Anda di halaman 1dari 21

BAB 2.

PELUANG

2.1 Kaidah Pencacahan


Contoh: Tersedia 2 buah celana masing-masing berwarna biru dan hitam, serta 3 buah baju masing-masing berwarna kuning, merah, dan putih. Berapa banyak pasangan warna celana dan baju yang dapat disusun ? Masalah di atas dapat dipecahkan dengan menggunakan kaidah pencacahan (c unting rules! dengan memakai salah satu"gabungan dari met de # $. aturan pengisian tempat yang tersedia (%iling sl ts!, 2. permutasi 3. k mbinasi

2-1-1. Aturan Pengisian Tempat yang Tersedia (Aturan Perkalian) Banyak pasangan warna celana dan baju dapat dicari dengan cara # a. &iagram ' h n

Warna celana

Warna baju

Pasangan warna

b (biru) h (hitam)

k (kuning) m (merah) p (putih) k (kuning) m (merah) p (putih)

(b, k) (b, m) ( b, p) (h, k) (h, k) (h, p)

BAB 2. PELUANG

Terlihat bahwa pasangan warna celana dan baju ada ( macam yakni, (b, k!, (b, m!, (b, p!, (h, k!, (h, m!, (h, p!.

b. Tabel )ilang *arna baju *arna +elana b (biru! h(hitam! k (kuning! (b,k! (h, k! m (merah! (b , m! (h , m! P (putih! (b , p ! (h , p !

c. 'asangan Terurut Misal himpunan warna celana ,-.b, h/ dan himpunan warna baju B- .k, m, p/. Maka, himpunan pasangan terurutnya ialah , 0 B - .(b, k!, (b, m!, (b, p!, (h, k!, (h, m!, (h, p!/. Maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut # Misalkan terdapat n buah tempat tersedia, dengan# 1$ adalah banyak cara untuk mengisi tempat pertama, 12 adalah banyak cara untuk mengisi tempat kedua setelah tempat pertama terisi, 1adalah banyak cara untuk mengisi tempat ke-n setelah tempat pertama, kedua 2 ke (n-$! terisi. Banyak cara mengisi n tempat tersedia ialah# 1 $ 0 12 0 3.0 1n

,turan tersebut dikenal sebagai aturan pengisian tempat yang tersedia disebut pula aturan dasar membilang"aturan perkalian.

BAB 2. PELUANG

Contoh: )ese rang hendak bepergian dari k ta , menuju k ta + melalui k ta ' atau k ta 4. &ari k ta , ke k ta ' ada 3 jalan dan dari k ta ' ke k ta + ada 5 jalan. &ari k ta , ke k ta 4 ada 2 jalan dan dari k ta 4 ke k ta + ada 6 jalan. &ari k ta ' ke k ta 4 atau sebaliknya tidak ada jalan. Berapa banyak cara yang dapat ditempuh untuk bepergian dari k ta , menuju k ta + ?

1 ta , ke k ta ' dengan 3 cara k ta ' ke k ta+ dengan 5 cara 3 0 5 - $2 cara

k ta , ke k ta 4 dengan 2 cara k ta 4 ke k ta + dengan 6 cara 2 0 6 - $7 cara

8adi, banyak cara yang dapat ditempuh seluruhnya adalah $2 9 $7 - 22 cara. &ari peristiwa tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa# Misal, terdapat n buah peristiwa yang saling lepas, dengan# +$ adalah banyak cara pada peristiwa pertama, +2 adalah banyak cara pada peristiwa ketiga, +n adalah banyak cara pada peristiwa ke-n. Banyak cara keseluruhan # +$ 9 +2 9 3.9 +n 2-1-2 Permutasi A. Faktorial dari Bilangan Asli :ntuk setiap bilangan asli n, dide%inisikan # n; - $ 0 2 0 3 0 30 (n-2! 0 (n-$< 0 n =ambang atau n tasi n; dibaca sebagai n aktorial. &ide%inisikan pula bahwa# $; - $ dan 7; - $

BAB 2. PELUANG

)ebagai c nt h# 5; - $ 0 2 0 3 0 5 - 25.

B. Permutasi dari Unsur-Unsur yang Berbeda Misal dari 3 buah angka $, 2, 3 akan disusun suatu bilangan yang terdiri dari 3 angka dengan bilangan itu tidak memiliki angka yang sama. Maka# $23 $32 2$3 23$ 3$2 32$ Banyak caranya ialah 3 0 2 0 $ - ( cara. )ehingga dapat dide%inisikan, >'ermutasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia (tiap unsur itu berbeda! adalah susunan dari r unsur itu dalam suatu urutan (r ? n!.@

Banyak permutasi r (unsur! yang diambil dari n (unsur yang tersedia!-

n r

Contoh# Berapa banyak permutasi dari 5 huru% ,, B, + dan & ? Auru% pertama dalam susunan itu dapat dipilih dengan 5 cara , ,, B, + atau &. Auru% ke-2 dapat dipilih dengan 3 cara. Misal, jika huru% pertama dipilih B maka huru% ke-2 yang dpat dipilih ialah &, ,, atau + Auru% ke-3 dipilih dengan 2 cara. Misal huru% pertama B 2 ke-2 &, maka huru% ke-3 dapat , atau + Auru% ke-5 dipilih dengan $ cara setelah ketiga huru% ditentukan.

&engan menggunakan aturan perkalian, banyak susunannya#

BAB 2. PELUANG

5 0 3 0 2 0 $ - 5; - 25 atau p

4 = 4 3 2 1 = 4! 4

Banyak permutasi n unsur #


P n = n (n 1) (n 2) ... 3 2 1 = n! n

8ika r - n maka#

n r

Contoh: Berapa banyak permutasi 2 huru% dari huru% ,, B, +, &, dan B ? Auru% pertama dalam susunan dapat dipilih dengan 6 cara, yakni huru% ,, B, +, &, atau &. Auru% ke-2 dipilih dengan 5 cara. Misal huru% petama adalah &, maka huru%ke-2 dapat , B, +, atau B &engan menggunakan aturan perkalian, banyak susunannya# 6 0 5 - 27 atau P 2 = 5 4 = 3! = (5 2)! Banyak permutasi r unsur ialah#
P n n! = n (n 1) ( n 2) ... ( n r +1) = r ( n r )! 5 5! 5!

C. Permutasi yang Memuat Bebera a Unsur !ama Misalkan dari n unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama (k ? n!,
n! k!

maka banyak permutasi ditentukan dengan aturan# P =

&engan n; - banyak unsur yang tersedia dan k; - banyak unsur yang sama. Contoh: Berapa banyak permutai 3 huru% dari ,, ,, dan B ?

BAB 2. PELUANG

C P=

3! 3 2 1 = =3 2! 2 1

8adi, banyak permutasi ada 3 macam, yakni ,,B, ,B,, B,,.

Misal, dari unsur yang tersedia terdapat k unsur yang sama, l unsur yang sama, dan m unsur yang sama (k 9 l 9 m ? n!, maka banyak permutasi dari n
n! k!l!m!

unsur ditentukan dengan aturan# P =

Contoh: &ari D buah kelereng, 2 buah berwrna merah, 5 buah berwarna kuning, dan 3 buah warna hitam. Berapa banyak cara untuk menyusun D buah kelereng secara berdampingan ? Banyak unsur n - D, banyak unsur yang sama k - 2 (merah!, l - 5 (kuning!, dan m - 3 (hitam!.
P = 9! 2!4!3!
2 3 4 5 6 7 8 9 = 5 7 4 9 = 1.260 = 1(1 2)(1 2 3 4)(1 2 3)
4

8adi, banyak cara untuk menyusun D buah kelereng ada $.2(7 macam.

". Permutasi !iklis Ealah 'enempatan unsur-unsur dengan cara menempatkan unsur pada sebuah kurFa tertutup berbentuk lingkaran. 8adi, misal tersedia n unsur yang bebeda. Banyak pemutasi siklis dari unsur itu ditentukan dengan aturan# 'siklis - (n-$!;

BAB 2. PELUANG

Contoh: Misal ada 5 rang yakni ,ni, B y, +arli, dan & ni menempati 5 kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar. Berapa banyak susunan yang dapat terjadi ? Banyak unsur n- 5, maka 'siklis - (5-$!; - 3; - $ 0 2 0 3 - ( macam.

2-1-! Kom"inasi A. Pengertian Kombinasi Kombinasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia (tiap unsur berbeda! adalah banyak cara memilih r unsur yang dambil dari n unsur tanpa
n r

memperhatikan urutannya (r ? n!dan dilambangkan dengan n tasi C

Banyak k mbinasi r unsur yang diambil dari n unsur yang tersedia ditentukan

dengan aturan# C r = r!(n r )! Contoh: Tiga buah huru% diambil dari huru%-huru% ',G,H,&,:,1,), dan E. Berapa banyak cara memilih ke-3 huru% jka urutannya tdak diperhatikan ? n - I yakni ',G,H,&,:,1,), dan E. &iambil 3 huru%, r - 3, )ehingga,
C 8 8! 1 2 3 4 5 6 7 8 = = = 3 2 11 12 = 792 3 3!(8 3)! (1 2 3 4 5 6 7)(1 2 3 4 5)

n!

2-2. Pengertian Perco"aan# $uang Contoh# dan Ke%adian

BAB 2. PELUANG

2-2-1. Perco"aan dan &asil Perco"aan 1egiatan melempar mata uang l gam atau sebuah dadu disebut perc baan (kegiatan untuk melakukan seuatu!. Munculnya sisi gambar atau sisi tulisan dan munculnya salah satu dari ( sisi dadu disebut hasil per baan.

2.2.2. $ung Contoh atau $uang 'ampel Guang c nt h atau ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin pada sebuah per baan dan dilambangkan dengan huru% ). Titik c nt h atau titik sampel adalah angg ta Jangg ta dari ruang c nt h atau ruang sampel.

2-2-!. Ke%adian Aimpunan bagian dari ruang c nt h ) disebut kejadian"peristiwa (eFent!. $. 1ejadian )ederhana atau kejadian elementer 1ejadian yang hanya mempunyai satu titik c nt h. Misal, kejadian munculnya mata dadu $. 2. 1ejadian Majemuk )uatu kejadian yang mempunyai titik c nt h lebih dari satu. Misal kejadian munculnya mata dadu lebih dari 2 tapi kurang dari 6.

BAB 2. PELUANG

2-!. P()*A+, '*AT* K(-A./A+ .A+ K01P)(1(+++2A 2-3-$. Menghitung 'eluang dengan 'endekatan Kisbi 'endekatan nilai %rekuensi nisbi dapat dirumuskan sebagai berikut# o Misal suatu perc baan dilakukan sebanyak n kali. 8ika kejadian B muncul sebanyak k kali (7 ? k ? n!, maka %rekuensi nisbi
k n

munculnya kejadian B ditentukan dengan# F ( E ) = o 8ika nilai n mendekati tak berhingga, maka nilai

cenderung k nstan

mendekati nilai tertentu (nilai peluang munculnya kejadian B!. )ehingga nilai peluang munculnya kejadian B adalah
P ( E ) = lim F ( E ) = lim k n

+atatan# F(E! dibaca %rekuensi nisbi munculnya kejadian B. P(E! dibaca peluang munculnya kejadian B.

2-3-2. Menghitung 'eluang dengan 'endekatan &e%inisi 'eluang 1lasik Misalkan dalam sebuah perc baan menyebabkan munculnya n hasil yang mungkin dengan masing-masing hasil mempunyai kesempatan yang sama (eLually likely!. 8ika kejadian B dapat muncul sebanyak k kali, maka peluang
k n

kejadian B ditentukan dengan rumus# P ( E ) =

BAB 2. PELUANG

Contoh: )ebuah k tak berisi $7 buah manik, ( buah berwarna merah dan 5 buah berwarna putih. =alu diambil 3 buah manik secara acak. Berapa peluang terambil, jika# )emuanya manik putih ? 2 manik merah dan $ manik putih ?

-a3a": &ari $7 buah manik diambil 3 buah manik#


C 10 10! 10! = = = 120cara n = 120 3 3!(10 3)! 3!7!

a!. 3 manik putih diambil dari 5 manik putih


C 4 4! 4! = = = 4cara k = 4. 3 3!( 4 3)! 3! 1!

'(tiga manik putih! -

4 1 = 120 30

b!. 2 manik merah dan $ manik putih


C 6 4 6! 4! C = = 15 4 = 60cara k = 60. 2 1 2!4! 1!3! 60 1 = 120 2

'(2 manik merah dan $ manik putih! -

2-3-3. Menghitung 'eluang dengan Menggunakan Guang + nt h Misal ) adalah ruang c nt h dari sebuah perc baan dan masing-masing angg ta ) memiliki kesempatan yang sama untuk muncul. 8ika B adalah

10

BAB 2. PELUANG

suatu kejadian dengan B u ) maka peluang kejadian B ditentukan dengan

rumus# P ( E ) =

n( E ) n( S )

n(B! adalah banyak angg ta dalam himpunan kejadian B, n()! adalah banyak angg ta dalam himpunan ruang c nt h ). 1isaran Kilai 'eluang# 8ika '(B! - 7 maka dikatakan B adalah kejadian yang mustahil terjadi. 8ika '(B! - $ maka dikatakan B adalah kejadian yang pasti terjadi.

Contoh: 2 dadu dilempar secara bersama-sama $ kali. Aitung nilai peluang dari# a!. 1ejadian munculnya mata dadu pertama angka ( ? b!. 1ejadian munculnya jumlah kedua mata dadu sama dengan D ? -a3a": Guang c nt h pada perc baan ini adalah# ) - .($, $!, ($, 2!, ($, 3!, . . . .((, 5!, ((, 6!, ((, (!/ dengan banyaknya angg ta ) - ( 0 ( - 3(. )ehingga n ()! - 3(. a!. Misal B$ ialah munculnya kejadian mata dadu pertama angka (, maka B$ - .((,$!, ((,2!, ((,3!, ((,5!, ((,6!, ((,(!/ sehingga n(B$! - ( 'eluang kejadian munculnya angka ( adalah# P ( E1 ) =
n( E1 ) 6 1 = = n( S ) 36 6

b!. Misal B2 ialah kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu sama dengan D, maka B2 -.(3,(!, (5,6!, (6,5!, ((,3!/ sehingga jumlah n(B 2! - 5.

11

BAB 2. PELUANG

8adi peluang kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu sama dengan

D adalah# P( E2 ) =

n ( E2 ) 4 1 = = . n( S ) 36 9

2-3-5. Mrekuensi Aarapan )uatu 1ejadian Mrekuensi harapan adalah banyak kejadian atau peristiwa yang diharapkan dapat terjadi pada sebuah perc baan. Mrekuensi harapan ditentukan nilai peluang kejadian dan banyak perc baan yang dilakukan. 8adi, Misal sebuah perc baan dilakukan sebanyak n kali dan '(B!adalah peluang kejadian B. Mrekuensi harapan kejadian B adalah Mh(B! -n 0 '(B!. Contoh 1: )ebuah dadu bersisi ( dilempar sebanyak 377 kali. Aitung M h(B! ? K - 377. Misal, B adalah kejadian munculnya mata dadu angka ganjil, maka '(B! - N. Mh(B! - n 0 '(B! - 377 0 N - $67 kali. Contoh 2: Bibit ikan lele yang ditebarkan pada sebuah k lam mempunyai peluang hidup 7,D2. 8ika ke dalam k lam ditebar bibit ikan lele sebanyak O777 ek r, berapa banyak ikan lele yang diharapkan hidup ? -a3a": Banyak bibit ika lele (n! - O777, misal B adalah kejadian ikan lele hidup, maka '(B! - 7,D2. Mh(B! - n 0 '(B! - O777 0 7,D2 - (.557 ek r. leh

2-3-6. 'eluang 1 mplemen suatu 1ejadian 'emahaman dimulai dari suatu ruang c nt h untuk perc baan adalah ) .$,2,3,5,6,(/. Misal #

12

BAB 2. PELUANG

B adalah kejadian munculnya mata dadu angka $, maka B - .$/. BP adalah kejadian munculnya mata dadu bukan angka $, maka BP .2,3,5,6,(/. 8adi, kejadian BP disebut k mplemen kejadian B atau sebaliknya. &engan demikian, jika BP adalah k mplemen kejadian B, maka peluang kejadian BP ialah# '(BP! - $ J '(B!. '(B! adalah peluang kejadian B dan '(B!. &an '(BP! adalah peluang k mplemen kejadian B. Contoh:)ebuah kantung berisi 5 b la merah dan ( b la putih. &ari kantung itu diambil 2 buah b la secara acak. Aitunglah peluang yang terambil itu kedua-duanya bukan b la merah;

-a3a": Misal B adalah kejadian terambilnya 2 b la merah#

P( E ) =

4 C2 4! 10! 43 2 = / = = 1o C2 2!2! 2!8! 10 9 15

Misal BP adalah kejadian yang terambil kedua-duanya bukan b la merah, maka BP adalah k mplemen kejadian B. )ehingga# '(BP! - $ J '(B!
P( E ) = 1 2 13 = . 15 15 13 . 15

8adi. 'eluang kejadian yang terambil itu bukan b la merah ialah

2-4. P()*A+, K(-A./A+ 1A-(1*K

13

BAB 2. PELUANG

&engan menggunakan# . Hperasi gabungan (uni n!, dilambangkan dengan

.
.

. Hperasi irisan (intersecti n!, dilambangkan dengan

suatu kejadian baru dapat dibentuk dari 2 atau lebih kejadian majemuk yang lain. Misal pada perc baan pelemparan dadu bersisi ( sebanyak $ kali, terjadi# 1ejadian ,, munculnya mata dadu angka ganjil, , - .$,3,6/ 1ejadian B, munculnya mata dadu angka prima, B - .2,3,6/

1emudian akan dibentuk kejadian-kejadian baru sebagai berikut# 1.Gabungan dua kejadian Qabungan kejadian , 2 B, ditulis ,

B - .$,2,3,6!, yakni >1ejadian

munculnya mata dadu angka ganjil atau mata dadu angka prima@.

2.Irisan dua kejadian Erisan kejadian , 2 B, ditulis ,

B - .3,6/, yakni >1ejadian munculnya

mata dadu angka ganjil dan mata dadu angka prima@.

2-5-$. Menghitung 'eluang Qabungan &ua 1ejadian A. Peluang Gabungan "ua #e$adian Misal , dan B adalah 2 kejadian yang berada dalam ruang c nt h ), maka peluang kejadian , B ditentukan dengan aturan# '(,

B! - '(,! 9 '(B! J '(,

B!

14

BAB 2. PELUANG

Contoh: )ebuah dadu bersisi enam dilempar $ kali. Aitung peluang kejadian munculnya mata dadu angka ganjil atau angka prima ? -a3a": Guang c nt h ()! - .$,2,3,5,6,(/, n ()! - ( 1ejadian , adalah kejadian munculnya mata dadu angka ganjil, , - .$,3,6/,

n(,! - 3

'(,! - n( S ) = 6 = 2

n( A)

1ejadian B adalah kejadian munculnya mata dadu angka prima, B -.2,3,6/,

n(B! - 3

'(B! -

n( B ) 3 1 = = n( S ) 6 2

1ejadian , B adalah .3,6/, sehingga n(, '(,

B! - 2

B! -

n( A B ) 2 1 = = n( S ) 6 3

'eluang kejadian munculnya angka ganjil dan prima#


P ( A B ) = P ( A) + P ( B ) P ( A B ) = 1 1 1 2 + = . 2 2 3 3
n( A B) n( S )

Cara 2: Mengubah Fariabel B dengan , B sehingga P ( A B) = n(,

B! ialah banyak angg ta daam himpunan ,

B, ditentukan

dengan menggunakan aturan n(, B! - n(,! 9 n(B! J n(,

B!.

n()! menyatakan banyak angg ta dalam himpunan ruang c nt h ). )ehingga s al disebelah dapat diselesaikan sebagai berikut#

15

BAB 2. PELUANG

R. n(,! - 3, n(B! - 3, dan n(, B! - 2, sehingga# n(,

B! - n(,! 9 n(B! J n(,

B! - 3 9 3 -2 - 5

R. K()! - ( 8adi, '(,

B! -

n( A B ) 4 2 = = . n( S ) 6 3

B. Peluang Gabungan "ua #e$adian yang !aling Le as 'erc baan melempar sebuah dadu barsisi ( satu kali, misal terjadi# 1ejadian ,,kejadian munculnya mata dadu angka S 3, maka , - .$,2/ 1ejadian B, munculnya mata dadu angka T 5, maka B - .5.6.(/. Tampak bahwa himpunan , dan B tidak mempunyai angg ta yang sama, sehingga , dan B merupakan 2 himpunan yang saling lepas"saling asing (disj int set! atau disebut 2 kejadian yang saling lepas. 8ika , dan B merupakan kejadian yang saling lepas, maka peluang gabungan 2 kejadian itu dilakukan dengan aturan# '(, B! - '(,! 9 '(B!. Contoh: )ebuah dadu bersisi ( dilempar $ kali. Berapa peluang kejadian munculnya mata dadu angka S3 atau mata dadu angka T5 ? -a3a": Misal, , adalah kejadian munculnya angka S3, , - .$,2/ dan n(,! - 2 B ialah kejadian munculnya angka T5, B - .5,6,(/ dan n(B! - 3
P ( A) = n( A) 2 = n( S ) 6 P( B) = n( B ) 3 = n( S ) 6

1arena , - .$,2/ dan B - .5,6,(/ tidak mempunyai angg ta yang sama, maka , dan B ialah 2 kejadian yang saling lepas, sehingga

16

BAB 2. PELUANG

' (,

B! - '(,! 9 '(B! -

2 3 5 + = . 6 6 6

2-5-2. Menghitung 'eluang &ua 1ejadian yang )aling Bebas 2 buah dadu dilemparkan bersamaan $ kali. Misal# R. 1ejadian ,, munculnya mata dadu pertama angka 2, maka , - .(2,$!, (2,2!, (2,3!, (2,5!, (2,6!, (2,(!/. R. 1ejadian B, munculnya mata dadu kedua angka 6, maka B - ..$,6!, (2,6!, (3,6!, (5,6!, (6,6!, ((,6!/. 1ejadian , dan B diatas disebut 2 kejadian yang saling bebas karena jika kejadian , tidak terpengaruh leh kejadian B ataupun sebaliknya. +ara

menghitung peluang 2 kejadian yang saling bebas, yakni# n()! - ( 0 ( - 3( R. , - .(2,$!, (2,2!, (2,3!, (2,5!, (2,6!, (2,(!/,
n( A) = 6 P ( A) = n( A) 6 1 = = n( S ) 36 6

R. B - ..$,6!, (2,6!, (3,6!, (5,6!, (6,6!, ((,6!/,


n( B ) = 6 P ( B ) = n( B ) 6 1 = = n( S ) 36 6

B - .2,6/, n(,

B! - $ P( A B ) =
1 1 1 = 36 6 6

n( A B ) 1 = n( S ) 36

&iper leh hubungan#

8ika kejadian , dan B saling bebas, maka berlaku# '(, )ebaliknya jika '(,

B! - '(,! 0 '(B!

B! U '(,! 0 '(B! maka berarti tidak saling bebas.

17

BAB 2. PELUANG

Contoh: &iketahui kejadian , dan B adalah 2 kejadian yang saling bebas, 8ika '(,! - $"3 dan '(,

B! - 3"6, hitung peluang kejadian B ?

8awab# 1arena saling bebas, maka '(,

B! - '(,! 0 $"3'(B!

1ejadian , dan B tidak saling lepas, maka '(,

B! - '(,! 9 '(B! J '(,


1 3

3 5

B!.
1 3

)ubstitusi P( A) = , P ( A B) = , dan P ( A B ) = P ( B ), diper leh#


3 1 1 2 3 1 4 3 4 2 = + P( B) P( B) P( B) = = P ( B) = = . 5 3 3 3 5 3 15 2 15 5

2-5-3 Menghitung 'eluang kejadian Bersyarat 1ejadian bersyarat merupakan kejadian munculnya suatu kejadian yang ditentukan leh persyaratan kejadian lain yang terjadi terlebig dahulu. )ecara umum, kejadian , dengan syarat kejadian B terjadi terlebih dulu ditulis ,"B
P ( A B) , P ( B) U 7 P( B ) P( A B) , P( A) U 7. P( A)

dengan aturan '(, B! -

)ebaliknya ditulis B", dengan aturan '(, B! -

Contoh: 2 dadu dilempar secara bersamaan satu kali. Aitung peluang kejadian munculnya angka $ untuk dadu kedua dengan syarat kejadian munculnya jumlah kedua dadu kurang dari 5 terjadi lebih dahulu ?

18

BAB 2. PELUANG

-a3a": n()! - ( 0 ( - 3(. Misal# , adalah kejadian munculnya angka $ untuk dadu kedua, maka , - .($,$!, (2,$!, (3,$!, (5,$!, (6,$!, ((,$!/ C '(,! - ("3( - $"(. B adalah kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu kurang dari 5, maka B - .($,$!, ($.2!, (2,$! C '(B! - 3"3( - $"$2 , B - .($,$!, (2,$! C '(, B! - 2"3( - $"$I. &iatas merupakan kejadian kejadian bersyarat ,"B, sehingga

peluangnya#'(, B! -

P( A B) 1 1 2 = / = . P( B ) 18 12 3

2-5-5. 'eluang 1ejadian pada 'engambilan + nt h 'engambilan benda atau keputusan secara acak disebut pengambilan c nt h acak. Misal, pr ses pengambilan c nt h sebuah kartu sebanyak 2 kali secara berurutan dapat dilakukan dengan cara# A. Pengambilan Contoh dengan pengembalian Misal, dari $ set kartu remi akan diambil sebuah kartu sebanyak 2 kali secara berurutan. 'eluang kejadian terambil kartu as pada pengambilan pertama dan kartu king pada pengembalian kedua, kalau kartu yang telah diambil pada pengembalian pertama dikembalikan dapat dihitung, yakni#

19

BAB 2. PELUANG

R. Misalkan B$ adalah kejadian terambilnya kartu as pada pengembalian pertama, dan kejadian B2 adalah kejadian terambilnya kartu king pada
4 1 = 52 13 4 1 = . 52 13

pengembalian kedua, maka# P ( E1 ) = 5(B$! - banyak kartu as 5(B2! - banyak kartu king

P ( E2 ) =

R. Terlihat B$ dan B2 merupakan 2 kejadian yang saling bebas, maka


P ( E1 E2 ) = P ( E1 ) P ( E2 ) = 1 1 1 = . 13 13 169

B. Peluang Pengembalian Contoh tanpa Pengembalian Masalahnya sama, tapi kartu yang diambil pada pengembalian pertama tidak dikembalikan. R. Misalkan B$ adalah kejadian terambilnya kartu as pada pengembalian
4 1 = . 52 13

pertama, maka '(B$! - P ( E1 ) =

R. 1artu yang diambil pada pengembalian pertama tidak dikembalikan, sehingga jumlah kartu sekarang menjadi (62 J $! - 6$ lembar. Misalkan B2 adalah kejadian terambilnya kartu king pada pengembalian
4 . 51

kedua (kejadia B2 ditentukan leh syarat kejadian B$!, maka P ( E2 E1 ) = R. 1arena B2W V B$ merupakan kejadian bersyarat, maka

20

BAB 2. PELUANG

P ( E1 E2 ) = P( E1 ) P ( E2 E1 ) =

1 4 4 = . 13 51 663

21

Beri Nilai