Anda di halaman 1dari 10

EN-01 RANGKAIAN SENSOR

Sensor adalah suatu device atau sistem yang dapat merasakan suatu besaran fisis (panas, cahaya, dsb ) dan merespon serta mengubah besaran fisis tersebut menjadi besaran fisis yang lain (misalnya listrik) atau besaran fisis lainnya. Deteksi radiasi nuklir membutuhkan pengetahuan tentang jenis radiasi dan interaksinya dengan materi. Detektor berfungsi untuk meraba dan melihat jenis pancaran radiasi sehingga radiasi tersebut lebih mudah diukur. Prinsip detektor yaitu merubah radiasi menjadi pulsa-pulsa listrik. Sedangkan alat elektronik berguna untuk memperkuat dan memproses sinyal sesuai yang dikehendaki. A. TUJUAN . !emahami karakteristik dan prinsip kerja rangkaian Voltage Divider dan "angkaian #embatan. $. !emahami aplikasi rangkaian pasif pada pengukuran. %. !emahami aplikasi rangkaian sensor.

B. DASAR TEORI "angkaian sensor adalah susunan dari beberapa komponen elektronik yang dirangkai untuk memperoleh besaran tertentu (sinyal listrik) yang dapat me&akili suatu fenomena fisik yang terjadi. 'al ini dilakukan untuk mengubah besaran fisik menjadi besaranl istrik. (da juga beberapa rangkaian sensor yang dapat melakukan penguatan sinyal listrik yang diperoleh dari sensor. Suatu sistem sensor atau rangkaian sensor dikatakan baik apabila dapat dugunakan dengan mudah, serta punya hasil pengukuran yang akurat dan dapat dipercaya. Pada praktikum ini digunakan sensor yang berbasis kepada hambatan. (rtinya suatu besaran yang diukur akan diubah menjadi besaran listrik yaitu hambatan. Rangkaian Pembagi Tegangan (Voltage Divider) "angkaian pembagi tegangan adalah salah satu contoh aplikasi sederhana dari beberapa rangkaian pasif. "angkaian ini sering dikombinasikan dengan sensor
14 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

tertentu. Diantaranya )D", *otoDioda, P+,, -+, dan lain-lain. Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah dengan memanfaatkan kombinasi dari kedua hambatan untuk menghasilkan suatu tegangan tertentu.

Gambar 1. "angkaian Pembagi +egangan

-ilai tegangan keluarannya sangat bergantung pada kedua nilai hambatan, baik " maupun "$, ketiganya akan berlaku hubungan .

/in

. tegangan input

" , "$ . hambatan pembagi /out . tegangan keluaran yang besarnya sama dengan tegangan pada "$

" dan "$ dapat diganti dengan sensor yang nilai resistansinya berubah terhadap variabel terukur. 'al-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan rangkaian ini adalah . /ariasi /out terhadap " dan "$ adalah nonlinear0 $. 1mpedansi output efektif adalah kombinasi paralel dari " dan "$. %. Pada rangkaian pembagi tegangan, hambatannya.
15 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

laju arus akan mele&ati kedua

hambatannya, nilainya sama besar dan terjadi disipasi daya oleh kedua nilai

Rangkaian Jemba an (Bri!ge) Dasar penggunaan rangkaian jembatan adalah kesetimbangan tegangan pada setiap bagian hampatan atau impedansi yang akan diukur. #ika terdapat selisih tegangan pada ujung-ujung 2ridge, berarti terdapat ketidaksetimbangan tegangan padanya. -ilai selisih tegangan tersebut yang nantinya dapat digunakan untuk mengetahui parameter elektrik sensor. "angkaian jembatan terutama digunakan sebagai sebuah alat pengukur perubahan tahanan yang akurat. "angkaian seperti ini berguna bila perubahan fraksional dalam impedansi sangat kecil. "angkaian jembatan adalah rangkaian pasif yang digunakan untuk mengukur impedansi dengan teknik penyesuaian potensial. Dalam rangkaian ini, seperangkat impedansi yang telah diketahui secara akurat diatur nilainya dalam hubungannya terhadap satu yang belum diketahui sampai suatu kondisi yang ada dimana perbedaan potensial antara dua titik dalam rangkaian adalah nol, yaitu setimbang . 3ondisi ini menetapkan sebuah persamaan yang digunakan untuk menemukan impedansi yang tidak diketahui berkenaan dengan nilai-nilai yang diketahui. "angkaian jembatan digunakan untuk mengkonversikan variasi impedansi menjadi variasi tegangan. Salah satu keuntungan rangkaian ini adalah tegangan yang dihasilkan dapat bervariasi sekitar nol. (rtinya penguatan dapat digunakan untuk menaikkan level tegangan sehingga sensivitas terhadap variasi impedansi juga meningkat. (plikasi lainnyaa dalah pada ketepatan pengukuran impedansi. "angkaian jembatan yang paling sederhana dan paling banyak digunakan adalah rangkaian jembatan &heatstone. "angkaian ini digunakan untuk aplikasi signal conditioning dimana sebuah sensor dapat mengubah nilai hambatan ketika variabel proses juga berubah. 2erikut adalah analisis rangkaian, diasumsikan impedansi detektor tak terbatas. Pada kasus ini beda potensial, 4/ antara titik a dan b, adalah 4/ 5 /a 6 /b dimana /a /b . potensial titik a terhadap c . potensial titik b terhadap c

-ilai /a dan /b sekarang dapat dicari dengan memperhatikan bah&a / a adalah hanya tegangan sumber, /, dibagi antara " dan "%

16 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

Dengan cara yang sama /b adalah tegangan yang terbagi diberikan oleh

dengan V R1, R2, R3, R4 tegangan, dapat ditulis. . tegangan sumber jembatan . resistor-resistor jembatan

Dengan mengombinasikan ketiga persamaan di atas, beda tegangan atau offset

Gambar " "angkaian #embatan

#. KO$PONEN DAN A%AT PRAKTIKU$ Tabe& 1. 3omponen dan (lat Praktikum -o. . 3omponendan(lat "esistor Spesifikasi 78 k8 9k7 8 #umlah

17 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

:k8

$. %. 9. ;. <. 7. =.

/ariabel "esistor Project 2oard !ultimeter ,atuDaya D, 3abel )D" P+,

;: k 8

Secukupnya

D. %ANGKA' PRAKTIKU$ Rangkaian Pembagi Tegangan . (mbil alat dan komponen sesuai dengan tabel .

$. Susun rangkaian seperti pada gambar . %. /ariasikan nilai hambatan pada variabel resistor dan catat besarnya / out. 9. >langi langkah -% dengan menggantinilai " dengan )D" dan P+,.

Rangkaian Bridge . (mbil alat dan komponen sesuai dengan tabel .

$. Susun rangkaian seperti pada gambar $. %. /ariasikan nilai hambatan pada variabel resistor dan catat besar / out.

E. DA(TAR PUSTAKA +im Penyusun.$::?.Panduan PraktikumElektronika. @ogyakarta. )aboratorium Sensor dan Sistem +elekontrol #urusan +eknik *isika >niversitas Aadjah !ada &&&.elektro.undip.ac.idBsumardiB&&&BkomponenB$C%.htm

18 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

%APORAN SE$ENTARA

-amaPraktikan B -1!

-ama(siten

Tabe& ". /ariasi " dan "$ /in 5 $ / -o. . $. " (8) "$ (8) /out (/olt)

+abel %. /ariasi /ariabel "esistor dan "$


19 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

/in "$ -o. . $. %. 9. ;. <. 7. =. ?. :.

5 $/ 5D /ariabel "esistor (8) /out (/olt)

Tabe& ). /ariasi /ariabel "esistor dan " /in " -o. . $. %. 9. ;. <. 7. =. ?.
20 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

5 $/ 5D /ariabel "esistor (8) /out (/olt)

:.

Tabe& *. Penggantian "esistor dengan )D" /in -o. . $. %. 9. 5 $/ " (8) )D" dibuka )D" ditutup )D" dibuka )D" ditutup "$ (8) /out (/olt)

Tabe& +. Penggantian "esistor dengan P+, /in -o. . $. %. 9. 5 $/ " (8) P+, dibiarkan P+, didekatkan sumber panas P+, dibiarkan P+, didekatkan sumber panas "$ (8) /out (/olt)

3esimpulan .

21 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

Tabe& ,. "angkaian #embatan /in " 5 $/ 5 :k8

22 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r

"$ "% -o. . $. %. 9. ;. <. 7. =. ?. :.

5 9.7 k 8 5 k8 "9 (k 8) /out (/olt)

3esimpulan .

23 | M o d u l P r a k t i k u m E l e k t r o n i k a N u k l i r