Anda di halaman 1dari 17

HIDROLISIS PROTEIN ENZIMATIIS

Fahmi Aziz Zulkarnaen ABSTRAKS Protein merupakan polimer heterogen polimer-polimer asam amino. Protein dapat diklasofokasikan berdasarkan fungsi biologinya, yaitu sebagai enzim, protein transpor, protein nutrien dan penyimpanan, protein structural, protein pengatur, protein pertahanan serta protein kontraktil atau motil. Enzim merupakan salah satu bentuk protein yang memiliki peran penting bagi kehidupan. Peran enzim ini dapat memeberikan efek sinegris atau efek antagonis. Enzim ini dapat menurunkan energi aktivasi suatu reaksi kimia. Dimana reaksi kimia ada yanf membutuhkan energi dan ada pula yang menghasilkan energi. Salah satu contohnya yaitu enzim protase yang berperan dapat mengkatalis pemutusan ikatan peptida pada bahan yang mengandung protein. Jika protein structural melakukan pemutusan ikatan tersebut, maka akan menyebabkan berkurangnya tingkat kekerasan atau tekstur. Protein yang paling bervarisai dan mempunyai kekhususan yang tinggi yaitu protein yang memiliki aktivitas katalisnya, yakni enzim. Hampir semua reaksi biomolekul organik did alam sel dikatalis oleh enzim. 230110120115

Kata Kunci : Protein, Enzim, Hidrolisis, Hirolisis Protein, Protein Papain, Protein Bromelin.

Pendahuluan
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan 1.3. Manfaat

Beberapa

contoh

simple

protein antara lain adalah : albumin, protamin, histon. 2. Conjugated Protein globulin, gluyein, dan

albuminoid

Tinjauan Pustaka
Protein Protein heterogen merupakan polimer-polimer polimer asam

Conjugated Protein adalah protein yang bergabung dengan zat yang bukan protein. Zat ini disebut Beberapa gugus contoh prostetik. dari

amino. Protein dapat diklasofokasikan berdasarkan fungsi biologinya, yaitu sebagai enzim, protein transpor,

conjugated protein antara lain adalah : nutreo protein, gliko protein, fosfoprotein dan

protein nutrien dan penyimpanan, protein structural, protein pengatur, protein pertahanan serta protein

metalloprotein. Sifat-sifat struktural protein

kontraktil atau motil.

Selain itu

dianggap berada dalam 4 buah telur yaitu : a. Struktur primer : rangkaian asam amino dan lokasi setiap ikatan disulfida di kode dalam gen. b. Struktur sekunder : kelipatan rantai polipeptida motif -pleated menjadi terikat

protein juga dapat dibagi dalam dua golongan utama berdassarkan bentuk dan sifat-sifat fisiknya, antara lain adalah protein globular dan protein serabut. Sedangkan jika dilihat protein

berdasarkan dibagi atas :

komposisinya,

1. Simple Protein Simple protein adalah protein yang hanya mengandung 1-alfa asam amino atau derivatnya.

multiplikasi heliksdan

hidrogen seperti struktur sheet. ini

Kombinasi motif-motif

dapat membentuk motif super sekunder. c. Strukturtersier : hubungan anta-domain struktural

Enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif,

kemudian diaktifkan dalam lingkungan pada kondisi yang tepat. Misalnya, tripsinogen yang disintesis dalam

sekunder dan antar-residu yang letaknya terpisah jauh dalam pengertian struktur primer. d. Struktur kwartener : hanya terdapat dalam protein

pankreas, diaktifkan dengan memecah salah satu peptidanya untuk

membentuk enzim tripsin yang aktif. Bentuk enzim yang tidak aktif ini disebut zimogen. Enzim tersusun atas dua bagian. Apabila enzim dipisahkan satu sama lainnya menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya dapat satu, yang bagian

oligomerik ( protein dengan dua atau tiga rantai

polipeptida), menjelaskan titiktitik kontak dan hubungan lainnya antara polipeptida atau subunit inti

digabungkan disebut

menjadi

holoenzim. Kedua

Enzim Enzim adalah biokatalisator

enzim tersebut yaitu apoenzim dan koenzim. 1. Apoenzim Apoenzim adalah bagian

organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein. Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut. 1. Mempercepat atau

protein dari enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi menentukan

kekhususan dari enzim. Contoh, dari substrat yang sama yang dapat berlainan,

menjadi senyawa

memperlambat reaksi kimia. 2. Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda yang sama. dalam waktu

tergantung dari enzimnya.

2. Koenzim Koenzim disebut gugus Sifat-sifat enzim sebagai berikut.

prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim. Akan tetapi, koenzim tidak begitu dari erat dan mudah

Enzim

akan

mengalami

denaturasi/kerusakan pada suhu atau temperatur tinggi.


dipisahkan

apoenzim.Koenzim

Efektif dalam jumlah kecil. Tidak berubah pada waktu reaksi berlangsung.

memiliki sidat yang termostabil (tahan terhadap panas), mengandung ribose dan fosfat. Fungsinya menentukan

Tidak keseimbangan,

memengaruhi tetapi hanya

sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) yang akan maka reaksi adalah

mempercepat reaksi. Spesifik untuk reaksi tertentu. yang memengaruhi

terjadi

Faktor-faktor

dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen.

enzim dan aktivitas enzim sebagai berikut. 1. Temperatur atau suhu Umumnya enzim bekerja pada suhu yang optimum. Apabila suhu turun,

Koenzim

dapat

bertindak

sebagai seperti

maka aktivitas akan terhenti tetapi enzim tidak rusak. Sebaliknya, pada suhu tinggi aktivitas menurun dan enzim menjadi rusak. 2. Air Air berperan dalam memulai kegiatan enzim. Contoh pada waktu biji dalam

penerima/akseptor hidrogen,

NAD atau donor dari gugus kimia, seperti ATP (Adenosin Tri Phosfat).

keadaan

kering

kegiatan

enzim

Zat-zat penghambat adalah zatzat kimia yang menghambat aktivitas kerja enzim. Contoh, garam-garam dari logam berat, seperti raksa. Contoh-contoh enzim dalam proses

tidak kelihatan. Baru setelah ada air, melalui imbibisi mu-lailah biji

berkecambah. 3. pH Perubahan membalikkan pH kegiatan dapat enzim,

metabolisme sebagai berikut. 1. Enzim katalase Enzim membantu katalase berfungsi pengubahan

yaitu mengubah hasil akhir kembali menjadi substrat. 4. Hasil akhir Kecepatan reaksi dalam suatu proses kimia tidak selalu konstan. Misal, kegiatan pada awal reaksi tidak sama dengan kegiatan atau akhir pada reaksi.

hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.

pertengahan

Apabila hasil akhir (banyak), maka akan menghambat aktivitas enzim. 5. Substrat Substrat adalah zat yang diubah menjadi sesuatu yang baru. Umumnya, akan terdapat hubungan yang

2.Enzim Oksidase Enzim oksidase berfungsi mempergiat penggabungan O2 dengan suatu substrat yang pada saat bersamaan juga mereduksikan O2, sehingga terbentuk H2O. 3. Enzim hidrase Enzim hidrase berfungsi

sebanding antara substrat dengan hasil akhir apabila konsentrasi enzim tetap, pH konstan, dan temperatur konstan. Jadi, apabila substrat yang tersedia dua kali lipat, maka hasil akhir juga dua kali lipat. 6. Zat-zat penghambat

menambah atau mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menyebabkan terurainya senyawa - senyawa yang bersangkutan. Contoh: fumarase,

enolase, akonitase.

4. Enzim dehidrogenase Enzim dehidrogenase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu zat ke zat yang lain. 5. Enzim transphosforilase Enzim transphosforilase

Enzim Bromelin Bromelin proteolitik yang adalah ditemukan enzim pada

bagian batang dan buah nanas (Ananas comosus). Enzim ini diproduksi

sebagai hasil sampingan dari pabrik jus nanas. Dalam memproduksi

berfungsi memindahkan H3PO4 dari molekul satu ke molekul lain dengan bantuan ion Mg2+. 6. Enzim karboksilase Enzim karboksilase berfungsi dalam pengubahan bolak-balik. asam asam Contoh

bromelin, beberapa senyawa yang dapat digunakan untuk presipitasi ini adalah

(pengendapan)

enzim

amonium sulfat dan alkohol. Beberapa kegunaan mengurangi pembengkakan dari enzim rasa karena ini sakit luka adalah dan atau

organik secara pengubahan

piruvat menjadi

asetaldehida dibantu oleh karboksilase piruvat. 7. Enzim desmolase Enzim membantu desmolase berfungsi

operasi, mengurangi radang sendi, menyembuhkan luka bakar,

meningkatkan fungsi paru-paru pada penderita infeksi saluran pernapasan, dan lain-lain. Untuk meningkatkan kelancaran pencernaan pada manusia, umumnya digunakan bromelin

dalam

pemindahan atau

penggabungan ikatan karbon pada suatu senyawa. Contohnya,

aldolase dalam pemecahan fruktosa menjadi dan dehidroksiaseton. 8. Enzim peroksida Enzim membantu peroksida berfungsi gliseraldehida

berdosis 500 mg dalam bentuk kapsul. Apabila konsumsi bromelin dilakukan bersamaan koagulan dengan maka senyawa anti-

risiko

terjadinya

pendarahan akan meningkat.

mengoksidasi senyawa

fenolat yang ada , sedangkan oksigen yang dipergunakan diambil dari H2O2.

Enzim Papain Enzim Papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah papaya, baik dalam buah, batang maupun daunnya. Sebagai enzim yang berkemampuan sebagai memecahkan molekul protein, dewasa ini papain menjadi suatu produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik di kehidupan rumah tangga maupun industri. Papain ialah enzim hidrolase sistein protease yang ada pada pepaya (Carica papaya) dan pepaya gunung (Vasconcellea cundinamarcensis).

(yang diklasifikan dari sini), histidin159, dan asparagin-158. Papain biasa digunakan untuk memecah serabut daging liat dan telah dimanfaatkan selama ribuan tahun oleh penduduk Papain asli Amerika dimanfaatkan Selatan. untuk

juga

mendisosiasikan sel dalam langkah pertama persiapan kultur sel. Selain itu juga ditemukan sebagai bahan baku beberapa pasta gigi atau gula-gula sebagai pemutih gigi.

Hidrolisis Protein Ikatan peptida yang membangun rantai polipeptida dalam protein dapat diputus (dihidrolisis) menggunakan

bahwa ternyata enzim papain dpat berperan aktif dalam pembuatan

kecap. begitu yang saat ini sedang dilakukan sekolah kami. Papain terdiri atas 212 asam amino jembatan yang distabilkan oleh 3 3

asam, basa atau enzim pemecahan ikatan peptida dalam kondisi asam atau basa kuat merupakan proses hidrolisis kimia dan pemecahan ikatan peptida menggunakan enzim

disulfida.

Struktur

dimensinya terdiri atas 2 domain struktural yang berbeda dengan celah di antaranya. Celah itu mengandung tapak aktif, yang mengandung triade katalisis yang sudah disamakan dengan kimotripsin. Triade katalisisnya

merupakan proses hidrolisis biokimia reaksi hidrolisis peptida reaksi akan yang

menghasilkan produk

berupa satu molekul dengan gugus karboksil dan molekul lainnya

memiliki gugus amina (Juniarso dkk, 2007).

tersusun atas 3 asam amino - sistein-25

Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis Bahan Bahan yag digunakan adalah Ikan (daging, tulang dan kulit) yang

protein, baik menggunakan enzim maupun diperoleh asam. Dengan cara ini

campuran

bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kuantitas masing-masing

digunakan sebagai sampel yang akan diuji, buah nanas (muda dan matang) yang diambil filtratnya yang

asam amino perlu diadakan pemisahan antar asam amino tersebut. Ada

digunakan sebagai pereaksi, pepaya ( muda dan matang) yang diambil filtratnya yang digunakan sebagai

beberapa metode analisis asam amino, misalnya kalorimetri, metode gravimetri, mikrobiologi,

kromatografi, dan elektroforesis. Salah satu metode yang banyak memperoleh pengembangan kromatografi. kromatografi adalah adalah metode

pereaksi, susu yang digunakan sebagai sampel yang akan direaksikan, telur yang digunakan sebagai sampel yang akan direaksikan, tempe yang

Macam-macam kromatografi

kertas, kromatografi lapis tipis, dan kromatografi penukar ion (Poejadi, 1994) digunakan sebagai sampel yang akan direaksikan, enzim papain komersial sigunakan sebagai pemecah molekul

Metode Penelitian
Tempat praktikum dilaksanakan di Laboratorium FHA Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas

protein yang terdapat pada getah papaya dan pelunak daging, akuades yang digunakan sebagai pelarut atau penetral antara asam dan basa.

Padjadjaran

Alat Cawan Petri yang digunakan

indikator universal sebagi indicator untuk mengetahui kadar asam pada suatu sampel, tabung reaksi yang digunakan untuk mereaksikan, pipet tetes yang digunakan untuk mengambil filtrat, spatula yang digunakan untuk pengaduk larutan, aluminium foil yang digunakan untuk menutup hasil sari sampel yang sudah dihancurkan agar tidak terkontaminasi, kertas label yang digunakan untuk mempermudah

sebagai wadah sampel dan untuk wdah penimbang, blender yang digunakan untuk menghaluskan nanas dan

pepaya, pisau yang digunakan untuk memotong sampel, timbangan yang digunakan untuk mengukur berat

sampel, gelas ukur yang digunkan untuk memngukur volume larutan, beaker glass yang digunakan untuk menyimpan hasil filtrat, pH meter yang digunakan untuk mengetahui nilai kadar asam pada sampel,

praktikan dalam mengetahui sampel apa yang sedang diuji..

Prosedur Siapkan alat dan bahan

Ditimbang 250 gr nanas atau pepaya

Dimasukkan ke dalam blender

Ditambah 150 ml akuadess dan dilahaluskan buah

Ditimbang 50 gr sampel (tulang) dan diletakkan di atas cawan petri

Ditambahkan 50 gr filtrate kemudian ditutup cawan petri dan didiamkan selama 30 menit

Diamati perlakuan dan dicatat hasilnya dalam table pengamatan

Hasil dan Pembahasan


Hasil Tabel hasil pengamatan lab FHA
pH Kelompok Sample Filtrat awal akhir (warna/teksture) Warna menjadi kuning pucat, Nanas Muda 7 6 Teksturenya lebih hancur, Berbau nanas 18 Tempe Warna semakin kuning pucat, Teksture menjadi lebih lembut, Nanas Tua 7 4 Warna filtar tetap bening, Berbau nanas, Warna menjadi agak keruh, Nanas Muda 9 8 Masih kental, Bau amis masih ada, 19 Putih Telur Warna menjadi lebih keruh, Nanas Tua 9 6 Lebih Encer, Berbau Nanas, Susu berwarna putih, agak kental, Susu + ekstrak Nanas bewarna 20 Susu Nanas Muda 7 6 putih kekuningan, lebih encer dari sebelumnya pH Pengamatan Perubahan

Setelah 30 warna menjadi putih gading 21 Susu Nanas Tua 7 5 Sturktur susu menjadi pecah (denaturasi) Teksture lebih lunak, Nanas Muda 26 Tulang Teksture lebih lunak, Nanas Tua 6 5 Warna lebih pucat Warna awal dan akhir sama seperti warna kulit, Nanas Muda 7 5 Pada umumnya teksture menjadi lembut, 27 Kulit Warna awal dan akhir sama seperti warna kulit, Nanas Tua 7 5 Teksture menjadi lembut dari Nanas Muda dan mudah hancur, Warna Daging agak pucat Nanas Muda 6 4 Teksture daging semakin lembut 28 Daging Nanas Tua 6 5 Warna filtrat tetap bening kekuningan, Teksture daging semakin lembut, 6 4 Warna lebih pucat

Hasil pengamatan lab akuakultur Pengamatan Kelompok Sampel Perlakuan pHo Pepaya Matang 30 Susu Pepaya Mentah Pepaya Matang 29 Telur Pepaya Mentah Pepaya Matang 25 Tempe Pepaya Mentah Pepaya Matang 24 Daging Pepaya Mentah Pepaya Matang 23 Kulit Pepaya Mentah Pepaya Matang 22 Tulang Pepaya Mentah 6 5 6 6 5.5 7 9 6 6 6 6 6 10 6 5 6 5 6 6 6 9 pH1 6 7 7 Awal Cair, Putih Cair, Putih Akhir Makin cair, Keorenan Makin cair, putih

Kental, bening Makin kental, orange kuning Kental, Orange Cair, Bening

Empuk, Putih Lebih empuk, orange Empuk, putih Kenyal, pink pucat Kenyal, pink pucat Kenyal tipis, putih corak hitam Kenyal tipis, putih corak hitam Lunak, putih pucat Lunak, putih pucat Empuk, putih Lebih halus dan lunak, pucat Lebih halus dan lunak, pucat Lebih kenyal, putih kekuningan Lebih kenyal, putih corak hitam Makin lunak, pucat Lunak, putih pucat

Pembahasan Pada hasil data diatas telah terlihat bahwa pada masing-masing perlakuan yang dicampur dengan sampel daging ikan, susu dan tempe memiliki PH awal yang sama, yaitu

6-7 atau PH netral. Sedangkan pada sampel telur didapatkan PH awal 9 (basa). Setelah dilakukan perlakuan dengan cara didiamkan selama 30 menit, PH pada masing-masing sampel tersebut relatif menurun atau

menjadi antara

kan 5-8

derajat untuk

keasaman perlakuan

pada protein yang terkandung pada sampel. Lalu pengaruh pH terhadap sampel akan berhubungan dengan

menggunakan nanas dan 5-10 untuk perlakuan menggunakan pepaya. Hal ini pasti dikarenakan adanya perbedaan tingkat keasaman antara pH nanas dan pepaya. pH nanas terbilang cukup asam karena didalamnya mengandung asam sitrat dan asam lainnya yang cukup tinggi sehingga menciptakan kondisi asam pada nanas sendangkan pada pepaya tidak. Pepaya cenderung netral atau basa dilihat dari perubahan pH awal dan akhir kenaikan dan

beberapa

faktor.

Faktor

itu

berhubungan dengan kerja enzim dan juga kepada sampel nya. Ketika pH perubahan media tertentu, itu mengarah ke perubahan dalam

bentuk enzim. Tidak hanya pada enzim, tingkat pH juga dapat

mempengaruhi sifat muatan dan bentuk substrat. Dalam kisaran pH yang sempit, perubahan bentuk

struktural dari enzim dan substrat mungkin reversibel. Tapi untuk perubahan yang signifikan dalam

penurunannya cenderung stabil. Lalu pada kedua zat ini memiliki enzim masing-masing

tingkat pH, enzim dan substrat dapat mengalami denaturasi. Dalam kasus tersebut, mereka tidak dapat

yang berperan dalam mengkatalisir senyawa protein. Pada nanas

mengidentifikasi satu sama lain. Akibatnya, tidak akan ada reaksi seperti itu. Ini alasan mengapa, pH mempengaruhi aktivitas enzim. Faktor Penurunan denaturasi pH sampelnya ,

terdapat bromelin yang menkatalisir protein dari setiap sampel. Dan pada pepaya terkandung enzim papain yang memiliki fungsi yang sama dengan enzim nanas karena masih sama-sama enzim protease. Enzim bremiolin dan enzim pepain yang terkandung di dalam buah tersebut akan melakukan reaksi hidrolisis

menyebabkan Akibat

protein.

denaturasi protein, maka terjadi penurunan kelarutan protein, daya ikat air hilang dan intensitas warna

dari pigmen daging. Perubahan pH selama proses rigor mortis dan pengaruhnya terhadap mutu daging. Menurut Teori pH berpengaruh pada struktur pengembangan dan juga kelarutan protein. Kondisi protein ini juga akan berpengaruh pada daya ikat air/ WHC (Water Holding Capacity), juiciness, daya emulsi, kemampuan membentuk gel,

belum tahu apakah enzimnya bisa bekerja lebih baik dibandingkan kualitas enzim pada buah pepaya tua/matang.

Kesimpulan
Kesimpulan Proses hidrolisis protein

enzimatis adalah proses penguraian protein menjadi ikatan peptida

kekerasan, warna dan umur simpan. Kedaan inilah yang menyebabkan perubahan tekstur warna dan yang lainnya pada sampel yang di

dengan komponen pembantu enzim. Pada praktikum kali ini yang

digunakan adalah enzim bremiolin dan enzim pepain yang terdapat pada buah nanas dan pepaya. Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pada buah nanas dan pepaya tersebut

praktikum kan. Tingkat kematangan buah juga berpengaruh terhadap kualitas enzim dan kandungan didalamnhya. Buah nanas muda memilki kualitas enzim yang lebih buah nanas rendah yang

mengandung enzim bremiolin dan pepain. Enzim tersebut dapat

dibandingkan

sudah tua, akibatnya pemberian filtrat nanas tua memberikan

membantu

proses

hidrolisis,

terutama hidrolosis prtoein karena meruppakan enzim protease . Lalu Pengaruh pH terhadap enzim dan juga sampel berpengaruh. Dalam kisaran pH yang sempit, perubahan bentuk struktural dari enzim dan substrat mungkin reversibel. Tapi untuk perubahan yang signifikan

perubahan yang sangat signifikan baik dari pH, tekstur maupun bau pada sampel. Begitu pula pada buah pepaya. Pada buah pepaya muda memang enzim dihasilkan lebih banyak karena getah yang

dihasilkan cukup banyak namun

dalam substrat

tingkat

pH,

enzim

dan

dilaksanakan, praktikan tidak perlu bingung mencri alat-alat yang akan digunakan. Jumlah timbangan analitik harus ditambah setiap lab, supaya

dapat Dan

mengalami penurunan pH

denaturasi.. menyebabkan

denaturasi

protein.

Akibat denaturasi protein, maka terjadi penurunan kelarutan protein, daya ikat air hilang dan intensitas warna dari pigmen daging. Pengaruh pengaruh diatas lah yang menyebabkan sampel akan menjadi

praktikum berjalan dengan efisien. Daftar Pustaka Hawab, HM 2004.Pengantar Biokimia. Jakarta: Bayu Media Publishing Poedjiadji,Ana. 1994, dasar-dasar biokimia. Jakarta: UI-press Abu bakar dan M. Ilyas, 2005. Mutu Telur Karamel Asal Telur Pecah Selama Penyimpanan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005. Astuti, Yeti, 2009, Analisi Protein, Gramedia, Jakarta. Girindra, Aisjah, 1993, Biokimia 1, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Juniarso, E., T., Safari, A., danPamungkas, R., A., 2007,Pemanfaatan Limbah Ikan Menjadi Ekstrak Kasar Protease Dari Isi Perut Ikan Lemuru (Sardinella Sp.) Untuk Proses Deproteinisasi

melunak, berbentuk

gel bahkan

sampai ada yang hancur serta warna memudar. Saran Dalam melakukan praktikum ini sebaiknyan dilakukan lebih

serius lagi, supaya tidak terjadi kesalahan prosedur serta

pengamatan yang tepat. Selain itu dalam melakukan praktikum sampel yang dilakukan untuk perlakuan harus lebih banyak, serta alat-alat yang digunakan harus lebih

memadai. Digunakan sampel yang lebih banyak supaya dalam

melakukan pengamatan bisa lebih jelas lagi hasilnya atau lebih terlihat. Alat praktikum harus diperlengkap lagi supaya saat praktikum

Limbah Udang Secara Enzimatik Menjadi Kitosan, Universitas Jember.

daging/

(Diakses

pada

30

November 2013) http://id.wikipedia.org/wiki/Bromeli

Triyono Agus 2010 Rekayasa Kimia dan Proses Mempelajari Pengaruh Beberapa Asam Terhadap Tepung Protein Isolat Kacang Hijau Balai Besar Pengembangan Teknologi Guna Tepat Simaronjan Eviayanti, Nia Kurniawati, Zahidah Hasan 2012, Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3 No. 4 Pengaruh Penggunaan Enzim Papain Dengan Kosentrasi Yang berbeda Terhadap Karakteristik Kimia Kecap Tutut. FPIK , Universitas Padjadjaran http://yaminanggri.blogspot.com/20 13/04/laporan-praktikumbiokimia-umum.html (Diakses pada 30 November 2013) http://produkdaging.wordpress.com/ 2011/01/12/pengaruh-phterhadap-mutu-teknologi-

n (Diakses pada 30 November 2013) http://yoroelz09.blogspot.com/ 2012/12/enzim-papain-daripepaya.html (Diakses pada 30 November 2013)