Anda di halaman 1dari 3

BAB III LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori Radikal bebas dapat berasal dari pembakaran seperti merokok, memasak, maupun pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. Selain itu, paparan sinar ultraviolet yang terus-menerus, pestisida, pencemaran lain di dalam makanan, bahkan karena olahraga yang berlebih juga dapat meningkatkan konsentrasi radikal bebas pada tubuh (7,11). Pada konsentrasi yang rendah, radikal bebas terlibat dalam fungsi fisiologis normal. Akan tetapi, jika di dalam tubuh terjadi peningkatan produksi radikal bebas akibat kondisi patologis dapat menyebabkan stres oksidatif yang mengakibatkan kerusakan struktur sel dan menimbulkan penyakit. Untuk itu diperlukan langkah yang tepat untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas dengan mengurangi paparan atau meningkatkan konsumsi antioksidan eksogen (7,12). Terdapat tiga macam antioksidan yaitu antioksidan endogen dan antioksidan eksogen. Antioksidan endogen berupa enzim antara lain superoksida dismutase, glutation peroksidase, dan katalase. Antioksidan eksogen dapat diperoleh dari bahan makanan, baik yang bersifat sintetik maupun bahan alam. Antioksidan eksogen sintetik dapat berupa obat-obatan maupun senyawa kimia sintetik. Antioksidan eksogen bahan alam seperti tokoferol, vitamin C, betakaroten,

15

16 senyawa fenolik dan flavonoid dapat diperoleh dari mengkonsumsi hewan ataupun tanaman tertentu (7). Secara umum, antioksidan bahan alam bekerja melalui tiga macam mekanisme, yaitu (18): 1. pemutusan rantai propagasi dari radikal bebas, misalnya berperan sebagai donor/akseptor atom hidrogen, sehingga terjadi scavenging atau penangkapan terhadap radikal bebas tersebut, 2. melalui kelasi (chelating) terhadap logam transisi sehingga ion-ion logam diasingkan dan efek prooksidan dari logam dapat dihambat, 3. sebagai quenching pengaruh oksigen singlet. Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol terbesar yang ditemukan di alam. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, biru dan kuning yang ditemukan dalam tumbuhan. Mekanisme antioksidatif flavonoid dengan cara menangkap radikal bebas, menghambat enzim atau dengan pengelatan ion logam yang terlibat dalam produksi radikal bebas (18). Flavonoid bersifat protektif terhadap karsinogenesis, inflamasi, aterosklerosis, trombosis, dan mempunyai aktivitas antioksidatif yang tinggi (22). Penelitian Edyson dkk, 2008 telah disimpulkan bahwa jus daging buah kasturi dapat digunakan untuk meredam radikal bebas pada tikus putih yang mengalami inflamasi. Hal ini didukung oleh penelitian lanjutan Edyson dkk, 2010 yang menyebutkan bahwa pada pemberian jus daging buah kasturi dapat meredam radikal bebas pada pasien yang mengalami inflamasi (10).

17 Dengan demikian, diharapkan diperoleh kadar flavonoid total daging buah kasturi dan diukur aktivitas antioksidatif ekstrak air daging buah kasturi terhadap chelating logam, scavenging hidrogen peroksida, dan scavenging radikal hidroksil secara in vitro. UV pestisida pembakaran bahan bakar mesin dan lain-lain

peningkatan radikal bebas

aktivitas chelating logam

aktivitas scavenging hidrogen peroksida

aktivitas scavenging radikal hidroksil

antioksidan

flavonoid vitamin C Keterangan: : tidak diteliti : diteliti : menangkap

ekstrak air daging buah kasturi

Gambar 3.1. Skema aktivitas antioksidatif ekstrak air daging buah kasturi dalam meredam radikal bebas