Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PROBLEM BASED LEARNING II Mengapa aku begini ?

Tutor: dr. Setyawati Disusun oleh: Kelompok 6 1. 2. #. &. *. 6. -. ). ,. 10. Tessa Agrawita ndrasti !an"aransari $ayunda %iani A. Angkat 'rasetya A. (. Danny Amanati Aisya +uni 'urwati .ina Sunayya 'ro/ita %ahmawati r0ani %yan Ardiansyah $asrian G1A010002 G1A010020 G1A010022 G1A0100#) G1A0100*0 G1A0100*, G1A0100-* G1A0100)2 G1A01010& G1A00-0&&

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN AKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU!ILMU KESE"ATAN JURUSAN KEDOKTERAN PUR#OKERTO

$%&$

BAB I PENDA"ULUAN 1epatitis /irus akut merupakan in0eksi sistemik yang dominan menyerang hati. 1ampir semua kasus hepatitis /irus akut dise2a2kan oleh salah satu dari lima "enis /irus yaitu: /irus hepatitis A 31A456 /irus hepatitis ! 31!456 /irus hepatitis 7 317456 /irus hepatitis D 31D45 dan /irus hepatitis 8 31845. 9enis /irus lain yang ditularkan pas:atrans0usi seperti /irus hepatitis G dan /irus TT telah dapat diidenti0ikasi akan tetapi tidak menye2a2kan hepatitis. Semua "enis hepatitis /irus yang menyerang manusia merupakan /irus %(A ke:uali /irus hepatitis !6 yang merupakan /irus %(A ke:uali /irus hepatitis !6 yang merupakan /irus D(A. ;alaupun /irus</irus terse2ut 2er2eda dalam si0at molekular dan antigen6 akan tetapi semua "enis /irus terse2ut memperlihatkan kesamaan dalam per"alanan penyakitnya 3Sudoyo6 20065. Tingkat pre/alensi hepatitis ! di ndonesia sangat 2er/ariasi sehingga termasuk dalam kelompok negara dengan endemisitas sedang sampai tinggi. Di negara<negara Asia diperkirakan 2ahwa penye2aran perinatal dari i2u pengidap hepatitis dan "uga hu2ungan seksual merupakan "awa2an atas pre/alensi in0eksi /irus hepatitis ! yang tinggi 3Sudoyo6 20065. Gam2aran klinis hepatitis /irus sangat 2er/ariasi mulai dari in0eksi asimtomatik tanpa kuning sampai yang sangat 2erat yaitu hepatitis 0ulminan yang dapat menim2ulkan kematian hanya dalam 2e2erapa hari. Ge"ala hepatitis akut ter2agi dalam & tahap: 0ase inku2asi6 0ase prodromal 3pra ikterik56 0ase ikterus6 dan 0ase kon/alesen 3penyem2uhan5 3Sudoyo6 20065.

BAB II ISI DAN PEMBA"ASAN '!. SK8(A% = K8 9>D>. SK8(A% = K8.=$'=K 1A% @TA(GGA. T>T=% A. : 2 3dua5 : $engapa aku 2egini ? :6 : Senin6 2) $ei 2012 3Tutorial 5 %a2u6 #0 $ei 2012 3Tutorial 5 In'()*a+i & Seorang laki<laki 2erusia #* tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan 2uang air ken:ingnya 2erwarna kuning gelap seperti air teh se"ak 6 hari yang lalu. Saat ken:ing tidak disertai rasa sakit pada daerah perut 2agian 2awah6 tidak terasa perih6 tidak terasa panas6 maupun adanya gangguan ken:ing. 'asien "uga mengaku ken:ingnya tidak 2erwarna kemerahan. 'asien "uga mengeluh kedua matanya 2erwarna kuning. ;arna kuning ini mun:ul se:ara perlahan<lahan dan dirasakan semakin lama semakin 2ertam2ah. ;arna kuning ini "uga tampak pada kulit muka dan telapak tangan pasien. Keluhan ini sudah dirasakan se"ak * hari yang lalu. Se"ak * hari yang lalu pasien mengeluh tim2ul rasa nyeri di daerah perut 2agian kanan atas dan tidak men"alar. %asa nyeri ini tim2ul perlahan<lahan dan 2erlangsung se:ara terus menerus. 'asien "uga mengeluh perutnya terasa penuh dan se2ah sehingga mem2uat pasien :epat merasa kenyang dan kehilangan na0su makan. 'asien se2elumnya "uga mengeluh demam nglemeng6 tapi sekarang sudah tidak dirasakan lagi. 'asien merasakan 2adannya terasa lemas sehingga tidak semangat dalam melakukan akti/itas. !A! pasien normal6 tidak ada peru2ahan 2aik 0rekuensi maupun konsistesi tin"a. In'()*a+i $ %iwayat penyakit yang sama se2elumnya disangkal. %iwayat kontak dengan penderita penyakit kuning tidak ada. 'asien "arang makan di warung

maupun rumah makan yang 2er2eda<2eda. 'asien tidak suka menyantap sea 0ood maupun makanan :epat sa"i yang lainnya. 'asien adalah seorang pengusaha dan 2elum menikah. & 2ulan yang lalu pasien mengaku telah 2erhu2ungan seksual dengan peker"a seks komersial pada saat sedang ke luar kota. %iwayat tran0usi6 mentato tu2uh dan menggunakan "arum suntik disangkal. %iwayat konsumsi o2at<o2atan dan "amu<"amuan dalam "angka waktu yang lama tidak ada. 'asien tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol. In'()*a+i , 'emeriksaan 0isik: Keadaan umum Tinggi 2adan !erat 2adan Kesadaran 4ital sign: Tekanan darah Denyut nadi Brekuensi na0as Suhu aAila ThoraA: nspeksi umum ginekomastia 'aru 9antung A2domen: nspeksi 'alpasi 'erkusi : dinding perut tidak tegang6 tidak 2un:it6 tidak ada :aput medusa : perut supel6 hepar tera2a # "ari !A76 tepi ta"am6 permukaan rata6 : perkusi hepar pekak pada # "ari !A76 region lain timpani Auskultasi : 2ising usus 3C5 normal konsistensi kenyal6 nyeri tekan 3C56 lien tidak tera2a6 gin"al tidak tera2a : dalam 2atas normal : dalam 2atas normal : kulit tampak ikterik6 tidak ada spider ne/i6 tidak ada : 120@-0 mm1g : )& A@menit : 20 A@menit : #66*07 : tampak sakit sedang : 16# :m : *0 kg : :ompos mentis

$ata: kon"ungti/a tidak anemis6 s:lera ikterik C@C

Tes pekak alih 3<56 tes undulasi 3<5 8Atremitas: Superior n0erior In'()*a+i .a2 darah: 12 1t 8ritrosit .eukosit Trom2osit .8D 1itung "enis Al2umin Glo2ulin : 1#6& g@d. : &2D : &6, "t@El : 6100@El : 1)-.000@El : &1 mm@"am : 8osino0il 26 2aso0il 06 2atang 26 segmen 616 lim0osit #06 monosit * : #61) g@d. : #6), g@d. : palmar eritema <@<6 edema <@< : edema <@<

'rotein lo:al : -60- g@d.

!iliru2in total : 106)& g@d. !iliru2in terkon"ugasi : & mg@d. !iliru2in tak terkon"ugasi : 160- mg@d. A.T AST : 616 unit@. : 16* unit@.

Alkali 0os0atase: 1-* unit@. In'()*a+i . 'emeriksaan Seroimunologi: g$ anti 1A4 3<56 gG anti 1A4 3<56 12S Ag 3C56 g$ anti 1!7 3C56 g$ anti 147 3<5 In'()*a+i / Diagnosis Ker"a 'enatalaksanaan : 1epatitis ! akut stadium ikterik :

1.

nter0eron F 3 B( F5 in"eksi #A@minggu selama # 2ulan atau lami/udine

2. Tirah 2aring #. Diet rendah lemak6 tinggi kar2ohidrat &. 8dukasi mengenai deteksi dini dan :ara penularan *. $onitor: kekam2uhan i:terus6 ukuran hepar dan limpa6 pemeriksaan 2iliru2in dan 0ungsi hati lainnya A. K0a)i'ika+i i+1i0a23
1. $ata dan kulit 2erwarna kuning 3ikterik5

Adalah suatu sindrom yang ditandai dengan hiperiliru2inemia dan penumpukan pigmen empedu di kulit6 mem2ran mukosa dan sklera dengan aki2at pasien tampak kuning 3Dorlan6 20025.

kterus

atau "aundi:e

32ahasa 'ran:is G "aune : kuning5

peru2ahan warna kulit6 sklera mata atau "aringan lainnya 3mem2ran mukosa5 yang men"adi kuning karena pewarnaan oleh 2iliru2in yang meningkat konsentrasinya dalam sirkulasi darah 3Sudoyo6 20065. 2. (yeri Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang 2erkaitan dengan kerusakan "aringan yang nyata atau yang 2erpotensial untuk menim2ulkan kerusakan "aringan 3Dharmady6 200&5. Suatu mekanisme protekti0 2agi tu2uh yang tim2ul 2ilamana "aringan dirusak dan menye2a2kan indi/idu terse2ut 2ereaksi untuk menghilangkan rasa nyeri terse2ut 3Guyton6 20015. #. Demam nglemeng Deman ringan atau peningkatan suhu tu2uh yang tidak terlalu tinggi. &. Spider ne/i Spider ne/i 2erupa arteriol sentral dengan pem2uluh<pem2uluh tipis yang menye2ar seperti la2a<la2a. Awalnya arteriol normal akan mem2uat :a2ang<:a2ang dan kemudian akan mengisinya dengan darah. TD pada arteriol ke:il ini sekitar *0<-0 mm1g dan suhunya le2ih tinggi

2<#o7 dari kulit disekitarnya. 'ada dewasa6 spider ne/i ditemukan pada wa"ah6 leher6 dada atas6 lengan6 mem2ran mukosa pada hidung6 mulut atau 0aring. Sirosis hati 2erhu2ungan dengan sirkulasi hiperdinamik dan spider ne/i merupakan mani0estasi kulit dari sirkulasi ini. *. !A7: !awah Ar:us 7ostae 6. 7aput medusa 'ele2aran /ena</ena kutaneus di sekeliling um2ilikus6 yang terlihat pada 2ayi 2aru lahir dan pasien<pasien yang menderita sirosis hepatis dan penyum2atan /ena porta. -. Ginekomastia 'em2esaran "aringan dada pria yang dise2a2kan ketidakseim2angan hormon estrogen dan testosteron. ). 'erut supel Keadaan perut yang tidak tegang dan menun"ukkan tidak ter"adinya distensi a2domen. !. I4en1i'ika+i *a+a0a2 !erdasarkan hasil anamnesis yang dilakukan kepada penderita6 ditemukan masalah<masalah: 1. (ama pasien 2. >mur #. Keluhan utama &. =nset *. Kualitas : Tn. H : #* tahun : 2uang air ken:ingnya 2erwarna kuning gelap seperti teh : 6 hari yang lalu : saat ken:ing tidak disertai rasa sakit pada daerah perut 2agian 2awah6 tidak terasa perih6 tidak terasa panas6 maupun adanya gangguan ken:ing6 dan ken:ingnya tidak 2erwarna kemerahan 6. Kronologi : se"ak * hari yang lalu pasien mengeluh tim2ul rasa nyeri di daerah perut 2agian kanan atas dan tidak men"alar. Kedua matanya 2erwarna kuning. ;arna

kuning ini "uga tampak pada kulit muka dan telapak tangan pasien -. Keluhan penyerta : perut terasa penuh dan se2ah sehingga mem2uat pasien :epat merasa kenyang dan kehilangan na0su makan6 demam nglemeng6 dan 2adan terasa lemas ). %iwayat sosial ekonomi : pasien seorang pengusaha dan 2elum menikah. & 2ulan yang lalu pasien telah 2erhu2ungan seksual dengan peker"a seks komersial 7. Ba1a+an *a+a0a2 1. Anatomi6 0isiologi6 dan histologi hepar 2. =rgan terkait nyeri di rongga kanan atas #. $eta2olisme 2iliru2in &. D. nterpretasi pemeriksaan urin Pe*ba2a+an ba1a+an *a+a0a2 1. Anatomi 1epar

1epar !agian Depan

1epar !agian !elakang 1epar $erupakan organ ter2esar di a2domen Terletak pada regio hipo:ondria:a deAtra dan regio epigastri:a !atas<2atas : < Anterior : dia0ragma6 ar:us :ostalis deAtra et sinistra6 pleura deAtra et sinistra6 margo in0erior pulmo deAtra et sinistra6 pro:essus Ayphoideus < 'osterior : dia0ragma6 ren deAtra6 0leAura :oli deAtra6 duodenum6 /esi:a 2iliaris6 /ena :a/a in0erior6 esophagus6 0undus gaster Terdiri dari & lo2us6 yaitu : 15 .o2us hepatis deAtra 25 .o2us hepatis sinistra #5 .o2us Iuadratus &5 .o2us :audatus .igamentum 15 .igamentum 0al:i0orme

25 .igamentum teres hepatis #5 .igamentum :oronarium &5 .igamentum triangulare deAtra *5 .igamentum triangulare sinistra 65 .igamentum /enosum 3arantii5 Struktur : 15 'ro:essus :audatus 25 Area nuda hepatis #5 7apsula hepati:a &5 4ena porta hepati:a Bisiologi 1epar 1. 'em2entukan dan sekresi empedu. a. $eta2olisme garam empedu : garam empedu 2aik untuk pen:ernaan dan resor2si lemak serta /itamin larut lemak di dalam usus. 2. $eta2olisme pigmen empedu : 2iliru2in merupakam hasil akhir meta2olism peme:ah eritrosit yang sudah tuaJ proses kon"ugasi 2erlangsung dam hati dan diekresikan ke dalam empedu. 2. $eta2olism kar2ohidratJ hati 2erperan penting dalam mempertahankan kadar glukosa darah normal dan menyediakan energy untuk tu2uh. Kar2ohidrat disimpan di hati se2agai glikogen. a. Glikogenesis : pem2entukan glikogen dari monosakarida di usus. 2. Glikogenolisis : peme:ahan glikogen6 dilepaskan se:ara konstan ke darah. :. Glukoneogenesis : sintesis glukosa dari protein dan lemak. 3. $eta2olisme protein : protein serum yang disintesis oleh hati adalah al2umin al0a dan 2etha. a. Sintesis protein. 2. 'em2entukan urea : urea di2entuk dari amoiniak 3(1#56 yang kemudian dieksresikan dalam urin dan 0eses. (1# di2entuk dari

deaminasi asam amino dan ker"a 2akteri usus terhadap asam amino. :. 'enyimpanan protein asam amino. 4. $eta2olisme lemak : hidrolisis trigliserida6 kolesterol6 0os0olipid dan lipoprotein men"adi asam lemak dan gliserol. a. Ketogenesis. 2. Sintesis kolesterol : diekskresikan ke dalam empedu dalam 2entuk kolesterol dan asam kolat. :. 'enim2unan lemak. 5. 'enim2unan /itamin dan mineral : /itamin</itamin larut air 3A6 D6 86 K6 !12 tem2aga dan 2esi5. 6. $eta2olisme steroid : menginakti0kan dan menyekresi aldosteron6 glukokortikoid6 esterogen6 progesterone dan testosterone. 7. Detoksi0ikasi : hati 2ertanggung "awan atas 2iotrans0ormasi Kat<Kat 2er2ahaya 3missal: o2at5 men"adi Kat<Kat yang tidak 2er2ahaya dan yang kemudian dieksresi oleh gin"al. 8. Gudang darah dan 0iltrasi : sinusoid hati merupakan depot darah yang mengalir kem2ali dari /ena ka/a 3gagal "antung kanan5J ker"a 0agositik sel kup0er mem2uang 2akteri dan de2ris dari darah 3'ri:e6 20065. Bungsi munologi 1epar 1ati "uga merupakan komponen sentral sistem imun. Sel Kup00er6 yang meliputi 1*D dari massa hati serta )0D dari total populasi 0agosit tu2uh merupakan sel yang sangat penting dalam menanggulangi antigen yang 2erasal dari luar tu2uh atau mepresentasikan antigen terse2ut kepada lim0osit 3Sudoyo6 200,5.

1istologi 1epar

1ati tersusun men"adi unit<unit 0ungsional yang dikenal se2agai lo2ulus6 yaitu susunan "aringan 2er2entuk heksagonal mengelilingi satu /ena sentral. Di setiap enam sudut luar lo2ulus terdapat tiga pem2uluh yaitu arteri hepatika6 :a2ang /ena porta hati6 dan duktus 2iliaris. Darah dari :a2ang arteri hepatika dan /ena porta mengalir dari peri0er lo2ulus ke ruang kapiler luas yang dise2ut sinusoid yang 2er"alan di antara "e"eran sel hati ke /ena sentral seperti "ari<"ari roda sepeda. Sel kup00er melapisi 2agian dalam sinusoid serta menelan dan menghan:urkan sel darah merah dan 2akteri yang melewatinya dalam darah. 1epatosit< hepatosit tersusun antara sinusoid dalam lempeng<lempeng yang te2alnya dua sel6 sehingga masing<masing tepi lateral menghadap ke genangan darah sinusoid. 4ena sentral di semua lo2ulus hati menyatu untuk mem2entuk /ena hepatika6 yang mengalirkan darah keluar dari hati. Saluran tipis pengangkut empedu6 kanalikulus 2iliaris6 2er"alan di antara sel<sel di dalam setiap lempeng hati 3Sherwood6 20115. 2. =rgan di kuadran kanan atas :

1. 1epar .o2us kanan 2. Kandung empedu #. Duodenum &. 'angkal pan:reas

#. $eta2olisme 2iliru2in !iliru2in adalah pigmen kristal 2er2entuk "ingga ikterus yang merupakan 2entuk akhir dari peme:ahan kata2olisme heme melalui proses reaksi oksidasi<reduksi. !iliru2in 2erasal dari kata2olisme protein heme6 dimana -*D 2erasal dari penghan:uran eritrosit dan 2*D 2erasal dari penghan:uran eritrosit yang imatur dan protein heme lainnya seperti mioglo2in6 sitokrom6 katalase dan peroksidase. $eta2olisme 2iliru2in meliputi pem2entukan 2iliru2in6 transportasi 2iliru2in6 asupan 2iliru2in6 kon"ugasi 2iliru2in6 dan ekskresi 2iliru2in. .angkah oksidase pertama adalah 2ili/erdin yang di2entuk dari heme dengan 2antuan enKim heme oksigenase yaitu enKim yang se2agian 2esar terdapat dalam sel hati6 dan organ lain. !ili/erdin yang larut dalam air kemudian akan direduksi men"adi 2iliru2in oleh enKim 2ili/erdin reduktase. !iliru2in 2ersi0at lipo0ilik dan terikat dengan hidrogen serta pada p1 normal 2ersi0at tidak larut. 'em2entukan 2iliru2in yang ter"adi di sistem retikuloendotelial6 selan"utnya dilepaskan ke sirkulasi yang akan 2erikatan dengan al2umin. !iliru2in yang terikat dengan al2umin serum ini tidak larut dalam air dan

kemudian akan ditransportasikan ke sel hepar. !iliru2in yang terikat pada al2umin 2ersi0at nontoksik. 'ada saat kompleks 2iliru2in<al2umin men:apai mem2ran plasma hepatosit6 al2umin akan terikat ke reseptor permukaan sel. Kemudian 2iliru2in6 ditrans0er melalui sel mem2ran yang 2erikatan dengan ligandin 3protein +56 mungkin "uga dengan protein ikatan sitotoksik lainnya. !erkurangnya kapasitas pengam2ilan hepatik 2iliru2in yang tak terkon"ugasi akan 2erpengaruh terhadap pem2entukan ikterus 0isiologis. !iliru2in yang tak terkon"ugasi dikon/ersikan ke 2entuk 2iliru2in kon"ugasi yang larut dalam air di retikulum endoplasma dengan 2antuan enKim uridine diphosphate glucoronosyl transferase 3>D'G<T5. !iliru2in ini kemudian diekskresikan ke dalam kanalikulus empedu. Sedangkan satu molekul 2iliru2in yang tak terkon"ugasi akan kem2ali ke retikulum endoplasmik untuk rekon"ugasi 2erikutnya. Setelah mengalami proses kon"ugasi6 2iliru2in akan diekskresikan ke dalam kandung empedu6 kemudian memasuki saluran :erna dan diekskresikan melalui 0e:es. Setelah 2erada dalam usus halus6 2iliru2in yang terkon"ugasi tidak langsung dapat diresor2si6 ke:uali dikon/ersikan kem2ali men"adi 2entuk tidak terkon"ugasi oleh enKim 2eta< glukoronidase yang terdapat dalam usus. %esor2si kem2ali 2iliru2in dari saluran :erna dan kem2ali ke hati untuk dikon"ugasi dise2ut sirkulasi enterohepatik. &. Karakteristik warna urin 1i"au atau 2iru Kuning merah 5(k0a1 1ua 7oklat 8. Sa+a)an be0a7a) 1. Bisiologi hepar dan mekanisme ginekomastia 2. Anatomi system 2iliaris #. 80ek rokok pada hepar dan meta2olism 3 *e1i0en b0ue 3 )i'a*pi+in 3 'en(0 k)e+(0 3 2ae*(g0(binu)ia 6D7(k(8 $%%/9:

Bu1i)an kepu1i2an 3 pi)i*i4(n

&.

nterpretasi pemeriksaan 0isik 3perut supel6 tes undulasi6 tes pekak alih5

*. !agaimana proses in0eksi 2isa se2a2kan gangguan hepar 6. $ekanisme ikterus 2isa ter"adi pada s:lera dan kulit -. $ekanisme spider ne/i ). $ekanisme :aput medusa ,. A.T6 AST6 alkali 0os0atase meningkat pada kasus apa B. Pe*ba2a+an +a+a)an be0a7a) 1. Bisiologi hepar dan hu2ungannya dengan ginekomastia Sirosis hepatis 3dekompensata5: gangguan peme:aham estrogen 3dihati5 didalam sirkulasi menye2a2kan ter:apainya konsentrasi esterogen yang terlalu tinggi akan merangkan pertum2uhan kelen"ar mamae 3Adams6 1,,*5 2. Anatomi Kandung 8mpedu

3'utK6 20005.

4esi:a 2iliaris Terdiri atas 15 Bundus /esi:a 2iliaris 25 7orpus /esi:a 2iliaris #5 7ollum /esi:a 2iliaris Bungsi memekatkan dan menyimpan sementara empedu yang 2erasal dari hepar dan nantinya akan dikeluarkan menu"u duodenum !atas<2atas : < hepar < 'osterior : :olon trans/ersum dan pars des:endens duodenum Du:tus<du:tus yang 2erperan dalam proses pengeluaran empedu a. :. e. 0. Du:tus 2iliaris intrahepati:a Du:tus hepati:us deAtra et sinistra Du:tus :ysti:us Du:tus :holedo:us Dari lo2us hepatis deAtra et sinistra mengalir melewati du:tus hepati:us deAtra et sinistra du:tus hepati:us :omunis yang kemudian 2erga2ung dengan du:tus :ysti:a du:tus :holedo:us 2erla"ut dan 2erga2ung dengan du:tus pan:reati:a wirsungi ga2ungan terse2ut mem2entuk struktur 2esar yang dise2ut ampulla /ater 3'utK6 20005. Kandung empedu dapat menampung sekitar *0 ml :airan empedu dengan ukuran pan"ang )<10 :m dan terdiri atas 0undus6 korpus6 dan kolum. .apisan mukosanya mem2entuk :ekungan ke:il dekat dengan kolum yang dise2ut kantong 1artmanJ yang 2isa men"adi tempat tertim2unnya 2atu empedu 3Sudoyo6 20065. #. 80ek rokok pada hepar 2. Du:tus 2iliaris eAtrahepati:a d. Du:tus hepati:us :ommunis Anterior : dinding anterior a2domen dan 0a:ies /iseralis

Aliran empedu

%okok mengandung nikotin 3senyawa organi: alkaloid5 yang dapat terserap tu2uh melalui kulit6 paru 6 dan mukosa. %okok yang masuk ke dalam tu2uh akan mengikuti peredaran darah dan akan tertinggal di dalam tu2uh manusia. Di hati6 Kat toksin nikotin akan diproses men"adi kotinin dengan 2antuan enKim 7+'2A6. Toksin yang masuk ke dalam tu2uh akan diproses men"adi inakti0 tapi ketika hati tidak dapat men"alankan 0ungsinya dengan 2aik maka yang ter"adi adalah toksin di dalam tu2uh akan tetap akti0. Toksin di dalam tu2uh "uga akan diu2ah men"adi Kat yang larut air tapi ketika hati tidak dapat men"alankan 0ungsinya dengan 2aik maka yang ter"adi adalah Kat toksin tidak dapat larut air dan tidak dapat terkon"ugasi dengan senyawa kimia lain 3protein plasma5 37orwin6 200,5. Sudah 2anyak diketahui 2ahwa rokok mengandung 2anyak yang 2er2ahaya. Setidaknya Kat<Kat yang terkandung dapat di2agia men"adi dua kelas 2esar6 gas dan partikel. Gas terdiri dari kar2onmonoksida 3mengganggu transport oksigen56 asam hydro:yani:6 a:etaldehyde a:rolein6 ammonia6 0ormaldehyde dan oksidasi nitrogen 3iritan56 hidralaKine dan /inyl klorida 3karsinogenegik5. Sedangkan partikel terdiri dari tar6 hidrokar2on polinuklear6 phynol6 kresol6 :ate:hol6 nikotin 3stimulator dan depressor ganglion56 indole6 :ar2aKole6 dan &< amino2iphenil 38l<Layadi6 20065. 1epar merupakan salah satu organ target yang 2eresiko untuk terpapar 2ahan<2ahan 2er2ahaya dari rokok6 apalagi terkait dengan 0ungsi detoksi0ikasinya yang menyaring darah melalui sirkulasi /ena porta. 80ek merokok terhadap hepar6 dapat di2agi men"adi dua6 yaitu e0ek langsung terhadap organ hepar6 dan e0ek tidak langsung yang dapat memi:u kerusakan hepar yang di"elaskan se2agai 2erikut:

38l<Layadi6 20065. &. nterpretasi hasil pemeriksaan 0isik a. Tes undulasi 30luid wa/e5 Bungsi tes ini adalah untuk mengetahui adanya sites atau tidak. 7ara pemeriksaannya adalah tangan pasien diletakkan se:ara longitudinal pada tengah a2domen kemudian ditekan dengan ketat. Tangan kanan pemeriksa diletakan pada sisi kiri a2domen pasien. A2domen disentil perlahan dengan tangan kanan. 'osisi tangan kiri tetap pada posisi6 kemudian rasakan ada gelom2ang :airan 30luid wa/e5 atau tidak 3$ardian6 20115. 'ada in0ormasi kasus tes undulasi 3<5 "adi dapat disimpulkan 2ahwa pasien tidak asites. 2. Tes pekak alih 3Shi0ting dullness5 Bungsi tes ini adalah untuk mengetahui adanya asites atau tidak. 7ara pemeriksaanya adalah perkusi dari um2ili:us ke lateral hingga ditemukan peru2ahan dari timpani ke redup. Tandai ketika terdengar redup. Kemudian pasien diminta untuk 2er2aring miring dan diperkusi kem2ali. Tes pekak alih dikatakan positi0 ketika terdengar redup dan timpani kem2ali 3$ardian6 20115.

'ada in0ormasi kasus tes pekak alih 3<5 "adi dapat disimpulkan 2ahwa pasien tidak asites. 5. n0eksi merusak hepar 4irus hepatitis masuk ke dalam darah men:ari hepatosit mengikat reseptor spesi0ik protein sel 3hepatitis /irus 2inding protein5 menempel pada 2agian luar hepatosit %(A /irus di2erlakukan oleh hepatosit seperti miliknya sendiri /irus menutup 0ungsi normal hepatosit hepatosit terin0eksi 3Adams6 1,,*5. 6. kterus terlihat di s:lera kterus paling mudah dilihat pada6 sklera mata karena elastin pada sklera mengikat 2iliru2in 3!runner6 20015. Kadar !iliru2in pada pasien ikterus: kterus yang ringan dapat dilihat paling awal pada skelera mata6 dan kalau ini ter"adi konsentrasi 2iliru2in sudah 2erkisar antara 2<26* mg@dl. 9ika ikterus sudah "elas dapat dilihat dengan nyata maka 2iliru2in mungkin se2enarnya sudah men:apai angka - mgD 3Sudoyo6 200,5. -. $ekanisme spider ne/i Spider ne/i merupakan mani0estasi klinis dari adanya penyakit hati kronis 3sirosis hepatis5 yang ter"adi karena adanya peningkatan tekanan darah pada /ena porta. hipertensi portal : 2isa ter"adi pertama aki2at meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi aki2at 0i2rosis6 dan kedua aki2at meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal aki2at distorsi arsitektur hati. !isa dise2a2kan satu 0aktor sa"a6 misalnya peningkatan resistensi atau aliran :orta atau keduanya 3Adams6 1,,*5. ). $ekanisme :aput medusa 1ati dapat terlukai oleh 2er2agai ma:am se2a2 dan ke"adian. Ke"adian terse2ut dapat ter"adi dalam waktu yang singkat atau in0eksi hati yang terus menerus seperti yang ter"adi pada penderita hepatitis kronik. 1al ini kemudian mem2uat hati merespon kerusakan sel terse2ut dengan mem2entuk ekstraselular matriks yang mengandung kolagen6 glikoprotein6 dan proteoglikans6 dimana sel yang 2erperan dalam proses pem2entukan ini adalah sel stellata. 'ada :edera yang akut sel stellata

mem2entuk kem2ali ekstraselular matriks ini dimana akan mema:u tim2ulnya "aringan parut disertai ter2entuknya septa 0i2rosa di0us dan nodul sel hati sehingga ditemukan pem2engkakan pada hati. 'eningkatan deposisi kolagen pada perisinusoidal dan 2erkurangnya ukuran dari 0enestra endotel hepatik menye2a2kan kapilerisasi 3ukuran pori seperti endotel kapiler5 dari sinusoid. Sel stellata dalam memproduksi kolagen mengalami kontraksi yang :ukup 2esar untuk menekan daerah perisinusoidal. Adanya kapilarisasi dan kontraktilitas sel stellata inilah yang menye2a2kan penekanan pada 2anyak /ena di hati sehingga mengganggu proses aliran darah ke sel hati dan pada akhirnya sel hati mati. Kematian hepato:ytes dalam "umlah yang 2esar akan menye2a2kan 2anyaknya 0ungsi hati yang rusak sehingga menye2a2kan 2anyak ge"ala klinis. Kompresi dari /ena pada hati akan dapat menye2a2kan hipertensi portal yang merupakan keadaan utama penye2a2 ter"adinya mani0estasi klinis. $ekanisme primer penye2a2 hipertensi portal adalah peningkatan resistensi terhadap aliran darah melalui hati. Selain itu6 2iasanya ter"adi peningkatan aliran arteria splangnikus. Kom2inasi kedua 0aktor ini yaitu menurunnya aliran keluar melalui /ena hepatika dan meningkatnya aliran masuk 2ersama<sama yang menghasilkan 2e2an 2erle2ihan pada sistem portal. 'em2e2anan sistem portal ini merangsang tim2ulnya aliran kolateral pada daerah um2ilikal 3:aput medusae56 hemoroid6 dan spider nae/i guna menghindari o2struksi hepatik 3'ri:e6 20065. 1ipertensi intra/askuler meningkatkan portal sehingga akti0itas ini mengaki2atkan gin"al pun penurunan menurun. /olume 1al ini "uga per0usi plasma

renin sehingga

aldosteron

meningkat. Aldosteron 2erperan dalam mengatur keseim2angan elektrolit terutama natrium . Dengan peningkatan aldosteron maka ter"adi ter"adi retensi natrium yang pada akhirnya menye2a2kan retensi :airan dan lama<kelamaan menye2a2kan asites dan "uga edema 3'ri:e6 20065.

,. 'eningkatan A.T6 AST dan alkali 0os0atase Akti/itas enKim alanin transaminase 3A.T5 atau nama lama serum glutamate pyruvate transferase 3SG'T5 dan enKim aspartate transaminase 3AST5 atau nama lama serum glutamate oxaloacetate transferase 3SG=T5 meningkat 2ila ada peru2ahan permea2ilitas atau kerusakan dinding sel hati6 se2agai penanda gangguan integritas sel hati 3hepatoselular5.

ALT 6A0anin a*in(1)an+'e)a+e93 'eningkatan le/el A.T mem2antu dalam identi0ikasi penyakit ataupun kerusakan hati@li/er dari 2er2agai penye2a26 termasuk hepatitis. AST 3aspartate aminotrans0erase5: Seiring dengan kenaikan A.T6 pemeriksaan AST dilakukan untuk menge:ek kerusakan hati@li/er. Alkali 0os0atase: Alkali 0os0atase hadir dalam sel<sel yang mensekresi empedu dalam hati@li/er6 melainkan "uga di tulang. !ila kadarnya tinggi6 sering 2erarti aliran empedu dari li/er ter2lokir.

'enyakit setelah pemeriksaan A.T6 AST


a. b. c. d. e. f.

'enyakit thyroid@kelen"ar gondok. 'enyakit hati auto immune 3A 15 Wilson disease Alpha-1-antitrypsisn deficiency Celiac disease Muscle disorders (Sherlock, !! "#

G.

Diagn(+i+ 4i''e)en1ia0 ;ang 4ia7ukan be+e)1a a0a+an 1. 1epatitis ! 1!4 menular penggunaan o2at intra/ena ataupun kontak seksual< terutama homoseksual 3Da/ey6 20065. Sesuai in0ormasi yang ada pada kasus maka pasien diperkirakan tertular hepatitis ! melalui kontak seksual. 2. 1epatitis 7 #. 'enyakit akut

1.

A0a+an peng2apu+an DD $enyingkirkan kemungkinan adanya penyakit hati kronis 'ada umumnya6 gam2aran penyakit hati kronis yang tipikal adalah stigmata peri0er seperti eritema palmaris6 kontraktur Depuytren6 spider ne/i6 dan ginekomastia. Tetapi pada kasus6 tidak ditemukan adanya spider ne/i dan ginekomastiaJ sehingga 2isa dipastikan 2ahwa kasus 2ukanlah penyakit hati kronis 3Da/ey6 20065.

. 9.

Diagn(+i+3 1epatitis ! akut 0ase ikterik Pe*ba2a+an "epa1i1i+ B 1. 'er2andingan /irus hepatitis 1epatitis 1. nku2asi A 2<& minggu 2. 'enularan Bekal oral Darah Seksual Sporadik 1epatitis ! 1<6 2ulan 1epatits 7 2 minggu< 6 2ulan Darah Seksual Bekal< 1epatitits 1epatitis D 8 # minggu< #<6 # 2ulan minggu

9arang ter"adi melalui #. Diagnosis darah@seks akut g$ &. Diagnosis 1A4 kronis

'rinatal

Seksual 'erinatal

oral Kontami nasi g$ anti< makanan

g( anti< 1!7 Klinis

1D4 klinis

anti 12sAg Anti< 1!7 total 1!sAg 174 Ag 1D4 Ag

3Depkes6 200-5 'er2edaan 1epatitis ! 4irus 31!45 dengan 1epatitis 7 4irus 31745 Keduanya sama<sama menular se:ara parenteral6 tetapi pada ke2anyakan kasus 1!4 menular penggunaan o2at intra/ena ataupun kontak seksual<terutama homoseksualJ sedangkan untik 174 menular pada ke2anyakan kasus menular dan men"adi penye2a2 utama penyakit hati kronis serta transplanstasi. 9ika dikaitkan dengan skenario6 maka hepatitis ! /irus nampaknya le2ih mungkin diderita pasien karena penelurannya melalui kontak seksual 3Da/ey6 20065. 2. De0inisi 1epatitis ! merupakan /irus D(A6 memiliki 0amili yang hampir sama pada /irus 2inatang yaitu hepadna/irus. 4irus hepatitis ini memiliki protein permukaan yang dikenal se2agai hepatitis ! sur0a:e antigen 312sAg5. 1epatitis ! akut yaitu mani0estasi in0eksi /irus hepatitis ! terhadap indi/idu yang sistem imunologinya matur sehingga 2erakhir dengan hilangnya /irus hepatitis ! dari tu2uh.
#. =rganisasi 4irus 1epatitis !

1!sAg adalah singkatan dari 1epatitis ! sur0a:e Antigen sehingga letaknya 2erada dengan permukaan. Su2stansi ini merupakan sema:am protein@8nKim yang di hasilkan oleh 4irus 1epatitis !6 1!sAg ini yang pertama kali di temukan pada saat /irus mulai mengin0eksi hati6 "adi "ika di dalam darah ada 1!sAg menun"ukan 'ositi0 atau "umlah tertentu itu menun"ukan adanya 4irus 1epatitis ! di dalam hati 3Bung SK6 200&5. 1!eAg adalah singkatan dari 1epatitis ! 8<Antigen merupakan sema:am protein@8nKim yang yang akan mun:ul ketika 4irus 1epatisi ! mereplika diri@mengem2angkan diri6 yang "uga 2erarti in0ekti/itasnya 3kegiatan mengin0eksi5 "uga meningkat. meskipun pada 2e2erapa "enis /irus hepatitis ! yang saat mengem2angkan diri namun tidak di temukan adanya antigen MeN atau tidak terdeteksi 3Bung SK6 200&5. 'ada penderita 1epatitis ! Kronis atau menahun6 2isa di golongkan men"adi 2 yaitu penderita 1epatitis ! dengan 1!eAg positi0 dan 'enderita 1epatitis ! dengan 1!eAg negati/e. Se:ara sederhana 2isa di "elaskan6 apa 2ila 1!sAg 'ositi0 dan 1!eAg "uga positi0 itu 2erarti Di dalam tu2uh 'asien terdapat 4irus 1epatitis ! yang akti0 atau mengem2angkan diri6 yang 2erarti "uga 2isa menular. se2erapa 2esar pengem2angan 4irus terse2ut dapat di lihat dari Angka 1!eAg atau se2erapa 2anyak enKim yang di hasilkan oleh sel yang tein0eksi /irus 1epatitis !. !ila 1!sAg positi0 dan 1!eAg negati0 2erarti 'enderita 1epatitis ! dengan 4irus yang tidak akti0 atau tidak mengem2angkan diri dan "uga tidak menular. (amun demikian6 pasien dengan 1!eAg positi0

"ustru le2ih responsi0 terhadap pengo2atan6 yang artinya kemungkinan sem2uhnya le2ih tinggi di 2anding 'asien 1!eAg negati/e 3Bung SK6 200&5. SG=T dan SG'T adalah pemeriksaan untuk 0ungsi hati dan "antung6 apa 2ila nilainya tinggi di atas nilai normal6 itu 2erarti ada kerusakan dalam hati atau "antung6 untuk itu di 2utuhkan pemeriksaan le2ih lan"ut6 penderita 1epatitis ! "uga salah satu penye2a2 SG=T dan SG'T di atas normal 3Bung SK6 200&5.

41!6 yang merupakan 0amili dari 1epadna/iridae6 adalah /irus D(A sirkuler rantai ganda parsial. 4irus ini hanya melakukan replikasi di sel hati. Struktur 41! terdiri dari selu2ung /irus yang terdapat pada permukaan /irus dan inti /irus. 'rotein pada selu2ung /irus mem2entuk hepatitis ! sur0a:e antigen 31!sAg5 sedangkan pada inti /irus terdapat antigen O:P 31!:Ag5. 'ada nu:leo:apsid terdapat antigen OeP 31!eAg5. 1!:Ag tidak digunakan se2agai indikator dalam klinis karena anti2odi terhadap 1!:Ag tim2ul segera setelah 12:Ag mun:ul yang menye2a2kan konsentrasi 1!:Ag langsung menurun dengan :epat. 1!eAg merupakan indikator adanya akti/itas replikasi /irus dalam sel hati 3.iaw +B6 200)5. 41! diklasi0ikasikan men"adi delapan genotip 3A hingga 15 dengan distri2usi geogra0is yang 2er2eda. Di Asia6 genotip yang dominan adalah genotip ! dan 7. !e2erapa studi menun"ukkan 2ahwa genotip ! 2erhu2ungan dengan ter"adinya serokon/ersi 3hilangnya suatu antigen dan tim2ulnya anti2odi terhadap antigen terse2ut5 1!eAg spontan pada usia yang le2ih muda6 in0eksi hati yang kurang progresi06 dan progresi/itas ke arah sirosis yang le2ih lam2at di2andingkan dengan genotip 7 3.iaw +B6 200)5. 41! ditularkan dari manusia yang terin0eksi ke manusia sehat melalui kontak dengan darah atau :airan tu2uh lainnya 3:ontoh: semen dan :airan /agina5. 'enularan 41! yang umum ter"adi pada negaraG negara 2erkem2ang se:ara perinatal 3dari i2u ke 2ayi yang dilahirkan56 in0eksi pada masa kanakGkanak 3tertular saat kontak langsung dengan orang terdekat yang terin0eksi56 penggunaan "arum suntik yang tidak

steril6 trans0usi darah6 dan kontak seksual. $asa inku2asi 41! 2erkisar antara #0 G 1)0 hari dengan rata G rata ,0 hari 3.iaw +B6 200)5.
Struktur 4irus 1epatitis !

1. 4irus memiliki selu2ung 2. %usak 2ila terpa"an :airan empedu atau detergen #. Tidak terdapat dalam tin"a &. Tempat utama predileksinya adalah di hati 3Sudoyo6 20065. 'artikel /irus untuk 1!4 antara lain: a. &2 nm6 dengan mor0ologi /irion 2ermantel ganda 3permukaan dan inti56 2ulat 2. 2- nm6 dengan mor0ologi inti nukleokapsid :. 22 nm6 dengan mor0ologi s0eris dan 0ilamentosa 3 ssel2a:her6 200*5. &. Tanda dan ge"ala 'er2edaan ge"ala klinis pada hepatitis ! dengan hepatitis 7 a. 1epatitis ! : lemah6 lesu6 sakit otot6 mual6 muntah kadang<kadang tim2ul ge"ala 0lu6 0aringitis6 2atuk6 0oto0o2ia6 kurang na0su makan6 mata dan kulit kunig yang didahului dengan urin 2erwarna gelap6 kadang disertai gatal namun "arang dan ringan 2. 1epatitis 7 : penyakit in0eksi yang terdeteksi pada seseorang selama puluhan tahun6 2iasanya pasien tidak menyadari sedang menderita hepatitis 7 karena tanda dan ge"alanya tidak khusus yaitu demam6 rasa lelah6 muntahm sakit kepala6 sakit perut dan hilangnya selera makan 3Depkes6 200-5. *. Baktor risiko
a. b. c.

migran daridaerah endemik 1!4 =rang<orang yang memakai narko2a dan 2ergantian "arum suntik $elakukan hu2ungan seksual dengan 2anyak orang atau orang yang terin0eksi 'ria homoseksual yang akti0 se:ara seksual 'asien diinstitusi mental 'asien hemodinalisa dan penderita hemo0ilia yang menerima 2ahan dari plasma

d. e. f.

g. h. i.

Kontak serumah dengan pasien pemn2awa 1!4 'eker"a kesehatan terutama yang kontak dengan darah !ayi 2aru lahir dengan i2u yang terin0eksi hepatitis ! 3Depkes6 200-5.

6. 'atomekanisme penularan dan pato0isiologi


VHB rute Intravena, vertical, Sex

39aparies6 20015

;arna urin :oklat gelap atau seperti teh Lat warna normal dalam "umlah 2esar yang dapat menye2a2kan urin 2erwarna :okelat adalah uro2ilin. 'eru2ahan warna urin men"adi :oklat se:ara normal kemungkinan adalah reaksi terhadap makanan atau o2at<o2atan tertentu. Lat warna a2normal: 2iliru2in6 hematin6 por0o2ilin. ndikasi penyakit: hepatitis 3!runner6 20015 -. Base<0ase ikterus kterik dapat ditim2ulkan melalui tiga :ara 3Sherwood6 20115: a. kterik prehepatik6 dise2a2kan oleh peme:ahan 3hemolisis5

2erle2ihan sel darah merah yang menye2a2kan hati mendapat le2ih 2anyak 2iliru2in daripada kemampuan mengekskresikannya. 2. kterik intrahepatik6 ter"adi ketika hati mengalami penyakit dan tidak dapat menangani 2iliru2in 2ahkan dalam "umlah normal. :. kterik posthepatik6 ter"adi ketika saluran empedu tersum2at misalnya oleh 2atu empedu sehingga 2iliru2in tidak dapat dieliminasi di tin"a 3Sherwood6 20115. Stadium ikterik : a. Stadium praikterik 3&<- hari5: sakit kepala6 lemah6 muntahm demam6 nyeri otot6 nyeri perut kanan atas6 urin :oklat 2. Stadium ikterik 3#<6 minggu5: ikterus awalnya disklera kemudian diseluruh tu2uh keluhan 2erkurang tapi pasien masih lemah6 anoreksia6 dan muntah6 hati mem2esar6 nyeri tekan :. Stadium pas:ahepatik3rekon/alesensi5: ikterus mereda6 warna urin dan tin"a kem2ali normal 3Depkes6 200-5. 'enye2a2 ikterus : a. 're<1epatikGdestruksi 12 2erle2ihan 32iasanya aki2at hemolisis56 peningkatan 2iliru2in6 tidak terkon"ugasi dalam darah. 2. 1epatikGhepatitis 2iliru2in. :. 'ost<1epatikGgangguan ekskresi 2iliru2in ke empedu 3kolestasis56 di2edakan men"adi intrahepatik 3o2at<o2atan6 '!76 /irus5 dan 3/irus dan lain<lain5 mengganggu am2ilan

ekstrahepatik 32atu empedu6 kanker6 kelainan pankreas5 3Da/ey6 20065. ). 'emeriksaan penun"ang Tes la2oratorium yang dipakai untuk menegakkan diagnosis adalah: 1. Tes antigen<anti2odi /irus 1epatitis !: a. 12sAg 3antigen permukaan /irus hepatatitis ! 5 $erupakan material permukaan@kulit 41!. 1!sAg mengandung protein yang di2uat oleh sel<sel hati yang terin0esksi 41!. 9ika hasil tes 1!sAg positi06 artinya indi/idu terse2ut terin0eksi 41!6 karier 41!6 menderita hepatatitis ! akut ataupun kronis. 1!sAg 2ernilai positi0 setelah 6 minggu in0eksi 41! dan menghilang dalam # 2ulan. !ila hasil tetap setelah le2ih dari 6 2ulan 2erarti hepatitis telah 2erkem2ang men"adi kronis atau pasien men"adi karier 41!. 12sAg positi0 makapasien dapat menularkan 41!. 2. Anti<1!s 3anti2odi terhadap 1!sAg5 $erupakan anti2odi terhadap 12sAg. Ke2eradaan anti<12sAg menun"ukan adanya anti2odi terhadap 41!. Anti2odi ini mem2erikan perlindungan terhadap penyakit hepatitis ! . 9ika tes anti<12sAg 2ernilai positi0 2erarti seseorang pernah mendapat /aksin 41! ataupun immunoglo2ulin. 1al ini "uga dapat ter"adi pada 2ayi yang mendapat keke2alan dari i2unya. Anti<12sAg posisti0 pada indi/idu yang tidak pernah mendapat imunisasi hepatitis ! menun"ukkan 2ahwa indi/idu terse2ut pernah terin0eksi 41!. :. 12eAg +aitu antigen en/elope 41! yang 2erada di dalam darah. 12eAg 2ernilai positi0 menun"ukkan /irus 41! sedang akti0 2ereplikasi atau mem2elah@memper2ayak diri. Dalam keadaan ini in0eksi terus 2erlan"ut. Apa2ila hasil positi0 dialami hingga 10 minggu maka akan 2erlan"ut men"adi hepatitis ! kronis. ndi/idu yang memiliki 12eAg positi0 dalam keadaan in0eksius atau dapat menularkan penyakitnya 2aik kepada orang lain maupun "aninnya. d. Anti<12e

$erupakan anti2odi terhadap antigen 12eAg yang diproduksi oleh tu2uh. Anti<12eAg yang 2ernilai positi0 2erati 41! dalam keadaan 0ase nonreplikati0. e. 12:Ag 3antigen :ore 41!5 $erupakan antigen :ore 3inti5 41!6 yaitu protein yang di2uat di dalam inti sel hati yang terin0eksi 41!. 12:Ag positi0 menun"ukkan ke2eradaan protein dari inti 41!. 0. Anti<12: 3anti2odi terhadap antigen inti hepatitis !5 $erupakan anti2odi terhadap 12:Ag. Anti2odi ini terdiri dari dua tipe yaitu g$ anti 1!: dan gG anti<1!:. g$ anti 1!: tinggi menun"ukkan in0eksi akut. gG anti<1!: positi0 dengan g$ anti<1!: negati0 menun"ukkan in0eksi kronis pada seseorang atau orang terse2ut pernah terin0eksi 41!. 2. 4iral load 1!4<D(A. Apa2ila positi0 menandakan 2ahwa penyakitnya akti0 dan ter"adi replikasi /irus. $akin tinggi titer 1!4< D(A kemungkinan per2urukan penyakit semakin 2esar. #. Baal hati. SG=T dan SG'T dapat merupakan tanda 2ahwa penyakit hepatitis !<nya akti0 dan memerlukan pengo2atan anti /irus. &. Al0a<0etoprotein 3AB'56 adalah tes untuk mengukur tingkat AB'6 yaitu se2uah protein yang di2uat oleh sel hati yang kanker. *. >SG 3ultrasonogra0i56 untuk mengetahui tim2ulnya kanker hati. 6. 7T 3:omputed tomography5 s:an ataupun $% 3magneti: resonan:e imaging56 untuk mengetahui tim2ulnya kanker hati. -. !iopsi hati dapat dilakukan pada penderita untuk memonitor apakah pasien :alon yang 2aik untuk diterapi anti/irus dan untuk menilai ke2erhasilan terapi. ,. 'enegakan diagnosis

10. 'enatalaksanaan medikamentosa dan non medikamentosa a. 'en:egahan =rang 2erisiko 3misalnya peker"a kesehatan5 harus diimunisasi. Karier /irus yang diketahui harus memahami resikonya 2agi orang lain 2ila terpapar :airan tu2uh dan harus menggunakan kontrasepsi penghalang.
1. 4aksinasi 4aksin di2uat dengan :ara memurnikan 1!sAg yang ada hu2ungannya dengan partike 22 nm dari pem2awa 1!sAg positi0 yang sehat. 'artikel terse2ut di2eri perlakuan dengan Kat yang menye2a2kan /irus tidak akti0 30ormalin6 urea6 panas5. Sum2er imunogen lain yang telah dikem2angkan 3$:$ahon6 200)5 : a5 1!sAg yang dihasilkan dari D(A rekom2inan dalam sel<sel ragi atau galur sel mamalia 2erkelan"utan yang telah dimasuki plasmid 2erisi gen untuk 1!sAg. 'roduk yang di2uat dari ragi adalah /aksin generasi kedua. Di dalam ragi6 1!sAg diekspresikan se2agai partikel dengan :iri mor0ologi antigen permukaan 2e2as di dalam plasma. Bormula /aksin yang memakai !er2eda dengan 1!sAg dari plasma manusia6 antigen yang dihasilkan dari ragi rekom2inan tidak terglikosilasi.

25 :5 a5 25

'olipeptida yang 2erasal dari partikel 22 nm. Suatu rekom2inan antara /irus /aksinia hidup dan gen 1!sAg. =rang yang pernah menderita hepatitis tidak 2oleh lagi men"adi =rang yang tidak mempunyai riwayat hepatitis dengan tes 0ungsi

2. Tindakan pengendalian donor darah hati yang normal sekalipun6 dapat sa"a men"adi pem2awa /irus hepatitis. 1al ini 2isa diantisipasi dengan tes la2oratorium darah donor se:ara keseluruhan serta pemilihan donor yang tepat. :5 Darah atau produk darah hanya 2oleh digunakan apa2ila 2enar< 2enar diperlukan6 karena resiko terkena hepatitis 2ertam2ah se"alan dengan "umlah unit darah yang digunakan. d5 'enggunaan sarung tangan atau pakaian pelindung 2agi petugas la2oratorium 2ila hendak 2erkontak langsung dengan darah atau 2enda< 2enda yang terkontaminasi darah penderita. e5 'em2erian /aksin hepatitis dan 1! G khususnya 2agi i2u hamil yang positi0 menderita 1epatitis ! agar men:egah kemungkinan penularan pada 2ayi yang dikandungnya 3$:$ahon6 200)5.

2. >mum n0eksi 1!4 akut "arang mem2utuhkan perawatan di rumah sakit. Bollow up perlu dilakukan untuk menentukan apakah /irus telah 2erhasil di2erantas. :. Terapi Anti/irus Tidak ada terapi anti/irus yang 2isa mem2antu selama in0eksi akut. ;alaupun lami/udin 2isa mem2antu pada gagal gin"al kronis. =rang immunokompeten dengan in0eksi Q 6 2ulan dan kadar transaminase tinggi merupakan indikasi pem2erian inter0eron. 9adi 2ila dikaitkan dengan kasus6 pasien 2elum perlu di2erikan inter0eron 3Da/ey6 20065. 11. Komplikasi 1epatitis ! a. 1epatitis kronik persisten 2. 1epatitis agresi0@kronik akti0 :. Karsinoma hepatoseluler (Sherlock, !! "#

d. $epatitis fulminant 3nekrosis hati massi05 pada pasien 2iasanya ditemukan tanda dan ge"ala ense0alopati yang dapat 2erkem2ang men"adi koma yang dalam. 1ati akan menge:il dan waktu protrom2in akan meman"ang 3 ssel2a:her6 200*5. 12. 'rognosis Anak<anak le2ih ke:il kemungkinannya daripada orang dewasa untuk mem2ersihkan in0eksi. .e2ih dari ,*D dari orang<orang yang terin0eksi se2agai anak<anak yang le2ih tua atau orang dewasa akan pulih penuh dan mengem2angnkan imunitas perlindungan terhadap /irus. (amun6 ini turun men"adi #0D untuk anak<anak muda6 dan hanya *D dari 2ayi yang 2aru lahir yang memperoleh in0eksi dari i2u mereka pada saat lahir akan mem2ersihkan in0eksi. 'opulasi ini memiliki &0D seumur hidup risiko kematian aki2at karsinoma sirosis 3Sherwood6 20115. 'asien dengan hepatitis 2 akut ,*D akan pulih sempurna. (amun6 2ila ada gam2aran klinis dan memiliki gam2aran komplikasi yang 2erlarut<larut 3asites6 edema peri0er6 dan ge"ala ense0alopati hati5 maka prognosisnya adalah le2ih 2uruk 3 ssel2a:her6 200*5.

BAB III KESIMPULAN

DA TAR PUSTAKA Adams. 1,,*. %iagnosis &isik 'disi 1( )urnside, Mcglynn6 9akarta: 8G7. A%6 8l<Layadi . 2006. $eavy smoking and liver. 1epatology and Gastroenterology6 Ain Shams >ni/ersity and Dire:tor o0 7airo .i/er 7enter. *6 8l<Gergawy St. Dokki6 GiKa6 8gypt. !runnerJ Suddarth. 2001. *epera+atan Medik )edah ,ol# , 'disi -. 9akarta: !uku Kedoketran 8G7. 7orwin6 8.9. 200,. )uku Saku .atofisiologi 'disi /. 9akarta: 8G7. Da/ey. 'atri:k. 2006. At A 0lance Medicine. 9akarta. 8rlangga $edi:al Series. Departemen Kesehatan % . 200-. .harmaceutical Care 1ntuk .enyakit $ati. 9akarta: DepKes % . D"oko6 ;idayat. 2006. *eracunan )ahan *imia, 23at %an Makanan# )uku A4ar 5lmu .enyakit %alam. 9akarta: BK> . Dorlan6 ;. A. 2002. *amus *edokteran %orland. 9akarta: 8G7. ssel2a:her6 Kurt 9. 200*. $arrison6s .rinciples of 5nternal Medicine 17 ed. (ew +ork: $: Graw 1ill. $ardian6 +an. 2011. .emeriksaan &isik. 9akarta: BK> . 'ri:e6 Syl/ia AJ .orraine $ ;ilson. 2006. .atofisiologi *onsep klinis .rosesproses .enyakit ,ol 1 8ilid 7. 9akarta: 8G7. 'utK6 %. 2000. Atlas Anatomi Manusia So3otta 8ilid . 9akarta: 8G7. Sherlo:k S: 2002. $epatitis ) virus and hepatitis delta virus . 5n9 %isease of :iver and )iliary System. !la:kwell 'u2lishing 7ompanyJp.2)*<,6. Sherwood6 .auralee. 2011. &isilologi Manusia9 dari Sel ke Sistem. 9akarta. 8G7. Sudoyo6 Aru. 2006. )uku A4ar 5lmu .enyakit %alam 4ilid 5. 9akarta. BK> .