PENGARUH SIKAP TERHADAP PERILAKU KAJIAN META ANALISIS KORELASI Y.

Bagus Wismanto Abstract This research tried to find out the corellation coefficient between attitude to something and the behaviour of the attitude object by quantitative metaanalysis. 31 researcher were collected and analyzed. The result showed that cross studies corellation was 0,366 with zero effect size standard deviation. It also showed that 28,57% of researches in Indonesia has given false conclusion. Keywords : attitude, behavior, meta-analysis.

PENDAHULUAN Sikap atau attitude adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi (sosial) hampir selalu menyertakan unsur sikap baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya. Banyak kajian dilakukan untuk merumuskan pengertian sikap, prose terbentuknya sikap, maupun proses perubahannya. Banyak pula penelitian telah dilakukan terhadap sikap untuk mengetahui efek dan perannya baik sebagai variabel bebas maupun sikap sebagai variabel tergantung. Terdapat beberapa teori tentang sikap (Mann, 1969; Secord and Backman, 1964) antara lain adalah teori keseimbangan (balance theory) oleh Heyder; terori kesesuaian (congruity priciple) dari Tannenbaum; terori disonansi kognitif (cognitive dissonance) yang dikemukakan oleh Festinger maupun teori afektif-kognitif dari Rossenberg, serta beberapa teori lain. Di samping teori-teori tersebut di atas, kemudian dikembangkanlah theory of reasoned action yang relatif baru yang dikemukakan oleh Ajzen dan Fishbein (1980). Teori ini lebih menekankan pada proses kognitif serta menganggap bahwa manusia adalah makhluk dengan daya nalar dalam memutuskan perilaku apa yang akan diambilnya, yang secara sistematis memanfaatkan informasi yang tersedia di sekitarnya. Banyak penelitian telah dilakukan yang berusaha mengkaitkan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku obyek sikap itu sendiri. Salah satu contoh adalah penelitian yang dilakukan oleh Martin dan Salovey (1996) yang meneliti sikap terhadap kematian yang dikaitkan dengan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan dan menemukan hasil bahwa korelasi antara sikap terhadap kematian dengan latihan fisik (olah raga) sebesar 0,412; sikap dengan perilaku minum alkohol berkorelasi sebesar 0,361 serta sikap dengan perilaku mengendarai mobil setelah minum alkohol berkorelasi sebesar 0,346. Dari penelitian tersebut kemudian dikumpulkanlah penelitian-penelitian yang lain, yang meneliti keterkaitan antara sikap terhadap sesuatu dengan perilaku, dan terkumpulah 31 hasil penelitian. Koefisien korelasi yang diperoleh dari ke 31 penelitian tersebut sangat bervariasi, koefisien korelasi yang terendah adalah 0,084 dan koefisien korelasi yang tertinggi adalah 0,96 (Lihat tabel I). Data tersebut di atas dikumpulkan dari jurnal luar negeri (nomor 1 sampai dengan 17), intisari skripsi hasil penelitian mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (nomor 18 sampai dengan 24) maupun skripsi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata (nomor 25 sampai dengan 31). Dari hasil tersbut di atas tampaklah bahwa variabel sikap berkorelasi dengan perilakunya secara tidak konsisten dan memiliki koefisien korelasi yang berbeda-beda, ada hasil yang korelasinya signifikan namun ada pula yang tidak signifikan meskipun kesemuanya berkorelasi secara positif. Berkaitan dengan hal ini maka muncullah pertanyaan :

maka akan dilakukan .76 0. Seberapa besar sebenarnya koefisien korelasi antara sikap dengan perilaku. Dari data-data tersebut.77 0.79 0. Jostein Terry. et al.346 ** rxy = 0.521 ** rxy = 0. Terry.79 0.56 ** rxy = 0.280 * rxy = 0. Stacy.88 0.95 0.084 Keterangan : * = Signifikan 5% ** = Signifikan 1% METODE Penelitian ini memanfaatkan data yang telah tersedia sebagai hasil dari penelitianpenelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak. et al. Stacy.39 ** rxy = 0.83 0.551 ** rxy = 0.90 0.92 0.79 0. 2. Terry.76 0.63 0.161 rxy = 1. et al.96 ** rxy = 0.76 0.22 * rxy = 0.36 ** rxy = 0.91 0.87 0.84 0. Wilson.80 0.88 0. 25 ** rxy = 0. et al. Adakah perbedaan hasil penelitian yang dilakukan di Luar Negeri dengan yang dilakukan di Indonesia.27 ** rxy = 0.89 0.94 0. Tabel I Hasil –hasil penelitian yang menghubungkan antara Sikap dan Perilaku No.71 0.88 Koefisien Korelasi rxy = 0.94 0.86 0.78 0. Martin & Salovey Martin & Salovey Martin & Salovey Bryan. Stacy. Stacy. et al.16 ** rxy = 0.605 ** rxy = 0.55 ** rxy = 0. 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Peneliti Ajzen & Madden Larsen & Collins Richard.101 rxy = 0. Stacy. et al.88 0. et al. atau seberapa besar varians perilaku dapat diterangkan dari variabel sikap.38 ** rxy = 0.26 ** rxy = 0. et al.52 rxy = 0.93 0.24 ** rxy = 0.32 ** rxy = 0.91 0.14 * rxy = 0.51 ** rxy = 0.321 ** rxy = 0.471 ** rxy = 0. et al. et al. et al.79 0.392 ** rxy = 0.120 rxy = 0.361 ** rxy = 0.92 0.412 ** rxy = 0. Rahmah Werdiastuti Setianingsih Kristiadi Ardiantari Soerjaningati Surjaningtyas Widiyastuti Sasongkowati Yuniati Noorfaizal Kartina Purnama Hobiyanto N 169 239 822 1000 102 302 100 100 100 198 241 356 175 199 706 92 92 78 60 200 52 120 160 72 70 122 59 90 152 85 135 Reliabilitas Alat Ukur Sikap (rxx) 0.78 rxy = 0.84 0.1.

Dari hasil analisis yang pertama ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 12.36 ** rxy = 0. maupun teknik Hedges dan Olkin.346 ** rxy = 0. teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement.943 0. 2.9% (4 diantara 31) hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara sikap dan perilaku. HASIL A. Tabel II Tabel Kerja No. maka berarti 12.916 0.32 ** rxy = 0.889 0.361 ** rxy = 0. mengestimasi varians dari populasi korelasi sebagai modal untuk menemukan varians dari korelasi yang sesungguhnya setelah memperhitungkan varians artifact. 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 A (✔rxy) 0. namun dalam penelitian ini akan dipergunakan teknik Hunter dan Schimidt (1990) dengan pertimbangan bahwa teknik ini dianggap oleh peneliti sebagai teknik yang paling lengkap. antara lain teknik Rosenthal dan Rubin.794 0.911 0. 25 ** rxy = 0.938 0. seperti yang tampak pada tabel II.872 0. Dari hasil penelitian keseluruhan tampaklah bahwa empat (4) hasil penelitian diantara 31 hasil keseluruhan menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Analisis Kedua Penelitian-penelitian yang dikumpulkan adalah penelitian yang mempergunakan perilaku sebagai variabel tergantungnya.24 ** rxy = 0.51 ** rxy = 0.27 ** rxy = 0. karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size.916 0.872 0.969 0. Membandingkan hasl penelitian luar negeri dengan dalam negeri dengan teknik chi square. Analisis Pertama Analisis yang pertama adalah analisis terhadap hasil penelitian secara keseluruhan. Proses dalam penelitian meliputi dua tahap. dengan cara mengestimasi koefisien korelasi populasi berdasar 31 hasil penelitian yang telah dikumpulkan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis.412 ** rxy = 0.22 * rxy = 0.suatu meta analisis atau biasa dipahami sebagai analisis terhadap hasil-hasil analisis yang telah ada. karena seharusnya 95% hasil penelitian menunjukkan kesimpulan adanya hubungan antara sikap dengan perilaku.39 ** rxy = 0. maupun man made error (artifact) yang lain.843 0.14 * rxy = 0. yaitu: 1.889 N 169 239 822 1000 102 302 100 100 100 198 241 356 175 199 706 Koefisien Korelasi (ro) rxy = 0. B.56 ** rxy = 0.877 0. Proses untuk menemukan koefisien korelasi yang sebenarnya antara sikap dan perilaku.872 0.9% hasil penelitian yang dikumpulkan memberikan kesimpulan yang menyesatkan. oleh karena itu dalam analisis kedua informasi reliabilitas variabel bebas adalah penting.16 ** rxy = 0.927 0.55 ** . Tahap-tahap yang dilalui adalah : menghitung sampling error variance.

5792 dan hasil perhitungannya dinyatakan signifikan (Hadi. dan hasilnya adalah : Tabel III Chi Square antara luar negeri dan dalam negeri Hasil Penelitian Signifikan Non Signifikan Jumlah Luar Negeri f0 17 0 17 fh 14.521 ** rxy = 0.392 ** rxy = 0. Analisis Ketiga Analisis yang ketiga merupakan tindak lanjut dari analisis yang pertama.938 0. V] = 0.00197.000 Jumlah 27 4 31 λ02 = 5. sehingga ρ = average r0/ = 0. adalah V = (0.161 rxy = 1.883 0. Maka dengan demikian = 0.00005427. yaitu hasil penelitian luar negeri dan hasil penelitian dalam negeri.605 ** rxy = 0.0425 92 92 78 60 200 52 120 160 72 70 122 59 90 152 85 135 208 226.52 rxy = 0. sehingga variance in true correlation.120 rxy = 0.938 0. Maka dari analisis tersebut di atas korelasi yang sesungguhnya (rata-rata korelasi dengan pembobotan) antara sikap dengan perilaku sebesar 0.954 0. Oleh karena itu dua kelompok ini dapat dianalisis menggunakan chi square. Oleh karena hanya terdapat satu attenuation factor. Dari tabel I tersebut di muka dapat dibagi ke dalam dua kelompok hasil penelitian.101 rxy = 0. 1990.374 0.915 0.933 0. maka mean compound artifact attenuation factor = average attenuation factor dari variabel bebas saja.38 ** rxy = 0.894 0.806 2.915.26 ** rxy = 0.084 0.959 0.321 ** rxy = 0.975 0. 2 . V = 0.000 Dalam Negeri f0 10 4 14 fh 12.551 ** rxy = 0. h.199 Analisis selanjutnya adalah memperhitungkan atenuasi sebagai akibat reliabilitas variabel bebas (variabel sikap). Var (ρ) = [Var (ρ0) – ρ2 .194 17.78 rxy = 0.954 0.16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Average SD 0.806 14.949 0.280 * rxy = 0. Dalam penelitian ini = T/K = 6448/31 = 208.4087.889 0.969 0.487 rxy = 0.0425)2 / 0.194 1.96 ** rxy = 0.959 0.889 0.915 = 0.894 0. 1977. Maka sum square coefficient of variation (Hunter & Schmidt. h.176) yang hanya berdasar variabel sikap saja.361). Dengan demikian dapat disimpulkan ada perbedaan hasil penelitian antara luar negeri dengan dalam . sehingga variance arrtifact variation = ρ2. 2 .964 0.366 karena SD effect size-nya = 0 C.471 ** rxy = 0.

negeri. Akibat dari tidak tersedianya data tersebut. D. Jumlah subyek penelitian terendah adalah 52 sedangkan jumlah subyek terbesar adalah 1000 orang. maka koreksi campuran variabel bebas dan variabel tergantung terhadap koefisien korelasinya hanya satu sisi saja (berasal dari satu variabel saja). Hasil penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini kesemuanya tidak menyajikan koefisien reliabilitas pada variabel tergantung. Hasil ini relatif kecil. hal ini kemungkinan disebabkan bahwa antara sikap dan perilaku tidak berhubungan secara langsung. C. Dari tabel I dapat dicermati bahwa hasil penelitian luar negeri yang dikumpulkan dari berbagai jurnal kesemuanya menunjukkan hasil yang signifikan atau sangat signifikan. akan tetapi masih terdapat variabel antara yaitu kehendak atau niat (Ajzen & Fishbein.361). Hasil chi square menunjukkan adanya perbedaan konsistensi antara penelitian luar negeri dengan penelitian dalam negeri. Sedangkan hasil penelitian dalam negeri menunjukkan bahwa empat (4) diantara 14 penelitian yang dikumpulkan menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Oleh karena itu . Maka dengan demikian tidak ada perbedaan frekuensi hasil penelitian yang signifikan maupun tidak signifikan antara penelitian yang dilakukan di Yogyakarta (Universitas Gajah Mada) dengan yang dilakukan di Semarang (Universitas Katolik Soegijapranata). B. Fishbein & Middlestadt. 1989).4 dan hasilnya dinyatakan tidak signifikan (Hadi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa korelasi antara sikap dengan perilaku sebesar 0. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variansi perilaku 13. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan rata-rata koefisien korelasi antara rata-rata koefisien korelasi yang memperhitungkan bobot jumlah subyek dengan rata-rata koefisien korelasi tanpa pembobotan. 1977. Oleh karena penelitian dalam negeri menunjukkan hasil yang lebih bervariasi/ tidak konsisten. h. Penelitian luar negeri lebih konsisten daripada penelitian dalam negeri. Penelitian yang dikumpulkan mempunyai variasi jumlah subyek/ responden yang sangat besar. maka diusahakan diperbandingkan hasil penelitian yang dilakukan antara mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada dengan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.39% dapat dijelaskan dari sikap dari orang yang berperilaku tersebut. 1980. Penelitian dalam negeri menunjukkan hasil sebagian signifikan dan sebagian lagi adalah tidak signifikan.366. Konsekuensi dari analisis satu sisi adalah koefisien koreasi yang dikoreksi sebenarnya masih tercemar oleh attenuation factor variabel tergantung. Tabel IV Chi Square antara UGM dan Unika Soegijapranata Hasil Penelitian Signifikan Non Signifikan Jumlah f0 6 1 7 UGM fh 5 2 7 Unika Soegijapranata f0 4 3 7 fh 5 2 7 Jumlah 10 4 14 λ02 = 1. dimana penelitian dalam negeri lebih bervariasi daripada penelitian luar negeri. DISKUSI DAN KESIMPULAN A. Hasil korelasi kemungkinan akan lebih besar jika penelitian dilakukan dengan mempergunakan variabel sikap dan kehendak/niat untuk berperilaku tertentu ataupun antara variabel kehendak/niat dengan perilaku.

. Journal of Experimental Social Psychology. Ardiantari. Hasil tersebut di atas sebenarnya dapat dimaklumi karena seluruh hasil penelitian dalam negeri dikumpulkan berdasar penelitian mahasiswa yang diujudkan dalam sebuat skripsi.. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. I. 7. T. No. 1992. Sikap Kepemimpinan ditinjau dari Perilaku Asertif dan Jenis Kelamin pada Organisasi Muda Mudi Katolik Gereja Mater Dei.39 varians perilaku dapat dijelaskan dari varians sikap.M.. 1995. oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa 13. Predicting og Goal-Directed Behavior: Attitude. 5. Dari hasil analisis. Englewood Cliff. Hadi. A.G. Intentions and Perceived Behavior Control. 1980. maka dapat disimpulkan : A. Eating and Exercise Behavors and Attitudes of Southwestern Anglos and Hispanic.M. L. Oleh karena itu pernyataan disampaikan adalah 28. Tidak diterbitkan. Primary Prevention of AIDS: Psychological Approaches. h.. Jilid II. M. (Series Primary Prevention of Psychopathology vol. Koefisien korelasi antara sikap dan perilaku adalah 0. Aiken. . DAFTAR PUSTAKA Ajzen. V. L. 1989. Albee. Statistical Methods for Meta-Analysis. 15. Haryani. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Vol. G. Tidak diterbitkan.B.J.57% penelitian mahasiswa memberikan hasil yang menyesatkan. B. 1996.. Statistik. and West. 1977. (Eds). Fishbein. T. Psychology and Health. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa terjadi perbedaan kapabilitas penelitian antara kedua kelompok.S.. I. S. Bryan.Related Behaviors. M.57% (4 dari 14) hasil penelitian di Indoensia memberikan hasil yang menyesatkan. Vol. S. Skripsi.. Hubungan antara Sifat Pemantauan Diri dengan Pola Perilaku Konsumtif pada Remaja yang Bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di beberapa Komplek Perumahan di Yogyakarta. S.. K. & Olkin. I.. Understanding Attitude and Predicting Social Behavior. London: Academis Press Inc.. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Semarang.. Penelitian luar negeri memberikan hasil yang lebih akurat daripada penelitian mahasiswa di Indonesia. S.. Ajzen. 165-174. In : Mays.dapat dikatakan bahwa 28. Increasing Condom Use: Evaluation of TheoryBased Intervention to prevent Sexually Transmitted Diseases in Young Woman. & Schneider. Vol. & Madden. 1992. 371-382.V.366. & Fishbein. Health Psychology. 453 – 474.. 1986. Hedges. Harris. Using Theory of Reasoned Action as a Framework for Understanding and changing AIDS.E.D. h. & Middlestadt.. XIII) London: Sage Publications.W. New York: Prectice Hall. M. and Koehler. E.F. Intisari Skripsi. 22.. 1985.

. Noorfaizal. 9-21. Richard.. I. 1998. B. 1996. Vol. Health Psychology.. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Tidak diterbitkan. L. Skripsi. A. Social Psychology. Death Attitudes and Self Reported Health Relevant Behaviors. Kusumahadi Santoso. Vol. Tidak diterbitkan.Hobiyanto. Sasongkowati. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Skripsi. Tidak diterbitkan. Skripsi.H. Hubungan Sikap terhadap Belajar dengan Prestasi Belajar Sisiwa Klas II di SMA Don Bosco Semarang. 1994.. Ltd. British Journal of Social Psychology.Z.. Tidak diterbitkan. Anticipated Affective Reactions and Prevention Of AIDS. J. Hubungan antara Tingkat Maskulinitas dengan Sikap Emansipasi pada Mhasiswa AKABA 17. 1994. Sikap Keterbukaan Siswa dalam Pergaulan dengan Interaksi Sosial Siswa di Sekolah.. 1993.H. 1992. Jostein. Purnama. Martin. 224-237.D.. Methods of Meta-Analysis: Correcting Error and Bias in Reseach Findings. 13. & Salovey. S. J. 1969. Prediction and Change of Condom Behavior in Norwegian Adolescent : Using The Theory of Reasoned Action. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. 441-453. Karanganyar..L. der Pligt. Skripsi. Kristiadi.. & Shcmidt. Tidak diterbitkan. Vol. M. Riwiwidyastuti.S. E.. 34. Hunter. 1994. 130144..M. Intisari Skripsi.E.. N. Studi Hubungan antara Prestasi Belajar dengan Sikap Penerimaan Diri pada Siswa Kelas III SMA Negeri 14 di Kodia Semarang. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. and de Vries. 1990. 1995. 1998. Tidak diterbitkan. Intisari Skripsi. Larsen. Skripsi. 1991. London: Sage Publications. Skripsi. Journal of Health & Social Behavior.Z. Tidak diterbitkan. L. R. Vol. I.V. Tidak diterbitkan. . 32. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Mann. Hubungan antara Sikap terhadap Kesehatan dengan Perilaku Merokok di Kecamatan Semarang Tengah. 1991. 1992. Rahmah. Sydney: John Wiley & Sons Australia PTY.. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.Surakarta. Semarang. P. C. Aspirasi Berprestasi ditinjau dari Sikap Kompetitif pada remaja Akhir. Journal of Health Psychology. Inc.N. S.E. 1(4). h. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Studi Hububungan antara Sikap Peduli Lingkungan dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswi Universitas Gajah Mada. F. and Collins. The UCLA Multidimensional Condom Attitude Scale: Documenting The Complex Determinats of Condom Use in College Students. Kartina. Y.N. A.

Soejiapranata Catolic University. Attitudes and Health Behavior in Diverse Population: Drunk Driving. Master.. Vol. New York: Mc. 1994. 1999. Yogyakarta. Lavelle. h. Self Efficacy and Risk Behavior.. Binge Eating. Attitude.. Intisari Skripsi. Kristiadi. Tidak diterbitkan. A.F. 1998.Surakarta. 1964. Zenda. Tidak diterbitkan. & Backman. 1994. P. Intisari Skripsi. 1996. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. A. 1982. Norm and Control Beliefs.. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.. C. Linda D. Terry. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Stacy. Surjaningtyas. 13 No.B. P. 8. Marijuana Use and Cigarette Use. The Prediction of Safe Sex Behavior. D.. Social Psychology. Psychology and Health. Kristiadi..M. Karanganyar. 1992. Werdiastuti. 355-368. P.. Intisari Skripsi. Hubungan antara Sikap terhadap Sistem Desentralisasi dengan Kepuasan Kerja Kepala-kepala Seksi pada Perusahaan Textile PT. Hubungan antara Sikap Pelajar terhadap Mata Pelajaran IPS dengan Prestasi belajar pada Pelajar Klas II IPS SMA Negeri Tirtonirmolo. T. Yuniati.Surakarta.. A.. 99-114. J.. Wismanto.F. Tidak diterbitkan.. Psychology and Health. Skripsi. 1993. R. 1. Tidak diterbitkan. Health Psychology. Mc. Graw Hill Book Company.. D. 1997. Wilson. Kusumahadi Santoso. Intisari Skripsi..Secord. The Relationship Between Knowledge. . and Vincent. Hubungan antara Sikap terhadap Pelatihan dengan Produktivitas Kerja Saleman PT. and Flay. The Role of Intentions. Vol. Vol. Setianingsih. Skripsi. Hubungan antara Sikap Permisif Ibu dalam Menonton Televisi dengan Prestasi belajar Anak. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Factors Predicting Zimbabwean Students Intentions to Use Condoms. Kusumahadi Santoso. Hubungan antara Minat Membaca Rubrik Seks dengan Perilaku Seks Remaja di SMA “B”.. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.J.C. R. S. J.B. Intention.R. Y. h. B. 7. A. Tidak diterbitkan. S.. Research Report. Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Galligan. Bentler..W.. 73-85. Kenvin Garment Semarang. Karanganyar. C. Attitudes. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.W. 1998. Alcohol Use. Bart..