Anda di halaman 1dari 4

Hakikat Komunikasi I

A. Pengertian Komunikasi. Pentingnya studi komunikasi karena permasalahan-permasalahan yang timbul akibat komunikasi. Ilmu Komunikasi, apabila diaplikasikan secara benar akan mampu mencegah dan menghilangkan konflik antar-pribadi, antar-kelompok, antar-suku, antar-bangsa, dan antar-ras, membina kesatuan dan persatuan umat manusia di bumi. Hakikat Komunikasi adalah proses pernyataan antar-manusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dan dalam "Pengantar Ilmu Komunikasi-Dani Vardiansyah.2004:9", Komunikasi adalah usaha penyampaian pesan antar manusia. Dalam "bahasa" komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message), yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator/sender)), dan yang menerima pesan disebut komunikan (communicatee/receiver). Jadi, Komunikasi berarti proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Secara Etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin "communicatio". Istilah ini bersumber dari kata "communis" yang berarti sama;maksudnya sama makna atau sama arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan antara komunikator dan komunikan. Jika tidak terjadi kesamaan makna antara komunikator dan komunikan mengenai isi pesan, maka komunikasi tidak terjadi, berarti prosesnya tidak efektif dan komunikatif. Wilbur Schramm menyatakan bahwa Field of experience merupakan faktor yang amat penting untuk terjadinya komunikasi, supaya proses penyampaian dan penerimaan pesan antara komunikator-komunikan berjalan baik. B. Proses Komunikasi Pada hakikatnya, komunikasi yaitu proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Dan proses komunikasi ini dikategorikan kedalam dua perspektif. 1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis. Proses ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan. Ketika terjadi proses komunikasi, penyampaian dan penerimaan pesan oleh dan dari komunikator ke komunikasn, maka dalam diri mereka terjadi suatu proses. Pesan yang disampaikan terdiri dari dua aspek yakni isi pesan (the content of language) dan lambang (symbol). Konkretnya isi pesan itu adalah pikiran dan perasaan, sedangkan lambang adalah bahasa. 2. Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis. Proses ini berlangsung ketika komunikator menyampaikan pesannya kepada komunikan secara lisan ataupun lisan. Ketika komunikator menyampaikan pesan melalui bibir kalau lisan dan tangan jika tulisan. Dan penangkapan pesan oleh komunikan dapat dilakukan dengan indera telinga, indera mata, dan indera lainnya. Proses ini diklasifikasikan menjadi proses komunikasi secara primer dan secara sekunder. a. Proses Komunikasi secara primer. Proses komunikasi secar primer adalah proses penyampaian pesan dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media atau saluran. Ada dua jenis lambang ini, yaitu verbal dan nonverbal. 1. Lambang Verbal: Yakni bahasa, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

2. Lambang non-verbal: Yakni yang bukan berupa bahasa, seperti isyarat anggota tubuh, gesture, tanda-tanda yang bukan berupa bahasa baik lisan ataupun tulisan. b. Proses komunikasii secara sekunder. Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana untuk menyampaikan pesannya. Penggunaan media/alat ini dikarenakan jarak/jauhnya antara komunikator dan komunikan, atau benyaknya jumlahnya, atau kedua-duanya. Contoh: Menggunakan surat, surat kabar, radio, atau televisi. c. Proses komunikasi secara linear. Proses komunikasi secara linear adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Berlangsung pada situasi komunikasi tatap muka (face-to-face communication). maupun dalam situasi komunikasi bermedia (mediated communication). Komunikasi ini hanya terjadi satu arah, tanpa feedback dari komunikan kepada komunikator. d. Proses komunikasi secara sirkuler. Proses komunikasi secara sirkuler adalah proses penyampaian pesan yang terjadi feedback/ umpan balik terhadap pesan yang disampaikan komunikator terhadap komunikan. *Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (prof.Onong Uchjana Effendy. 1993:27-41

Hakikat Komunikasi II
C. FAKTOR PENUNJANG KOMUNIKASI EFEKTIF Komunikasi efektif adalah sejauh mana komunikator mampu berorientasi kepada komunikan. (Dani Vardiansyah (2004). Berorientasi artinya memahami kemampuan komunikan dalam menerima sebuah pesan, terkait dengan pemilihan bentuk pesan, makna pesan, struktur pesan,dan cara penyampaian pesan, termasuk juga media yang akan digunakan. contoh: ketika berkomunikasi tatap muka, jika komunikator sudah tahu bahwa komunikan memilik kelemahan dalam pendengaran, maka komunikator bisa berteriak agar komunikan bisa mendengarnya dengan jelas ketikan menyampaikan pesan. Ini ditujukan agar komunikasi berjalan efektif. Wilbur Schramm menyatakan bahwa, kita dapat mendapatkan response yang baik ketika dalam berkomunikasi jika kita dapat menentukan keadaan / proses penyampaian pesannya dengan baik (the condition of success in communication). Berikut syarat agar komunikasi berjalan efektif i. Pesan yang hendak dismpaikan hendaknya dirancang agar menarik perhatian komunikan ii. Pesan harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh komunikan iii. Isi pesan sesuai dengan kebutuhan komunikan iv. Isi pesan juga mengandung masukan/saran bagaimana memenuhi kebutuhan komunikan. Ada beberapa faktor yang dapat kita identifikasi untuk menciptakan komunikasi berjalan efektif. - timing yang tepat - bahasa yang digunakan mudah dimengerti - sikap dan nilai yang sesuai - jenis kelompok yang bergantung situasi dan kondisi Dan berikut faktor-faktor yg dilihat dari unsur-unsur komunikasi. 1. Faktor pada Komunikan. - harus memiliki pengalaman yang sama dengan komunikator (field of experience-Wilbur

Schramm), sehingga dapat mengerti isi pesan yang disampaikan. 2. Faktor Pada Komunikator. - kredibilitas komunikator diakui, komunikator adalah orang yang dipercaya (source credibility) - Daya tarik komunikator, mempunyai image yang baik (source attractiveness) D. HAMBATAN KOMUNIKASI 1. Gangguan. (noise) Ada dua jenis: i.Gangguan mekanik/Gangguan Teknis - Gangguan mekanik ialah gangguan yang disebabkan saluran komunikasi. -Onong Uchjana (2003) - Gangguan teknis adalah gangguan yang terjadi saat proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan, mulai dari proses pengiriman hingga proses penerimaan. -Dani Vardiansyah (2004) contoh: sinyal saluran radio yang terganggu saat siaran ii.Gangguan Semantik. -Gangguan ini bersangkutan dengan pesan komunikasi yang maknanya menjadi rusak (Onong Uchjana 2003:46), hal ini dikarenakan pengetahuan disetiap individu,komunikator dan komunikan. Ketika penyampaian dan penerimaan pesan, makna pesan bisa berubah karena perbedaan penilaian terhadap makna dan isi pesan. contoh: kata "anjing", ada sebagian orang setuju itu adalah hewan piaraan yang setia dan penurut, dan ada juga yang setuju itu adalah hewan yng galak dan menakutkan. Hal ini tergantung dari orang yang menginterpretasikannya. hal ini juga dapat membuat misunderstanding & miscommunication 2.Kepentingan Kepentingan akan membuat orang menjadi selektif dalam menanggapi suatu pesan. Pihak yang berkepentingan biasanya tidak mengajukan tujuannya dgn terus terang, tetapi secara implisit. Sehingga kesannya kurang baik. 3.Motivasi Terpendam. Motivasi dapat memngaruhi proses komunikasi, hal ini dikarenakan adanya tujuan yang hendak dicapai dalam proses penyampaian pesan sehingga terkadang membuat lawan bicara mencoba menghindari sesuatu yang seharusnya disampaikan 4.Prejudice/Prasangka Hal ini merupakan salah satu hambatan komunikasi dimana orang mempunyai prasangka belum apa-apa sudah merasa curiga dengan orang yang menyampaikan pesan dan terhadap isi pesan yang disampaikan, sehingga proses komunikasi terhambat E. EVASI KOMUNIKASI Evasi Komunikasi yaitu gejala mencemoohkan dan mengelakkan suatu komunikasi untuk kemudian mendiskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi E.Cooper & M.Johada mengemukakan jenis evasi. i.Menyesatkan Pengertian/makna. contoh: seseorang yang berkata sesuatu yang sebenarnya baik dan tanpa maksud tertentu, lalu orang lain menilainya tidak baik, dan menyatakan dan menginterpretasikannya buruk. ii.Mencacatkan pesan komunikasi. contoh: orang yang suka menyebarluaskan suatu pesan lalu maknanya berubah-ubah karena tujuan tertentu sehingga isi/makna pesan sudah rusak/buruk iii.Mengubah kerangka referensi contoh: orang yang menyampaikan perkataan orang lain dengan menambah warna pada pesan tersebut sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing.

*Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Prof.Onong Uchjana Effendy 2003:41-52) *Pengantar Ilmu Komunikasi-Pendekatan Taksonomi Konseptual (Drs.Dani Vardiansyah, M.Si. 2004)

Anda mungkin juga menyukai