Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Profesi keperawatan merupakan profesi yang modern, kompleks dan beragam. Keperawatan yang modern merupakan seni dan ilmu yang mencakup berbagai aktivitas, konsep, dan keterampilan yang berhubungan dengan ilmu sosial, ilmu biologi, etika dan isu-isu yang ada. Dalam perkembangannnya, perawat memiliki berbagai macam peran seperti pemberi perawatan, perawat primer, pengambil keputusan klinik, advokat, peneliti dan pendidik. Banyaknya keragaman dalam dunia keperawatan, telah memunculkan berbagai macam teori keperawatan. Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model yang berhubungan dengan konsep keperawatan. Selain itu teori keperawatan harus sesuai dengan dasar-dasar dalam pengembangan model konsep keperawatan.

Adanya teori keperawatan membantu para anggota profesi perawat untuk memahami berbagai pengetahuan dalam pemberian asuhan keperawatan dalam penyelesaian masalah keperawatan, pelayanan keperawatan, baik bentuk tindakan atau bentuk model praktek keperawatan sehingga berbagai masalah dapat teratasi. Dalam keperawatan terdapat beberapa model konsep keperawatan berdasarkan pandangan ahli dalam bidang keperawatan, yang memiliki keyakinan dan nilai yang mendasarinya, tujuan yang hendak dicapai serta pengetahuan dan ketrampilan yang ada. Teori keperawatan selain digunakan untuk menyusun suatu model yang berhubungan dengan konsep keperawatan, juga memiliki karakteristik, sebagai berikut : teori keperawatan mengidentifikasi dan menjabarkan konsep khusus yang berhubungan dengan hal-hal nyata dalam keparawatan sehingga teori keperawatan didasarkan pada kenyataan-kenyataan yang ada di alam, teori keperawatan juga digunakan berdasarkan alasan-alasan yang sesuai dengan kenyataan yang ada, teori harus konsisten sebagai dasar-dasar dalam mengembangkan model konsep keperawatan, dalam menunjang aplikasi, teori harus sederhana dan sifatnya umum sehingga dapat digunakan pada kondisi apapun dalam praktek keperawatan, teori dapat digunakan sebagai dasar dalam

penelitian keperawatan sehingga dapat digunakan dalam pedoman praktek keperawatan. 1.2 Rumusan masalah 1. Bagaimanakah biografi Katharine Kolcaba ? 2. Bagaimanakah definisi dari teori keperawatan Katharine Kolcaba ? 3. Bagaimanakah asumsi-asumsi teori keperawatan Katharine kolcaba ? 4. Bagaimanakah gambar bagan konsep keperawatan Katharine kolcaba ? 5. Bagaimanakah aplikasi teori ini dalam keperawatan ? 1.3 Tujuan 1. Tujuan Umum : Mampu memahami teori-teori yang disampaikan oleh Katharine Kolcaba. 2. Tujuan Khusus : a. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami biografi Katharine Kolcaba. b. Mahasiswa dapat memahami teori Comfort yang dikemukanakan oleh Katharine Kolcaba. c. Mampu mengaplikasikan teori dalam asuhan keperawatan.

BAB II TINJAUAN TEORITIS


2.1. Biografi Katharine Kolcaba Katharine Kolcaba terlahir dengan nama Arnold Katharine pada 8 Desember 1944,di Cleveland, Ohio. Pada tahun 1965, dia menerima diploma dalam keperawatan dari Sekolah Rumah Sakit St Luke Nurses di Cleveland. Dia belajar selama bertahun-tahun dalam keperawatan medical bedah, perawatan jangka panjang, dan perawatan di rumah sebelum kembali ke sekolah. Pada tahun 1987, dia lulus di M.S.N.R.N. Kolcaba bekerja sebagai kepala perawat pada unit demensia. Dalam konteks itu, dia mulai berteori tentang hasil kenyamanan. Setelah lulus dengan gelar master dalam keperawatan, Kolcoba melanjutkan sekolahnya di Fakultas Keperawatam di Universitas of Akron College. Sejak saat itu, dia telah mempertahankan American Nurses Association (ANA) sertifikasi di gerontologia. Dia kembali ke CWRU untuk mengejar gelar doktor di bidang keperawatan. Selama 10 tahun ke depan, dia menggunakan program kerja dari program doktor untuk mengembangkan dan menjelaskan teorinya. Selama waktu itu, kolcaba menerbitkan analisis konsep kenyamanan dengan philosopher digambarkan aspek kenyamanan, kenyamanan

dioperasionalisasikan sebagai hasil dari perawatan, kenyamanan kontekstual, dan menguji teori dalam studi intervensi. Kolcaba menerima beasiswa pre-doctoral untuk kesehatan interdisipliner dari CWRU dan beasiswa ANA untuk menyelesaikan disertasinya. Pada tahun 1995, dia menerima penghargaan Award Peneliti dari Masyarakat Penelitian Keperawatan Midwest dan Lillian Penghargaan De Penelitian muda dari The University Akron College of Nursing untuk jasa yang luar biasa dalam penelitian dalam pembangunan. Kolcaba lulus dengan gelar Ph.D. dalam keperawatan pada tahun 1997 dan menerima Sertifikatnya (spesialis perawat klinis) pada saat itu. Dia juga menerima Marie Haug Penghargaan mahasiswa untuk keunggulan dalam penuaan studi dari CWRU, adalah anggota Society ANA Ulama dan Keperawatan di Amerika (1991) dan penelitian Ensiklopedia keperawatan (Kolcaba, 1998). Saat ini, kolcaba adalah seorang profesor keperawatan di University of Akron

College di mana dia mengajar teori keperawatan dan penelitan keperawatan. Dan merupakan anggota dari ANA, Sigma Theta Tau, Midwest Keperawatan Penelitian masyarakat, Pelayanan Kesehatan Dasar, dan Pemilihan Liga Perempuan. 2.2. Definisi dan Konsep Umum 1. Kebutuhan Perawatan Kesehatan Kebutuhan perawatan kesehatan didefinisikan sebagai kebutuhan untuk memperoleh kenyamanan, bangkit dari situasi stres. Kebutuhan disini meliputi kebutuhan fisik, psikospiritual, sosial, dan lingkungan yang diperoleh melalui monitoring, laporan verbal dan non verbal, kebutuhan yang berhubungan dengan parameter patofisiologi, kebutuhan pendidikan dan dukungan, serta kebutuhan konseling finansial dan intervensi 2. Pengukuran Kenyamanan Pengukuran kenyamanan didefinisikan sebagai intervensi keperawatan untuk mengetahui kebutuhan kenyamanan resipien secara spesifik meliputi fisiologi, sosial, finansial, psikologi, spiritual, lingkungan, dan intervensi fisik. 3. Varibel-variabel Intervensi Didefinisikan sebagai interaksi kekuatan- kekuatan yang mempengaruhi persepsi resipien tentang kenyamanan total. Variabel ini terdiri atas pengalaman masa lalu, umur, sikap, status emosional, sistem pendukung, prognosis penyakit, keuangan, dan pengalaman resipien secara keseluruhan. 4. Kenyamanan Didefinisikan sebagai kondisi yang dialami oleh resipien berdasarkan pengukuran kenyamanan. Ada tiga tipe kenyamanan (dorongan, ketentraman dan transcendence ) serta empat konteks pengalaman (fisik,

psikospiritual,sosial dan lingkungan). Tipe-tipe kenyamaman didefiniskan sebagai berikut : a. Dorongan (relief) : kondisi resipien yang membutuhkan

penangananyang spesifik dan segera. b. Ketenteraman (ease) : kondisi yang tenteram atau kepuasan hati.

c. Transcendence masalahnya. Empat konteks kenyamanan adalah :

: kondisi dimana individu mampu mengatasi

a. Fisik : berkaitan dengan sensasi jasmani (fisik). b. Psikospiritual : berkaitan dengan kesadaran diri, internal diri, termasuk penghargaan, konsep diri, seksual dan makna hidup; berhubungan dengan perintah yang terbesar atau kepercayaan. c. Lingkungan : berkaitan dengan keadaan sekitarnya, kondisi-kondisi, dan pengaruhnya. d. Sosial : berkaitan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial. 5. Perilaku Pencari Kesehatan (Health-seeking Behaviors/ HSBs) Suatu keadaan yang menggambarkan secara luas hasil yang dihubungankan dengan pencari kesehatan serta ditetapkan oleh resipien pada saat konsultasi dengan perawat. Perilaku pencari kesehatan dapat internal, eksternal, atau meninggal dengan penuh kedamaian. 6. Institusi Yang Terintegrasi Menjelaskan yang dimaksud dengan integritas institusi adalah kelompok, komunitas, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, panti asuhan, yang memiliki kualitas atau tempat yang lengkap, jumlah, suara, jujur, kasih, tulus, dan sungguh-sungguh. Hubungan antara kenyamanan dan integritas institusi adalah saling berhubungan satu dengan yang lain.

ASUMSI-ASUMSI TEORI KOLCABA Kolcaba menjelaskan tentang konsep metaparadigma sebagai berikut: 1. Keperawatan Keperawatan adalah pengkajian yang sengaja dilakukan untuk pemenuhan kenyamanan, merancang pengukuran kenyamanan untuk memenuhi

kebutuhan tersebut, dan mengkaji ulang tingkat kenyamanan pasien setelah implementasi serta membandingkannya dengan target sebelumnya.

Pengakajian awal dan pengkajian ulang dapat bersifat subjektif atau intuitif atau kedua-duanya. Pengkajian dapat dicapai melalui administrasi analogvisual atau daftar pertanyaan, atau kedua-duanya.

Menurut Kolcaba untuk memberikan kenyamanan pasien setidaknya memerlukan tiga jenis intervensi kenyamanan, yaitu: a. Teknik mengukur kenyamanan (technical comfort measures) adalah intervensi yang didesain untuk mempertahankan homeostasis dan

manajemen nyeri, seperti monitor tanda-tanda vital dan hasil kimiadarah darah. Termasuk juga dalam pemberian obat anti nyeri. Pengukuran kenyamanan didesain untuk membantu pasien

mempertahankan atau memulihkan fungsi fisik dan kenyamanan, dan mencegah terjadinya komplikasi. b. Pembinaan (coaching), termasuk intervensi yang didesain untuk membebaskan rasa nyeri dan menyediakan penenteraman hati dan informasi, membangkitkan harapan, mendengar, dan membantu perencanaan yang realistis untuk pemulihan, integrasi, atau meninggal sesuai budayanya. c. Comfort Food untuk jiwa, meliputi intervensi yang tidak dibutuhkan pasien saat ini tetapi sangat berguna bagi pasien. Intervensi kenyamanan ini membuat pasien merasa lebih kuat dalam kondisi yang sulit diukur secara personal. Target intervensi ini adalah

transcendence meliputi hubungan yang mengesankan antara perawat dan pasien, keluarga, atau kelompok.Sugesti kenyamanan ini dapat diberikan dalam bentuk pijatan, lingkungan yang adaptif yang menciptakan kedamaian dan ketenangan, guided imagery, terapi musik, mengenang masa lalu, dan sentuhan terapeutik. 2. Pasien Pasien adalah penerima perawatan, dapat perorangan, keluarga, lembaga,atau komunitas yang membutuhkan pelayanan kesehatan. 3. Lingkungan Lingkungan adalah semua aspek luar (fisik, politis, kelembagaan, dan lainlain) dari pasien, keluarga, lembaga yang dapat dimanipulasi oleh perawat atau seseorang yang dicintai untuk meningkatkan kenyamanan. 4. Kesehatan

Kesehatan adalah fungsi optimum yang diperlihatkan oleh pasien baik individu, keluarga, kelompok, atau komunitas. Kolcaba mengemukakan beberapa asumsi tentang kenyamanan antara lain: 1. Manusia mempunyai respon yang holistik terhadap stimulus yang kompleks. 2. Kenyamanan adalah suatu hasil holistik yang diharapkan yang berhubungandengan disiplin keperawatan. 3. Manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan kenyamanannya secara aktif. 4. Kenyamanan adalah lebih dari tidak adanya nyeri, cemas, dan ketidaknyamanan fisik lainnya.

2.3.Bagan Konsep Teori Keperawatan Katherine Kolcaba

Skema diatas

merupakan kerangka kerja Kolcaba (1994)

yang

dikembangkan dari teori Murray, seorang ahli psikologis. Murray menjelaskan bahwa stimulus situation akan mempengaruhi perkembangan manusia. Stimulus situation akan mempengaruhi alpha press yang terdiri dari kekuatan penghambat, kekuatan fasilitasi, dan kekuatan interaksi; dimana ketigakekuatan tersebut akan membentuk persepsi manusia terhadap kesehatan. Alpha press juga

mempengaruhi beta press yang akhirnya juga membentuk persepsimanusia tentang kesehatan (line1, 2 dan 3). Kolcaba menambahkan line 4 dalam kerangka teori Murray, antara lain:kekuatan penghambat membutuhkan perawatan kesehatan, kekuatan

fasilitasiadalah intervensi keperawatan, kekuatan interaksi merupakan variabelvariabelyang mempengaruhi intervensi keperawatan. Hasil yang diharapkan dari pemberian intervensi keperawatan adalah diperolehnya kenyamanan pasienyang dapat dilihat dari persepsi yang dikemukakan oleh pasien.

Skema diatas menjelaskan kerangka kerja dari teori Kolcaba yang digunakan dalam penelitian. Dalam kerangka kerjanya tersebut Kolcaba menguraikan tentang teori kenyamanan sebagai berikut: 1. Adanya kebutuhan perawatan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan yang spesifik yang timbul dalam suatu situasi perawatan kesehatan. 2. Kebutuhan kenyamanan tersebut membutuhkan intervensi keperawatan yang membutuhkan komitmen dalam perawatan kenyamanan pasien. 3. Dalam pemberian intervensi kenyamanan akan dipengaruhi oleh variabelvariabel intervensi seperti level dari staf keperawatan, insentif yang diterima oleh perawat, dan patient acuity 4. Tujuan dari pemberian intervensi adalah akan didapatkan kenyamanan pasien. Untuk mengetahui tercapai atau tidaknya kenyamanan pasien maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan kuesioner yang

dikembangkan dari struktur taksonomi. 5. Kenyamanan pasien akan menentukan perilaku pasien dalam mencari kesehatan (health seeking behaviors of patient), yang ditunjukkan dengan perilaku internal, eksternal ataupun kematian dengan damai. 6. Health seeking behaviors of patient melibatkan institusi yang terintegrasi yang memiliki sistem nilai positif, tujuan yang jelas terkait

dengankenyamanan resipien, perbaikan kesehatan, dan kelangsungan finansial. 7. Hasil akhir yang diharapkan dalam kerangka kerja penelitian ini adalah adanya kepuasan dari resipien yang dilihat dari status fungsional resipien atau Health Seeking Behaviors (HSBs) yang lain, dan berdasarkan hasil survey dari perawatan kenyamanan.

2.4.Aplikasi dalam Keperawatan 1. Praktek Teori ini masih baru. Masih terus dikenalkan dan dipelajari oleh para siswa yang memilih teori ini untuk kerangka studi mereka, seperti di dalam kebidanan perawat, jantung catheterisasi, perawatan kritis, pekerja rumah sakit,

10

ketidaksuburan / kemandulan, terapi radiasi, keperawatan dan bedah tulang. Area studi yang tak diterbitkan, tetapi dibahas oleh Kolcaba melalui website nya, meliputi unit luka bakar, klinik keperawatan, perawatan rumah, nyeri kronis, terapi pijatan, pediatrik, oncology, dan perioperative. 2. Pendidikan Menunjukkan bahwa kenyamanan diajarkan pada program diploma keperawatan, Teori Kenyamanan telah diterapkan di keperawatan yang dilaporkan oleh Cox pada tahun 1998. Teori ini sangat mudah untuk dipahami dan diterapkan pada mahasiswa perawat yang menyajikan suatu metode efektif untuk menilai kebutuhan kenyamanan holistic pada orang tua dengan rancangan perawatan akut. Ada juga subchapter tentang teori kenyamanan di dalam Konsep Inti untuk Praktek Keperawatan Lanjutan. Teori ini tidak terbatas pada gerontological atau pendidikan praktek lanjutan. Ini akan sukar diingat lagi pada pengaturan keperawatan atau praktek di mana kenyamanan yang ditemukan tidak akan sesuai lagi. 3. Penelitian Di dalam Encyclopedia Nurse Riset menyebutkan pentingnya mengukur kenyamanan pada keperawatan. Perawat dapat menyediakan bukti untuk mempengaruhi keputusan institusi, masyarakat, dan tingkatan legislatif yang hanya sampai pada studi kenyamanan yang menunjukkan efektivitas holistic dari Keperawatan. Baru-baru ini, pengukuran kenyamanan di rumah sakit besar dan perawatan rumah datanya telah ditetapkan untuk menambah literatur pada riset. 4. Pengembangan dimasa depan Kolcaba telah bertahan dalam pengembangan teorinya dari konsepsi sebagai akar berlatih, dengan analisis konsep yang disediakan struktur taksonomi kenyamanan, untuk pengembangan cara untuk mengukur konsep, dan sedang digunakan untuk latihan, pendidikan, dan penelitian, dia telah menggunakan pendekatan penuh untuk mengembangkan konsep dirinya. Melalui kerja kualitatif, kolcaba mengidentifikasi penggunaan konsep historis dalam keperawatan. Ketiga jenis kenyamanan, kemudahan bantuan dan transendensi yang disintesis dari Orlando (1961), Henderson (1996) dan Paterson dan zderad (1975), masingmasing, merupakan bagian integral dari teori dan divalidasi melalui analisis faktor

11

dari instrumen dikembangkan dengan bimbingan struktur taksonomi (kolcaba 1992a, 1994). Ketiga jenis kenyamanan muncul dalam kajian pustaka dan dikonfirmasi oleh analisis faktor. Memperluas teori kenyamanan kepada masyarakat adalah kepentingan saat ini. Hal ini juga diketahui bahwa beberapa masyarakat yang lebih nyaman untuk ditinggali, menjadi tua dalam, dan pergi ke sekolah di daripada yang lain. Dapatkah kenyamanan masyarakat ditingkatkan dengan intervensi keperawatan? Dapatkah kenyamanan masyarakat dapat diukur? Ini adalah pertanyaan yang kolcaba adalah merenungkan, masukan pada jawaban atau wawasan mengenai pertanyaan - pertanyaan penuh semangat diminta melalui halaman web nya atau kontak pribadi. Bidang lain yang menarik untuk pengembangan lebih lanjut adalah sifat universal kenyamanan. Saat ini, kuesioner kenyamanan umum telah

diterjemahkan ke Taiwan dan Spanyol. Sebuah studi tertunda adalah terjemahan ke Turki. Kolcaba sangat tertarik dalam mengukur kenyamanan pada anak - anak dan sedang melakukan negosiasi dengan perawat pediatrik dan peneliti untuk mengembangkan instrumen kenyamanan bagi self - assessment oleh anak-anak. Mencoba untuk menentukan usia - kesesuaian untuk memahami kompleksitas kenyamanan merupakan tantangan bagi mereka dalam bidang penelitian. Teori kenyamanan telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap keperawatan dan siap untuk digunakan sangat diperluas dalam disiplin. Energi Kolcaba untuk menyebarkan teorinya melalui presentasi, publikasi dan situs web adalah sebagai besar sebagai energinya untuk mengembangkan dan menerapkan teorinya. ini teoritikus berkomitmen adalah keunggulan model bagi komunitas keperawatan di dorong untuk lebih domain disiplin terhadap pengetahuan dan untuk mempromosikan berfokus pada pasien perawatan.

12

BAB III PENUTUP


4.1.Kesimpulan 1. Menurut Kolcaba kebutuhan keperawatan kesehatan adalah kebutuhan tentang kenyamanan dan peningkatan dari kondisi penuh tekanan dalam situasi perawat kesehatan. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisik, psikospiritual, social dan kebutuhan lingkungan yang memfasilitasinya. Kolcaba mengemukakan teori of comfort dengan membagi 3 tipe comfort yaitu, reliefe, ease, dan transcendence. 2. Komponen-komponen yang berhubungan dalam konsep teori comfort ini diantaranya Health care needs, comfort measure, intervening variable, HSBs (perilaku mencari kesehatan). 4.2.Saran Teori of comfort dari Katherine Kolcaba ini tidak bisa digunakan dalam semua area keperawatan, maka sebelum diterapkan sebaiknya harus ditelaah kembali dan disesuaikan dengan kondisi keperawatan yang ada. Contohnya dalam kondisi khusus seperti bayi, demensia, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan panca indera, dan dalam kondisi kegawatdaruratan

13

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Ahmad, danHidayatAlimul.(2011).PengantarKonsepDasarKeperawatan. Edisi 2.SalembaMedika. Jakarta. Basford, Lynn, (2006), TeoridanPraktikKeperawatan, EGC, Jakarta. Marriner-Tomey&Alligood (2006).Nursing theorists and their works. 6th Ed. St.Louis :Mosby Elseiver,Inc.

14

Nama NIM Pertanyaan

: Ika Yuli Yamashita : 130012103 : Apakah teori dari Kolcaba ini bisa diterapkan dalam semua sistem keperawatan ?

Jawaban

: Teori of comfort dari Katherine Kolcaba ini tidak bisa digunakan

dalam semua area keperawatan, maka sebelum diterapkan sebaiknya harus ditelaah kembali dan disesuaikan dengan kondisi keperawatan yang ada. Contohnya dalam kondisi khusus seperti bayi, demensia, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan panca indera, dan dalam kondisi kegawat daruratan

Nama NIM Pertanyaan Jawaban

: A. Aris Pratama : 130012088 : Jelaskan kembali bagan dalam teori tersebut ! :

1. Adanya kebutuhan perawatan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan yang spesifik yang timbul dalam suatu situasi perawatan kesehatan. 2. Kebutuhan kenyamanan tersebut membutuhkan intervensi keperawatan yang membutuhkan komitmen dalam perawatan kenyamanan pasien. 3. Dalam pemberian intervensi kenyamanan akan dipengaruhi oleh variabelvariabel intervensi seperti level dari staf keperawatan, insentif yang diterima oleh perawat, dan patient acuity 4. Tujuan dari pemberian intervensi adalah akan didapatkan kenyamanan pasien. Untuk mengetahui tercapai atau tidaknya kenyamanan pasien maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan kuesioner yang

dikembangkan dari struktur taksonomi. 5. Kenyamanan pasien akan menentukan perilaku pasien dalam mencari kesehatan (health seeking behaviors of patient), yang ditunjukkan dengan perilaku internal, eksternal ataupun kematian dengan damai. 6. Health seeking behaviors of patient melibatkan institusi yang terintegrasi yang memiliki sistem nilai positif, tujuan yang jelas terkait

15

dengankenyamanan resipien, perbaikan kesehatan, dan kelangsungan finansial. 7. Hasil akhir yang diharapkan dalam kerangka kerja penelitian ini adalah adanya kepuasan dari resipien yang dilihat dari status fungsional resipien atau Health Seeking Behaviors (HSBs) yang lain, dan berdasarkan hasil survey dari perawatan kenyamanan.

Nama NIM Pertanyaan Jawaban

: Siti Munawaroh : 130012121 : Jelaskan inti dari teori keperawatan Kolcaba ? : Inti dari teori keperawatan Katharine Kolcaba adalah kebutuhan

tentang kenyamanan dan peningkatan dari kondisi penuh tekanan dalam situasi perawatan kesehatan. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan fisik, psikospiritual, sosial dan kebutuhan lingkungan yang memfasilitasinya. Teori keperawatan ini dibagi menjadi 3 tipe kenyamanan yaitu, reliefe, ease, dan transcendence.

16

Anda mungkin juga menyukai