Anda di halaman 1dari 37

Pembimbing : dr. Bertha Saulina Sp.

Adalah

infeksi yang mengenai arakhnoid, piameter, dan cairan serebrospinal di dalam sistem ventrikel yang dapat terjadi secara akut/kronis. Disebabkan bakteri, virus, atau fungi, dan pathogen spesifik

Keterangan: Cairan bergerak dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikular (Munro) menuju ventrikel ke-3 otak (tempat cairan semakin banyak karena ditambah oleh plexus koroid) melalui aquaductus cerebral (Sylvius) menuju ventrikel ke-4 (tempat cairan ditambahkan kembali dari pleksus koroid) melalui tiga lubang pada langit-langit ventrikel ke-4 bersirkulasi melalui ruang subarakhnoid, di sekitar otak dan medulla spinalis direabsorsi di vili arakhnoid (granulasi) ke dalam sinus vena pada duramater kembali ke aliran darah tempat asal produksi cairan tersebut.

Cairan

ini mengangkut oksigen, glukosa, dan bahan kimia yang dibutuhkan dari darah ke neuron dan neuroglia. Volume total dari CSF adalah 80-150ml. Cairan CSF dibentuk rata-rata sekitar 500 ml setiap hari. Sebanyak 2/3 CSF dihasilkan dari plexus choroideus dan 1/3-nya dihasilkan dari sel ependim yang ada di permukaan ventrikel. Darah yang masuk ke dalam otak mengalami ultrafiltrasi pada plexus choroid dan diubah menjadi CSF.

Normal performance of CSF Jernih (tidak berwarna) seperti air. Ditemukan sel-sel mononuclear (limfosit 2 5 sel/ml dan monosit). Tidak ditemukan mikroorganisme Sifatnya basa / alkali Tidak berbau

Perubahan performa CSF karena infeksi : Infeksi bakteri bakteri mengeluarkan zat kimia yang sesuai dengan reseptor pada neutrofil neutrofil tertarik kadar neutrofil dalam CSF meningkat Infeksi bakteri bakteri menggunakan glukosa sebagai bahan bakar energi kadar glukosa dalam CSF menurun Infeksi bakteri terjadi peradangan permeabilitas sawar darah otak terganggu protein berukuran besar dapat masuk terjadi peningkatan kadar protein dalam CSF Infeksi bakteri terjadi pendarahan warna CSF akan berubah

kadar CSF

relatif terhadap kadar plasma Sedikit lebih rendah 0,2-0,5 % < 0,1 % 3-4 kali lebih tinggi 50-80 % dari kadar dalam darah 30-60 menit sebelumnya Hampir sama Hampir sama Hampir sama

- Tekanan - pH - Protein total - Imunoglobin - Albumin / globulin - Glukosa - Asam Laktat - Urea (sebagai nitrogen urea) - Glutamin - Limfosit

75-200 mmH2O 7,32-7,35 15-45 mg/dl 0,75-3,5 mg/dl 8:1 40-70 mg/dl 10-20 mg/dl 10-15 mg/dl < 20 mg/dl 2-5/ml

Trias klasik meningitis: Demam Nyeri kepala Kaku kuduk

Tanda neurologis : Gangguan kesadaran Kelumpuhan saraf kranial Defisit neurologis fokal dan kejang
Tanda meningen : Kaku kuduk Kernig sign Laseque sign dan Brudzinski sign

N.

II N. III, IV, VI
N.

V N. VII N. VIII

: papil edema : ptosis, defisit lapang pandang, diplopia : fotofobia : paresis fasial : ketulian, tinnitus, dan vertigo

Pusat

muntah teriritasi: muntah yang proyektil Kebingungan dan penurunan respon Meningitis meningococcal: petekie, rash purpura (Sindroma Waterhouse-Friedrechsen) Peningkatan tekanan intrakranial : papil edema, delirium sampai dengan tidak sadar

MENINGITIS SEROSA

Meningitis

serosa terjadi apabila pada penderita terdapat gambaran klinis meningitis, tetapi pada pemeriksaan cairan serebrospinal tidak sampai berwarna keruh. Cairan tampak opalesen karena terdapat peninggian jumlah sel, dan berwarna kuning karena adanya peninggian protein

menurut

Medical Research Council of Great

Britain: Grade I : tidak ada gejala dan tanda yang spesifik, tidak ada penurunan kesadaran, tidak ada defisit neurologik. Grade II : perubahan derajat kesadaran ringan dengan defisit neurologik fokal seperti hemiparese dan kelumpuhan saraf kranial.

Grade III : penurunan kesadaran berat (sopor atau koma) dengan defisit neurologik yang berat.

Fase

inisial sejumlah kecil tuberkel berukuran seperti biji tersebar di dalam substansi otak dan meningen. Tuberkel cenderung membesar bersatu caseating,lembut dan membentuk eksudat meningen

BTA masuk tubuh Tersering melalui inhalasi Jarang pada kulit, saluran cerna Multiplikasi Infeksi paru / focus infeksi lain Penyebaran hematogen Meningens Membentuk tuberkel BTA tidak aktif / dormain

Bila daya tahan tubuh menurun Kiman TB aktif diparu Fokus Rich terbentuk di otak Rupture tuberkel meningen Pelepasan BTA ke ruang subarachnoid MENINGITIS

Gejala
Prodromal Anorexia Penurunan berat badan Batuk Keringat malam hari CNS Nyeri kepala Meningismus Perubahan tingkat kesadaran

Tanda
Adenopati (paling sering servikal) Suara tambahan pada auskultasi paru (apices) Tuberkel koroidal Demam (paling tinggi pada sore hari) Rigiditas nuchal Papil edema Defisit neurologis fokal tuberculin skin test (+)

Kelumpuhan
Arteritis Hidrosefalus

saraf otak

Arakhnoiditis SIADH

(Sindrome Inappropriate Anti Diuretic Hormon)

Tuberculin skin test Foto roentgen Computed tomography atau Magnetic Resonance Imaging Pemeriksaan cairan serebrospinal Pemeriksaan mata untuk koroid tuberkel Pewarnaan urin dan sputum dan kultur untuk bakteri tahan asam

Definitif

: Kultur Mycobacterium tuberculosis (+) pada LCS atau diagnosa dari otopsi atau terdapat keduanya. Probable gambaran pleositosis, kultur bakteri atau jamur negative dan disertai satu dari :

Uji

tuberkulin positif Terdapat TB ekstra SSP atau TB aktif atau paparan TB yang bermakna sebelumnya Glukosa cairan serebrospinal kurang dari 40 mg/dl Kadar protein serebrospinal lebih dari 60 mg/dl.

Nama Obat

Dosis harian
BB<50 kg BB>50 kg

Dosis berkala 3X
Seminggu
600 mg

Isoniazid/INH (H) Paling baik menembus sawar darah otak Rifampisin Profilaksis meningitis oleh karena Meningokokus/Haemophylus infuenza Pirazinamid (Z) Streptomosin (S) i.m Etambutol (E) Etionamid (T)

300 mg

400 mg

450 mg

600 mg

600 mg

1500 mg 750 mg 1000 mg 500 mg

2000 mg 1000 mg 1500 mg 750 mg

2-3 g 1000 mg 1-1,5 g

Direkomendasikan pada kasus meningitis tuberkulosa bila didapatkan salah satu komplikasi di bawah ini : Penurunan kesadaran; Papiledema; Defisit neurologis fokal; dan atau Tekanan pembukaan CSS lebih besar dari 300 mmH2O

Onset akut; Tanda dan gejala rangsang meningeal; Abnormalitas CSS tipikal untuk meningitis dengan sel mononuclear predominan; Bakteri tidak tampak pada pewarnaan dan kultur CSS; Tidak ada fokus infeksi parameningeal; Perjalanan penyakit bersifat jinak dan self limited.

Pemeriksaan

rutin pada cairan serebrospinalis


Tekanan pada saat pembukaan CSS Hitung jenis sel Kimia Venereal disease research laboratory test (VDRL) Apusan dan kultur bakteri Kultur virus Tinta india, kultur jamur Antigen Cryptococcal Apusan dan kultur bakteri tahan asam

Treponema

pallidum menginvasi ssp dalam 328 bulan sejak awal infeksi Sering asimptomatik Hanya dapat dibuktikan dengan pemeriksaan CSS Bila tidak diobati vaskulitis gejala spt stroke

Banyak

pada individu dengan AIDS, transplantasi organ, kemoterapi imunosupresif, terapi kortikosteroid, keganasan limforetikuler. Tersering :Cryptococcus neoformans dan Coccidioides immites

Bacterial
Opening pressure Jumlah sel (/mm3) PMN (%) Protein (mg/dl) Glucose Gram stain N / tinggi 1,000-10,000 >80 Sangat Tinggi(100-500) < 40 60-90 % positive

Viral
N < 300 <20 N Normal Negative

Fungal
N / tinggi 20-500 <50 Tinggi usually < 40 Negative

Tuberculosa
Tinggi 50-500 ~20 Tinggi < 40 AFB stain (+) in 40-80%

Kultur (% positif)

70-85

25

25-50

50-80

M. Purulenta

M. serosa

M. viral

Tekanan Warna Tes Nonne Tes Pandy Jumlah sel Hitung Jenis Protein Glukosa Bakteri

keruh kuning/hijau ++/+++ --/+++ 1000-10.000 Polimorf 100-500 mg% bisa (+) dengan pewarnaan/kultu r

opalesen kuning ++/+++ ++/+++ 200-500 Limfositer 100-500 mg% bisa (+) dengan pewarnaan/kultu r

Normal Jernih -/+ -/+ 50-100 Limfositer 50-100 mg% normal (-) dengan pewarnaan/kultu r

Komplikasi neurologis yang dapat terjadi antara lain: Ventrikulitis Efusi

subdural Meningitis berulang Abses otak Paresis Hidrosefalus Epilepsi

Komplikasi

non neurologis:

Artritis Endokarditis bakterial akut SIADH Gangguan koagulasi DIC Syok

Primer
Vaksin

yang dapat diberikan seperti Haemophilus influenzae type b (Hib), Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7), Pneumococcal polysaccaharide vaccine (PPV), Meningococcal conjugate vaccine (MCV4), dan MMR (Measles dan Rubella). Imunisasi Hib Conjugate vaccine (Hb-OC atau PRP-OMP)

Sekunder

diagnosis dini dan pengobatan segera. Tertier Fisioterapi dan rehabilitasi

Terima kasih