Anda di halaman 1dari 4

TEKNOLOGI GASIFIKASI BATUBARA DAN UNDERGROUND COAL GASIFICASION (UCG)

Instruktur: Prof. DR. Bukin Daulay dan Prof. Dr. Datin Fatia Umar (TEKMIRA)
28 29 Oktober 2013 Bandung Ketersediaan pasokan gas bumi menjadi faktor kunci dalam menggerakkan kegiatan operasi industri manufaktur. Potensi gas bumi dalam negeri sangat besar, namun demikian Indonesia diperkirakan akan mengalami defisit gas bumi pada tahun 2022 apabila tidak menemukan sumber gas bumi baru, karena perhitungan kebutuhan akan naik dibandingkan dengan pasokan, sedangkan seperti halnya dengan batubara sebagian besar dari gas bumi tersebut dialokasikan untuk ekspor. Seperti diketahui konsumsi gas bumi di Indonesia sebagai energi final adalah yang ketiga terbesar setelah bahan bakar minyak (BBM) dan batubara. Peningkatan jumlah kebutuhan gas bumi berkorelasi positif dengan semakin luasnya penggunaan gas bumi untuk kebutuhan energi dan bahan baku industri, maupun untuk keperluan rumah tangga. Dengan kondisi seperti ini maka teknologi gasifikasi batubara sudah saatnya dikembangkan terutama untuk kepentingan industri dalam negeri, baik sebagai energi maupun bahan baku. Terdapat 3 (tiga) jenis proses yang dapat menghasilkan gas dari batubara, yaitu gasifikasi batubara permukaan (conventional gasification), underground coal gasification (UCG) dan coal bed methane (CBM). Gasifikasi Batubara merupakan konversi batubara menjadi produk gas dalam sebuah reaktor di permukaan, dengan atau tanpa menggunakan pereaksi berupa udara, campuran udara/uap air (steam) atau campuran oksigen/uap air. UCG adalah konversi batubara menjadi produk gas langsung di bawah permukaan (tanpa melakukan kegiatan penambangan batubara), dengan menggunakan pereaksi berupa udara, campuran udara/uap air atau campuran oksigen/uap air. Sedangkan CBM merupakan gas metana yang terperangkap di dalam lapisan batubara pada waktu proses pembatubaraan (coalification) berlangsung, sifatnya mirip dengan gas bumi sehingga dapat digunakan untuk bahan bakar maupun bahan baku industri kimia (namun tidak akan dibahas di dalam kursus ini). Saat ini teknologi gasifikasi batubara merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk mengkonversi batubara menjadi gas karena produk gas dapat diproses lebih lanjut untuk menjadi berbagai produk akhir seperti synthetic natural gas (SNG), ethanol, methanol, BBM, petro-chemical, urea dan listrik melalui teknologi integrated gasification combined cycle (IGCC) yang sangat ramah lingkungan. Dengan mengikuti kursus selama 2 (dua) hari ini diharapkan para peserta dapat memahami bagaimana prospek untuk mengembangkan teknologi gasifikasi batubara dan UCG. Peserta juga dapat menentukan pilihan teknologi gasifikasi batubara yang tepat dan sesuai dengan karakteristik batubara yang dimiliki. UCG diterapkan terhadap batubara yang tidak prospek lagi dieksploitasi,

baik dengan metoda tambang terbuka (open pit) maupun tambang bawah tanah/dalam (underground coal mining). MATERI KURSUS 1) Gasifikasi Batubara Pendahuluan o Pembentukan Batubara. o Analisis Batubara (Kimia dan Fisika). o Pemanfaatan Batubara. Urgensi Gasifikasi Batubara o Ringkasan Neraca Gas Bumi Indonesia. o Infrastruktur Pipa Gas Bumi Nasional. Pengertian Gasifikasi Batubara o Prinsip Dasar Proses Gasifikasi Batubara. o Tahapan Proses Gasifikasi Batubara. o Jenis Teknologi Gasifier Batubara (teknologi unggun tetap/fixed bed, teknologi unggun terfluidakan/fluidized bed dan teknologi entrained bed). o Produk Gasifikasi Batubara (gas bakar, syngas dan synthetic natural gas/substitute natural gas/SNG). o Aplikasi Gasifikasi Batubara (Gas untuk BBM, Gas untuk Listrik, Gas untuk Industri Kimia) Perkembangan Gasifikasi Batubara di Dunia. Perkembangan Gasifikasi Batubara di Indonesia. Peluang dan Tantangan Bisnis Gasifikasi Batubara. Rekomendasi Teknologi Gasifikasi Batubara untuk di Implementasikan di Indonesia. Upaya Mempercepat Pengembangan Industri Gasifikasi Batubara. 2) Underground Coal Gasification (UCG) Potensi Batubara Indonesia yang Prospek untuk Proses Gasifikasi Batubara dan UCG. Latar Belakang Teknologi UCG. Pengertian dan Prinsip Dasar Teknologi UCG. Perbandingan Antara Teknologi UCG dengan CBM. Mengapa Harus Mengembangkan UCG. Persyaratan - Persyaratan untuk Proyek UCG. o Karakteristik Batubara, Termasuk Ketebalan, Peringkat/Rank, Kandungan Abu dan Sifat Keterusan Penyebaran Batubara. o Karakteristik dan Ketebalan Lapisan Penutup. o Kondisi Hidrogeologi Lapisan Batubara dan Lapisan Batuan di Sekitarnya. o Pangsa Pasar Produk UCG. Keunggulan dan Kelemahan UCG. Perkembangan Proyek UCG di Dunia. Peluang dan Tantangan untuk Pengembangan UCG di Indonesia.

Kebijakan dan Peraturan UCG di Indonesia. Peranan Pemerintah Indonesia Dalam Pengembangan Teknologi Gasifikasi Batubara dan UCG. TENTANG PENGAJAR Prof. Dr. Bukin Daulay dilahirkan di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tanggal 5 Juni 1951. Beliau mendapat gelar PhD dalam bidang Coal Technology and Utilization di University of Wollongong, Australia pada tahun 1994. Tanggal 20 November 2009 dikukuhkan sebagai Profesor Riset oleh LIPI dengan judul Orasi Evaluasi Kualitas Batubara Indonesia dalam Upaya Penentuan Teknologi Pemanfaatan yang Tepat. Dalam perioda Juni 2006 Mei 2010, beliau menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara tekMIRA. Sampai saat ini menjadi Peneliti Senior dalam bidang Teknologi Batubara di Puslitbang tekMIRA. Sejak bergabung di Puslitbang tekMIRA pada tahun 1978, telah terlibat dalam penelitian dan pengembangan di bidang evaluasi cadangan dan kualitas batubara, peningkatan kualitas batubara (penurunan kadar air, abu dan sodium), dan konversi batubara termasuk gasifikasi, pencairan dan karbonisasi. Dr. Ir. Datin Fatia Umar MT Riwayat Pendidikan: Sekolah Analis Kimia, ITB-Bandung, 1971 S-1 Teknik Pertambangan, Universitas Islam Bandung (UNISBA), 1985 S-2 Rekayasa Pertambangan Bidang Khusus Batubara, ITB-Bandung, 1998 S-3 Chemical Science and Engineering, Kobe University, Jepang, 2007

Pernah mengajar : 1. Mengajar pada Jurusan Teknik Pertambangan UNISBA, 1992-1996. 2. Mengajar pada kursus teknologi pengolahan dan pemanfaatan batubara, penyelenggara Progressio, 2003 sampai 2008. 3. Mengajar pada kursus analisis dan pengujian batubara, penyelenggara Pusdiklat teknologi Mineral dan batubara, 2004. 4. Mengajar pada kursus pencegahan dan menanggulangi kebakaran pada tumpukan batubara, progression, 2006. 5. Mengajar pada kursus pemanfaatan abu batubara, penyelenggara Dinas Pertambangan dan Energi Prop. Sumatera Barat, 2007. 6. Mengajar pada kursus teknologi pengolahan batubara, penyelenggara Pusdiklat teknologi Mineral dan batubara, 2009. PENDAFTARAN Jumlah peserta akan dibatasi untuk memperoleh manfaat yang maksimal. Pendaftaran sedini mungkin sangat dianjurkan. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 5 Oktober

2013. Kursus akan dibatalkan apabila peserta yang terdaftar tidak memenuhi jumlah minimum. PEMBATALAN & SUBSTITUSI Jika peserta yang telah terdaftar membatalkan keikutsertaannya dalam kursus ini, maka diharuskan membayar penuh uang kursus kecuali jika pembatalan dilakukan secara tertulis minimum 10 hari sebelum kursus dimulai. Peserta dapat digantikan oleh orang lain setiap saat. SERTIFIKAT Sertifikat akan diberikan kepada para peserta yang telah mengikuti kursus ini. BIAYA PESERTA KURSUS Biaya kursus adalah sebesar Rp. 7.500.000 per peserta + 10% PPN adalah wajib dibayar setelah menerima konfirmasi pendaftaran. Biaya tersebut tidak termasuk akomodasi. Pembayaran sudah diterima paling lambat tanggal 5 Oktober 2013. Semua biaya

administrasi bank yang berkenaan dengan pembayaran kursus harus ditanggung oleh perusahaan dari peserta kursus.
Pembayaran dengan cheque atau ditransfer ke PT. Geoservices: Bank Central Asia Chase Plaza Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Nomor Account: 035.3061.451 (Rp.)