Anda di halaman 1dari 1

Pajak Penghasilan (PPh) berdasarkan Undang-undang PPh Tahun 2000 terbagi menjadi dua berdasarkan penghitungannya, yaitu PPh

Final dan PPh Tidak Final. (1) pengertian secara awan tentang PPh Final adalah pajak atas penghasilan yang diperoleh Wajib Pajak, dimana pemotongan pajak tersebut tidak perlu lagi diperhitungkan dalam penghitungan PPh terutang dalam perhitungan PPh yang harus dibayar dalam SPT. contohnya: Bunga Deposito/Tabungan yang dipotong oleh Bank, penghasilan atas bunga tersebut tidak perlu lagi dimasukkan dalam penghitungan pajak terutang dalam SPT. ..... * namun seluruh penghasilan yang telah dipotong PPh Final tersebut harus tetap dilaporkan dalam SPT (kewajiban pelaporan saja) namun penghitungan kembali (memperhitungkan) tidak perlu lagi, dianggap penghitungannya telah selesai (final) Jadi PPh Final tetap dilaporkan dalam SPT (2) Sifatnya tidak dapat dikreditkan karna penghitungannya telah selesai, cukup untuk dilaporkan saja. (3) Income Statement adalah laporan keuangan komersial, seluruh data penghasilan, baik itu penghasilan yang terutang PPh, tidak terutang PPh, ataupun PPh nya telah dipotong Final, harus dilaporkan dalam Income Statement. (Prinsip Akuntansi yang benar) (4) Koreksi Fiskal, terjadi karna adanya perbedaan pengakuan baik penghasilan maupun biaya antara akuntansi komersial (Inc. Statement) dengan pengakuan penghasilan dan biaya menurut UU PPh. Beda tersebut dapat dikategorikan menjadi dua yaitu: a. Beda Tetap yaitu perbedaan karna memang peraturannya berbeda, seperti Penghasilan Bunga Bank, dalam akuntansi dianggap sebagai penghasilan, namun untuk pelaporan pajak karna telah dipotong PPh Final maka penghasilan tsb harus di koreksi (dikeluarkan sebagai unsur penghasilan) koreksi tsb namanya koreksi fiskal. b. Beda Waktu yaitu perbedaan waktu pengakuan antara penghasilan dan biaya, seperti penyusutan. Dalam komersial diakui penyusutan dipercepat berganda, namun dalam pajak hanya diakui penyusutan biasa dan dipercepat, jadi selisih penghitungan tersebut menjadi koreksi fiskal. Mungkin penjelasan ini kurang bisa memuaskan kamu, saran saya kamu lebih baik bertanya langsung saja ke Kantor Pelayanan Pajak ataupun buka wesite resmi pajak di http://www.pajak.go.id atau website diskusi pajak yang sering saya kunjungi di http://www.ortax.org