Anda di halaman 1dari 16

ERNI RUSTIANI

Ilmu Farmasi Fisika menitik beratkan kepada sifat-sifat fisika dalam sediaan Farmasi.
1. Viskosita / Rheologi : kekentalan (fisika) dalam suspensi, emulsi, minyak dll. 2. Tegangan permukaan dan Emulsifikasi: sifat polar dan non polar, energi bebas permukaan (fisika) dalam sediaan yang terdiri dari 2 cairan tidak bercampur seperti emulsi

minyak dan air.

3. Stabilita : pengaruh temperatur (fisika) terhadap kestabilan suatu sediaan farmasi. 4. Kelarutan : konstanta dielektrik antara beberapa pelarut campur (fisika) untuk meningkatkan kelarutan zat / obat. 5. Kecepatan pelarutan : pengaruh temperatur dan kecepatan pengadukan / RPM (fisika) dalam meningkatkan kelarutan zat / obat.

Molekul-molekul zat aktif permukaan (surfaktan) mempunyai gugus polar dan non polar. Bila suatu surfaktan didispersikan dalam air pada konsentrasi yang rendah maka molekul-molekul surfaktan akan teradsorpsi pada permukaan membentuk suatu lapisan mono molekular.

Bagian

gugus polar akan mengarah ke air sedangkan bagian non polar akan mengarah ke udara. Hal ini mengakibatkan turunnya tegangan permukaan air. Pada konsentrasi yang lebih tinggi molekul-molekul surfaktan masuk ke dalam air membentuk agregat yang dikenal sebagai misel. Konsentrasi pada saat misel ini mulai terbentuk disebut Konsentrasi Misel Kritik (KMK).

Pada

saat KMK ini dicapai maka tegangan permukaan zat cair tidak banyak lagi dipengaruhi oleh penambahan konsentrasi surfaktan. karena itu KMK suatu surfaktan dapat ditentukan dengan metode tegangan permukaan.

Oleh

Koloid amfifil / koloid gabungan mempunyai 2 sifat yaitu polar dan non polar. Bila amfifil berada di dalam air, rantai hidrokarbon menghadap ke dalam misel. Bagian polar dari amfifil mengelilingi inti hidrokarbon dan berhubungan dengan molekul-molekul air dari fase kontinu.

Misel yang berbentuk bulat ini cenderung berada pada konsentrasi yang lebih dekat dengan KMK. Agregasi juga terjadi pada cairan-cairan non polar. Tetapi molekul molekul tersebut sekarang dibalik yaitu kepala polar menghadap ke dalam, sedangkan rantai rantai hidrokarbon berhubungan dengan fase kontinu yang bersifat non polar. Pada konsentrasi yang lebih tinggi cenderung terbentuk misel laminar.

PENENTUAN KONSENTRASI MISEL KRITIK

Penentuan

KMK suatu surfaktan dapat ditentukan dengan metode tegangan permukaan. Caranya : Buat larutan zat aktif permukaan (misal Tween 80) dengan konsentrasi yang berbeda yaitu : 0 ; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1; 2; 4; 6; 8 dan 10 mg / 100 ml air. Tentukan tegangan permukaannya. Dapat menggunakan metode Cincin Du-Nouy ataupun Metode Kenaikan Kapiler.

Hitung

tegangan permukaannya. Buat grafik antara tegangan permukaan dengan konsentrasi zat aktif permukaan yang digunakan. Bila grafik yang diperoleh merupakan garis mendatar, maka lakukan pengenceran beberapa kali lagi untuk mendapatkan konsentrasi surfaktan yang lebih kecil, sehingga didapat grafik yang menunjukkan harga KMK dari zat aktif permukaan yang diukur.

TERIMA KASIH

ATAS PERHATIANNYA