak diterbitkan.Hobiyanto. Health Psychology.. S.. and Collins. 1990. J. Riwiwidyastuti. Skripsi.Surakarta. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. 1991.M. R. 1996. Noorfaizal. Semarang. 1994. A. Skripsi. Hubungan antara Tingkat Maskulinitas dengan Sikap Emansipasi pada Mhasiswa AKABA 17. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. 1994. Jostein. 1998. . Kusumahadi Santoso. Death Attitudes and Self Reported Health Relevant Behaviors. M. 13. 224-237. 1998.Z. 32. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.L.

Binge Eating. 1997.. Galligan.J.C. Norm and Control Beliefs. Tidak diterbitkan. Kristiadi. 1994. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Social Psychology. Bart.. 1993. S. h. & Backman. A. C. Terry. Psychology and Health. 1999. Wilson. Kusumahadi Santoso. Attitude. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Setianingsih.W. J. The Role of Intentions. A. 7. Stacy.F. 8.. Health Psychology. Attitudes. Yogyakarta. Yuniati. 1996. S. 1998. J. Vol. The Relationship Between Knowledge. Intisari Skripsi. P. 1994. Psychology and Health. Zenda. Intention. Karanganyar.B. Alcohol Use.. Karanganyar. and Flay. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Hubungan antara Sikap Pelajar terhadap Mata Pelajaran IPS dengan Prestasi belajar pada Pelajar Klas II IPS SMA Negeri Tirtonirmolo. Tidak diterbitkan. A. Kristiadi. Skripsi.. 355-368. 73-85. C. Vol. New York: Mc. Werdiastuti. Y... 99-114. Factors Predicting Zimbabwean Students Intentions to Use Condoms... The Prediction of Safe Sex Behavior. Tidak diterbitkan. R.F. 1982. 1998. Tidak diterbitkan. Hubungan antara Minat Membaca Rubrik Seks dengan Perilaku Seks Remaja di SMA “B”.. T. Lavelle. B.Surakarta.. Attitudes and Health Behavior in Diverse Population: Drunk Driving. P. R.. Intisari Skripsi. P.. Soejiapranata Catolic University.M. and Vincent. Mc. D. 1992. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT... Tidak diterbitkan. Graw Hill Book Company.. D.Surakarta. Marijuana Use and Cigarette Use. Surjaningtyas. A. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Master. Wismanto. Linda D.Secord.. 1. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada..W.. Skripsi. 13 No. . Vol. Kusumahadi Santoso. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. h. Tidak diterbitkan. Intisari Skripsi. Hubungan antara Sikap terhadap Pelatihan dengan Produktivitas Kerja Saleman PT. Hubungan antara Sikap Permisif Ibu dalam Menonton Televisi dengan Prestasi belajar Anak. Self Efficacy and Risk Behavior.B. Intisari Skripsi. 1964. Kenvin Garment Semarang. Research Report. Bentler.R.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->