Anda di halaman 1dari 2

TAKSI PUTRA GROUP EMPAT PRINSIP KERJA 2012 Untuk mensukseskan Program Kerja dan Kegiatan Taksi Putra

Group Tahun 2012, maka dicanangkan empat (4) prinsip kerja yang harus diketahui, dipahami, diamalkan oleh seluruh jajaran Taksi Putra yaitu : 1. Optimis Sadar kalau apa yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan segenap potensi yang dimiliki, akan mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Sadar bahwa untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan untuk mengerahkan segenap potensi yang dimikili harus dimulai dengan mengubah sikap dan kebiasaan kerja yang buruk. Sadar bahwa sikap dan kebiasaan kerja yang buruk harus diperbaiki terus menerusuntuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh hasil kerja yang memuaskan. Sadar bahwa hasil kerja yang memuaskan akan berpengaruh pada kinerja keseluruhan perusahaan, sehingga untuk menularkan sikap kerja yang baik dan bersungguh-sungguh kepada rekan sekerja. 1. Optimis. Sikap optimis adalah suatu sikap untuk berpengharapan baik dan memandang bahwa seluruh potensi yang dimiliki disediakan dengan mengubah keadaan hari ini untuk menjadi lebih baik, secara berkelanjutan, dengan jangkauan jauh ke depan. Realisasi dari sikap optimis adalah perubahan. Baik perubahan cara pandang yang akan disusul dengan perubahan sikap, maupun perubahan cara kerja yang meliputi perubahan cara penemuan dan penanganan masalah, perubahan sikap terhadap proses dan hasil kerja, perubahan kebiasaan, cara dan langkah-langkah kerja; ke arah yang lebih baik. Dengan kata lain, perubahan harus dimulai dengan melakukan perbaikan secara terus menerus atau berkelanjutan. 2. Berorientasi Hasil. Seluruh jajaran, dalam proses kerja, dibimbing dan diarahkan untuk selalu berorientasi hasil. Orientasi hasil maksudnya adalah bahwa seluruh proses kerja harus dipastikan berjalan dengan baik, efektif dan efisien, karena hanya proses yang baik dan benar akan mendatangkan hasil yang baik. Dengan demikian, langkahlangkah perbaikan berkelanjutan atas sistem, mekanisme dan cara kerja harus dilakukan pada seluruh unit kerja, untuk mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan target-target dan sasaran-sasaran yang telah ditentukan. Orientasi hasil juga menyiratkan langkah untuk melalukan langkah-langkah evaluasi secara intensif untuk menemukan kelemahan, kekurangan dan ketidaktepatan dalam proses kerja. 3. Taat Azas. Taat azas yang dimaksud disini adalah bahwa seluruh jajaran harus diarahkan untuk menjalankan, mengamankan dan mensukseskan setiap kebijakan perusahaan, mulai dari proses pembentukannya sampai pada implementasinya dalam proses kerja.

Dengan demikian seluruh unit kerja diharapkan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan atau penyempurnaan kebijakan, pengetatan pengawasan atas implementasi kebijakan, peningkatan kemampuan eksekusi atas kebijakan dan penemuan cara-cara baru dalam pelaksanaan. Terutama tentu yang berkaitan dengan Perjanjian Kredit, Tatib Pengoperasian Taksi dan seluruh kebijakan yang menyertainya. Taat azas juga berarti bahwa tidak dimungkinkan munculnya tafsir dan langkah yang berbeda atas satu kebijakan, sehingga koordinasi, konsultasi dan rapat-rapat antar Bagian maupun rapat Bagian dan unit kerja selalu harus diarahkan untuk maksud tersebut. Hal ini tidak lain agar kebijakan yang diambil perusahaan dapat mencapai sasaran dan tujuannya, dan dapat efektif pada tingkat implementasi. 4. Mengedepankan Pelayanan Seluruh jajaran diarahahkan dan dibimbing untuk menumbuhkan kesadaran kepelayanan, artinya seluruh kegiatan dan proses kerja bagi seluruh karyawan harus didasarkan pada kesadaran untuk memberikan pelayanan optimal baik kepada pengemudi pada semua lini pelayanan pengemudi maupun kepada karyawan pada seluruh unit kerja terkait. Setiap karyawan harus dibimbing dan diarahkan untuk menyadari pada proses kerja adalah proses pelayanan. Dengan demikian langkah perbaikan yang harus ditempuh adalah menanamkan kesadaran kepelayanan dimaksud melalui seluruh proses interaksi dalam perusahaan baik vertikal maupun horizontal dengan penekanan pada kecepatan, ketepatan dan keramahan.