Anda di halaman 1dari 18

PENGENALAN PENELITIAN / RESEARCH A.

PENGERTIAN PENELITIAN / RESEARCH

Penelitian (research) adalah proses penemuan solusi secara sistematis, logis dan obye ti! terhadap suatu masalah spesi!i berdasarkan data yang dikumpulkan untuk itu. Masalah penelitian harus spesifik, oleh karena itu terdapat pembidangan masalah dalam penelitian (termasuk penelitian akuntansi). Metodologi penelitian merupakan cara ilmiah yang "iguna an untu men"apat an "ata "engan tu#uan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh meto"e eilmuan. $eto"e eilmuan: merupakan gabungan antara pen"e atan rasional "an empiris . Pendekatan rasional memberikan kerangka berpikir yang koheren dan logis. Sedangkan pendekatan empiris memberikan kerangka pengujian dalam memastikan suatu kebenaran. ntuk memperoleh bacaan hasil penelitian dapat diperoleh dengan menelusuri sumber % sumber in!ormasi/bacaan diantaranya& !. $e"ia Ele troni (contoh beberapa "eb lampiran !# $!%) #. $a#alah/'urnal Ilmiah (&'(), *unga 'ampai (a#ian teori euangan) +arakterisitik penelitian ilmiah (Sekaran, #,,,): a. Purposi-eness (memiliki tujuan yang jelas) b. 'igor ( Menggunakan landasan teori dan pengujian .ata yang rele-an) c. /estability (Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah atau berdasarkan Pengungkapan data) d. 'eplicability ( meiliki kemampuan untuk dirplikasi0diuji ulang) e. Precision $ Confidence(Memiliki dataakurat sehingga hasilnya dapat dipercaya) f. 1bjecti-ity (Menarik kesimpulansecara objecti-e) g. 2enerali3ability (/emuan penelitian dapat digeneralisasii) h. Parsimony(Menjelaskan fenomena atau masalah yang diteliti secara sederhana tapi jelas). ). 'ENI* PENELITIAN / RESEARCH

&enis penelitian dapat dikelopokkan berdasarkan (4usey dan 4ussey , !556): !. /ujuan #. Proses %. 7ogika Penelitian 8. 4asil penelitian yang diharapkan dari penelititan tersebut !. *erdasarkan tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi: a. Penelitian eksploratif b. Penelitian deskriptif c. Penelitian analiitik d. Penelitian prediktif #. *erdasarkan Proses penelitian dapat dibedakan menjadi:

a. +uantitatif b. +ualitatif %. *erdasarkan 7ogika penelitian dapat dibedakan menjadi: a. Penelititan induktif (Penelitian yang dalam hal ini teori disusun dari obser-asi realitas empirik) b. Penelititan deduktif (Penelitian dalam hal ini struktur konseptual0teoritik disusun kemudian diuji secara empirik) 9. *erdasarkan 4asil penelitian yang diharapkan dari penelititan tersebut, penelitian dapat dibedakan menjadi: a. Penelitian dasar b. Peneilian terapan +. Penelitian "asar adalah penelitian yang bertu#uan untu menambah pengetahuan atau pemahaman tentang suatu masalah tertentu dan untu membangun teori berdasarkan hasil penelitian tersebut tanpa mempedulikan apakah hasil penelitian tersebut akan berguna untuk memecahkan masalah praktis atau tidak. ,ontoh penelitian "asar: i. Masalah a untansi mana#emen $asalah : (pakah sistem informasi internal yang memberikan informasi mengenai usulan anggaran ba"ahan, tingkat anggaran, dan kinerja sesungguhnya rekan sekerja berpengaruh terhadap kinerja ba"ahan:(;isher et al, #,,#) j. Masalah a untansi euangan $asalah: (pakah pengumuman di-iden akan berpengaruh secara negatif terhadap harga saham pada "aktu exdividend day: (Pujiono, #,,#)

-. Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menerap an hasil penemuan organisasi. ,ontoh penelitian terapan: !. Masalah a untansi mana#emen $asalah : (pakah teknik analisis biaya diferensial bisa digunakan untuk penilaian program promosi kesehatan di tempat kerja pada perusahaan +imberly<Clark: (Smith, !5==) #. Masalah akuntansi keuangan $asalah: apakah pemberian kredit meningkatkan rentabilitas ekonomi: (Syamsudin, !556) guna memecah an masalah tertentu yang sedang dialami suatu

+riteria 'iset )lmiah dapat dibedakan menjadi (riset metode ilmiah0saintifik) dan >on )lmiah (riset metode naturalis) Riset meto"e ilmiah menggunakan pendekatan "e"u si dalam proses pengambilan keputusan, sedangkan riset meto"e naturalis menggunkan pendekatan in"u si. .al penting "alam riset meto"e ilmiah/ (,ooper "an *chin"ler -00+/-001) !. obser-asi langsung terhadap fenomena #. -ariabel, metode dan prosedur riset didefinisikan dng jelas %. hipotesis diuji secara empiris 8. mempunyai kemampuan mengalahkan hipotesis saingan 9. justifikasi kesimpulan secara statistik ?. mempuyai proses mebetulkan dirinya sendiri. Perbe"aan antara meto"e sainti!i "engan meto"e naturalis No ! # % meto"e sainti!i menggunakan struktur teori meto"e naturalis /idak menggunakan struktur teori

Struktur teori digunakan untuk 4ipotesis jika ada bersifaf implisit tidak membangun satu atau lebih hipotesis eksplisit. melakukan setting artifisial misalnya menolak bentuk terstruktur dari riset, dgn metode eksperimen dengan menolak pengaturan riset secara artifisial. memanipulasi beberapa -ariabel Menolak bah"a teori membumi (grounded) di datanya dan berargumentasi bah"a @facts do not speak for themselvesA Membutuhkan pengujian kuantitatif dan statistik. Sejalan dengan konsep grounded theory (2laser dan Strous, !5?6) dan percaya bah"a cara terbaik untuk menjelaskan dan membangun teori adalah dengan menemukan dari data.

secara Pengikut grounded theori termasuk yang mengembangkan metode penelitian eksplorasi tidak menggunakan data kuatitatif dan teknik statistik untuk menyimpulkan hasil yang diobser-asi. Metode naturalis dan metode eksplorasi bersifat kualitatif menggunakan data kualitatif.

.asil a hir "ari suatu penelitian adalah laporan penelitian. Secara detail laporan penelitian terdiri dari 8<? bab. *ab ! *ab # *ab % *ab 8 *ab 9 : : : : : berisi pendahuluan (dengan sub bab isu riset, moti-asi riset, tujuan riset, dan kontribusi riset) berisi kajian teori dan pengembangan hipotesis pembahasan metodologinya (dengan sub bab berisi data dan metode empiris risetnya) berisi hasil pengujian hipotesisnya berisi ringkasan, diskusi, simpulan, implikasi kekurangan dan saran dari riset.

Lang ah %lang ah riset meto"e ilmiah 'iset metode ilmiah merupakan riset yang terstruktur dengan langkah yang jelas dan sistematik

!. mengidentifikasikan isu atau topik dari riset (bab !) #. menjual ide atau isu tersebut dengan cara menjustifikasi bah"a isu tersebut menarik dan penting untuk diteliti (bab!) %. Menentukan tujuan dan kontribusi dari riset (bab !) 8. Mengembangkan hipotesis. ntuk mengembangkan diperlukan teori dan hasil riset sebelumnya (bab #) 9. Merancang riset (bab %) ?. Mengumpulkan data (bab %) 6. Menganalisis data dan menguji hpotesis (bab 8) =. Membuat ringkasan (bab 9) 5. Menunjukan keterbatasan dan kendala riset (bab 9) !,. Mengusulkan perbaikan riset berikutnya. (bab 9) 2esain riset (Cooper dan Schindler, #,,!,#,,%): !. #. %. 8. Penelitian eksploratori Penelitian descripti-e Penelitian eBplanatory04ipotesis Penelitian prediksi (predicti-e)

Proses Penelitian &

Sumber masalah: Empirik / obsevasi Teoritik/telaah pustaka

Perumusan Masalah

Kerangka Teoritik

Perumusan Hipotesis

an!angan Penelitian

Pengumpulan" Pengolahan #an $nalisis %ata %e#uksi apakah hipotesis teru&i" apakah masalah ter&a'ab

$ET32E 2AN RI*ET PENELITIAN Salah satu komponen riset adalah penggunaan metode ilmiah, sehingga metode riset dapat dilaksanakan dengan relatif mudah dan terarah. *eberapa teks book menyebutkan bah"a metode ilmiah identik dengan desain ilmiah. ((Se-illa, !5==), (Cmory, !558), (>atsir, !5==)). Metode 'iset dapat dibagi atas ( mar, #,,!): !. Penelitian .asar atau Murni #. Penelitian /erapan atau Pengembangan $eto"e Penelitian diantaranya ( mar, #,,!): !. Metode Sejarah 'iset sejarah menghendaki data bersumber dari data primer yaitu dokumen dan peninggalan. Sumber data sekunder digunakan apabila data primer tidak ditemukan Pusat perhatian peneliti sejarah dalam membuat laporan penelitian diarahkan pada masalah mekanis dokumentasi, masalah logis pemilihan data penyusunan topik dan masalah filosopfi penafsiran. /ugas penulisan data sejarah diarahkan pada beberapa aspek seperti penguasaan bahan, pembuatan bagan, seni, narasi, dramatisasi dan lain<lain.

#. Metode .eskriptif Metode deskriptif bertujuan untuk mengggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab<sebab dari suatu gejala tertentu. Metode ini bertujuan untuk menja"ab pertanyaan yang menyangkut sesuatu pada "aktu berlangsungnya proses riset (2ay, !56?)

&enis metode deskriptif (Cnsule, !5==): a. Studi +asus b. Sur-ey c. 'iset Pengembangan : /erdiri dari metode longitudinal dan metode cross sectional. d. 'iset 7anjutan (;ollo"<up study) e. 'iset .okumen (Content (nalysis) f. 'iset kecenderungan (/rend (nalysis) g. 'iset +orelasi (Correlational study) %. Metode Cksperimen Sudjana, !5=, mengemukakan bah"a prinsip dasar dalam desain ini adalah replikasi, randomisasi dan kontrol lokal. +onsep eksperimentasi menurut (ry (!56#) dapat disederhanakan menjadi %:

* * *

Dariabel bebas adalah -ariabel yang dimanipulasi Semua -ariabel, kecuali -ariabel terikat adalah konstan Pengaruh pemanipulasian -ariabel bebas atas -ariabel terikat dapat diamamti atau diukur.

8. Metode +ausal<+omparati-e (CB Post ;acto) 2ay, !56? menyampaikan bah"a penelitian ini berjalan dengan cara menentukan akibat lalu menemukan sebab. +erlinger, !56? berpendapat bah"a penelitian ini merupakan pencarian empirik yang sistematik dimana peneliti tidak dapat mengontrol -ariabel bebasnya karena peristi"a telah terjadi atau karena sifatnya tidak dapat dimanipulasi. Pendekatan CB post facto @setelah kejadianA pada a"alnya mengamati akibat dan kemudian mencoba menentukan sebab, sedangkan dalam penelitian eksperimen pada mulanya menciptakan sebab, secara sengaja membuat kelompok berbeda dan kemudian mengamati akibat perbedaan itu pada -ariabel terikat.

9. Metode Partisipatoris Prinsip metode ini diantaranya: memiliki implikasi ideologi, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, melibatkan semua partisipan yang terlibat dalam riset.

2esain Riset .esin riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelititan yang ciri<cirinya adalah (umar, #,,!) a. .esain dalam merencanakan penelitian Pemilihan desain biasanya dimulai ketika peneliti sudah merumuskan hipotesisnya. .esain untuk perencanaan penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan penelitian sehingga dapat diperoleh suatu logika, baik dalam pengujian hipotesis maupun dalam membuat kesimpulan. b. .esain dalam melaksanakan penelitian Suchman, yang dikutib >atsir (!5==), desain dalam pelaksanaan penelitian dibagi atas 8 macam yaitu: * .esain sampel * .esain instrumen * .esain analisis * .esain administrasi &enis .esain 'iset, menurut Sellti3, et al (!5?8), dikutip dalam mar (#,,!), !. .esain Cksploratori #. .esain .eskriptif %. .esain +ausal

Eti a "alam Penelitian Ctika memberikan batasan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang dianggap bermoral dan apa yang tidak. 4al yang perlu diperhatikan oleh seorang peneliti (>euman, #,,%, Mason, !55?): !. Plagiarisme : tindakan mengutip ide orang lain tanpa mengakui0menyebutkan sumbernya. Merupakan dosa terbesar dalam dunia akademik #. Manipulasi penelitian : Meliputi tindakan peneliti yang memalsukan, mengarang, atau menciptakan data sendiri sesuai dengan keinginan penelitti. (tau melaporkan desain studi yang tidak sesuai dengan kenyataan ybs. %. )dentitas Pribadi dari Pelaku01bjek Penelitian : )dentitas pribadi pelaku pada objek yang diteliti perlu dirahasiakan demi melindungi karier, pergaulan, pri-asi maupun status sosial ybs. 8. (kses ke 1bjek penelitian: &ika objek yang diteliti menyangkut properti pribadi, maka i3in dari pemilik properti diperlukan demi menghormati hak milik orang lain. .alam hal ini ada # jenis penelitian yakni covert study dan Overt study. Covert study adalah penelitian yang dilakukan dengan merahasiakan status peneliti dan akti-itas penelitian itu sendiri terhadap pelaku0objek penelitian dengan tujuan memperoleh data yang lebih ilmiah. Overt study penelitian yang dilakukan dengan atas sepengatahuan pelaku0objek yang diteliti. 9. )ndependensi Penelitian. Peneliti harus menjaga independensinya sebagai "ujud pertanggungja"aban profesionalnya. ?. Pelecehan terhadap Pelaku dari 1bjek Penelitian. Peneliti harus dapat menghindari pelecehan, baik disengaja maupun tidak terhadap pelaku dari objek yang diteliti.

Gambar in"u ti4isme/ ($athe5s an" Perera/ +667) $en"apat an !a ta melalui obser4asi .u um uni4ersal "an teori generalisasi (penalaran in"u ti!) Pre"i si "an Pen#elasan penalaran "e"u ti!

2E28(*I 2AN IN28(*I 4asil penelitian harus "i#elas an "engan argumen yang dapat diterima. Argumen memungkinkan periset untuk men#elas an, mengintepretasi an/ mempertahan an/ menentang "an mencari arti lebih lan#ut (Cooper dan Schindler, #,,%). .ua bentuk proses argumentasi yang digunakan dalam riset adalah "e"u si dan in"u si. Pen"e atan sainti!i menggunakan stru tur teori untuk membentu hipotesis dan kemudian mengguna an !a ta atau "ata empiris untuk mengu#i hipotesis dan untu men"apat an esimpulan atau ons lusi. Proses mengambil kesimpulan melalui pengujian hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut sebagai proses "e"u si dan metodenya disebut dengan meto"e "e"u ti! serta riset yang menguji hipotesis disebut riset "e"u ti!. 2e"u si adalah proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis data. proses riset dari pendekatan deduktif adalah: a. membangun hipotesis berbasis struktur teori b. mengumpulkan fakta atau data empiris c. menggunakan data untuk menguji hipotesis d. mengambil kesimpulan (memeberikan argumen). rutan

Pen"e atan naturalis menggunakan "ata untu mengambil esimpulan tanpa mengguna an hipotesis (let the data speak for themselves). Pada pendekatan ini #i a hipotesis harus "iguna an, umumnya hipotesis "ibentu "ari "ata yang "iobser4asi dan "i umpul an terlebih "ahulu. Proses pembentukan hipotesis berdasarkan data yang ada dan pengambilan keputusan seperti ini disebut proses in"u si dan metodenya disebut meto"e in"u ti! serta riset disebut riset in"u ti!. Pen"e atan in"u si didefinisikan sebagai proses mengambil esimpulan (atau pembentu an hipotesis) yang "i"asar an pa"a satu atau lebih !a ta atau bu ti9bu ti.

T3P3L3GI 2ATA Menurut Websters New World Dictionary, "ata adalah things known or assumed, yang berarti bah"a data itu sesuatu yang "i etahui atau "ianggap "i etahui artinya sesuatu yang su"ah ter#a"i merupa an !a ta (bu ti)/ dengan demikian "ata "ianggap mempunyai "ua arti& !. suatu pernyataan (statement) tentang sesuatu yang sudah terjadi akan tetapi belum diketahui (belum dilaporkan), sering disebut sebagai hipotesis. #. suatu pernyataan tentang sesuatu yang belum terjadi, bisa terjadi bisa juga tidak disebut ramalan (forecasting). Contoh : Seseorang ditanya berapa umurnya, dan menja"ab umurnya 8, th data. +epala * 712 menganggap bah"a persediaan beras cukup data +arena anggapan atau asumsi dapat benar dapat juga salah, maka apabila akan dipergunakan untuk membuat keputusan, anggapan yang berupa hipotesa harus diuji terlebih dahulu dengan jalan mengumpulkan data serta menggunakan criteria tertentu. Suatu riset sering dilakukan untuk mengu#i hipotesis atau anggapan yang mung in benar mung in #uga ti"a . Angapan yang salah a an menghasil an eputusan yang salah . 2ata "apat memberi an gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. .ata penduduk memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan penduduk misalnya tentang jumlahnya, perkembangannya, pendidikannya, penyebarannya menurut daerah, pendapatan yang menggambarkan standart hidup. 2ata merupakan alat bagi pengambil eputusan untuk "asar pembuatan eputusan atau pemecahan persoalan. (eputusan yang bai hanya bisa diperoleh dari pengambil keputusan yang bai (#u#ur/ pan"ai "an berani membuat eputusan yang obye ti!)/ dimana keputusan tersebut didasarkan atas "ata yang bai .

2ata yang bai ialah data yang bisa "ipercaya ebenarannya (reliable), tepat 5a tu dan menca up ruang ling up yang luas atau bisa memberi an gambaran tentang suatu masalah secara menyeluruh. 2ata berguna untu & !. mengetahui atau memperoleh gambaran tentang sesuatu keadaan atau persoalan #. membuat keputusan atau memecahkan persoalan. Apa hubungan antara "ata "an riset: Riset pada dasarnya adalah usaha mencari "ata yang akan dipergunakan untu mengetahui sesuatu atau untuk mengu#i suatu hipotesa, serta untu memecah an suatu persoalan tertentu. .ata adalah bahan ba u riset .ata dapat terbagi menjadi beberapa tingkatan yakni data mentah, data diolah dan data hasil analisa. .ata hasil analisa mempunyai peringkat paling tinggi +arena langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.

1.

$enurut si!atnya data terbagi menjadi & !. "ata ualitati! : yaitu data yang tidak berbentuk angka, misalnya: &akarta ;air sepi, keamanan mantap, harga stabil, karya"an bersemangat, penjualan menurun dll #. "ata uantitati! : yaitu data yang berbentuk angka, misalnya hara beras 'p %,,,0kg, karya"an yang tidak bersemangat hanya !,E, rata< rata gaji0upah karya"an 'p !.9,,.,,,0bulan, produksi padi mencapai #, juta ton0bulan. $enurut sumber/ data terbagi menjadi: !. "ata internal yaitu data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Misalnya : jumlah karya"an, jumlah modal, jumlah produksi, kebutuhan bahan mentahnya dll. #. "ata e;ternal yaitu data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan factor< faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya daya beli masyarakat mempengaruhi penjualan perusahaan, bantuan luar negri akan mempengaruhi hasil pembangunan suatu negara dll. $enurut cara memperolehnya data terbagi menjadi: !. "ata primer yaitu data yang "i umpul an sen"iri oleh perorangan0suatu organisasi langsung melalui ob#e nya. Misalnya nili-er ingin mengetahui konsumsi margarine blue band langsung menghubungi rumah tangga, *PS untuk memperoleh data harga langsung menghubungi pasar dll #. "ata se un"er : yaitu data yang "iperoleh "alam bentu yang su"ah berupa publi asi. .ata sudah dikumpulkan oleh pihak0instansi lain. Misalnya suatu perusahaan (departemen) ingin mengetahui data penduduk, pendapatan nasional, )ndeks harga +onsumen dari *PS, data perbankan dari *), dll $enurut 5a tu pengumpulannya, data terbagi menjadi: !. 2ata cross section ialah data yang dikumpulkan pada suatu "aktu tertentu ( at appoint of time) untuk menggambarkan keadaan $ kegiatan pada "aktu tersebut. (nalisa yang didasarkan atas data cross section disebut analisa cross section yang sifatnya statis, oleh +arena itu tidak memperhitungkan perubahanFperubahan yang terjadi, yang disebabkan oleh perubahan "aktu #. 2ata ber ala (time series "ata) adalah data yang dikumpulkan dari "aktu ke "aktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian0kegiatan selama periode tersebut. Misalnya perkembangan uang beredar, perkembangan harga 5 macam bahan pokok , perkembangan penduduk dll. $enurut on"isi hubungan/ etergantungan dengan -ariabel lain, data dikelompokkan menjadi !. "ata/4ariabel teri at : data0-ariabel yang tergantung pada data -ariabel lain. #. "ata/4ariabel bebas: data0-ariabel yang tidak tergantung pada -ariabel lain. Misalanya adalah data hasil penjualan suatu produk tergantung oleh harga, promosi, distribusi dan produk itu sendiri. .ata hasil penjualan merupakan -ariabel terikat sedangkan -ariabel harga, prpmosi, distribusi dan produk itu sendiri adalah -ariabel bebas.

11

TE(NI( SAM !"#$ (te ni pengambilan sampel) Populasi kelompok keseluruhan orang, peristi"a atau sesuatu yang ingin diselidiki oleh peneliti. Populasi sasaran /ujuan utama penarikan sampel adalah untuk memperoleh informasi tentang populasi. 1leh karena itu sejak a"al perlu mengidentifikasi populasi secara tepat dan akurat. ,ontoh & populasi sasaran untuk penelitian persepsi akuntan adalah para akuntan. Populasi sasaran untuk calon mahasis"a potensial adalah sis"a SM dll Elemen suatu anggota tunggal dari populasi. &ika terdapat #,, penumpang pesa"at dalam suatu penerbangan, maka setiap penumpang pesa"at tersebut merupakan elemen dari populasi. *ampel beberapa anggota atau suatu bagian (subset) dari populasi. 4al ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Sehingga sebagaian elemen dari populasi merupakan sampel. Sampel (contoh) penting dalam penelitian berkaitan dengan kredibilitas dan mutu penelitian serta biaya penelitian yang harus di bayar. $engapa "alam penelitian "iguna an sampel (contoh) "an apa ah sampel "apat "i ata an me5a ili seluruh populasi: (lasan diperlukannya sampel dalam penelitian : Seluruh Populasi /eknik sensus membutuhkan biaya yang sangat besar0mahal (tenaga pencacah dan "aktu yang lama). /eknik sensus tidak lu"es dan tidak praktis untuk pengambilan keputusan terbatas.

Sampel dapat me"akili seluruh populasi, apabila: Sampel harus mengandung "ua criteria yaitu cermat (accuracy) "an tepat (precission). +riteria cermat dimaksudkan agar sampel yang diambil tidak akan bias sehingga sampel dapat memberikan reaksi yang tidak berlebih atau kurang tetapi memberikan reaksi "ajar. +riteria tepat mengandung arti sampel yang diambil dapat me"akili dengan "ajar keseluruhan populasi tersebut. 1leh karena itu aspek ketepatan ini mengandung pengukuran standard yang dapat ditoleransi terhadap kemungkinan kesalahan pengambil sampel. Menggunakan teknik pengambilan sampel (teknik sampling) yang sesuai dengan strategi penelitian yang dilakukan.

*ampling adalah proses memilih suatu jumlah unsur populasi yang mencukupi dari populasi, sehingga dengan mempelajari sampel dan memahami karakteristiknya memungkinkan untuk untuk menggeneralisasikan karakteristik tersebut pada seluruh anggota populasi. (ategori *ampling Probability *ampling dan Non probability sampling

12

Probability sampling yaitu proses pengambilan sampel yang menjamin adanya peluang bah"a setiap unsure populasi dipilih sebagai anggota sampel. Sampling Probability meliputi sample random sampling, systematic sampling, stratified random sampling, cluster sampling, area sampling dan duble sampling >on Probability Sampling yaitu proses pengambilan sampel yang tidak menjamin adanya peluang bah"a setiap unsure poppulasi dipilih sebagai anggota sampel

Sampling >on Probability meliputi can-ebience sampling, judgement sampling, Guota sampling dan sno"ball sampling. 8 uran sampel *eberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel selain metode pengambilan sampel di atas adalah tingkat ketepatan (precision) dan tingkat kepercayaan (confidence) sampel. (etepatan (precision) mengacu pada seberapa "e at estimasi peneliti berdasarkan sampel yang terpilih terha"ap ara teristi yang sebenarmya dari populasi. Confidence le-el : derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel. Confidence le-el 59E<55E. Semakin tinggi Condidence le-el semakin dapat dipercaya data tersebut. (!,, < C7 H !E<9E) adalah persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir. kuran sampel dapat pula ditentukan dengan menggunakan rumus slo-in (!5?,) yang dikutip se-illa (!558) sbb: > nH ! I > e# n H ukuran sampel > H ukuran populasi e H persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir atau diinginkan, misalnya #E misalnya: &umlah elemen dalam populasi adalah =,,,. apabila Confidence le-el 5=E berapa sampel yang harus diambil H !5,9. (pabila C7 diturunkan menjadi 59E berapa jumlah sampelnya H %=,.5 dst. Semakin tinggi C7 semakin besar sampelnya, semakin rendah C7 semakin sedikit sampelnya. .alam menentukan ukuran0jumlah sampel juga perlu memperhatikan pedoman kasar yang dikemukakan oleh 'oscoe dalam Sekaran (#,,,), yaitu: !. &umlah sampel yang paling sesuai untuk hampir semua penelitian adalah %, J n J 9,, #. (pabila sampel dibagi ke dalam beberapa subsampel (laki<laki0perempuan, senior0yunior) jumlah sampel minimum untuk tiap kategori adalah %,

13

%. .alam penelitian multi-ariate(multiple regression analysis) jumlah sampel harus beberapa kali (sekitar !, kali atau lebih) lipat dari jumlah -ariabel dalam penelitian. 8. ntuk penelitian eksperimen yang sederhana dengan pengendalian ekperimental yang ketat, penelitian yang baik dapat dilakukan dengan menggunakan sampel sekitar !, sampai #,.

(e eliruan *ampling +ekeliruan sampling /erjadinya kekeliruan pada saat menelaah sampel, misalnya dalam menentukan jumlah sampel yang harus diambil +ekeliruan /ak sampling +ekeliruan jenis ini sering timbul dalam suatu riset antara lain karena populasi yang tidak jelas, pertanyaan<pertanyaan yang tidak tepat dan obyek yang diteliti ternyata tidak seluruhnya didapat.

kuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan desain0metode penelitian yang digunakan (2ay, !56?): .eskriptif, minimal !, E dari populasi. ntuk populasi yang relatif kecil minimal minimal #,E. .esain deskriptif<korelasional, minimal %, subjek Metode eB post facto, minimal !9 subyek per kelompok Metode eksperimental, minimal !9 subyek

Penggunakan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi populasi dan keadaan lain yang berkaitan. (elebihan "an e urangan "esain sampling 2esain sampling Pen#elasan (elebihan (e urangan /idak seefisien stratified sampling

A. Probability *ampling Seluruh elemen dalam +emampuan populasi diperhitungkan generalisasi hasil dan tiap elemen penenmuan tinggi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai objek Setiap elemen ke n dari populasi dipilih, mulai dari anggota tertentu dalam kerangka populasi Populasi dibagi ke dalam kelompok tertentu kemudian Mudah dilakukan bila kerangka populasinya tersedia

*imple ran"om sampling

*ystematic sampling

.imungkinkan terjadinya bias sistematik

*trati!ie" ran"om sampling

Paling efisien di antara semua desain probabilitas

Stratified harus memiliki arti tertentu lebih memakan "aktu

14

2esain sampling

Pen#elasan subyek diambil: dalam proporsi jumlah yang sebenarnya dan perbandingannya.

(elebihan semua kelompok ter"akili jumlahnya

(e urangan dibandingkan dengan simple random sampling kerangka populasi untuk tiap kelompok0strata diperlukan.

a. Propor <sionate

b. .ispropor <sionete

berdasarkan criteria selain jumlah populasi sebenarnya.

+elompok yang anggotanya heterogen ditentukan dulu, kemudian dipilih secara acak dari tiap kelompok ,luster sampling : semua anggota dari tiap keompok yang dipilih secara acak dipelajari Cluster sampling dalam suatu daerah0lokasi tertentu

.alam cluster geografis , biaya pengumpulan datanya rendah

Paling kurang dapat diandalkan $ kurang efisien diantara desain probabilitas lainnya karena sub<sub dari kelompok lebih cenderung homogen daripada heterogen.

Area *ampling

*iayanya efektif, berguna untuk keputusan yang berhubungan dengan lokasi tertentu Mena"arkan infomasi yang lebih rinci dalam topik penelitian Cepat, mudah, tidak mahal +adang merupakan satu< satunya cara untuk menyelidiki

Memakan "aktu untuk mengumpulkan data dari suatu lokasi.

Sampel atau sub sampel yang sama 2ouble sampling diteliti dua kali ). Non Probability *ampling ,on4enience sampling (nggota populasi yang paling mudah ditemui dipilih sebagai subyek Subyek dipilih berdasarkan keahlian dalam bidang diteliti

1riginal bias indi-idu mungkin tidak senang merespon untuk kedua kali /idak dapat digeneralisasikan sama sekali +emampuan generalisasinya dipertanyakan, tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh popolasi

'u"gment sampling

<uota sampling

Subyek dipilih yang paling mudah ditemui dari kelompok yang ditargetkan berdasar jumlah kuota yangtelah ditentukan sebelumnya Memilih unit yang karakteristiknya jarang, unit selanjutnya ditunjukkan responden

Sangat berguna /idak dapat bila partisipasi digeneralisasikan kelompok minoritas dengan mudah diperlukan dalam suatu penelitian 4anya untuk penerapan yang sangat khusus +eter"akilan dari karakteristik yang jarang tidak terlihat dalam pemilihan

*no5ball sampling

1(

2esain sampling

Pen#elasan sebelumnya

(elebihan

(e urangan sampel

Sumber : sekaran (#,,,) dan .a-is $ Cosen3a (!55%) +. $eto"e /Te ni Pengumpulan 2ata Metode pengumpulan data merupakan jembatan yang menghubungkan peneliti dengan dunia sosial yang ditelitinya. Melalui metode yang dipilih, peneliti dapat mengumpulkan berbagai data yang diperlukan guna menja"ab research questions yang ada. &enis data dilihat dari cara memperolehnya: (. .ata Primer Merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari indi-idu atau perorangan seperti hasil "a"ancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan peneliti. .ata primer umumnya berupa : * +arakteristik demografi atau sosioekonomi * Sikap atau pendapat * +esadaran atau pengetahuan * Minat * Moti-asi * Perilaku *. .ata Sekunder Merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain misalnya dalam bentuk tabel<tabel atau diagram<diagram. .ata sekunder terdiri dariK * .ata sekunder internal suatu organisasi (terutama untuk penelitian terapan atau studi kasus). * .ata sekunder eksternal yang dipublikasikan

Metode pengumpulan data yang dapat dilakukan peneliti:( Cfferin, #,,8) La"ancara (interview) +uesioner (questionnaire) .okumentasi (documentations) 1bser-asi (observation)

1.+.

=a5ancara (i%tervie&) La"ancara dapat dilakukan dengan seorang atau sekelompok orang dan pastikan bah"a mereka adalah orang atau sekelompok orang yang kompeten,

&enis "a"ancara : * Structured i%tervie&

1)

Peneliti telah menyiapkan daftar pertanyaan sehingga ja"aban object telah terstruktur dan diatur sistematis. Cocok untuk "a"ancara terhadap responden yan banyak jumlahnya serta peneliti dan responden mempunyai "aktu sangat terbatas. Mang menjadi pertanyaan (yang ingin diketahui peneliti) bersifat teknis semata, sehingga tidak diperlukan adanya in-estigasi secara lebih mendalam. * '%structured i%tervie& La"ancara dilakukan peneliti tanpa mempersiapkan daftar pertanyaan terlebih dahulu. Cocok apabila responden jumlahnya tidak banyak. Materi yang ingin diketahui peneliti adalah materi yang memerlukan pendapat pribadi, atau sesuatu yang memelukan klarifikasi dan in-estigasi lebih jauh, sehingga peneliti memerlukan berbagai pertanyaan pendahuluan ( preliminary questions) terhadap setiap responden yang bentuknya antara satu responden dengan yang lainnya berbeda. ;ungsi preliminary questions adalah untuk membuka komunikasi (ice breaking) serta mempersiapkan responden terhadap pertanyaan utama yang akan dilakukan setelah peneliti mendapatkan respon dari preliminary questions. Meskipun tidak mempersiapkan terlebih dahulu daftar pertanyaan, peneliti harus tetap mempersiapkan kerangka tujuan inter-ie" yang hendak dicapai. -- Semi(structured i%tervie& /eknik ini merupakan gabungan dari dua teknik di atas. Peneliti mempersiapkan daftar pertanyaan sebelumnya, namun dalam pelaksanaan "a"ancara peneliti memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan opini atau pendapat di luar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Cocok bagi peneliti yang respondennya merupakan seorang atau sekelompok orang yang mempunyai keahlian disuatu bidang tertentu. (tau peneliti juga mempunyai keinginan untuk menggali atau melakukan in-estigasi legih jauh mengenai topik penelitian dari hasil ja"aban responden.

1.- <uestionaire Merupakan teknik yang paling sederhana. Peneliti perlu memperhatikan hal <hal : berupaya sedapat mungkin mempersingkat Guestionnaire (menanyakan hal yang penting), kmenggunakan kalimat yang sesuai dengan situasi dan kondisi responden.

1.1 2ocumentation .okumentation adalah salah satu metode pengumpulan data dengan cara melakukan analisis terhadap semua catatan dan dokumen yang dimiliki oleh organisasi terpilih sebagai objek penelititan, atau data dari indi-idu sebagai objek penelititan. Perlu diperhatikan kemampuan peneliti untuk memilah data yang rele-an, agar terhindar dari masalah informations o-erload, yaitu akibat terlalu banyaknya informasi yang terkumpul sehingga tidak menimbulkan nilai tambah, bahkan menjadi beban, atau

1+

sebaliknya mengakibatkan lack of onformation kondisi dimana ketercukupan data tidak dapat diraih. %.8 1bser-ation (dalah metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap objek penelitian. /eknik ini mengharuskan peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap object penelitian, tanpa berusaha melakukan inter-ensi terhadap keadaan dan kejadian yang sedang berlaku pada objek. $eto"e pengumpulan "ata (8mar/ -00+)& * Metode pengamatan * Metode Metode test * Metode Pertanyaan (riteria pertanyaan yang e!e ti! menurut foB yang dikutip Se-illa (!5==) terdiri atas: a. +ejelasan bahasa yang digunakan b. +etegasan isi dan periode "aktu c. *ertujuan tunggal d. *ebas dari asumsi e. *ebas dari saran f. +esempurnaan dan konsistensi tata bahasa

1,