Anda di halaman 1dari 2

TOPIK CL2: Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A

Perkembangan serangan virus hepatitis A di Depok mengkhawatirkan. Kurang dari satu bulan, tercatat sudah 39 siswa dan guru Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Depok yang jatuh sakit. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail kembali menetapkan Depok dalam status kejadian luar biasa. Status KLB terkait hepatitis A juga pernah dikeluarkan Nur Mahmudi pada 9 November lalu. Saat itu, 59 siswa SMKN 2 Depok diduga terserang virus ini. Namun, Nur Mahmudi mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi serangan virus hepatitis A. Langkah pencegahan sudah dilakukan. Kami juga sudah mendirikan posko kesehatan di sekolah. Tim medis dari dinas kesehatan sedang menangani persoalan ini secara serius. tuturnya. Posko kesehatan di SMAN 4 Depok sudah dibuka sejak Jumat.1 Ada beberapa jenis penyakit hepatitis yang dikenal selama ini mulai dari hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Namun dari berbagai macam jenis tersebut, hepatitis A termasuk yang paling ringan ketimbang hepatitis B dan C (menyebabkan sirosis dan kanker hati). Bahkan, sebagian besar pasien hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya tanpa ada komplikasi lebih lanjut. "Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa penyakit ini tidak berat, tetapi umumnya 99 persen pasien akan sembuh sempurna. Mungkin hanya 0,5 persen yang menjadi hepatitis berat (dalam istilah kedokteran disebut fulminan). Pada kondisi tersebut, pasien bisa meninggal kalau tidak segera dilakukan transplantasi," kata dr Rino A Gani, SpPD,K-GEH, FINASIM. Menurut Rino, gejala klinis infeksi virus hepatitis A sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga gangguan fungsi hati, namun umumnya tidak berat. Kebanyakan 80 persen pasien yang terinfeksi hepatitis tidak mengalami suatu gejala, sehingga pasien tidak sadar kalau dirinya sudah terinfeksi virus. Hanya sekitar 20 persen saja yang menunjukkan gejala. Penyakit ini dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi dan sosial yang signifikan dalam masyarakat, karena , diperlukan beberapa minggu atau bulan untuk orang sembuh dari penyakit untuk kembali ke pekerjaan, sekolah atau kehidupan sehari-hari. (WHO 2012).2-3 Pencegahan Hepatitis A dilakukan dengan cara seperti dengan menyajikan makanan dan minuman yang higienis, memastikan setiap makanan sudah dimasak dengan betul, pola hidup sehat, mencuci tangan sebelum makan. Menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan baik dan benar. Cuci tangan yanng baik dan benar dengan memakai sabun adalah cara sehat dan pencegahan yang paling sederhana dan paling penting. Tetapi sayangnya perilaku hidup sehat yang baik itu belum membudaya di sebagian kelompok masyarakat. Padahal bila

dilakukan dengan baik dapat mencegah berbagai penyakit menular seperti penyakit Hepatitis A. Perilaku dan kebiasaan cuci tangan bila dilakukan dengan kegiatan lain misalnya tidak buang air sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan pengelolaan air minum yang benar maka dapat lebih meminimalkan tertularnya virus Heptitis A. Kontak dengan penderita atau orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Bagi mereka yang terkena HAV, globulin imun (IG) harus diberikan sesegera mungkin dan selambat-lambatnya 2 minggu setelah paparan awal.4

Sumber bacaan: 1. http://regional.kompas.com/read/2011/12/12/04265117/Depok.KLB.Hepatitis.A 2. http://megapolitan.kompas.com/read/2011/11/25/08134240/99.Persen.Pasien.Hepatitis.A. Sembuh.Sempurna 3. http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/2352-kemenkes-lakukanpengendalian-penyakit-hepatitis-di-indonesia.html 4. http://staff.unila.ac.id/syazilimustofa/2013/02/08/hepatitis-a/