Anda di halaman 1dari 7

PELAYANAN KESEHATAN PADA BAYI Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh

tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir. Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi: 1. 2. 3. 4. Kunjungan bayi satu kali pada umur 29 hari-2 bulan Kunjungan bayi satu kali pada umue 3- bulan Kunjungan bayi satu kali pada umur !-" Kunjungan bayi satu kali pada umue 9-11 bulan

Pelayanan kesehatan kepada bayi meliputi: #suhan bayi baru lahirPelaksanaan asuhan bayi baru lahir menga$u pada pedoman #suhanPersalinan %ormal yang tersedia di puskesmas, pemberi layanan asuhanbayi baru lahir dapat dilaksanakan oleh dokter, bidan atau pera&at.Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir dilaksanakan dalam ruangan yangsama dengan ibunya atau ra&at gabung 'ibu dan bayi dira&at dalam satukamar, bayi berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam(. #suhan bayibaru lahir meliputi: 1. Pelayanan neonatal esensial dan tatalaksana neonatal meliputi: a. Pertolongan persalinan yang atraumatik, bersih dan aman b. )enjaga tubuh bayi tetap hangat dengan kontak dini $. )embersihkan jalan na*as, mempertahankan bayi berna*as spontan d. Pemberian #+, dini dalam 3- menit setelah melahirkan ,nisiasi menyusui dini ',).( adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan dimana bayi dibiarkan men$ari puting susu ibunya sendiri. ,nisiasi menyusui dini ',).( akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian #+, ekslusi*. Pemerintah ,ndonesia mendukung kebijakan /01 dan 2%,345 yang merekomendasikan inisiasi menyusui dini sebagai tindakan penyelamatan kehidupan, karena ,). dapat menyelamatkan 22 6 dari bayi yang meninggal sebelum usia 1 bulan. Program ini dilakukan dengan $ara langsung meletakkan bayi baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi men$ari untuk menemukan putting susu ibun untuk menyusu. ,). harus dilaksanakan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dangan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. 7ayi juga tidak boleh dibersihkan hanya dikeringkan ke$uali tangannya. Proses

ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu. )enyusui 1 jam pertama kehidupan yang di a&ali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indi$ator global dan ,ni merupakan hal baru bagi ,ndonesia, dan merupakan program pemerintah khususnya .epartemen Kesehatan 8,. e. )elakukan penilaian terhadap bayi baru lahir 9 #pakah bayi menangis kuat dan:atau berna*as tanpa kesulitan 9 #pakah bayi bergerak dengan akti* atau lemas 9 ;ika bayi tidak bernapas atau bernapas megap < megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir. *. )embebaskan ;alan %a*as na*as .engan $ara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan na*as dengan $ara sebagai berikut : 9 =etakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. 9 >ulung sepotong kain dan letakkan di ba&ah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. 9 7ersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. 9 ?epuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. 9 #lat penghisap lendir mulut '.e =ee( atau alat penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat 9 +egera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung 9 )emantau dan men$atat usaha bernapas yang pertama '#pgar +$ore( 9 /arna kulit, adanya $airan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan. g. )era&at tali pusat 9 +etelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil, ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat. 9 3elupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin -, 6 untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya.

9 7ilas tangan dengan air matang atau disin*eksi tingkat tinggi 9 Keringkan tangan 'bersarung tangan( tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering. 9 ,kat ujung tali pusat sekitar 1 $m dari pusat bayi dengan menggunakan benang disin*eksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat 'disin*eksi tingkat tinggi atau steril(. =akukan simpul kun$i atau jepitankan se$ara mantap klem tali pusat tertentu. 9 ;ika menggunakan benang tali pusat, lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kun$i dibagian tali pusat pada sisi yang berla&anan. 9 =epaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin -, 6 9 +elimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering, pastikan bah&a bagian kepala bayi tertutup dengan baik..'.ep. Kes. 8,, 2--2( h. Pen$egahan Kehilangan Panas )ekanisme kehilangan panas 9 4@aporasi Penguapan $airan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. 9 Konduksi Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin, $o: meja, tempat tidur, timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda < benda tersebut 9 Kon@eksi Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin, $o: ruangan yang dingin, adanya aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui @entilasi, atau pendingin ruangan. 9 8adiasi Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda < benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi, karena benda < benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi '&alaupun tidak bersentuhan se$ara langsung( 3egah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut :

9 Keringkan bayi dengan seksama )engeringkan dengan $ara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. 9 +elimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat >anti handuk atau kain yang telah basah oleh $airan ketuban dengan selimut atau kain yang baru 'hanngat, bersih, dan kering( 9 +elimuti bagian kepala bayi 7agian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relati@e luas dan bayi akan dengan $epat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. 9 #njurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan men$egah kehilangan panas. +ebaiknya pemberian #+, harus dimulai dalam &aktu satu '1( jam pertama kelahiran 9 ;angan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir Karena bayi baru lahir $epat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. 7erat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian:diselimuti dikurangi dengan berat pakaian:selimut. 7ayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam jam setelah lahir. i. Pen$egahan ,n*eksi 9 3u$i tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi 9 Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan 9 Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan, terutama klem, gunting, penghisap lendir .e=ee dan benang tali pusat telah didesin*eksi tingkat tinggi atau steril. 9 Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi, sudah dalam keadaan bersih. .emikin pula dengan timbangan, pita pengukur, termometer, stetoskop. 9 )emberikan @itamin K 2ntuk men$egah terjadinya perdarahan karena de*isiensi @itamin K pada bayi baru lahir normal atau $ukup bulan perlu di beri @itamin K per oral 1 mg : hari selama 3 hari, dan bayi beresiko tinggi di beri @itamin K parenteral dengan dosis -, < 1 mg ,). 9 )emberikan obat tetes atau salep mata

2ntuk pen$egahan penyakit mata karena klamidia 'penyakit menular seksual( perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan, yaitu pemberian obat mata eritromisin -. 6 atau tetrasiklin 1 6, sedangkan salep mata biasanya diberikan setelah bayi lahir. Pera&atan mata harus segera dikerjakan, tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan pera&atan tali pusat j. Pemeriksaan 5isik 7ayi 7aru =ahir Kegiatan ini merupakan pengkajian *isik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas A mendeteksi adanya penyimpangan dari normal.Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. .alam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan, dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat. Prinsip pemeriksaan bayi baru lahir 9 ;elaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan 9 3u$i dan keringkan tangan , pakai sarung tangan 9 Pastikan pen$ahayaan baik 9 Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa 'jika bayi telanjang pemeriksaan harus diba&ah lampu peman$ar( dan segera selimuti kembali dengan $epat 9 Periksa bayi se$ara sistematis dan menyeluruh k. ,munisasi 73>, hepatitis 7 dan polio oral 2. Pemeriksaan dan pera&atan bayi baru lahir dilaksanakan pada - < 2" hari 'kunjungan neonatus( 7ayi hingga usia kurang dari satu bulan merupakan golongan umur yang paling rentan atau memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. 2paya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kepada neonatus '--2" hari(. .alam pelayanan kesehatan neonatus, petugas selain melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga memberikan konseling pera&atan bayi kepada ibu. 3. Penyuluhan kepada ibu tentang pemberian #+, eksklusi* untuk bayi diba&ah ! bulan dan makanan pendamping #+, ')P#+,( untuk bayi diatas ! bulanB jam

Petugas kesehatan sangat berperan dalam keberhasilan proses menyusui, dengan $ara memberikan konseling tentang #+, sejak kehamilan, melaksanakan inisiasi menyusui dini ',).( pada saat persalinan dan mendukung pemberian #+, ekslusi* setelahnya. 4. Pemantauan tumbuh kembang bayi untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang bayi .eteksi dini penyimpangan tumbuh kembang men$akup a. #spek Pertumbuhan: 1( ?imbang berat badannya '77( 2( 2kur tinggi badan '?7( dan lingkar kepalanya '=K( 3( =ihat garis pertambahan 77, ?7 dan =K pada gra*ik b. #spek Perkembangan: 1( ?anyakan perkembangan anak dengan KP+P 'Kuesioner Pra +krining Perkembangan( 2( ?anyakan daya pendengarannya dengan ?.. '?es .aya .engar( 3( ?anyakan daya penglihatannya dengan ?.= '?es .aya =ihat(, $. #spek )ental 4mosional: 1( K)44 'Kuesioner )asalah )ental 4mosional( 2( 30#? '3he$k =ist *or #utism in ?oddles C 3ek =is .eteksi .ini #utis( 3( >PP0 '>angguan Pemusatan Perhatian dan 0iperakti@itas . Pemberian obat yang bersi*at sementara pada penyakit ringan sepanjang sesuai dengan obat-obatan yang sudah ditetapkan dan keperluan segera merujuk pada dokter. .iantaranya bisa dengan: a. )anajemen ?erpadu 7ayi +akit ')?7+(: 1( melakukan kunjungan neonatal oleh bidan desa:kelurahan 2( upaya pemeriksaan kesehatan terpadu pada bayi muda dan balita b. Pelayanan Pengobatan 1( pemeriksaan kejadian kesakitan 'morbiditas( 2( pera&atan kesehatan dan penanganan medis Pemberian dosis obat pada bayi sering kali berbeda, mengingat anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pada anak yang lahir premature , penetapan

dosis yang diberikan sangat sulit karna *ungsi organ belum ber*ungsi sempurna sehingga proses absorbs,distribusi, metabolism dan eksresi tidak maksimal yang kadang menimbulkan e*eksamping yang lebih besar dibandingkan e*ek terapinya. Pada prinsipnya dosis ditentukan dengan dua standar, yakni berdasarkan dengan luas permukaan rubuh dan berat badan.