Anda di halaman 1dari 2

DISKUSI KASUS Pada kasus ini pasien umur 61 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan utama batuk

sejak 5 bulan sebelum masuk RS, dan memberat 1 minggu terakhir. Batuk berlendir berwarna kuning, darah tidak ada.Kadang merasakan nyeri dada.Pasien sering demam serta mengeluh sering berkeringat malam. a!su makan dan berat badan berkurang. Pada kasus "B paru gejala klinis dapat dibagi menjadi # g$l$ngan yaitu gejala l$kal dan gejala sistemik. Bila $rgan yang terkena adalah paru maka gejala l$kal ialah gejala respirat$rik % gejala l$kal sesuai dengan $rgan yang terkena &. Batuk ' # minggu, batuk darah, sesak na!as, dan nyeri dada. (ejala respirat$ri ini sangat ber)ariasi dari mulai tidak ada gejala sampai gejala yang *ukup berat tergantung dari luas lesi. Bila br$nkus belum terlibat dalam pr$ses penyakit, maka pasien mungkin tidak ada gejala batuk. Batuk yang pertama terjadi karena iritasi br$nkus, dan selanjutnya batuk diperlukan untuk membuang dahak keluar (ejala sistemik berupa demam, malaise, keringat malam, an$reksia, serta berat badan menurun. Sedangkan gejala tuber*ul$sis ekstra paru tergantung dari $rgan yang terlibat, misalnya pada lim!adenitis tuber*ul$sis akan terjadi pembesaran yang lambat dan tidak nyeri dari kelenjar getah bening, pada meningitis tuber*ul$sis akan terlihat gejala meningitis, sementara pada pleuritis tuber*ul$sis terdapat gejala sesak na!as dan kadang nyeri dada pada sisi yang r$ngga pleuranya terdapat *airan. Pada pemeriksaan radi$l$gi ditemukan bayangan berawan + n$dular di segmen api*al dan p$steri$r l$bus atas paru dan segmen superi$r l$bus bawah, ditemukan ka)itas lebih dari satu, bayangan ber*ak miliar dan e!usi pleura unilateral atau bilateral %jarang&. Pada pemeriksaan Sputum untuk "B paru B", %-& Sekurang. kurangnya # dari / spesimen dahak menunjukkan hasil B", p$siti!, atau hasil pemeriksaan satu spe*imen dahak menunjukkan B", p$siti! dan kelainan radi$l$gi menunjukkan gambaran tuber*ul$sis akti! atau hasil

pemeriksaan satu spe*imen dahak menunjukkan B", p$siti! dan biakan p$siti!. Sedangkan untuk "B paru B", %.& hasil pemeriksaan radi$l$gi menunjukkan dahak gambaran tuber*ul$sis B", akti! / spesimen atau dan hasil biakan dahak menunjukkan hasil B", negati)e gambaran klinis dan kelainan pemeriksaan /0menunjukkan negati!

1.tuber*ul$sis p$siti!. Pada pemeriksaan !isik didapatkan r$nkhi pada kedua lapangan paru. 2an pada pemeriksaan sputum B", /0 didapatkan hasil p$siti! dan dan didapatkan hasil !$t$ th$ra0 P,3 "B Paru akti!, *$r dan a$rta dalam batas n$rmal, sinus baik. Berdasarkan kriteria 456#711 maka diagn$sa pasien ini adalah "B Paru. Penatalaksanaan pada pasien ini diberikan peng$batan 6," kateg$ri 1 karena pasien didiagn$sa sebagai "B paru B", %-&. 6," kateg$ri 1 yaitu3 Ri!ampisin 857 mg, 9s$niasid /77 mg, Pira:inamid 577 mg dan ;thambut$l 577 mg.