Anda di halaman 1dari 16

Insiden penyakit usus inflamasi usus kronis di Amerika serikat diperkirakan 4% dan 10%,dengan 25.

000 kasus baru setiap tahunnya. Colitis ulseratif adalah penyakit serius,disertai dengan komplikasi sistemik dan angka mortalitas yang tinggi. Akhirnya 10% sampai 15% pasien mengalami karsinoma kolon

Mengetahui definisi kolitis ulseratif

Mengetahui etiologi terjadinya kolitis ulsertif


Menjelaskan patofisiologi terjadinya kolitis ulseratif Mengetahui tanda dan gejala terjadinya kolitis

ulseratif Mengetahui komplikasi terjadinya kolitis ulseratif Mengetahui terapi dan pemeriksaan penunjang untuk pasien dengan colitis ulseratif Menjelaskan intervensi keperawatan yang dilakukakan pada pasien dengan colitis ulseratif.

Penyakit inflamasi usus yang menyebabkan

peradaganan dan luka yang disebut borok, dilapisan rektum dan usus besar (Adam, 2010).

Penyebabnya sebenarnya belum diketahui, namun dapat menunjukkan beberapa kemungkinan. 1. Genetik : lebih banyak pada kulit putih drpda hitam 2. Infeksi : dinding sel Pseudomonas dpt menimbulkan efek sitopatik pada jaringan (msh konfirmasi) 3. Imunologik : Pada 60 70 % pasien ditemukan PANCA, yg terlibat dengan HLA-DR2. 4. Psikologik : Stress 5. Lingkungan : Peningkatan resiko kolitis ulseratif pada perokok sebanyak 40 %.

Kolitis ulseratif mempengaruhi mukosa superfisial

kolon dan dikarakteristikan dengan adanya ulserasi multipel, inflamasi menyebar, dan deskuamasi atau pengelupasan epitelium kolonik. Perdarahan terjadi sebagai akibat ulserasi. Lesi berlanjut, yang terjadi satu secara bergiliran, satu lesi diikuti oleh lesi yang lainnya. Proses penyakit dimulai pada rektum dan akhirnya dapat mengenai seluruh kolon. Akhirnya usus menyempit, memendek, dan menebal akibat hipertropi muskuler dan deposit lemak (Brunner &Suddarth, 2002).

Sakit perut

Diare disertai pendarahan


Anemia Kelelahan

Kehilangan berat badan


Kehilangan cairan tubuh dan gizi Lesi pada kulit dan radang sendi

Pertumbuhan terganggu (anak-anak)


Nausea

Tes laboratorium (hematokrit, hemoglobin, albumin,

ketidakseimbangan elektrolit, hitung darah lengkap) Pemeriksaan feses , (entamoeba Histolytica) Sigmoidoskopi Enema barium Endoskopi Konoskopi Sinar X

A. Suportif ( Diet nutrisi yang bergizi oral atau parental, edukasi pasien ttg penyakit) B. Farmakologi : 1. Simtomatis (RL, Oralit, Papavaren, loperamid) 2. Obat spesifik ( Sulfasalazin, 5-ASA, Kortikosteroid) C. Operatif ( Kegagalan Terapi medikamnetosa, megakolon toksik, perforasi, perdarahan massif, gejala kronik tak teratasi, karsinoma)

Perdarahan, akibat ulserasi >>> anemia

Kolitis Toksik, terjadi kerusakan pada seluruh

ketebalan dinding usus. Kanker kolon, terjadi pada orang yang menderita kolitis ulseratif yang lama dan berat.

Keluhan utama : Nyeri pada abdomen, diare, BAB

campur darah berwarna merah tenang Riwayat kesehatan Sekarang : Terjadap nyeri di daerah abdomen yang menetap. Pasien mengalami diare, dan penurunan napsu makan sehingga terjadi penurunan berat badan. Demam karena proses inflamasi dan leukositosis. Riwayat kesehatan dahulu : pengalaman penyakit perikolangitis, memiliki alergi terhadap obat, cuaca, makanan, debu maupun zat kimia

Contoh feses

Protosigmoid
Sitologi dan biopsi rectal Enema Kolonoskopi Elektrolit, Kadar besi serum ESR

Trombosis
dll

1.

2.
3. 4. 5.

Nyeri b.d iritasi pada mukosa dan sub mukoa Diare b.d penurunan absorbsi usus Volume cairan kurang dari kebutuhan b.d pemasukan terbatas. Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d gangguan absorbsi usus Gangguan integritas kulit b.d perianal berhubungan dengan diare.