Anda di halaman 1dari 1

Bab I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Reagen merupakan zat yang ditambahkan ke dalam suatu sistem untuk mengadakan suatu reaksi kimia atau dengan kata lain ditambahkan untuk melihat terjadinya suatu reaksi kimia. Reagen dapat ditemukan dalam bentuk solid (padat) ataupun dalam bentuk cair. Dan setiap reagen tersebut mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda-beda pula, mulai dari bentuk, warna, bau dan lain-lain (Patty, 2010). Reagen atau dikenal juga dengan Reaktan merupakan istilah yang sering digunakan di dunia kimia. Reagen memiliki banyak kegunaan dan sebagian besar melibatkan senyawa aplikasi. Penggunaannya yaitu dengan membuat, mengukur atau menganalisa keberadaan reaksi kimia dengan bantuan reagen. Dalam kimia organik juga menetapkan reagen sebagai campuran yang akan membuat perubahan substrat pada kondisi tertentu (Jatmiko, 2013). Kata-kata "reagen" dan "reaktan" dapat digunakan secara bergantian. Reaksi kimia terjadi ketika dua atau lebih reaktan direaksikan bersama-sama. Keberadaan reagen berfungsi untuk menciptakan reaksi kimia, karena tanpa reaktan tidak akan ada reaksi. Untuk proses kimia tertentu, katalis merupakan komponen yang diperlukan. Katalis tidak mengubah jalannya suatu reaksi kimia tapi mengubah waktu reaksi menjadi lebih cepat (Jatmiko, 2013). Reagen ini juga dapat digunakan dalam pengujian dan menganalisis bahan kimia. Setiap reagen harus memenuhi standar kemurnian dan berkualitas baik, karena sedikitpun reagen salah dalam konsentrasi, maka suatu reaksi kimia tidak adan berjalan dengan benar (Lattanzi, 2012). Beberapa reagen juga digunakan sebagai komponen dasar dalam biomolekuler spesifik yang dikembangkan dalam program penelitian ilmiah. Beberapa reagen berfungsi dalam kit dan tes yang digunakan untuk mendeteksi organisme yang sulit ditemukan di bawah pencitraan perangkat yang biasa. Suatu reagen juga digunakan sebagai kunci produk dalam menciptakan alat untuk diagnosis. Biasanya, pembuatan reagen dimaksudkan untuk tujuan penelitian, bahan baku dalam biologi molekuler, penggunaan forensik, tes darah atau serologi, gram pengujian, imunologi, dan farmasi proses (Lattanzi, 2012). I.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara membuat reagen CaCl2.2H20 0,03N sebanyak 100 ml ? 2. Bagimana sifat fisik dan kimia dari reagen CaCl2.2H20 ? 3. Apa saja kegunaan CaCl2.2H20 dalam sektor industri dan kehidupan sehari-hari ? I.3 Tujuan Percobaan 1. Mengetahui cara membuat reagen CaCl2.2H20 0,03N sebanyak 100 ml. 2. Mengetahui sifat fisik dan kimia dari reagen CaCl2.2H20. 3. Mengetahui macam-macam kegunaan CaCl2.2H20 dalam sektor industri dan kehidupan sehari-hari. I.4 Manfaat Percobaan 1. Mahasiswa dapat mengetahui cara perhitungan pembuatan reagen. 2. Mahasiswa dapat mengetahui sifat fisik dan kimia dari reagen CaCl2.2H20. 3. Mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam kegunaan CaCl2.2H20 dalam aplikasi industri.

I-1