Anda di halaman 1dari 4

AR 4142 PENGANTAR REAL ESTATE AFIFAH H. A.

(15211100) Penentuan Annual Repayment dan Pinjaman dari Bank

Dari diagram di atas maka diketahui bahwa orang akan membayar 15.75% annual repayment jika bunga pinjaman sebesar 15 % dengan kurun waktu pinjaman selama dua puluh tahun.

Berdasarkan diagram di samping, maka diketahui bahwa dengan annual repayment sebesar 15.75% dan kemampuan menyisihkan uang untuk membayar sebesar 25% dari pendapatan mampu membeli rumah sebesar 1.65xdari gajinya per tahun.

Penghitungan Besar Pinjaman

A TARGET GROUP
PENGHASILAN per bulan Penghasilan per tahun Kemampuan MENYISIHKAN sbg %tase penghasilan Kemampuan membayar CICILAN per bulan I-Bln I-Thn %*I I-Bln*%I Rp Rp % Rp 2,500,000 30,000,000 25 625,000

B KETENTUAN BANK
LAMA Pinjaman (duration of the loan) BUNGA Pinjaman (interest rate) Annual Repayment as % of the Loan Cost of the housing as a multiple of the annual income LP BP AR HC=AR_%IT Thn % % Cons 20 15 15.75 1.65

C PENGEMBALIAN PINJAMAN
Pinjaman (L) = Harga Rumah (HR) Pengembalian Tahunan (PT) Pengembalian Bulanan (PB) I-Thn*HC PT=AR*I-Thn PB=PT/12 Rp Rp Rp

49,500,000
7,796,250

649,688

Dari perhitungan di atas diketahui bahwa harga rumah yang dapat dibeli adalah rumah seharga Rp 49.500.00,00 dengan pengembalian bulanan sebesar Rp 649.688,00.

Penentuan Luas Area, Jenis, dan Kualitas Rumah D HARGA BANGUNAN dan LUAS
Harga Satuan per M2 menurut tipologi rumah dan pelayanan: Site w/o Services = kapling tanah mentah SnoS Site and Services = kapling tanah matang SS Core House = rumah inti (wet cell = 4m2) CH* Core Shelter House = rumah inti (lantai dan atap) CSH* Finished House = Rumah Sederhana (Perumnas) FH* Low Rise Support & System Model RSSM* Low Rise Finished Model = Rusunawa/Rusunawi RFM* Luas tanah per plot. Jumlah unit Alokasi tanah u/ perumahan (%*total luas tanah) Alokasi tanah u/ sarana dan prasarana Alokasi tanah u/ ruang terbuka Luas tanah u/ kompleks perumahan Kepadatan hunian per Ha. T-Rmh T-Infra. TRuang T-Tot Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp m2 Unit % % % % unit 60 25 15 100 233
HARGA/M2** LUAS

700,000 800,000 800,000 1,000,000 2,000,000 1,500,000 3,000,000 60 100


% LUAS LAHAN

(M2) 70.71 61.88 15.47 49.50 24.75 33.00 16.50

LUAS

2,580 1,075 645 4,300

E1 INDIVIDUAL HOUSES
Harga Tanah per M2 Total harga tanah total Total harga tanah untuk plot/kapling rumah Total harga tanah untuk sarana dan prasarana Total harga tanah untuk ruang terbuka HT/m2 HT-Tot HTRmh HT-Inf HTRuang Rp Rp Rp Rp Rp 700,000 3,010,000,000 1,806,000,000 752,500,000 451,500,000

Total biaya yang dikeluarkan untuk biaya tanah keseluruhan adalah sebesar Rp 3.010.000,00. Sehingga sisa biaya yang ada adalah sebesar Rp 1.890.000.000,00. Peruntukan biaya lain adalah sebagai berikut: Biaya Pembebasan Rp20,000,000 Biaya Administrasi Rp20,000,000 Biaya Pematangan Tanah Rp50,000,000 Biaya Perizinan Rp20,000,000 Biaya Perencanaan Rp25,000,000 Biaya Perancangan Rp25,000,000 Biaya Pelaksanaan Pembangunan Rp15,450,000,000 *biaya pelaksanaan pembangunan sudah mencakup biaya pembangunan rumah dan biaya pembangunan jalan dan ruang terbuka hijau. Sehingga jumlah total biaya tanah dengan biaya lain adalah sebagai berikut: Total Biaya Lain Total Biaya Tanah Total Biaya Keseluruhan Rp1,680,000,000 Rp3,010,000,000
Rp4,690,000,000

Dengan begitu keuntungan yang didapat adalah: Total Biaya Keseluruhan Pemasukan Profit
Rp4,690,000,000 Rp4,950,000,000 Rp260,000,000

*Asumsi tidak ada dana tambahan dari pihak luar seperti pemerintah maupun dana swasta. Asumsi dana hanya berasal dari pinjaman bank yang diberikan kepada setiap individu.

Penghitungan Biaya Per Satuan Unit LUAS RUMAH: Core House (Wet Cell): (2x2)m2 Core Shelter House: 12m2 Luas Tanah: 25m2 Total Biaya Satu Kapling Rp 3.200.000,00 Rp 12.000.000,00 Rp 17.500.000,00 Rp 32.700.000,00

Jadi pada satu unit rumah terdapat luas tanah sebesar 25m2 dengan luas bangunan sebesar 20m2.

CARA-CARA MENGURANGI BIAYA PRODUKSI RUMAH Salah satu cara mengurangi biaya produksi satu unit rumah adalah dengan desain dan pemilihan material bangunan. Untuk mengurangi biaya produksi material yang digunakan sebagai pengisi dinding yang biasanya merupakan bata dengan pengikat berupa beton bertulang dapat diganti dengan bamboo sheet yang diplester dengan semen sehingga tampak tetap seperti dinding biasa namun jauh lebih murah dan memiliki ketahanan yang sebenarnya lebih baik dibandingkan dengan bata biasa yang mudah berubah menjadi tanah liat kembali. Selain itu cara lain untuk mengurangi biaya produksi adalah dengan menggunakan kayu laminasi sebagai rangka atap. Selain mendapatkan kayu tebal berukuran sesuai yang diinginkan, dengan teknologi kayu laminasi bangunan dapat mempunyai bentang lebar tanpa memerlukan kolom struktur di tengah. Harganya pun lebih murah disbanding dengan material lain. Cara lain untuk mengurangi biaya adalah dengan membuat sesedikit mungkin dinding partisi pada area interior, dengan begitu biaya dapat sedikit ditekan. STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN TARGET GRUP Untuk meningkatkan kemampuan pembayaran target grup dapat dilakukan swasembada energi dan konsep komunitas yang memiliki sumber air berupa retention pond dan daur ulang air hujan yang dilakukan pada setiap unit rumah. Energi dapat dihasilkan melalui solar panel yang diinstal pada setiap rumah sehingga setiap rumah tidak perlu membeli energi dan menghemat pengeluaran bulanan. Selain itu pendaurulangan air hujan sebagai penyiram tanaman atau toilet juga dapat menghemat pengeluaran bulanan. Cara lain untuk menghemat pengeluaran bulanan setiap rumah adalah pemasokan air yang dilakukan secara komunitas dengan pembuatan retention pond sehingga konsumsi air bersih didapatkan dengan lebih murah.