Anda di halaman 1dari 17

Adsorpsi adalah peristiwa tertariknya sebuah molekul (cair atau gas) pada permukaan padatan.

Berdasarkan sifat-sifatnya adsorpsi dibedakan menjadi dua yaitu adsorpsi fisika (fisisorpsi) dan adsorpsi kimia (kemisorpsi)

Molekul terlepas kembali setelah berinteraksi dengan permukaan padatan oleh dua hal yaitu
energi kinetik molekul terlalu besar maka terjadi tumbukan elastis (tidak terjadi pertukaran energi) Energi kinetik molekul terlalu kecil sehingga tidak mampu terikat pada pada permukaan (Jadi terdapat energi kinetik optimum agar molekul mampu terikat pada permukaan. Ek=3kT/2)

Molekul teradsorpsi pada permukaan melalui dua cara yaitu adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia. Perbedaan mendasar antara adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia adalah pada perubahan entalpi adsorpsi.
Entalpi adsorpsi fisika sekitar -40 kJ/mol Entalpi adsorpsi kimia sekitar -400 kJ/mol

Reaksi katalitik terjadi pada permukan.


Reaksi dekomposisi : jika sebuah molekul ketika teradsorpsi pada permukaan mengalami pemutusan ikatan. Reaksi disproporsionasi : jika reaksi hanya melibatkan satu adsorbat dan menghasilkan beberapa species. Reaksi antara beberapa adsorbat.

Proses desorpsi. Desorpsi bisa terjadi pada molekul adsorbat maupun produk reaksi katalitik. Proses desorpsi dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan (gas)

Fisisorpsi lebih disebabkan oleh gaya antar molekul yang lemah (van der Waals), bisa berupa

Gaya tarik dispersi (London) yaitu gaya tarikmenarik yang disebabkan oleh pembentukan dipol sesaat.

3631 2
1 2 + 1 2

a : polarisabilitas, n : banyak elektron pada kulit valensi, r : jarak antar atom/molekul

Gaya tarik molekul polar dengan molekul lain (polar atau non polar) dengan melibatkan efek polarisasi .

= 1 2 2 + 2 1 2 6

a : polarisabilitas, m : momen dipol, r : jarak antar atom/molekul

Gaya tarik antar molekul polar tanpa melibatkan efek polarisasi .

21 2 2 2 6 = 3 m : momen dipol, k : tetapan Boltzman, T : temperatur, r : jarak antar atom/molekul

Interaksi molekul dengan permukaan padatan dapat digambarkan dalam persamaan Lennard-Jones 12 6 = 4 Demonstrasi

Karakteristik adsorpsi fisika adalah sebagai berikut


Bukan merupakan adsorpsi spesifik, melainkan bisa terjadi pada setiap gas pada setap permukaan. Panas adsorpsi sepadan dengan panas penguapan Terjadi pada temperatur yang rendah.

Pada adsorpsi disosiatif maka reaksi yang terjadi adalah 2A(surf) + B2(g) 2(A-B)(surf) Sehingga = 2 2 Agar reaksi adsorpsi berlangsung spontan maka energi bebas Gibbs harus negatif, padahal berdasarkan reaksi perubahan entropinya bertanda negatif (mengapa?) Jadi entalpi adsorpsi harus eksoterm karena DG=DH-TDS. Jadi 2 < 2 atau > 2 /2

Panas adsorpsi dapat ditentukan berdasrkan pesamaan vant Hoff (ln ) = 2 Secara eksperimental dapat dilakukan dengan menentukan kesetimbangan adsorpsi secara isotermal pada berbagai temperatur. Pada setiap temperatur dapat ditentukan harga K, lalu plot T versus ln K. Slope garis singgung

kurva adalah

Dengan memodifikasi persamaan vant Hoff maka dapat diperoleh (ln ) = 1 Dengan persamaan ini maka grafik merupakan hasil plot 1/T versus ln K yang berupa garis

lurus. Slope grafik adalah-

Interaksi molekul dengan permukaan padatan dapat digambarkan dalam persamaan Morse = 1
2

Demonstrasi

Transformasi adsorpsi Fisika-Kimia dipengaruhi oleh profil energi. Jika profil energi yang tergambar melalui Grafik LenardJones-Morse berpotongan di bawah Energi yang memisahkan molekul dan permukaan (asimptot grafik Lenard-Jones) maka transformasi adsorpsi Fisika-Kimia tidak melalui rintangan energi (adsorpsi kimia tak terakitivasi), namun jika yang terjadi sebaliknya maka terdapat rintangan energi (adsorpsi kimia teraktivasi).