Anda di halaman 1dari 15

Identifikasi Kation Golongan III B

Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata kuliah Kimia Analisis Dosen Pengampu: Ibu Lina Elfita, M.Si., Apt

Disusun oleh: Kelompok 4 1. Fenny Delfiyanti 2. Ade Rachma Islamiah 3. Agung Fitria Nugraha 4. Yuli Andriani 5. Nita Fitriani 6. Adia Alghazia 7. Denny Bachtiar 8. Ismatuz Zulfa 9. Nihayatul Mardliyah 1112102000032 1112102000037 1112102000041 1112102000051 1112102000078 1112102000080 1112102000087 1112102000092 1112102000096

Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat menyelesaikan tanggung jawab kita berupa tugas makalah dengan waktu yang telah ditentukan. Sholawat beriring salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Pada kali ini kami akan menyajikan beberapa makalah yang berisikan tentang identifikasi kation golongan III B dengan mengambil referensi dari buku dan pemikiran bersama. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami, serta teman-teman semua yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Dengan selesainya tugas ini mudah-mudahan akan bermanfaat bagi kita sebagai bekal untuk di kemudian hari dan untuk para pembacanya. Akhirnya kami menyadari tiada gading yang tak retak, untuk itu mohon maaf jika penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat diharapkan.

Ciputat, 31 Maret 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Tujuan .......................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 2 A. Cobalt (II) .................................................................................................... 2 B. Nikel (II) ....................................................................................................... 3 C. Mangan (II) .................................................................................................. 6 D. Zink (II) ......................................................................................................... 8 BAB III PENUTUP ........................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 11

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Terdapat lima golongan kation dalam analisis kualitatif sistematis. Kationkation tersebut dikasifikasikan berdasarkan sifat kation tersebut terhadap reagensia. Reagen --zat kimia yang digunakan untuk menimbulkan reaksi kimiawi yang telah ditentukan-- yang biasa digunakan adalah HCl, H2S, (NH4)2S, dan (NH4)2CO3. Logam golongan tiga terdiri dari besi, aluminium, kromium, nikel, kobalt, mangan, dan zink. Logam-logam tersebut diendapkan dengan adanya amonium klorida dan hidrogen sulfida dari larutan yang telah dijadikan basa dengan larutan amonia. Besi, aluminium, dan kromium diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amonia dari amonium klorida. Sedangkan nikel, kobalt, zink, dan mangan diendapkan sebagai sulfida oleh hidrogen sulfida. Maka besi, aluminium, dan kromium digolongkan dalam golongan besi atau golongan IIIA dan golongan III B yang disebut golongan zink terdiri dari kobalt, nikel, mangan, dan zink.

B. Rumusan Masalah 1. Logam apa saja yang termasuk ke dalam kation golongan III B? 2. Reagensia spesifik apa yang digunakan dalam identifikasi kation golongan III B? C. Tujuan 1. Untuk membedakan logam apa saja yang termasuk ke dalam kation golongan III B. 2. Untuk mengetahui reagensia spesifik apa yang digunakan dalam identifikasi kation golongan III B.

BAB II PEMBAHASAN

Kobalt, nikel, mangan, dan zink masuk dalam logam golongan zink atau III B karena keempat logam tersebut mengendap sebagai sulfida dalam hidrogen sulfida. Kation yang bereaksi berturut-turut adalaha kobalt (II) atau Co2+, nikel (II) atau Ni2+, mangan (II) atau Mn2+, dan zink (II) atau Zn2+.

A. Kobalt (II) Kobalt (Co) adalah logam berwarna abu-abu seperti baja dan bersifat magnetis. Kobalt melebur pada 14900C. Logam ini mudah melarut dalam asam-asam mineral encer: Co + 2H+ Co2+ + H2 Di bawah ini tabel yang berisikan reaksi-reaksi ion Co2+. Untuk mempelajari reaksi ini, menggunakan ion Co2+ di dalam larutan larutan kobalt (II) klorida CoCl2.6H2O 0,5 M atau kobalt(II) nitrat Co(NO3)2.6H2O 0,5 M. No 1 Reagen NaOH Perlakuan Ditambahkan NaOH dalam keadaan dingin NaOH berlebihan atau dengan pemanasan alkali berlebihan Ditambahkan NH3 pada Co2+ Berlebihan 3 4 (NH4)2S KCN Ditambahkan (NH4)2S Ditambahkan KCN Berlebihan Reaksi Co2+ + OH- + NO3- Co(OH)NO3 Hasil Reaksi Endapan biru

Co(OH)NO3 + OHCo(OH)2 + NO3-

Endapan merah jambu

NH3

Co2+ + NH3 + H2O + NO3- Co(OH)NO3 + NH4+ Co(OH)NO3 + 6NH3 [Co(NH3)6]2+ + NO3 + OHCo2+ + S2- CoS Co2+ + 2CN- Co(CN)2 Co(CN)2 + 4CN-

Endapan garam basa Endapan larut Endapan hitam Endapan coklatkemerahan Endapan

5 6

KNO2 Uji NH4SCN

Ditambahkan KNO2 Ditambahkan NH4SCN

[Co(CN)6]4Co2+ + 7NO2- + 2H+ + 3K+ K3[Co(NO2)6] + NO + H2O Co2+ + 4SCN- [Co(SCN)4]2-

Larut Endapan kuning Warna biru Endapan coklat kemerahan kobalt (III)nitroso-naftol Co(C10H6O2 N3)2

Reagensia -nitroso-naftol

Ditambahkan pada ion Co2+

Natrium 1 nitroso2hidroksina ftalena-3: 6disulfonat (garam nitrosi-R) Asam rubeanat (ditiooksamida) Uji pipatiup

Ditambahkan pada ion Co2+

Pewarnaan merah-tua

ditambahkan pada ion Co2+ Co2+ dipijarkan dengan Na2CO3 di atas arang

Endapan coklatkekuningan Manik kobalt berwarna abu-abu Manik biru dalam nyala reduksi maupun noksidasi

10

11

Uji manik boraks Tabel 1.1 Reaksi terhadap kation Co2+

B. Nikel (II) Nikel termasuk unsur kimia metalik yang memiliki simbol Ni, bernomor atom 28, dan bernomor massa 58,71. Termasuk dalam jenis logam transisi pada

golongan VIII dan pada periode ke-4 serta terdapat pada blok d dalam perhitungan konfigurasi elektron. Nikel juga termasuk dalam fase solid yang mempunyai titik didih 29130C dan titik lebur 14550C. Nikel adalah logam yang sedikit bersifat magnetis dan mempunyai sifat tahan karat. Selain itu, nikel bersifat liat dalam keadaan murni sehingga dapat ditempa. Namun, bila dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras (stainless steel) yang banyak dimanfaatkan menjadi peralatan dapur (sendok dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri. Asam klorida encer maupun pekat melarutkan nikel dengan membentuk hidrogen, yang akan bereaksi cepat dengan dipanaskan: Ni + 2H+ Ni2+ + H2 Ni + 2HCl Ni2+ + 2Cl- + H2 Asam sulfat panas juga melarutkan nikel dengan membentuk belerang dioksida: Ni + H2SO4 + 2H- Ni2+ + SO2 + 2H2O Selain itu nikel juga dapat dilarutkan dengan asam nitrat encer dalam keadaan dingin: 3Ni + 2HNO3 + 6H+ 3Ni2+ + Cl2 + 3 H2O Berikut ini reaksi-reaksi ion nikel (II) dengan beberapa reagen. No REAGEN REAKSI PERUBAHAN Terbentuk endapan hijau Ni(OH)2 + Endapan larut dengan penambahan asam Terbentuk endapan hijau Ni(OH)2 HASIL Endapan hijau

+ NaOH

Ni + NaOH Ni(OH)2

2+

+ asam

Ni(OH)2 + 2H Ni 2H2O

2+

Endapan masih ada

+ NH3

Ni2+ + NH3 +2H2O Ni(OH)2 + 6NH3

Endapan hijau

NH3 berlebih

Ni(OH)2 + NH3 2OH + [Ni(NH3)6]2+

Larutan menjadi biru

Endapan berkurang, larutan biru

+ NH4S

Ni2+ + S2- NiS

Terbentuk endapan hitam nikel sulfida dari larutan netral sedikit basa Terbentuk endapan kuning NiCrO4 Terbentuk endapan hijau nikel (II) sianida Larutan berwarna kuning Terbentuk larutan dengan sedikit endapan nikel sulfida dari larutan netral Endapan coklat dengan komposisi Ni(C10H6O2N)2 Terbentuk endapan merah nikel dimetilglioksima

Endapan hitam

+ K2CrO4 dingin lalu dipanaskan

Ni2+ + CrO4 2- NiCrO4

Endapan kuning kecoklata n Endapan hijau Tidak ada endapan

+ KCN

Ni

2+

+ 2CN Ni(CN)2

KCN berlebih

Ni(CN)2 [Ni(CN)4]2-

2CN-

+ H2S

Ni2+ + S2- NiS

Sedikit endapan

Reagensia 7

Endapan coklat

Reagensia dimetilgliok sima (C4H8O2N2)

Endapan merah

Reagensia 9

Terbentuk endapan merah dalam larutan yang sedikit amoniakal Endapan atau pewarnaan biru sampai lembayung dalam larutan amoniakal Tabel 1.2 Reaksi terhadap kation Ni2+

Endapan merah

10

Regensia asam rubeanat

Biru

C. Mangan (II) Mangan (Ar: 54,938) merupakan salah satu logam golongan transisi. Mangan (Mn) memiliki banyak bilangan oksidasi, namun Mn yang termasuk dalam golongan kation III B adalah Mn dengan bilangan oksidasi +2 (Mn2+).Mangan berwarna putih keabu-abuan dengan sifat yang keras tapi rapuh. Secara

kimiawi, mangan bersifat sangat reaktif dan dapat terurai dengan air dingin. Mangan yang dapat melebur pada suhu 1250oC banyak digunakan untuk membentuk alloy yang penting. Berikut tabel yang berisi reaksi-reaksi ion Mn2+ (untuk mempelajari reaksi ini, dapat menggunakan ion Mn2+ di dalam larutan MnSO4). No Reagen Perlakuan Ditambahkan sampai terbentuk endapan dan didiamkan Reaksi Hasil Mula-mula terbentuk endapan berwarna putih (endapan Mn(OH)2 ), lama kelamaan berwarna cokelat (endapan MnO).

NaOH

Mn2+ + 2OH+ Mn(OH)2

NH3

Ditambahkan NH3 sampai terbentuk endapan Ditambahkan Na2CO3 sampai terbentuk endapan, kemudian dipanaskan

Mn + 2NH3 + H2O Mn(OH)2 + NH4+


2+

Terbentuk endapan putih yang merupakan endapan Mn(OH)2 Terbentuk endapan putih (MnCO3), ketika dipanaskan menjadi endapan cokelat.

Na2CO3

Mn2++ CO32- MnCO3

(NH4)2S

Ditambahkan NH4S

Mn2++ S 2- MnS

Terbentuk endapan merah jambu/pink mangan (II) sulfida. Mudah larutt

Ditambahkan asam mineral Ditambahkan CH3COOH 5 Ditambahkan MnS + 2CH3COOH Mn2+ + H2S + 2CH3COO

Mudah larut

Terbentuk endapan merah jambu Permanganat akan menghasilkan warna merahlembayung (ungu)

Larutan ion Mn (II) yang bebas dari klorida dididihkan dengan PbO2 Ion Mn (II) yg bebas klorida ditambahkan

Terbentuk larutan lembayungkemerahan

7 lalu diasamkan dan didihkan bersama (katalis

AgNO3)

Ditambahkan kepada larutan dingin ion Mn (II) dalam HNO3 encer atau H2SO4 encer Ditambahkan dalam keadaan asam dan tidak boleh ada klorida

Terbentuk larutan permanganat

Terbentuk larutan permanganat

Tabel 1.3 Reaksi terhadap kation Mn2+ (dalam MnSO4)

D. Zink Zn (Ar: 65,38). Zink atau timah sari adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, bernomor atom 30 dan massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik, Zn termasuk ke dalam golongan kation III B. Beberapa aspek kimiawi seng mirip

dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Zink adalah logam yang putih- kebiruan, logam ini cukup mudah ditempa dan liat pada suhu 110-1500C. Zink melebur pada suhu 4100C dan mendidih pada suhu 9060C. Logam yang murni, melarut lambat sekali dalam asam dan dalam alkali, adanya zat-zat pencemar atau kontak dengan platinum atau tembaga, yang dihasilkan oleh penambahan beberapa tetes larutan garam dari logamlogam ini, mempercepat reaksi. Dan zink juga larut dalam hidroksida alkali. No 1. Reagen NaOH (sedikit) Reaksi Zn 2+ + 2 OH- Zn(OH)2 Keterangan seperti gelatin putih

NaOH (banyak) 2. NH3

Zn(OH)2 + 2OH- [Zn(OH)4]2Zn2+ + 2NH3 + 2H2O Zn(OH)2 + 2NH4+ Zn2+ + S2- ZnS Zn2+ + H2S ZnS + 2H+ Zn2+ + H2S + 2CH3COO- ZnS + 2CH3COOH 3 Zn2+ + 2HPO42- Zn3(PO4)2 + 2H+ 3Zn2+ + 2K+ + 2[Fe(CN)6]4- K2Zn3[Fe(CN)6]2 Tabel 1.4 Reaksi terhadap kation Zn2+

Tidak ada putih putih parsial sempurna putih putih

3. 4.

(NH4)2S H2S + asetat alkali

5. 6.

Na2H3PO4 Fe[K(Cn)6]3+

BAB III PENUTUP

Dapat disimpulkan dalam pembahasan diatas bahwa logam yang terbagi kedalam kation golongan III B, yaitu: Kobalt (II) [Co2+], Nikel (II) [Ni2+], Mangan (II) [Mn2+] dan Zink (II) [Zn2+]. Reagensia spesifik yang digunakan dalam mengidentifikasi kation golongan III B yaitu Ammonium sulfida [(NH4)2 SO4] dalam suasana netral atau amoniakal, sehingga terjadi endapan pada setiap reaksi.

10

DAFTAR PUSTAKA Samodra, Imam. Reaksi terhadap Kation. Diakses pada 21 Maret 2013 dari https://imamsamodra.files.wordpress.com/2008/02/reaksi-terhadapkation.pdf Vogel. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi ke Lima. Jakarta: Kalman Media Pusaka.

11

Anda mungkin juga menyukai