Anda di halaman 1dari 61

SISTEM KEWASPADAAN DINI (SKD)

SISTEM KEWASPADAAN DINI-KLB


* KLB : adalah timbulnya atau mening katnya kejadian kesakitan/ke matian yg bermakna secara epidemiologis pada suatu dae rah dalam kurun waktu ttt.

* SKD : adalah suatu tatanan pengamatan yg


didukung sikap tanggap terhadap ada nya suatu perubahan dalam masyara kat atau penyimpangan persyaratan, yg berkaitan dg kecendrungan terjadi nya kesakitan/kematian atau pencema makanan/lingkungan, shg dpt dilaku kan tindakan cepat dan tepat utk men cegah/mengurangi jatuh korban.

* INDIKATOR : adalah faktor-faktor atau tanda

tanda yg mempengaruhi terjadi nya kesakitan/kematian yg di pantau terus menerus utk me ngetahui terjadinya perubahan bahan atau penyimpangan per persyaratan.

SKD PENYAKIT MENULAR

Kewaspadaan disini ditujukan ter hadap variabel-variabel yg dpt di kenal sebelum terjadinya kasus, serta variabel setelah adanya ka sus.

Variabel-variabel yg dpt dipakai sbg tanda dalam SKD ini adalah :

* * * * * * *

Status gizi Sanitasi lingkungan yg jelek Pengetahuan Sikap dan perilaku masyarakat Musim Penyebab penyakit Dll, sesuai jenis penyakit
SKD SKD
Kasus

PENANGGULANGAN
Klb

Peny.Endemis

RUANG LINGKUP SKD A. PENY. PD3I


INDIKATOR
1.

SUMBER INFORMASI
-Buku

Cakupan Imunisasi Polio/Campak di Pusk. 80%

merah,kuning -Hasil imunisasi -PWS Imunisasi IDEM

2. Cak. Rata-rata tingkat Pusk 80 % tapi masih ada Desa dg Cak < 80 %

3. Suhu lemari es diluar 2-8 C mele bihi . Hari/bulan


4. Peningkatan K/K Campak/Pertusis

Pemantauan suhu
-Sensus

Harian Pusk --W2, LB1, LB2 --Lap. RS, Lap. Masy.

5. Ada kematian bayi < 1 bln

- Lap. masy

TINDAK LANJUT :
1. Meningkatkan cak.imun. Dan kerjasama LP/LS. 2. Kelainan Cold Chain/kerusakan lemari es - perbaiki lemari es (perlu konsultasi) - peningkatan pemeliharaan lemari es,termos,dll. 3. Ada laporan kematian krg 1 bln (kemungkinan TN) - Investigasi kelapangan - Tinjut faktor resiko 4. Peningkatan K/K Campak/Pertusis ( cari kasus secara aktif kelapangan. 5. Supervisi & bimbingan tehnis.

B.PENY. MALARIA
INDIKATOR 1. Penderita Malaria klinis 2 % penduduk/Desa/bulan 2. Adanya kasus malaria positif SUMBER INFORMASI -Sensus harian penyakit di Pusk -SP2TP -Register PCD/ACD ( luar Jawa Bali) -MS (Jawa Bali)
-Idem

3.Parasite formula (% Pf > 50 %) 4.Adanya penderita Malaria yang wat di RS dira

-RL 2a, RL 2b -RL 2a, RL 2b -Survei entomologi -Pemantauan setempat -Lap.meteorologi -Lap.Diperta -Pengamatan setempat

5.Adanya kematian penderita/tersangka Malaria 6.Kepadatan vektor melebihi kepadatan kritis 7.Adanya perubahan musim - musim kemarau didaerah pantai -memperkirakan musim dg melihat sifat2 vektor 8.Pembabatan hutan bakau

TINDAK LANJUT.
1. Intensifikasi kegiatan program didaerah tsb meliputi : - Pencarian dan pengobatan - PKM - Pengamatan Entomologi - Pemberantasan vektor 2. Kerjasama Lintas Sektor, mis : - Pola tanam masy, mis : pemberantasan lumut - Penanaman & pemeliharaan hutan bakau - Pembuatan & perawatan tambak sesuai persya ratan tehnis Departemen Pertanian

- Penyediaan kelambu didaerah transmigrasi

C. PENYAKIT DBD
INDIKATOR 1. HI >5 % 2. Ada 2 kasus/> pada daerah HI >1% SUMBER INFORMASI - Catatan PJB
-Lap.RS/Pusk

Perawatan

-Catatan PJB -Sensus harian


-RL 2a, LB2, & W2 -Hasil pemantauan -Inspeksi sanitasi -Pemantauan kasus tahunan -Pemantauan setempat -Lap. Meterologi -Lap.Dinas Pertanian

3.Ada kematian tersangka DBD 4.Ada komplex perumahan baru 5.Adanya secular trend (siklus 5 tahun) 6.Adanya perubahan musim

TINDAK LANJUT.
1. Apabila tanpa kasus : - PSM/PSN - PJB 2. Apabila ada kasus : - Penyelidikan epidemiologi - Fogging - PSM/PSN - PJB - Abatisasi selektif - Pemantauan logistik - Pemantauan kepadatan jentik

D. PENYAKIT DIARE
INDIKATOR
1.

SUMBER INFORMASI

KEADAAN SEBELUM PENINGKATAN KASUS/ENDEMIS

a. Sanitasi Lingkungan - Cakupan jamban sehat < 80 % - Cakupan air bersih - Tingkat resiko pencemaran SAB > 80 % - Kualitas tdk sesuai dg standard
b. Perilaku - Pemanfaatan jamban < 80 % - Status gizi = N/D < 80 % N = Jumlah anak yg BB naik D = Jumlah anak yg ditimbang

-Inspeksi

Sanitasi -Pencatatan kader -SP2TP -Laboratorium

-Inspeksi

Sanitasi -Pencatatan kader - SP2TP

c. Agent - Ada vibrio cholera pada pemeriksaan tinja


d. Perubahan musim - Kemarau hujan - Kemarau panjang e. Bencana / Banjir

- Laboratorium

-Meteorologi

-Mass Media
--Mass

Media

INDIKATOR

SUMBER INFORMASI

2. SETELAH ADA PENINGKATAN KASUS : a. Jumlah kasus (waktu,tempat, orang )

- Laporan kader
- SP2TP/SPRS - Lap. Mingguan (W2)

b. Penggunaan oralit dan Ringer Lactat

- SP2TP

c. Cakupan Imunisasi Campak < 80 %

- SP2TP

TINDAK LANJUT.
a. Keadaan sebelum peningkatan kasus/endemis
- Penyuluhan kesehatan - Kerjasama LS/LP - Logistik (oralit,ringer lactat,kaporit) b. Pada keadaan peningkatan kasus - Menentukan penderita diare dg penatalaksa naan standard - Rectal Swab - Penyuluhan kesehatan - Penyelidikan lapangan

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI
KLB
TUJUAN UTAMA DARI PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE) :
Menentukan penyebab penyakit, mencari cara2 penyebaran serta faktor2 yg mempe ngaruhinya shg dpt ditentukan tindakan pencegahan maupun penanggulangan yg tepat thd KLB tsb.

YANG DIMAKSUD KLB adalah : Timbulnya suatu kejadian kesakitan/ kema tian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok pendu duk dalam suatu kurun waktu tertentu.

KRITERIA KERJA KLB :


1. Timbulnya suatu penyakit menular yg sebe
lumnya tdk ada/tdk dikenal disuatu daerah. 2. Adanya peningkatan kejadian kesakitan/ke matian 2 kali/lebih dibandingkan jlh kesakit an/kematian yg biasa terjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam,hari,minggu) tgt je nis penyakit. 3. Adanya peningkatan kejadian kesakitan/ke matian selama 3 kurun waktu (jam,hari,mg) berturut-turut menurut jenis penyakit.

PENANGGULANGAN KLB :

adalah kegiatan yg dilaksanakan untuk menangani penderita, mencegah perluasan KLB,mencegah tim bulnya penderita atau kematian baru pada suatu KLB sedang terjadi.
PROGRAM PENANGGULANGAN KLB : adalah suatu proses mamajemen yg bertujuan agar KLB tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyara kat.

PEMYELIDIKAN & PENANGGULANGAN KLB


meliputi :

- Penyelidikan KLB (PE) - Pelayanan pengobatan - Upaya pencegahan, dan - Surveilans ketat
Penyelidikan KLB

Upaya Pengobatan Penderita Upaya Pencegahan

Surveilans Ketat

PENYELIDIKAN KLB, dilaksanakan : a. Pada saat pertama kali mendapat informasi adanya KLB adanya dugaan KLB b. Penyelidikan perkembangan KLB atau penye lidikan KLB lanjutan. c. Penyelidikan KLB untuk mendapatkan data epidemiologi KLB atau penelitian lainnya yg dilaksanakan sesudah KLB berakhir.

Penyelidikan Epidemiolgi KLB, dimanfaatkan utk : - Melaksanakan upaya-upaya penanggulangan suatu KLB yg sedang berlangsung,dan atau - Utk mendapatkan data epidemiologi serta gam baran pelaksanaan upaya-upaya penanggulang an yg dipakai sebagai bahan referensi dalam penanggulangan KLB dimasa yang akan datang.

KEGIATAN PE.
Kegiatannya pada hakekatnya sejalan dg ke giatan surveilans epidemiologi yg meliputi : 1. Pengumpulan data 2. Analisa data 3. Interpretasi data 4. Penyebarluasan hasil

KEGIATAN PE DIBAGI DLM BEBERAPA TAHAP.

A. TAHAP SURVEY PENDAHULUAN.


1. Menegakkan diagnosa penyakit. 2. Memastikan adanya suatu KLB. 3. Buat hypotesa mengenai penyebab penyakit, cara-cara penyebaran dan faktor-faktor yg mempengaruhi.

B. TAHAP PENGUMPULAN DATA, meliputi : 1. Identifikasi kasus dlm variabel epid 2. Menentukan agent penyebab, cara penyebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi 3. Menentukan kelompok individu yg rentan terhadap penyakit tsb

C. TAHAP PENGOLAHAN DATA,

meliputi : 1. Analisa data 2. Interpretasi data 3. Laporan.


D. MENENTUKAN TINDAKAN PENANG GULANGAN DAN PENCEGAHAN

A. TAHAP SURVEY PENDAHULUAN. 1. MENEGAKKAN DIAGNOSA.


Diagnosa pada KLB harus dilakukan pada awal kegiatan, karena diperlukan utk membuat definisi kasus, shg dalam pelacakan KLB dpt ditentukan mengenai : - Suspect cases - Probable cases - Definete case Ditegakkan diagnosa secara klinis dg mempelajari bebe rapa kasus pada KLB tsb atau dari Data Sekunder yg sudah ada.

2. MEMASTIKAN ADANYA SUATU KLB.


KLB dpt dipastikan bila memenuhi kriteria KLB. Oleh karena itu diperlukan data kejadian kesakitan/kematian sebelumnya. Namun tdk semua peningkatan kejadian kesakitan/ke matian merupakan KLB,tetapi dpt pula disebabkan : - Kesalahan interpretasi data - Penggunaan fasilitas laboratorium yg lbh canggih - Hasil pemeriksaan laboratorium positip palsu - Perubahan populasi - Adanya suatu suevey khusus, dll.

3. BUAT HYPOTESA.
Hypotesa dibuatkan berdasarkan data yg ada dg tujuan utk membatasi dan mengarahkan pelaksanaan penyeli dikan KLB agar dpt mencapai tujuan penyelidikan tsb secara efisien.

Hypotesa harus mencakup : - Sumber penularan/penyebab penyakit - Cara penyebaran - Faktor-faktor yg mempengaruhi

B. TAHAP PENGUMPULAN DATA.


Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data utk menunjang hypotesa yg telah dibuat. Data yg dikumpulkan berupa data sekunder maupun primer. Pengumpulan data bisa dilakukan dg cara observasi atau dg wawancara menggunakan kuesioner berdasarkan varia bel epidemiologi ( WAKTU, TEMPAT dan ORANG ).

WAKTU

: Utk melihat secara kronologis distribusi waktu timbulnya kejadian dlm hari, minggu, bulan ( pada kasus2 tertentu) memperkirakan Period of exposure dan cara-cara penyebarannya.

TEMPAT : Menunjukkan distribusi kejadian kesakitan/ kematian menurut daerah Geografis/tempat, shg dpt ditentukan pemaparan thd sumber pe nyakit/penyebab kejadian dan cara penyebar an tgt dari jenis penyakitnya, data yg dikum pulkan dpt berupa karakteristik geografis, keadaan sanitasi lingkungan, sumber air bersih, kebiasaan2 tertentu,dsb. ORANG : Dpt ditentukan kelompok individu yg rentan thd suatu penyakit yg mempunyai resiko siko ( umur, jenis kelamin,pekerjaan,dll).

C. TAHAP PENGOLAHAN DATA. utk


Dilakukan analisa dan interpretasi data utk mem
buktikan kebenaran hypotesa yg telah dibuat dg data yg diperoleh selama tahap pengumpulan data.

Analisa data & interpretasi data.


Data harus dianalisa berdasarkan variabel epide miologi utk melihat distribusi penyakit pada po pulasi dan tempat tertentu selama suatu periode waktu tertentu pula.

ANALISA DATA MENURUT VARIABEL WAKTU : Dapat digambarkan dalam bentuk kurva epidemik, yaitu suatu grafik dimana ka sus yang terjadi selama KLB digambar kan menurut waktu mulai timbulnya pe nyakit tiap kasus.

DENGAN KURVA EPIDEMIK dapat ditentukan :


1. Cara penyebaran penyakit - Common Source out break, umumnya explosive KLB terjadi dalam waktu singkat, bentuk grafik mirip distribusi normal. - Propagated out break, jarang timbul secara exp losive, kecuali pada penyakit dg masa inkubasi pendek dan periode KLB relative lebih lama. 2. Time of exposure terhadap sumber penyakit. 3. Lamanya KLB

LAPORAN.
Harus segera dibuat utk menentukan tindakan penang gulangan dan tindakan pencegahan selanjutnya.

Laporan PE KLB tdd :


Pendahuluan Latar belakang Metodologi Hasil penyelidikan Diskusi Kesimpulan

- Saran utk tindakan penanggulangan & pencegahan.

D. MENENTUKAN TINDAKAN PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN. Tindakan penanggulangan prinsipnya utk menanggu langi KLB pada saat itu juga dpt berupa : - Pengobatan penderita - Isolasi kasus dan sumber penularan,dll. Tindakan pencegahan. Merupakan tindakan utk mencegah KLB tsb terulang lagi shg perlu tindakan surveilans yg cermat dg cara memonitor kejadian yg terjadi setiap saat.

PENGOLAHAN DATA
TUJUAN.
Tujuan pengolahan data di unit organisasi Kabupaten adalah mengubah data yg diperoleh dari berbagai metode pengumpu lan data yaitu antara lain : Sensus,Survey,Pencatatan dan Pelaporan,Sueveilans epi demiologi,Laporan Wabah, dll. Menjadi informasi yg dibutuhkan utk manajemen kes. Di Kab. yaitu masalah kes. pada suatu waktu,pemanfaatan situasi kes. secara terus menerus dari waktu ke waktu, tindakan pencega han dan penanggulangan mas.kes, perencanaan kegiatan ser ta pelaporan situasi kes. secara berkala kepada organisasi kes. di tkt Prov dan Pusat, dan juga penyebarluasan informasi kes. yg berguna bagi masy. atau Pemda setempat guna perencana an dan evaluasi pembangunan secara keseluruhan.

BAHAN. Data yg diperoleh dan diolah berasal dari beberapa sumber, yaitu antara lain :
1. SENSUS, yg dilaksanakan oleh Biro Pusat Statistik. Data sensus BPS utk Kab. dpt diperoleh dari Kantor Statistik Kab.

2. SURVEY, yg dilaksanakan BPS atau oleh : - SKRT (Survey Kes.Rumah Tangga oleh DEP.KES.). - SUSENAS (Survey Sosial Ekonomi Nasional) oleh BPS. - SDKI (Survey Denografi dan Kes.Indonesia) oleh BKKBN dan Dep.Kes. 3. PENCATATAN DAN PELAPORAN DI LINGKUNGAN DEPKES. - SP2TP (Sistem Pencatatan & Pelaporan Terpadu Puskesmas) - SP2RS (Sistem Pencatatan & Pelaporan Rumah Sakit) - Surveikans Epidemiolgi

- Laporan kegiatan Pendidikan Tenaga Kes. - Laporan kegiatan latihan pegawai

SIFAT-SIFAT DATA.
1. Sifat Epidemiologis, diketahui dari 3 aspek :

Waktu : yaitu saat kejadian dicatatat & dilaporkan.

- Tempat : yaitu lokasi kejadian yg dicatat & dilapor kan. - ORANG : yaitu siapa atau subyek pencatatan & pelaporan.

2. SIFAT CAKUPAN DATA YANG DICATAT DAN DILAPORKAN : * Apakah cakupan waktunya bersifat tung gal atau majemuk - Cak. Waktu tunggal bersifat potongan waktu atau cross sectional - Cak. Waktu majemuk bersifat rangkaian waktu ( longitudinal, kohort, time series)

* Apakah cakupan tempatnya bersifat spe sifik, yaitu mewakili suatu lokasi tertentu ataukah bersifat sampel yaitu yang dapat mewakili lokasi tertentu, ataukah bersifat sensus yang mewakili seluruh wilayah yg didata dan dilaporkan

* Apakah cakupan orangnya atau subyek pencatatannya bersifat individu ( perse orangan ) seperti misal laporan wabah atau kelompok perseorangan seperti misal pengunjung unit yankes (Puskes mas atau Rumah Sakit).

Mengetahui sifat cakupan data adalah sangat penting utk dpt mengambil kesimpulan yg benar. Utk dpt mengambil kesimpulan yg mendekati kebenaran, pengelola data harus mempunyai bekal pengetahuan & ketrampilan STATISTI KA yg memadai.

3. BATASAN, KELEMAHAN SERTA KUALITAS DATA. Didlm menyadari keterbatasan dan kelemahan data, setiap pengelola data harus selalu mengingat beberapa unsur kualitas data, yaitu : a. RELEVANSI. Apakah data yg ada dpt diolah menjadi informasi yg rele van utk wilayah itu. Apakah informasi bisa menjawab : apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. b. TEPAT WAKTU. Apakah data yg dikumpulkan tsb belum kadaluarsa sebab jika sudah maka lebih baik tdk digunakan, atau digunakan utk tujuan yg lain.

c. PERBANDINGAN.

Apakah data yg ada tsb nantinya dpt diperbandingkan secara waktu atau secara geografis.
d. KEPERCAYAAN. Apakah data yg ada tsb dpt dipercaya. Jika yakin, ma ka dpt mengolahnya menjadi informasi yg berguna.

PROSES PENGOLAHAN DATA. Proses pengolahan data biasanya melewati bebe rapa fase yaitu : 1. Pengecekan kebenaran data. 2. Tabulasi data utk menghasilkan informasi tentang jumlah, proporsi dan rate. 3. Filing dan penyimpangan data.

JIKA POSES PENGOLAHAN DATA DG SISTEM KOMPUTER ada beberapa prasyarat, yaitu : - Adanya coding data. - Sudah adanya program utk data entry. - Sudah adanya program utk menghasilkan tabulasi dasar dlm bentuk jumlah, frekwensi, proporsi dan rate. - Sudah adanya program utk menyimpan data dlm suatu data bank atau suatu data base ttt.

ANALISA DATA
TUJUAN.
Tujuannya adalah utk mengartikan informasi yg diper oleh guna menjawab persoalan yg dipertanyakan. Jika dlm suatu studi, analisis adalah utk menjawab dan membuktikan hypotesa yg disusun. Sesuai dg tkt permasalahan yg ada, analisis statistik dpt dilakukan dg bermacam-macam cara dg tkt keda laman yg berbeda.

METODA ANALISIS.

Utk keperluan manajemen data yankes, analisis data akan dibatasi utk dpt mengartikan informasi secara kualitatif dan tdk memerlukan suatu pembuktian seca ra statistik. Karena utk dpt melakukan data secara statistik diperlukan kemampuan dan ketrampilan sta tika yg memadai, disamping diperlukan suatu design studi yg memadai utk dpt mengumpulkan data-data primer yg terkontrol kondisinnya.

1. ANALISA UNIVARIATE.

TUJUAN . a. Adalah bila harus mengetahui dan menjelaskan karakteristik suatu variabel data, mis : - Umur sekelompok orang - Pengeluaran rumah tangga utk kesehatan. b. Bila harus membanding sesuatu variabel data di suatu populasi dg variabel data yg sama dipopu lasi yg berbeda.

c. Utk menarik kesimpulan ttg karakteristik yg khas suatu keadaan berdasarkan sampel yg diambil dari suatu populasi. utk menjadikan informasi tsb ukuran univariate yg digunakan : a.Ukuran central tendency : 1,Nilai Tengah, Mode, Median, Means. 2.Proporsi : - Ratio - Rate (Prevalensi, Insidens, Case fatality).

3. Standarisasi umur.
Membandingkan prevalensi suatu penyakit di
Kab.dg prevalensi Prop atau Nas, maka perlu dibuat standarisasi penduduk. Utk itu biasa di gunakan beberapa ukuran yg sudah distanda risasi misalnya Prosentase atau Rate per 1000 penduduk yg dibuat lebih spesifik menu rut umur, sex dan rate penyakit.

b. Ukuran Dispersi (Penyebaran). Tujuan : Utk mengetahui tkt kepercayaan (reliabi lity) dari nilai rata-rata. artinya jika dispersinya kecil maka nilai rata2 mewakili nilai2 individu dan meru pakan taksiran yg baik utk rata2 keselu ruhan. Sebaliknya jika dispersi besar, maka nilai rata2 tdk lagi mewakili nilai individu

Utk mengetahui dan menentukan variasi dg maksud utk mengendalikan variasi itu sendiri. Mis : Variasi dari tekanan darah penduduk dpt digu nakan utk tujuan diagnosa, pencegahan dan penanggulangan masalah yg menjadi penye bab variasi tekanan darah yg membahayakan kesehatan tadi. Ukuran dispersi tdd beberapa ukuran : 1. Jangkauan (Range) 2. Simpangan kuartil (Quartile deviation) 3. Simpangan rata2 (Mean deviation) 4. Simpangan baku (Standard deviation)

2. ANALISA TABEL. Utk keperluan analisis, data yg terkumpul dpt disim pulkan dlm bentuk tabel2 sederhana guna analisis lebih lanjut.

Bentuk2 tabulasi yg sering dipakai utk analisis tabel adalah sbb : a. Tabulasi sederhana (one way tabulation). b. Tabulasi silang (cross tabulation atau two way tabulation). c. Tabulasi ganda (Three way tabulation).

PENYAJIAN GRAFIK.
Utk dpt menyajikan data dlm bentuk grafik yg harus dila kukan adalah mempersiapkan data dlm bentuk tabel se suai dg tujuan penyajian.

Tujuan dari penyajian data dlm bentuk grafik adalah : - Agar pembaca dpt melihat secara cepat informasi yg ingin disampaikan tanpa harus membaca tabel. - Agar menarik dan mengurangi kejenuhan dlm penyaji an data2 dan informasinya. - Agar pengambikan keputusan dpt dilakukan secara ce pat dan tepat.

Hal-hal yg perlu diperhatikan sebelum membuat

penyajian grafik antara lain :


- Arah dan tujuan analisis data, yg dpt membantu pengambilan keputusan. - Ketersediaan data. - Ketersediaan alat bantu utk pembuatan grafik. - Ketepatan memilih salah satu grafik yg akan di sajikan karena masing2 grafik mempunyai karak teristik informasi tersendiri.

Mis : - Kecendrungan atau Trend.

Proporsi. Perbandingan. Pemetaan. Hubungan atau korelasi.

Hal ini penting karena salah pilih grafik, disamping dpt menyesatkan kesimpulan, juga menunjukkan ketidak mampuan pengelola data dlm menyajikan datanya.

BENTUK PENYAJIAN GRAFIK : 1, Grafik garis. 2. Grafik batang. 3. Grafik lingkaran ( PIE Chart ). 4. Grafik gambar ( Pictogram ). 5. Grafik peta ( Cartogram ). 6. Grafik pencar ( Scatter Diagram ).

Terima Kasih
Selamat belajar and semoga dapat menjadi DOKTER yang KOMPETEN !