Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RESUME PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BUKU JILID 2

KELOMPOL : 1. RIMA LUTFITASARI (009) 2. RIZQI RIA RAHMAN (024) 3. VILIA EVIN WULANDARI (364)

4. NORMA MONIKA (377)


RESUME BUKU JILID 2
Puncak perkembangan fisik di masa dewasa awal antara usia 19 hingga 20 tahun. Menuju masa dewasa awal, penurunan fisik terlihat pada sebagian individu. Angka kematian dalam masa dewasa dua kali lipat lebih besar dari remaja, sebagian besarnya adalah lakilaki. Mereka memiliki kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan mereka di masa nanti. Obesitas adalah salah satu akibat dari kebiasaan buruk tersebut. Obesitas adalah kelebihan berat badan sebesar 30 kilo atau bisa lebih. Obesitas dapat meningkatkan resiko terserang penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan dan masih banyak lagi. Berat badan berlebih juga dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seseorang. Tetapi jika sering melakukan olahraga yang teratur dapat memberikan keuntungan fisik maupun psikologis. Sedangkan perkembangan kognitif orang dewasa tidak jauh dari remaja. Remaja memiliki cara berfikir yang hampir sama dengan orang dewasa. Dan puncak kreatifitas di raih di masa dewasa. Ada beberapa perubahan yang terjadi pada perkembangan sosioemosi, yang pertama adalah tempramen. Orang yang telah mencapai masa dewasa muda memiliki suasana hati yang tidak mudah berubah-ubah dan cenderung lebih bertanggung jawab. Sedangkan kelekatannya, orang dewasa akan mengandalkan pasangannya dimana mereka dapat kembali memperoleh kenyamanan dan keamanan dalam kondisi apa pun. Pada masa dewasa awa juga mulai terjadi ketertarikan dengan lain jenis. Ketertarikan fisik yang biasanya paling penting dalam awal menjalin kedekatan dengan seseorang. Setelah ketertarikan fisik yaitu cinta. Cinta bisa mencakup persahabatan ataupun cinta romantis. Persahabatan merupakan peran penting dalam perkembangan orang dewasa. Persahabatan bisa menjadi dukungan emosinal bagi seseorang. Sedangkan cinta romantis juga disebut dengan cinta gairah yang mencakup hasrat, seksualitas, dan campuran emosi, yang tidak semuanya positif. Perkembangan fisik yang berlangsung di masa dewasa menengah adalah perubahan fisik. Perubahan fisik yang terjadi dapat terlihat jelas dalam fisik seperti kerutan,bercak penuaan, ketinggian menurun, berat tubuh meningkat, kekuatan, persendian, tulang,

penhlihatan dan pendengaran, paru-paru, dan tidur. Penyakit-penyakit kronis juga meningkat di masa ini. Atritis dan kanker adalah contoh penyakit di usia pertengahan. Faktor-faktor genetik dan gaya hidup merupakan peran penting dalam menentukan apakah dan kapan penyakit-penyakit tersebut akan muncul. Penyakit-penyakit tersebut penyebab utama kematian pada kelompok usia ini. Tetapi di usia paruh baya individu tidak terlalu mudah terserah penyakit flu. Sistem kekebalan tubuh juga menurun di masa ini karena teknan emosional. Memori otak juga menurun di usia paruh baya tetapi keahlian seringkali meningkat di masa dewasa menengah. Sedangkan perilak seksual menjadi lebih jarang di masa ini dibandingkan di masa dewasa awal. Meskipun demikian kebanyakan orang dewasa di usia paruh baya menunjukan minat sexs yang sedang atau kuat. Bab 16 Perkembangan sosioemosi di masa dewasa menengah Perkembangan sosioemosi pada tahap ini indiviu menjadi lebih aktif dikaitkan dengan kepuas hidup. Orang dewasa yang lebih tua lebih menjadi lebih selektif terhadap jaringan sosial mereka dan memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu dalam berteman. Para penemu menyebutkan bahwa stres dan kendali diri di usia paruh baya lebih melampaui batas dibandingkan yang dialami orang-orang dewasa. Rata-rata rasa kendali diri berkurang seiring semakin tuanya orang dewasa dan tua. Bagi sejumlah wanita,usia ini adalah puncak dari kehidupan mereka. Perubahan sifat kepribadian terjadi lebih banyak dimasa dewasa awal dibandingkan pada masa menengah akhir. Seiring bertambahnya waktu dan usia kepribadian berubah menjadi lebih stabil. Perubahan sifat kepribadian terjadi lebih banyak dimasa dewasa awal dibandingkan di masa dewasa menengah dan akhir selain itu perubahan sifat kepribadian selama masa dewasa terjadi dalam arah yang positif. Pada masa ini juga para peneliti menyebutkan bahwa bahaya perceraian di masa kehidupan paruh baya bisa jadi lebih sedikit dibandingkan perceraian yang terjadi di masa dewasa muda. Bab 17 Perkembangan fisik di Masa Dewasa Akhir. Perkembangan fisik pada usia paruh baya mental semakin menurun,banyak perubahan-perubahan yang terjadi saat paruh baya, misalnya menurunnya fungsi penglihatan,pendengaran dan pada perubahan seksual terlihat pada wanita saat mengalami minapouse, biasanya terjadi pada pasangan yang jarang melakukan hubungan seksual. Masa

hidup manusia akan berakhir dengan kematian. Kematian kemungkinan lebih dekat dengan mereka yang lanjut usia. Namun pada saat ini masih banyak terdapat manusia lanjut usia tetap terlihat sehat karena banyaknya obat atau perawatan yang dapat membuat mereka lebih sehat. Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Dimasa dewasa pertengahan dan dewasa akhir secara keseluruhan terjadi kemunduran dari fungsi sistem saraf. Tanda-tanda paling jelas dari proses penuaan adalah kulit yang berkeriput serta bercak usi di kulit, ketika bertambah usia seseorang bisa menjadi pendek , selain itu dengan bertambahnya usia kemungkinn terkena penyakit cenderung meningkat karena mungkin tubuh sudah tidak kebal lagi terhadap virus penyakit yang menyerang. Bab 18 perkembangan kognitif di masa dewasa akhir Perkembangan kognitif.Usia paruh baya adalah waktu bagi seseorang untuk memperbaiki masa hidupnya saat ini dan merencanakan masa depannya. Kebanyakan individu mencapai puncak pemikiran mereka di masa dewasa menengah. Proses kognitif bisa meningkat bahkan menurun serta individu dapat mengalami gangguan kesehatan pada fisik dan mentalnya. Sedangkan perkembangan sosioemosi pada masa ini individu ingin melakukan sesuatu hal yang bermanfaat untuk masa yang akan datang, keseimbangan kepribadian meningkat pada masa ini. Orang-orang lanjut usia menjadi orang yang lebih berhati-hati dalam kehidupan sosialnya. Kepribadian yang ramah juga semain meningkat. Faktor-faktor yang berkaitan dengan proses menjdi tua yang behasil adalah gaya hidup yang aktif, serta adanya dukungan dari orang-orang di sekelilingnya. Tidak adanya penyakit pada diri individu juga dapat menjadi pengaruhi proses menjadi tua. Bab 19 perkembangan sosioemosi di masa dewasa akhir Perkembangan sosioemosi Dimasa ini seseorang memiliki kepribadian yang penuh hati-hati dan lebih ramah. Selain itu harga diri cenderung meningkat hampir diseluruh masa dewasa dan kemudian menurun di usia sekitar 70 atau 80 tahun. Bagi orang lanjut usia, perceraian memiliki konsekuensi sosial. Kini semakin banyak orang lanjut usia yang hidup panjang dan sehat, yang melakukan pernikahan kembali. Kini aspek-aspek positif dari orang lanjut usia semakin banyak dipelajari, faktor-faktor yang berkaitan dengan proses menjadi tua yang berhasil meliputi gaya-hidup yang aktif, keterampilan penanggulangan masalah

yang positif serta adanya relasi dan dukungan sosial yang baik serta tidak adanya penyakit yang di alami merupakan faktornya. Bab 20 kematian, Menjelang Ajal Dan Berduka Kematian dalam beberapa budaya terdapat perbedaan, setiap budaya memiliki sistem kematian yang banyak hal seperti orang,waktu dan tempat. Sebagian besar budaya terkadang menganggap bahwa kematian adalah keyakinan filosofis atau religius mengenai kematian. Meskipun kematian lebih banyak terjadi di masa dewasa akhir, kematian dapat terjadi kapan saja. Pada masa bayi,penyebab kematian biasanya terjadi akibat peyakit sindrom kematian bayi mendadak, sedangkan pada masa kanak-kanak kecelakaan bermotor adalah penyebab utmanya, selain kecelakaan, kengker dan penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebabnya. Kematian akibat luka dan cedera banyak tejadi di masa kanakkanak menengah dan akhir. Tingkat kematian orang yang beranjak dewasa lebih tinggi dari remaja. Bayi dan anak-anak prasekolah belum memiliki konsep mengenai tentang kematian. Di masa remaja, seseorang dapat mengabaikan masalah kematian. Masa dewasa menengah dimana seseorang lebih sadar mengenai kematian. Dan pada orang-orang lanjut usia sering kali memperlihatkan kecemasan kematian yang lebih rendah dibandingkan orang-orang dewasa menengah. Duka cita adalah ketumpulan emosional , adalah ketumpulan emosional, ketidak yakinan, kecemasan karena keterpisahan, keputusasa, kesedihan, dan kesepian, yang menyertai kehilangan seseorang yang kita cintai. Pengalaman kehilangan yang paling berat adalah ketika kita kehilangan pasangan kita. Pengalaman kehilangan dapat menimbulkan resiko untuk menderita masalah-masalah kesehatan.