Anda di halaman 1dari 2

Kromatografi lapis tipis adalah suatu metode pemisahan yang menggunakan plat atau lempeng kaca yang sudah

dilapiskan adsorben yang bertindak sebagai fasa diam dan merupakan metode yang sederhana, cepat dalam pemisahan dan sensitif (Khopkar, 1990). Kromatografi lapis tipis adalah metode pemisahan fitokimia. Lapisan yang memisahkan terdiri atas bahan berbutir-butir (fase diam), ditempatkan pada penyangga berupa pelat gelas, logam, atau lapisan yang cocok. ampuran yang akan dipisah, berupa larutan, ditotolkan berupa bercak atau pita (a!al), kemudian pelat dimasukkan di dalam be"ana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase gerak). #emisahan ter"adi selama perambatan kapiler (pengembangan) dan selan"utnya senya!a yang tidak ber!arna harus ditampakkan ($tahl, 19%&). $emua kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan, atau kombinasi cairan-padatan) dan fase gerak (berupa cairan atau gas). 'ase gerak mengalir melalui fase diam dan memba!a komponen-komponen yang terdapat dalam campuran. Komponenkomponen yang berbeda akan bergerak pada la"u yang berbeda ((arborne, 19%)). Kemampuan senya!a melekat pada fase diam, misalnya gel silika tergantung pada besar atraksi antara senya!a dengan gel silika. $enya!a yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan melekat pada gel silika lebih kuat dibanding senya!a lainnya karena senya!a ini ter"erap lebih kuat dari senya!a yang lainnya. ((arborne, 19%)). *alam pengembangan (eluasi), ketika pelarut mulai membasahi lempengan, pelarut pertama akan melarutkan senya!a-senya!a dalam bercak yang telah ditempatkan pada garis dasar. $enya!a-senya!a akan cenderung bergerak pada lempengan kromatografi sebagaimana halnya pergerakan pelarut. Kecepatan senya!a-senya!a diba!a bergerak ke atas pada lempengan, tergantung pada kelarutan senya!a dalam pelarut. (al ini bergantung pada besar atraksi antara molekul-molekul senya!a dengan pelarut ((arborne, 19%)). *eteksi hasil pemisahan dengan KL+ pada kromatogram (spot) dilakukan di ba!ah sinar ,- pada pan"ang gelombang .&/ dan 011 nm atau penyemprotan dengan reagen tertentu. #embentukan !arna optimum pada spot bergantung pada suhu dan !aktu tertentu. $uhu dan !aktu optimum yang dapat digunakan untuk memunculkan !arna dari spot setelah penyemprotan reagen adalah 10&-1102 selama &-10 menit. Kelebihan metode ini "ika dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah dapat digunakan pereaksi asam sulfat pekat yang bersifat korosif, kelemahannya adalah harga 3' yang tidak tetap (4ritten, et. al., 1991). 3' (faktor retardasi) dapat didefinisikan sebagai hasil pembagian antara "arak spot dari garis a!al dan "arak batas akhir pelarut dari garis a!al penotolan ('ried 5 $herma 19%.).

,"i KL+ adanya alkaloid pada praktikum yang dilakukan adalah u"i pda simplisia corte6 dengan larutan pembanding..............(dst) .........................(hasil positif) *afpus7

hinae

(arborne, 8.9, 19%), :etode'itokimia ., #ad!inata.k.$oediro,9andung, ;nstitut +eknologi 9andung. Khopkhar, 1990, Konsep*asar Kimia <nalitik, 8akarta,,ni=ersitas ;ndonesia. 4ritten,at.al. 1991 #engantar kromatografi, ter"emahan 7 K. #adma!inata dan ;. $oediso . bandung 7 itb 'ried and sherma. 19%.. hromatographic $cience series 1), +hin Layer hromatography . >e! ?ork 7 :arcel *ekker