Anda di halaman 1dari 3

Faal glomerulus 1.

ureum dan kreatinin serum Pemeriksaan ureum dan kreatinin serum rutin untuk setiap pasien, walaupun disadari tidak mencerminkan keadaan faal ginjal glomerulus yang sebenarnya. Kenaikan ureum dan kreatinin serum tidak hanya ditemukan pada keadaaan penurunan faal glomerulus, tetapi mempunyai arti khusus yang berhubungan dengan beberapa aspek klinik.

Banyak faktor yang mempengaruhi konsentrasi ureum dan kreatinin serum 1.1 faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi ureum serum 1.1.1 meningkatkan konsentrasi ureum serum (pre-renal failure) A. asupan (intake) kaya protein hewani b. proses katabolisme protein - infeksi berat (septikemia) - luka bakar - kerusakan otot-otot - obat-obatan (kortikosteroid dan tetrasiklin kecuali doksisiklin) 1.1.2 Menurunkan konsentrasi ureum serum a. asupan (intake) miskin protein hewani b. starvasi c. kerusakan sel-sel hepar

1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kreatinin serum 1.2.1 Meningkatkan kreatinin serum a. masa otot-otot yang lebar (luas) b. Diet kaya daging c. benda-benda keton d. obat-obatan (sefalosporin, aldacton, aspirin, dan co-trimexazole) 1.2.2 menurunkan kreatinin serum

a. masa otot berkurang (kurus) b. kenaikan sekresi tubulus dan destruksi kreatinin intestinal

2. Laju filtrasi gromerulus (LFG) Laju filtrasi glomerulus (LFG) merupakan uji faal ginjal yang paling banyak dilakukan di kllinik. Akurasi setiap uji LFG ternyata tergantung dari substansi atau zat yang dipakai sebagai media kontras. Kriteria substansi/ zat yang memenuhi syarat untuk uji LFG yaitu: a. eliminasi dari tubuh hanya oleh ginjal b. filtrasi bebas c. tidak mengalami sekresi atau absorbsi oleh tubulus d. pengukuran cukup akurat dan mudah inulin merupakan satu-satu zat yang memenuhi kriteria sehingga uji klirens insulin merupakan standar baku (gold standar)

2.1 Klirens inulin Klirens (penjernihan) ginjal suatu zat secara teoritis menunjukan volume plasma yang telah dijernihkan atau dibersihkan secara sempurna pada suatu masa atau periode tertentu. Nilai klirens ginjal dinyatakan dalam milimeter per menit dan diperhitungkan dengan formula berikut :

U = konsentrasi urin V = volume urin P = konsentrasi plasma Uji klirens inulin tidak rutin untuk setiap pasien, karena masalah teknik dan biaya. Selama uji pasien terdapat infus inulin selama 3 jam dan mempertahankan intake cairan.

2.2 Klirens kreatinin Uji klirens kreatinin lenih sering dilakukan di klinik, karena mudah dan cukup murah. Akurasi uji klirens kreatinin lebih rendah dari uji klirens inulin.

Kelemahan uji klirens kreatinin : A. sering terjadi kenaikan semu pada pasien-pasien dengan proteinuria masif, karena sebagian kreatinin dieksresikan oleh tubulus ginjal. b. kesalahan selama penampungan urin 24 jam

2.3 uji LFG dengan radiofarmaka Beberapa macam isotop dapat dipakai seperti : a. Chromicum51 EDTA b. Iodine125 Iothalamate c. 99m technetium DTPA

sumber : Nefrologi Klinik ed III, 2006 Enday Sukandar