Anda di halaman 1dari 30

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tahap terakhir dari penugasan audit adalah melaporkan semua temuan yang didapat. Proses audit akan menghasilkan sebuah laporan audit. Laporan audit berisi tentang opini auditor yang merupakan pernyataan kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan Audit dari seorang Auditor dipergunakan sebagai alat komunikasi antara Auditor dengan pihak Manajemen mengenai temuan(finding dari setiap audit yang telah dilakukan auditor. !ari setiap audit yang telah diselesaikan harus dibuat satu laporan tertulis dan ditanda tangani demikian standar internal audit mengharuskan hal ini. "amun, standar tidak merekomendasikan bentuk atau format laporan tertentu. #ntuk hal tersebut standar menyerahkan kepada masing$masing auditor. Laporan audit harus ditandatangani oleh auditor yang berhak, penunjukkan auditor yang menandatangani hal tersebut di tentukan oleh %epala &atuan Internal Audit. Tandatangan dapat dilakukan (diterakan pada body laporan atau pada 'o(er letter (&urat Pengantar . )pini yang terdapat dalam laporan audit sangat penting sekali dalam proses audit atapun proses atestasi lainnya karena opini tersebut merupakan informasi utama yang dapat diinformasikan kepada pemakai informasi tentang apa yang dilakukan auditor dan kesimpulan yang diperolehnya. Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. )pini audit diberikan oleh auditor melalui beberapa tahap audit sehingga auditor dapat memberikan kesimpulan atas opini yang harus diberikan atas laporan keuangan yang diauditnya. Auditor dalam memberikan opini sudah didasarkan pada keyakinan profesionalnya. Menurut IAI(*++, dalam &A &eksi -*. bahwa tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor juga merupakan sarana bagi auditor untuk menyatakan pendapatnya atau apabila keadaan mengharuskan, untuk menyatakan tidak memberikan pendapat.
1

B. Rumusan Masalah
/erdasarkan latar belakang di atas, maka perlu adanya rumusan masalah agar dapat terfokus pada permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut0 ,. *. -. 2. 3. Apa yang dimaksud dengan standar pelaporan1 Apa saja jenis$jenis laporan audit1 /agaimana format baku laporan audit1 Apa saja penyimpangan dari laporan audit format baku1 Apa saja 'ontoh kasus dari masing$masing laporan audit1

C. Tujuan Penulisan
/erdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut 0 ,. *. -. 2. 3. Mengetahui mengenai standar pelaporan. Mengetahui jenis$jenis laporan audit. Mengetahui format baku laporan audit. Mengetahui penyimpangan yang mungkin terjadi dari laporan audit format baku. Mengetahui 'ontoh kasus dari masing$masing laporan audit.

D. Meto e Penulisan
Penyusunan makalah ini menggunakan referensi$referensi dari beberapa media atau literatur serta beberapa buku yang diedit dan diunduh se'ara langsung.

E. !istematika Penulisan
#ntuk dapat memahami dan mengerti lebih 'epat dan lebih jelas tentang maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini, maka penulis menguraikannya se'ara sistematis, sehingga tergambar dengan jelas isi masing$masing bab.

/A/ I.

P4"!A5#L#A" !alam bab ini diuraikan se'ara keseluruhan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.

/A/ II.

P4M/A5A&A"

!alam bab ini akan diuraikan tentang standar pelaporan, jenis$jenis laporan audit, format bakulaporan audit, penyimpangan dari laporan audit format baku, serta 'ontoh kasus dari masing$masing laporan audit. /A/ III. %4&IMP#LA"

BAB II PEMBAHA!AN

A. !tan ar Pela"oran &tandar pelaporan merupakan pernyataan apakah laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, pernyataan mengenai ketidakkonsistensian penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum, pengungkapan informatif dalam laporan keuangan, dan pernyataan pendapat atas laporan keuangan se'ara keseluruhan. Pernyataan pendapat auditor harus didasarkan atas audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing dan atas temuan$temuannya. &tandar auditing antara lain memuat empat standar pelaporan.

!tan ar Pela"oran Pertama &tandar pelaporan pertama menyatakan0 Laporan harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penjelasan standar pelaporan pertama &tandar pelaporan pertama mengharuskan auditor untuk se'ara eksplisit menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan se'ara wajar sesuai dengan 6AAP. &tandar ini mengharuskan pernyataan suatu pendapat, bukan pernyataan tentang fakta. #ntuk tujuan standar ini, 6AAP tidak hanya men'akup prinsip$prinsip akuntansi, seperti prinsip biaya, tetapi juga metode penerapannya, seperti metode 7I7), LI7) untuk persediaan, serta metode penyusutan garis lurus dan jumlah$angka$tahun. Pendapat auditor, bahwa laporan keuangan menyajikan se'ara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum harus didasarkan atas pertimbangannya apakah 0 ,. Prinsip akuntansi yang dipilih dan diterapkan telah berlaku umum di Indonesia. *. Prinsip akuntansi yang dipilih tepat untuk keadaan yang bersangkutanatau telah sesuai dengan situasi yang dihadapi. -. Laporan keuangan beserta 'atatannya memberikan informasi 'ukup yang dapat mempengaruhi penggunaan, pemahaman, dan penafsirannya. 2. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan diklasifikasikan dan diikhtisarkan dengan semestinya, yang tidak terlalu rin'i atau ringkas.

3. Laporan keuangan men'erminkan peristiwa dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu 'ara yang menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas dalam batas$ batas yang layak dan praktis untuk di'apai dalam laporan keuangan. !tan ar Pela"oran #e ua &tandar pelaporan kedua adalah0 Laporan yang harus menunjukkan situasi dimana prinsip-prinsip tersebut belum diterapkan secara konsisten selama periode berjalan dalam kaitannya dengan periode sebelumnya. Penjelasan standar pelaporan kedua Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam pnyusunan laporan keuangan priode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. !engan demikian, ke'uali jika laporan itu memuat bahasa spesifik yang bertentangan, pemba'a dapat menyimpulkan bahwa prinsip$prinsip akuntansi telah diterapkan se'ara konsisten. Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan di antara dua periode dipengaruhi se'ara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya. !an juga untuk mempersyaratkan pelaporan yang tepat oleh auditor apabila komparabilitas telah dipenagruhi se'ara material oleh perubahan sema'am itu. &tandar konsistensi tidak berlaku dalam audit tahun pertama atas suatu perusahaan yang baru berdiri, akan tetapi, standar itu berlaku dalam audit pertama atas perusahaan yang tela mapan. Perubahan Akuntansi yang Mempengaruhi %onsistensi Perubahan prinsip akuntansi dapat disebabkan oleh penggunaan 6AAP yang berbeda dari yang telah digunakan sebelumnya dalam penyiapan laporan keuangan. Perubahan akuntansi yang mempengaruhi konsistensi men'akup0 Perubahan dalam prinsip itu sendiri, seperti perubahan dari dasar penjualan ke dasar produksi ketika men'atat pendapatan pertanian. Prubahan metode penerapan prinsip, seperti perubahan dari metode penyusutan garis lurus ke metode jumlah$angka$tahun. Perubahan entitas yang melaporkan, seperti penyajian laporan konsolidasi yang menggantikan laporan mesing$masing perusahaan atau perubahan anak perusahaan tertentu yang termasuk dalam kelompok konsolidasi. &uatu

penggabungan usaha yang diperhitungkan dengan metode kepentingan juga menghasilkan entitas pelaporan yang berbeda.

penyusutan

Perubahan prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan estimasi, seperti perubahan dari mengkapitalisasi dan mengamortisasi biaya atau harga pokok menjadi men'atatnya sebagai beban pada saat terjadinya karena sekarang manfaat masa depannya diragukan.

Perubahan yang Tidak Mempengaruhi %onsistensi &tandar konsistensi tidak men'akup pengaruh terhadap komparabilitas dan hal$hal berikut0 Perubahan akuntansi yang melibatkan estimasi akuntansi. %oreksi kesalahan yang tidak melibatkan suatu prinsip. %lasifikasi dan reklasifikasi. Transaksi atau peristiwa yang se'ara substansial berbeda. Perubahan kondisi bisnis, seperti akuisisi anak perusahaan. Pelun'uran lini produk baru. %ehendak yang Maha %uasa, misalnya kebakaran, banjir, dan peristiwa serupa.

"amun hal$hal ini mungkin memerlukan pengungkapan menurut standar pelaporan ketiga. !tan ar Pela"oran #etiga &tandar pelaporan ketiga menyatakan08 Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan dianggap cukup memadai kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. Penjelasan standar pelaporan ketiga Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, ke'uali dinyatakan lain dalam laporan auditor. Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum men'akup dimuatnya pengungkapan informatif yang memadai atas hal$hal material. 5al$hal tersebut men'akup bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan, serta 'ataan atas laporan keuangan yang meliputi, sebagai 'ontoh, istilah yang digunakan, rin'ian yang dibuat, penggolongan unsur dalam laporan keuangan, dan dasar$dasar yang digunakan untuk menghasilkan jumlah yang di'antumkan dalam laporan keuangan. Auditor harus mempertimbangkan apakah masih

terdapat hal$hal tertentu yang harus diungkapkan sehubungan dengan keadaan dan fakta yang diketahuinya pada saat audit. 9adi, jika tidak ada kata$kata eksplisit dalam laporan auditor yang bertentangan, pemba'a dapat menyimpulkan bahwa standar pelaoran pengungkapan telah terpenuhi. Arti dari frasa :menyajikan se'ara wajar sesuai dengan prinsip$prinsip akuntansi yang berlaku umum; telah meluas hingga ke'ukupan pengungkapan. 9ika laporan keuangan dan 'atatan yang menyertainya tidak mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh 6AAP, maka laporan itu tidak disajikan se'ara wajar. Pengungkapan informatif men'akup hal$hal material yang berkaitan dengan bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan serta 'atatan yang menyertainya. /adan$badan yang berwenang seperti 7A&/ dan &4<, sering memasukkan persyaratan pengungkapan dalam pengumuman. Pengungkapan informatif telah meluas hingga peristiwa kemudian dan pelaporan informasi segmen. !tan ar Pela"oran #eem"at &tandar pelaporan keempat adalah0 Laporan keuangan mencerminkan peristiwa dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu cara yang menyajikan posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas dalam batas-batas yang layak dan praktis untuk dicapai dalam laporan keuangan. Penjelasan standar pelaporan keempat Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan se'ara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. 9ika pendapat se'ara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. !alam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada , dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor. Tujuan standar pelaporan keempat adalah untuk men'egah salah tafsir tentang tingkat tanggung jawab yang harus dipikul oleh akuntan bila namanya dikaitkan dengan laporan keuangan. Tujuan dari standar keempat adalah untuk men'egah misinterpretasi atas tingkat tanggung jawab yang diemban auditor apabila namanya dikaitkan dengan laporan keuangan. &tandar ini se'ara langsugn memperngaruhi bentuk, isi, dan bahasa dalam laporan auditor. &tandar ini mempersyaratkan auditor untuk menyatakan pendapat atau menegaskan bahwa suatu pendapat tidak dapat dinyatakan. Laporan keuangan yang disebutkan dalam standar ini berlaku untuk laporan tunggal, seperti nera'a dan juga untuk seperangkat laporan dasar. !alam beberapa kasus laporan dasar dapat disertai dengan laporan perubahan akun ekuitas pemegang saham. Laporan keuangan dapat berupa laporan perusahaan tersendiri, laporan konsolidasi, dan laporan dari satu atau lebih periode sebelumnya yang disajikan atas dasar komparatif dengan
7

periode berjalan, pendapat auditor harus dinyatakan (atau menolak memberikan pendapat dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang diidentifikasi dalam paragraf pendahuluan dari laporan auditor. Tujuan standar pelaporan keempat adalah men'egah agar tidak terjadi penafsiran yang keliru mengenai tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor, apabila namanya dikaitkan dengan laporan keuangan. %eterangan dalam standar pelaporan keempat mengenai laporan keuangan =se'ara keseluruhan= berlaku sama, baik untuk satu perangkat laporan keuangan yang lengkap maupun untuk salah satu unsur laporan keuangan saja, misalnya nera'a, untuk satu atau beberapa periode akuntansi. Auditor dapat menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualian atas salah satu unsur laporan keuangan dan menyatakan pendapat wajar dengan penge'ualian atau menyatakan tidak memberikan pendapat, atau menyatakan pendapat tidak wajar atas unsur laporan keuangan lainnya, apabila keadaan mengharuskan perlakuan demikian. Laporan auditor biasanya diterbitkan dalam hubungannya dengan laporan keuangan pokok suatu entitas yang terdiri dari nera'a, laporan laba$rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. &etiap laporan keuangan auditan harus se'ara khusus disebut dalam paragraf pengantar dalam laporan auditor. 9ika laporan keuangan pokok meliputi suatu laporan terpisah tentang perubahan akun (a''ount ekuitas, hal ini harus disebutkan dalam paragraf pengantar dalam laporan auditor, namun tidak perlu disebut se'ara terpisah dalam paragraf pendapat, karena perubahan tersebut merupakan bagian dari penyajian posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas. Pendapat audit harus bersangkutan dengan apa yang disajikan oleh masing$masing laporan se'ara keseluruhan. &ebagai 'ontoh, posisi keuangan dalam mera'a dan hasil$ hasil operasi dalam laporan laba rugi. Auditor tidak diwajibkan untuk menyatakan pendapat tentang masing$masing komponen dari setiap laporan dalam penugasan audit yang biasa. >ang dimaksud dengan :se'ara keseluruhan; tidak berarti bahwa auditor dilarang untuk menyatakan pendapat yang berbeda atas laporan yang termasuk dalam seperangkat lengkap laporan keuangan. Mungkin sekali bagi auditor untuk memberikan pendapat wajar tanpa penge'ualian atas nera'a dan jenis pendapat lainnya atas laporan laba rugi. Laporan laba ditahan, dan laopran arus kas. Pendapat yang berbeda dalam seperangkat laporan keuangan dasar jarang sekali terjadi. &ifat Audit /ersama dengan pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan, auditor disyaratkan untuk menyertakan dalam laporan itu petunjuk yang jelas mengenai sifat audit. 5al ini diuraikan dalam kalimat pertama dari paragraf ruang lingkup laporan auditor melalui frasa :sesuai dengan standar audit yang berlaku umum;, dalam pengertian yang longgar, frasa ini dapat diinterpretasikan bahwa audit telah dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Paragraf ruang lingkup juga menunjukkan bahwa audit men'akup pemeriksaan bukti atas dasar pengujian dan penilaian prinsip akuntansi yang digunakan,estimasi signifikan yang dilakukan oleh manajemen serta penyajian keseluruhan laporan keuangan. %aitan !eangan Laporan %euangan. &eorang akuntan publik berija?ah dapat dikaitkan dengan laporan keuangan yang telah diaudit atau yang belum diaudit. &eorang akuntan publik (<PA bersangkutan dengan laporan keuangan yang tela diaudit apabila ia ditugaskan untuk mengaudit laporan sesuai dengan 6AA& dan menerapkan prosedur audit pada laporan$laporan tersebut. %aitan ini juga ada bila seorang <PA setuju atas penggunaan namnaya dalam suatu laporan, dokumen, atau komunikasi tertulis yangmemuat laporan keuangan yang telah diaudit. Tingkat Tanggung 9awab Persyaratan terakhir dari standar pelaporan yang keempat adalah bahwa auditor harus menunjukkan tingkat tanggung jawab yang diembannya atas audit tersebut dan pendapatnya. 5al ini dilakukan melalui kata$kata seperti :kami telah mengaudit; . penggunaan kata+kata ini tanpa penge'ualian berarti bahwa auditor memikul tanggung jawab penuh atas pekerjaan yang dilakukan dan pendapat yang disampaikan. Apabila lebih dari satu auditor yang terlibat dalam audit dan masing$masing hanya memikul tanggung jawab atas pekerjaan atas pendapatnya, maka laporan audit harus menunjukkan tanggung jawab terpisah yang ada.

B. $enis%jenis La"oran Au it &"ini Au itor ter iri atas ' jenis (Mul)a i* +,,+ -./01 )aitu 1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) !engan pendapat wajar tanpa penge'ualian, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan se'ara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia. Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa penge'ualian diterbitkan oleh auditor jika kondisi berikut ini terpenuhi 0 ,. &emua laporan nera'a, laporan laba$rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas terdapat dalam laporan keuangan. *. !alam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi oleh auditor. -. /ukti 'ukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah melaksanakan perikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk melaksanakan tiga standar pekerjaan lapangan.
9

2. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia. 3. Tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah paragraf penjelas atau modifikasi kata$kata dalam laporan audit. 2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas (Unqualified Opinion with !planator" #anguage) !alam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf penjelas dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa penge'ualian atas laporan keuangan keuangan auditan. Paragraf penjelas di'antumkan setelah paragraf pendapat. %eadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu paragraf penjelas atau modifikasi kata$kata dalam laporan audit baku adalah0 ,. %etidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum. *. %eraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas. -. Auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh !ewan &tandar Akuntansi %euangan. 2. Penekanan atas suatu hal 3. Laporan audit yang melibatkan auditor lain. $. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (%ualified Opinion) Pendapat wajar dengan penge'ualian diberikan apabila auditee menyajikan se'ara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, ke'uali untuk dampak hal$hal yang dike'ualikan. Pendapat wajar dengan penge'ualian dinyatakan dalam keadaan 0 ,. Tidak adanya bukti kompeten yang 'ukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit. *. Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar. &. Pendapat Tida' Wajar ((d)erse Opinion) Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan auditee tidak menyajikan se'ara wajar laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. *. Tida' +e,-eri'an Pendapat (.isclai,er of Opinion)

10

Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak melaksanakan audit yang auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga diberikan apabila ia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya dengan klien. $ENI! LAP&RAN 2ajar tan"a "enge3ualian 2ajar engan "enge3ualian #E!IMPULAN AUDIT&R Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan disajikan se'ara wajar Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan disajikan se'ara wajar, ke'uali untuk pos tertentu Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak disajikan se'ara wajar Auditor tidak menyimpulkan apakah laporan keuangan disajikan se'ara wajar.

Ti ak 4ajar Ti ak mem5erikan "en a"at

C. 6ormat Baku La"oran Au it Laporan audit bentuk baku adalah (standar unqualified audit report) adalah laporan yang diterbitkan oleh seorang auditor ketika seluruh kondisi audit terpenuhi, tidak diketemukan kesalahan saji yang signifikan yang tergeletak tak diperbaiki, serta laporan ini berisi pendapat auditor bahwa laporan keuangan telah disajika se'ara wajar sesuai dengan 6AAP@P&A%. Laporan auditor bentuk bake memuat suatu pernyataan bahwa laporan keuangan menyajikan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan suatu entitas, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. %esimpulan ini dibuat hanya bilamana auditor telah merumuskan pendapat demikian berdasarkan suatu audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing. Laporan auditor bentuk baku harus menyebutkan laporan keuangan auditan dalam paragraf pengantar, menggambarkan sifat audit dalam paragraf lingkup audit, dan menyatakan pendapat auditor dalam paragraf pendapat. #nsur pokok laporan auditor bentuk baku adalah sebagai berikut0 ,. 9udul Laporan. &tandar auditing mewajibkan setiap laporan diberi judul laporan dan dalam judul tersebut ter'antum pula kata :independen;. &ebagai 'ontoh, judul yang tepat adalah :laporan auditor independen;. %ewajiban untuk men'antumkan kata :independen; dimaksudkan untuk memberitahu para pengguna laporan bahwa audit tersebut dalam segala aspeknya dilaksanakan se'ara objektif bukan memihak. *. Alamat laporan audit. Laporan ini umumnya ditujukan kepada perusahaan, para pemegang saham, atau dewan direksi perusahaan. !alam tahun$tahun terakhir ini telah menjadi suatu kebiasaan untuk mengalamatkan laporan ini kepada para
11

pemegang saham untuk menunjukkan bahwa auditor itu independen terhadap perusahaan dan dewan direksi perusahaan yang diaudit. -. Paragraf pendahuluan. Paragraf pertama laporan menunjukkan tigal hal. Pertama, membuat suatu pernyataan sederhana bahwa kantor akuntan publik telah melaksanakan audit. %edua, paragraf ini menyatakan laporan keuangan yang telah diaudit termasuk pen'antumman tanggal nera'a serta periode akuntansi dari laporan laba rugi dan laporan arus kas. %etiga, paragraf pendahuluan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pelaksanaan audit. Tujuan dari pernyataan$pernyataan ini adalah untuk mengkomunikasikan bahwa manajemen bertanggung jawab atau pemilihan prinsip akuntansi yang tepat atas keputusan mereka memilih ukuran yang digunakan serta pengungkapan mereka tentang penggunaan prinsip$prinsip tersebut serta untuk mengklarifikasikan peran manajemen dan auditor. 2. Paragraf s'ape. Paragrfa s'ape ini berisi pernyataan faktual tentang apa yang dilakukan auditor selama proses audit. &esuai dengan &A& A- mewajibkan bahwa negara asal prinsip itu digunakan dalam mempersiapkan laporankeuangan dan standar audit yang diikuti oleh auditor yang diidentifikasikan dalam laporan audit. 3. Paragraf pendapat. Paragraf terakhir dalam laporan audit bentuk baku menyajikan kesimpulan auditor berdasarkan hasil dari proses audit yang telah dilakukan. /agian ini merupakan bagian terpenting dari keseluruhan laporan audit, sehingga seringkalii seluruh laporan audit dinyatakan se'ara sederhana sebagai pendapat auditor. .. "ama %AP. "ama tersebut akan mengklasifikasikan kantor akuntan publik atau praktisi mana yang telah melaksanakan proses audit. #mumnya yang dituliskan nama kantor akuntan publik karena seluruh bagian dari kantor akuntan publik tersebut bertanggung jawab baik se'ara hukum maupun se'ara profesi, dalam memastikan agar kualitas pekerjaan audit memenuhi standar profesi. B. Tanggal laporan audit. Tanggal yang tepat untuk di'antumkan dalam laporan audit adalah tanggal pada saat auditor menyelesaikan prosedur audit terpenting di lokasi pemeriksaan. . LIMA C&NT&H BENTU# LAP&RAN AUDIT Contoh /. Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa penge'ualian (laporan audit baku La"oran Au it In e"en en %epada >th. Direksi an De4an #omisaris PT. 7UNADARMA
12

9l. Margonda Caya "o ,++ Pondok <ina !epok

%ami telah mengaudit nera'a PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++, serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. %ami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. &tandar tersebut mengharuskan kami meren'anakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. &uatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti$bukti yang mendukung jumlah$jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan se'ara keseluruhan. %ami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++,, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

%antor akuntan 4liya Isfaatun, &4., MM&I

(4liya Isfaatun, &4., MM&I Ceg. "eg$!,,+-.A Tanggal, ,- Maret *++* Contoh +. Laporan audit dengan pendapat wajar dengan penge'ualian karena adanya pengungkapan yang tidak 'ukup. La"oran Au it In e"en en %epada >th. Direksi an De4an #omisaris PT. 7UNADARMA 9l. Margonda Caya "o ,++ Pondok <ina !epok
13

%ami telah mengaudit nera'a PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++, serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. %ami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. &tandar tersebut mengharuskan kami meren'anakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. &uatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti$bukti yang mendukung jumlah$jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan se'ara keseluruhan. %ami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Perusahaan menolak menyajikan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada -, !esember *++,. Penyajian laporan yang meringkas kegiatan operasi, in(estasi, dan pembelanjaan perusahaan tersebut diharuskan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum (&A% . Menurut pendapat kami, ke'uali tidak disajikannya laporan arus kas yang mengakibatkan tidak lengkapnya penyajian seperti yang diuraikan dalam paragraph di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++,, dan hasil usaha, untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

%antor akuntan 4liya Isfaatun, &4., MM&I

(4liya Isfaatun, &4., MM&I Ceg. "eg$!,,+-.A Tanggal, ,- Maret *++* Contoh 8. Laporan audit dengan pendapat dengan penge'ualian karena penggunaan prinsip akuntansi yang menyimpang dari prinsip akuntansi yang berlaku umum. La"oran Au it In e"en en %epada >th. Direksi an De4an #omisaris PT. 7UNADARMA
14

9l. Margonda Caya "o ,++ Pondok <ina !epok %ami telah mengaudit nera'a PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++, serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. %ami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. &tandar tersebut mengharuskan kami meren'anakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. &uatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti$bukti yang mendukung jumlah$jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan se'ara keseluruhan. %ami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Perusahaan tidak memasukkan kewajiban sewa guna usaha dari akti(a tetap dan kewajiban dalam nera'a terlampir, dan menurut pendapat kami, harus dikapitalisasi agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 9ika kewajiban sewa guna usaha ini dikapitalisasi, akti(a tetap akan bertambah sebesar Cp. ,*+.+++.+++,$, kewajiban jangka panjang sebesar Cp. ,*+.+++.+++,$. Tambahan laba bersih akan berkurang sebesar Cp. ,*.+++.+++ dan laba per lembar saham akan berkurang sebesar Cp. ,.*++,$ untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Menurut pendapat kami, ke'uali untuk dampak tidak dikapitalisasinya kewajiban sewa guna usaha seperti yang kami uraikan dalam paragraph di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++,, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

%antor akuntan 4liya Isfaatun, &4., MM&I

(4liya Isfaatun, &4., MM&I Ceg. "eg$!,,+-.A Tanggal, ,- Maret *++* Contoh .. Laporan audit dengan pendapat tidak wajar La"oran Au it In e"en en %epada >th. Direksi an De4an #omisaris
15

PT. 7UNADARMA 9l. Margonda Caya "o ,++ Pondok <ina !epok %ami telah mengaudit nera'a PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++, serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. %ami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. &tandar tersebut mengharuskan kami meren'anakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. &uatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti$bukti yang mendukung jumlah$jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan se'ara keseluruhan. %ami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. &ebagaimana telah dijelaskan dalam 'atatan D atas laporan keuangan, perusahaan men'antumkan perkiraan pabrik dan ekuipmen pada nilai appraisal, dan menghitung depresiasinya berdasarkan nilai tersebut. %arena penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum seperti yang diuraikan diatas, pada tanggal -, !esember *++,, saldo persediaan lebih tinggi sebesar Cp. 3*3.+++.+++,$. !engan diperhitungkannya biaya depresiasi ke dalam biaya o(erhead pabrik berdasarkan nilai re(aluasi yang lebih besar dari harga pokok akti(a tetap dan akti(a tetap dikurangi akumulasi depresiasinya disajikan lebih tinggi sebesar Cp. B3.3++.+++ dibandingkan jika disajikan atas dasar harga pokoknya. Menurut pendapat kami, karena dampak dari hal yang kami uraikan dalam paragraph diatas, laporan keuangan yang kami sebut di atas tidak menyajikan se'ara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan PT. 6#"A!ACMA per -, !esember *++,, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

%antor akuntan 4liya Isfaatun, &4., MM&I

(4liya Isfaatun, &4., MM&I Ceg. "eg$!,,+-.A Tanggal, ,- Maret *++*

16

Contoh '. Laporan audit berisi pernyataan tidak memberikan pendapat sebagai akibat ketidakberhasilan auditor untuk memperoleh bukti yang 'ukup karena pembatasan ruang lingkup. La"oran Au it In e"en en %epada >th. Direksi an De4an #omisaris PT. 7UNADARMA 9l. Margonda Caya "o ,++ Pondok <ina !epok

%ami telah ditugasi untuk mengaudit nera'a PT. 6#"A!ACMA tanggal -, !esember *++, serta laporan rugi laba, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Perusahaan tidak melakukan penghitungan fisik persediaan dalam tahun *++, yang di'antumkan dalam laporan keuangan sebesar Cp. E3+.+++.+++ pada tanggal -, !esember *++,. Lebih lanjut, bukti$bukti yang mendukung harga perolehan akti(a tetap yang dibeli sebelum tanggal -, !esember *++, tidak lagi tersedia dalam arsip perusahaan. <atatan perusahaan tidak memungkinkan dilaksanakannya penerapan prosedur audit lain terhadap persediaan dan akti(a tetap. %arena perusahaan tidak melaksanakan penghitungan fisik persediaan dan kami tidak dapat menerapkan prosedur audit untuk meyakinkan kami atas kuantitas persediaan dan harga pokok persediaan dan harga perolehan akti(a tetap, lingkup audit kami tidak 'ukup untuk memungkinkan kami menyatakan pendapat, dan kami tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan. %antor akuntan 4liya Isfaatun, &4., MM&I

(4liya Isfaatun, &4., MM&I Ceg. "eg$!,,+-.A Tanggal, ,- Maret *++* $umlah Paragra9 alam La"oran banyak pemba'a yang menginterpretasikan bahwa jumlah paragraf dalam laporan audit merupakan suatu :tanda; yang penting tentang apakah penyajian laporan keuangan tersbut benar. &uatu laporan audit yang terdiri dari tiga paragraf umumnya mengidentifikasikan bahwa tidak terdapat suatu penge'ualian apapun dalam audit. Lebih dari tiga paragraf mengidentifikasikan tentang jenis laporan audit wajar dengan
17

penge'ualian atau menyertakan suatu penjelasan. %etika suatu laporan audit wajar tanpa syarat dengan paragraf penjelas diterbitkan, maka paragraf penjelas umumnya diletakkan setelah paragraf pendapat. Paragraf penjelasan tidak ditambahkan dalam suatu laporan audit wajar tanpa syarat yang melibatkan auditor independen lain, tetapi kalimat dalam ketiga paragraf mengalami modifikasi. D. Pen)im"angan Terha a" La"oran Au it 6ormat Baku Penyimpangan dari laporan standar terjadi apabila auditor menyimpulkan bahwa (, bahasa penjelasan ahrus ditambahkan pada laporan itu walaupun masih menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualiaan atau (* jenis pendapat yang berbeda harus dinyatakan pada laporan keuangan itu, yaitu0 Pendapat wajar dengan penge'ualian yang menyatakan bahwa ke'uali untuk pengaruh hal$hal yang berkaitan dengan penge'ualian, laporan keuangan itu menyajikan se'ara wajar sesuai dengan 6AAP. Pendapat tidak wajar yang menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan se'ara wajar sesuai 6AAP. Penolakan memberikan pendapat yang menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan.

PEN7ARUH !ITUA!I :AN7 MEN7A#IBAT#AN PEN:IMPAN7AN DARI LAP&RAN !TANDAR PEMBATA!AN RUAN7 LIN7#UP !alam suatu audit yang dilakukan sesuaio dengan 6AAP, auditor dapat melaksanakan semua prosedur audit dianggap perlu dalam situasi bersangkutan. !ari prosedur$prosedur ini, auditor diharapkan akan mendapatkan buki kompeten yang men'ukupi sebagai dasar unutk memberikan pendapat atas laporan keuangan. Apabila auditor tidak dapat melaksanakan prosedur yang diperlukan atau prosedur itu tidak memberikan bukti yang men'ukupi, auditor dikatakan mempunyai pembatasan ruang lingkup. Pembatasan ruang lingkup dapat ditentukan oleh klien atau berasal dari berbagai situasi. <ontoh$'ontoh pembatasan yang diajukan oleh klien adalah penolakan untuk (, memperkenankan konfirmasi piutang, (* menandatangani surat representasi klien, atau (- memberi auditor akses ke 'atatan rapat dewan komisaris. <ontoh pembatasan yang berasal dari berbagai situasi adalah penetapan waktu prosedur, seperti perjanjian yang terlalu lambat unttuk dapat melakukan prosedur yang dianggap perlu dalam situasi$ situasi tersebut, dan 'atatan klien yang tidak memadai. Penugasan Pelaporan yang Terbatas

18

Auditor dapat diminta untuk mengaudit suatu laporan keuangan dasar, seperti nera'a, tetapi bukan yang lainnya. Penugasan seperti itu tidak melibatkan batasan ruang lingkup selama auditor dapat menerapkan semua prosedur yang dianggap perlu dalam situasi tersebut. &ebaliknya jenis penugasan ini melibatkan tujuan pelaporan yang terbatas. <ontohnya auditor dapat diminta untuk mengaudit nera'a saja sebagai bagian dari perjanjian merger. !alam kasus demikian laporan tiga paragraf akan di terbitkan dengan pendapat wajar tanpa penge'ualaian. /ahasa dalam tiap paragraf di modifikasi untuk menga'u pada nera'a saja. Misalnya, kalimat pertama dari paragraf pendahuluan adalah, :kami telah mengaudit nera'a terlampir dari D 'ompany per -, desember *+DD.; %alimat pertama dari paragraf pendapat juga akan di modifikasi sebagai berikut, :menurut pendapat kami, laporan keuangan tersebut diatas menyajukan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan D 'ompany per -, desember *+DD, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlau umum.;

9enis Pendapat Lainnya &eperti yang ditunjukkan di atas pembatasan ruang lingkup akan mengharuskan auditor untuk menyatakan baik pendapat wajar dengan penge'ualian atau penolakan memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat yang tepat tergantung pada sifat dan besarnya pengaruh potensial dari hal$hal yang di pertanyakan dan signifikansinya terhadap laporan keuangan. 9ika pengaruh potensialnya berkaitan dengan banyak pos laporan keuangan, maka signifikansi mungkin sekali akan lebih besar dari pada jika hanya sejumlah pos yang terbatas terlibat. Pengaruhnya terhadap auditor tergantung pada jenis pendapat yang dinyatakannya.

PENDAPAT 2A$AR DEN7AN PE7ECUALIAN Apabila ada pendapat wajar dengan penge'ualian dinyatakan, auditor harus0 Menunjukkan pembatasan ruang lingkup dalam paragraph ruang lingkup. Memberikan alasan substanti(e untuk pembatasan itu dalam paragraph penjelasan. Menyatakan pendapat wajar dengan penge'ualian pada paragraph pendapat dengan referensi ke paragraf penjelasan . %ata$kata dalam paragraf pendapat harus menga'u pada pengaruh potensial terhadap pos$pos laporan keuwangan dimana auditor tidak mendapat kepuasan audit, bukan pada pembatasna ruang lingkup itu sendiri, karena pendapat auditor berkaitan dengan laporan keuangan. PEN&LA#AN MEMBERI#AN PENDAPAT Apabila penolakan memberikan pendapat dinyatakan0
19

Paragraf pendahuluan dimodifikasi Paragraph ruang lingkup ditiadakan Paragraph penjelasan disertakan setelah paragraph pendhuluan yang menjelaskan alasan$alasan penolakan memberikan pendapat Paragraph ketiga dan kesimpulan berisi penolakan memberikan pendapat #ETIDA#!E!UAIAN DEN7AN 7AAP Apabila laporan keuangan dengan klien mengandung ketidaksesuaian dengan 6AAP, maka pengaruhnya terhadap laporan auditor akan berbeda atas dasar apakah hal itu merupakan ketidaksesuaian yang diperlukan dengan 6AAP yang dirumuskan atau ketidaksesuaian lain dengan 6AAP. /ahasa Penjelasan dengan Pendapat Fajar Tanpa Penge'ualian Apabila auditor sepakat bahwa karena keadaan yang tidak biasa, ketidaksesuaian dengan prinsip akuntansi yang dirumuskan diperlukan untuk menjaga agar laporan keuangan klien tidak menyesatkan, apakah laporan standar dengan baha penjelasan akan diterbitkan. &e'ara khusus, laporan itu berisi0 Paragraf pendahuluan dan ruang lingkup standar. &uatu paragraf penjelasan sebelum paragraf pendapat yang menjelaskan situasi dan menyatakan bahwa penggunaan prinsip alternatif dapat dibenarkan. &uatu pendapat wajar tanpa penge'ualian dalam paragraf pendapat standar.

IN#&N!I!TEN!I DALAM PRIN!IP%PRIN!IP A#UNTAN!I Pengaruh perubahan prinsip$prinsip akuntansi terhadap laporan audit tergantung apakah perubahan itu telah dipertanggungjawabkan sesuai dengan 6AAP. &uatu perubahan prinsip dilakukan sesuai dengan 6AAP bila (, prinsip baru itu merupakan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan (* perubahan itu dipertanggungjawabkan dengan tepat dan diungkapakan dalam laporan keuangan, serta (- manajemen dapat memberi alas an bahwa prinsip yang baru lebih baik. /ahasa Penjelasan dengan Pendapat Fajar Tanpa Penge'ualian Apabila perubahan dilakukan sesuai dengan 6AAP maka auditor harus menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualian atas laporan keuangan dan menjelaskan perubahan dalam paragraf tambahan sesudah paragraf pendapat. 9enis Pendapat Lain Apabila perubahan prinsip$prinsip akuntansi dilakukan tidak sesuai dengan 6AAP, maka auditor harus mengeluarkan pendapat wajar dengan penge'ualian atau pendapat tidak
20

wajar, tergantung pada materialitas perubahan itu. &elain itu, auditor juga harus menambahkan suatu paragraf penjelasan segera sebelum paragraf pendapat untuk menjelaskan ketidaksesuaian dengan 6AAP. Pengaruhnya terhadap laporan standar dan 'ontoh kata$kata paragraf penejlasan apabila manajemen tidak dapat membenarkan perubahan prinsip akuntansi. PEN7UN7#APAN :AN7 TIDA# MEMADAI 9ika laporan keuangan dan 'atatan yang menyertainya tidak dapat mengungkapakan informasi yang disyaratkan oleh 6AAP, maka laporan itu tidak disajikan se'ara wajar. !alam aksus demikian, auditor harus menyatakan pendapat wajar dengan penge'ualaian atau pendapat tidak wajar karena ketidaksesuaian dengan 6AAP, dan ada penyompangan dari laporan standar. 9ika perusahaan mengeluarkan laporan keungan yang bertujuan menyajiakan posisi keungan dan hasil operasi tetapi tidak meniadakan laporan arus kas yang bertalian, maka auditor la?imnya akan menyimpulkan bahwa peniadaan itu memerlukan pendapat dengan penge'ualian. #ERA7UAN :AN7 !UB!TAN!IAL MEN7ENAI !TATU! #ELAN7!UN7AN U!AHA A# -2,.+., The (uditor /onsideration of an ntit"0s to /ontinue as a 1oing /oncern (2(2 *3)4 menunjukkan bahwa informasi yang bertentangan dengan asumsi kelangsungan usaha men'akup0 Tren negatif, seperti kerugian operasi yang berulang, kekurangan modal kerja, arus kas negatif dari akti(a operasi, dan rasio keuangan kun'i yang buruk. Petunjuk lain dari kemungkinan kesulitan keuangan, seperti tidak dapat membayar utang atau perjanjian pinjaman, penunggakan pembayaran di(iden, restrukturisasi utang, dan ketidak taatan terhadap persyaratan modal dasar. Masalah internal, seperti penghentian kerja, ketergantungan yang besar pada keberhasilan proyek tertentu, dan komitmen jangka panjang yang tidak ekonomis. Masalah eksternal, seperti kerugian pada fran'hise atau waralaba yang penting, dan kerugian yang tidak dapat diasuransikan seperti kerugian karena gempa bumi atau banjir.

Auditor disyaratkan untuk memperhatikan ren'ana manajemen untuk mengahadapi pengaruh buruk dari kondisi$kondisi dan peristiwa di atas. Manajemen mungkin meren'anakan untuk (, melepas akti(a, (* meminjam uang atau merestrukturisasi hutang (- mengurangi atau menangguhkan pengeluaran atau (2 meningkatkan ekuitas kepemilikan. /ahasa Penjelasan dengan Pendapat Fajar Tanpa Penge'ualian

21

Apabila situasi tentang kemampuan perusahaan untuk melanjutkan usahanya diungkapkan se'ara memadai dalam 'atatan atas laporan keuangan, maka auditor harus (, menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualian dan (* menambah paragraf penjelasan sesudah paargraf pendapat yang menga'u pada 'atatan itu. 9ika ada keraguan mengenai kemampuan memulihkan akti(a atau jumlah kewajiban, maka informasi tersebut harus disertakan dalam paragraf penjelasan. Auditing &tandards /oard merasa yakin bahwa laporan tersebut di atas akan memberi informasi se'ara memadai pada pemakai laporan keuangan mengenai situasi itu. Akan tetapi, auditor tidak melarang menerbitkan laporan audit yang memuat penolakan memberikan pendapat. 9enis Pendapat Lain 9ika auditor menyimpulkan bahwa pengungkapan entitas dalam laporan keuangan tidak memadai, maka laporan tersebut tidak menyajikan se'ara wajar. !engan demikian auditor, harus menyatakan baik pendapat wajar dengan penge'ualian atau pendapat tidak wajar. !i samping itu, laporan auditor juga harus berisi paragraf penjelasan yang menguraikan situasi tersebut dan jika memungkinkan pengungkapan yang diperlukan untuk kewajaran penyajian harus dibuat. PENE#ANAN PADA !UATU HAL Pada beberapa situasi, auditor mngkin ingin menekankan laporan audit hal$hal ang dipertanggungjawabkan dengan tepat dan diungkapakan se'ara memadai sambil tetap menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualian. Penekanan pada hal sema'am ini akan menghasilkan penambahan paragraph penjelasan dalam laporan standar. !alam laporan ini auditor harus (, menggunakan kata$kata standar dalam paragraf pendahuluan, ruang lngkup, dan pendapat, (* menguraikan hal$hal yang perlu ditekankan dalam paragraf penjelasan, dan (- tidak membuat referensi ke materi penjelasan dalam paragraf pendapat.

PENDAPATAN :AN7 !EBA7IAN DIDA!AR#AN ATA! LAP&RAN DARI AUDIT&R LAIN %eputusan untuk tidak membuat referensi diambil bila (, auditor lain adalah kantor asosiasi atau koresponden yang pekerjaannya telah diketahui dengan baik oleh auditor utama, (* pekerjaan tersebut dilakukan di bawah bimbingan dan kendali auditor utama, dan (- auditor utama mere(iew program audit dan kertas kerja auditor lain. %eputusan unuk membuat referensi diambil apabila satu atau lebih faktor$faktor di atas tidak ada. Auditor utama juga dapat memutuskan untuk membuat referensi apabila bagian dari laporan keuangan yang diperiksa oleh auditor lain bersifat material terhadap laporan keuangan se'ara keseluruhan.

22

/ahasa penjelasan dengan pendapat wajar tanpa penge'ualian 9enis pendapat lain, yaitu jika auditor utama menyimpulkan bahwa pengandalan tidak dapat diberikan pada pekerjaan auditor lain dan pekerjaan yang dilakukan oleh audito lain bersifat material.

PERTMBAN7AN PELAP&RAN LAIN PELAP&RAN BILA A#UNTAN PUBLI# TIDA# INDEPENDEN &eorang akuntan publi' (<PA dapat mengaudit laporan keungan bila ia tidak independent dengan klien.seorang akuntan publi' yang menyadari adanya penyimpangn yang material dari 6AA& juga harus (, meminta re(isi atas laporan keuangan, (* menguraikan penyimpangan dalam pengungkapGan, atau (- menolak dikaitkan dengan laporan keuangan. !ITUA!I :AN7 #&MPARATI6 BER#ENAAN DEN7AN LAP&RAN #EUAN7AN

&ituasi$ situasi tersebut dapat men'akup0 Pendapat yang berbeda #ntuk suatu tahun tertentu seorang auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa penge'ualian atas suatu laporan di samping memberikan pendapat yang berbeda untuk laporan lain. !emikian pula, dalam laporan komparatif jenis pendapat yang berbeda dapat dinyatakan atas satu atau lebih laporan untuk tahun sebelumnya sementara pendapat wajar tanpa penge'ualian dinyatakan atas laporan yang sama atas tahun yang berjalan. Memutakhirkan pendapat audit tahun berjalan oleh auditor dapat memberikan bukti bahwa pendapat atas laporan tahun sebelumnya harus berbeda dari pendapat yang semula diberikan. Ini dapat berasal dari peristiw$peristiwa seperti (, resolusi selanjutnya atas ketidakpastian yang ada pada tahun sebelumnya, (* penemuan ketidakpastian yang berlaku untuk tahun sebelumnya yang belum diketahui ketika pendapat atas laporan tahun sebelumnya diberikan, (- penetapan kembali laporan periode sebelumnya agar sesuai dengan 6AAP. Perubahan auditor Auditor pengganti atau penerus harus menenjukan dalam laporan tahun berjalan (, bahwa laporan keuangan tahun sebelumnya telah diaudit oleh auditor lain (* tanggal laporan auditor terdahulu (- jenis laporan yang diterbitkan oleh auditor terdahulu (2 jika laporan itu bukan laporan standar, berikan alasan substantif penyebabnya.
23

IN6&RMA!I :AN7 MEN:ERTAI LAP&RAN :AN7 TELAH DIAUDIT Informasi yang menyertai laporan keuangan terdiri dari0 Informasi tambahan yang disyaratkan

7A&/ dan 6o(ernmental A''ounting &tandard /oard (6A&/ telah menyimpulkan bahwa informasi tamabahn tertentu merupakan bagian yang sangat penting dari pelaporan keuangan entitas. &ebagai 'ontoh, 7A&/ mempersyaratkan informasi tentang 'adangan minyak, gas, dan mineral. Auditor diwajibkan untuk menerapkan prosedur terbatas tertentu atas informasi dan melaporkan setiap kekurangan atau penghilangan informasi tersebut. Prosedur yang terbatas ini men'akup pengajuan pertanyaan kepada manajemen tentang metode penyiapan informasi, dan perbandingan informasi tersebut untuk konsistensi dengan data lain yang tersedia. %arena informasi tersebut tidak diaudit atau pun bukan merupakan bagian dari laporan keuangan dasar, maka &A& 3*, )mnibus &tatement of Auditing &tandard H ,AE menyatakan bahwa laporan standar harus diterbitkan ke'uali dalam situasi$situasi berikut, yaitu (, informasi tambahan yang disyaratkan dihilangkan (* pengukuran atau penyajian informasi itu menyimpang se'ara material dari pedoman yang digariskan (- auditor tidak dapat menyelesaikan prosedur yang ditetapkan (2 auditor tidak dapat menghilangkan keraguan yang substansial mengenai apakah informasi itu sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Informasi sukarela yang diberikan oleh manajemen

Laporan keuangan klien yang telah diaudit biasanya disajikan dalam dokumen yang disebut laporan tahunan.dokumen ini men'akup informasi seperti garis besar keuangan, surat dari presiden direktur dan @ atau ketua dewan komisaris, statistik keuangan komparatif, skedul, dan penyajian data keuangan se'ara grafik yang disiapkan dengan sukarela oleh manajemen. Auditor diwajibkan memba'a informasi ini untuk menentukan apakah data itu, atau 'ara penyajiannya, se'ara material tidak konsisten dengan laporan keuangan dimana auditor akan memberikan pendapatnya. Informasi tambahan yang diberikan oleh auditor

Pada akhir suatu penugasan audit, auditor menyerahkan suatu dokumen yang berisi laporan keuangan dasar klien dan laporan auditor mengenai hal itu kepada klien. Auditor juga dapat menyertakan informasi tambahan yang bersangkutan dengan laporan dasar. Informasi tersebut dimaksudkan untuk mempermudah analisis dan interpretasi atas laporan keuangan dasar. !i sini penting untuk mengetahui bahwa informasi tambahan yang ada dalam dokumen yang diserahkan oleh auditor disajikan di luar laporan dasar, dan tidak perlu menyajikan se'ara wajar laporan itu. &eperti laporan keuangan dasar, data dalam informasi tambahan merupakan representasi manajemen karena hal itu berasal dari laporan dasar.

24

E. Contoh #asus ari La"oran Au it 2ajar Tan"a Penge3ualian MA%A&&AC,TCI/#"$TIM#C.<)M $$ Pemerintah Pro(insi &ulsel menerima laporan hasil pemeriksaan badan pemeriksa keuangan (/P% atas Laporan %euangan Pemerintah !aerah Pro(insi &ulsel Tahun *+,,, Fajar Tanpa Penge'ualian (FTP &tatus diterima 6ubernur &ulsel &yahrul >asin Limpo oleh anggota /adan Pemeriksa %euangan (/P% CI Ci?al !jalil di Capat Paripurna Istimewa !PC! Pro(insi &ulsel di kantor !PC! &ulsel, 9l #rip &umihardjo, Makassar, &enin (2@.@*+,* . yahrul yang juga %etua !P! 6olkar &ulsel ini didampingi %etua !PC! &ulsel Moh Coem, Fakil %etua !PC! Andry A /ulu, Fakil %etua Andi Akmal Pasluddin, dan Fakil %etua Ashabul %ahfi. =Terima kasih 6ubernur yang jauh$jauh datang menghadap ke 9akarta. &e'ara berturut &ulsel berhasil men'apai FTP kerjasama dengan !PC!. Tapi tahun ini silpa Cp *,* M, saya ingin 6ubernur agar dibi'arakan, agar tidak menimbulkan masalah,= %ata Ci?al saat memberikan sambutan Ini adalah kali kedua Ci?al datang menyerahkan laporan status pempro( &ulsel FTP setelah tahun *+,+. &ebelumnya Pempro( &ulsel menerima laporan Fajar !engan Penge'ualian (F!P di tahun *++A. Pada hari alhamdulillah, kewajiban konstitusional dapat saya penuhi, untuk men'apain Pempro( &ulsel saya se'ara konsisten, yang taat dan tidak korupsi,= kata &yahrul dalam sambutannya =Ini karena ada kemauan, kami melengkapi ,,3 Pengharggan nasional, kita ini 'lear dan <lean. &aya merasakan manfaat e audit. /P% setaip saat masuk, di bendahara kami, saya mengatakan ini berhasil. %alau ada pejabat kami yang dis'laimer maka kami akan langsung kita keluarkan,= &yahrul menambahkan <aption 7oto0 &uasana Capat Paripurna Istimewa !PC! Pro(insi &ulsel dalam rangka penyerahan laporan hasil pemeriksaan badan pemeriksa keuangan (/P% atas Laporan %euangan Pemerintah !aerah Pro(insi &ulsel Tahun *+,, itu. di kantor !PC! &ulsel, 9l #rip &umihardjo, Makassar, &enin (2@. .

2ajar engan Penge3ualian /adan Pemeriksa %euangan (/P% CI memberikan opini Fajar !engan Penge'ualian (F!P atas Laporan %euangan Pemerintah Pusat (L%PP Tahun *+,,. )pini ini sama seperti yang diberikan oleh /P% atas L%PP Tahun *+,+. !emikian ditegaskan %etua /P% Ha i Poernomo dalam penyerahan L%PP Tahun *+,, kepada !PC, &elasa, *A Mei *+,* di 9akarta. !alam penjelasannya di hadapan para Anggota !PC, %etua /P% menyebutkan ada dua permasalahan yang ditemukan /P% dalam pemeriksaan L%PP Tahun *+,, yang
25

menjadi penge'ualian atas kewajaran L%PP. ;Masalah pertama, pemerintah telah melakukan in(entarisasi dan penilaian kembali atas aset tetap yang diperoleh sebelum nera'a awal per -, !esember *++2 tapi masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaan dan pen'atatannya,; jelas 5adi. Permasalahan kedua, lanjutnya, pemerintah telah melakukan in(entarisasi dan penilaian kembali atas seluruh aset eks /PP", namun masih terdapat kelemahan dalam pelaksanaan in(entarisasi, perhitungan, dan penilaian terhadap aset tersebut. Akun pada L%PP tahun *+,, yang dike'ualikan lebih sedikit jumlahnya dibandingkan pada L%PP Tahun *+,+. ;5al ini menunjukkan hasil positif atas kerja keras pemerintah untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan,; ungkap 5adi. Ti ak 2ajar Laporan 5asil Pemeriksaan (L5P /adan Pemeriksa %euangan (/P% untuk %ota %otamobagu semalam (+-@+B sungguh sangat jauh dari harapan Pemerintah %otamobagu (Pemkot , dimana %ota %otamobagu mendapatkan opini Tidak Fajar (TF . Falikota %otamobagu !rs. !jelantik Mokodompit M4 melalui 9uru /i'ara Pemerintahan Mo'h. Agung Adati ketika menanggapi L5P /P% tersebut mengungkapkan bahwa persoalan aset dan beberapa dokumen yang masih menjadi penghalang kotamobagu meraih opini yang positif. =)pini TF yang diperoleh dua tahun terakhir ini tentu merupakan pembelajaran berharga bagi Pemerintah %%. 5al ini sangat terkait juga dengan beberapa persoalan yg masih menjadi 'atatan /P%, seperti soal Aset dan !okumen, serta beberapa 'atatan lainnya yang harus di perbaiki,= ungkap Agung saat di konfirmasi (ia seluler &elasa (+-@+B . "amun, hasil opini TF yang diberikan /P% tersebut kata agung akan menjadi pembelajaran dan peningkatan kinerja pemerintah kota kotamobagu. Dis3laimer Manok4ari* lentera"a"ua5arat.3om (,;</,<+,/+1$/elum ada kemajuan berarti dalam penyajian Laporan %euangan Pemerintah !aerah (L%P! Pro(insi Papua /arat maupun kabupaten@kota se Pro(insi Papua /arat. #ntuk L%P! tahun *+,,, dari B kabupaten@kota yang L5Pnya (Laporan 5asil Pemeriksaan telah diserahkan ke kepala daerah dan !PC!, terdapat 3 kabupaten mendapat opini dis'laimer atau tidak menyatakan pendapat dari /P% (/adan Pemeriksa %euangan . &edangkan dua kabupaten lainnya, yakni %abupaten &orong &elatan dan Teluk /intuni mendapat opini lebih F!P (wajar dengan penge'ualian . :%abupaten &orong &elatan dua tahun terakhir ini mendapat opini F!P. %abupaten Teluk /intuni juga mengalami kemajuan. %abupaten 7akfak yang tahun lalu
26

mendapat opini F!P untuk Laporan %euangan tahun *+,, sedang dalam proses pemeriksaan,; ujar %asub 5ukum dan 5umas /P%$CI Perwakilan Pro(insi Papua /arat. &edangkan 3 kabupaten dan , kota yang mendapat opini paling rendah atau dis'laimer yakni, %abupaten &orong, %ota &orong, %aimana,Caja Ampat dan Tambrauw. /P% belum memberikan opini terhadap L%P! 2 kabupaten lainnya, Manokwari, 7akfak, Maybrat dan Teluk Fondama karena masih dalam proses pemeriksaan. &elain itu, /P% Perwakilan Pro(insi Papua /arat juga sedang memeriksa L%P! Pemerintah Pro(insi Papua /arat. Tahun$tahun sebelumnya L5P tak pernah beranjak dan selalu dengan opini dis'laimer. /aik atau tidaknya L5P ini tergantung dari kemauan kepala daerah. %endala &!M (sumber daya manusia mestinya tak menjadi alasan karena ada anggaran bagi pelatihan. :)pininya, pada umumnya dis'laimer, sama dengan tahun$ tahun sebelumnya. Menurut Culy 7erdian, /P% melakukan pemeriksaan L%P! ini dilakukan se'ara rutin setiap tahun pada akhir tahun anggaran per -, !esember. 5asilnya atau L5P akan diserahkan ke !PC! dan kepala daerah dengan maksud agar ditindaklanjuti untuk perbaikan penyajian laporan. !ibanding dengan pro(insi lain, tindaklanjut L5P oleh Pro(insi Papua /arat dan kabupaten@kota paling rendah. !an diharapakan peran dari !PC! untuk melaksanakan fungsi pengawasannya. Lagi pula, /P% selalu menyertakan rekomendasi pada L5P agar pemerintah daerah dapat memperbaiki pengelolaan angaran. :>ang mana kita juga harapkan fungsi pengawasan !PC! lebih dimaksimalkan karena mereka (!PC! dapat mengundang kepala daerah untuk membahas temuan$ temuan terhadap L5P,; ujar Culy. 5arapan /P% CI terhadap hasil pemeriksaan L%P! agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai ketentuan Pasal E ayat (* ## "omor ,3 Tahun *++. tentang /adan Pemeriksa %euangan, yang menyatakan bahwa tindak lanjut hasil pemeriksaan diberitahukan se'ara tertulis oleh kepala daerah kepada /P% CI. &elain itu Pasal *+ ayat (* dan (- ## "omor ,3 Tahun *++2 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung 9awab %euangan "egara, menyatakan bahwa jawaban atau penjelasan mengenai tindak lanjut atas rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan /P% CI disampaikan kepada /P% CI selambat$lambatnya .+ hari setelah laporan hasil pemeriksaan (L5P diterima. Culy menambahkan, yang mana ada - hal yang diminta dalam L%P! yakni, nera'a, realisasi anggaran dan laporan analisa kas. /ila ingin memperoleh opini lebih baik, maka laporan keuangan atau L%P! harus disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. &eperti alokasi dana belanja pegawai harus sesuai peruntukkannya, bukan untuk kegiatan lain. :Misalnya belanja pegawai di'atat di belanja barang dan jasa, itu ada kesalahan penyajian saja. Ini persoalan akuntasi dan belum berarti ada indikasi penyimpangan,; jelasnya.

27

BAB III PENUTUP

A. #esim"ulan , * /agian ketiga dalam standar audit setelah standar umum, standar pekerjaan lapangan adalah standar pelaporan. &tandar Pelaporan terdiri dari 2 standar yang dapat ditarik garis besarnya, yaitu 0 (ccording to 1((P4 /onsistence4 Whole .isclosure4 dan 5n Opinion. )pini Auditor terdiri dari 3 ma'am, yaitu0 Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas (Unqualified Opinion with !planator" #anguage) Pendapat Wajar dengan Pengecualian (%ualified Opinion) Pendapat Tida' Wajar ((d)erse Opinion) Tida' +e,-eri'an Pendapat (.isclai,er of Opinion) >ang tentunya opini diatas memiliki syarat$syarat dan kriteria pada masing$masing opini tersebut. 2 Laporan auditor bentuk baku memuat suatu pernyataan bahwa laporan keuangan menyajikan se'ara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan suatu entitas, hasil usaha, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. !alam laporan bentuk baku juga dapat ditambahkan bahasa penjelas lain dengan ketentuan yang telah diatur dalam &PAP. Penyimpangan dari laporan standar terjadi apabila auditor menyimpulkan bahwa0 B bahasa penjelasan harus ditambahkan pada laporan itu walaupun masih menyatakan pendapat wajar tanpa penge'ualiaan, atau jenis pendapat yang berbeda harus dinyatakan pada laporan keuangan itu

3 .

/eberapa pengaruh situasi yang mengakibatkan penyimpangan dari laporan standar diantaranya pembatasan ruang lingkup, inkonsistensi dalam prinsip$prinsip akuntansi,

28

tidak sesuai dengan standar akuntansi yang ditetapkan, terjadi penekanan pada suatu hal, keraguan yang substansial, dan lain$lain. Pertimbangan pelaporan lain terjadi diantaranya apabila akuntan publik tidak independen, situasi yang berkenaan dengan laporan keuangan komparatif, dan informasi yang menyertai laporan yang telah diaudit.

29

DA6TAR PU!TA#A

Fillian <. /oynton, *++-. +odern (uditing4 6ilid 24 disi 'etujuh. 4rlangga0 9akarta. Fillian <. /oynton, *++-. +odern (uditing4 6ilid 14 disi 'etujuh. 4rlangga0 9akarta. &PAP (&tandar Pofesional Akuntan Publik 2++$3++ http0@@?iajaljayo.blogspot.'om@*+,,@,*@standar$dan$laporan$auditing.html http0@@ddebussy.blogspot.'om@*+,,@+2@standar$auditing.html http0@@id.sh(oong.'om@writing$and$speaking@self$publishing@*,3++B3$laporan$audit@ http0@@www.s'ribd.'om@do'@-E*EB+*E@)pini$Auditor$Terdiri$Atas$3$9enis http0@@o'w.gunadarma.a'.id@'ourse@e'onomi's@a''ounting$s,@pemeriksaan$akuntansi$ ,@laporan$audit http0@@makassar.tribunnews.'om@*+,*@+.@+2@hasil$penilaian$bpk$pempro($sulsel$wajar$tanpa$ penge'ualian http0@@www.bpk.go.id@web@1pI,*E*, http0@@www.'ybersulutnews.'om@indeJ.php1do'umentKsrlI*,,+* http0@@www.lenterapapuabarat.'om@front@indeJ.php1 optionI'omK'ontentL(iewIarti'leLidIE+*0bpk$beri$opini$dis'laimer$terhadap$lhp$ kabupaten$sorong$dan$kota$sorong$L'atidI-30pemerintahanLItemidI*

30