Anda di halaman 1dari 5

Dewi fitriyani 11.

979

1. Manitol Adalah secara osmotic akan menarik cairan dari jaringan otak kembali ke vaskuler sehingga dapat mengurangi udem serebri dan menurunkan tekanan intrakaranial. Dosis manitol adalah !"g#kg$$! tiap %&' jam dosis maksimal per hari adalah (!"g#kg$$. Diuresis osmotic digunakan untuk mengatasi kelebihan cairan di jaringan )intrasel* otak.Diuretic osmotic yang tetap berada dalam kompartemen intravaskuler efektif dalammengurangi pembengkakan otak. Manitol adalah larutan hiperosmolar yang digunakan untuk terapi meningkatkan osmolalitas serum. Dengan alasan fisiologis ini! +ara kerja Diuretic,smotik )Manitol* ialah meningkatkan osmolalitas plasma dan menarik cairan normal daridalam sel otak yang osmolarnya rendah ke intravaskuler yang osmolar tinggi! untuk menurunkan oedema otak. -ada sistem ginjal bekerja membatasi reabsobsi air terutama padasegmen dimana nefron sangat permeable terhadap air! yaitu tubulus proksimal dan ansa henledesenden. Adanya bahan yang tidak dapat direabsobsi air normal dengan masukkan tekananosmotic yang melawan keseimbangan. Akibatnya! volume urine meningkat bersamaandengan ekskresi manitol. -eningkatan dalam laju aliran urin menurunkan waktu kontak antaracairan dan epitel tubulus sehingga menurunkan reabsobsi .a/. .amun demikian! natriureisyang terjadi kurang berarti dibandingkan dengan diureisi air! yang mungkin menyebabkan 0ipernatremia. 1arena diuretic ,smotik untuk meningkatkan ekskresi air dari pada ekskresinatrium! maka obat ini tidak digunakan untuk mengobati 2etensi .a/. Manitol mempuyai efek meningkatkan ekskresi sodium! air! potassium dan chloride! dan juga elekterolit lainnya +ara kerja manitol Menurunkan 3iskositas darah dengan mengurangi haematokrit! yang penting untuk mengurangi tahanan pada pembuluh darah otak dan meningkatkan aliran darah ke otak! yangdiikuti dengan cepat vasokontriksi dari pembuluh darah arteriola dan menurunkan volumedarah otak. 4fek ini terjadi dengan cepat )menit*.(* Manitol tidak terbukti bekerja menurunkan kandungan air dalam jaringan otak yangmengalami injuri! manitol menurunkan kandungan air pada bagian otak yang yang tidak mengalami injuri! yang mana bisa memberikan ruangan lebih untuk bagian otak yang injuri untuk pembengkakan )membesar*.5* +epatnya pemberian dengan bolus intravena lebih efektif dari pada infuse lambat dalammenurunkan peningkatan tekanan intra cranial.%* 6erlalu sering pemberian manitol dosis tinggi bisa menimbulkan gagal ginjal. inidikarenakan efek osmolalitas yang segera merangsang aktivitas tubulus dalam mensekresiurine dan dapat menurunkan sirkulasi ginjal."* -emberian manitol bersama lasik )7urosemid*

mengalami efek yang sinergis dalammenurunkan -681. 2espon paling baik akan terjadi jika Manitol diberikan 1" menit sebelum9asik diberikan

1. Dia:epam ,bat -enenang! golongan $en:odia:epin! digunakan sebagai ansiolitik agen antipanik! sedatif! relaksan otot rangka! antikonvulsan. $ekerja pada sistem ;A$A! yaitu dengan memperkuat fungsi hambatan neuron ;A$A. 2eseptor $en:odia:epin dalam seluruh sistem saraf pusat! terdapat dengan kerapatan yang tinggi terutama dalam korteks otak frontal dan oksipital! di hipokampus dan dalam otak kecil. -ada reseptor ini! ben:odia:epin akan bekerja sebagai agonis. 6erdapat korelasi tinggi antara aktivitas farmakologi berbagai ben:odia:epin dengan afinitasnya pada tempat ikatan. +ara kerja< Dia:epam merupakan turunan be:odia:epin. 1erja utama dia:epam yaitu potensiasi inhibisi neuron dengan asam gamma&aminobutirat );A$A* sebagai mediator pada sistim syaraf pusat. Dimetabolisme menjadi metabolit aktif yaitu .&desmetildia:epam dan o=a:epam. 1adar puncak dalam darah tercapai setelah 1 > ( jam pemberian oral. ?aktu paruh bervariasi antara ( > " jam sedang waktu paruh desmetildia:epam bervariasi hingga 1 jam! tergantung usia dan fungsi hati. 6erapi tambahan pada spasme otot rangka < ( &1 mg. 5&% kali sehari dalam dosis bagi. -enggunaan bersama obat&obat depresan @usunan @yaraf -usat atau alkohol dapat meningkatkan efek depresan. +imetidin dan ,mepra:ol mengurangi bersihan ben:o& dia:epin. 2ifampisin dapat meningkatkan bersihan ben:odia:epin.

(. Mgso% -ada eklampsi! magnesium yang diberikan secara parenteral adalah obat antikejang yang efektif tanpa menimbulkan depresi susunan saraf pusat baik pada ibu maupun janinnya. ,bat ini dapat diberikan secara intravena melalui infus kontinyu atau intramuskuler dengan injeksi intermitten. Magnesium sulfate tidak diberikan untuk mengobati hipertensi.1!"

Magnesium yang diberikan secara parenteral dikeluarkan hampir seluruhnya melalui eksresi ginjal dan intoksikasi magnesium dapat dihindari dengan memastikan bahwa pengeluaran urin memadai! refleks patella atau biseps ada! dan tidak ada depresi pernapasan. 1ejang eklampsi dapat dicegah apabila kadar magnesium plasma dipertahankan pada %&7 m4A#l. 2efleks patella menghilang apabila kadarnya dalam plasma mencapai 1 m4A#l mungkin akibat efek kurariforme. 6anda ini berfungsi sebagai peringatan adanya ancaman toksisitas magnesium karena peningkatan lebih lanjut akan menyebabkan depresi pernapasan.(!" +ara pemberian Magnesium @ulfat untuk -reeklampsia $erat dan 4klampsia 1. 8nfus intravena kontinu a. $erikan dosis bolus % B+ ' gram Mg@,% yang di encerkan dalam 1 diberikan dalam 1"&( menit. b. Mulai infuse rumatan dengan dosis ( gram #jam dalam 1 ml cairan 83 dan

ml cairan 83

c. Ckur kadar magnesium sulfat pada %&' jam setelahnya dan sesuaikan kecepatan infuse untuk mempertahan kadar antara % dan 7 m4A#l)%!D&D!% mg#dl* d. Magnesium sulfat dihentikan (% jam setelah bayi lahir (. 8njeksi intramuscular intermiten a. $erikan % g magnesium sulfat )Mg@,%.70(, C@-* sebagai larutan ( E secara intravena dengan kecepatan tidak melebihi 1 gram#menit b. 9anjutkan segera dengan 1 gram larutan Magnesium sulfat " E! separuhnya )" g* disuntikkan dalam&dalam di kuadran lateral atas bokong dengan jarum ukuran ( dengan sepanjang 5 inci. Apabila kejang menetap setelah 1" menit! berikan magnesium sulfat sampai ( gram dalam bentuk larutan ( E secara intravena dengan kecepatan tidak melebihi 1 g#mnt. Apabila wanita tersebut bertubuh besar dapat diberikan sampai % g secara perlahan&lahan. c. @etiap % jam sesudahnya berikan " gram larutan magnesium sulfat " E yang disuntikkan dalam&dalam ke kuadran lateral aras bokong bergantian kiri dan kanan! tetapi hanya setelah dipastikan < 1. reflek patella masih baik (. tidak terdapat depresi pernafasan 5. pengeluaran urin selama % jam sebelumnya melebihi 1 d. Magnesium sulfat di hentikan setelah (% jam. 4fektivitas klinis terapi magnesium sulfat ?anita yang mendapat terapi magnesium sulfat mengalami " E kejang berulang dibandingkan dengan mereka yang mendapat dia:epam. -ada perbandingan lain wanita yang mendapat terapi magnesium sulfat lebih kecil kemungkinan memerlukan ml

ventilasi buatan! terjangkit pneumonia dan dirawat di ruang perawatan intensif daripada mereka yang mendapat fenitoin.1!5

5.

$ronkodilator $ronkodilator adalah obat yang mempunyai efek antibronkokonstriksi. 1 $ronkodilator dapat mengembalikan obstruksi jalan nafas pada asma. +ara kerjanya adalah melalui efek langsung obat pada otot polos saluran nafas. $ronkodilator dapat diberikan secara enteral! parenteral! atau inhalasi. ,bat&obat tersebut mempunyai indeks terapeutik yang lebih baik bila diberikan sebagai aerosol daripada parenteral atau enteral. Di klinik aerosol dapat diperoleh melalui nebuli:er )jets atau ultrasonik*! metered dose inhaler (MDI), dan dry powder inhaler (DPI).( Farmakodinamik 4pinefrin adalah obat yang paling sering digunakan untuk pengobatan reaksi anafilaktik akut karena berefek terhadap reseptor dan F adrenergik. .amun! epinefrin merupakan pilihan obat lini kedua untuk asma karena kurang selektif terhadap F( ) mengakibatkan perangsangan kardiak melalui stimulasi F 1*! durasi kerja yang singkat dan efeknya yang prominent terhadap reseptor )mengakibatkan vasokonstriksi*. -emberian subkutan dengan dosis ! 1mg per kg$$ menghasilkan bronkodilator cepat. -emakaian efinefrin harus dibatasi pada penderita tua terutama yang menderita penyakit jantung iskemik karena obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti iskemia miokard! aritmia dan hipertensi sistemik.( 8soproterenol juga merupakan agonis F nonselektif! sehingga mempunyai efek perangsangan terhadap jantung. @ebagai bronkodilator! isoproterenol mempunyai onset of action G ( jam. 6elah diperkenalkan beberapa agonis F( selektif dengan efek bronkodilatasi yang sama dengan F agonis nonselektif. ,bat&obat ini kurang memiliki efek stimulasi jantung dibandingkan isoproterenol. +ontoh obat yang digunakan di klinik antara lain albuterol! terbutalin! fenoterol! bitolterol! metaproterenol! dan isoetarin. Long acting 2 agonist lebih efektif pada pemberian inhalasi. 4fek bronkodilator formoterol dan salmeterol lebih dari 1( jam sehingga cukup diberikan dua kali sehari.1!5

Daftar pustaka. 1. http<##amdfar.wordpress.com# (. Dia:epam! www.rarerosalina.blogspot.com! diakses 17 april ( 15