Anda di halaman 1dari 11

EKSPERIMEN III A PENAMPAKAN SIDIK JARI SECARA KIMIA

I.

TUJUAN 1. Untuk memahami dan terampil dalam melakukan beberapa teknik penampak sidik jari secara kimia. 2. Untuk mengetahui pola dan tipe sidik jari dari seseorang. 3. Untuk mengetahui perbandingan penampakan sidik jari dengan tinta stempel, larutan AgNO3 dan uap I2.

II.

DASAR TEORI Sidik jari merupakan gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Pola sidik jari terbentuk sewaktu masih didalam rahim. Identitas setiap manusia tersebut terbentuk di bawah lapisan kulit yang disebut dengan dermal papilae. Selama lapisan papilae ini masih ada di kulit, sidik jari akan selalu ada, walaupun sehabis terluka ataupun terbakar. Sidik jari yang baru, utamanya mengandung keringat (99% air, natrium, dan natrium klorida), serta adanya sejumlah kecil asam amino dan urea serta substansi lemak yang dipindahkan dari bagian tubuh yang lain ke jari tangan. Oleh karenanya, sidik jari yang awalnya tidak nampak, dapat ditampakkan dengan bantuan proses kimia. Ada berbagai cara untuk menampakkan pola sidik jari, diantaranya dengan bantuan reagen kimiawi ataupun dengan bantuan teori-teori elektrostatif dan radiasi. Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Artinya, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda. Pada dasarnya pola sidik jari terbagi atas tiga tipe, yakni loop, whorl, dan arch. Kemudian masing-masing pola dikembangkan lagi. Berdasarkan sistem Henry, pola sidik jari dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu : 1. Arch (busur) yaitu pola sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik ke tengah-tengah, melengkung seperti busur. Ada dua macam Arch, yaitu plain arch dan tented arch.

2.

Loop (sangkutan) yaitu bentuk pola sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari salah satu sisi lukisan, melengkung menyentuh garis bayangan (imaginary line) yang ditarik antara delta dan core dan berhenti atau cenderung kembali ke sisi datangnya semula. Pada dasarnya ada dua macam loop baik pada tangan maupun pada kaki sesuai dengan alur membuka garis-garis penyusunnya. Pada tangan dikenal loop binar sedangkan pada kaki dikenal loop tabial dan loop fibular.

3.

Whorl (lingkaran) yaitu bentuk pokok sidik jari yang mempunyai sedikitnya dua buah delta dengan satu atau lebih garis melengkung atau melingkar dihadapan kedua delta, garis-garisnya memutar berbentuk pusaran. Ada empat macam pola whorl yaitu plain whorl, central pocket loop, double loop, dan accidental whorl.

Gambar 1. Pola sidik jari yang sudah dikembangkan

Tidak semua sidik jari dapat terlihat, sidik jari laten adalah sidik jari yang tidak terlihat secara visible, biasanya menempel pada lempeng aluminium, kertas atau permukaan kayu. Agar dapat nampak, para ahli menggunakan zat kimia, seperti lem (sianoakrilat), iodin,

perak klorida, dan ninhidrin. Lem sianoakrilat digunakan untuk mengidentifikasi sidik jari dengan cara mengoleskannya pada permukaan benda aluminium yang disimpan dalam wadah tertutup, misalnya toples. Sianoakrilat bersifat mudah menguap sehingga uapnya akan menempel pada permukaan benda berminyak yang diduga mengandung sidik jari. Semakin banyak sianoakrilat yang menempel pada permukaan benda tersebut, semakin tampak sidik jari sehingga dapat di identifikasi secara mudah. Jika AgNO3 dicampurkan dengan NaCl akan menghasilkan NaNO3 dan endapan putih AgCl, dimana seperti ditunjukkan oleh reaksi berikut : AgNO3 + NaCl AgCl putih + NaNO3 Keringat dari pelaku mengandung NaCl yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Pada prakteknya larutan AgNO3 disemprotkan ke permukaan benda yang diduga tersentuh oleh pelaku. Setelah beberapa menit, permukaan benda akan kering dan perak nitratpun akan terlihat. Sehingga bentuk dari sidik jari akan tampak. Sidik jari dapat digunakan sebagai sistem identifikasi, karena sifat sidik jari tersebut antara lain: 1. Perenial Nature, yautu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup, meskipun pernah terluka atau terbakar. 2. Immunotability, yaitu sidik jari seseorang tidak akan pernah berubah kecuali pernah mengalami kecelakaan yang serius. 3. Individuality, yaitu sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang. Dari ketiga sifat ini, sidik jari dapat digunakan sebagai sistem identifikasi yang dapat digunakan dalam aplikasi teknologi informasi seperti : 1. 2. 3. Access system, yaitu akses untuk masuk ke area/ ruangan tertentu yang restricted. Authentification system, yaitu untuk mengakses data yang sifatnya rahasia dan terbatas. Penggunaan sidik jari sebagai barang bukti pengungkap kejahatan, dll.

III.

MATERI DAN METODE 3.1 Alat 1. Bantalan stempel 2. Botol semprot 3. Bejana tertutup

4. Pensil

3.2 Bahan 1. Kertas putih atau buram 2. Larutan AgNO3 0,1% 3. Kristal I2 4. Tinta

3.3 Prosedur kerja 1. Penampakan sidik jari dengan stempel Ibu jari ditekankan pada bantalan yang berisi tinta. Jari yang sudah berisi tinta kemudian ditekankan pada kertas berwarna putih.tipe sidik jari yang tampak kemudian diamati dan digambar tipe dari sidik jari tersebut. 2. Penampakan sidik jari dengan larutan AgNO3 Ibu jari yang sudah dilumuri dengan keringat atau lemak ditekankan pada kertas bersih. Kertas tersebut kemudian disemprot dengan larutan AgNO3. Kertas tersebut dikeringkan di bawah sinar matahari. Sidik jari yang tersebut segera difoto dan diamati tipe sidik jarinya. Sidik jari digambarkan dan ditentukan tipe sidik jari yang tampak. 3. Penampakan sidik jari dengan uap I2 Kristal I2 diuapkan dalam bejana tertutup selama kurang lebih 10 menit. Ibu jari ditekankan pada kertas putih yang bersih. Selanjutnya kertas tersebut diletakkan di atas mulut bejana dengan posisi kertas yang terkena sidik jari menghadap ke bawah, kemudian bejana ditutup kembali sampai sidik jari tampak.

3.4 Skema kerja 1. Dengan tinta sampel


Ibu jari/jari lainnya Ditekankan pada bantalan yang berisi tinta Jari yang berisi tinta

Ditekankan pada kertas putih

Terbentuk sidik jari i) Tipe sidik jari diamati ii) Digambar & ditentukan tipe sidik jari tsb. Hasil

2. Dengan larutan AgNO3


Ibu jari/jari lainnya Ditekankan pada kertas yang bersih Kertas berisi sidik jari Disemprotkan dengan larutan AgNO30,1% Terbentuk sidik jari i) ii) Hasil Tipe sidik jari diamati Digambar & ditentukan tipe sidik jari tsb.

3. Dengan Kristal I2
Kristal I2 Dimasukkan ke dalam bejana tertutup selama 10 menit Ibu jari/jari lainnya Ditekankan pada kertas yang bersih Kertas berisi sidik jari Diletakkan di atas mulut bejana dengan posisi kertas yang terkena sidik jari menghadap ke bawah, bejana ditutup kembali Terbentuk sidik jari i) Keringkan kertas selama 5 menit

ii) Amati tipe sidik jari iii) Gambar & tentukan tipe sidik jari tsb. Hasil

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil

4.2 Pembahasan

V. VI.

SIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

1. Pembahasan Dalam bidang forensik, sidik jari merupakan salah satu barang bukti yang sangat penting dalam membantu mengungkapakan suatu tindakan kejahatan dan penuntasan suatu kasus kriminal, walaupun penyelidikan sidik jari telah banyak ditinggalkan karena kurang akurat dan beralih pada metode DNA forensik. Penyelidikan sidik jari sangat banyak membantu pihak kepolisian yaitu sebagai penyelidikan tahap awal. Penyelidikan sidik jari masih dilakukan sampai sekarang karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan DNA forensik yaitu biaya operasionalnya terbilang murah dan cepat. Sidik jari dapat digunakan untuk identifikasi karena setiap individu memiliki pola-pola sidik jari yang berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari garis yang terbentuk, ada tidaknya persilangan, ada tidaknya percabangan, daerah pendek atau daerah kosong pada sidik jari tersebut. Sidik jari dikatakan sama apabila ditemukan 17 titik kesamaan dari pola sidik jari tersebut.

Dalam percobaan ini, diperkenalkan tiga teknik dalam penentuan sidik jari yaitu: 1. Dengan menggunakan tinta stempel

Dalam percobaan ini menggunakan tinta stempel, dimana ibu jari atau jari lainnya ditekankan pada stempel tersebut, kemudian jari yang telah berisi tinta ditekankan pada kertas putih. Maka akan terlihat adanya sidik jari dengan pola-pola tertentu. Hal ini disebabkan karena pada telapak tangan terdapat garis-garis menonjol sehingga pola garis-garis tersebut akan tergambar. Dari hasil percobaan yang dilakukan, darimasing-masing sidik

jaripraktikandidapatkansidikjaridenganpolayaitu :Loop (praktikan 1), Loop (praktikan 2), Loop (praktikan 3), Loop (praktikan 4), Loop (praktikan 5). Dimana hal ini terlihat dari bentuk pokok sidik jari yang mempunyai satugarisataulebih yang

datangdarisatusisi, melereng, ataumelintasisatugarisbayanganyang ditarikdelta dan core danberhentikearahsemula. Berdasarkan tipe sidik jari yang diperoleh, dapat dirumuskan tipe sidik jari tersebut berdasarkan klasifikasi primer dengan rumus yaitu :

Karena percobaan ini dilakukan hanya menggunakan satu jari yaitu ibu jari, maka nilai klasifikasi primernya tidak dapat ditentukan. Namun dari percoban ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap orang mempunyai pola sidik jari yang berbeda dan unik serta spesifik. Pada dasarnya penentuan sidik jari dengan menggunakan tinta stempel, biasanya digunakan sebagai data base atau juga digunakan sebagai keabsahan suatu dokumen. Jika dihubungkan deengan suatu kejadian perkara yang sidik jarinya tidak sengaja nampak, sidik jari itu disebut dengan visible impression yaitu sidik jari yang langsung dapat terlihat tanpa menggunakan alat-alat bantuan. Seperti sidik jari bekas darah ditempat kejadian, bekas cat yang masih basah yang sering tinggal ditempat kejadian. 2. Dengan menggunkan larutan AgNO3 Dalam hal ini, salah satu jari (ibu jari) ditekankan pada kertas yang bersih, kemudian disemprotkan dengan larutan AgNO3. Kertas yang sudah disemprotkan tadi dikeringkan dibawah sinar matahari sampai terlihat gambar sidik jari. Pada saat

menyemprotkan larutan AgNO3, posisi kertas yang berisi sidik jari tersebut harus diletakkan secara vertikal (mendatar). Jika kertas diletakkan secara tegak lurus (horisontal), maka pola sidik jari yang terlihat akan hancur. Dimana hal ini terjadi karena sidik jari yang ada dikertas ikut terbawa kebawah bersama larutan AgNO3, sehingga sidik jari menjadi hancur. Setelah kertas kering, terlihat adanya sidik jari yang mempunyai pola whorl (praktikan 1), Loop (praktikan 2), Loop (praktikan 3), Loop (praktikan 4),Loop (praktikan 5). Munculnya sidik jari tersebut dikarenakan adanya kandungan kimia yang ada pada sidik jari yaitu NaCl yang berasal dari keringat. NaCl ini akan bereaksi dengan larutan AgNO3 membentuk endapan putih AgCl dan NaNO3. Dimana reaksi yang terjadi sebagai berikut : AgNO3 + NaCl AgClputih + NaNO3 Tangan yang mengandung keringat sebagian besar mengandung 99% air, Na, K, Cl, dan juga asam-asam amino, urea dan senyawa berminyak. Oleh karena itu penentuan sidik jari dapat dilakukan terlebih lagi dapat dikembangkan.

3.

Dengan menggunakan I2 Penentuan sidik jari menggunakan uap I2 ini bertujuan memunculkan sidik jari

yang tampak. Sidik jari seperti ini disebut dengan Latent Impression yaitu sidik jari laten yng biasanya tidak langsung dapat terlihat dan memerlukan beberapa alat, bahan dan pengebangnya terlebih dahulu untuk membuatnya tampak jelas. Dari beberapa literatur disebutkan bahwa kandungan zat kimia sidik jari per mm2 antara lain NaCl (>10 g), asam amino (10-100 g), urea (1 m), amonia (0,5 m), dan serum (5-100 g). melihat kandungan senyawa kimia yang terdapat pada sidik jari, maka dapat dilakukan dengan menggunakan uap I2 untuk memunculkan sidik jari. Dalam hal ini, I2 akan bereaksi dengan air yang terdapat pada sidik jari sehingga sidik jari tampak berwarna coklat, dimana warna coklat tersebut berasal dari I2 yang berwarna merah kecoklatan. Adapun reaksi yang terjadi adalah I2(g) + H2O 2HI(l) +
2

Dalam percobaan ini sebaiknya digunakan sidik jari yang mengandung lebih banyak keringat/ air, sehingga nantinya sidik jari akan nampak lebih jelas. Setelah

beberapa hari sidik jari yang tampak oleh uap I2 akan hilang karena kandungan air dan uap I2 telah bereaksi dan habis menguap. Untuk menjaga agar sidik jari yang telah tampak sebelumnya agar tidak hilang, biasanya sidik jari tersebut ditempatkan pada ruang vakum sehingga komponen yang bereaksi tidak menguap. Hal ini dilakukan jika sidik jari tersebut diperlukan dalam proses pengadilan. Tipe sidik jari yang didapat dalam percobaan ini mempunyai tipe Whorl (praktikan 1),Loop (praktikan 2),Loop (praktikan3),Loop (praktikan4),Loop (praktikan5), Dalam penentuan penempakansidikjari, metode yang spesifik adalah dengan metode penampakan sidik jari dengan uap I2, karna mampu membuat sidik jari nampak lebih jelas.

VII.

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan 1) Pada percobaan penentuan sidik jari dengan tinta stempel diperoleh tipe sidik jari berpola Loop padasemuapraktikan. 2) Pada percobaan penentuan sidik jari dengan menggunakan larutan AgNO3

diperoleh tipe sidik jari berpola Whorlpadapraktikan 1 dan Loop padapraktikan 2,3,4,5. 3) Pada percobaan penentuan sidik jari dengan menggunakan uap I2 diperoleh tipe sidik jari berpola Whorlpadapraktikan 1 dan Loop padapraktikan 2,3,4,5. 4) Sidik jari dapat ditampakkan dengan menggunakan larutan AgNO3 karena larutan AgNO3 dengan NaCl yang terdapat pada keringat akan membentuk AgClputih dan NaNO3, sehingga sidik jari dapat terlihat dengan jelas. 5) Sidik jari dapat dtampakkan dengan uap I2 karena I2 akan bereaksi dengan komponen air pada sidik jari yang menempel sehingga sidik jari akan berwarna coklat. 6) Setiap orang mempunyai pola sidik jari yang berbeda dan unik serta spesifik. 7) Metode yang spesifik dalam penentuan penampakan sidik jari adalah dengan metode menggunakan uap I2. 2. Saran

1) Perlu dilakukan pengembangan analisis sidik jari dengan pereaksi kimia yang lain yang dapat menampakkan sidik jari dengan lebih jelas lagi. 2) Perlu dicobakan dengan berbagai kertas, agar dapat melihat perbedaan penampakkan sidik jari berdasarkan perbedaan kertas atau media yang lain seperti kayu, kain, tembok, perabotan dari besi dll.

VIII.

DAFTAR PUSTAKA Djingga,W.2000.Diktat Kuliah Kimia Forensik II.Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana : Bali. Staf laboratorium Kimia Forensik.2010.Penuntun Praktikum Kimia Forensik.Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana : Bali.