Anda di halaman 1dari 20

POTENSI USAHA AGROBISNIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNG SUPER DENGAN APLIKASI BIOTEKNOLOGI PROBIOTIK

November 30, 2012

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak yang telah memasyarakat dan budidayanya telah menyebar ke seluruh nusantara. Peternakan ayam kampung memang mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan saat ini merupakan komoditi andalan yang menjanjikan banyak keuntungan. Dibanding unggas lain ayam kampung memiliki beberapa kelebihan antara lain: mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru, pemeliharaan relatif mudah, daya tahan tubuh terhadap peyakit lebih kuat, sumber daging dan telur, dll. Pada masa lalu ayam kampung umumnya dipelihara secara tradisional dengan kemampuan produksi dan reproduksi yang relatif rendah dibanding ayam ras. Penelitian dan pengembangan yang kami lakukan beberapa tahun terakhir ini menghasilkan ayam kampung super (ayam kampus) merupakan hasil penyilangan pejantan dan induk ayam yang unggul (super) baik super dalam produksi telur atapun dalam pertumbuhannya yang lebih cepat dengan ukuran tubuh yang besar. Sehingga dihasilkan keturunan yang mempunyai keunggulan kecepatan dalam pertumbuhan dan kualitas daging yang sebaik ayam kampung asli. Daya dukung lingkungan, masyarakat dan pemerintah terhadap pengembangan ayam kampung pun sangat besar. Bahan-bahan untuk membuat kandang banyak dan mudah dijumpai di daerah, sumber pakan mudah dan murah didapat, program INTAB (intensifikasi ayam buras) selalu didukung pemerintah. Jadi tak ada hambatan untuk pengembangan ayam kampung ini.Saat ini permintaan daging ayam kampung sangat tinggi bahkan banyak secara intensif perlu diperhatikan hal-hal pedagang, sehingga menjadikan peluang usaha yang prospektif. Untuk mengembangkan pemeliharaan ayam kampung super probiotik), pakan, dll. Kandang Kandang berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari dan air hujan, dan merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi ternak. Ukuran kandang sangat fleksibel pembuatannya, tergantung luas lahan yang kita miliki, untuk luas per meter2 mampu menampung ayam 15 ekor, lokasi kandang bisa di kebun, samping rumah, bahkan banyak peternak pemula yang memanfaatkan garasi kosong ataupun rumah kosong dengan hasil yang menggembirakan, sehinga tidak ada alasan tidak ada tempat, takut mengganggu lingkungan atau alasan lain dalam budidaya ayam kampung super ini. Secara umum ada 2 model kandang ayam yang baik bisa dikembangkan; 1. Kandang litter. Kandang sistem litter merupakan kandang yang sederhana, dinding bisa terbuat dari kayu atau bambu, sekitar 30-50 cm bagian bawah harus rapat agar ayam tidak terkena terpaan angin secara sebagai berikut: perkandangan, pemilihan bibit, pengendalian penyakit (biosecurity, sanitasi, vaksinasi, obat,

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

langsung (menggunakan batako lebih baik), lantai lebih bagus bila diperkeras, atap sebaiknya terbuat dari genteng atau bahan lain yang nyaman bagi ayam sehingga tidak terlalu panas/dingin. Bahan litter bisa dari serbuk gergaji atau sekam padi, atau bahan lain yang tidak beracun, tidak berdebu, harga murah, mudah didapat, dengan ketebalan kira-kira 10 cm agar ayam nyaman tinggal di dalam kandang. Litter berfungsi alas tidur yang nyaman dan untuk menyerap kotoran agar tidak lembab dan menjadi sarang penyakit. 2. Kandang postal (panggung).Kandang postal merupakan kandang berbentuk panggung, lantai terbuat dari kayu atau bambu (slat), kandang sistem ini memerlukan biaya yang lebih besar dibanding sistem litter, tetapi lebih sehat karena kotoran langsung turun ke bawah sehingga penyakit yang ditularkan lewat feces bisa dihindari

2,0 m 30cm-50 cm

Bibit Dalam pengadaan bibit ayam, untuk mengawali usaha berternak ayam kampung super, bisa membeli pada pembibit atau dapat dilakukan dengan memelihara beberapa ekor induk dan pejantan yang baik. Agar memperoleh bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan pekawinan alami ataupun perkawinan buatan / inseminasi buatan (IB). Perkawinan alami membutuhkan pejantan yang lebih banyak dan ukuran kandang yang lebih luas. Perbandingan jantan : betina sebaiknya 1 : 5-8 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kawin alami dengan sistem litter mempunyai prosentase produksi telur lebih rendah dibanding dengan kawin suntik. Penanganan kawin alami cukup mencampurkan pejantan dalam komunitas ayam betina, bisa berkelompok dalam satu pen kecil atau jadi satu dalam pen besar.

Perkawinan buatan (kawin suntik) diperlukan keahlian pada pengambilan sperma pejantan, penanganan sperma dan proses inseminasi pada ayam betina. Kelebihannya pada sistem kawin suntik dibutuhkan tempat yang

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

lebih sedikit karena pemeliharaan induk bisa menggunakan sangkar (cage) vertikal sehingga mampu menampung induk yang lebih banyak, jumlah ayam pejantan juga lebih sedikit. Hasil produksi telur pada sistem sangkar individu lebih tinggi dibanding sistem litter pada kawin alami. Cara pengambilan sperma dan inseminasi buatan adalah sebagai berikut: 1. Siapkanlah alat dan bahan berupa: Alat suntik, selang lembut, tabung penampung sperma, tabung pengencer, NaCl fisiologis 0,9 % ( pengencer sperma), kain lap / tissue 2. Siapkan indukan dan pejantan 3. Pengambilan Sperma pejantan Sebaiknya dilakukan sore hari diatas jam 15:00 WIB Pengambilan sperma dilakukan 2 orang, satu orang memegang pejantan, yang lainya mengambil sperma Bersihkan kotoran yang menempel padaanus dan sekitarnya Rangsanglah pejantan dengan cara mengelus-elus bagian punggung kearah ekor dan daribawah anus kearah ekor lakukan 5-10 kali Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan diatas sampai keluar sperma, kemudian tampung sperma kedalam tabung, dapat dilakukan 3-5 kali dalam satu minggu. Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1:10 dengan cara; sedot NaCl fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung tersebut goyangkan secara perlahan hingga tercampur, kemudian sisa NaCl dimasukkan lagi kedalam tabung tersebut goyangkan hingga tercampur. Masukkan / sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit / alat suntik, setelah masuk siap diinseminasikan 4. Pelaksanaan IB Siapkan Induk yang akan diinseminasi Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya Pelaksanaan IB dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang melaksanakan IB Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi (yang sebelah kiri) Masukkan sperma yang udah diencerkan dengan spuit yang dipasang selang secara perlahan kedalam saluran telur sedalam kurang lebih 2 cm. Pada waktu akan dilakukan penyuntikan, penekanan bagian bawah tubuh dilepaskan, bersamaan dengan itu penyuntikan dilakukan. Tiap indukkan dibutuhkan sperma 1-2 ml Untuk mendapatkan hasil yang baik, sebaiknya IB diulang 5 hari setelah IB yang sebelumnya.

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Inseminasi buatan perlu dilakukan dengan teliti dan cermat untuk memperoleh bibit yang berkualitas dan kualitas induk tetap bagus. Penetasan Kebutuhan bibit ayam kampung super dapat dipenuhi secara komersial ataupun dengan menetaskan sendiri. Penetasan dengan menggunakan mesin tetas sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut: Kondisi telur yang baik untuk ditetaskan Bentuk telur berbentuk bulat telur (oval) Bobot telur 45 50gram Ukuran telur sebaiknya seragam Umur telur tetas sekitar 7 hari Telur dalam keadaan bersih Pembersihankulit telur dengan cara dispray disenfectankemudian dilap dengan kain yang lembut agar tidak merusak pori-pori kulit telur. Bila tidak segera ditetaskan, simpan telur dalah suhu 12-15 C. Penempatan telur jangan sampai terbalik, bagian tumpul ditaruh diatas. Buatlah rangka kotak dengan ukuran lebar 40cm, panjang60cm dan tinggi 50 cm, Setiap sisi luar, tutuplah dengan menggunakan triplek / polypek dan bagian tengah antara sisi luar dan dalam bisa dipakai stelofom untuk menjaga suhu Buatlah lubang ventilasi pada sisi kiri, kanan dan atas Pada sisi dalam, potonglah triplek sesuai ukuran kemudian pasang pada sisi-sisi bagiandalam Pintu depan dipasang kaca ditempatkan ditengah-tengah pintu agar memudahkan kontrol di bagian dalam mesin setiap saat Didalam kotak, buatlah rak untuk tempat telur dengan dibentuk kolom-kolom setiap kolom 4 cm Dibawah rak telur diberi wadah air yang berfungsi untukmenambah kelembaban Pasanglah alat pemanas kombinasi listrik dan lampu tradisional / teplok sesuai dengan petunjuk yang ada.

Penanganan telur tetas:

Membuat mesin tetas (kapasitas 200 butir):

Pelaksanaan Penetasan telur Hari ke1 Pemutaran 1 2 3 Temperature (F) 102

Keterangan Pada hari 1-3 telur belum dilakukan pembalikan

POTENSI USAHA AGROBISNIS 2 3 4 5 6 102 102 102 102 102 Pembalikanrutin, ventilasiatas dibuka bagian Pembalikanrutin , ventilasiatas dibuka bagian Pembalikanrutin, ventilasi atas dibuka bagian Pembalikanrutin, ventilasidibukaseluruhnya, 7 102 dilakukanjugapeneroponganuntukmemilihtelur yang embrionyahidup. Sedangkantelur yang kelihatanterangatauembrionyamatidikeluarkan. 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 103 100 103 103 103 104 104 104 104 104 105 Pembalikanrutin , ventilasidibukaseluruhnya Pembalikanrutin, ventilasiditutup, dansuhuditurunkan Pemutarantelur rutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutin Pemutarantelurrutindandilakukanpeneropongan kembaliuntukmenyeleksiembrio yang masihhidup. 19 20 21 105 105 105 Mesindibiarkantertutupventilasidibukaseluruhny a Telur-telur, sudahmulairetak Telurbiasanyasudahmenetas, bak air dikeluarkan Membiarkanmesintetasdalamkeadaanrapat

November 30, 2012

Keterangan: = dibalik kekanan 45C = dibalik kekiri 45C

Pengendalian Penyakit

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Pengendalian penyakit bisa dilakukan beberapa tahap, antara lain dengan penerapan biosecurity, sanitasi, vaksinasi, pemberian probiotik & pemberian obat dll. Biosecurity adalah pencegahan penyakit dengan membatasi hal-hal yang bisa membawa penyakit, antara lain: Pembatasan pengunjung farm Seandainya ada kunjungan harus dari kandang umur muda ke umur yang lebih tua Pengunjung tidak boleh dari kandang yang berisi ayam sakit Pengendalian hama tikus Pengendalian burung janagn sampai masuk kandang Pembersihan sarang laba-laba dalam kandang

Sanitasi adalah tindakan mensucihamakan kandang, dilakukan dengan cara: Mencuci total, kandang pada kandang yang pernah dipakai dengan cara, membersihkan sisa-sisa kotoran pada siklus sebelumnya, kotoran/feces, sekam, bulu-bulu, sarang laba-laba,dll. Kemudian lakukan penyemprotan dengan desinfectan (obat cuci hama) secara merata seluruh bagian kandang. Pengapuran lantai dilakukan agar hama yang ada dilantai dan pori lantai bisa mati. Penyemprotan dengan cuci hama bisa dilakukan juga pada saat kandang ada isinya dengan jenis desinfectan tertentu dan dosis yang telah ditentukan oleh pabrikan, terutama bila ada wabah penyakit di daerah sekitar kandang. Vaksinasi adalah tindakan pencegahan penyakit dengan cara memasukkan vaksin (bibit penyakit yang dilemahkan) untuk merangsang sistem antibody membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu. Aplikasinya bisa dilakukan dengan cara tetes mata / hidung / mulut, spray (disemprotkan), suntik intramuscular (IM) dan melalui air minum (dipuasakan dulu). Beberapa vaksinasi yang sebaiknya diberikan pada ayam buras adalah ND (Hitcher B1, Lasota, Clone) untuk mencegah penyakit ND (tetelo / ayan). Vaksinasi ND bisa diberikan pada umur 1-4 hari, 21 hari, 42 hari atau disesuaikan dengan tingkat ependemik daerah yang berbeda-beda. Vaksinasi Gumboro bertujuan agar ayam tidak terserang gumboro (membentuk sistem kekebalan tubuh). Biasanya diberikan pada umur 7-10 hari dan pada umur 28 hari atau disesuaikan kondisi tergantung di daerah tersebut. Penggunaan probiotik (GB#1 Profeed) dapat meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih baik sehingga jarang terkena penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik pada ayam buras bisa membantu memaksimalkan proses pencernaan dan penyerapan pakan, sehingga pertumbuhan ayam lebih cepat dan penggunaan pakan lebih efisien.

POTENSI USAHA AGROBISNIS -

November 30, 2012

Penggunaan obat-obatan bisa dilakukan pada dosis pencegahan atau dosis pengobatan bila ada wabah, banyak jenis-jenis obat unggas yang banyak dijumpai diberbagai toko peternakan. Obat cacing bisa diberikan pada umur satu bulan, untuk membasmi kemungkinan cacing yang ada dalam saluran pencernaan.

Obat tradisional (empon-empon) banyak digunakan dikalangan peternak saat ini. Jahe, kunyit, temulawak, daum mimba di tambah gula jawa dilarutkan kemudian difermentasi dengan larutan GB#1 Profeed yang diperam an aerob selama 3 hari memberikan hasil yang memuaskan pada peternakan ayam buras di Kalasan Yogyakarta.

Pakan Pakan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup dan berkembang bagi ternak. Ayam kampung super membutuhkan pakan untuk pertumbuhan dan produksi.Untuk menentukan jenis pakan ayam kampung harus pertimbangkan model lambung ayam yang berbeda dengan sapi atau kambing. Ayam memiliki lambung tunggal yang hanya bisa memanfaatkan serat kasar dalam jumlah sedikit, sehingga sebaiknya makanan ayam harus terdiri dari biji-bijian dan pati, misalnya jagung, katul, gaplek, tepung ikan, bungkil kedele, tepung daun lamtoro, tepung azolla microphila, tepung daun turi, dll. Meramu pakan ayam juga harus diperhatikan kualitas bahan pakan, harga, kemudahan bahan di daerah setempat, dll.

Contoh cara menyusun ransum ayam kampung super dengan kandungan protein kasar 21% dan energi 2800 k kal adalah sebagi berikut:
Ada beberapa metode penyusunan ransum antara lain metode person square, try and error, eksax, dll. Yang sederhana adalah metode person square, cotohnya sebagai berikut:

Tp.Ikan

32 21

9/20

100%

45%

Katul Halus 12 11 = 11/20 19.2/29.2 X 100% = 55% 100% = 65.7 5%

Azzola

31 21

19.2

100%

7
Gaplek 1.8 10 = 10/29.2 X 100% = 34,2 5%

POTENSI USAHA AGROBISNIS Komposisi ransum dengan kandungan protein kasar 21% menjadi: Tepungikan Bekatul Azolla Gaplek Total 45,00 X 50% 55,00 X 50% 65,75 X 50% 34,25 X 50% = 22,5 %/kg = 27,5 %/kg = 32,8 %/kg = 17,2 %/kg = 100 %/kg 22,50 X 32% 27,50 X 12% 32,8 0X 31% 17,20 X 1,8% = 7,20% = 3,30 % =10,17 % = 0,31% = 20,98 % dibulatkan 21 % 22,50 %X 2640 kkal 27,50 %x 3320 kkal 32,80 %X 2845kkal 17,20%X 2090kkal = 594,0 kkal = 913,0 kkal = 933,2 kkal = 359,5kkal = 2799,7,kkal

November 30, 2012

Check kandungan protein (21%):


Tepungikan Bekatul Azolla Gaplek Total kadar protein Tepungikan Bekatul Azolla Gaplek Total kadar protein Dibulatkan 2800 kkal. Pemanfaatan bahan pakan alternatif Kendala usaha peternakan di Indonesia yang terbesar adalah masalah pakanyaitu sekitar 60%-70% daribiaya produksi, mahalnya harga pakan ini karena bahan bakunya masih di import dari luar negeri sehingga sering terjadi pergolakan harga karena ditentukan dari impor bahan baku.Oleh karena itu, Pendawa Kencana Multyfarm meneliti berbagai bahan alternatif pengganti yang bisa digunakan dan ada didalam negeri, yang sebetulnya sangat berlimpah dan dapat digunakan secara aman pada unggas dan ekonomis tanpa mengabaikan aspek biologis sehingga diperoleh efisiensi dari ternak yang mengkonsumsi pakan. Bahan pakan unggas dapat diperoleh dari tanaman, hewan atau dari hasil limbah pengolahan pabrik, limbah pasar atau supermarket, yang biasanya tidak dikonsumsi manusia tetapi dapat dimanfaatkan oleh hewan yang nantinya akan diubah menjadi daging atau telur. Bahan baku pakan unggas memerlukan berbagai komponen yaitu protein, mineral, karbohidrat,serat kasar, vitamin,lemak. Dimana komponen-komponen tersebut harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhan hewan ternak yang dibutuhkan dalam pertumbuhan ternak secara maksimal, seperti yang digunakan manusia dalam memperoleh produksi yang menguntungkan.

Check kandungan energy (ME) 2800 kkal:

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Beberapa jenis bahan pakan dan cara pengolahannya ; 1. Tepungbulu Bulu merupakan limbah dari pemotongan ternak unggas, jumlahnya sangat melimpah & belum banyak dimanfaatkan. Kandungan protein kasarnya mencapai 80-91% akan tetapi sebagian besar merupakan protein tidak siap dicerna. Tepung bulu banyak mengandung kreatin & lesitin yang sulit dicerna oleh unggas ataupun mikroba rumen.Asam amino kreatin merupakan gabungan asam amino bersulfur, sistin, ada ikatan disulfida antar asam amino yang kuat.Oleh karena itu perlu diproses lebih dahulu. Proses pengolahan tepung bulu ada beberapa macam: secara phisik & tekanan, secara kimiawai asam & basa, secara enzymatis & biologis. Perlakuan dengan NaOH 0,2% yang dipanaskan selama 90 menit dengan tekanan tinggi bisa menghasilkan daya cerna sampai 45%. Penggunaan tepung bulu dibatasi maksimal hanya 5% dari total ransum. 2. Tepung Ikan Dalam penggunaan pada ransum unggas bisa mencapai 20%, kualitas tepung ikan bervariasi mengandung protein antara 35 60%. Sebagian besar tepung ikan di Indonesia masih import, tetapi kita bisa membuat sendiri dari limbah-limbah ikan non konsumsi (ikan rucah), limbah ikan dari supermarket atau dari pasar.Cara pengolahannya tidaklah rumit, bahan sebaiknya direbus dulu sampai mendidih agar berbagai bakteri atau virus yang ada bisa mati, kemudian bahan digiling sampai hancur selanjutnya difermentasi.Bahan yang sudah lembut bisa dikeringkan dan digiling halus. 3. Pengolahan Kepala Udang Kepala udang dan cangkangnya banyak mengadung chitin yang sulit dicerna hewan, untuk itu perlu ada proses pengolahannya agar bahan ini bisa dimanfaatkan ternak dengan baik menjadi chitozan. Ada 2 cara mengolah kepala udang, yaitu;

Pertama: Kepala udang dicuci bersih direbus selama 20 menit ditiriskan dan dikeringkan setelah itu
dihaluskan, kemudian diberi HCL 1 N dengan perbandingan 10 : 1 (10 untul HCL dan 1 untuk Cangkang). Aduk rata sekitar 1 jam, kemudian dicuci bersih, direbus dan disaring kemudian direndam dengan NaOH 3,5% dengan perbandingan 6:1 (6 NaOH dan 1 Cangkang ) biarkan selama 1 jam dan panaskan 90C kemudian cuci bersih.

Kedua; Kepala udang dicuci bersih direndam dalam larutan NaOH 5 % selama 3 jam kemudian dicuci
bersih dan direbus selama 3 jam didinginkan kemudian direndam dengan bakteri probiotik selama 1 malam kemudian dikeringkan dan dihaluskan. 4. Bekicot profeed

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Budidaya bekicot sangatlah mudah, cukup dibuatkan lubang tanah sekitar 1 meter dan diberi indukan dan pakan (sisa sayuran), dalam waktu 5-6 bulan akan berkembang menjadi banyak sekali. Pengolahan untuk pakan ayam harus direndam dengan air garam 30 % selama 3 jam, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan cangkangnya,setelah dingin daging bekicot diambil dan dikeringkan kemudian digiling dan siap digunakan. 5. Pemanfaatan Kue / Roti Bekas Di berbagai daerah masing-masing mempunyai produksi makanan khas, kue / roti banyak diproduksi baik skala industri rumah tangga atau skala pabrikan.Kue yang tidak layak dikonsumsi manusia masih bisa dimanfaatkan untuk unggas, harga relatif lebih murah. Bahan pakan harus diolah dulu dengan cara dipanaskan (sangrai atau kukus) agar bakteri, virus, jamur mati dan aman dikonsumsi unggas. Penelitian kami bahan kue / roti bekas ternyata masih mengandung nutrisi yang baik, hasil laboraturiom menunjukkan kandungan proteinnya berkisar 15-20%, lebih tinggi dibandingjagung atau bekatul. 6. Penggunaan Dedaunan Berkulitas Banyak jenis dedaunan yang mengandung protein tinggi, dau lamtoro, turi, katu, dll bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan ayam.Pilih daun yang dewasa, jangan terlalu muda atau tua. Dedauann dikumpulkan, jemur / oven, digiling akan menjadi bahan pakan yang murah dan berkualitas tinggi. 7. Pemanfaatan Azolla Microphyla Azolla adalah tanaman air yang bisa hidup dengan mudah.Siklus hidup dari bibit sampai dewasa (panen) hanya membutuhkan waktu 14 hari, kemampuan reproduksinya sangat cepat sekali. Hasil penelitaian kami bekerja sama dengan UGM menunjukkan dari 1 kg bibit azolla pada kolam 10 m2 menghasilkan 40 kg saat panen. Kandungan nutrisinya juga sangat baik azolla michrophyla mengandung protein kasar2932%. Komposisi nutrisi beberapa jenis bahan pakan BK No. Nama 1 Jagung 2 Jagung Fermentasi 4 Dedak Halus 5 Bekatul 6 Bungkil Kedelai 7 Onggok 8 Onggok Fermentasi (%) PK (%) 9.0 25.0 9.9 14.0 41.7 0.5 23.5 Lemak (%) 3.8 3.1 6.8 14.3 3.5 0.41 SK (%) 2.5 2.5 20.5 6.1 6.5 10.5 14.5 EM (Kcal) 3.430 2750 2100 3320 2240 2155 2510

10

POTENSI USAHA AGROBISNIS 9 Bungkil Sawit Bk. Sawit 10 Fermentasi 11 Azzola Mycrophilla Dedak Gandum/ 12 Pollard Kotoran Ayam 13 Broiler 14 Kotoran Ayam Layer 15 Rumput Laut 16 Daun Turi 17 Tepung Ikan 18 Tepung Bekicot Tepung Cacing 19 Tanah 20 Tepung Bulu Ayam Tepung Cangkang 25 Udang 41.2 3.6 16.4 2156 59.7 86.5 6.9 3.9 0.7 0.4 3905 3047 25.3 11.6 5.4 31.7 53.9 60.9 3.34 1.8 8.6 1.9 4.2 7.0 14.6 16.2 3.1 22.4 1.0 4.5 2050 1820 1160 1230 2640 3010 11.8 3.0 11.2 1140 24.5 31.2 7.5 19.9 13.0 1717 2845 12.3 29.7 1593

November 30, 2012

Tatalaksana Pemeliharaan Ayam Kampung Super 1. Persiapan Pemeliharaan Ayam Kampung Super Suatu program pemeliharaan ayam yang menyeluruh, sangat diajurkan. Persiapan yang perlu dilakukan

sebelum kedatangan anak ayam (DOC) antara lain: a. Melakukan sanitasi semua peralatan yang terdapat dalam kandang anak ayam, termasuk lantai, dinding, langit-langit kandang, tempat makanan, minuman serta pemanas. Sanitasi adalah pembersihan menggunakan desinfektan. Pelaksanaan dilakukan sebelum mendatangkan anak ayam. Sanitasi dengan desinfektan dapat dilakukan dengan alat penyemprot (sprayer). Dengan demikian, kandang dan peralataan

11

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

bebas dari kuman-kuman penyakit. Pengapuran lantai akan menyempurnakan sanitasi ini karena kapur merupakan disenfectan yang paling murah. b. Brooder merupakan alat pemanas sebagai pengganti induk ayam untuk menjaga suhu tetap hangat (2932C) selama 3 mingggu, brooder bisa menggunakan gas (gasolec), minyak tanah (semawar), batubara (kompor), sekam kayu (kompor), listrik (kotak indukan / box brooder) dll. Dari berbagai jenis indukan di atas untuk skala kecil lebih mudah, lebih murah, lebih irit, lebih aman menggunakan box brooder.Lantai diberi alas sekam padi / serbuk gergaji setebal 5 cm kemudian ditutup koran sebagai alas. Box indukan menyesuaikan dengan jumlah bibit yang mau kita pelihara. Box bisa dibuat dengan dinding papan kayu setinggi 40-50 cm panjang dan lebar menyesuaikan. Semakin besar anak ayam yang dipelihara, tempat makanan harus di tinggikan sehingga bagian yang terendah dari tempat makanan setinggi punggung anak ayam. c. Tempat air minum, dianjurkan harus berdekatan dengan tempat makanan, dan usahakan terletak setinggi punggung anak ayam. Sediakan 2 tempat air minum yang berkapasitas 2,5 liter selama 3 minggu pertama. Tempat minum bisa diberi alas papan agar alas koran tidak cepat basah dan rusak. d. Sumber pemanas (boghlamp) befungsi sebagai induk pengganti. Usahakan alat pemanas yang memadai, sehingga udara panas dapat memberi kehangatan ideal selama bulu anak ayam masih lembut. Alat pemanas bisa diaktifkan 2 jam lebih awal dalam box, sehingga anak ayam menempati box sudah dalam keadaan yang nyaman bagi anak ayam 2. Pemeliharaan Periode Awal 1-3 Minggu (Brooder)

Pemeliharaan periode awal, merupakan tahapan pemeliharaan yang memerlukan perhatian ekstra.Sebelum umur 3 minggu bulu primer ayam belum tumbuh sempurna sehingga belum mampu melindungi dari perubahan suhu udara dingin di lingkungannya, maka masih perlu bantuan panas dalam kotak indukan (brooder).Penggunaan pemanas pada tahap ini beberapa peternakan ada yang menggunakan gas, semawar dengan minyak tanah, kompor

12

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

batubara, kompor grajen, listrik, dll.Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang paling efisien adalah pemanas dengan sumber listrik. Box indukan dapat dibuat dari bahan yang murah misalnya dengan papan cor dan ditutup dengan triplek. Box ukuran 120 cm x 240 cm bisa menampung DOC 300 400 ekor.Pada tahap ini merupakan langkah utama yang menentukan keberhasilan dalam periode selanjutnya. Sebelum bibit ayam dimasukkan dalam box harus disiapkan pakan dan minum.Dalam air minum dianjurkan dicampur gula untuk memulihkan energi dan mencegah dehidrasi selama DOC diperjalanan. Kemudian diikuti pemberian antibiotik. Pakan diberikan dalam nampan (feeder chick) dan sedikit ditebar merata pada lantai koran agar anak ayam mudah mencapai pakan pertama kali masuk box. Pada minggu pertama, usahakan kehangatan ruangan box cukup bagi anak ayam, secara teori suhu berkisar pada temperatur 32 oC, dan semakin menurun sedikit demi sedikit sejalan bertambahnya usia ayam. Agar dapat mengontrol secara akurat lengkapilah box dengan termometer. Pengontrolan kecukupan panas yang paling bagus dan akurat adalah dengan memantau dari tingkah laku anak ayam.Bila bergerompol, berarti kurang hangat. Jika mengumpul di suatu tempat, berarti kehangatan tidak merata. Jika menyebar di pinggir box dan mulut terbuka berarti terlalu panas. Jika menyebar merata, berarti cukup ideal. Agar lebih praktis box dibuat dengan mengguanakan 3 titik lampu, masing-masing diberi boghlamp 25 watt. Pada 1 minggu pertama 3 lampu dinyalakan karena periode ini dibutuhkan suhu yang lebih panas, pada minggu ke 2 digunakan 2 lampu, dan masuk minggu 3 cukup menggunakan 1 lampu. Pada umur 3 hari pertama box ditutup rapat dengan triplek, mulai hari ke 4 bisa diberikan ventilasi dengan cara menggeser sedikit tutup triplek agar anak ayam tidak kepanasan terutama pada sisng hari.

Untuk mencegah penyakit serta usaha meningkatkan kekebalan terhadap penyakit ND (tetelo) dengan jenis vaksin NDB1, pada hari pertama / keempat dapat dilakukaan vaksinasi melalui tetes mata/hidung/mulut. Pemberian antibiotik berguna untuk mencegah penyakit bakterial. Pada umur 10 hari berikan vaksin Gumboro, untuk mencegah penyakit gumboro yang menyerang bursa fabricus, sehingga lebih tahan terhadap berbagai jenis penyakit. Tempat air minum dianjurkan setiap hari dicuci dan air minum diganti. 3. Pemeliharaan lepas brooder sampai panen

13

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Pemeliharaan anak ayam mulai usia 4 minggu, merupakan pemeliharaan yang telah melewati periode kritis, sehingga relatif lebih aman, meski masih diperlukan pengawasan. Induk buatan atau pemanas, sudah tidak diperlukan lagi. Kecuali lampu penerangan yang digunakan di malam hari. Tempat makanan bisa diganti dengan bentuk tabung, dan diperlukan sebanyak 2 buah untuk 100 ekor anak ayam.Tempat minuman cukup 2 3 buah. Berilah probiotik GB#1 Profeed dalam air minum atau lewat pakan setiap hari. Selanjutnya dapat dilakukan vaksinisasi ND (tetelo) yang kedua. Bila di wilayah peternakan pernah terjangkit penyakit cacar ayam, bisa dilakukan vaksinisasi NCD (tetelo) bersama-sama.Pelaksanaan vaksin NCD dapat dilakukan dengan tetes mata/hidung atau lewat air minum. Tiga hari sesudah vaksinasi seminggu sekali. Catatan : Laksanakan vaksinasi dengan cara tetes mata/hidung /mulut atau lewat air minum dan semua ayam harus betul-betul tervaksin. Bila penggunaan air untuk vaksin diambil dari air sumur, dianjurkan air jangan sampai tercemar chlorine, bisa ditambahkan skim susu. Penimbangan berat anak ayam dengan jumlah 5 10% dari total anak ayam yang ada, sangat dianjurkan. Catat semua berat ayam yang ditimbang, lalu dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah ayam yang ditimbang. Bila terjadi perbedaan yang mencolok, perlu diteliti kesalahan yang mungkin terjadi. Bila uniformity (keseragaman) kurang dari 60% maka harus dilihat apakah tempat pakan / minum kurang, kepadatan, sebaiknya segera dilakukan pengelompokan. Jangan menyimpan makanan terlalu lamai. Jika menyimpan makanan di gudang, letakkan lebih tinggi dari lantai gudang. Dalam pemberian makanan, usahakan jangan terlalu banyak yang terbuang dan tertumpah. Pada waktu memberi obat-obatan, ikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan pada label obat tersebut. Jangan mencampur obat dengan dosis yang kurang atau berlebih karena tidak ada hasilnya. Bila berat rata-rata ayam yang ditimbang kurang atau di bawah standar yang dianjurkan, dapat dilakukan penambahan pakannya dari standar yang dianjurkan. Bila sudah dapat dicapai, hentikan penambahan makanan. berikan vitamin dalam air minumnya, sehingga cekaman akibat vaksinasi dapat dihindari. Selanjutnya penggunaan antibiotika yang dicampurkan lewat air minum bisa diberikan

Menanggulangi Kanibalisme. Kanibalisme sering terjadi pada peternak ayam kampung super, sehingga menjadi
problema tersendiri yang perlu diusahakan pencegahannya.Kerugian yang bersifat ekonomi akibat kanibalisme, tidak

14

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

kecil. Pada hakikatnya, besar-kecilnya tingkat kanibalisme akan bergantung pada faktor lingkungan. Lingkungan yang kurang menguntungkan, juga akan mengganggu kesempatan ayam untuk memenuhi kebutuhannya. Beberapa faktor yang merangsang terjadinya kanibalisme pada ayam kampungsuperdalam pengelolaan sehari-hari yang paling umum dijumpai disebabkan antara lain: 1. Pemberian pakan dan minum yang tidak mencukupi dengan kebutuhan bagi ayam . 2. Kekuatan cahaya matahari yang masuk dalam kandang 3. Kekurangan mineral dalam pakan, merupakan hal yang cenderung lebih gawat dalam merangsang kanibalisme dan yang jadi sasara utama adalah bulu ayam temannya. 4. Kepadatan ayam yang terlalu berlebihan karena terbatasnya kandang. Kepadatan yang melampaui batas yang dianjurkan, akan meningkatkan kanibalisme, Bila ada ayam yang terluka, ayam tersebut akan menjadi sasaran ramai-ramai. 5. Sirkulasi udara ayang buruk. Hal ini merupakan kejadian yang diakibatkan dari lingkungan kandang yang pengap dan tidak didukung pertukaran udara yang kontinu. Dalam kondisi lingkungan yang demikian buruk, ayam akan melampiaskan kompensasinya dengan kanibalisme. 6. Adanya ektoparasit, yang diakibatkan oleh banyaknya kutu yang bersarang dalam bulu ayam. Akibatnya gangguan itu, ayam terbatas dalam mengkonsumsi makanan dan kekurangan makanan akan menyebabkan ayam kekurangan nutrisi. Dari sebab defisiensi nutrisi ini ayam menjadi kanibal. Pencegahan dan penanggulangan terhadap kanibalisme dapat diusahakan dengan pengelolaan, antara lain: 1. Usahakan temperatur lingkungan kandang yang ideal, ada cukup lobang ventilasi sehingga udara bisa terus berganti. 2. Pemberian pakandan minum yang teratur, baik waktu, jumlah, maupun kualitasnya untuk pembesaran sebaiknya diberikan secara full feed tapi jangan sampai tumpah. 3. Teritis atap kandang usahakan cukup lebar, dinding kandang diberi tirai sehingga sinar dan kekuatan cahaya matahari langsung ke kandang dapat dikurangi. 4. Bila ada ayam yang terluka segera dipisahkan dan diobati. 5. Ayam yang memiliki sifat kanibal tinggi ditempatkan dikandang tersendiri atau dilakukan potong paruh. 6. Dalam satu kelompok, usahakan dipelihara ayam yang seusia.

15

POTENSI USAHA AGROBISNIS Masa Panen

November 30, 2012

Pada umur 50-60 hari ayam kampungsuper dapat dipanen sebagai ayam kampung pedaging. Keseragaman (uniformity) ukuran dan berat badan menjadi parameter keberhasilan pada masa pemeliharaan dari saat pertama ayam datang. Kualitas pakan, kecukupan tempat pakan dan minum, managemen pemeliharaan akan menentukan semuanya. Panen bisa dilakukan seluruhnya atau sebagian.Pada pemanenan sebagian sebaiknya dilakukan pada malam hari (kondisi gelap) agar ayam mudah ditangkap dan tidak stress). Bobot0,8 kg-1,2 kg merupakan ukuran yang paling banyakdibutuhkankonsumen. Bobot 0,6kg - 0,7 kg banyak diminta pada restauran baby chiken. Saatinipermintaanayam kampung sangatbanyakbaik untukskaladaerahataupunnasional. Mengenal Beberapa Jenis Penyakit Ayam 1. Newcastle Disease (ND) Penyakit ND disebut juga penyakit tetelo, adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan merupakan masalah yang menduduki peringkat pertama yang banyak menimbulkan kematian baik ayam kampung ataupun ayam ras. Penyebab penyakit ND adalah virus golongan paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah merah ayam sehingga pada ayam yang terserang penyakit ini pada usus, proventriculus akan terlihat pendarahan bintik-bintik merah.Gejala yang umum penyakit ini antara lain adanya gangguan pernafasan, batuk, ngorok, megap-megap, napsu makan hilang, minum lebih banyak, dan berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari akan nampak gejala lanjutan antara lain muncul kotoranencerberwarnahijau, gangguan syaraf, kaki lumpuh, jalan diseret, tanda yang khas adalah leher terpuntir dan berjalan berputar-putar. Mortalitas sangat tinggi bisa sampai 100%, pada ayam broiler target bobot panen tidak tercapai, pada ayam petelur produksi bisa turun sampai 0%, kulit telur rapuh, bentuk telur tidak normal, dan daya tetas sangat rendah. Bila dilakukan bedah bangkai terlihat pada usus ada eksudat kental bercampur darah, pada provetriculus mengalami pendarahan berupa bintik-bintik merah, pada permukaan usus juga ditemukan bintik-bintik merah, kadang ayam mengalami diare, dan berbau amis.

Penularan penyakit: Lendir dan tinja yang terkontaminasi penyakit tersebar terbawa angin, atau tertular dengan
perantara manusia, kemudian dihirup ayam shat, kemudian 5-6 hari inkubasi ayam menunjukkan gejala sakit. Penularan bisa melalui manusiaa, binatang piaraan, hewan liar (burung, tikus, lalat) ataupun melalui udara.

Pengobatan: Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini, untuk mengurangi kematian bisa diberikan
penerangan tambahan, alas lantai diganti yang kering, lakukan revaksinasi dengan Delvax ND Clone LZ 58 dengan cara spray, tetes mata, atau suntikan. Berikan vitamin pada minumnya.

Pencegahan: 1. Vaksinasi ND secara teratur dan terjadwal , 2. Sanitasi kandang, 3. Mencegah hewan liar masuk
kandang, 4. Suasana kandang dibuat nyaman, kepadatan, ventilasi, dll. 2. Gumboro Disease

16

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Gumboro disebut juga dengan Infectious bursal disease (IBD).Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menimbulkan gangguan pada alat tubuh pembentuk kekebalan terutama pada bursa fabricus, sehingga ayam mudah terserang penyakit lainnya. Virus ini tidak tahan terhadap formalin dan larutan yodium sehingga sanitasi kadang dengan bahan diatas akan mencegah atau memutus rantai kehidupan virus tersebut.

Gejala: penyakit diawali dengan hilangnya napsu makan, yang disusul dengan kelemahan, inkoordinsi (gerakan
tak terkendali),peradangan sekitar dubur, terjadi diare, kondisi tubuh gemetar, Kematian bisa mencapai 5-20%. Karena yang diserang virus ini adalah alat pembauat kekebalan tubuh ayam maka bila unggas terserang penyakit ini gampang terserang penyakit lain (sekunder), pencegahan; dengan vaksinasi terjadwal dan sanitasi kandang yang teratur, membatasi carrier penyakit.Pada beberapa kasus di beberapa tempat, bahan tradisional kunir, jahe, temulawak, daun imbau, gula jawa bisa membantu mengatasi penyakit ini. 3. Chronic Respiratory Disease (CRD) CRD adalah penyakit infectious yang menular, disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galliseptum.Gejala yang paling dominan adalah ngorok, maka peternak sering menyebut dengan penyakit ngorok.Di lapangan kejadian CRD murni jarang ditemui biasanya sudah komplikasi dengan E Colli sehingga disebut dengan CRD Complek.CRD menyebabkan kegagalan vaksinasi ND, menghambat pertumbuhan, konfersi pakan jelek, produksi dan kualitas telur turun dan menyebabkan kematian. CRD bisa disebabkan oleh reaksi vaksin aktif, stress suhu dingin, kandungan amonia terlalu tinggi, ventilasi yang jelek, faktor stress yang lain, infeksi penyakit lain misal E Coli. Ayam yang terinfeksi akan menunjukkan gejala: ingus keluar dari lubang hidung, batuk dan bersuara waktu bernapas, kadang muka bengkak karena adanya timbunan eksudat dalam sinus infra orbitalis. Pada bedah bangkai menunjukkan kelainan saluran pernapasan yaitu ditemukan eksudat.Pada ayam muda menyebabkan tbuh lemah, sayap terkulai, mengantuk, dan diare seperti tanahkadangberwarnaputihkecoklatan.Pada ayam dewasa serangan CRD menyebabkan radang pada persendian kaki (bengkak) sehingga ayam tak mampu berdiri. Pencegahan: Sanitasi kandang, kepadatan diperhatikan, ventilasi cukup. Pengobatan: pemberian antibiotik dan vitamin. 4. Infectious Coryza Penyakit ini juga disebut snot yang bersifat menular, yang menyerang pada saluran pernapasan.Angka kesakitan sangat tinggi bisa mencapai 100% tetapi angka kematian rendah.Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Hemophilus gallinarum. Gejala: dari lubang hidung keluar eksudat, pada mulanya berwarna bening, lama-kelaman menjadai kuning kental da berbau. Kadang disekitar lubang hidung terdapat kerak eksudat, Sinus membengkak karena terisi lendir, kelopak mata membengkak, dan mata teretutup, ayam sulit bernapas, pertumbuhan lambat.Pada

17

POTENSI USAHA AGROBISNIS ayam dewasa jengger membengkak dan mengeras. 5. Pullorum

November 30, 2012

Pengobatan: dengan pemberian antibiotik dan vitamin.

Pencegahan: sanitasi kandang, pencegahan hewan liar masuk kandang, kepadatan, ventilasi harus diperhatikan.

Penyakit ini sering disebut dengan berak kapur atau berak putih.Pullorum merupakan penyakit yang mudah tertular, yang disebabkan oleh bakteri Sallmonela Pullorum. Gejala yang namapak antara lain: mengantuk, napsu makan hilang, bergerombol dan yang paling khas adalah diare berwarna putih kadang juga coklat kehijauan. Terdapat kotoran putih dekat lobang dubur, bulu sekitar dubur menjadi kotor, kadang dijumpai peradangan dipersedian kaki (bengkak) dan bisa lumpuh.Pada saluran pencernaan tampak bintik berwarna putih, Pullorum bisa menular secara vertikal dan horisontal. Pengobatan: pemberian antibiotik bisa membantu menekan kematian. 6. Cacingan

Cacingan pada ayam umumnya tidak menyebabkan kematian tetapi secara ekonomis merugikan. Karena ada penurunan berat badan dan keterlambatan pertumbuhan. Banyak jenis cacing yang biasa menyerang pada ayam antara lain: ascaridia galli, heterakis gallinarum, capillaria sp, dll. Induk semang bisa pada lalat, kecoa, siput, cacing tanah.Pada peternakanayam cacing yang paling sering menyerang adalah ascaridia galli. Gejala: pada kondisi ringan ayam tampak seha, tetapi produksi turun. Pada kondisi yang lebih parah pertumbuhan terhambat, kurus, pucat, produksi telur turun, kadang diare bercampur darah. Penularan: ayam sehat akan tertular melalui tinja yang terkontaminasi cacing atau melali inang. Tempat yang lembab menyebakan cacing mudah terembrionisasi.Ascarida galli membutuhkan 35 hari untuk menyelesaikan daur hidupnya.Cacing dewasa mampu menghasilkan 250,000 butir telur sehari setiap ekornya.Pemberian obat cacing pada umur satu bulan mampu mengendalikan infeksi cacing pada ayam yang dipelihara dengan sistem litter.

18

POTENSI USAHA AGROBISNIS Analisa Usaha

November 30, 2012

Sebagai gambaran perhitungan usaha ternak ayam kampung super dengan skala usaha 1000 ekor dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Bibit 1000 ekor (bonus: 20 ekor) 2. Vaksin ND(3), Gumboro (2) 3. Probiotik 4. Obat/Antibiotik 5. Pakan (FCR = 2): 2,000 kg @Rp 5,200; 6. Mortalitas 2 % (bonus) 7. Disenfectan 8. Grajen (litter) 9. Tenagakerja = Total biaya Atau Rp 15,356/ekor, dengan bobot badan 1 kg hidup. Hasil panen dengan kematian 2%, FCR=2, diperoleh keuntungan: 1. 1,000 ekor X 1 kg X Rp 23.000 2. Litter sebagai pupuk 200 kg (per kg Rp 500) Total hasil panen Keuntungan yang diperoleh: Hasil panen biaya produksi = = Rp 23,000,000; = Rp 15,356,000; = = = = = = = = = 4,400,000; 89,000; 60,000 44,000; 10,400,000; 0; 63,000; 100,000 200,000;

100,000;
= Rp 23,100,000;

Rp 23,100,000 Rp 15,356,000 = Rp8,744,000 (56%)


Pengaruh Penggunaan GB#1 Profeed Terhadap Performan Ayam Kampung Super Harga Pakan No. Pakan 1 Komersial Tanpa probiotik GB#1 Profeed 2 8,50 2,35 5.200 (kg) BB (kg/ekor) FCR (kg/kg) pakan (Rp/kg)

19

POTENSI USAHA AGROBISNIS

November 30, 2012

Komersial + Probiotik GB#1 Profeed

9,90

2,02

5.200

Perbedaan

0,33

3.432

TERIMA KASIH, KESUKSESAN BERSAMA KITA

Untuk Konsultasi, Pendampingan, Pemesanan Bibit Berkualitas & Informasi Lebih lanjut Hubungi Kami: Ir. Gembong Danudiningrat (HP: 081276342867) Ir. Budi Raharjo (HP: 081328765999) Agus Winanto(HP: 085643596401) Email :Pk.multyfarm@yahoo.com Facebook//pendawakencana

20