Anda di halaman 1dari 210

KATA PENGANTAR

Anjak Piutang mungkin belum terlalu dikenal luas di masyarakat kita saat ini,atau mungkin sekalipun pernah didengar,kebanyakan orang berkonotasi negatif terhadap bentuk pembiayaan ini. Melalui makalah ini,kami akan memaparkan secara luas dua bentuk pembiayaan,yakni anjak piutang dan kartu plastik.Pada pembahasan anjak piutang,akan dibahas secara detail mengenai pengertian jenis,manfaat jenis jenis dan istilah,undang penilaian undang,dua produk pokok,jenis perlakuan contoh A&#" dan resiko,perpajakan,hingga dan

akuntansinya.Pada pembahasan kartu kredit,akan dibahas mengenai kartu,mekanisme,manfaat makalah ANJA resiko,hingga %AN perhitungannya. Selesainya P!"#AN$ P'AS#! ( S)*"A+ S,'"S! P)M*!A-AAN adalah berkat bantuan banyak pihak,baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung.Secara khusus kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas bantuan semua pihak tersebut.#ak lupa pula kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan serta nasihat dari dosen kami ( Prof..eith/al &i0ai.#anpa beliau dan bantuan seluruh pihak,tidaklah mungkin kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Akhir kata,kami sebagai penulis ingin mengucapkan ( Selamat Membaca1

Salam dari Penulis DAFTAR ISI


ANJAK PIUTANG
PENDAHULUAN 1.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan 2.Seja a! "a#$% ing &.Anjak Pi'$ang saa$ ini (i In(%nesia ).Anjak Pi'$ang sebagai S%l'si *as!"l%+ ,A, 1 - PENGERTIAN AN.AK PIUTANG 1. Penge $ian 2.,e(a Anjak Pi'$ang (engan T ansaksi Lain A./i'$ang yang be asal (a i $ ansaksi (agang (an yang be asal (a i "asili$as /injaman 0 k e(i$ 1(ib'k$ikan (engan /e janjian k e(i$2. ,.A##%'n$ Re#ei3able Finan#ing (an kegia$aan anjak /i'$ang *.,ank (an Fa#$% ing &.Anjak Pi'$ang (an Is$ila! Is$ila!nya ).4isk%nse/si Anjak Pi'$ang 5.Usa!a Usa!a yang *%#%k mengg'nakan .asa Anjak Pi'$ang ,A, 2 - PERATURAN 6 PERATURAN PE4ERINTAH 7ANG 4ENGATUR KEGIATAN AN.AK PIUTANG 1.Pe a$' an Pe a$' an 4engenai Anjak Pi'$ang 2.P insi/ H'k'm Pe (a$a In(%nesia ,A, & - PR8DUK DAN .ASA AN.AK PIUTANG 1.D'a P%k%k P %('k Anjak Pi'$ang
A.AN.AK PIUTANG N8N9FINAN*ING ,. AN.AK PIUTANG FINAN*ING

,A, ) - .ENIS .ENIS AN.AK PIUTANG Ke$e liba$an Nasaba! (alam Pe janjian Pe janjian Anjak Pi'$ang Lingk'/ Pelayanan Ti/e Tagi!an a$a' Pi'$ang S$ 'k$' 8 ganisasi ,A, 5 - 4ANFAAT DAN PENILAIAN RESIK8 AN.AK PIUTANG 1.4an"aa$ Anjak Pi'$ang A.,agi Klien ,.,agi Fa#$% *.,agi Nasaba! 2.Penilaian Pe 'sa!aan Anjak Pi'$ang : As/ek klien yang (inilai anjak /i'$angnya 5 As/ek Anjak Pi'$ang yang Dinilai Klien ,A, ; -AN.AK PIUTANG DARI SISI KLIEN A.Sya a$ s$a a$ 'n$'k men(a/a$kan Fasili$as Anjak Pi'$ang ,.Pe !i$'ngan /e !i$'ngan (alam T ansaksi Anjak Pi'$ang *.4an"aa$ yang Di(a/a$ (a i Anjak Pi'$ang D.Ak'n$ansi Anjak Pi'$ang (a i Sisi *lien$ E.Pe /ajakan Anjak Pi'$ang (a i Sisi *lien$ ,A, < - AN.AK PIUTANG DARI SISI FA*T8R A.P %s/ek Usa!a Anjak Pi'$ang ,.Risik% Risik% (alam ,isnis Anjak Pi'$ang *.Sya a$ 'n$'k 4em/e %le! I=in Usa!a Pe 'sa!aan Anjak Pi'$ang D.Ak'n$ansi Anjak Pi'$ang (a i Sisi Fa#$% E.Pe /ajakan Anjak Pi'$ang (a i Sisi Fa#$%

,A, > - *8NT8H PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI AN.AK PIUTANG ,A, : - *8NT8H PER.AN.IAN DAN F8R4 AN.AK PIUTANG
1.PER.AN.IAN AN.AK PIUTANG1N8N9RE*8URSE FA*T8RING AGREE4ENT2 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG1*ESSIE2 &.DAFTAR PENA?ARAN ).DAFTAR PENERI4AAN 5.SURAT PERINTAH ,A7AR

,A, 1@ - SISTE4 S7ARIAH DAN AN.AK PIUTANG 1.Pen(a!'l'an Sya ia!-Islam (an Sis$em Ek%n%minya ,A, 11 - TA4,AHAN AN.AK PIUTANG 1.*%n$%! Lembaga Penye(ia .asa Anjak Pi'$ang 1.1.Anjak Pi'$ang Sya ia! 1.2.Anjak Pi'$ang K%n3ensi%nal 2.A $ikel mengenai T en In('s$ i Pembiayaan (i In(%nesia

KARTU PLASTIK
1.Seja a! 4'n#'lnya ,isnis Ka $' 2..enis Ka $' K e(i$ &.Ka $' Debe$ (an Pe kembangannya (i In(%nesia ).Pi!ak /i!ak yang $e kai$ Pengg'naan Ka $' K e(i$ 5.Pe janjian Ka $' K e(i$ ;.4an"aa$ Ka $' K e(i$ <.4ekanisme Ka $' K e(i$ >.Pe !i$'ngan ,'nga Ka $' K e(i$ :.Ka $' K e(i$ Sya ia! 1@.Pe kembangan Ka $' K e(i$ Sya ia! (i In(%nesia 11.*%n$%! F% m Pena+a an Ka $' K e(i$ 12.Rekaman ?a+an#a a Ka $' K e(i$ (an P esen$asi Anjak Pi'$ang1*D2

PENDAHULUAN
1.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan ehadiran anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. Merupakan kenyataan bah2a terjadi proses ta2ar mena2ar antara pembeli dan penjual,maupun antar penjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Salah satu ta2aran yang diberikan adalah kemudahan dalam membayar yang berupa pembayaran berjangka. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan. !ni merupakan usaha pemecahan salah satu masalah kadangkala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain.Ambillah contoh, untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan penjualan kepada pelanggan dengan cara kredit. Namun disisi lain, peningkatan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan, karena menyangkut masalah tagihan dan resiko tidak terbayarnya piutang penjualan. Peningkatan penjualan juga menuntut konsekuensi bah2a perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar, karena modal cara tersebut menyebabkan modal kerja perusahaan yang tertanam dalam piutang dagang. Skema pembiayaan yang dita2arkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadap masalah diatas. Jasa yang dita2arkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya sekedar pembiayaan murni melainkan juga jasa non peembiayaan seperti administrasi penjualan dan penagihan piutang dagang. %alam transaksi anjak piutang, tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. %engan cara ini, kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai biaya tertentu. Namun, biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. +al ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antar penjual dengan

perusahaan anjak piutang, yaitu hubungan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Aspek yang saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang. egiatan Anjak Piutang merupakan salah satu kegiatan dari perusahaan pembiayaan,di mana Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk ( 3.$iro 4.%eposito 5.#abungan 6.Surat Sanggup *ayar7Promissory Note Perusahaan Pembiayaan dan7atau Perusahaan Anjak Piutang dapat menerbitkan Surat Sanggup *ayar hanya sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya,ketentuan tersebut di atas berdasarkan Surat eputusan Presiden No 83 eputusan Menteri #ahun 39::. etentuan di atas dipertegas kembali oleh Surat Pembiayaan yang menyatakan bah2a( 3.Perusahaan Pembiayaan dilarang( a.menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro,deposito,tabungan dan7atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu b.menerbitkan Surat Sanggup *ayar=Promisory Note>,kecuali sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya. c.memberikan jaminan dalam segala bentuknya kepada pihak lain. 4.Surat Sanggup *ayar=Promissory Note> yang dibuat dan dikeluarkan oleh Perusahaan Pembiayaan tidak dapat dialihkan dan 2ajib dicantumkan kata kata ?tidak dapat dialihkan=non negotiable>.

euangan Nomor 66:7 M .;3<74;;; tanggal 4< ,ktober 4;;; tentang Perusahaan

Selain ketentuan tersebut di atas,perusahaan pembiayaan dan7atau perusahaan anjak piutang masih mempunyai batasan batasan terutama dalam hal penerimaan pinjaman dan penyertaan.Adapun ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut ( 3.Pinjaman yang %iterima a.Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri. b.Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi tingginya sebesar 3@=lima belas> kali jumlah modal sendiri=net 2orth> Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan,istilah ini biasanya disebut $earring &atio. c.Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi tingginya sebesar @=lima> kali jumlah modal sendiri=net 2orth> Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. d.Modal sendiri=net 2orth> bagi perusahaan anjak piutang dan7atau perusahaan pembiayaan yang berbentuk hukum ( APerseroan #erbatas,terdiri dari modal disetor ditambah dengan laba ditahan,laba tahun berjalan,cadangan umum yang belum digunakan,agio saham,dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. A operasi,terdiri dari simpanan pokok,simpanan 2ajib,hibah,modal penyertaan,dana cadangan,dana sisa hasil usaha,dikurangi penyertaan dan kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. e.Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima perusahaan anjak piutang dan7atau perusahaan pembiayaan dengan syarat( Aminimum berjangka 2aktu @=lima> tahun Adalam hal terjadi likuidasi,hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada Adituangkan dalam perjanjian tertulis antara perusahaan anjak piutang dan7atau perusahaan pembiayaan dengan pemberi pinjaman. f.Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak banyaknya sebesar @;B=limapuluh perseratus> dari modal disetor.

g.Setiap pinjaman subordinasi yang diterima oleh perusahaan anjak pCiutang dan7atau perusahaan pembiayaan 2ajib dilaporkan kepada menteri selambat lambatnya 3;=sepuluh> hari setelah pinjaman diterima.

4.Penyertaan Perusahaan Pembiayaan a.Perusahaan pembiayaan dan7atau Perusahaan Anjak Piutang hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di sektor keuangan. b.Penyertaan modal pada setiap perusahaan tidak boleh melebihi 4@B=dua puluh lima perseratus> dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan. c.Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan anjak piutang dan7atau perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 6;B=empat puluh perseratus> dari jumlah modal sendiri perusahaan yang bersangkutan. egiatan Perusahaan Pembiayaan berdasarkan eputusan Presiden No 83 #ahun

39:: tanggal 4; %esember 39:: meliputi usaha usaha pembiayaan antara lain( 3.Se2a $una "saha=leasing> adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara ?finane lease maupun ?operating lease untuk digunakan oleh Penye2a $una "saha selama jangka 2aktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. 4.Modal .entura=.enture Dapital> adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam betuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan=in0estee company> untuk jangka 2aktu tertentu. 3.Anjak Piutang(Factoring) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 6.Pembiayaan berkala. onsumen=Donsumer Einance> adalah usaha Pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau

5.Usaha

artu

redit(!redit !ard) adalah usaha pembiayaan untuk membeli

barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit. 8.Perdagangan Surat *erharga =Security Dompany> adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk perdagangan surat berharga. *erdasarkan Surat Perubahan eputusan Menteri =Security Menteri +ouse> eputusan Menteri euangan No 34@87 M ;35739:: tentang lagi dalam ;;739:9 tentang etentuan dan #ata kegiatan 'embaga eputusan

etentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat *erharga dalam euangan No 34@37 M sudah tidak termasuk

Dara Pelaksanaan 'embaga Pembiayaan,kegiatan perdagangan Surat *erharga Pembiayaan.Sedangkan kegiatan Modal .entura berdasarkan Surat euangan No 68:7 M

;3<7399@ tanggal 5 ,ktober 399@,juga tidak

termasuk lagi dalam kegiatan lembaga pembiayaan.Perusahaan Modal .entura berdasarkan peraturan itu adalah berdiri sendiri,bukan salah satu kegiatan lembaga pembiayaan.%an berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat 3 eputusan Prestiden No 83 #ahun 39:: tanggal 4; %esember 39::, egiatan 'embaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh perusahaan pembiayaan,lembaga keuangan bukan bank,dan bank.

2.Seja a! "a#$% ing Sejarah usaha jasa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Eactoring sudah dikenal sejak 4;;; tahun laluApertama kali digunakan di Mesopotamia. Pertama kali,bentuk usaha anjak piutang memang masih sangat sederhana.Pihak factor,biasanya bertindak sebagai agen penjualan yang sekaligus pemberi perlindungan kredit. egiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring. $eneral factoring ini kemudian berkembang di daratan )ropa,tepatnya di !nggris.Perusahaan factor di !nggris pada saat itu sangat membantu para pedagang dari Plymouth=Amerika> untuk mengageni penjualan mereka di daratan )ropa,dan juga membelikan barang barang dagangan dari !nggris yang mereka inginkan untuk diimpor ke Amerika.

&e0olusi industri di akhir abad ke 3: turut mendorong pertumbuhan bisnis jasa general factoring.Mekanisasi alat alat tenun tekstil di !nggris dan tingginya minat beli tekstil di Amerika,telah menyebabkan meningkatnya transaksi ekspor impor.Perkembangan bisnis tersebut,otomatis turut memacu pertumbuhan industri factoring di Amerika,terutama di Ne2 -ork Dity.Perusahaan factoring di Amerika saat itu seperti ketiban re/eki.Mereka mengageni produk tekstil )ropa atas dasar konsinyasi.Mereka juga memberikan kredit,menjamin kredit tersebut,memberikan pembayaran a2al terhadap piutang yang timbul,dan melakukan penagihan untuk kepentingan clientnya,yaitu menjamin kredit,melakukan penagihan,dan penyediaan ana.*entuk bentuk usaha inilah yang kemudian menjadi embrio dari bisnis anjak piutang modern seperti yang dikenal saat ini.Anjak piutang modern ini kemudian terus berkembang tidak hanya di bidang usaha tekstil tetapi juga merambah ke berbagai sector industri,baik untuk transaksi ekspor impor maupun transaksi local. kegiatan anjak piutang mulai dikenal luas ketika perusahaanAperusahaan manufacture di !nggris berusaha menjual produknya ke Amerika. Amerika pada 2aktu itu, sekitar tahun 3::;Aan, merupakan benua baru yang banyak didatangi dari benua eropa terutama inggris. edatangan bangsa di eropa mau tidak mau menba2a konsekuensi bah2a mereka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya, namun pada a2alnya mereka tidak bisa banyak melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia, capital dan peralatan. eadaan ini memaksa mereka mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal, yaitu !nggris. etika perusahaanAperusahaan di !nggris ingin memasarkan atau menjual produknya ke orangAorang Amerika, timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal. &esiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan saja karena mereka tidak saling mengenal tetapi juga karena jarak yang sangat jauh. ondisi ini mendorong perusahaanAperusahaan di !nggris untuk menemukan solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai. PerusahaanAperusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual di !nggris dengan pembeli di Amerika, perusahaanA perusahaan ini selanjutnya mulai dikenal sebagai factor atau agen. Jasa yang

dita2arkan oleh factor pada 2aktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan pengalihan piutang saja. "saha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan teFtile !nggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeliApembeli di Amerika dan juga berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan piutang. Maka perusahaan teFtile di !nggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan in0estigasi kredit kepada pembeli di Amerika. #ugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit =credit 2orthiness> dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan teFtile secara kredit. 'ama kelamaan, factor tidak hanya memberikan jasa in0estigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli fakturAfaktur penjualan teFtile dari perusahaan teFtile. Eactor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo. %alam perkembangannya, kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya, tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang. "saha mulai berkembang mulai dari Amerika "tara, kemudian berkembang kebagian Amerika yang lain, lalu berkembang di )ropa dan kemudian keseluruh dunia. *idang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula teFtile kebidangAbidang lain termasuk jasa. *isnis anjak piutang modern ini akhirnya berkembang ke )ropa,terutama setelah berdirinya 5=tiga> grup anjak piutang internasional,yaitu( 3.+eller ,0erseas Dorporation=+eller $roup>,dalam grup factoring ini +eller berperan sebagai induk perusahaan dari mayoritas anggotanya dan bermarkas di Dhicago. 4.!nternational Eactors $roup =!E$>, di mana setiap grup ini tidak dikenal adanya induk perusahaan,setiap anggota bebas satu sama lain tanpa adanya kaitan permodalan.$rup ini hanya menerima satu anggota dari setip Negara,bermarkas di *russel.

5.Eactors Dhain !nternational,di mana grup ini hampir sama dengan sistem !E$,yakni tanpa kaitan permodalan antara sesama anggotanya.Namun grup ini dapat menerima lebih dari satu anggota dari setiap Negara,bermarkas di Amsterdam. etiga grup factoring ini telah memiliki anggota yang tersebar di seluruh dunia,yaitu di negara negara seperti )ropa *arat,Amerika "tara,Jepang, orea Selatan,Australia,Selandia *aru,Afrika Selatan,AseanAtermasuk !ndonesia,+ong ong,dan berbagai Negara lainnya. &.Anjak Pi'$ang saa$ ini (i In(%nesia Sedangkan untuk ka2asan Asia #enggara,anjak piutang pertama kali diperkenalkan di Singapura pada pertengahan tahun <;Aan.Sejak saat itu,transaksi anjak piutang di Singapura mengalami perkembangan yang sangat pesat baik ditinjau dari jumlah perusahaan maupun turno0er transaksinya.Sedangkan di Malaysia,kegiatan anjak piutang dimulai pada tahun 39:: dengan dikeluarkannya eputusan Presiden No 83 tahun 39::.Secara formal,pada a2alnya perkembangan usaha anjak piutang di !ndonesia belum begitu popular.Namun,kegiatan anjak piutang di !ndonesia secara informal sebenarnya sudah ada sebelum dikeluarkannya eputusan Presiden Nomor 83 #ahun 39::,yaitu kegiatan DheGue %iscounted atau DheGue yang didiskontokan yang sering dilakukan oleh para pedagang di pasar pasar. egiatan ini sudah berjalan secara informal di tengah masyarakat dan sudah baku di antara para pedagang di pasar pasar.*iasanya para pedagang menukar Dek Mundur kepada penyedia dana,dan langsung dipotong dalam jumlah7persentase tertentu sesuai dengan jangka 2aktunya.Apabila cek itu tidak ada dananya,maka penjual cek harus mengganti dengan uang tunai kepada penyedia dana. eputusan Presiden No 83 #ahun39:: tentang 'embaga Pembiayaan merupakan usaha pemerintah untuk memformalkan kegiatan anjak piutang yang sudah ada di masyarakat,dan menjadikan usaha anjak piutang menjadi suatu bagian dari 'embaga Pembiayyaan,yang juga dapat dilakukan oleh *ank dan 'embaga euangan *ukan *ank.

egiatan anjak piutang di !ndonesia berkembang baik sejak adanya eputusan Presiden No. 83 dan eputusan Meteri euangan No.34@37 M .35739:: tanggal 4; desember 39::. peraturan ini terutama untuk memberikan alternatif pembiayaan usaha dari berbagai jenis lembaga keuangan, termasuk perusahaan anjak piutang. Pembiayaan usaha diberikan keleluasaan untuk mengembangkan usaha dengan modal yang hanya tidak bersumber dari lembaga keuangan saja. Jasa anjak piutang dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan sebagai salah satu kegiatan usahanya, dan dibeikan oleh suatu bank, dan dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang secara khusus memberikan jasa anjak piutang. ).Anjak Pi'$ang sebagai S%l'si *as!"l%+ Perkembangan lalu lintas perdagangan domestik dan antarnegara untuk barang dan jasa di !ndonesia pada dasarnya selalu meningkat baik dari segi jumlah maupun bentuknya.Peningkatan lalu lintas perdagangan tersebut memberikan pengaruh positif kepada berbagai kegiatan di sector industri dan jasa,yang pada akhirnya akan mempengaruhi keghidupan masyarakat.Seiring dengan perkembangan dunia usaha dan meningkatnya taraf hidup masyarakat,pola masyarakat dalam membelanjakan uang juga terpengaruh.%i sisi lain,perkembangan bisnis yang semakin modern menimbulkan persaingan sengit antarpelaku bisnis,baik pelaku bisnis besar dengan yang kecil,yang kuat dengan yang lemah,yang lokal dengan yang internasional,dan sebagainya.Para pelaku bisnis dituntut untuk menjual barang dan jasa dengan kualitas tinggi,pelayanan yang baik,kemasan dan pengiriman yang tepat 2aktu.Namun,pembeli menginginkan pembayaran yang menarik,murah dan berjangka 2aktu. Merupakan suatu kenyataan bah2a pasti terjadi tarik menarik antara penjual dan pembeli ataupun antara penjual dan penjual untuk bisa menjual produk berupa barang dan jasa kepada konsumen.Segala cara akan ditempuh untuk dapat menjual.Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan memberika fasilitas pembayaran secara berjangka kepada pembeli.+al ini merupakan salah satu akibat

dari pergeseran pola sellers market=pasar penjual> kepada buyers market=pasar pembeli>.!ni tidak dapat dihindari oleh para pelaku bisnis. Pembayaran secara berjangka yang diberikan penjual kepada pembeli sudah pasti akan mengganggu cashflo2 perusahaan,sebab penjual yang menanggung resiko.%i sisi lain,hal seperti ini mengutungkan pembeli.*agi penjual ini merupakan dilema karena apabila penjual tidak menerima pembayaran berjangka,kesempatan tersebut akan diambil oleh penjual lain. "ntuk menjembatani pembayaran berjangka yang dilakukan oleh penjual,jasa anjak pitang dapat enjadi alternati0e bagi penjual untuk secepatnya mendapatkan uang tunai atau mendapatkan sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash =:;B dari nilai in0oice> yang dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit. %alam transaksi anjak piutang,tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak dengan piutang anjak sehingga piutang penjual dapat tidak perlu alternatif menagihnya.Pembiayaan dijadikan

pembiayaan baru selain kredit bank ataupun kredit dari supplier.%engan cara ini,cashflo2 yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan produksi 2alaupun penjual harus membayar biaya dana.Namun,biaya dana yang dikenakan oleh perusahaan anjak piutang dapat dikompensasikan dengan sales discount yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. +al yang disebut di atas merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakuakan antara penjual dan perusahaan anjak piutang,yaitu hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.Aspek yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak inilah yang akan dijadikan pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang karena permasalahan cash flo2 yang diakibatkan kebijaksanaan penjualan berjangka dapat diatasi dengan baik dan produksi barang dan jasa menjadi lancar. *agi usaha kecil dan menengah,yang selalu dirundung masalah permodalan bagi pengembangan usaha,alternati0e pembiayaan melalui anjak piutang dapat dijadikan sumber pendanaan jangka pendek perusahaan.#anpa adanya pembiayaan

ini,modal kerja yang harus disediakan dan tertanam dalam usaha menjadi sangat besar.!nilah yang biasanya menjadi kendala dan momok bagi industri kecil dan menengah. Selain itu,usaha anjak piutang diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan di bidang credit management,sehingga dunia nasabah=nasabah perusahaan anjak piutang> dapat lebih berkonsentrasi pada usah peningkatan produksi dan peningkatan penjualan barang dan jasa.#enaga kerja dapat dihemat karena departemen atau bagian administrasi penjualan dapat dialihkan ke perusahaan anjak piutang.+al ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang mempunyai perangkat lunak untuk sistem tersebut. +al lain yang tidak kalah pentingnya,mengenai manfaat pembiayaan anjak piutang bagi industri kecil dan menengah yang mempunyai produk untuk diekspor,adalah bah2a fasilitas anjak piutang yang diterima dapat dijadikan pengganti letter of credit.+al ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang dapat melakukan kegiatan international factoring bekerja sama dengan perusahaan anjak piutang yang ada di luar negeri. egiatan ini sangat memudahkan perusahaan kecil dan menengah mengekspor barang karena perusahaan anjak piutang dapat membantu menyelesaikan dokumen ekspor yang dibutuhkan,dan pembayaran sudah pasti terjamin baik dalam jumlah maupun 2aktunya. iranya itulah yang dapat kami gambarkan secara ringkas mengenai anjak piutang.%alam bab bab berikut ini,akan dibahas anjak piutang secara lebih mendalam,baik definisi dan istilah,peraturan,jenis,mekanisme,manfaat,perpajakan, hingga perlakuan akuntansinya.

,A, 1 - PENGERTIAN AN.AK PIUTANG

1. Penge $ian Eactoring dalam bahasa !ndonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut eputusan Menteri euangan Nomor 34@37 M .;35739:: tanggal 4; %esember 39::,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. %efinisi diatas menjelaskan bah2a jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien. eputusan Menteri euangan tersebut diperbaharui dengan S bah2a Menteri egiatan euangan Nomor 66:7 M .;3<74;;; yang menyatakan

pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan atau pengurusan piutang atau penagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pernyataan ini dipertegas oleh S Menteri euangan Nomor 3<47

M .;874;;4 yang menyatakan bah2a kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pengalihan dan pembelian serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi( a. Perusahaan jasa anjak piutang =factor>. Eactor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang. b. lien =client>. lien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah. c. Nasabah =customer>. Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien dan mempunyai ke2ajiban berupa utang jangka pendek kepada klien. Anjak piutang merupakan perjanjian antar factor dan klien me2ajibkan ( 3.Pihak factor untuk memberikan jasa berupa( a.Pembiayan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien. b.Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang dan administrasi penjualan. 4.Pihak klien untuk( a.Menjual atau menjaminkan piutangmya kepada pihak factor. b.Memberikan balas jasa financial kepada factor.

*erkaitan dengan definisi anjak piutang tersebut, dalam kegiatan anjak piutang yang dilakukan di indonesia terdapat beberapa hal penting yang perlu digarisba2ahi, yakni( 3. #ransaksi anjak piutang dapat dibedakan menjadi 4 =dua> jenis, anjak piutang dengan pembiayaan ="inancing acti#ity>, yaitu dalam bentuk pembelian dan pengalihan piutang dan,anjak piutang non H pembiayaan =non $ "inancing acti#ity> yaitu dalam bentuk pengurusan piutang atau tagihan.

4. #ransaksi anjak piutang dapat dilakukan untuk transaksi perdagangan domestik =anjak piutang domestik> dan transaksi perdagangan antar negara atau ekspor7impor =anjak piutang international> 5. ,bjek pembiayaan anajak piutang adalah piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 6. Pembiayaan anjak piutang hanya dapat dilakukan kepada perusahaan, bukan kepada indi0idual atau orang H perorangan. egiatan anjak piutang pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihan kepada nasabahnya atau costumer H nya. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah pemberian kredit itu diberikan oleh supplier kepada pembeli, hanya saja proses penagihannya dilimpahkan kepada "actor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian anjak piutang. 2.,e(a Anjak Pi'$ang (engan T ansaksi Lain #ransaksi anjak berbeda dengan transaksi kredit bank. Adapun hal H hal yang membedakan anjak piutang dengan kredit bank dapat dikemukakan sebagai berikut( 3. redit bank hampir selalu dikaitkan jaminan 7 agunan, sedangkan dalam transaksi anjak piutang jaminan 7 agunan bukan merupakan hal yang mutlak, kadangkala hanya sebagai jaminan tambahan. 4. redit bank memberikan tambahan akti0a dalam bentuk kas, sedangkan anjak piutang tidak memberikan tambahan pada kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan piutang yang belum jatuh tempo. 5. 6. redit bank biasanya dalam jumlah dan syarat pelunasan yang tetap, sedangkan anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai. redit bank melibatkan praktek H praktek umum perkreditan termasuk mengenai jaminan 7 agunan, sedangkan piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang. @. redit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana masyarakat yang kemudian dialihkan menjadi akti0a produktif, sejak anjak

piutang berkaitan dengan pengalihan akti0a produktif, yaitu dari tagihan menjadi kas. 8. *ank menjadikan debitur sebagai nasabah, sedangkan anjak piutang menjadi client sebagai rekanan 7 mitra =partner>, terutama dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjual client. "ntuk lebih memperjelas pengertian anjak piutang seperti telah disebut di atas, Ga$%$ ?a (%y% dalh makalahnya *eberapa aspek mengenai Factoring =Anjak Piutang> mengemukakan bah2a anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya, pada dasarnya merupakan kegiataan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan. Namun pengertian piutang dalam transaksi ini harus diketahui dahulu secara secara pasti agar tidak menimbulkan salah pengertian dalam segi pembahasan masalah yuridis. Secara umum, piutang dapat dibedakan menjadi 4 =dua> jenis, yaitu piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman 7 kredit =dibuktikan dengan perjanjian kredit>. *ila kedua jenis piutang tersebut diperbandingkan, maka akan terlihat unsur H unsur sebagai berikut( 3. Pi'$ang Dagang mem/'nyai #i i 6 #i i be ik'$( a. Jangka, sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. b. "mumnya berasal dari transaksi jual beli barang atau jasa. c. Jaminan kebendaan kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan pada masalah pemeliharaan hubungan dagang. alaupun ada jaminan, jumlahnya relatifnya kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya, yaitu berupa uang panjar atau uang muka. 4. Pi'$ang (alam /e k e(i$anA mem/'nyai #i i 6 #i i sebagai be ik'$( a. Jangka 2aktu yang lebih lama, karena adanya kemungkinan untuk dapat diperpanjang. b. *erasal dari suatu perjanjian kredit. c. Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil 7 kebendaan dan pasti.

d. %alam hubungan yang lebih formal antarapihak, misalnya ada jaminan yang diikat secara yuridis disertai pemberian hak prefensi kepada kreditur. egiatan anjak piutang dapat dikatakan produk pembiayaan yang masih terbilang baru di !ndonesia, meskipun selama ini kita telah mengenal jenis pembiayaan yang menyerupai akti0itas anjak piutang, yaitu kegiatan Account %ecei#able Financing (!he&ue 'iscounted). egiatan anjak piutang bukanlah kegiatan untuk menggantikan kegiatan kegiatan Account %ecei#able Financing, melainkan penyempurnaan dan melengkapi serta menambah alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan meningkatkan kemampuan perputaran dana =cash "lo(>. Adapun perbedaan yang mencolok antara Account %ecei#able Financing dan kegiataan anjak piutang adalah sebagai berikut( 3. ontrol %alam transaksi Account %ecei#able Financing, factor tidak dapat mengetahui !he&ue 7 *ilyet giro yang diserahkan client kepada "actor, sehingga "actor tidak mengetahui siapa saja pelanggan client, kualitas che&ue 7 *ilyet $iro serta "actor tidak mengetahui dengan pasti transaksi yang dilakukan antara client dan customer. Sedangkan dalam transaksi anjak piutang, "actor dapat mengikuti transaksi jual beli antara client dan customer melalui faktur dan surat jalan yang diserahkan kepada "actor. %i samping, "actor juga mengetahui karakter H karakter customer, sehingga mudah melakukan kontrol terhadap akti0itas pembiayaan anjak piutang yang diberikan serta dapat pula memberikan informasi kepada client apabila ada customer yang nakal. 4. Plafond redit %alam transaksi anjak piutang biasanya "actor dapat memberikan fasilitas pembiayaan sampai 3;;B dari nilai faktur, sedangkan dalam Account %ecei#able Financing sudah pasti lebih rendah. #ingginya plafon yang diberikan

"actor kepada client, sudah barang tentu akan memberikan tambahan modal kerja yang lebih baik. 5. Administrasi Pada transaksi Account %ecei#able Financing, akti0itas administrasi yang dilakukan terbatas pada akti0itas pencairan plafond dan penyimpanan Post 'ated !he&ue, sedangkan dalam transaksi anjak piutang juga melakukan pencatatan seluruh hasil penjualan kredit client yang dianjakpiutangkan, memberikan laporan H laporan yang berhubungan dengan piutang yang dialihkan ke "actor dan juga dapat melakukan penagihan kepada customer. 6. Pengikatan Pengikatan dalam transaksi Account %ecei#able Financing biasanya melakukan pengikatan pokok berupa perjanjian kredit dan pengakuan utang serta ditambah dengan pengikatan cessie piutang dan jaminan yang dapat dibuat secara notaris ataupun ba2ah tangan, sedangkan pengikatan anjak piutang berdasarkan perjanjian anjak piutang ditambah pengikatan jaminan dari client. Pengikatan anjak piutang lebih sederhanaa dibandingkan dengan Account %ecei#able Financing dan apabila dibuat secara notaris biaya lebih murah. @. Akti0itas egiatan anjak piutang lebih luas dibandingkan dengan Account %ecei#able Financing, hal ini dimungkinkan karena anjak piutang dapat dijadikan alternati0e pengganti )etter *" !redit untuk transaksi ekspor dan impor satu negara dan negara lainnya. *erdasarkan uraian perbedaan antara Account %ecei#able Financing dan anjak piutang, maka transaksi anjak piutang lebih baik dibandingkan dengan Account %ecei#able Financing. Selain itu ,'embaga Eactoring juga memiliki perbedaan dengan *ank,yakni ( Pe be(aan an$a a ,ank (an Fa#$% ing Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat ( transaksi bank utang piutang Eactoring penjualan barang secara

proses Akti0a pasi0a Analisis kredit Agunan #ingkat resiko

utang ke akti0a produktif akti0a produktif beralih ke kas memakan 2aktu as dan utang bertambah 3 pihak aja =nasabah> Iajib #inggi =resiko nasabah> lebih cepat Piutang berubah kas 4 pihak=supplier dan pembeli> #idak mutlak 'ebih tinggi=resiko klien dan nasabah> Ser0ice dan discount charge Pembiayaan dan non pembiayaan Supplier7factor

*iaya *unga dan pro0isi *antuan jasa Pembiayaan Penanggung resiko *ank

&.Anjak Pi'$ang (an Is$ila! Is$ila!nya %alam kegiatan anjak piutang, yang dimaksud dengan piutang 7 tagihan adalah piutang yang dari transaksi dagang, hal ini seperti yang dikemukakan dalam pasal 3 ayat : keputusan Presiden No. 83739:: dan pasal 8 eputusan Menteri euangan No.34@37 M .;35739:: yang kemudian dipertegas dengan ketentuan dalam pasal 3 angka 3 Surat putusan Menteri euangan Nomor 3<57 M .;874;;4. *erikut ini akan kami kemukakan istilah H istilah umum yang sering digunakan dalam transaksi anjak piutang yang dilakukan di !ndonesia, yaitu( 3. Piutang adalah ke2ajiban pembayaran customer kepada client atas barang yang telah dibeli dan7atau jasa yang telah diberikan oleh client kepada customer. 4. ontrak adalah perjanjian anjak piutang 7 "actoring agreement yang dilakukan oleh dan antara "actor dan client. 5. Nilai pembayaran adalah besarnya nilai pembiayaan yang diberikan oleh "actor atas faktur 7 tagihan yang dita2arkan oleh client kepada "actor = biasanya dalam presentase, misal :;B >. 6. &etention 7 contigencie reser0e adalah bagian dari faktur 7 tagihan yang dita2arkan oleh client kepada "actor yang tidak dibiayai oleh "actor, sebagai contoh maksimum pembiayaan yang diberikan adalah :;B dari nilai faktur, maka retention H nya adalah sebesar 4;B. %etention akan dikembalikan kepada client setelah tagihan kepada customer diterima efektif oleh "actor.

"ntuk selanjutnya istilah H istilah anjak piutang ini akan kami gunakan terus dalam buku yang membahas anjak piutang ini.

).4isk%nse/si Anjak Pi'$ang Pelaksanaan kegiatan anjak piutang dalam kenyataan sehari H harinya masih sangat sulit dilakukan, sebagaimana dikemukakan oleh IN? ?isn'g'/$a dalam makalahnya yang berjudul Factoring+ !omplementary ,asa Perbankan +al ini disebabkan masih adanya miskonsepsi atau kekeliruan dalam memandang anjak piutang. Adapun miskonsepsi yang dimaksud adalah( 3. Miskonsepsi mengenai biaya Factoring %alam praktek di lapangan pembebanan biaya "actoring sering kali dianggap terlalu mahal oleh masyarakat. Padahal mahal atau murahnya biaya "actoring tergantung dari jasa H jasa yang diberikan "actor kepada client. %engan adanya miskonsepsi ini, "actoring hanya diperlukan sebagai jalan keluar yang terakhir apabila jenis H jenis pembiayaan lainnya tidak memungkinkan = the last resort o" borro(ing >. 4. Miskonsepsi redit Macet Miskonsepsi mengenai kesan bah2a "actor adalah perusahaan yang menangani kredit macet. Factoring bukanlah juru selamat kredit macet, "actor bukanlah bad debt collector atau juru tagih. Factor justru bertindak sangat selektif dalam melakukan transaksi "actoring. Eactor hanya akan melakukan transaksi nonrecourse "actoring, apabila kemungkinan terjadinya risiko bad debt sangat kecil. Saat ini mayoritas transaksi "actoring masih atas dasar recourse "actoring, di mana "actor tidak bersedia mengambil alih risiko bad debt. 5.Usa!a Usa!a yang *%#%k mengg'nakan .asa Anjak Pi'$ang Masih menurut IN? ?isn'g'/$a, bah2a transaksi anjak piutang sangat rele0an dan cocok bagi perusahaan yang mempunyai kondisi sebagai berikut(

3. Perusahaan yang akan memperluas penjualannya dengan memasuki pasar baru = belum dikenal>. Factor dapat berperan sebagai pusat informasi dan biasanya "actor memiliki pengalaman yang cukup dalam pasar tersebut. %alam -.port Factoring, perusahaan import "actor di negara tujuan akan mengambil alih peran dimaksud. 4. Perusahaan yang baru berkembang dengan pesat, di mana umumnya credit department dalam perusahaan kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. %engan adanya transaksi anjak piutang, client dapat merencanakan ekspansinya dengan lebih leluasa, fungsi credit department diambil alih oleh "actor. 5. *iaya untuk membentuk credit department bagi perusahaan menengah ke ba2ah mungkin dirasa terlalu mahal. Perusahaan yang termasuk dalam golongan ini lebih menyukai menyerahkan fungsi credit departmernt kepada "actor. 6. Anjak Piutang adalah transaksi sel" $ li&uidating, tanpa pengaturan pembayaran tertentu. *egitu customer membayar, maka otomatis posisi baki berkurang, kelonggaran menarik pun bertambah. ebanyakan perusahaan lebih menyukai mekanisme ini = open account basis > karena memang lebih fleksibel daripada transaksi dengan "i.ed payment tertentu yang dirasakan mengikat. @. Anjak piutang juga cocok bagi perusahaan yang memerlukan sumber pembiayaan siap pakai se2aktu H 2aktu diperlukan = stand ny "acility > untuk kondisi yang khusus, seperti pemanfaatan pembeliaan barang dalam jumlah besar dengan discount menarik. %engan memperoleh Ad#anced payment+ client dapat memanfaatkan discount dimaksud. *erdasarkan uraian di atas, kiranya anajak piutang dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan, sebagai pengganti kredit perbankan, terutama bagi industri kecil dan menengah yang saat ini banyak banyak mengalami kendala, lebih H lebih di saat krisis moneter tengah melanda indonesia. %engan demikian, anjak piutang diharapkan dapat membantu proses modernisasi perekonomian bangsa.

,A, 2 - PERATURAN 6 PERATURAN PE4ERINTAH 7ANG 4ENGATUR KEGIATAN AN.AK PIUTANG


1.Pe a$' an Pe a$' an 4engenai Anjak Pi'$ang %i !ndonesia, kegiatan anjak piutang atau "actoring sejauh ini belum diatur secara khusus dengan undang H undang seperti halnya perbankan, asuransi, ataupun dana pensiun. eberadaan industri anjak piutang sebagai bagian dari akti0itas diatur dengan Surat eputusan Presiden, lembaga pembiayaan saat ini hanya

eputusan Menteri, dan Surat )dran %irektorat Jendral. Adapun peraturan H peraturan yang dimaksud dapat kami kemukakan sebagai berikut( A. eputusan Presiden &epublik !ndonesia Nomor 83 #ahun 39:: #anggal 4; %esember 39:: tentang 'embaga Pembiayaan. eputusan Presiden No. 83 tahun 39:: dikenal dengan paket deregulasi %esember 39::, yang memperkenalkan !ndustri /ulti Finance di !ndonesia, di mana pada 2aktu itu jasa pembiayaan yang baru dikenal oleh masyarakat adalah )easing = Se2a $una "saha> saja. %engan dikeluarkannya ketentuan ini, maka usaha pembiayaan tidak hanya berupa kegiatan leasing saja melainkan bertambah menjadi( 3. Factoring =Anjak Piutang> 4. )easing =Se2a $una "saha> 5. !onsumer Finance =Pembiayaan onsumen> 6. !redit !ard = artu redit> @. 0enture !apital =Modal .entura>

8. 1ecurity 2ouse =Perdagangan Surat *erharga> eputusan Presiden ini memberikan kemudahan kepada perusahaan leasing untuk meningkatkan statusnya menjadi perusahaan multi "inance =perusahaan pembiayaan> dan7 atau kemudahan mendirikan perusahaan baru yang bergerak di lembaga pembiayaan serta merupakan pembaruan dari eputusan Presiden &epublik !ndonesia No. 59 tanggal 48 ,ktober 39:: tentang 'embaga Pembiayaan, di mana dalam keputusan tersebut menerangkan bah2a akti0itas pembiayaan terdiri dari( 3. leasing =Se2a $una "saha> 4. Factoring =Anjak Piutang> 5. !onsumer Finance =Pembiayaan onsumen> 6. !redit !ard = artu redit> @. 0enture !apital =Modal .entura> 8. &eksa Modal <. 1ecurity 2ouse =Perdagangan Surat *erharga> Perbedaaan yang mencolok antara kedua keputusan Presiden ini adalah dikeluarkannya kegiatan &eksa Modal dari kegiatan Perusahaan Pembiayaan dan batas kepemilikan saham oleh badan usaha asing. *. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor

34@37 M .;35739:: tanggal 4; %esember 39:: tentang #ata Dara Pelaksanaan 'embaga Pembiayaan.

etentuan dan

Adapun pokok H pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini, adalah sebagai berikut( 3. %efinisi Pembiayaan Anjak Piutang egiatan anjak piutang dapat dilakukan dalam bentuk( 3> Pembelian atau pengalihan piutang 7 tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 4> Penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.

4. Pembatasan a. 'embaga pembiayaan dapat dilakukan oleh bank, lembaga keuangan bukan bank dan perusahaan pembiayaan. b. Perusahaan pembiayaan harus berbentuk perseroan terbatas dan7atau koperasi, di mana saham perusahaan pembiayaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat dimiliki oleh Iarga Negara !ndonesia dan atau *adan +ukum !ndonesia atau *adan "saha Asing dan Iarga Negara !ndonesia atau *adan +ukum !ndonesia =usaha patungan> D. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor

34@87 M .;;;739:9 tanggal : No0ember 39:9 tentang Perubahan etentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat *erharga dalam eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia No. 34@37 M .;35739:: #anggal 4; %esember 39:: tentang 'embaga Pembiayaan. %. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor 68:7 M .;3<7399@ #anggal ;5 ,ktober 399@ tentang Perubahan eputusan Menteri euangan Nomor 34@37 M .;35739:: #anggal 4; %esember 39:: tentang ketentuan dan #ata Dara Pelaksanaan 'embaga Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan keputusan Menteri euangan No.34@87 M .;;739:9 #anggal 3: No0ember 39:9. Adapun pokok H pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini, antara lain adalah( 3. Mengubah modal disetor atau simpanan pokok dan 2ajib perusahaan pembiayaan yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha, ketentuan ini berlaku bagi perusahaan baru maupun yang sudah mendapatkan i/in usaha, menjadi sebagai berikut( a. Perusahaan S2asta Nasional &p 3;.;;;.;;;.;;;,A b. Perusahaan Patungan &p 4@.;;;.;;;.;;;,A c. operasi &p @.;;;.;;;.;;;,A etentuan dan #ata Dara Pelaksanaan

*agi pemegang saham yang berbadan hukum, jumlah penyertaan modal pada perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi modal sendiri setelah dikurangi dengan penyertaan yang telah dilakukan. Selain itu, perusahaan pembiayaan 2ajib menyesuaikan ke2ajiban permodalannya selambat H lambatnya 5 =tiga> tahun sejak peraturan ini diberlakukan. ). eputusan bersama Menteri euangan &epublik !ndonesia dan $ubernur *ank !ndonesia Nomor 8;<7 M .;3<739@@ J Nomor 4:797 )P7$*! #anggal 39 %esember 399@ tentang Pelaksanaan Penga2asan Perusahaan Pembiayaan ,leh *ank !ndonesia. Surat keputusan bersama ini bertujuan untuk melibatkan *ank !ndonesia untuk ikut melakukan penga2asan perusahaan pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang sebelumnya *ank !ndonesia tidak ikut melakukan penga2asan. Adapun ruang lingkup penga2asan yang dilakukan oleh *ank !ndonesia kepada perusahaan pembiayaan meliputi( 3. Pemeriksaan dan penga2asan terhadap penarikan pinjaman luar negeri. 4. Penyaluran pinjaman yang bersumber dari kredit perbankan. 5. Penerbitan surat sanggup bayar. 6. @. ualitas akti0a produktif. ebenaran dan kelengkapan laporan. euangan %epartment euangan

E. Surat )daran %irektorat Jendral 'embaga

&epublik !ndonesia Nomor S) 3;:<7' 73998 #anggal 4< Eebruari 3998 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Sanksi bagi Perusahaan Pembiayaan. Surat edaran ini mengatur tentang pelaksanaan ke2ajiban sistem pelaporan perusahaan pembiayaan yang tertuang dalam tentang eputusan Menteri euangan &epublik !ndoneisa No.8;87 M .;3<7399@ #anggal 39 %esember 399@ etentuan Pinjaman yang diterima, penyertaan dan pelaporan Perusahaan Pembiayaan. Adapun laporan H laporan yang disampaikan 2ajib

disampaikan kepada Menteri !ndonesia. $. eputusan Mnteri

euangan dengan tembusan kepada *ank

euangan &epublik !ndonesia Nomor 4947 M .;673998 eputusan Menteri euangan

#anggal 3: April 3998 tentang Perubahan +. Surat %irektorat Jenderal Pajak %epartement

No.8647 M .;67399@ tentang nilai 'ain sebagai %asar pengenaan Pajak. euangan &epublik !ndonesia Nomor SA<:7PJA53373998 #anggal 39 April 3998 tentang Pembebasan Pph Pasal 45 atas Penghasilan yang %iperoleh Perusahaan Anjak Piutang. !. Surat )daran %irektorat Jenderal Pajak %epartement PPN atas Jasa Anjak Piutang. J. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor 35;7 M .;67399: #anggal 4< Eebruari 399: tentang penghapusan Piutang #ak #ertagih yang boleh %ikurangkan Sebagai *iaya. . Surat )daran %irektur Jenderal Pajak %epartement euangan &epublik !ndonesia Nomor S)A397PJA647399: #anggal 3; Juli 399: tentang Pelaksanaan Piutang #ak #ertagih yang boleh %ikurangi Sebagai *iaya. '. Surat %irektur Peraturan Perpajakan No.SA337PJ.53473999 #anggal 48 tentang Penyisihan Piutang #ak #ertagih *agi !ndustri /ulti Finance. M. Peraturan *ank !ndonesia No.3797P*!73999 #anggal 4: ,ktober 3999 tentang Pemantauan euangan NonA*ank. N. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor 66:7 M .;3<74;;; #anggal 4< ,ktober tentang Perusahaan Pembiayaan %alam keputusan menteri keuangan No. 34@37 M .;357399: sehingga mempertegas aspekAaspek selama ini kurang diatur seperti pembukaan kantor cabang, merger, akuisisi serta konsolidasi, aspek permodalan, pencabutan i/in usaha. Selain itu keputusan ini membatalkan dan menyatakan tidak berlakunya lagi. a> eputusan menteri keuangan No. 8;87 M .;3<7399@ #anggal 39 dersember 399@K egiatan 'alu 'intas %e0isa *ank dan 'embaga euangan &epublik !ndonesia N,.S)A;87PJA@57399< #anggal 3: Maret 399< tentang Perlakuan

b> c>

eputusan menteri keuangan No. 8;97 M .;3<7399@ #anggal 43 %esember 399@ eputusan menteri September 399:. keuangan No. 6687 M .;3<7399@ #anggal 49

Adapun pokokApokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut( 3. %alam menjalankan usahanya, perusahaan pembiayaan dapat melakukan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah damn yang bersifaf kon0ensional. 4. Perusahaan pembiayaan dapat didirikan dan dimiliki oleh( a. Iarga Negara !ndonesia dan7atau badan hokum !ndonesiaK b. *adan usaha asing dan 2arga Negara !ndonesia atau badan hukum !ndonesia =usaha patungan>. 5. Perusahaan Pembiayaan berbentuk hukum Perseroan #erbatas atau operasi. 6. Modal disetor atau simpanan pokok dan 2ajib Perusahaan Pembiayaan ditetapkan sebagai berikut( a. Perusahaan s2asta nasional sekurangAkurangnya sebesar &p. 3;.;;;.;;;.;;; =sepulauh milyar rupiah>K b. Perusahaan c. patungan sekurangAkurangnya sebesar &p. 4@.;;;.;;;.;;; =dua puluh lima milyar rupiah>K operasi sekurangAkurangnya sebesar &p. @.;;;.;;;.;;; =lima milyar rupiah>. @. bagi pemegang saham yang berbentuk badan hukum, jumlah penyertaan modalK pada Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggiAtingginya sebesar modal sendiri dikurangi dengan penyertaan 8yang telah dilakukan. 8. Modal sendiri yang berbentuk badan hukum Perseroan terbatas merupakan dari modal disetor, agio saham, cadangan, dan saldo laba dikurangi dengan penyertaan. <. Modal sendiri untuk yang berbentuk hukum operasi merupakan penjumlahan dari simpanan pokok, simpanan 2ajib, hibah, modal

penyertaan, dana cadangan, dan sisa hasil usaha, dikurangi dengan penyertaan. :. Pemegang saham, direksi, dan de2an komisaris atau pengurus dan penga2as Perusahaan Pembiayaan sekurangAkurangnya 2ajib memenuhi persyaratan( a. #idak tercatat sebagai debitur kredit macet disektor perbankanK b. #idak pernah melakukan tindakan tercela dibidang perbankanK c. #idak pernah dihukum karena tindak kejahatanK d. Setoran modal pemegang saham tidak berasal dari pinjamanK e. Salah satu direksi atau pengurus harus berpengalaman operasional dibidfang persahaan Pembiayaanatau Perbankan sekurangAkurangnya 4 tahunK dan f. #idak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan7perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 9. Setiap perusahaan anggaran dasar,pemegang sahm, direksi dan de2an komisarin atau pengurus dan penga2as 2ajib dilaporkan kepada Menteri selambatAlambatnya 3@ hari setelah perusahaan dilaksanakan 3;. Pembukaan antor Dabang Perusahaan Pembiayaan hanya dapat dilakukan antor Dabang Perusahaan Pembiayaan harus antor Dabang 2ajib dicantumkan dalam rencana dengan i/in Menteri. 33. "ntuk dapat membuka mempunyai persyaratan( a. &encana pembukaan kerja perusahaan Pembiayaan yang telah disahkan dalam rapat umum pemegang saham atau rapat anggotaK b. Perusahaan Pembiayaan memperoleh laba berdasarkan( 3. 'aporan keuangan terakhir yang telah diauditKdan 4. 'aporan keuangan bulanan terakhir. 34. Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negri. Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapakn setinggiAtingginya sebesar 3@ kali jumlah modal sendiri=net 2orth> Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.

35. Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggiAtingginya sebesar @ kali jumlah modal sendiri =net 2orth> Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. 36. Modal sendiri =net 2orth> bagi persahaan yang berbentuk hukum( a. Perseroan #erbatas terdiri dari modal disetor ditambah dengan modal ditahan, laba tahun berjalan, cadangan umum yang belum di gunakan, agio saham dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhirK b. operasi terdiri dari simpanan pokok, simpanan 2ajib, hibah, modal penyertaan, dana cadangan, dana sisa hasil usaha, dikurangi penyertaan serta kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. 3@. Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima Perusahaan Pembiayaan dengan syarat( a. Minimum berjangka 2aktu @ tahunK b. %alKam hal terjadi likuidasi, hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang adaK c. %ituangkan dalam perjanjian tertulis antara Perusahaan Pembiayaan dan emberi pinjaman. 38. Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyakAbanyaknya sebesar @;B =lima puluh per seratus> dari modal disetor. 3<. Setiap pinjaman subordinasi yang diterimas oleh Perusahaan Pembiayaan 2ajib dilaporkan kepada menteriselambatAlambatnya 3; hari setelah pinjaman diterima. 3:. %alam hal Perusahaan Pembiayaan yang melakukan resstruturisasi utang usaha mempunyai ekuitas negatif, pemegang saham 2ajib menambah modal sekurangAkurangnya sebesarAbesarnya disetor minimum. 39. Perusahaan Pembiayan hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di setor keuangan.

4;. Penyertaan modal pada setiap perusahan tidak boleh melebihi 4@B dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan. 43. Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 6;B dari jumlah modal sendiri Perusahaan pembiayaan yang bersangkutan. 44. Perusahaan Pembiayaan dilarang( a. Menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, tabungan dan7atau bentuk lainnya yang disamakan dengan ituK b. Menerbitkan Surat Sanggup *ayar, kecuali sebagai jaminan atas utang sebagai bank yang menjadi krediturnyaK c. Memberikan jaminan daslam segala bentuknya kepada pihak lain. 45. Surat Sanggup *ayar =Promissory Note> yang dibuat dan di keluarkan oleh Perusahaan Permbiayaan tidak dapat dialihkan dan 2ajib dicantumkam kataA kata ?tidak dapat dialihkan =nonAnegotible>. 46. Perubahan Nama Perusahaan Pembiayaan 2ajib dilaporkan kepada Menteri selambatAlambatnya 3@ hari setelah perubahan nama dilaksanakan 2ajib dilampiri perubahan anggaran dasar yang telah disahkan oleh instalasi ber2enang serta NPIP. 4@. Pemindahan alamat kantor pusat atau kantor cabang Perusahaan Pembiayaan 2ajib di laporkan kepada Menteri selambatAlambatnya 3@ hari sejak pelaksanaan pemindahan disertai dengan bukti penguasaan gedung kantor. 48. Perusahaan 2ajib menyampaikan kepada Menteri dengan tembusan kepada bank !ndonesia( a. 'aporan euangan *ulananK b. 'aporan egiatan "saha SemesteranKL c. 'aporan euangan #ahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. 4<. Perusahaan Pembiayaan 2ajib mengumumkan neraca sdan perhitungan laba rugi singkat sekurangAkurangnya dalam 3 surat kabar harian yang mempunyai peredaran luas, selambatAlambatnya setelah tahun buku berakhir. 4:. Pembinaan dan penga2asan Perusdahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri.

49. Pelaksanaan

penga2asan

Perusahaan

Pembiayaan

dilakukan

oleh

%epartemen euangan dengan dibantu oleh *ank !ndonesia. 5;. Pencabutan !/in "saha Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri dalam hal Perusahaan Pembiayaan ( a. *ubarK b. %ikenakan sanksiK c. #idal lagi menjadi Perusahaan PembiayaanK d. Melakukan Merger atau osolidasi. 53. Perusahaan Pembiayaan bubar karena( a. eputusan rapat umum pemegang saham atau rapat anggotaK anggaran dasar berakhirK c. Penetapan pengadilanK d. eputusan Pemerintah. 54. %Alam hal Perusahaan Pembiayaan bubar berdasarkan penetapan pengadilan atau keputusan pemerintah,. 'ikuidator atau pernyelesai 2ajib melaporkan penertapan atau keputusan tersebut kepada merteri selambatAlambatnya 5; hari sejak penetapan pengadilan dan keterangan yang menyatakan bah2a penetapan pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. ,. eputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor 3<47 M .;874;;4 #anggal45 April 4;;4 tentang Perubahan atas eputusan Menteri euangan Nomor 66:7 M .;3<74;;4 #entang perusahaan Pembiayaan( Adapun pokokApokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut( 3. Mengubah ketentuan tentang kegiatan anjak piutang dari semula menyatakan( ?kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang7tagihan jangka pendek dari trsansaksi perfdagangan dalam atau Kluar negeri, penatausahaan dan penagihan piutang perusahaan penjual piutang menjadi ? kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk b. Jangka 2aktu berdirinya Perusahaan pembiayaan yang ditetapkan dalam

pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dan atau luar negeri. 4. Mengubah ketentuan tentang permohonan untuk mendapatkan i/in usaha perusahaan pembiayaan. 5. Mengubah ketentuan modal disetor, sehingga menjadi( Perusahaan s2asta nasional atau perusahaan patungan sekurangA kurangnya &p. 3;.;;;.;;;.;;; =sepuluh milyar rupiah>,. operasi sekurangAkurangnya &p. @.;;;.;;;.;;; =lima milyar rupiah>. 6. &estrukturisasi utang usaha perusahaan pembiayaan tidak hanya dapat dilakukan melalui Stuan #ugas Prakarsa "saha =Jakarta !nitiati0e #ask Eorce> tetapi dapat juga melalui *adan Penyehatan Perbankan Nasional =*PPN> yang selanjutnya 2ajib dilaporkan kepada Menteri euangan selambatAlambatnya 3; +ari sejak perjanjian restrukturisasi di tandatangani. @. Mempertegas Pemberlakuan etentuan ( "ndangAundang Nomor 6 #ahun 3999 tentang 'alu 'intas %e0isa Nilai #ukar. "ndangAundang Nomor 4@ #ahun 3994 tentang Perlkoperasian. "ndangAundang Nomor 3@8 #ahun 4;;4 tentang #indak Pidana Pencucian "ang bagi Perusahaan Pembiayaan beserta sanksinya. P. eputusan Menteri euangan &epulik !ndonesia Nomor 3:@7 M .;874;;4 euangan ini maka untuk sementara 2aktu

tentang Penghentian Pemberian !/in "saha Perusahaan Pembiayaan( %engan adanya keputusan Menteri pemerintah tidak mengeluarkan i/in usaha baru bagi Perusahaan Pembiayaan. *erdasarkan uraian dan rincian mengenai peraturan pemeritah yang mengatur keberadaan perusahaan pembiayaan anjak piutang dei !ndonesia, terlihat jelas bah2a industri ini belum menmpunyai landasan hukum yang kokoh layaknya industri perbankan maupun asuransi. %alam rangka untuk memberikan kepastian usaha dan meningkatkan dasa saing pada era perdagangan bebas, sudah sepantasnya industri

anjak piutang dan7atau industri pembiayaan dilindungi dengan "ndangAundang "saha Jasa Pembiayaan serta diberikan alternati0e baru sumber pendanaan selain kredit perbankan serta insentif khusun bagi perusahaan anjak piutang dan7atau perusahaan pembiayaan yang khusus melayani usaha kecil. Selain ketentuanAkertentuan pemerintah yang mengatur keberadaan industri anjak piutang yang telah kami sebutkan diatas, berikut ini akan kami kemukan pula mengenai aspek hukum7yuridis dari anjak piutang dalam tata hukum !ndonesia seperti yang dikemukakan oleh Ga$%$ ?a (%y%. Seperti yang telah kita ketahui anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya, pada dasarnya merupakan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan tersebut. Namun, pengertian piutang dalam hal ini harus diketahui secara pasti , agar tidak menimbulkan salah tafsir dalam pembahasan segi yuridisnya. Secara umum, piutang dapat dibedakan menjadi 4 jenis( yaitu piutang yang berasal dari treansaksi dagang dan berasal dari fasilitas pinjaman7kredit =didudukan dalam perjanjian kredit>. *ila diadakan perbandingan antara kedua jenis piutang tersebut, maka akan terlihat jelas unsurAunsur sebagai berikut( 3. Piutang %agang( a> Jangka pendek, sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. b> "mumnya berasal dari trasaksi jual beli barang7jasa. c> Jaminan kebendaanb kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan kepada masalah hubungan dagang. muka. 4. Piutang dalam perkreditan( a> Jangka 2aktu yang lebih lama, karena adanya kemungkinan untuk diperpanjang. b> *erasal dari suatu perjanjian kredit. c> Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil7kebendaan dan pasti. alau memeng ada jaminan relati0e kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya, yaitu berupa uang panjar atau uang

d> %alam hubungan yang lebih formal antar pihak misalnya adanya jaminan yang diikat secara yuridis disertai adanya pemberian hak preferensi kepada kreditur. %alam kegiatan anjak piutang yang berlaku di !ndonesia, yang dimaksud piutang adalahpiutang yang timbul dari transaksi dagang seperti yang dirumuskan dalam pasal 3 ayat :. eputusan Presiden &! no. 83739:: dan pasal 8 eputusan Metri euangan no.34@37 M .353739:: yang kemudian dipertegas dengan pasal 3 angka 3 eputusan Menteri euangan no. 3<47 M 74;;4. ,bjek dari kegiatan anjak piutang adalah piutang yang berasal dari transaksi dagang. Penyerahan piutang atas ba2a cukup dilakukan secara fisik dari surat bukti piutang kepada pihak factor oleh pihak penjual7klien. %engan penyerahan tersebut pihak factor sudah dapat dikatakan sebagai pemilik sah atas piutang tersebut dan dilindungi pula oleh pasal @49 "+ Perdata yang pada pokoknya menyatakan bah2a kedudukan seseorang yang menguasai, mempertahankan, dan menikmati suatu kebendaan bergerak adalah sebagai pemilik. Maka dapat dikatakan siapa pun yang memba2a piutang tersebut adalah pemiliknya, dalam hal ini adalah factor. Penyerahan piutang atas unjuk =order> harus dilakukan dengan endosemen, yaitu dengan cara membuat suatu keterangan mengenai pengalihan piutang tersebut di halaman belakang dari surat piutang tersebut, dari pihak penjual7klien kepada factor dan harus ditandatangani oleh pihak penjual7klien sehingga factor disebut geendoserde dan pihak penjual7 klien disebut endosan. Penyerahan piutang yang dibuat dengan bentuk atas nama penjual7klien, harus dilakukan dengan cara cessie, yaitu suatu cara pengalihan piutang dengan membuat akta otentik =dibuat oleh notaris sebagai pejabat khusus>, atau di ba2ah tangan

=dibuat cukup oleh para pihak> sehingga pihak penjual 7klien menjadi cedent dan pihak factor menjadi cessionaris. *ila diadakan perbandingan antara endosemen dan penyerahan fisik atas surat piutang di satu pihak, terlihat bah2a piutang yang dibuat op naam = atas nama penjual7klien> memerlukan keterlibatan pembeli atau customer, yaitu minimal pemberitahuan padanya. #etapi akan lebih kuat bagi factor bila pembeli atau customer dapat memberikan persetujuan tertulis. #entunya akan lebih baik lagi jika perjanjian anjak piutang dibuat segitiga antara factor, penjual7klien, dan pembeli7 customer. "ntuk itu halAhal di ba2ah ini perlu diperhatikan oleh factor dalam membuat perjanjian anjak piutang menurut tata hukum !ndonesia, yaitu ( 3. etentuan pasal 354; "+ Perdata, yaitu yang mengatur syaratAsyarat sahnya suatu perjanjian. 4. Pasal 3@56 "+ Perdata yang pada pokoknya menyatakan penjual7klien bertanggung ja2ab akan piutang yang dijualnya tersebut, yaitu harus benarA benar ada pada 2aktu diserahkan. Meskipun perjanjian ini tidak disertai adanya jaminan dari pihak penjual7klien =recourse and 2ithout recourse factoring>. +al ini kiranya sangat logis karena menyangkut objek dari suatu perjanjian dan tentunya pihak factor juga tidak akan gegabah dalam menganalisis piutang tersebut. Namun, bila dikaji secara yuridis, tanggung ja2ab pihak penjual7klien harus diberikan legalitasnya, karena !ndonesia bukan penganut system hukum kebiasaan. 5. Pasal 3@5@ "+ Perdata, pada pokoknya menyatakan penjual7klien tidak bertanggung ja2ab tentang kemampuan pembayar dari pihak pembeli7customer, kecuali penjual7klien meningkatkan diri untuk memberikan jaminan atas kemampuan membayar pihak pembeli7customer, tetapi dengan batas sebesar harga penjualan piutang yang telah diterimanya. Pasal ini sebenarnya memberikan pembatasan yang tegas mengenai tanggung ja2ab pihak penjual7klien yang menurut pasal 3@56 tampak tidak tegas.

6. Pasal 3@58 "+ Perdata lebih merinci lagi tentang tanggung ja2ab penjual7klien tersebut, yaitu dalam hal penjual7klien menjamin kemampuan membayar pihak pembeli7customer. Namun, dibatasi hanya untuk 2aktu sekarang, buakn untuk 2aktu kemudian hari, kecuali penjual7klien mengikatkan diri untuk 2aktu yang akan datang juga. +al ini tentu saja mempengaruhi harga jual piutang tersebut. @. Perlu juga diperjanjikan mengenai biaya yang timbul,sebab menurut 3688 ayat 3 "+P perdata,biaya akta jual beli di pikul oleh pembeli,dalam halini factor, kecualidiperjanjikan lain. M."ndang "ndang yang terakhir ini merupakan keputusan Menteri euangan mengenai 'embaga euangan *ukan *ank,yang belum lama ini dikeluarkan (

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 /KMK.06/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan masih belum diterapkan di lingkungan industri-industri Perasuransian, Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan pembiayaan dan Modal Ventura); b. bahwa guna menciptakan industri keuangan non bank yang sehat dan berstandar internasional serta terlindungi dari kemungkinan disalahgunakan untuk kejahatan keuangan maka diperlukan penerapan prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan; c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu diatur ketentuan tentang kewajiban penerapan prinsip mengenal nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan bagi Lembaga Keuangan Non Bank;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a, b dan c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1992; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3467); 2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1992; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3477); 3. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4191); 4. Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988);

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK.

BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Perusahaan Perasuransian adalah perusahaan perasuransian sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Perasuransian. 2. Dana Pensiun adalah Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Dana Pensiun.

3. Lembaga Pembiayaan adalah lembaga pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. 4. Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) adalah Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura). 5. Prinsip Mengenal Nasabah adalan prinsip yang diterapkan Lembaga Keuangan Non Bank untuk mengetahui identitas nasabah dan memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan. 6. Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa LKNB, termasuk tetapi tidak terbatas pada : a.Pemegang polis dan atau tertanggung pada Perusahaan Asuransi; b. Peserta dan atau pihak yang berhak pada Dana Pensiun; c.Klien atau Penjual Piutang pada kegiatan Anjak Piutang; d. Konsumen pada kegiatan Pembiayaan Konsumen; e. Lessee atau Penyewa Guna Usaha pada kegiatan leasing atau Sewa Guna Usaha; f. Pemegang kartu kredit pada usaha kartu kredit; dan g. Perusahaan Pasangan Usaha pada kegiatan Modal Ventura.

7. Rekening adalan rincian catatan yang lengkap mengenai Nasabah termasuk tetapi tidak terbatas pada identitas, transaksi atau perikatan antara LKNB dengan Nasabah. 8. Transaksi yang mencurigakan adalah transaksi yang menyimpang dari profil, karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari Nasabah yang bersangkutan dan atau yang menggunakan dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan. 9. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. 10. Perikatan adalah perjanjian antara LKNB dengan nasabah, termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. penutupan polis pada Perusahaan Perasuransian; b. pendaftaran program pensiun pada Dana Pensiun; c.perjanjian sewa guna usaha; d. perjanjian pembiayaan konsumen;

e. perjanjian anjak piutang; f. pembukaan rekening kartu kredit; dan g. perikatan antara Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usaha.

BAB II PRINSIP MENGENAL NASABAH Bagian Pertama Kewajiban Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah

Pasal 2 LKNB wajib menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah.

Pasal 3 Dalam rangka menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, LKNB wajib: a. menetapkan kebijakan penerimaan Nasabah; b. menetapkan kebijakan dan prosedur dalam mengidentifikasi Nasabah; c.menetapkan kebijakan dan prosedur pemantauan terhadap rekening dan transaksi Nasabah; dan d. menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

Bagian Kedua Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 4 (1)Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah oleh Lembaga Keuangan Non Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan sebagai berikut: a.Menyusun kebijakan dan prosedur Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang dituangkan dalam Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah;

b. Menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini; c.Setiap perubahan terhadap Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut; d. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a, LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah baru dan atau perikatan baru sejak ditetapkannya Pedoman tersebut; dan e. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a, LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah yang sudah ada, termasuk pengkinian database Nasabah, paling lambat 18 (delapan belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. (2)Ketentuan mengenai Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. Bagian Ketiga Kebijakan Penerimaan Dan Identifikasi Nasabah

Pasal 5 (1)Sebelum melakukan perikatan dengan Nasabah, LKNB wajib rneminta informasi mengenai

a. identitas calon Nasabah; b. maksud dan tujuan melakukan transaksi atau perikatan dengan LKNB; c.informasi lain yang memungkinkan LKNB untuk dapat mengetahui profil calon Nasabah;dan d. identitas pihak lain, dalam hal calon Nasabah bertindak untuk dan atas nama pihak lain sebagaimana diatur dalam Pasal 6. (2) Identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut : a. Nasabah perorangan paling kurang terdiri dari 1) identitas Nasabah yang memuat: a) nama; b) alamat tinggal tetap; c) tempat dan tanggal lalnr; d) kewarganegaraan; 2) keterangan mengenai pekerjaan; 3) spesimen tanda tangan; dan 4) keterangan mengenai sumber dana dan tujuan penggunaan dana, dengan catatan bahwa untuk perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana; b. Nasabah perusahaan paling kurang terdiri dari 1) dokunien perusahaan a) Akte pendirian atau anggaran dasar bagi perusahaan yang bentuknya diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku; b) Izin usaha atau izin lainnya dan instansi yang berwenang; c) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Nasabah yang diwajibkan untuk

memiliki NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 2) Nama, spesimen tanda-tangan dan kuasa kepada pihak-pihak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan dalam melakukan hubungan usaha dengan LKNB; 3) Dokumen identitas pihak-pibak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan; dan 4) Keterangan sumber dana dan tujuan penggunaan dana, dengan catatan bahwa untuk perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. (3) LKNB wajib meneliti keabsaban dan kebenaran dokumen pendukung identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). (4)Apabila diperlukan, LKNB dapat melakukan wawancara dengan calon Nasabah untuk dapat meneliti dan meyakini keabsahan dan kebenaran dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).

Pasal 6 (1)Dalam hal calon Nasabah bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain (beneficial owner) untuk melakukan Perikatan, LKNB wajib memperoleh dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalani Pasal 5 ayat (2) mengenai calon Nasabah tersebut dan hubungan hukum, penugasan, serta kewenangan bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain. (2) LKNB juga wajib niernperoleh bukti atas identitas dari beneficial owner, suniber dana dan tujuan penggunaan dana, serta informasi lainnya mengenai beneficial owner dari calon Nasabah,yang antara lain berupa :

a.bagi beneficial owner perorangan : 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a; dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner; b. bagi beneficial owner perusahaan termasuk LKNB 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b; dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner.

Pasal 7 LKNB dilarang melakukan, Perikatan dengan calon Nasabah yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan atau Pasal 6.

Bagian Keempat Pemantauan Rekening Dari Transaksi Nasabah Pasal 8 LKNB wajib menatausahakan dan menyimpan dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dari Pasal 6 dalam jangka waktu sampai dengan paling kurang 5 (lima) tahun sejak Nasabah mengakhiri perikatan dengan LKNB.

Pasal 9 LKNB wajib melakukan pengkinian data dalam hal terdapat perubahan terhadap dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalain Pasal 5 atau Pasal 6.

Pasal 1 0 LKNB wajib memelihara profit Nasabah yang paling kurang meliputi informasi inengenai :

a.pekerjaan atau bidang usaha; b. jumlah penghasilan; c. Perikatan lain yang dimiliki pada LKNB yang bersangkutan; dan d. aktivitas transaksi normal.

Bagian Kelima Manajemen Risiko Pasal 11 Kebijakan dan prosedur manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d paling kurang mencakup a.pengawasan oleh direksi dan komisaris atau pengurus dan pengawas LKNB (management oversight); b. pendelegasian wewenang; c.pemisahan tugas; d. sistim pengawasan intern termasuk audit intern; dan e.program pelatihan karyawan mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

BAB III PELAPORAN TRANSAKSI YANG MENCURIGAKAN

Pasal 12 LKNB wajib menyusun prosedur untuk pengidentifikasian dan pelaporan transaksi yang mencurigakan, sebagai bagian dari Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

Pasal 13 (1) LKNB wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan apabila terjadi transaksi yang

mencurigakan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah transaksi mencurigakan tersebut diidentifikasi oleh LKNB, dengan menggunakan format pada Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini. (2)Informasi mengenai transaksi yang mencurigakan dan pelaporan atas transaksi yang mencurigakan tersebut bersifat rahasia. (3) LKNB, pejabat LKNB atau karyawan LKNB dilarang memberitahukan kepada nasabah yang bersangkutan atau pihak lain mengenai pelaporan yang dilakukan oleh LKNB berdasarkan ayat (1) di atas.

Pasal 14 Contoh-contoh dari bentuk transaksi yang mencurigakan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.

Pasal 15 Penyampaian Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b dan atau transaksi yang mencurigakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) ditujukan kepada Menteri Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut: a.untuk LKNB yang termasuk dalam industri perasuransian melalui Direktur Asuransi detail alamat : Direktorat Asuransi, Departemen Keuangan, Dr. Wahidin No. 1, Gedung A lantal 8, Jakarta - 10710 b. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Dana Pensiun melalui Direktur Dana Pensiun denganalamat : Direktorat Dana Pensiun, Departemen Keuangan, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Gedung A lantai 8, Jakarta - 10710;

C. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura) melalui Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan dengan alamat : Direktorat Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan, Departemen Keuangan, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Gedung A lantai 7, Jakarta - 107 1 0

BAB IV PELAKSANA DAN FASILITAS PENDUKUNG Pasal 16 Direksi atau Pengurus LKNB wajib bertanggung jawab atas penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

Pasal 17 LKNB wajib membentuk unit kerja khusus atau menunjuk petugas khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

Pasal 18 (1) LKNB wajib memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi, menganalisis, memantau dan menyediakan laporan secara efektif mengenai karakteristik transaksi yang dilakukan oleh Nasabah. (2)Sistem informal tersebut harus dapat memungkinkan LKNB untuk menelusuri setiap transaksi,apabila diperlukan, termasuk untuk penelusuran atas identitas Nasabah, bentuk transaksi, tanggal transaksi, jumlah dan denominasi transaksi, dan sumber dana yang digunakan untuk transaksi.

(3) LKNB wajib menerapkan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini.

Pasal 19 LKNB wajib melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf e yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : a.menyusun program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah; b. menyampaikan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan, paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini; dan c. melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sesuai dengan jadwal program yang telah disusun.

BAB V PEMERIKSAAN KETAATAN Pasal 20 (1) Direktur Asuransi, Direktur Dana Pensiun dan Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan Departemen Keuangan melakukan pemeriksaan ketaatan terhadap ketaatan LKNB dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan di dalam Keputusan Menteri Keuangan ini. (2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pemeriksaan ketaatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.

BAB VI SANKSI Pasal 21 (1)Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1), Pasal 5 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3), Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 12, Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3), dan atau Pasal 19 dikenai sanksi administratif. (2)Ketentuan mengenai bentuk sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diaturIebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 (1)Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 13 dan Pasal 14 berlaku sampai dengan diberlakukannya ketentuan sejenis yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (2)Setelah diberlakukannya ketentuan PPATK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dokumen dan laporan yang telah disampaikan oleh LKNB kepada Menteri Keuangan berdasarkan Pasal 13 ayat (1) dialihkan kepada PPATK.

Pasal 23 Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal

30 Januari 2003 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. BOEDIONO

2.P insi/ H'k'm Pe (a$a In(%nesia %ari uraian diatas, ternyata +ukum Perdata di !ndonesia cukup mendukung kegiatan anjak piutang yang bersifat domestic,bahkan dengan segala kemungkinan 0ariasinya yang mungkin timbul dan berkembang dalam praktek dan kebiasaan di masyarakat pedagang. +al ini di sebabkan karena +ukum Perdata di !ndonesia yang menganut asas Dontract .ryheid atau Ereedomof Dontract, di sebut juga dengan kebebasan berkontrak. Maksudnya para pihak bebas menentukan sendiri isi perjanjian mereka,sepanjang mengenai halAhal yang menurut hukum bersifat halal. Selanjutnya +ukum Perdata !ndonesia juga menghormati kebebasan para pihak tersebut dengan memberikan legalitas berupa kekuatan mengikat dariperjanjian tersebut,yaitu a/a/ Pacta Sunt Ser0anda,artinya semua pihak harus mentaati semua perjanjian yang dibuatnya, karena perjanjian tersebut mengikat,seperti undangAundang. eduanya dimuat dalam pasal 355: "+P Perdata !ndonesia dan dianut juga di beberapa Negara. Sedangkan untuk kegiatan anjak piutang internasional hukum !ndonesia belum mendukung karena menyangkut masalah yang luas dan compleF, antara lain hubungan hukum antar factor, antar factor dan penjual7klien, antar factor dan pembeli, masalah pengalihan piutang, bentukAbentuk suratAsurat piutang dan masalah hukum internasional. Masalah yuridis dalam internasional factoring yang sangat perlu diperhatikan adalah masalah dispute settlement karena adanya keputusan mahkamah agung !ndonesia No. 4966 7P%#739:5 tanggal 49 No0ember 39:6 yang pada pokoknya tidak dapat menerima pelaksanaan keputusan pengadilan Negara asing dan arbitase asing sehingga sedikit banyak putusan ini dapat menjadi hambatan dalam bernegosiasi dengan mitra asing. Ialaupun dengan asas resiprositas masih dapat

diatasi, tetapi sangat perlu adanya pengertian yang mendalam dari pihak asing mengenai usulanAusulan pihak !ndonesia mengenai Dhoise of 'a2 =pilihan hukum yang dipakai> dan choise of yurisdiction =pilihan forum peradilan7arbitrase yang akan di pakai>.

,A, & - PR8DUK DAN .ASA AN.AK PIUTANG


1.D'a P%k%k P %('k Anjak Pi'$ang Produk dan jasa anjak piutang yang dapat diberikan kepada klien minimal dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok yang mendasar. +al ini sesuai dengan keputusan Menteri euangan &epublik !ndonesia Nomor 3<47 M .;874;;4 euangan Nomor 66:7 M . ;3<74;;; #entang perubahan atas perubahan Menteri tentang perusahaan pembiayaan, yaitu( A. AN.AK PIUTANG NON-FINANCING

Pengertian jasa anjak piutang nonAfinancing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku adalah penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang usaha klien. Jasa anjak piutang ini meliputi jasa credit management, sehingga klien tidak perlu menyelenggarakan pembukuan7pencatatan atas tagihannya, karena perannya tersebut sudah diambil alih oleh factor, dimana factor akan memberikan laporan secara berkala mengenai halAhal berikut( a. *onafiditas para customer b. 'aporan posisi piutang dagang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang sangat berguna bagi klien dalam merencanakan penjualan kredit untuk periode berikutnya. c. Account Statement kepada customer, bagi customer statement of account yang diterima dari factor membantu yang bersangkutan untuk melakukan rekonsiliasi atas pembayaranApembayaran yang telah dilaksakannya dan untuk mengetahui posisi piutang pertanggal laporan berikut jatuh temponya. d. Apabila customer gagak membayar pada 2aktunya, factor secara aktif melakukan penagihal sesuai prosedur yang berlaku dengan sebaikAbaiknya, tanpa merusak hubungan baik antara customer dan client. %alam non recourse factoring, factor menjamin pembayaran yang beratalian, namun hanya terbatas pada insol0ery saja =nondisputes>. %alam hal terjadi perselisihan dagang antara customer dan client, factor tidak menjamin pembayarannya, resiko bad debt tetap ditanggung oleh client. Adapun jasa yang dapat diberikan dalam anjak piutang nonAfinancing ini meliputi jasaAjasa sebagai berikut( 1. * e(i$ In3es$iga$i%n Eactor sebelum memutuskan untuk memberikan pembiayaan atas suatu tagihan, harus terlebih dahulu mengetahui secara akurat tentang bonafiditas buyer, reputase dan mainline of bussines dari buyer, dan lainAlain yang berkaitan dengan kemungkinanAkemungkinan dibayarnya piutang.

2. Sales Le(ge A(minis$ a$i%n Jasa yang diberikan oleh factor kepada client dalam bentuk administration pembukuan atas penjualan yang dilakukan secara kredit, dapat mingguan, dua mingguan, bulanan atau yang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan client. &. * e(i$ #%n$ %l $e mas'k *%lle#$i%n Eactor dapat melakukan akti0itas pembiayan juga memantau transaksiAtrasaksi penjualan yang dilakukan oleh client dengan baik, termasuk menetapkan prosedur penagihan agar piutang yang dijaminkan dapat diterima pada 2aktunya, ini sangat diperlikan bagi transaksi gadang yang berkesinambungan. ). P %$e#$i%n again s$ * e(i$ Risk %alam jasa ini factor juga mengusahakan caraAcara untuk mengamankan resiko tidak tertagihnya suatu piutang yang telah dibiayai oleh factor.

*erdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bah2a dalam memberikan jasa anjak piutang nonAfinancing ini, factor berperan sebagai credit department dari perusahaan clientnya. Dlient tidak perlu mempunyai credit department sendiri dalam organisasi perusahaannya, karena fungsi credit deartement telah diambil oleh factor. Perkembangan jasa anjak piutang nonAfinancing di !ndonesia saat ini belum berkembang dengan baik dibandingkan dengan kegiatan anjak piutang financing. *erdasarkan pengamatan kami, terdapat beberapa sebab yang mengakibatkan kurang berkembangnya usaha anjak piutang nonAfinancing, yaitu( 3> Masih terdapat misinformasi tentang keberadaan anjak piutang dalam masyarakat bah2a anjak piutang hanya bersifat financing saja. 4> #akut rahasiapenjualan perusahaan terbongkar. 5> ekha2atiran client akan dibocorkannya dataAdata penjualan perusahaan kepada pesaingnya. 6> #ingkat keterbukaan client7perusahaan masih rendah.

@> Memelihara hubungan baik antara customer.

,. AN.AK PIUTANG FINAN*ING Anjak piutang Einancing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku disebutkan sebagai kegiatan pembelian atau pengalihan piutang jaGngka pendeng dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pengertian ini memberikan latar belakang bah2a akti0itas pembiayaan terjadi dalam transaksi anjak piutang. Seperti yang kita ketahui bersama, piutang dagang selalu diklasifikasakan sebagai liGuid atau Muick asset dalam laporan keuangan perusahaan. Sistem klarisifikasi ini baru dapat dinyatakan benar apabila piutang7tagihan berlaku sampai dengan jatuh temponya, setelah le2at jatuh 2aktu tersebut, piutang dagang tidak dapat dikategorikan sebagai liGuid asset, karena telah berubah menjadi bad debts. Melalui transaksi pembiayaan anjak piutang dengan factor, dimana factor dapat memberikan preAfinancing sampai dengan :;B atau bahkan sampai dengan 9;B dari jumlah piutang dagang segera setelah penyerahan bukti transaksi dapat dilakukan atas dasar &ecourse financing, dimana resiko bad debts tetap pada client, atau factoring Iithout &ecourse, dimana perusahaan factor mengambil alih resiko bad debts. Jadi client dapat memutar kembali !nstant Dash yang diperoleh dengan meningkatkan omset penjualan dan memanfaatkan potongan harga tertentu yang diberikan leh supplier dengan membeli bahan baku dan lainAlain secara tunai. #rasaksi factoring dikaitkan dengan 0olume penjualan. %engan meningkatkan penjualan, kredit limitpun dapat dinaikkan pula. Praktis tidak ada batas transaksi Eactoring, sehingga kredit limit dapat diartikan sebagai fungsi penjualan. "ntuk menambah pengertian anjak piutang financing, $atot Iardoyo, mengemukakan bah2a jasa anjak piutang financing dalam hukum !ndonesia mengandung 4 aspek penting yaitu( 3. #ransaksi Penjualan #agihan #agihan yang dijual, dialihkan kepada factor 2alaupun pembayaran belum 3;;B atau belum lunas, dalam prakteknya customer cukup diberi tahu atas

pengalihan tersebut dan diminta untuk melakukan pembayaran kepada factor. 4. #ransaksi Pemberian piutang Pembayaran dimuka oleh factor kepada clien dianggap sebagai pinjaman, sedangkan tagihan yang diterima oleh factor dari client diberlakukan sebagai jaminan.

Penjelasan ini menambah pengertian kepada kita bah2a aktifitas anjak piutang yang bersifat financing, dapat diterima dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di !ndonesia. %alam melakukan transaksi anjak piutang, terutama anjak piutang financing, tidak semua transaksi dagang dapat dibiayai oleh factor. Eactor biasanya memberikan transaksi dagang secara terbuka =open account> yang bersifat sederhana, berkesinambungan, dan bersifat angsung antara client dan customer, sehingga factor dapat meakukan halAhal sebagai berikut atas piutang dagang yang berasal dari penjualan barang dan jasa( 3. Pembelian piutang dagang untuk diuangkan secara seketika. 4. Mengusahakan pembukuan dan administrasi penjualan yang berhubungan dengan piutang dagang. 5. Menagih piutang yang dialihkan. 6. menanggung kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dibayarnya piutang dagang =nonrecourse> Selain itu, masih terdapat halAhal yang harus diperhatikan oleh factor sebelum melakukan pembiayaan anjak piutang, hal ini seperti dikemukakan oleh Sachaimi )l +aitammy dalam tulisannya yang berjudul, ? Eactoring Alternatif Pengembangan Produk *aru ?, -aitu ( 3. +istorikal Einancing statementK 4. Eorecasted financing statement

5. A customer listK 6. A0erage si/e sales in0oicesK @. A projection of each customer peak eFposureK 8. #he standard term of sales and any special term offered selcted customersK <. +istoricals sales return, allo2ance and disputesK :. Merchandise offered for sales 9. An account recei0able aging. "ntuk itu, biasanya factor akan menghindari ataupun tidak bersedia melakukan pembiayaan anjak piutang jika transaksi dagang antara client dan curtomer, mempunyai bentukAbentuk transaksi dagang dalam negeri sebagai berikut( 1. T ansa#$i%n +i$! (%+n /aymen$ 1 Penj'alan (engan 'ang m'ka2 #ransaksi penjualan dengan uang muka, biasanya dilakukan antara penjual dengan pembeli dimana barang7jasa yang akan diserahkan kepada pembeli masih membutuhkan 2aktu untuk menyelesaikannya. "ntuk memberikan kepastian, pembeli biasanya akan memberikan tanda jadi uang muka sebagai ikatan terhadap kontrak jual beli tersebut. Penjual selanjutnya akan menyelesaikan pesanan barang7jasa sesuai dengan 2aktu yang telah ditentukan dan setelah selesai maka pembeli akan membayar sisa pembayaran kepada penjual. Apabila trasaksi ini dibiayai oleh factor, maka posisi factor sangat lemah atau kurang menguntungkan.hal ini dimungkinkan apabila terjadi pembelian yang tidak dilanjutkan kembali oleh pembeli atau terjadi keterlambatan penyerahan barang yang pada akhirnya akan terjadi keterlambatan pembayaran serta cacatnya perjanjian jual beli. 2. *%nsigmen$ sales 1Penj'alan sis$em k%nsinyasi2 %alam transaksi ini, penjual akan menitipkan barang kepada pembeli dengan perjanjian apabila barang yang dititipkan terjual, maka pembeli akan membayarkannya kepada penjual sedangkan sisa barang akan dikembalikan kepada penjual. #ransaksi dagang seperti ini sangat tidak menguntungkan

bagi factor jika dia dibiayai, karena factor akan menghadapi ketidakpastian apakah barang sudah laku terjual sedangkan factor saat menerima pengalihan piutang dari client menerima secara keseluruhan. &. P %g es /aymen$ T ansa#$i%n 1Pembaya an ,e $a!a/2 #ransaksi dagang jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan kontrator dalam membuat proyekAproyek pembangunan dimana pemilik proyek baru akan membayar apabila kontraktor tersebut bisa melaksanakan pembangunan proyek secara bertahap sesuai dengan tahapanAtahapan pekerjaan. Jenis trasaksi dagang seperti ini sangat menyulitkan factor untuk melakukan pembiayaan karena factor tidak mengetahui seberapa jauh pekerjaan proyek sudah dapat diselesaikan oleh kontraktor. ) Re$' nable Sales 1ba ang (a/a$ (ikembalikan2 %alam melakukan pembiayaan anjak piutang, factor selalu berasumsi bah2a trasaksi dagang antara klien dan custumer sudah selesai dengan baik dengan telah diterimanya buktinpenerimaan barang7jasa. Apabila model trasaksi ini dilakukan oleh factor maka nilai dari tagihan sudah tidak utuh lagi akibat pengembalian barang. 5. P e9in3%i#ing Un"inis!e( Deli3e y 1Penagi!an sebel'm /enagi!an selesai2 #ransaksi dagang seperti ini akan menyulitkan factor untuk menagih kepada curtomer apabila barang atau jasa yang dibuat mengalami kerusakan atau kegagalan ataupun keterlambatan penyerahan barang jasa sehingga client akan mengajukan klaim kepada customer yang pada akhirnya nilai tagihan atau faktur yang dibiayai menjadi berkurang sedangkan pada saat a2al factor menilai secara penuh sebagai dasar factor pembiayaan yang dilakukan. ;. *%'n$e sales0ba#k $% ,a#k Sales 1Sis$em ,a $e 2

#ransaksi dagang dengan sistem back to back sales yang dilakukan oleh clien atau customer biasanya lebih bersifat transaksi fiktif atau bersifat transfer pricing, sehingga factor berada dalam posisi sangat sulit untuk melakukan tagihan terutama apabila client dan costumer mengalami ketidakcocokan dalam melakukan transaksi. <. * e(i$ Te m 4% e T!an 1>@ Days 1/embaya an lebi! (a i 1>@ !a i2 #ransaksi dagang yang mempunyai tenggang 2aktu yang terlampau lama harus di antisipasi oleh factor. +al ini penting untuk di analisis untuk mengetahui mengapa client dan curtomer melakukan trasaksi ini. Sebab secara umum transaksi perdagangan dengan tenggang pembayaran begitu lama jarang terjadi, kecuali trasaksi ficti0e ataupun transaksi antar perusahaan dalam satu grup perusahaan. >. T ansa#$i%n ?i$! /a $ies In $!e Same g %'/ 8" *%m/anies 1 Penj'alan ke/a(a Pe 'sa!aan (alam G '/ Sen(i i2 #ransaksi antar client dan customer dalam satu grup perusahan dagang perlu diperhatikan oleh factor karena transaksi ini sering dijadikan transaksi fiktif untuk kepentingan grup perusahaan tersebut dan juga untuk transper pricing antar satu grup perusahaan. :. Sales $% In(i3i('al En( Use 0 Gene al P'bli# 1 Penj'alan ke/a(a In(i3i('al0 /e % angan sebagai En( Use 2 #ransaksi jenis ini, apabila dibiayai oleh factor, di mana antara klien dan customer tidak mempunyai hubungan timbale balik yang berkesinambungan, akan membahayakan factor apabila customer mengalami kelalaian pembayaran. 1@. Hi$ an( R'nA 8ne TimeA In#i(en$al T ansa#$i%n 1Penj'alan yang be si"a$ Insi(en$al0 sekali9sekali2

#ransaksi yang dilakukam oleh klien dan customer yang bersifat +it and &un atau sekaliAsekali dilakukan atau transaksi yang besifat incidental perlu di2aspadai factor, karena transaksi jenis ini biasanya mengandung bahaya dan kemungkinan tidak tertagih besar. Selain kesepuluh bentuk transaksi dagang yang selalu dihindari oleh factor seperti diatas, masih terdapat bentuk transaksi dagang yang kurang cocok dengan ji2a transaksi anjak piutang, yaitu penjualan yang tidak menginginkan adanya pengalihan piutang = nonAassignable clause> dan penjualan lainnya dimana kepastian pembayaran oleh customer7pembeli masih tergantung syaratA syarat lainnya. Sedangkan khusus untuk transaksi eFport7anjak piutang internasional, terdapat beberapa transaksi eFport yang tidak dapat difactorkan ataupun selalu dihindari oleh factor untuk dibiayai, yaitu( 3. bila transaksi memuat persyaratan progress payment, part payment, retention, atau deposit oleh importirK 4. *ila ada persyaratan contra sale, consignment sale dengan return arrangement. 5. *ila credit term melampaui 3:; hariK 6. *ila mayoritas eFport ditujukan kepada pemerintah dari Negara tujuan. @. *ila mayoritas eFport ditujukan kepada importer yang ada kaitannya dengan eFporter =!mportir adalah associated atau related companies dari eFpotir> Mengingat kondisi tersebut diatas, factor harus sangat berhatiAhati dalam memilahA milah transaksi perdagngan yang terbaik untuk dibiayai. Jika terjadi kesalahan dalam menganalisis, sudah barang tentu factor akan mengalami kerugian dan masalah. %isinilah letaknya bagaimana factor dapat dengan jeli melihat keberadaan dan keabsahan suatu transaksi dagang.

,A, ) - .ENIS 6 .ENIS AN.AK PIUTANG


egiatan anjak piutang pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, namun dalam buku ini kami akan membedakan anjak piutang ke dalam 6 =empat> sudut pandang, yaitu dilihat dari segi skala kegiatan, dari segi penaggungan risiko, dari sudut pemberitahuan kepada customer, dan dari segi cara jasa yang diberikan. Sebelum menerangkan tentang jenis H jenis anjak piutang berdasarkan 6 =empat> konsep tersebut, kami akan menerangkan terlebih dahulu konsep perdagangan barang atau jasa tanpa anjak piutang. P)&%A$AN$AN #ANPA ANJA P!"#AN$ PA*&! AN 3. Penyerahan barang 4. 560*5!!U13*/-% 5. Pembayaran

%alam gambar h2a pabrik tekstil menjual produknya kepada !ustomer, misalnya 'epartment 1tore, disertai in#oice yang bertalian, misalkan dengan fasilitas penjualan secara kredit selama 34; hari. Pabrik tekstil tidak mempunyai pilihan lain kecuali menunggu selama 34; hari lagi untuk menerima pembayaran atas penjualan yang telah dilakukan. eharusa menunggu selama 34; hari sangat memberatkan pabrik tekstil karena modal kerja yang diperlukan menjadi sangat banyak namun tertanam dalam jangka 2aktu yang cukup lama. +al inilah yang dijadikan dasar oleh "actor untuk melakukan transaksi kepada client. Adapun jenis H jenis anjak piutang berdasarkan keempat sudut pandang tersebut adalah sebagai berikut(

eterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian utama yang dibuat untuk pelaksanaan kegiatan anjak piutang adalah antara pihak klien dengan pihak factor. Perjanjian tersebut dapatdibuat dengan atau tanpa persetujuan pihak nasabah. Atas dasar ada atau tidaknya persetujuan pihak nasabah dalam perjanjian, anjak piutang dapat dibedakan menjadi( a 'isclosed "actoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada "actor dalam disclosed "actoring adalah dengan sepengetahuan pihak nasabah =melalui pemberitahuan atau notifikasi>. Mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan

piutang kepada factor, makahak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo, nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. Secara praktis, tipe disclosed "actoring memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. b Undisclosed "actoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam unclosed "actoring adalah tanpa sepengetahuan pihak nasabah =melalui pemberitahuan atau notifikasi>. Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor, maka hak penagihan piutang tidak dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo, nasabah tetap harus melunasi utangnya melalui factor. Secara praktis, tipe disclosed "actoring tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor, kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah.

Perjanjian Anjak Piutang Perjanjian pokok anjak piutang baik recourse maupun (ithout "actoring selalu dilakukan sebelum dimulainya kegiatan anjak piutang. *eberapastandar jaminan dan penggantian kerugian yang dimasukan dalam perjanjian anjak piutang dimaksudkan untuk melindungi perusahaan anjak piutang terhadap kemungkinan pengurangan nilai piutang yang dibeli. Perjanjian "actoring antara perusahaan "actoring dengan klien minimal memuat halA hal antara lain sebagai berikut( 3. a b ententuan umum etentuan mengenai pena2aran penjualan piutang dari perusahaan klien kepada perusahaan "actoring termasuk cara dan persyaratannya. etentuan mengenai pena2aran yang memuat hak perusahaan "actoring untuk menerima atau menolak piutangApiutang yang dita2arkan berdasarkan ketentuanAkententuan yang telah disepakati.

c d

etentuan mengenai harga penjualan piutang termasuk kalkulasinya, 2aktu pembayaran, uang muka =ad#anced payment> etentuan mengenai jaminan yang diberikan oleh perusahaan klien atas piutangApiutang yang dita2arkan untuk dijual kepada perusahaan "actoring dan resikoAresiko akibat jaminan yang tidak benar

etentuan mengenai ruang lingkup administrasi piutang yang dilakukan oleh perusahaan "actoring. e2ajiban pelaporan kepada klien dan ketentuan biaya administrasi yang diperhitungkan

etentuan pembelian kembali piutang dalam hal terjadinya keadaanAkeadaan tertentu dan penetapan harga penjualan kembali piutang tersebut

4.

eabsahan piutang =0alidity o" %ecei#able) Perusahaan "actoring akan meminta kepada pihak klien untuk memberikan jaminan bah2a piutang yang dijual tersebut benarAbenar ada dan barangnya telah diserahkan oleh klien kepada customer dan apabila piutang tersebut dalam bentuk pemberian jasa maka klien harus menjamin bah2a pemberian jasa tersebut telah dilakukan oleh klien. %i samping itu, klien harus pula menjamin bah2a jumlah piutang oleh klien benarAbenar telah dihitung dengan benar dan piutang tersebut bebas dari perselisihan dan tidak dilakukan contratrading oleh pihak customer atau kemungkinan akan dituntut oleh pihak ketiga

5. Pengalihan resiko Perjanjian anjak piutang perlu menetapkan apakah dalam pengalihan resiko dilakukan syarat( a b 7ithout recourse yaitu resiko tidak terbayarnya faktur atau piutang oleh pelanggan berada pada perusahaan "actoring 7ith course yaitu resiko tidak terbayarnya piutang berada pada klien %alam pelaksanaan pengalihan piutang =cessie> perlu diatur ketentuan antara lain sebagai berikut( 6. Pengalihan piutang

a b

Pengalihan piutang harus dibuat dalam suatu akta di ba2ah tangan atau akta otentik dengan melampirkan dokumenAdokumen yang mendukung. Setiap faktur yang dialihkan seyogianya mencantumkan keterangan yang di dalamnya menerangkan bah2a faktur tersebut sudah dialihkan kepada pembeli =perusahaan "actoring>

@. Notifikasi Pemberitahuan atas pengalihan piutang meliputi halAhal sebagai berikut( a Pengalihan piutang oleh klien kepada perusahaan "actoring harus diberitahukan kepada pelanggan dan disetujui atau diakui oleh pejabat yang ber2enang dari pihak pelanggan b c d e Pemberitahuan ini merupakan tanggung ja2ab dari klien Pemberitahuan oleh klien ini hanya diperlukan sekali untuk setiap pelanggan pada 2aktu pengalihan pertama Persetujuan atau pengakuan terhadap pemberitahuan ini oleh pelanggan dapat pula dilakukan dengan persetujuan terhadap instruksi pembayaran Pemberitahuan ini tidak diharuskan untuk kegiatan anjak piutang semacam in#oice discounting "actoring maupun undiscounted "actoring 8. Syarat pembayaran lien diminta untuk menjamin bah2a setiap piutang yang dijual harus memiliki persyaratan yang sama dengan persyaratan penjualan yang disetujui oleh perusahaan "actoring sebelumnya. Pembayaran oleh customer =debitor> dilakukan langsung kepada perusahaan "actoring dari 2aktu ke 2aktu. <. Perubahan persyaratan lien di2ajibkan memberitahukan perusahaan "actoring secara tertulis setiap ada rencana perubahan atas ketentuanAketentuan dan persyaratan kredit yang diberikan kepada debitor sepanjang yang berkaitan dengan piutang atau tagihan yang dijual tersebut :. #anggungja2ab klien atas debitor lien harus membayar kepada perusahaan "actoring dengan nilai piutang yang dijual klien apabila terdapat halAhal berikut(

a b c d

%ebitor tidak mengakui kebenaran piutang atau jumlah piutang yang harus dibayar debitor %ebitor tidak membayar sebagian atau tidak sepenuhnya melunasi tagihan yang telah jatuh tempo %ebitor mengalami kebangkrutan lien melakukan 2anprestasi atau melanggar ketentuan kontrak dengan debitor yang menimbulkan adanya tagihan tersebut

9. Jaminan klien a b c lien harus menjamin bah2a hak perusahaan "actoring atas piutang yang dibelinya tersebut tidak menjadi dihapus lien tidak diperbolehkan membuat pernyataan lunas atas suatu piutang yang telah dijual tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan "actoring lien harus selalu memenuhi kesepakatan atau ketentuanAketentuan perjanjian dengan debitor yang berkaitan dengan piutang yang dijual kepada perusahaan "actoring d Perusahaan "actoring dapat melakukan pemeriksaan dan mengkopi dokumen yang ada dikantor klien yang berkaitan dengan tagihanAtagihan yang dimaksud.

'ingkup Pelayanan PihakApihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalam suatu 2ilayah negara yang sama dan dapat juga berlokasi dalam 2ilayah yang berbeda. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihakApihak yang terlibat dalam proses anjak piutang tersebut maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi( a 'omestic "actoring

PihakApihak yang terlibat dalam domestik "actoring berkedudukan dalam satu 2ilayah negara. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik, prosesnya adalah sebagai berikutK klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. Penyerahan barang7jasa diikuti dengan penagihan yang di2ujudkan dalam dokumen berupa faktur =in#oice>. %okumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan anjak piutang dan klien yang akan mendapatkan pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. *ila telah jatuh tempo, konsumen akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. emudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai.

Supplier7klien7penjual

Eactor7 perusahaan7 anjak piutang

Dustomer7debitur7 pembeli

eterangan( 3. perjanjian 4. jual beli barang secara kredit 5. pengalihan7penjualan piutang =dengan penyerahan dokumen penjualan> 6. pembayaran =uang muka sejumlah FB dari nilai piutang> @. penagihan 8. pelunasan =3;;B> <. pelunasan piutang =3;;BAuang muka FB>

5nternational "actoring PihakApihak yang terlibat dalam international "actoring berkedudukan dalam 2ilayah negara yang berbeda terutama perbedaan kedudukan antara klien7pemasok dengan kedudukan nasabah. %alam kegiatan anjak piutang dengan lingkup internasional, ada empat pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut( eksportir, importir, e.port "actor, dan import "actor. Prosesnya adalah sebagai berikutK eksportir membuat perjanjian dengan pihak perusahaan anjak piutang dan mengajukan limit kredit sehubungan dengan rencana ekspor. %alam proses tersebut, perusahaan anajak piutang melakukan kerjasama dengan perusahaan serupa =import "actor> di luar negeri, tempat negara tujuan ekspor. Pihak perusahaan anjak piutang diluar negeri melakukan serangkaian 0erifikasii terhadap calon importir. Apabila tidak ada permasalahan, eksportir mengirimkan barang dan menyerahkan faktur dengan perintah bah2a importir melakukan pembayaran kepada perusahaan anjak piutang yang telah ditunjuk =import "actor>. )ksportir menyerahkan salinan faktur kepada perusahaan anjak piutang di dalam negeri =e.port "actor> dan akan melakukan pembayaran kepada eksportir. -.port "actor kemudian memberikan perintah kepada import "actor untuk melakukan penagihan kepada importir dan menerima pembayaran pada saat jatuh tempo.

Iilayah Negara A Penjual7supplier7 klien7eksportir

Iilayah Negara * Pembeli7customer7 debitor7importir

)ksport factor

!mport factor

eterangan( 3. perjanjian anjak piutang yang melibatkan klien, e.port "actor+ import "actor, dan pembeli 4. jual beli secara kredit 5. pengalihan piutang =dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang 6. pembayaran =uang muka FB> @. pelimpahan penagihan =dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman> 8. penagihan pada saat jatuh tempo =menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman <. pelunasan =3;;B> :. pelunasan =3;;B> 9. pelunasan =3;;BAuang muka FB>

#ipe #agihan atau Piutang #ransaksi jual berli secara kredit antara penjual dengan pembeli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan ke2ajiban atau utang bagi pihak pembeli. +ak dan ke2ajiban bagi penjualApembeli tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dapat juga dalam bentuk promes. a Anjak piutang untuk tagihan biasa Anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibatkan klien, nasabah, dan factor. Pihak lain, biasanya bank, tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor, dan pada saat jatuh tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor.

Anjak piutang untuk promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain, biasanya bank, dalam proses penagihan piutang. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikon0ersikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain =bank>. %asar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini(

Penjual7pemasok7 klien7eksportir

Pembeli7nasabah7 debitor7importir

)ksport factor

!mport factor

eterangan( 3.perjanjian anjak piutang 4.jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan promes oleh pembeli kepada penjual = pernyataan akan membayar sejumlah uang tertentu pada 2aktu tertentu> 5.pengalihan piutang =dengan penyerahan promes> 6.pembayaran =atas dasar diskonto> @.pendiskontoan promes ke bank 8.pembayaran atas dasar diskonto <.penagihan pada saat jatuh tempoh :.pelunasan

Struktur ,rganisasi Atas dasar struktur organisasinya, preusahaan anjak piutang dapat dibedakan menjadi struktur organisasi anjak piutang kecil dengan yang berskala besar. Perusahaan anjak piutang kecil biasanya hanya memberikan jasaAjasa pembiayaan dan jarang memberikan jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjualan dan lainA lain. Perusahaan jasa anjak piutang berskala besar biasanya dapat memberikan kedua jasa tersebut. A.Perusahaan Anjak Piutang ecil struktur organisasinya disesuaikan dengan jenis jasa yang dita2arkan, yaitu terutama hanya jasa pembiayaann. Mengingat proses dasar dari kegiatan pembiayaan adalah ( a. analisis terhadap bonafiditas calon klien b. analisis terhadap konektibilitas piutang c. pembayaan pembiayaan kepada klien d. administrasi faktur dan bukti piutang e. administrasi hak dan ke2ajiban pihak terkait f. penagihan pitang g. pembayaraan kepada klien bagianAbagian yang terdapat dari perusahaan jasa anjak piutang tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. Dontoh struktur organisasi anjak piutang berskala kecil terdapat dalam gambar berikut ( de2an direksi terdiri dari( 3.debt 'egal 4.debt rekening klien 5.debt penagihan 6.debt penyesuaian @.debt faktur 8.debt kredit

De/a $emen K e(i$ adalah bagian dari perusahaan yang berugas melakukan analisis terhadap bonafiditas calon klien dan kolectibilitas atau kualitas piutang yang akan dibiayai. Mengingat bidang usaha calon klien sangat beragam, maka analisis pada bagian ini biasanya sudah merujuk pada spesialisasi pada bidang tertentu. Atas dasarpertimbangan diatas serta untuk meningkatkan efisiensinya, masing masing perusahaan jasa anjak piutang kecil biasanya mengacu pada bidang tertentu. De/a $emen Fak$' adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan administrasi dokumen piutang agar dapat secara tepat dan cepat digunakan untuk perhitungan biaya, diskonto atau bunga dan jatuh tempo. De/a $emen Penyes'aian adalah bagian dari perusahaan yamg bertugas melakukan administrasi dan pengelolahan terhadap perubahan terhadap persyaratan, jumlah piutang dan halAhal lain yang berhubungan dengan hak dan ke2ajiban pihak yang terkait dalam anjak piutang. De/a $emen Penagi!an adalah bagian perusahan yang bertugas untuk melakukan penagihan terhadap piutang yang jatuh tempoh De/a $emen Rekening klien adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan seluruh pencatatan terhadap seluruh transaksi atau yang mempengaruhi hak dan ke2ajiban klien. De/a $emen Legal adalah bagian perusahaan yang bertugas memberikan pertimbangan dan saran yuridis mengenai kegiatan perusahaan.

*.Perusahaan Anjak Piutang *esar %i samping memberikan jasa pembiayaan, perusahaan anjak piutang berskala besar juga mena2arkan jasa pembiayaan, sehingga selain bagian diatas, perusahaan anjak

piutang berskala besar juga memiliki bagian lain seperti bagian umum, bagian komputer, bagian treasury, bagian relasi, bagian pengelolaan kredit dan lainAlain. #anggung ja2ab yang dimiliki masingAmasing bagian cenderung spesifik, sehingga secara umum jumlah bagianAbagiannya menjadi lebih banyak. *agian atau departemen yang menjadi sangat banyak biasanya dikelompokan menjadi hanya 5A@ di0isi saja. Sebagai contoh perusahaan anjak piutang skala besar ada yang mempunyai di0isi administrasi, di0isi keuangan, de0isi pemasaran dan operasi. MasingAmasing de0isi memiliki bagian yang sangat terkait. *erikut contoh sebagai berikut ( *oard of directors terdiri( 3.administrasi di0ision bagiannya legal debt, office debt, computer debt. 4.Einance di0ision bagiaannya account debt, statistic debt, treasury debt. 5.,peration di0ision bagiannya credit debt, under2riting debt, in0oice debt. 6.Marketing di0ision bagiannya marketing debt, relasion debt, research debt.

,A, 5 - 4ANFAAT DAN PENILAIAN RESIK8 AN.AK PIUTANG


1.4an"aa$ Anjak Pi'$ang %engan adanya jasa dari perusahaan anjak piutang, klien mendapat manfaat dari transaksi yang diberikan. lien mendapat kas langsung dari penjualannya dalam bulan berjalan dan tidak perlu menunggu 2aktu sampai pembayaran dari konsumen. %engan demikian, likuiditas perusahaan akan lebih terjamin dan modal kerja akan terus bergulir. as yang diperoleh dari perusahaan anjak piutang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan biaya produksi. *iaya produksi dapat dipangkas dengan memanfatkan diskonto dari para pemasok karena melakukan pemberian tunai. Pemberian tunai pasti mendapat diskon. *esarnya diskon dapat digunakan untuk

mengompensasi biaya bunga yang dibayarkan kepada pihak perusahaan anjak piutang. lien juga dibantu dari sisi administrasi piutang. lien tidak perlu lagi melakukan penagihan kepada konsumen karena perusahaan anjak piutang yang akan melakukannya sekaligus memberikan posisi pitang kepada klien. 'aporan ini juga akan berguna ketika konsumen mengajuan kembali permohanan pembelian secara kredit. A.,agi Klien Manfaat yang dapat diterima klien yaitu( A. Manfaat karena jasa pembiayaan dan *. Manfaat yang diterima karena menerima jasa non pembiayaan. A. .asa /embiayaann Peningka$an /enj'alan. Adanya pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit. Penjualan dengan cara kredit ini sebenarnya sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. Namun dengan adanya jasa anjak piutang, klien mampu menjual secara kredit. Penjualan secara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien. Kelan#a an m%(al ke ja. Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengon0ersikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat. #ersedianya dana tunai yang lebih besar ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasional klien seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji pega2ai dan lainAlain. Peng' angan esik% $i(ak $e $agi!nya /i'$ang . Pembiayaan dengan skema

2ithout recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. Pengalihan resiko ini sangat menguntungkan bagi kelancaran dan kepastian usaha bagi pihak klien.

b. .asa N%n/embiayaan 4em'(a!kan /enagi!an /i'$ang. Jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang kepada nasabah, sehingga 2aktu dan tenaga karya2an menlakukan kegiatan lain yang lebih produktif. E"isiensi 'sa!a. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk mengelola kegiatan penjualannya secara lebih rapi dan efisien karena administrasinya dikelola oleh pihak =factor> yang sudah berpengalaman. Peningka$an k'ali$as /i'$ang. Jasa administrasi penjualan memungkinan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih selektif sehingga kemungkinkan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi 4em'(a!kan /e en#anaan a 's kas1#as!9"l%+2. Jasa in0estigasi piutang memungkinkan klien untuk melakukan perkiraan 2aktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih, sehingga memudahkan proyeksi arus kas usaha secara keseluruhan. ,.,agi Fa#$% Manfaat utama yang diterima factor adalah penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Eee tersebut terdiri dari( Dis#%'n$ "ee a$a' #!a ge. Eee ini dibayarkan oleh klien karena factor memberikan jasa pembiayaan =uang muka> atas piutang yang diberikan oleh factor. Dharge diperhitungkan sebesar persen tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar( resiko tertagihnya jangka 2aktu rataArata tingkat bunga dapat dimanfaat untuk

Se 3i#e . Eee ini dibayar oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa nonpembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang dilakukan oleh factor. Semakin besar 0olume penjualan, maka fee ini juga semakin besar. Semakin sulit penagihan piutang, maka fee ini juga besar. *.,agi Nasaba! nasabah memperoleh manfaat berupa( 3. kesem/a$an 'nn$'k melak'kan /embelian se#a a k e(i$ . 4. Layanan /enj'alan yang lebi! baik. Jasa ehadiran jasa penjualan pembiayaan memungkinkan klien untuk melakukan penjualan secara kredit. administrasi memungkinkan klien melakukan penjualan dengan lebih cepat dan tepat.

2.Penilaian Pe 'sa!aan Anjak Pi'$ang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya perusahaan anjak piutang menyusun kesimpulan mengenai aspek klien yang dinilai anjak piutang, yaitu( 3. i+aya$ /i'$ang ma#e$. Penilaian atas ri2ayat piutang macet minimal 5 tahun sebelumnya. Penilaian tersebut bukan hanya mengenai besarnya persentase tetapi juga menyangkut pola atau sebabAsebab timbulnya kerugian tersebut. 4. /enilaian k e(i$ %le! klien. etiadaan pemeriksaan kredit secara

formalakan menyebabkan semakin tingginya kerugian. Perusahaan factoring harus meneliti prosedur atau tata cara yang digunakan oleh calon klien mengenai penilaian kredit kepada pelanggannya. +al tesebut perlu untuk menilai pengaruhnya terhadap terjadinya kemacetan kredit di masa lalu.

5. 4anajemen k e(i$ %le! klien. Semakin lama jangka 2aktu kredit semakin sulit dilakukan penagihan. Penilaian jangka 2aktu kredit macet dan prosedur penagihan dari calon klien akan dapat memberikan informasi apakah kerugian tersebut dapat dihindari apabila menggunakan sistem dan prosedur penagihan serta sistem peringatan. Meskipun cara tersebut tidak menjamin sepenuhnya terhindarnya dari kerugian akibat kredit macet akan tetapi sekurangnya akan memperkecil kerugian dengan cara menolak atau tidak melanjutkan pengiriman barang kepada customer yang bersangkutan pada 2aktunya. 6. In('s$ i. Perusahaan factoring yang sudah berpengalaman akn mengetahui tingkat resiko piutang macet atas suatu industri. @. Pe sya a$an K e(i$. Jangka 2aktu kredit yang diberikan oleh klien kepada beberapa customernya mungkin lebih panjang daripada biasanya, misalnya lebih dari 5; hari. Pemberian jangka 2aktu kredit akan semakin besar dibandingkan bila jangka 2aktu kredit jauh lebih pendek. resiko kredit jadi lebih besar. 8. Si"a$ #'s$%me . Perusahaan factoring dapat memperoleh informasi mengenai pelanggan yang bersangkutan melalui pusat informasi kredit yang mungkin dibentuk oleh organisasi industri sejenis misalnya pengusaha pakaian atau asosiasi segmenAsegmen usaha lainnya. <. P%la /embelian. Dustomer yang melakukan pembelian secara teratur setiap bulan akan lebih mudah memonitor daripada customer yang melakukan pembelian hanya setiap 5 bulan atau lebih. Setelah penelitian pokok atas resiko kredit secara indi0idu, maka pengelolaan kredit mempengaruhi tingkat piutang macet dalam jumlah yang cukup besar. :. /engembalian '$ang. ecepatan pembayaran pihak cus tomer sejalan onsekuensinya

dengan prosedur penagihan yang dapat menunjukan apakah calon klien

tersebut adalah supllier yang disenangi atau tidak. Pengembalian kredit relatif jangka 2aktu pendek suatu industri akan mengurangi tingkat resiko. 9. P %s/ek Usa!a. Penilaian terhadap prospek perusahaan factoring harus mampu menentukan jika pertumbuhan penjualan disebabkan oleh meningkatnya bisnis dengan customer lama atau karena adanya tambahan penjualan kepada customer baru. %alam hal ini customer baru mungkin memilikikualitas yang tinggi atau rendah daripada customer lama tergantung pada penetrasi terhadap prospek pasar yang dilakukan. @ Aspek Anjak Piutang yang %inilai lien penilaian klien atau supplier terhadap perusahaan factoring pada prinsipnya sama halnya dengan perusahaan factoring melakukan penilaian kemungkinan resiko yang dihadapi terhadap suatu calon klien. %alam hal ini, klien tahu persis dalam menilai risiko usaha dengan perusahaan factoring. Penilaian yang perlu dilakukan klien adalah menyangkut halAhal antara lain sebagai berikut( apakah perusahaan factoring benarAbenar pengalaman praktikApraktik dagang dalam industri yang dibidang pihak klien. apakah tenaga manajemen perusahaan factoring memiliki keahlian dalam pengelolaan kredit yang efektif. apakah sistem dan informasi yang dimiliki perusahaan factoring cukup memadai untuk memberikan tingkat pelayananyang dimiliki dan dibutuhkan klien misalnya kecepatannya memberikan ja2aban terhadap setiap permohonan kredit. kemampuan perusahaan anjak piutang menyediakan laporan akurat secara reguler mengenai posisi dan status piutang sebagai standar untuk memungkinkan menilai kinerja perusahaan factoring. kesanggupan perusahaan factoring menyediakan cadangan yang memadai untuk menantisipasi suatu risiko kredit.

Selanjutnya klien harus mengunjungi perusahaan factoring menemui pejabat eksekutif untuk keperluan negosiasi. +al tersebut akan memungkinkannya mendapatkan ja2aban atas suatu pertanyaan yang bersifat khusus dan pada kesempatan tersebut klien dapat langsung menyaksikan demonstrasi sistem yang diterapkan perusahaan factoring. %i samping itu, dalam kesempatan tersebut pembiayaan informal tersebut akan memberikan suatu pandangan terhadap filosofi! dan penilaian perusahaan factoring. !dealnya klien dapat mencari informasi mengenai perusahaan factoring tersebut dari supllier lain yang pernah atau sedang menggunakan jasa perusahaan factoring yang bersankutan. Sekiranya klien tidak mengetahui salah satu diantara klien lain tersebut, maka ia dapat meminta pada perusahaan factoring yang bersangkutan untuk memberikan daftar namaAnama klien untuk dapat meminta informasi.

,A, ; -AN.AK PIUTANG DARI SISI KLIEN


Pada bab ini kami akan membahas anjak piutang dari sudut penerima jasa anjak piutang =client> sehingga akan terKihat dengan jelas apa yang akan didapat oleh client bila anjak piutang menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah cash "lo( perusahaan. Selain itu, kami akan menyampaikan pula syarat H syarat untuk mendapatkan fasilitas H fasilitas anjak piutang, serta aspek akuntansi dan perpajakan ditinjau dari sisi client. A. S-A&A# H S-A&A# "N#" P!"#AN$ "ntuk mendapatkan fasilitas anjak piutang, client harus sudah mempunyai usaha yang baik dan menguntungkan. Selanjutnya client mengajukan surat permohonan dengan melampirkan hal H hal sebagai berikut( M)N%APA# AN EAS!'!#AS ANJA

3. Akta Pendirian Perusahaan client beserta perubahan H perubahannya. 4. Surat Pengesahan Pendirian Perusahaan dari %epartemen dan *erita Negara. 5. Surat !/in "saha Perusahaan =S!"P> 6. #anda %aftar Perusahaan =#%P> @. Nomor Pokok Iajib Pajak =NPIP> 8. 'aporan euangan 5 tahun terakhir =Audited, bila ada> <. 8ank 1tatement Account untuk 5 bulan terakhir. :. Perjanjian jual beli dengan customer. 9. Dontoh 5n#oice7faktur dan credit 6ote7 Nota redit Perusahaan 3;. Pro""esional 8ackground dari direksi dan7atau komisaris. 33. struktur ,rganisasi perusahaan client. 34. %ata H data lainnya yang akan diminta kemudian, bila diperlukan. ehakiman

Selain syarat H syarat yang telah kami sebutkan di atas, biasanya terdapat syarat lain yang diminta oleh "actor, yaitu( 3. !lient harus merupakan badan hukum atau bentuk usaha tetap seperti P#, D., Eirma, N., dan lain H lain, dan bukan perorangan atau indi0idual, demikian pula dengan customer H nya 4. .olume penjualan calon client masuk dalam kategori yang telah dipersyaratkan oleh "actor, misalnya &p 3;;.;;;.;;; per bulan 5. Penjualan yang dapat dianjakpiutangkan adalah penjualan yang bersifat rutin dan bukan penjualan bersifat transaksional 7 insidental yang hanya dilakukan sekali H kali. 6. Modal calon client harus memadai dan sesuai bila dibandingkan dengan total asset perusahaan. @. Dalon client bersedia memberikan jaminan tambahan atas fasilitas pembiayaan yang diterima. 8. Dalon client harus bersedia untuk disur0ei oleh tim dari "actor untuk mendapatkan gambaran usaha yang seutuhnya.

Syarat H syarat yang telah dikemukakan di atas bersifat tidak mutlak, tergantung kepada masing H masing "actor untuk menerapkannya, sehingga masing H masing "actor mungkin saja berbeda mengenai syarat yanfg diminta kepada calon client H nya masing H masing. Adapun mekanisme transaksi anjak piutang yang biasanya diterapkan oleh "actor dapat kami kemukakan pada halaman berikut. 1. Ta!a/ Pe m%!%nan Setiap permohonan pembiayaan anjak piutang harus mengisi secara lengkap formulir aplikasi yang telah disediakan dan ditandatangani oleh pemohon. 2. Ta!a/ Penge#ekan 0 Desk Reserch Checking *erdasarkan aplikasi dari pemohon, marketing department "actor akan melakukan pengecekan atas kebenaran dari pengisian formulir aplikasi tersebut dengan melakukan hal H hal sebagai berikut( a. Pengecekan fasilitas lainnya yang masih outstanding kepada *ank atau ' ** lainnya dengan mengirimkan 8A6 -%91 -6:U5%;, bila perlu. M) AN!SM) #&ANSA S! ANJA P!"#AN$ !lien t

#ahap Permohonan

#ahap Pengecekan

,kN

#ahap Audit !hecking

#ahap Pembuatan !ustomer Pro"ile

omite redit ADD Surat Penolakan *agian #ahap #ahap Administrasi Pengajuan Pencairan kepada #ahapredit omite Easilitas redit Pengikatan

b. 3rade checking kepada supplier, customer, dan pesaing c. Pengecekan pemegang saham dan pengurus perusahaan yang disesuaikan dengan anggaran dasar perusahaan. 5. Ta!a/ A'(i$ Checking0 Peme iksaan La/angan Apabila tahap pengecekan 7 desk research checking hasilnya cukup baik, maka proses permohonan dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan atau audit ke calon client. Adapun tujuan dari pemeriksaan lapangan ini adalah( a. "ntuk memastikan apakah transaksi penjualan yang dilakukan antara client dan customer termasuk criteria tagihan yang dapat dianjakpiutangkan. b. Mempelajari prosedur administrasi penjualan yang dilakukan oleh client termasuk syarat dan kondisi penjualan. c. "ntuk mengenali secara langsung customer mana yang melakukan transaksi pembelian secara rutin, langsung dan tingkat ketaatan pembayarannya yang tinggi.

d. "ntuk menghitung secara pasti berapa besar tingkat penjualan calon client dibanding dengan laporan yang telah disampaikan. 6. Ta!a/ Pemb'a$an *'s$%me P %"ile *erdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, marketing department pihak "actor akan membuat customer pro"ile, di mana isinya akan menggambarkan tentang( a. Nama perusahaan customer. b. Nama pemilik. c. &ata H rata penjualan d. !redit 3erm. e. Alamat dan Nomor #elepon. f. !ontact Person. g. 'amanya hubungan dengan client. h. %an lain H lain.

@. Ta!a/ Pengaj'an P %/%sal ke/a(a Credit Commite /arketting department pihak "actor akan mengajukan proposal terhadap permohonan yang diajukan oleh client kepada credit commite. Proposal yang diajukan biasanya terdiri dari( a. #ujuan pemberian fasilitas anjak piutang kepada client. b. Struktur fasilitas yang mencangkup !lient Ad#ance )imit+ /a.imum Ad#ance )imit untuk setiap customer+ ser#ice !harge, suku bunga, "acility "ee. c. 'atar belakang Perusahaan dan susunan pemegang saham disertai keterangan mengenai bisnis dan siklus operasi perusahaan !lient. d. Analisis 'aporan euangan, &ekening oran dan ebutuhan Modal. e. Analisis &isiko. f. Saran dan esimpulan. 8. Pengaj'an Ke/'$'san Credit Committe

eputusan credit committe merupakan dasar bagi "actor untuk terus melakukan pembiayaan atau tidak. Apabila permohonan client ditolak maka harus diberitahukan melalui surat penolakan, sedangkan apabila disetujui maka marketing department akan mempersiapkan Surat Pena2aran kepada calon client. <. Ta!a/ Pengi iman S' a$ Pena+a an Setelah proposal mendapatkan persetujuan dari credit committe, maka marketing department pihak "actor 2ajib mempersiapkan surat pena2aran kepada client dan dokumen ini biasanya akan dijadikan Surat Penerimaan =)etter o" Acceptance> :. Ta!a/ Pengika$an *erdasarkan Surat Pena2aran yang telah ditandatangani oleh client, bagian legal akan mempersiapkan pengikatan sebagai berikut( a. Perjanjian Anjak Piutang beserta lampirannya. b. Jaminan Pribadi, jika ada. c. Jaminan Perusahaan, jika ada. d. Surat uasa husus, jika diperlukan. e. 6oti"ication )etter. Pengikatan dapat dilakukan secara ba2ah tangan, dilegalisir oleh Notaris atau secara Notariil 9. Ta!a/ Pen#ai an Fasili$as Setelah proses penandatanganan perjanjian, maka semua data akan diserahkan kepada bagian administrasi kredit, yang biasanya terdiri dari a. Eormulir Permohonan. b. )etter o" Acceptance =urat Penerimaan>. c. 6oti"ication )etter. d. Surat uasa husus. e. Perjanjian Anjak Piutang. f. Spesimen #anda #angan.

Apabila semua proses ini telah dilakukan, maka selanjutnya client mulai mencairkan fasilitas pembiayaan anjak piutang. "ntuk dapat mencairkan fasilitas anjak piutang, biasanya "actor akan memberikan formulir H formulir tertentu kepada client, yang terdiri dari( a. #anda Penerimaan Eaktur 7 #agihan. b. #anda Persetujuan Penerimaan Eaktur 7 #agihan. c. !essie Piutang. d. 1urat Perintah Pembayaran. e. Eormulir lainnya, jika ada. %emikian seterusnya yang dilakukan oleh client, apabila client ingin mencairkan fasilitas anjak piutang yang telah disetujui. Selanjutnya pada setiap akhir, "actor akan membuatkan laporan pemakaian f asilitas anjak piutang yang telah diterima oleh client beserta lampirannya. *. P)&+!#"N$AN H P)&+!#"N$AN %A'AM #&ANSA S! ANJA P!"#AN$ %alam transaksi anjak piutang, "actor biasanya akan mengenakan biaya H biaya yang dapat dibagi menjadi 5 =tiga> unsur biaya, yaitu( 3. Fa#$% ing *!a ge atau disebut juga 1er#ice !harge atau atau *iaya Administrasi. *iaya ini dikenakan atas jasa non"inancing yang telah diberikan oleh "actor. *esarnya ser#ice charge7 omisi "actoring tergantung dari beban kerja dan7atau risiko yang ditanggung oleh "actor atas fasilitas yang diberikan kepada client. Perhitungan ser#ice charge didasarkan pada presentase dari nilai faktur yang dialihkan ke "actor dengan mempehitungkan hal H hal sebagai berikut( a. .olume Penjualan !lient per #ahun omisi Factoring

Semakin tinggi nilai penjualan client, semakin besar ser#ice charge yang akan dibebankan kepada client. Selain itu, besarnya ser#ice charge dihitung pula dengan besaran nilai faktur. b. Jumlah Dustomer Jumlah customer merupakan salah satu kriteria menentukan ser#ice charge, semakin banyak utang customer yang dianjakpiutangkan berarti semakin banyak perkerjaan yang harus dilakukan, maka semakin banyak ser#ice charge yang dibebankan. c. Jumlah Eaktur dan Nota redit Jumlah faktur juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan ser#ice charge kepada client. Semakin banyak jumlah faktur atau nota kredit yang dikeluarkan dan difaktorkan oleh client, semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukan "actor untuk memeriksa setiap faktur atau nota kredit, meneliti isi faktu apakah sesuai dengan purchase order $ nya dan cocok dengan deli#ery order $ nya, serta memasukkan data faktur H faktur tersebut ke komputer, jadi semakin banyak faktur berarti ser#ice charge yang dibebankan semakin tinggi. d. &isiko redit !ustomer Perhitungan risiko kredit setiap customer juga menjadi dasar perhitungan ser#ice charge. "ntuk customer yang terdiri dari perusahaan H perusahaan besar dan bonafit, maka risiko kreditnya biasa relatif lebih kecil sehingga ser#ice charge yang dikenakan akan menjadi lebih rendah, demikian sebaliknya. .iaya ini biasanya dipotong7dibayarkan pada saat permulaan kontrak perjanjian anjak piutang ditandatangani dan bersifat nonre"undable atau dapat pula dipotong pada saat penarikan fasilitas dari jumlah pre $ "inancing yang diberikan oleh "actor. *erikut ini akan kami kemukakan salah satu bentuk cara menghitung se#ice charge yang dapat digunakan oleh perusahaan anjak piutang( a. .olume penjualan yang akan difaktorkan =per tahun>

=34 O &p @;;.;;;.;;;> b. Jumlah !ustomer baru 3 =satu> O &p 4;;.;;; c. Jumlah customer lama &p 3;;.;;; d. *iaya client e. Jumlah faktur7credit note =per tahun> =@; O 34> O &p 3;;; f. *iaya #otal =minimum ser#ice charge> g. Minimum ser#ice charge =B> sebelum Eatur risiko P =f> dibagi =a> O 3;;B Eaktor &isiko Dustomer

P &p 8.;;;.;;;.;;; P &p P &p 4;;.;;; Q

P &p 3.;;;.;;; P &p 8;;.;;;

P &p 3.:;;.;;; P ;,;5B

Nama !ustomer

B Penjual dari #otal Penjualan

&ata H rata =B>

P# O-R 3;;B O ;,6 Sejahtera h. #otal factor risiko

;,6 P ;,6 ;,65 B B

Minimum ser#ice charge sesudah factor risiko P

4. Initi ! P "ment Ch rge atau lebih dikenal sebagai biaya bunga7discoundted *iaya bunga akan dikenakan oleh "actor kepada client berdasarkan dana yang dipakai sebagai ad#anced payment dengan perhitungan hari sebenarnya. *esarnya biaya bunga ini berkisar antara 4B sampai 5B di atas prime rate yang berlaku dan bersifat negotiable serta akan ditinjau secara berkala. Pengenaan biaya bunga atas ad#anced payment dapat dilakukan di muka =dipotong di muka> dengan menggunakan perhitungan bunga 3rue 'iscound /ethod, sehingga apabila metode ini dilakukan maka besarnya

ad#anced payment yang diterima oleh client sebesar neto pembiayaan dikurangi dengan bunga secara 3rue 'iscound. Sedangkan apabila perhitungan bunga dilakukan di belakang maka dasar pengenaan bunga mempergunakan rumus simple interest dengan hari sebenarnya, sehingga ad#anced payment yang diterima oleh client sama dengan neto pembiayaan. Apabila metode ini digunakan, besarnya pembebanan bunga dilakukan setiap akhir bulan berdasarkan jumlah dana yang terpakai atau sama dengan system rekening oran. Metode perhitungan bunga antarperusahaan anjak piutang padat saja berbeda tergantung kebijakan manajemen masing H masing. "ntuk memperjelas kedua metod etersebut kami akan memberikan contoh sebagai berikut( Misalkan perusahaan P# O-O mendapatkan fasilitas anjak piutang dari "actor P# D%) di mana tagihan yang sedang diajukan sejumlah &p 34@.;;;.;;; dengan tingkat pembiayaan :;B di mana jatuh tempo tagihan selama :9 hari sebesar 5@B per tahun, maka besarnya bunga yang dibebankan oleh "actor adalah sebaai berikut( R'm's T 'e Dis#%'n$ 4e$!%(

Pokok Pembiayaan H Pokok Pembiayaan O 58@ =& O N> S 58@ P &p. 3;;.;;;.;;;, A &p 3;;.;;;.;;; O 58@ =5@B O :9> S 58@ P &p <.:85.3:5

*unga yang akan dibebankan oleh "actor sebesar &p <.:85.3:5 sehingga jumlah ad#anced payment yang diterima oleh client &p 94.358.:3<. R'm's Sim/le In$e es$- P%k%k /embiayaan B N0&;@ B RC P &p 3;;.;;;.;;; O :9758; O 5@B P &p :.84@.<<: *unga yang harus dibayar oleh client adalah sebesar &p :.84@.<<:, sedangkan jumlah ad#anced payment yang diterima oleh client adalah sebesar &p 3;;.;;;.;;; karena bunga akan dibayar belakangan. 5. Fa#ili$y Fee atau juga biasa disebut pro0isi kredit akan dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari plafond yang telah disetujui oleh "actor dan dibebankan setiap perpanjangan fasilitas anjak piutang. Adapun besarnya "acility "ee berkisar antara ;,@B sampai 3B dari planfond pembiayaan sebagai contoh, P# A*D Sukses Mandiri telah menyetujui planfond pembiayaan anjak piutang sebesar &p 3.;;;.;;;.;;; untuk itu yang bersangkutan dikenakan "acility "ee sebesar ;,@B maka "acility "ee yang 2ajib dibayar adalah &p @.;;;.;;; =lima juta rupiah>. *iaya ini biasanya dikenakan pada a2al kontrak sebelum pencairan pertama failitas anjak piutang dimulai dan bersifat nonre"undable. Selain ketiga jenis biaya tersebut, masih terdapat biaya H biaya lainnya yang akan dikenakan "actor kepada client yaitu biaya notaris, biaya pemasangan AP+# =jika terdapat jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan> dan biaya H biaya lainnya =jika ada> D.MANEAA# -AN$ %!%APA# D'!)N# %A&! ANJA P!"#AN$ Dlient mempunyai akses langsung atas penjualan7pendapatan yang dilakukan dalam bulan berjalan.

Pembelian barang secara kas,akan mengurangi biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan oleh client. %engan diperolehnya instant cash,maka cltent dapat memanfaatkan peluang menurunkan biaya produksi. Dlient tak perlu melakukan penagihan kepada customer. 'aporan posisi piutang yang dilakukan oleh factor akan menjadi masukan penting bagi client Dlient dapat menikmati hasil penjualan7pendapatan secara fleksibel dan selalu proporsional peningkatannya sesuai dengan tingkat penjualan yang dibukukan.

Dltent dapat menikmati perlindungan kredit seiring dengan meningkatnya penjualan kredit. Perusahaan dapat terhindar dari resiko tidak dibayarnya tagihan.=bila non rcourse> Eungsi administrasi dapat dialihkan,sehingga mengurangi beban personalia dan in0estasi sistem komputer.

%engan eFport factoring,eFportir akan memiliki keuntungan komparatif atau relatif lebih ompetitif dibandingkan dengan eksportir yang tetap menggunakan metode %i lain sisi, &obert Manurung mengemukakan bah2a untuk menentukan apakah anjak piutang internasional bermanfaat bagi eksportir, harus dapat dilihat dulu dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan oleh eksportir, bila menggunakan anjak piutang, dengan biaya yang dikeluarkan, apabila tidak menggunakan anjak piutang. Agar penilaian ini lebih objektif maka sebaiknya dalam perhitungan ini dimasukan seluruh biaya yang timbul, termasuk biaya telepon, penggunaan alat tulis kantor, suratAmenyurat, fasilitas komputer, biaya legal, perolehan informasi kredit, biaya pega2ai dan premi untuk polis asuransi kredit ekspor. Apabila seluruh biaya ini dimasukan ke dalam perhitungan dan ternyata biaya menggunakan anjak piutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan tanpa menggunakan anjak piutang, berarti penggunaan anjak piutang bermanfaat bagi eksportir. trandisional atau tidak mengikuti keinginan pasar.

%i samping itu, untuk menentukan apakah jasa yang dita2arkan oleh e.port "actor memang mahal, dapat dilakukan dengan pertimbangan halAhal sebagai berikut( a b Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang sehingga modal kerja yang terikat dalam piutang menjadi semakin berkurang. Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat mengurangi biaya administrasi yang nilainya lebih besar daripada biaya komisi dan biaya lainnya yang dibauarkan kepada "actor sehingga menyebabkan keuntungan eksportir menjadi meningkat. c Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang tanpa mengurangi jumlah pembeli 2alaupun dilakukan pengetatan dalam penjualan kredit. d e Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan meningkatnya nilai penjualan kredit. Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan berkurangnya piutang macet. Jasa anjak piutang internasional memang sangat bermanfaat bagi eksportir yang menggunakannya. Namun perlu diingat, jasa yang dita2arkan oleh "actor tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan eksportir. Jasa yang diberikan oleh anjak piutang internasional tidak dapat memenuhi kontrakAkontrak ekspor yang berjangka panjang. Selain itu, jasa anjak piutang internasional juga tidak sesuai untuk penjualan ekspor yang dilakukan dengan syarat barang dapat dikembalikan. Salah satu syarat penting yang harus ada agar jasa anjak piutang internasional dapat terlaksana adalah bila dalam transaksi ekspor tersebut timbul piutang yang kepemilikannya dapat dialihkan.

%. A "N#ANS! ANJA P!"#AN$ %A&! S!S! '!)N Perlakuan akuntansi untuk transaksi anjak piutang saat ini telah diatur secara khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi euangan 399< PSA No. 65 tentang

Akuntansi Anjak Piutang. Adapun perlakuan akuntansi yang dimaksud dan yang berlaku untuk klien dapat dikemukakan sebagai berikut( 3. Anjak Piutang 6on<Financing dari sisi klien %alam transaksi anjak piutang non<"inancing+ "actor biasanya mengenakan "actoring charge atau disebut juga ser#ice charge. Factoring charge/ser#ice charge akan dibebankan sebagai biaya. Apabila biaya dimaksud dikenakan secara tahunan, maka biaya tersebut akan diamortisasi selama masa kontrak.

4. Anjak Piutang tanpa %ecourse dari sisi klien +alAhal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah( a Anjak piutang tanpa recourse diperlakukan sebagai penjualan dari klien kepada "actor, dimana selisih antara piutang yang dijual dan jumlah ad#anced limit yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang. b c erugian atas transaksi anjak piutang dibebankan pada saat transaksi, dilakukan dan disajikan dalam laporan sebagai biaya7beban operasi. &etensi yang ditahan oleh "actor, dicatat sebagai piutang retensi ajak piutang dalam neraca serta dikategorikan sebagia harta lancar. 5. Anjak Piutang %ecourse +alAhal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah( a Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai ke2ajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan, di mana selisih antara nilai piutang yang dialihkan dan ad#anced payment yang diterima ditambah retensi adalah beban bunga yang belum diamortisasi. b *eban bunga yang belum diamortisasi akan dialkokasikan secara konsisten sebagai biaya bunga tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pembebanan berkala. c e2ajiban anjak piutang disajikan dalam neraca sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi.

&etensi yang ditahan "actor dicatat sebagai pengurang ke2ajiban anjak piutang.

Adapun pengungkan transaksi anjak piutang dengan recourse, dilaporkan dalam neraca dengan rincian sebagai berikut( e2ajiban Anjak Piutang &etensi *unga yang belum diamortisasi e2ajiban Anjak Piutang bersih &p = &p = &p &p FFF FFF > FFF > S FFF

Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada bab delapan mengenai contoh perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang ini. ). P)&PAJA AN ANJA P!"#AN$ %A&! S!S! '!)N Perlakuan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang berlaku saat ini khusus untuk klien atas transaksi anjak piutang yang dilakukannya adalah sebagai berikut( 3. Pajak Penghasilan dari sisi klien *erdasarkan Surat %irektur Jenderal Pajak No. SA<:7PJ53373998 tanggal 39 april perihal Pembebasan PPh Pasal 45 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang, ditegaskan bah2a penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan baik yang diterima berupa diskon, ser#ice charge dan pro0isi tidak dikenakan pemotongan PP Pasal 45 oleh perusahaan yang membayarkan. +al ini berarti klien tidak boleh memotong pajak penghasilan pasal 45 yang terutang oleh "actor serta bagi klien peraturan ini tidak mempunyai pengaruh apaAapa. 4. Pajak Pertambahan Nilai dari sisi klien

*erdasarkan Surat

eputusan Menteri

eungan No. 4;47

M .;673998 tanggal

3: April tentang Nilai 'ain sebagai %asar Pengenaan Pajak, disebutkan bah2a Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai sebesar 3;BF@BFJumlah seluruh imbalan yang diterima berupa ser#ice charge, pro0isi, dan diskon

,A, < - AN.AK PIUTANG DARI SISI FACTOR

Pada bab ini akan dibahas mengenai anjak piutang dari sisi "actor, hal ini kami lakukan untuk memberikan gambaran tentang anjak piutang secara seimbang baik dari sisi "actor maupun dari sisi klien. Pembahasan mengenai prospek dan risiko bisnis anjak piutang kami kemukakan terlebih dahulu agar terlihat dengan jelas bah2a bisnis anjak piutang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan bagi in0estor. Selanjutnya akan kami utarakan syaratAsyarat untuk mendapatkan i/in usaha perusahaan anjak piutang dan dilanjutkan dengan tinjauan terhadap aspek akuntansi dan perpajakan yang berlaku saat ini khusus untuk anjak piutang dari sisi "actor.

A. P&,SP) "SA+A ANJA P!"#AN$ egiatan perekonomian !ndonesia selama ini masih sangat tergantung pada perkembangan ekspor migas. Sementara itu, perkembangan ekspor migas di pasar internasional menghadapi tantangan yang cukup berat. %engan belum stabilnya hargaAharga migas ditambah pula terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah yang tidak menentu, hal ini sangat mempengaruhi kegiatan perekonomian. "ntuk mengatasi keadaan ini, ketergantungan akan ekspor migas harus sedapat mungkin dikurangi. ebijakan yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kegiatan ekspor nonAmigas, antara lain dengan meningkatkan efisiensi perusahaan. *erbagai kebijakan telah digariskan Pemerintah untuk mendorong peningkatan efisiensi kegiatan perusahaan. Selama ini, dunia usaha kita masih banyak menghadapi kendala untuk melakukan kegiatannya. Masalah tersebut pada dasarnya bersumber pada kesulitas permodalan =membuat tidak mampu melakukan ekspansi>, kemampuan yang terbatas dalam menangani penjualan, termasuk credit management dan karena keterbatas keahlian dalam menghadapi ancaman kredit macer =bad debtst>. esulitan permodalan yang disertai kredit macet dalam jumlah besar menjadikan dunia usaha semakin terjepit untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. ondisi seperti ini akan menyulitkan perusahaan memperoleh tambahan sumber pembiayaan dari lembaga perbankan karena kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang jaminan juga menjadi semakin terbatas. Meningkatnya kegiatan usaha yang ditandai dengan semakin cepatnya pertambahan 0olume penjualan telah menimbulkan masalah lain, yakni masalah administrasi penjualan. 'ebih jauh lagi, kebanyakan dunia usaha masih memiliki keterbatasan keahlian dalam menangani penjualan kredit, karena mereka meningkatkan produksi dan penjualan. Akibatnya tidak jarang perusahaan bangkrut karena membengkaknya piutang raguAragu yang sangat mengganggu cash "lo( mereka.

"ntuk dapat mengatasi masalahAmasalah yang dihadapi oleh dunia usaha, kehadiran lembaga pembiayaan, khususnya perusahaan anjak piutang, pasti akan banyak membantu. Sebab melalui jasa anjak piutang, dunia usaha dimungkinkan untuk memperoleh sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash =sampai dengan :;B dari nilai in#oice> dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit yang dilakukannya. Selain itu perusahaan anjak piutang juga diharapkan dapat membantu kesulitan di bidang credit management. %engan demikian, dunia usaha dapat lebih mengkonsentrasikan kegiatannya pada peningkatan produksi dan penjualan. Selain itu, in0estor yang menanamkan modalnya pada usaha anjak piutang di !ndonesia, terutama yang menjalankan transaksi anjak piutang "inancing berskala domestik, memiliki beberapa keuntungan dalam posisinya sebagai "actor, yaitu antara lain( 3. %ana yang dipasarkan oleh "actor dapat disalurkan dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dan dengan jangka 2aktu yang relatif singkat. +al ini sangant menguntungkan "actor karena perputaran dana menjadi sangat cepat dan bias mengurangi risiko fluktuasi tingkat suku bunga ="loating rate>. 4. #erbatasnya sumber pendanaan perusahaan pembiayaan7 perusahaan anjak piutang yang saat ini hanya terbatas dari sector perbankan. %engan demikian, transaksi anjak piutang dapat menjembatani term and condition dari pendanaan yang diterima "actor dari perbankan, atau dengan kata lain term and condition transaksi anjak piutang dapat disamakan dengan term and condition yang diberikan oleh perbankan. +al ini dapat mengurangi risiko perubahan suku bunga yang terjadi se2aktuA2aktu. 5. *elum adanya peraturan7peri/inan yang bersifat khusus yang mengatur kegiatan anjak piutang sehingga "actor dapat bergerak leluasa, yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional perusahaan =kegiatan dapat dilakukan dengan sederhana dan singkat>. 6. besarnya komisi atau biaya administrasi pengelolaan jasa anjak piutang yang diberikan "actor kepada klien tergantung pada risiko dari piutang yang dialihkan atau dibiayai oleh "actor.

Sedangkan kelemahan anjak piutang dari sisi "actor antara lain belum adanya perlindungan hukum yang cukup memadai untuk "actor. +al ini terlihat pada saat tagihan jatuh tempo. Apabila customer tidak dapat membayar konsekuensinya adalah "actor harus siap membuka line o" credit bagi customer bersangkutan atau menanggung risiko sampai tagihan terlunasi.

*.M) AN!SM) %AN &)S! , "SA+A ANJA P!"#AN$ .enis (an 4ekanisme Pada pelaksanaannya, jenis dari jasa anjak piutang yang diberikan oleh factor dan akan diterima oleh klien sangat bergantung pada fomulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Atas dasar tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar halAhal sebagai berikut( Jasa yang dita2arkan Ata dasar jasa yang diberikan oleh Eactor, anjak piutang dapat dibedakan menjadi( a. Eull Ser0ice Eactoring Anjak piutang seperti ini memberikan jasa secara menyeluruh baik jasa pembiayaan maupun non pembiayaan. Misalnya urusan administrasi penjualan =sale ledger administration>, tagihan dan penagihan piutang, termasuk menanggung resiko terhadap piutang yang macet. b. *ulk factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembiayaan dan pemberitahuan saat jatuh tempo kepada nasabah, tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi resiko piutang, administrasi penjualan dan penagihan. c. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi resiko piutang, administrasi penjualan secara menyeluruh dan penagihan. Proteksi resiko piutang diberikan oleh factor tanpa melakukan pembiayaan atau pemberian uang

muka atas pelunasan piutang. Pembelian piutang oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu dan biasanya ditentukan atas dasar jangka 2aktu jatuh tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. Sebagai contoh, apabila rataArata jangka 2aktu jatuh tempo adalah 5; hari, maka factor pada hari keA5; atau setiap 5; hari membeli 3;;B dari fakturAfaktur penjualan yang ada. Dara ini tidak menyebabkan munculnya ke2ajiban bunga kepada klien. secara menyeluruh danpenagihan yang diberikan oleh factor. Misalnya( Pembayaran 3;;B dari nilai faktur dengan tanggal rataArata dikurangi fee. Apabila total nilai faktur sebesar &p. 4; juta dengan fee sebesar 3.@B maka jumlah yang dibayarkan perusahaan piutang pada suatu periode rataArata adalah &p 3; jutaA =;.;3@BT&p 4; juta> P &p 3<.;;;.;;; jumlah tersebut akan dibayarkan pada hari keA6;. e2ajiban klien hanyalah fee atas jasa proteksi resiko piutang, administrasi penjualan

Perhatikan tabel berikut sebagai illustrasi( Tabel Pembaya an Ra$a9Ra$a .a$'! Tem/% Fak$' 1(alam ib'an '/ia!2 %ebitor7pelanggan A * D % Nilai faktur &p. 6.;;;.;;; &p. @.;;;.;;; &p. 5.;;;.;;; &p. <.;;;.;;; Jatuh tempo =hari> 8; 6; @; 5;

) Jumlah

&P. 3.;;;.;;; &p.4;.;;;.;;;

4; 4;;

#anggal pembayaran rataArata P 4;; P 6; hari @ (. In3%i#e (is#%'n$ing Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja, sedangkan jasa non pembiayaan sama sekali tidak diberikan. e. Re#%' se "a#$% ing Pelayanan terhadap anjak piutang dalam semua aspek kecuali proteksi terhadap resiko kredit macet. ". Agen#y "a#$% ing Pelayanan anjak piutang atas dasar notifikasi supplier. Anjak piutang tidak bertanggung ja2ab atas pengurusan atas penagihan piutang. g. Un(is#l%se( "a#$% ing *erekaitan dengan perjanjian penjualan piutang dimana anjak piutang memberikan proteksi kredit macet dengan prosentase =:;B>. Selain itu, pihak klienlah yang mengurus dan menagih penambahan piutangnya. Dis$ ib'si Resik% Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang, resiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. %engan adanya perusahaan anjak piutang, resiko tersebut tidak harus selalu secra penuh ditanggung oleh klien. Atas dasar distribusi resiko tidak terbayarnya piutang oleh nasabah, anjak piutang dapat dibedakan menjadi( a. ?i$! e#%' se "a#$% ing Pada tahap a2al factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. Pada saat piutang jatuh tempo, apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya, maka klien berke2ajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. %engan demikian resiko tidak

terbayarnya piutang seluruhnya ditanggung oleh klien, dan factor sama sekali tidak menanggung resiko tidak terbayarnya piutang tersebut. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut( P#. Maju jaya adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kursi. Perusahaan ini bekarja sama dengan perusahaan jasa anjak piutang dengan nama P#. Multi Einance. Pada tanggal 3 januari 4;;@ P#. Maju jaya mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama *pk, Soleh senilai &p. 3;; juta, dengan tanggal jatuh tempo 3 maret 4;;@. P#. Maju jaya menyerahkan piutang tersebut kepada P#.Multi Einance dan meerima uang muka dan pembiayaan sebesar :;B dari nilai faktur yaitu &p. :;.;;;.;;; emungkinan 3 Pada tanggal 3 maret 4;;@ bapak soleh membayar lunas utangnya &p. 3;; juta ditambah bunga. Pelunasan tersebut menjadi hak factor &p. :;.;;;.;;; dan sebagian lagi menjadi hak klien &p. 4;.;;;.;;;.

emungkinan !! Pada tanggal 3 maret 4;;@ bapak soleh menghilang dan sama sekali tidak membayar. +al ini berdampak pada P#. Maju jaya berke2ajiban mengembalikan pembiayaan sebesar &p. :;.;;;.;;; kepada factor. %engan demikian kerugian yang ditanggung oleh P#. Maju jaya adalah sebesar piutang &p. 3;;.;;;.;;; karena piutang sama sekali tidak terbayar. %ipihak lain P#. Multi Einance tidak menanggung rugi atau resiko yang ditanggung oleh factor adalah sebesr ;B dari nilai piutang. %alam hal ini , resiko yang ditanggung oleh klien adalah sebesar 3;;B dari nilai piutang. b. ?i$!%'$ es%' se "a#$% ing

Pada tahap a2al factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. Pada saat piutang jatuh tempo, apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya, maka klien tidak berke2ajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. %engan demkian resiko tidak terbayarnya piutang tidak seluruhnya ditanggung oleh klien. lien hanya menanggung resiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tidak diberi uang muka oleh factor, sedangkan factor sendiri menanggung resiko sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut( P#. $aya Sakti adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alat pertukangan.perusahaan ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan anjak piutang dengan nama P#. Jaya Einance. Pada tanggal 3 januari 4;;@ P#. $aya Sakti mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang ber nama sim da0ids senilai &p. 3; juta dan tanggal jatuh tempo 3 maret 4;;@. P#.$aya Sakti menyerahkan piutangnya tersebut kepada P#.Jaya Einance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar <;B dari niali faktur, yaitu &p. <;;;.;;;.

emungkinan 3 Pada tanggal 3 maret 4;;@ sim da0ids membayar lunas utangnya sebesar &p 3 juta ditambah bunga. Pelunasan tersebut mejadi hak factor &p. <;;;.;;; dan sebagian lagi menjadi hak klien &p. 5;;;.;;;. emungkinann !! Apabila tanggal 3 maret sim da0ids meninggal dunia dan tidak memiliki harta 2arisan apapun, maka P#. $aya Sakti tidak berke2ajiban mengembalikan pembiayaan sebesar &p.<;;;.;;; kepada factor. %engan demikian kerugian yang ditanggung oleh P#. $aya Sakti adalah hanya sebesar piutangnya yang tidak dibiayai oleh factor. Piutang yang tidak dibiayai oleh factor telah membiayai &p <;;;.;;; dan kemudian tidak memperoleh pelunasan piutang dari nasabah, maka

kerugian yang di tanggung oleh factor adalah &p. <;;;.;;;. secara proporsional factor menanggung resiko tidak terbayarnya piutang sebesar <;B dan pihak klien menggung sebesar 5;B.

Penilaian Resik% *isnis anjak piutang pada dasarnya merupakan kegiatan usaha yang mengandung resiko. Ada beberapa resiko yang mengandung bisnis pembiayaan yaitu resiko klien dan resiko yang berhubungan dengan unsure nonAresourse yaitu resiko atas kredit customer atau disebut debtor risk. 1.Resik% Klien Penilaian perusahaan anjak piutang dalam mengantisipasi resiko dari klien terdiri dari 4 tahap. -ang pertama, perusahaan anjak piutang perlu memiliki keyakian mengenai kemampuan keuangan calon klien. akan dibeli. 1.1.Kemam/'an ke'angan Penilaian atas kemapuan keuangan disini dapat dinilai baik pada masa lalu, kondisi sekarang maupun dimasa yang akan dating. egiatan orerasi dan kinerja keuangan terakhir calon klien akan memberikan latar belakang informasi yang berguna. *anyak calon klien yang melakukan bisnisnya yang belum begitu lama, olek karena itu perusahaan anjak piutang harus mempelajari bagaimana dan kenapa bisnis tersebut dilakukan, serta bagaimana produk dan organisasi dikembangkan. Selanjutnya, perusahaan anjak piutang peril juga melakukan analisis terhadap laporan keuangan klien yang telah diaudit. Penilaian posisi terakhir keuangan klien akan memberikan suatu dasar untuk menilai kemampuan keuangannya dimasa yang edua, kualitas piutang yang

akan dating. Penilaian kondisi keungan klien dan propeknya dilakukan dengan menilai berbagai aspek yaitu antara lain( a. Kea(aan ke'angan eadaan keuangan klien yang dapat dilihat dari laporan keuangan terutama yang telah diaudit untuk periode terakhir. Dakupan dan kualitas pembukuan masingA masing klien biasanya sangat ber0ariasi oleh karena itu perusahaan anjak piutang perlu meminta penjelasan dari klien mengenai dataAdata keuangan yang meragukan dalam rangka pengambilan keputusan.

b. K e(i$ klien Penilaian terhadap kreditoAkreditor pihak klien perlu pula dilakukan untuk mengetahui apakah mereka dibayar sesuai dengan jangka 2aktu yang mereka sepakati. Penelitian tersebut akan memberikan informasi mengenai keadaan dan kegiatan usaha klien antara lain( 3> apakah klien hanya bergantung pada 3 pemasok bahan mentah atas suatu komponen. 4> 5> alau perlu perusahaan anjak piutang dapat memeriksa langsung pemasok yang bersangkutan. Apakah klien sering menunggak pembayaran utangnya pada pemasok. 'aporan bank misalnya 3; bulan terakhir untuk mengetahui saldo gironya dan pinjamanApinjamannya. Selanjutnya dalam menilai apakah klien memiliki kemampuan keuangan, perusahaan anjak piutang harus pula mempertimbangkan prospek kliennya. %engan meneliti keadaan keuangan dan pihakApihak yang terlibat dengan klien lainnya, maka pada dasarnya dapat dilakukan perkiraan mengenai prospek klien yang bersangkutan. Memperkirakan prospek dapat pula melihat anggaran penjualan serta

arus kas klien. "ntuk lebih menyakinkan perlu dipertanyakan mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam menyasun arus kas tersebut antara lain mengenai perkiraan penjualan, turn o0er dalam 2aktu 34 bulan, disamping jumlah order yang telah diterima dan yang akan diterima dengan memeriksa statement of intent dari langganannya. 1.2.K'ali$as Pi'$ang Apabila perusahaan anjak piutang bermaksud mena2arkan fasilitas pembayaran uang muka kepada calon klien, maka piutang akan merupakan jaminan bagi perusahaan anjak piutang. ,leh karena itu, pihak perusahaan anjak piutang harus benarAbenar memiliki keyakinan atas kualitas piuitang yang akan dibeli sebab dalam hal klien tibaAtiba tidak meneruskan usahanya kemungkinan perusahaan anjak piutang hanya bias mengklaim dan memperoleh jumlah yang telah dibayar dimuka atas piutang yang telah di factoringkan. %alam melakukan penilaian terhadap kualitas suatu piutang, maka penilaian utama dapat dilakukan dengan menggunakan informasi mengenai ri2ayat perusahaan disamping sumber informasi tambahan mengenai perkiraan jalannya operasi perusahaan di masa depan. !nformasi tersebut meliputi( a. Pe /en#a an Pi'$ang Perusahaan anjak piutang perlu mengetahui calon klien memiliki perpencaran piutang atau pelanggan =customer> yang banyak. Apabila misalnya satu langganan mempunyai utang 5@B dari keseluruhan piutang yang dimiliki calon klien pada suatu periode, maka jelas perusahaan anjak piutang dengan pembayaran dimuka sebesar :;B tidak akan mampu ditagih lunas, sekiranya klien mengalami kebangkrutan atau kegagalan usaha. +al ini dapat terjadi karena kemungkinan pihak costomer akan mencari alas an untuk menghindari ke2ajibanAke2ajiban tersebut. Sama halnya, apabila klien hanya bergantung pada satu orang customer saja, perusahaan anjak piutang harus mempertimbangkan resiko terhadap kemampuan

keungan klien apabila customer berhenti membeli atau mengurangi pembeliannya pada calon klien dalam jumlah besar. b. .'mla! K e(i$ N%$es %alam kegiatan penjualan suatu produk oleh klien, klaim terhadap jumlah faktur sering terjadi dengan berbagai alasan termasuk jenis produk yang akan dikirim berbeda dengan pesanan, akibat rusak akibat pengiriman, salah memberikan harga, jumlah barang kurang atau tidak sesuai denagn faktur. Perusahaan factoring harus memperhatihan jumlah kredit notes yang dikeluarkan ini selama 8A34 bulan terakhir yaitu meliputi jumlah dan nilainya dari total penjualan, khususnya, perlu diperhatikan apakah ada kecenderungan naik atau ada alasan yang sangat dominan seperti misalnya kesalahan pengiriman atau alasan dominan lainnya. c Pelunasan piutang oleh Dustomer. &ataArata jumlah penjualan kredit kepada nasabah atau customer akan merupakan suatu indikasi penting bagi perusahaan anjak piutang. Pembayaran dalam 2aktu cepat dibandingkan dengan rataArata industri akan memberikan indikasi bah2a supplier lebih disukai di mata nasabahnya. +al tersebut mungkin disebabkan kualitas produk supplier memang lebih unggul, sebab prestasi kerjanya termasuk system pengiriman barangnya baik a"ter sales ser#iceAnya lebih baik daripada perusahaan yang lain. Atau dapat pula disebabkan jenis produk tersebut merupakan komponen penting dalam proses pabrikasi pelanggan. Namun apapun alasannya, kualitas piutang yang dibeli perusahaan anjak piutang akan dianggap lebih baik bila klien dibayar lebih cepat meskipun ia mena2arkan discount yang tinggi untuk pembayaran lebih a2al. d Piutang yang dikecualikan. Perusahaan anjak piutang dalam membeli dan membiayai suatu piutang harus benarAbenar yakin bah2a ia tidak membeli piutang yang mungkin tak dapat ditagih atau piutang yang sebenarnya bukan hak klien. ,leh karena itu piutangApiutang berikut biasanya dikecualikan untuk dijadikan sebagai objek anjak piutang(

3. penjualan kepada perusahaan afiliasi atau associated companies. 4. piutang yang timbul dari kontrak jangka panjang dimana ada ketentuan bah2a faktur baru akan dikeluarkan pada suatu tingkat penyelesaian atau proses pekerjaan. Apabila kontrak tidak diselesaikan, maka pelanggan akan menahan atau menunda pembayaran atas faktur yang telah dikeluarkan sehingga akan menyebabkan perusahaan anjak piutang tidak dapat menerima kembali pembiayaan yang telah dikeluarkan apabila klien mengalami kebangkrutan dalam periode tersebut. 5. penjualan produk dimana didalamnya ada ke2ajiban atau perjanjian a"ter sales ser#ice di pihak klien. ontrak penjualan dan kontrak ser#ice tersebut mungkin terpisah akan tetapi apabila ada penjualan ulang, maka selalu ada kemungkinan terjadi perselesihan dan meskipun pelanggan tidak berpihak menahan pembayaran atas produk tersebut =dan perusahaan anjak piutang dan klien telah bersepakat untuk mengecualikan kontrak a"ter sales ser#ice> resiko perusahaan najak piutang dan biayaAbiaya akan tetap tinggi. 6. penjualan musiman akan merupakan pertimbangan bagi perusahaan anjak piutang. Pertama, pembayaran di muka akan relatif lebih tinggi selama mencapai puncak musim dibandingkan dengan bisnis normal yang memiliki penyebaran penjualan yang merata sepanjang tahun. penjualannya terdapat 2aktu jeda. @. perusahaan najak piutang perlu meneliti system akuntansi penjualan untuk mengetahu pada tahap mana faktur diterbitkan dan sumberAsumber a2al dokumen lainnya. Penelitian ini akan sangat riskan bagi perusahaan anjak piutang apabila faktur diterbitkan dikirim kepada customer sebelum barangtersebut diserahkan atau menerima nasabah. *agi perusahaan anjak piutang akan lebih terjamin apabila penerbitan faktur dilakukan setelah pesanan barang telah diterima customer secara lengkap atau pemberian pelayanan telah selesai dilakukan. edua, akan lebih sulit bagi perusahaan anjak piutang memonitor kinerja klien apabila pola

2.Resik% *'s$%me Penilaian resiko debitor atau customer risk oleh perusahaan "actoring cukup penting baik untuk kontrak dengan fasilitas recourse "actoring maupun untuk non< recourse "actoring dengan memberikan pembayaran di muka karena pada akhirnya pihak customerAlah yang akan membayar kembali pendaan yang lebih dahulu diberikan oleh perusahaan "actoring. Easilitas non<recourse atau sering juga disebut (ithout recourse memiliki suatu pertimbangan tersendiri yaitu antara lain dalam hal menentukan seberapa besar biaya yang harus dikenakan sebagai imbalan dari resiko kredit pelanggan yang mungkin diterma perusahaan "actoring. Penilaian resiko pelanggan indi0idu dalam operasi anjak piutang dengan fasilitas non<recourse merupakan suatu prosedur yang secara terusAmenerus harus dilakukan. Eactor resiko yang mungkin harus dihadapi oleh perusahaan "actoring telah dimasukan sebagai factor salah satu komponen dalam penentuan biaya "actoring yang telah disepakati. Masalahnya adalah apakah pihak perusahaan "actoring hanya akan menerima suatu resiko secara keseluruhan, sebagian atau tidak sama sekali. Penting bagi perusahaan "actoring melakukan penilaian secara akurat mengenai pembebanan biaya atas resiko customer ini sejak a2al dan meninjau secara teratur. "ntuk memperkecil risiko klien dan risiko customer dalam kegiatannya sehariA harinya, biasanya "actor akan melakukan halAhal sebagai berikut( 3. memilih customer yang dimiliki klien untuk mendapatkan customer dengan reputasi dan bonafiditasnya terbaik. 4. membatasi pemberian fasilitas anjak piutang baik itu di tingkat klien maupun di tingkat customer. Sebagai contoh, klien P# O-R telah mendapatkan fasilitas anjak piutang sebesar &p 4 Milyar dengan ma.imum ad#ance payment =>?, dengan catatan bah2a( a b c !ustomer P# A akan dibiayai maksimal &p @;;.;;;.;;; !ustomer P# * akan dibiayai maksimal &p 4;;.;;;.;;; !ustomer P# D akan dibiayai maksimal &p 5;;.;;;.;;;

d e f g

!ustomer P# % akan dibiayai maksimal &p 4;;.;;;.;;; !ustomer P# ) akan dibiayai maksimal &p 3;;.;;;.;;; !ustomer P# E akan dibiayai maksimal &p 6;;.;;;.;;; !ustomer P# $ akan dibiayai maksimal &p 5;;.;;;.;;;

%engan ini cara ini, secara tidak langsung "actor sudah melakukan pengamanan dengan melakukan tindakan spreading risk sehingga risiko yang mungkin timbul tidak terpusat kepada satu customer (one obligor) saja. Selain risiko klien dan risiko customer yang sudah pasti dihadapi factor, masih terdapat beberapa risiko lainnya yang akan dihadapi "actor dalam menjalankan anjak piutang, yaitu( 3. &isiko Perekonomian Apabila perekonomian berada pada kondisi yang kurang menguntungkan maka kegiatan di segala bidang usaha akan terganggu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi usaha "actor untuk menyalurkan pembiayaan maupun mendapatkan kredit. 4. &isiko Pembiayaan &isiko pembiayaan adalah ketidakmampuan customer dan atau klien untuk membayar kembali pembiayaan yang telah diberikan, dan apabila jumlahnya cukup material dapat mempengaruhi kinerja "actor. 5. &isiko 'ikuiditas Masalah likuiditas akan dihadapi oleh "actor apabila "actor tidak mampu memenuhi ke2ajibannya selaku debitur kepada kreditur "actor, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kepercayaan klien kepada "actor. 6. &isiko Persaingan Semakin banyak perusahaan pembiayaan yang memperluas jaringan pemasaran dapat menimbulkan persaingan antarA"actor yang lebih ketat untuk memperebutkan pangsa pasar. @. &isiko ,perasional

&isiko operasional dapat saja timbul karena tidak efektifnya system dan prosedur yang diterapkan oleh "actor serta lemahnya kontrol yang diterapkan. +al ini pada akhirnya dapat menurunkan mutu pelayanan kepada klien. 8. &isiko Perubahan Nilai Mata "ang #idak tetapnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menempatkan "actor dalam posisi yang cukup sulit. Apresiasi nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menimbulkan kesulitan dalam ke2ajiban pembayaran. <. &isiko ebijakan Moneter ebijakan moneter yang mengatur industri keuangan yang ditentukan oleh Pemerintah dapat berubah atau diperbarui se2aktuA2aktu. Apabila "actor tidak dapat mengantisipasi perubahan tersebut, maka hal ini dapat mempengaruhi kemampuan "actor untuk memperoleh pendapatan atau laba usaha :. &isiko #eknologi &isiko teknologi akan muncul seiring dengan semakin ketatnya persaingan antarperusahaan pembiayaan terutama dalam memberikan pelayanan kepada klien, di mana aspek teknologi biasanya mempunyai peranan yang sangat menonjol. Apabila "actor tidak dapat mengikuto perkembangan teknologi, maka hal ini dapat menurunkan mutu layanan kepada klien. Memperhatikan aspekAaspek risiko yang telah kami sebutkan di atas, anjak piutang secara teori tampaknya asngat potensial untuk berkembang. Namun anjak piutang masih perlu dikaji lagi dalam beberapa aspek social lainnya. Sengketa serius mungkin timbul, yang alternatif penyelesaiannya kemungkinan besar masih memerlukan campur tangan pihak peradilan, sebab tidak adanya kemungkinan penerapan parate eksekusi dengan hakAhak sebagai "actor. Dara penyelesaian ini sangat kompleks, butuh 2aktu dan biaya, dan dalam kenyataannya eksekusi putusan pengadilan masih sering mengandung ketidakpastian, seperti tampak dalam upaya dunia perbankan dalam menangani kredit macet. *elum terpeliharanya system public record di negara kita juga merupakan persoalan tersendiri. Public record sebenarnya sangat berguna sebagai sumber informasi yang sangat akurat perihal pihakApihak yang mempunyai reputasi baik dan

dapat dipercaya. %engan demikian, public record yang baik juga dapat mencegah tindakan curang yang mungkin dilakukan karena kalangan pedagang biasanya mementingkan nama baik. Akhirnya, dengan memperhatikan keterbatasan keamanan dari segi hokum, anjak piutang akan lebih banyak bergantung pada asas kepercayaan daripada jaminan yuridis yang kuat dan pasti. ,leh karena itu, bila kepercayaan ini disalahgunakan oleh pembeli, pihak "actor akan benarAbenar berada dalam posisi sulit. Apalagi public record di !ndonesia belum terpelihara dengan baik yang tentunya akan sangat menyulitkan pihak "actor dalam menganalisis jadi atau tidaknya membeli suatu piutang.

D. S-A&A# "N#" P!"#AN$

M)MP)&,')+ !R!N "SA+A P)&"SA+AAN ANJA

Saat ini peluang usaha in0estor untuk menanamkan modalnya dalam rangka mendirikan perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan baru untuk sementara 2aktu tidak dapat dilakukan. +al ini disebabkan Pemerintah, untuk sementara 2aktu, tidak mengeluarkan i/in usaha baru bagi perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang dengan dikeluarkannya Surat eputusan Menteri euangan No.3:@7 M .;874;;4 #anggal 46 April 4;;4 tentang penghentian Pemberian i/in pendirian usaha baru perusahaan pembiayaan sedang ditangguhkan oleh Pemerintah, berikut ini akan kami kemukakan tata cara7syaratAsyarat untuk mendapatkan i/in usaha perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang yang mungkin berguna dilain 2aktu. Seperti yang telah kita ketahui bersama bah2a, perusahaan pembiayaan berdasarkan ketentuan dalam Pasal < Surat eputusan Menteri euangan No. 66:7 M .;3<74;;;, dapat menjalankan usahanya berdasarkan prinsip SyariUah atau yang bersifat kon0ensional =interest oriented>. Sedangkan badan hokum perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan yang didirikan dapat berbentuk badan hokum Perseroan #erbatas ataupun operasi serta dapat dimiliki oleh(

3. 2arga negara !ndonesia dan atau badan hukum !ndonesiaK 4. badan usaha asing dan 2arga negara !ndonesia atau badan hukum !ndonesia =usaha patungan dengan maksimal kepemilikan asing sebesar :@B . Selanjutnya berdasarkan ketentuan dalam Surat eputusan Menteri euangan

Nomor 3<47 M .;874;;4, permohonan untuk mendapat i/in "saha Perusahaan Anjak Piutang dan atau Perusahaan Pembiayaan harus diajukan kepada Menteri euangan dan 2ajib dilampiri dengan( A. Akta pendirian badan hukum termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi ber2enang, yang sekurangAkurangnya memuat( 3. nama dan tempat kedudukanK 4. kegiatan usaha sebagai Perusahaan PembiayaanK 5. permodalanK 6. kepemilikanK @. 2e2enang, tanggung ja2ab, masa jabatan direksi dan de2an komisaris atau pengurus dan penga2as. *. %ata direksi dan de2an komisaris atau pengurus dan penga2as meliputi( 3. fotokopi tanda pengenal yang berupa pasporK 4. daftar ri2ayat hidupK 5. surat pernyataan( a b c d tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankanK tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankanK tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatanK tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan7perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetapK artu #anda Penduduk = #P> atau

6. bukti pengalaman operasional di bidang Perusahaan Pembiayaan atau perbankan sekurangAkurangnya selama 4 tahun bagi salah satu direksi atau pengurusK @. fotokopi a b artu !/in Menetap Sementara = !MS> dan fotokopi surat i/in bekerja dari instansi ber2enang bagi 2arga negara asing( untuk direksi atau pengurusK dan untuk anggota de2an komisaris atau penga2as yang bermaksud menetap di !ndonesia.

D. %ata pemegang saham atau anggota, dalam hal( 3. perorangan, 2ajib dilampiri dengan dokumen( a b c fotokopi tanda pengenal yang berupa pasporK daftar ri2ayat hidupK surat pernyataanK 3. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankanK 4. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankanK 5. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatanK 6. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetapK @. surat pernyataan bah2a setoran modal tidak berasal dari pinjaman dan kegiatan pencucian uang =money laudering). 4. badan hukum 2ajib dilampiri dengan( a akta pendirian badan hukum, termasuk anggaran dasar berikut perubahanAperubahan yang telah mendapat pengesahan dari instansi ber2enang termasuk bagi badan usaha asing sesuai dengan ketentuan negara asalK artu #anda Penduduk = #P> atau

b c

laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan laporan keuangan terakhirK pemegang saham dan direksi atau pengurus 2ajib melampiri surat pernyataan( 3. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankanK 4. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankanK 5. tidak pernah dihukum karena tindakan pidana kejahatanK 6. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetapK @. fotokopi artu #anda Penduduk pemegang saham peroranganK

%. system dan prosedur kerja, struktur organisasi, dan personalia. ). *ukti pelunasan modal disetor minimum dalam bentuk deposito berjangka pada salah satu bank umum di !ndonesia dan dilegalisasi oleh bank penerima setoran yang masih berlaku selama dalam proses pengajuan i/in usaha dengan ketentuan sebagai berikut( 3. untuk perusahaan s2asta nasional atau perusahaan patungan sekurangA kurangnya sebesar &p 3;.;;;.;;;.;;; =sepuluh milyar rupiah>K 4. untuk koperasi sekurangAkurangnya sebesar &p @.;;;.;;;.;;; =lima milyar rupiah> E. &encana kerja untuk dua tahun pertama yang sekurangAkurangnya memuat( 3. rencana pembiayaan dan langkahAlangkah yang dilakukan untuk me2ujudkan rencana dimaksudK 4. proyeksi arus kas, neraca, dan perhitungan laba7rugi bulanan dimulai sejak Perusahaan Pembiayaan melakukan kegiatan operasional. $. *ukti kesiapan operasional antara lain berupa( 3. daftar akti0a tetap dan in0entarisK

4. bukti kepemilikan, penguasaan atau perjanjian se2aAmenye2a gedung kantorK 5. contoh perjanjian pembiayaan yang akan digunakanK 6. Nomor Pokok Iajib Pajak =NPIP> dan #anda %aftar Perusahaan =#%P>K +. Perjanjian usaha patungan antara pihak asing dan pihak !ndonesia bagi perusahaan patungan. Selain halAhal yang kami sebutkan di atas, pengurusan i/in usaha kepada Menteri euangan tidak dikenakan biaya apa pun serta apabila dalam kurun 2aktu tertentu perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan i/in usaha tidak menjalankan usahanya, maka i/in usaha yang telah diberikan dapat dicabut kembali.

%. A "N#ANS! ANJA P!"#AN$ %A&! S!S! FA!3*% Perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi euangan #ahun 399< PSA No. 65 tentang Akuntansi Anjak Piutang. Adapun perlakuan akuntansi yang diterapkan untuk "actor dapat kami kemukakan sebagai berikut. 3. Anjak Piutang 6on<Financing dari Sisi Factor Perlakuan akuntansi dalam anjak piutang non<"inancing tidak terlepas dari seberapa banyak kerja yang dikerjakan oleh "actor terhadap klien. Semakin banyak beban kerja yang dilakukan, semakin besar "actoring "ee yang akan didapat oleh "actor. Pendapatan "actoring "ee yang diterima sehubungan dengan transaksi anjak piutang non<"inancing diakui dan dicatat sebagai pendapatan periode berjalan. 4. Anjak Piutang Financing dari Sisi Factor +alAhal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah( a Penanaman bersih anjak piutang "inancing dinyatakan sebesar nilai bersihnya. Jumlah penanaman bersih tersebut terdiri dari jumlah tagihan7piutang yang akan

diterima oleh "actor dikurangi dengan piutang7tagihan yang tidak dibiayai oleh "actor =retensi> ditambah pendapatan anjak piutang yang belum diakui. b Selisih antara jumlah tagihan7piutang yang diterima "actor setelah dikurangi dengan retensi ditambah nilai pembayaran kepada klien diperlakukan sebagai pendapatan anjak piutang yang masih belum diakui. c Pendapatan anjak piutang yang belum diakui dan dialokasikan secara konsisten sebagai pendapatan tahun berjalan berdasarkan suatu tingakt pengembalian berkala. d Perhitungan rugi laba disajikan sedemikian rupa sehingga seluruh pendapatan dilaporkan dalam kelompok yang terpisah dari kelompok biaya. Pendapatan Anjak piutang harus dilaporkan sebagai komponen utama dalam kelompok pendapatan. Sedangkan pelaporan dan pengungkapan transaksi anjak piutang "inancing dari sisi "actor dapat dikemukakan sebagai berikut( #agihan Anjak Piutang Pendapatan Anjak Piutang yang masih %itangguhkan &etensi Penyisihan Piutang &aguAragu Penanaman Netto Anjak Piutang &p FFF =&p FFF> =&p FFF> =&p FFF> &p FFF
=S>

System akuntansi anjak piutang bagi "actor yang kami kemukakan di atas, baik untuk anjak piutang secara recourse maupun tanpa recourse tidak mempengaruhi penyajiannya di neraca. -ang membedakan adalah substansi pembelian utang dan penanggungan terhadap kolektibilitas piutang.

). P)&PAJA AN ANJA P!"#AN$ %A&! S!S! FA!3*% Pemerintah saat ini telah mengatur perlakuan perpajakan dari transaksi anjak piutang 2alau belum secara khusus. Adapun perlakuan perpajakan transaksi anjak piutang

yang berlaku di !ndonesia, baik ditinjau dari Pajak Penghasilan maupun Pajak Pertambahan Nilai, adalah sebagai berikut( 3. Pajak Penghasilan dari Sisi Factor *erdasarkan Surat %irektur Jenderal Pajak No.SA<:7PJA53373998 tanggal 39 April 3998 perihal Pembebasan PPh Pasal 45 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang, ditegaskan bah2a penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan, baik yang berupa diskon, ser#ice charge, dan pro0isi, tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 45 oleh perusahaan yang membayarkan. 4. Pajak Pertambahan Nilai dari Sisi Factor *erdasarkan Surat eputusan Menteri euangan No.4;47 M .;673998 tanggal 3: April 3998 tentang Nilai 'ain sebagai %asar Pengenaan Pajak, disebutkan bah2a Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai adalah sebesar 3;B F @B F jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa ser#ice charge, pro0isi, dan diskon. Adapun sifat dari pajak pertambahan nilai yang diperlakukan pada transaksi anjak piutang adalah pajak pertambahan nilai yang tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan. Sehingga jumlah pajak terutang 2ajib langsung disetorkan ke kas negara.

,A, > - *8NT8H PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI AN.AK PIUTANG


%alam bab ini akan kita bahas penerapan sistem akuntansi, khususnya untuk transaksi anjak piutang financing baik dari sisi factor maupun dari sisi client.Misalnya P# A*D Sukses Mandiri telah menandatangani perjanjian anjak piutang dalam rangka mendapatkan fasilitas anjak piutang financing dari P# Multi Einance Dompany dengan syarat dan kondisi pembiayaan sebagai berikut (

3>Eactor 4>Dlient 5>Piutang yang %apat %ialihkan 6>Piutang yang %apat %ibiayai @>&etensi 8>Dustomer

(P# Multi Einance Dompany (P# A*D Sukses Mandiri (&p 3.;;;.;;;.;;; (9;B (3;B (

a>P# Adi Iiragraha maks pembiayaan &p 6@; juta b>P# %uta Sukses maks pembiayaan &p 4;; juta c>P# Sarana 'intas maks pembiayaan &p 3@; juta d>P# *umi atulisti2a maks pembiayaan &p 4;; juta <> *unga :> *iaya Administrasi 9> Jenis Pembayaran 3;> PPN @@) Metode Pembyaran ( 4@B p.a ( &p 3@;.;;;7 penarikan ( Anjak Piutang 7ith %ecourse ( ;,@B ditanggung oleh client ( *unga %ibayar di Muka secara 3rue 'iscount

"ntuk tahap pertama, client pada tanggal 46 September 3999 bermaksud akan mencairkan fasilitas anjak piutang yang diterimanya dengan kondisi sebagai berikut(

Nilai #agihan !ustomer Jatuh tempo #agihan &etensi dikembalikan

( &p 6;;.;;; ( P# Adi Iiragraha ( ;< %esember 3999 ( 3 hari setelah jatuh tempo tagihan.

*erdasarkan data H data tersebut di atas, maka akan didapatkan perhitungan H perhitungan anjak piutang sebagai berikut( 3> #agihan yang dialihkan ( &p 6;;.;;;.;;;

4> #agihan yang tidak dibiayai 5> #agihan yang dibiayai 6> Jangka Iaktu @> *iaya Administrasi

( &p 6;.;;;.;;; ( &p 58;.;;;.;;; ( <6 hari ( &p 3@;.;;;

Selanjutnya "actor akan membuat perhitungan bunga yang akan dibebankan kepada client sebagai berikut( 3. *unga yang akan dikenakan oleh "actor kepada client *unga ( #agihan yang dibiayai Q
#agihan yang %ibiayai O

58@

58@ S =&B O N> *unga ( &p 58;.;;;.;;; Q


&p 58;.;;;.;;; O 58@

58@ S =<6 O O 4@B> *unga ( &p 58;.;;;.;;; H &p 564.855.85: *unga &p 3<.588.584 4. *esarnya pengakuan pendapatan untuk "actor dan7atau biaya bunga untuk client didapat dengan cara sebagai berikut( a> September 3999 ( ;87<6 O &p 3<.588.584 P &p 3.6;:.;:5 b> ,ktober 3999 ( 537<6 O &p 3<.588.584 P &p <.4<@.;9< c> No0ember 3999 ( 5;7<6 O &p 3<.588.584 P &p <.;6;.63< d> %esember 3999 ( ;<7<6 O &p 3<.588.584 P &p 3.864.<8@ 5. Jumlah yang akan diterima oleh client atas pencairan pertama fasilitas anjak piutang adalah sebagai berikut( a> #agihan yang dialihkan b> #agihan yang tidak dibiayai c> #agihan yang dibiayai ( &p 6;;.;;;.;;; ( =&p 6;.;;;.;;;> ( &p 58;.;;;.;;;

d> *unga e> *iaya Administrasi f> PPN g> Jumlah yang diterima client

( =&p 3<.588.584> ( =&p ( =&p 3@;.;;;> :<.@:4>

( R/ &)2.&:;.@5;

PPN yang dikenakan didapat dari ;,@B dikalikan dengan =*unga S *iaya Administrasi> sehingga didapat sebesar &p :<.@:4. *erdasarkan data H data tersebut di atas, maka jurnal transaksi yang akan dilakukan oleh masing H masing perusahaan adalah sebagai berikut( 1. .' nal yang (ilak'kan %le! # ctor %b. #agihan Anjak Piutang Dr. !ash7*ank Dr. Pendapatan *iaya Administrasi Dr. "tang PPN Dr. &etensi 2. .' nal yang (ilak'kan %le! c!ient %b. !ash7*ank %b. *unga yang belum diamortasi %b. *iaya Administrasi %b. &etensi Dr. e2ajiban Anjak Piutang ( &p 564.598.;@8 ( &p 3<.6@5.396 ( &p ( &p 3@;.<@; 6;.;;;.;;; ( &p 6;;.;;;.;;; ( &p 564.598.;@8 ( &p ( &p 3@;.;;; :<.@:4

Dr. Pendapatan Anjak Piutang ditangguhkan ( &p 3<.588.584

( &p 6;.;;;.;;;

( &p 6;;.;;;.;;;

*erdasarkan data transaksi pada tanggal 46 September 3999, maka tampilan neraca masing H masing perusahaan adalah sebgai berikut(

P# M"'#! E!NAND) D,MPANN)&ADA 46 September 3999

Ak$i3a #agihan anjak piutang &etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan Anjak Piutang *ersih Pasi3a "tang PPN &p :<.@:4 &p 6;;.;;;.;;; =&p 6;.;;;.;;;> =&p 3<.588.584> &p 564.855.85:

*a$a$an ( Sedangkan *iaya Administrasi yang didapat dari client sebesar &p 3@;.;;; dibukukan langsung sebagai pendapatan biaya administrasi.

P# A*D Sukses Mandiri N)&ADA 46 September 3999

Akti0a Dash7bank ( &p 564.598.;@8

Pasi0a e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamortisasi &etensi e2ajiban Anjak Piutang *ersih Datatan ( "ntuk membayar biaya administrasi sebesar &p 3@;.;;; dan PPN dapat langsungdibebankan sebagai biaya dalam laporan rugi laba perusahaan. 5. jurnal Pembayaran "tang Pajak Penambahan Nilai ,leh Eactor %b. "tang PPn Dr. Dash7*ank &p. :<.@:4 &p. :<.@:4 ( &p 6;;.;;;.;;; ( =&p 3<.588.584> ( =&p 6;.;;;.;;;> &p 564.855.85:

Adanya pembayaran utang Pajak Penambahan Nilai yang dilakukan oleh factor, maka posisi neraca factor akan jadi sebagai berikut (

P# M"'#! E!NAND) D,MPANN)&ADA Setelah Pembayaran "tang PPN

Akti0a #agihan anjak piutang &etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan ( &p. 6;;.;;;.;;; ( =&p. 6;.;;;.;;;> ( =&p. 3<.588.584>

Pembayaran anjak piutang bersih

( &p. 564.855.85:

6. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan *iaya tanggal 5; September 3999 Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh factor ( %b. Pendapatan anjak piutang yang ditangguhkan Dr. Pendapatan bunga anjak piutang Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh client %b. *iaya bunga anjak piutang Dr. *unga anjak piutang ditangguhkan &p 3.6;:.;:5 &p 3.6;:.;:5 &p 3.6;:.;:5 &p 3.6;:.;:5

*erdasarkan transaksi ini, maka posisi neraca masingAmasing perusahaan menjadi sebagai berikut (

P# M"'#! E!NAND) D,MPANN)&ADA 5; S)P)M*)& 3999

Akti0a #agihan anjak piutang &etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan &p 6;;.;;;.;;; =&p 6;.;;;.;;;> =&p 3@.@9:.4<9>

Pembiayaan anjak piutang bersih Datatan (

&p 566.;63.<43

Penurunan pendapatan anjak piutang ditanggung sebesar &p 3.6;:.;:5 adalah karena pengakuan pendapatan yang langsung dimasukan sebagai pendapatan bunga anjak piutang bulan berjalan. P# A*D Sukses Mandiri N)&ADA 5; September 3999

Akti0a Dash7bank Pasi0a e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamortisasi &etensi e2ajiban anjak piutang bersih Datatan( Penurunan biaya bunga anjak piutang ditanggung sebesar &p 3.6;:.;:5 adalah akibat dari pembebanan biaya bunga anjak piutang pada bulan berjalan. +al yang sama akan dilakukan oleh masingAmasing perusahaan untuk akhir bulan ,ktober 3999 dan akhir bulan No0ember 3999. @. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan *iaya tanggal 53 ,ktober 3999 Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor. &p 6;;.;;;.;;; =&p 3@.9@:.4<9> =&p 6;.;;;.;;;> &p 566.;63.<43 &p 564.598.;@8

%b. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Dr. Pendapatan bunga anjak piutang Memorial yang akan dibuat oleh client

&p <.4<@.;9< &p <.4<@.;9<

%b. *iaya bunga anjak piutang Dr. *unga anjak piutang ditanggung

&p <.4<@.;9< &p <.4<@.;9<

*erdasarkan transaksi ini, maka posisi neraca masingAmasing perusahaan sebagai berikut ( P# M"'#! E!NAND) D,MPANN)&ADA 53 ,ktober 3999

Akti0a #agihan anjak piutang &etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih &p 6;;.;;;.;;; =&p 6;.;;;.;;;> =&p :.8:5.3:4> &p 5@3.538.:3:

P# *DA Sukses Mandiri N)&ADA 53 ,ktober 3999

Akti0a Dash7bank Pasi0a &p 564.598.;@8

e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamotisasi &etensi e2ajiban anjak piutang bersih

&p 6;;.;;;.;;; =&p :.8:5.3:4> =&p 6;.;;;.;;;> &p 5@3.538.:3:

@. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan *iaya tanggal 5; No0ember 3999 a. Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor. %b. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Dr. Pendapatan bunga anjak piutang b. Memorial yang akan dibuat oleh client %b. *iaya bunga anjak piutang Dr. *unga anjak piutang ditangguhkan &p <.;6;.63< &p <.;6;.63< &p <.;6;.63< &p <.;6;.63<

*erdasarkan transaksi ini maka posisi neraca masingAmasing perusahaan menjadi sebagai berikut ( P# M"'#! EANAND) D,MPANN)&ADA 5; No0ember 3999

Akti0a #agihan anjak piutang &etensi &p 6;;.;;;.;;; =&p 6;.;;;.;;;>

Pendapatan anjak piutang ditangguhkan *iaya anjak piutang bersih

=&p 3.864.<8@> &p 5@:.5@<.45@

P# A*D Sukses Mandiri N)&ADA 5; No0ember 3999

Akti0a Dash7bank Pasi0a e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamotisasi &etensi e2ajiban anjak piutang bersih 8. jurnal pada tanggal < %esember 3999 a. Jurnal yang dilakukan oleh factor. %b. *ank7cash Dr. #agihan anjak piutang Dr. Pendapatan bunga anjak piutang b. Memorial yang akan dibuat oleh client. %b. *iaya bunga anjak piutang ditangguhkan Dr. *iaya bunga anjak piutang &p 3.864.<85 &p 3.864.<85 &p 6;;.;;;.;;; &p 6;;.;;;.;;; &p 3.864.<85 &p 6;;.;;;.;;; =&p 3.864.<8@> =&p 6;.;;;.;;;> &p 5@:.@<4.45@ &p 564.598.;@8

%b. Pendapatan bunga anjak piutang ditangguhkan &p 3.864.<85

*erdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal < %esember 3999, maka posisi neraca factor dan client adalah sebagai di ba2ah ini ( P# M"'#! EANAND) D,MPANN)&ADA < %esember 3999

Akti0a Dash7bank #agihan anjak piutang &etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan *iaya anjak piutang bersih =&p &p 6;;.;;;.;;; &p ; =&p 6;.;;;.;;;> ;>

=&p 6;.;;;.;;;>

P# A*D Sukses Mandiri N)&ADA < %esember 3999

Akti0a Dash7bank Pasi0a &p 564.598.;@8

e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamotisasi &etensi e2ajiban anjak piutang bersih

&p 6;;.;;;.;;; =&p ;> =&p 6;.;;;.;;;> &p 58;.;;;.;;;

<. jurnal pada tanggal :%esember 3999 =saat pengembalian retensi> Jurnal yang dilakukan oleh factor %b. &etensi Dr. Dash7bank Jurnal yang dilakukan oleh client %b. Dash7bank %b. e2ajiban anjak piutang Dr. &etensi Dr. Piutang dagang7piutang 2esel &p 6;.;;;.;;; &p 6;;.;;;.;;; &p 6;.;;;.;;; &p 6;;.;;;.;;; &p 6;.;;;.;;; &p 6;.;;;.;;;

*erdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal : %esember 3999, mak posisi Neraca factor dan Dlient adalah seperti diba2ah ini ( P# M"'#! EANAND) D,MPANN)&ADA : %esember 3999

Akti0a Dash7bank #agihan anjak piutang &p 58;.;;;.;;; &p ;

&etensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih =&p =&p

=&p; ;> ;>

;>

P# A*D Sukses Mandiri N)&ADA : %esember 3999

Akti0a Dash7bank Dash7bank Pasi0a e2ajiban anjak piutang *unga yang belum diamotisasi &etensi e2ajiban anjak piutang bersih &p =&p =&p &p ; ;> ;> ; &p 564.598.;@8 &p 6;.;;;.;;;

*erdasarkan transaksi anjak piutang diatas diperoleh kesimpulan sebagai berikut ( 3. client mendapatkan kembali tagihan yang dialihkan melalui transaksi anjak piutang sebesar &p 5:4.598.;@8 dari total tagihan &p 6;;.;;;.;;; sehingga pada periode anjak piutang tersebut client mengeluarkan biayaAbiaya anjak piutang sebesar &p 3<.8;5.966. 4. factor selama membiayai transaksi anjak piutang di atas mendapat penghasilan sebesar &p 3<.8;5.966 di kurangi PPN sebesar &p :<.@:4 sehingga didapatkan angka sebesar &p 3<.@38.584. 5. client 2ajib melakukan analisis cost and benefit ratio, terutama membandingkan biaya yang dikeluarkan sebesar &p 3<.8;5.966 dengan manfaat yang didapatkan dari ad0ance payment sebesar &p 564.598.;@8,

sebagai contoh diskon yang didapatkan dari pembelian bahan baku dari dana yang didapat dari ad0ance payment. 6. apakah nilai diskon yang didapat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan maka pembiayaan yang didapat dari anjak piutang yang didapat menguntungkan client. %enikian ilustrasi anjak piutang yang bersifat financing, di mana contoh diatas tidak bersifat buku tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi masingAmasing perusahaan karena kebijakan perusahaan anjak piutang bisa saja berbedaAbeda.

,A, : - *8NT8H PER.AN.IAN DAN F8R4 AN.AK PIUTANG

1.PER.AN.IAN AN.AK PIUTANG 1N8N9RE*8URSE FA*T8RING AGREE4ENT2

No. Pada hari ini, , tanggal bulan tahun dua ribu = >, telah diadakan perjanjian oleh dan antara( !. Selanjutnya disebut factor =dalam arti termasuk penggantiApenggantinya yang berhak dan ditunjuk> di satu pihakK !!. Sejanjunya disebut client =dalam arti termasuk penggantiApenggantinya yang berhak dan ditunjuk> di lain pihakK edua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan perjanjian anjak piutang, selanjutnya disebut perjanjian, dengan syaratAsyarat dan ketentuanA ketentuan sebagai berikut( Pasal 3 %efinisi %alam perjanjian ini yang dimaksud dengan( 3. EAD#,& adalahbadan usaha yang melakukan kegiataan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang7tagihan jangka pendek dari client. 4. D'!)N# adalah badan usaha yang memiliki piutang7tagihan yang sah terhadap D"S#,M)&, yang akan menjual7mengalihkan piutangnya kepada factor. 5. D"S#,M)& adalah orang7badan usaha yang mengadakan transaksi jual beli dengan client, transaksi mana menimbulkan piutang bagi client.

6. piutang adalah semua dan setiap tagihan yang dimiliki client yang timbul sebagai akibat dari transaksi jual beli yang sah antara client dengan customer. Pasal 4 Pena2aran 3. D'!)N# menjamin penuh terhadap factor untuk dan akan menjual seluruh piutang D'!)N# kepada EAD#,&, baik piutangApiutang yang ada pada saat ini maupun piutangApiutang yang akan terjadi kemudian, dengan tidak mengurangi hak EAD#,& untuk menerima 7menolak piutang yang akan dialihkan. 4. piutangApiutang tersebut harus berupa tagihan yang timbul dari transaksi jual beli yang sah dan tidak bertentangan dengan undangAundang. 5. D'!)N# mengajukan pena2aran tersebut dalam daftar pena2aran yang dibuat dalam rangkap 4. Pasal 5 Penerimaan Pena2aran EAD#,& berhak untuk menerima atau menolak piutangApiutang sebagaimana dalam pasal 4 perjanjian ini semataAmata berdasarkan pertimbangan EAD#,& sendiri, persetujuan atau penolakan tersebut akan diberitahukan secara tertulis kepada client dalam 2aktu < hari sejak pena2aran diterima, pemberitahuan mana merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 6 Pengalihan Piutang Pengalihan piutang yang dita2arkan oleh client kepada factor dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut(

3. D'!)N# menyerahkan seluruh haknya sebagai pemilik piutang yang sah kepada EAD#,&, termasuk hak untuk menagih, hak atas bunga7denda7keuntungan lainnya serta hakAhak lainnya yang dimiliki oleh client dengan customer, satu dan lainnya dengan tanpa ada yang dikecualikan. 4. pengalihan piutang sama sekali tidak mempengaruhi atau membebaskan client dari ke2ajibannya kepada customer sebagai mana termuat dalam transaksi jual beli antara client dan customer, dari dan pleh karena itu factor dibebaskan dan tidak ber2ajibkan untuk melengkapi atau melaksanakan ketentuan 7syarat yang termuat dari transaksi jual beli tersebut. Pasal @ +arga Piutang D'!)N# 3. client dengan ini setuju untuk menjual kepada factor dan factordengan ini setuju untuk membeli dari client, piutang dimaksud dengan jumlah pena2aran secara akumulatif yang diterima EAD#,& &p =terbilang>K tanpa mengurang hak factor untuk menurunkan jumlah tersebut setiap 2aktu tanpa persetujuan dari client terlebih dahulu. 4. harga jual untuk setiap piutang dalam setiap daftar pena2aran yang telah disetujui bersama adalah nilai faktur yang harur dibayar customer dikurangi dengan( potongan maksimum, jika ada, yang diberi oleh client untuk pembayaran segera atau hal lainnyaK dan setiap kredit yang diberi oleh client.

5. saat pembayaran oleh factor kepada client merupakan saat dimulainya perhitungan %iscounted &ate yang harus ditanggung oleh client dan periode pengembalian yang harus dibayar oleh client kepada factor. Pasal 8

e2ajiban D'!)N# 3. client menjamin kepada factor bah2a piutang yang dialihkan tersebut benarA benar milik client, timbul dari transaksi jual beli yang sah, bebas dari segala sengketa, belum pernah, tidak sedang, dan tidak akan diikat sebagai jaminan kepad apihak lain dalam bentuk apa pun juga. 4. client 2ajib menagih customer dan bertanggung ja2ab penuh membayar kepada factor pada tanggal yang telah ditentukan oleh client dan factor. 5. ketelambatan pembayaran kembali =termasuk %iscounted &ate> oleh client kepada factor akan dikenakan denda keterlambatan sebesar @B per bulan. 6. apabila ternyata kemudian hari terjadi halAhal yang bertentangan dengan yang tercantum dalam pasal 8 ayat 3perjanjian ini, maka secara serta merta client berke2ajiban menanggung kerugian yang diderita oleh factor. Pasal < Penagihan7Pelunasan Pembayaran 3. factor adalah satuAsatunya pemegang hak penuh untuk menerima dan atau menagih dengan jalan apa pun setiap piutang yang dibeli oleh factor dari client. 4. dalam hal customer karena sebab apa pun juga tdak dapat melunasi suatu utangnya kepda client tetapi harus membayar kembali =termasuk %iscounted &ate> kepada factor. Pasal : Pemberian Jaminan "ntuk menjamin lebih lanjut pembayaran kembali dengan tertib dan secara sebagaimana mestinya semua ke2ajiban yang harus dibayar oleh client kepada factor berdasarkan perjanjian ini, maka client dengan ini memberikan jaminan kepada factor, yaitu(

Pasal 9 Masa *erlaku 3. perjanjian ini berlaku untuk jangka 2aktu 34 bulan , terhitung sejak tanggal sehingga berakhir pada tanggal , dengan ketentuan bah2a perjanjian ini dapat diperpanjang dengan syaratAsyarat yang ditentukan kemudian oleh kedua pihak. 4. dalam hal ada salah satu pihak yang bermaksud mengakhiri Perjanjian ini sebelum jangka 2aktu berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus terlebih dahulu memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya dalam 2aktu sekurangAkurangnya 3 bulan sebelum maksud tersebut dilaksanakan dan penghentian tersebut harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya. Pasal 3; elalaian 3. menyimpang dari ketentuan pasal 9 perjanjian ini, factor berhak untuk menghentikan7mengakhiri perjanjian ini dengan melepaskan pasal 3488 dan 348< itab "ndangA"ndang +ukum Perdata dalam hal terjadi salah satu dari kejadian di ba2ah ini( apabila client melalaikan ke2ajiban sebagaimana dijelaskan dalam pasal 8 perjanjian iniK apabila pernyataan, keterangan, surat dan data atau dokumen yamg diberikan oleh client kepada factor berhubungan dengan perjanjian ini, ternyata tidak benar, tidak sah atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnyaK apabila menurut penilaian factor, client telah melakukan suatu perbuatan atau sikap yang mengakibatkan kerugian pada factor berkenanan dengan pengalihan piutang ini.

Apabila seluruh atau sebagian harta client disita. Apabila client dengan suatu keputusan dari pengadilan yang ber2enang dinyatakan pailit. Apabila terjadi insol0ensi, sehubungan dengan customer ( 3. customer dengan suatu keputusan dari pengadilan yang ber2enang dinyatakan pailit, dan atau 4. keputusan yang efektif telah diambil untuk pemberhentian kegiatan atau likuidasi secara sukarela yang timbul dari ketidakmampuan untuk membayar utangAutang pada 2aktu jatuh tempo dan atau 5. kondisi atau keadaan yang menurut pendapat factor dapat dianggap sama dengan salah satu kondisi atau keadaan tersebut diatas. Pasal 33 Pajak dan *iaya

Dlient 2ajib membayar( a. semua beban pajak, ongkos, upah, pengeluaran dan biayaAbiaya yang sah lainnya, termasuk bea materai dan biaya pengacara atau konsultan hokum yang ditunjuk oleh factor, dari atau berkenaan dengan pembuatan, pelaksanaan dan pendaftaran perjanjian ini atau setiap biaya, bebanAbeban, jaminanAjaminan dan dokumenAdokumen lainnya yang disyaratkan factor. b. Semua biaya dan ongkos lain yang timbul sehubungan dengan penagihan dan pelaksanaan pembayaran yang harus dibayar oleh factor. Pasal 34 'ainAlain Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh dan atas kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis.

Segala lampiran, penambahan dan lainAlain dokumen yang dibuat berdasarkan perjanjian ini merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini. Pasal 35 %omisili Apabila timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara musya2arah dan mufakat. #etapi bila tidak terjadi penyelesaian di kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan tidak mengurangi hak factor untuk mengajukan tuntuan pada Pengadilan Negeri lainnya di 2ilayah &epublik !ndonesia.

EAD#,& P# M"'#! E!NAND) D,MPAN-

D'!)N#

SA S!ASA S! 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG 1*ESSIE2 Perjanjian ini dibuat pada hari ini, hari antara ( ! Selanjutnya disebut factor =dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk> disatu pihakK tanggalbulan tahun = > oleh dan

!! Selanjutnya disebut client =dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk> dilain pihakK edua belah pihak menerangkan terlebih dahulu bah2a( client dan factor telah membuat perjanjian anjak piutang No. tanggal =selanjutnya disebut perjanjian anjak piutang>. para pihakdengan ini menerangkan secara jelas bah2a perjanjian ini dibuat sebagai implementasi dari perjanjian anjak piutang tersebut. Dlient berkehendak untuk menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor berkehendak untuk membeli dan mengambil alih dari client atas piutang tertentu berdasarkan transaksi penjualan kreditnya dengan para customer,sebagaimana didefinisikan dlam perjanjian anjak piutang, dalam rangka kegiatan usahanya. edua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan Perjanjian Pengadilan +ak Atas Piutang, dengan syaratAsyarat dan ketentuan sebagai berikut( Pasal 3 Dlient dengan ini menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor dengan ini membeli dan menerima pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang yang tercantum dalam daftar penerimaan No. VVV tanggal VV.., terlampir, yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini =selanjutnya secara kolectif disebut piutang. Pasal 4 #anpa mengurangi berlakunya ketentuan pasal 3 perjanjian ini, pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang tersebut tunduk pada setiap dan semua

persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian anjak piutang, yang dengan ini diakui oleh para pihak merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 5 Para pihak mengakui bah2a pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang berdasarkan perjanjian ini telah sah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dlient dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada factor untuk memberitahukan mengenai pengalihan ini kepada customer, sebagaimana istilah tersebut didefinisikan dalam perjanjian anjak piutang, untuk memberikan keterangan, membuat atau menyuruh membuat, menandatangani setiap dan semua surat dan dokumen dan selanjutnya tindakanAtindakan lain yang diperlukan untuk mensahkan pengalihan tersebut, dengan hak untuk memberikan substitusi kepada pihak lain. Pemberian kuasa ini tidak dapat ditarik kembali serta tidak berakhir karena hakAhak yang disebutkan dalam pasal 3:35 itab "ndangA"ndang +ukum Perdata atau karena sebab lain apa pun. EAD#,& D'!)N#

epada -th.

%aftar Pena2aran No.

&.DAFTAR PENA?ARAN Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang No. VV tanggalVVV dan pelaksanaan pasal 4 Perjanjian tersebut, dengan ini kami mengajukan pena2aran piutang kami sebagai D'!)N#, dengan persyaratan7kondisi sebagai berikut( Nama dan alamat No dan +arga jual Jangka 2aktu

customer

tanggal faktur

=&p>

factoring

#otal *ersama ini kami mengirimkan7melampirkan fakturAfaktur, surat jalan, surat tanda terima customer dan dokumen lainnya. ami mohon agar pena2aran kami diterima. Jakarta, D'!)N#

epada -th.

%aftar Penerimaan No.

).DAFTAR PENERI4AAN Sehubungan dengan Perjanjian Anjak Piutang No. V.. tanggal VVV dan pelaksaan pasal 5 Perjanjian tersebut serta %aftar Pena2aran No. V.. tanggal VV. , dengan ini ami menerima ta2aran piutang saudara sebagai D'!)N#, dengan persyaratan7kondisi sebagai berikut( Nama dan alamat customer No dan tanggal faktur +arga jual =&p> Jangka 2aktu factoring

3. EAD#,& telah memberi faktur tersebut di atas yang bernilai &p VVV. =terbilang> dari D'!)N# dan D'!)N# telah mengalihkan hak faktur tersebut kepada EA #,&. D'!)N# mengakui telah menerima pembayaran harta beli hak faktur tersebut sebesar &p VVV=terbilang>. 4. D'!)N# menyetujui memberikan7membayar kepada EAD#,&. A&etensi A%iscounted &ate APPN ( &p ( &p ( &p

A*iaya Administrasi ( &p 5. D'!)N# bertanggung ja2ab atas hasil tagihan tersebut dan kemudian menyerahkan7membayar kepada EAD#,& ke rekening *ank EAD#,& yang akan diberitahukan kemudian, dengan jad2al pembayaran sebagai berikut( Jakarta, =tanggal, bulan, tahun> Menyetujui

EAD#,&

D'!)N#

Jakarta, No. ( +al ( 5.S' a$ Pe in$a! ,aya epada -th. P# =nama perusahaan> Jakarta %engan hormat, Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang =factoring> No. VV..tanggalVV, %aftar penerimaan No. V..tanggalVVV, dengan ini kami selaku D'!)N# memohon kepada P# untuk mentransfer7mengeluarkan giro(

Pada tanggal ( Sebesar epada Nama ( a7D No. ( bank ( ( &p

%emikian Surat Perintah *ayar ini kami buat, atas kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih. +ormat ami, D'!)N#

,A, 1@ - SISTE4 S7ARIAH DAN AN.AK PIUTANG


1.Pen(a!'l'an Sya ia!-Islam (an Sis$em Ek%n%minya 3. PrinsipAPrinsip )konomi !slam Sistim keuangan dan perbankan !slam adalah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi !slam, yang tujuannya, sebagaimana dianjurkan oleh para ulama, adalah memperkenalkan sistim nilai dan etika !slam ke dalam lingkungan ekonomi. arena dasar etika ini maka keuangan dan perbankan !slam bagi kebanyakan muslim adalah bukan sekedar sistem transaksi komersial. Persepsi !slam dalam transaksi finansial itu dipandang oleh banyak kalangan muslim sebagai ke2ajiban agamis. emampuan lembaga keuangan !slam menarik in0estor dengan sukses bukan hanya tergantung pada tingkat kemampuan lembaga itu menghasilkan

keuntungan, tetapi juga pada persepsi bah2a lembaga tersebut secara sungguhA sungguh memperhatikan restriksiArestriksi agamis yang digariskan oleh !slam. !slam berbeda dengan agamaAagama lainnya, karena agama lain tidak dilandasi dengan postulat iman dan ibadah. %alam kehidupan sehariAhari, !slam dapat diterjemahkan ke dalam teori dan juga diinterpretasikan ke dalam praktek tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. %alam ajaran !slam, perilaku indi0idu dan masyarakat diarahkan ke arah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan mereka dilaksanakan dan bagaimana menggunakan sumber daya yang ada. +al ini menjadi subyek yang dipelajari dalam )konomi !slam sehingga implikasi ekonomi yang dapat ditarik dari ajaran !slam berbeda dengan ekonomi tradisional. ,leh sebab itu, dalam )konomi !slam, hanya pemeluk !slam yang berimanlah yang dapat me2akili satuan ekonomi !slam. PrinsipAprinsip )konomi !slam itu secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut( =3> %alam )konomi !slam, berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan #uhan kepada manusia. Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia yaitu untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Namun yang terpenting adalah bah2a kegiatan tersebut akan dipertanggungAja2abkannya di akhirat nanti. =4> !slam mengakui kepemilikan pribadi dalam batasAbatas tertentu, termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi. Pertama, kepemilikan indi0idu dibatasi oleh kepentingan masyarakat, dan edua, !slam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah, apalagi usaha yang menghancurkan masyarakat. =5> ekuatan penggerak utama )konomi !slam adalah kerjasama. Seorang muslim,

apakah ia sebagai pembeli, penjual, penerima upah, pembuat keuntungan dan sebagainya, harus berpegang pada tuntunan Allah SI# dalam Al MurWan( W+ai

orangAorang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan perdagangan yang dilakukan dengan suka sama suka diantara kamuVW =MS 6 ( 49>. =6> Pemilikan kekayaan pribadi harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan besaran produk nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Al MurWan mengungkap kan bah2a, WApa yang diberikan Allah kepada &asulANya sebagai harta rampasan dari penduduk negeriAnegeri itu, adalah untuk Allah, untuk &asul, kaum kerabat, anakAanak yatim, orangAorang miskin dan orangAorang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orangAorang kaya saja diantara kamuVW =MS @<(<>. ,leh karena itu, Sistem )konomi !slam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh beberapa orang saja. berla2anan dengan Sistem )konomi kepentingan umum. =@> !slam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak. Prinsip ini didasari Sunnah &asulullah yang menyatakan bah2a, XMasyarakat punya hak yang sama atas air, padang rumput dan apiX =Al +adits>. Sunnah &asulullah tersebut menghendaki semua industri ekstraktif yang ada hubungannya dengan produksi air, bahan tambang, bahkan bahan makanan harus dikelola oleh negara. %emikian juga berbagai macam bahan bakar untuk keperluan dalam negeri dan industri tidak boleh dikuasai oleh indi0idu. =8> ,rang muslim harus takut kepada Allah dan hari akhirat, seperti diuraikan dalam Al MurWan sebagai berikut( W%an takutlah pada hari se2aktu kamu dikembalikan kepada Allah, kemudian masingAmasing diberikan balasan dengan sempurna usahanya. %an mereka tidak teraniayaVW =MS 4(4:3>. ,leh karena itu !slam mencela keuntungan yang berlebihan, perdagangan yang tidak jujur, perlakuan yang tidak adil, dan semua bentuk diskriminasi dan penindasan. onsep ini apitalis, dimana kepemilikan industri

didominasi oleh monopoli dan oligopoli, tidak terkecuali industri yang merupakan

=<> Seorang muslim yang kekayaannya melebihi tingkat tertentu =Nisab> di2ajibkan membayar /akat. Rakat merupakan alat distribusi sebagian kekayaan orang kaya =sebagai sanksi atas penguasaan harta tersebut>, yang ditujukan untuk orang miskin dan orangAorang yang membutuhkan. Menurut pendapat para alimAulama, /akat dikenakan 4,@B =dua setengah persen> untuk semua kekayaan yang tidak produktif =!dle Assets>, termasuk di dalamnya adalah uang kas, deposito, emas, perak dan permata, pendapatan bersih dari transaksi =Net )arning from #ransaction>, dan 3;B =sepuluh persen> dari pendapatan bersih in0estasi. =:> !slam melarang setiap pembayaran bunga =&iba> atas berbagai bentuk pinjaman, apakah pinjaman itu berasal dari teman, perusahaan perorangan, pemerintah ataupun institusi lainnya. Al MurWan secara bertahap namun jelas dan tegas memperingatkan kita tentang bunga. +al ini dapat dilihat dari turunnya ayatAayat Al MurWan secara berturutAturut dari MS 59(59, MS 6(38;A383, MS 5(35;A353 dan MS 4(4<@A4:3. !slam bukanlah satuAsatunya agama yang melarang pembayaran bunga. *anyak pemikir /aman dahulu yang berpendapat bah2a pembayaran bunga adalah tidak adil. *ahkan meminjamkan uang dengan bunga dilarang pada /aman -unani kuno. Aristoteles adalah orang yang amat menentang dan melarang bunga, sedang Plato juga mengutuk dipraktekkannya bunga. 4. Prinsip %asar ,perasional *ank !slam 4.3 Prinsip "tama !slam adalah suatu %in =Iay of 'ife> yang praktis, yang mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia, dengan mengabaikan 2aktu, tempat atau tahapAtahap perkembangannya. !slam adalah agama fitrah, yang sesuai dengan sifat dasar manusia =human nature>. Prof. )meritus #an Sri %atuk Ahmed bin Mohd. !brahim menyatakan (

X*anking and financial acti0ities ha0e emerged to meet genuine human needs. #herefore, unless these acti0ities belong to the category eFpressly forbidden by !slam, there is nothing in the nature of these acti0ities 2hich is contrary to the Syariah. )Famples of forbidden acti0ities include gambling and manufacturing and trading in forbidden goods such as liGuorX . Akti0itas keuangan dan perbankan dapat dipandang sebagai 2ahana bagi masyarakat modern untuk memba2a mereka kepada, paling tidak, pelaksanaan dua ajaran MurWan yaitu( =3> Prinsip Al #aWa2un, yaitu saling membantu dan saling bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan, sebagaimana dinyatakan dalam Al MurWan ( X%an tolong menolonglah kamu dalam =mengerjakan> kebajikan dan taG2a, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaranX =MS @(4> =4> Prinsip menghindari Al !ktina/, yaitu menahan uang =dana> dan membiarkannya menganggur =!dle> dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum, sebagaimana dinyatakan di dalam Al MurWan ( X+ai orangAorang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamuVX =MS 6( 49> Perbedaan pokok antara Perbankan !slam dengan perbankan kon0ensional adalah adanya larangan riba =bunga> bagi perbankan !slam. *agi !slam, riba dilarang sedang jualAbeli =Al *aiW> dihalalkan. Sejak dekade tahun <;Aan, umat !slam di berbagai negara telah berusaha untuk mendirikan bankAbank !slam. #ujuan dari pendirian bankAbank !slam ini pada

umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsipA prinsip syariah !slam dan tradisinya ke dalam transaksi keuangan dan perbankan dan bisnis lain yang terkait. Prinsip utama yang dianut oleh *ank !slam adalah( Y 'arangan riba =bunga> dalam berbagai bentuk transaksiK Y Menjalankan bisnis dan akti0itas perdagangan yang berbasis pada memperoleh keuntungan yang sah menurut syariahK Y Memberikan /akat. Pada dasarnya !slam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai barang dagangan =komoditas>. ,leh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi =money demand for transaction>, bukan untuk spekulasi. !slam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena &asulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di /aman dahulu yaitu barter =*aiW al MuGayyadah>, dimana barang saling dipertukarkan. Menurut Af/alur &ahman( X&asulullah sa2 menyadari akan kesulitanAkesulitan dan keleA mahan A kelemahan akan sistim pertukaran ini, lalu beliau ingin menggantinya dengan sistim pertukaran melalui uang. ,leh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksiAtransaksi mereka.X +al ini dapat dijumpai dalam haditsAhadits antara lain seperti diri2ayatkan oleh Ata !bn -asar, Abu Said dan Abu +urairah, dan Abu Said Al hudri. X#ernyata &asulullah sa2 tidak menyetujui transaksiAtransaksi dengan sistim barter, untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang. Nampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya.X

%alam konsep !slam tidak dikenal money demand for speculation, karena spekulasi tidak diperbolehkan. ebalikan dari sistem kon0ensional yang memberikan bunga atas harta, !slam malah menjadikan harta sebagai obyek /akat. "ang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di ba2ah bantal =dibiarkan tidak produktif> dilarang, karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. %alam pandangan !slam, uang adalah flo2 concept, oleh karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian. Semakin cepat uang berputar dalam perekonomian, maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian. *agi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya, !slam menganjurkan untuk melakukan in0estasi dengan prinsip Musyarakah atau Mudharabah, yaitu bisnis dengan bagi hasil. *ila ia tidak ingin mengambil resiko karena berA musyarakah atau berAmudharabah, maka !slam sangat menganjurkan untuk melakukan Mard yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apapun karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba. Secara mikro, Mard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. Namun secara makro, Mard akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan. +al ini disebabkan karena pemberian Mard membuat 0elocity of money =percepatan perputaran uang> akan bertambah cepat, yang berarti bertambahnya darah baru bagi perekonomian, sehingga pendapatan nasional =National !ncome> meningkat. %engan peningkatan pendapatan nasional, maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. %emikian pula pengeluaran ShadaGah juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian Mard. !slam juga tidak mengenal konsep #ime .alue of Money, namun !slam mengenal konsep )conomic .alue of #ime yang artinya bah2a yang bernilai adalah 2aktu itu sendiri. !slam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi dari pada harga tunai. Raid bin Ali Rainal Abidin bin +usin bin Ali bin Abi #halib, cicit

&asulullah sa2, adalah orang yang pertama kali menjelaskan diperbolehkannya penetapan harga tangguh bayar =%eferred Payment> lebih tinggi daripada harga tunai =Dash>. -ang lebih menarik adalah bah2a dibolehkannya penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan disebabkan #ime .alue of Money, namun karena semataAmata ditahannya hak si penjual barang. %apat dijelaskan di sini bah2a bila barang dijual tunai dengan untung &p @;;,;;, maka si penjual dapat membeli lagi dan menjual lagi sehingga dalam satu hari itu keuntungannya adalah &p 3;;;,;;. Sedangkan bila dijual tangguh bayar maka hak si penjual menjadi tertahan, sehingga dia tidak dapat membeli lagi dan menjual lagi. Akibat lebih jauh dari itu, hak dari keluarga dan anak si penjual untuk makan malam pada hari itu tertahan oleh pembeli. "ntuk alasan inilah, yaitu tertahannya hak penjual yang telah memenuhi ke2ajibannya =menyerahkan barang>, maka !slam membolehkan penetapan harga tangguh lebih tinggi dari harga tunai . 4.4. Sistim ,perasional *ank !slam Sistim keuangan dan perbankan modern telah berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mendanai kegiatannya, bukan dengan dananya sendiri, melainkan dengan dana orang lain, baik dalam bentuk penyertaan =eGuity financing> maupun dalam bentuk pinjamanan =debt financing>. !slam mempunyai hukum sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu melalui akadAakad bagi hasil =Profit and 'oss Sharing>, sebagai metoda pemenuhan kebutuhan permodalan =eGuity financing>, dan akadAakad jualAbeli =al baiW> untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan =debt financing>, dengan produkAproduknya sebagai berikut ( 4.4.3. Produk Pembiayaan

=a> )Guity Einancing. Ada dua macam kontrak dalam kategori ini yaitu ( 3> Musyarakah =Joint .enture Profit Sharing> Melalui kontrak ini, dua pihak atau lebih =termasuk bank dan lembaga keuangan bersama nasabahnya> dapat mengumpulkan modal mereka untuk membentuk sebuah perusahaan =Syirkah al !nan> sebagai sebuah *adan +ukum =legal entity>. Setiap pihak memiliki bagian secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal mereka dan mempunyai hak menga2asi =.oting &ight> perusahaan sesuai dengan proporsinya. "ntuk pembagian keuntungan, setiap pihak menerima bagian keuntungan secara proporsional dengan kontribusi modal masingAmasing atau sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. *ila perusahaan mengalami kerugian, maka kerugian itu juga dibebankan secara proporsional kepada masingA masing pemberi modal. Aplikasinya dalam perbankan terlihat pada akad yang diterapkan pada usaha atau proyek dimana bank membiayai sebagian saja dari jumlah kebutuhan in0estasi atau modal kerjanya. Selebihnya dibiayai sendiri oleh nasabah. Akad ini juga diterapkan pada sindikasi antar bank atau lembaga keuangan. %alam kontrak tersebut, salah satu pihak dapat mengambil alih modal pihak lain sedang pihak lain tersebut menerima kembali modal mereka secara bertahap. !nilah yang disebut dengan Musyarakah al Mutanakishah. Aplikasinya dalam perbankan adalah pada pembiayaan proyek oleh bank bersama nasabahnya atau bank dengan lembaga keuangan lainnya, dimana bagian dari bank atau lembaga keuangan diambil alih oleh pihak lainnya dengan cara mengangsur. Akad ini juga dapat dilaksanakan pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil, sedangkan usahanya berjalan terus dengan modal yang tetap. 4> Mudharabah =#rustee Profit Sharing>

ontrak mudharabah adalah juga merupakan suatu bentuk )Guity Einancing, tetapi mempunyai bentuk =feature> yang berbeda dengan musyarakah. %i dalam mudharabah, hubungan kontrak bukan antar pemberi modal melainkan antara penyedia dana =Shahib al Maal> dengan entrepreneur =Mudharib>. %i dalam kontrak mudharabah, seorang mudharib =dapat perorangan, rumah tangga perusahaan atau suatu unit ekonomi> memperoleh modal dari unit ekonomi lainnya untuk tujuan melakukan perdagangan atau perniagaan. Mudharib dalam kontrak ini menjadi trustee atas modal tersebut. %alam hal obyek yang didanai ditentukan oleh penyedia dana, maka kontrak tersebut dinamakan Mudharabah al MuGayyadah. %ia menggunakan modal tersebut, dengan tujuan yang dinyatakan secara khusus, untuk menghasilkan keuntungan. Pada saat proyek sudah selesai, Mudharib akan mengembalikan modal tersebut kepada penyedia modal berikut porsi keuntungan yang telah disetujui sebelumnya. *ila terjadi kerugian maka seluruh kerugian dipikul oleh Shahib al Maal. *ank dan lembaga keuangan dalam kontrak ini dapat menjadi salah satu pihak. Mereka dapat menjadi penyedia dana =Mudharib> dalam hubungan mereka dengan para penabung, atau dapat menjadi penyedia dana =Shahib al Maal> dalam hubungan mereka dengan pihak yang mereka beri dana. =b> %ebt Einancing alimat Al MurWan XV Allah menghalalkan jual beli =al bai> dan melarang ribaVX =MS 4(4<@> menunjukkan bah2a praktek bunga adalah tidak sesuai dengan spirit !slam. !stilah jualAbeli =Al *aiW> memiliki arti yang secara umum meliputi semua tipe kontrak pertukaran, kecuali tipe kontrak yang dilarang oleh syariah. Al *aiW berarti setiap kontrak pertukaran barang dan jasa dalam jumlah tertentu atas barang =termasuk uang> dan jasa yang lain. Penyerahan jumlah atau harga barang dan jasa tersebut dapat dilakukan dengan segera =cash> atau dengan tangguh =deferred>. ,leh karenanya syaratAsyarat Al *aiW dalam %ebt Einancing menyangkut berbagai tipe

dari kontrak jual beli tangguh =%eferred Dontract of )Fchange> yang meliputi transaksiAtransaksi sebagai berikut( 3. Prinsip JualAbeli A Al Murabahah, yaitu kontrak jual beli dimana barang yang diperjualAbelikan tersebut diserahkan segera, sedang harga =baik pokok dan margin keuntungan yang disepakati bersama> atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara sekaligus ='ump Sum %eferred Payment>. %alam prakteknya, bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan ke2ajiban membayar secara tangguh dan sekaligus. A Al *aiW *itsaman Ajil, yaitu kontrak al murabahah dimana barang yang diperjualA belikan tersebut diserahkan dengan segera sedang harga atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara angsuran =!nstallment %eferred Payment>. %alam prakteknya pada bank sama dengan murabahah, hanya saja ke2ajiban nasabah dilakukan secara angsuran. A *aiW as Salam, yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang yang diperjualA belikan dibayar dengan segera =secara sekaligus>, sedangkan penyerahan atas barang tersebut dilakukan kemudian. *aiW as salam ini biasanya dipergunakan untuk produkA produk pertanian yang berjangka pendek. %alam hal ini, bank bertindak sebagai pembeli produk dan menyerahkan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya. Salam yaitu mencari pembeli kedua sebelum saat panen tiba. A *aiW al !stishnaW, hampir sama dengan baiW as salam yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tetapi dapat diangsur sesuai dengan jad2al dan syaratAsyarat yang disepakati bersama, sedangkan barang yang dibeli diproduksi =manufactured> dan diserahkan kemudian. %alam prakteknya bank arena ke2ajiban nasabah kepada bank berupa produk pertanian, biasanya bank melakukan Paralel

bertindak sebagai penjual =mustashniW keA3> kepada pemilik7pembeli proyek =bohir> dan mensubkannya kepada kontraktor =mustashniW keA4>. 4. Prinsip se2aAbeli Se2a dan Se2aAbeli =!jarah dan !jara 2a !Gtina> oleh para ulama, secara bulat dianggap sebagai model pembiayaan yang dibenarkan oleh syariah !slam. Model ini secara kon0ensional dikenal sebagai lease dan financing lease. Al !jarah atau se2a, adalah kontrak yang melibatkan suatu barang =sebagai harga> dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya. Penye2a dapat juga diberikan options untuk membeli barang yang dise2akan tersebut pada saat se2a selesai, dan kontrak ini disebut Al !jarah 2a !GtinaW, dimana akad se2a yang terjadi antara bank =sebagai pemilik barang> dengan nasabah =sebagai penye2a> dengan cicilan se2anya sudah termasuk cicilan pokok harga barang. =c> Al Mard al +asan %alam rangka me2ujudkan tanggung ja2ab sosialnya, bank dapat memberikan fasilitas yang disebut Al Mard al +asan, yaitu penyediaan pinjaman dana kepada pihakApihak yang patut mendapatkannya. Secara syariah peminjam hanya berke2ajiban membayar kembali pokok pinjamannya, 2alaupun syariah membolehkan peminjam untuk memberikan imbalan sesuai dengan keikhlasannya tetapi bank sama sekali dilarang untuk menerima imbalan apapun. 4.4.4. Produk Penghimpunan %ana =Eunding> *ank !slam menjalankan fungsiAfungsi financing tersebut adalah dalam kapasitasnya sebagai mudharib dengan menggunakan danaAdana yang diperoleh dari para nasabah sebagai Shahib al Maal, yang menyimpan dan menanamkan dananya pada bank melalui rekeningArekening sebagai berikut (

=a> &ekening oran Jasa simpanan dana dalam bentuk &ekening oran diberikan oleh bank !slam

dengan prinsip Al IadiWah yad %hamanah, di mana penerima simpanan bertanggung ja2ab penuh atas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan tersebut. %engan prinsip ini, bank menerima simpanan dana dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dengan kebebasan mutlak untuk menariknya kembali se2aktuA2aktu. Jadi, *ank memperoleh ijin dari nasabah untuk menggunakannya selama dana tersebut mengendap di bank. Nasabah se2aktuA2aktu dapat menarik sebagian atau seluruh saldo yang mereka miliki. %engan demikian mereka memerlukan jaminan pembayaran kembali dari bank atas simpanan mereka. Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan dana tersebut selama mengendap di bank adalah menjadi hak bank. *ank diperbolehkan memberikan bonus kepada nasabah atas kehendaknya sendiri, tanpa diikat oleh perjanjian. *ank menyediakan cek dan jasaAjasa lain yang berkaitan dengan rekening koran tersebut. *erdasarkan prinsip 2adiah ini penerima simpanan juga dapat bertindak sebagai -ad al Amanah =tangan penerima amanah>, artinya ia tidak bertanggung ja2ab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal itu bukan akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan =terjadi karena faktor di luar kemampuan penerima simpanan>. Penerapannya dalam perbankan dapat kita saksikan, misalnya dalam pelayanan safe deposit boF. =b> &ekening #abungan. *ank menerima simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menariknya kembali berikut kemungkinan memperoleh keuntungan berdasarkan prinsip IadiWah. *ank memperoleh i/in dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut selama mengendap di bank. Nasabah

dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya se2aktuA2aktu atau sesuai dengan perjanjian yang disepakati. *ank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank, namun tetapi berbeda dengan rekening koran, bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank. *ank menyediakan buku tabungan dan jasaAjasa yang berkaitan dengan rekening tersebut. =c> &ekening !n0estasi "mum *ank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan in0estasi dari dana mereka dalam bentuk &ekening !n0estasi "mum berdasarkan prinsip mudharabah mutlaGah. Simpanan diperjanjikan untuk jangka 2aktu tertentu. *ank dapat menerima simpanan tersebut untuk jangka 2aktu 3, 5, 8, 34, 46 bulan dan seterusnya. %alam hal ini bank bertindak sebagai Mudharib dan nasabah bertindak sebagai Shahib al Maal, sedang keduanya menyepakati pembagian laba =bila ada> yang dihasilkan dari penanaman dana tersebut dengan Nisbah tertentu. %alam hal terjadi kerugian, nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan. =d> &ekening in0estasi khusus *ank dapat juga menerima simpanan dari pemerintah atau nasabah korporasi dalam bentuk rekening simpanan khusus. &ekening ini juga dioperasikan berdasarkan prinsip mudharabah, tetapi bentuk in0estasi dan nisbah pembagian keuntungannya biasanya dinegosiasikan secara kasus per kasus =mudharabah muGayyadah>. 4.4.5. Produk JasaAjasa =a> &ahn

&ahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain, dengan uang sebagai gantinya. Akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko dan memerlukan jaminan tambahan. Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri untuk melayani kebutuhan nasabah untuk keperluan yang bersifat jasa dan konsumtif, seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya. 'embaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut. =b> Iakalah Iakalah adalah akad per2akilan antara dua pihak. %alam aplikasinya pada Perbankan Syariah, Iakalah biasanya diterapkan untuk penerbitan 'etter of Dredit ='7D> atau penerusan permintaan akan barang dalam negeri dari bank di luar negeri ='7D ekspor>. Iakalah juga diterapkan untuk mentransfer dana nasabah kepada pihak lain. =c> afalah afalah adalah akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. %alam lembaga keuangan, akad ini terlihat dalam penerbitan garansi bank =*ank $uarantee>, baik dalam rangka mengikuti tender =*id bond>, pelaksanaan proyek =Performance bond>, ataupun jaminan atas pembayaran lebih dulu =Ad0ance Payment bond>. 1(2 Ha+ala! Ha+ala! a(ala! aka( /emin(a!an !'$ang0/i'$ang s'a$' /i!ak ke/a(a /i!ak lain. P ak$eknya (a/a$ (ili!a$ /a(a $ ansaksi anjak /i'$ang 1Fa#$% ing2. Nam'n kebanyakan 'lama $i(ak mem/e b%le!kan mengambil man"aa$ 1imbalan2 a$as /emin(a!an !'$ang0/i'$ang $e seb'$. =e> JoWalah

JoWalah adalah suatu kontrak dimana pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu kepada pihak kedua atas pelaksanaan suatu tugas 7 pelayanan yang dilakukan oleh pihak kedua untuk kepentingan pihak pertama. Prinsip ini dapat diterapkan oleh bank dalam mena2arkan berbagai pelayanan dengan mengambil fee dari nasabah. =f> Sharf Sharf adalah transaksi pertukaran antara emas dengan perak atau pertukaran 0aluta asing, dimana mata uang asing dipertukarkan dengan mata uang domestik atau dengan mata uang asing lainnya. *ank !slam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini, dengan catatan harus memenuhi syaratAsyarat yang disebutkan dalam beberapa hadits antara lain( A +arus tunaiK A Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontakK A *ila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah 7 kuantitas yang sama.

2.P insi/ Ha+ala! (alam Anjak Pi'$ang Sya ia! AlAha2alah adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang 2ajib menanggungnya. %alam istilah para ulama, ha2alah adalah pemindahan beban utang dari muhil =orang yang berutang> menjadi tanggungan muhalUalaih atau orang yang berke2ajiban membayar utang. Secara operasional memang mirip dengan anjak piutang atau factoring dalam pembiayaan kon0ensional. Sebelum melihat perbedaannya dengan prinsip kon0ensional, marilah kita lihat prinsip alAha2alah terlebih dahulu. Secara sederhana dapat dijelaskan bah2a A =muhal> memberi pinjaman kepada * =muhil>, sedangkan * masih mempunyai piutang kepada D =muhalUalaih>. *egitu * tidak mampu membayar utangnya pada A ia lalu mengalihkan beban utang

tersebut pada D. %engan demikian D yang harus membayar utang * pada A, sedangkan utang D sebelumnya kepada * dianggap lunas. 'andasan syariah dibolehkannya ha2alah terdapat pada hadis dan ijma. !mam *ukhari dan Muslim meri2ayatkan dari Abu +urairah bah2a &asulullah bersabda( ?Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah satu ke/aliman. %an jika salah seorang di antara kamu diikutkan =diAha2alahAkan> kepada orang yang mampu, terimalah ha2alah itu. Pada hadis itu &asulullah memberitahukan kepada orang yang mengutangkan, jika orang yang berutang mengha2alahkan kepada orang yang mampu7kaya, hendaklah ia menerima ha2alah tersebut dan hendaklah ia menagih kepada orang yang diha2alahkan =muhalUalaih>. %engan demikian haknya dapat terpenuhi. Sebagian ulama berpendapat bah2a perintah untuk menerima ha2alah dalam hadis itu menunjukkan 2ajib. ,leh sebab itu 2ajib bagi muhal untuk menerima ha2alah. Adapun mayoritas ulama berpendapat bah2a perintah itu menunjukkan sunnah."lama sepakat membolehkan ha2alah. +a2alah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang7benda karena ha2alah adalah perpindahan utang. ,leh sebab itu harus pada uang atau ke2ajiban finansial. ontrak ha2alah dalam perbankan syariah biasanya, antara lain, diterapkan pada factoring atau anjak piutang, di mana para nasabah yang memiliki piutang pada pihak ketiga memindahkan piutang itu kepada bank. *ank lalu membayar piutang itu untuk selanjutnya bank menagih utang kepada pihak ketiga. Adapun perbedaannya dengan yang berlangsung di bank kon0ensional adalah(

Y Pada transaksi kon0ensional, bank membayar nasabah sebesar nilai piutang yang sudah didiscounted di muka, dan bank menagih akseptor secara penuh. Pada bank syariah, bank tetap membayar penuh pada nasabah, namun nasabah dikenai biaya administrasi. Y Pada bank kon0ensional, setelah pembayaran didiscounted di muka, nasabah masih dikenai dengan discounted. %i bank biaya syariah transaksi semacam administrasi. itu dilarang. Y Pada bank kon0ensional, in0oice yang telah jatuh tempo dapat diperjualbelikan

Y Pada bank kon0ensional, sebelum jatuh tempo piutang tersebut dapat diperjualbelikan lagi kepada pihak lain, =bahkan bisa beberapa kali pindah tangan>. %i bank syariah transaksi semacam itu juga dilarang.

,A, 11 - TA4,AHAN AN.AK PIUTANG


1.*%n$%! Lembaga Penye(ia .asa Anjak Pi'$ang 1.1.Anjak Pi'$ang Sya ia! A.,ank Sya ia! 4an(i i -Merupakan salah satu *ank Syariah yang menyelenggarakan jasa +a2alah $isi % nk S" ri h & ndiri Menjadi *ank Syariah #erpercaya Pilihan Mitra "saha

&isi

Menciptakan suasana pasar perbankan syariah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syariah terkemuka di !ndonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas Mempekerjakan pega2ai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syariah Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir, serta memegang teguh prinsip keadilan, keterbukaan dan kehatiAhatian Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel, memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah dan kecil, senta mendorong ten2ujudnya manajemen /akat, infak dan shadaGah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial Meningkatkan permodalan sendiri dengan mengundang perbankan lain, segenap lapisan masyarakat dan in0estor asing.

Prinsi' *ank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah !slam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhla&ul karimah =budi pekerti mulia>, yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat SIFAT, yaitu ( Si((iD =!ntegritas> 4enjaga 4a $aba$ (engan In$eg i$as. A2ali dengan niat dan hati tulus, berpikir jernih, bicara benar, sikap terpuji dan perilaku teladan. Is$iD%ma! = onsistensi> K%nsis$en a(ala! K'n#i 4en'j' S'kses. Pegang teguh komitmen, sikap optimis, pantang menyerah, kesabaran dan percaya diri. Fa$!ana! =Profesionalisme> P %"esi%nal a(ala! Gaya Ke ja Kami. Semangat belajar berkelanjutan, cerdas, ino0atif, terampil dan adil. Amana! =#anggungAja2ab> Te /e #aya ka ena Pen'! Tangg'ng .a+ab. Menjadi terpercaya, cepat tanggap, obyektif, akurat dan disiplin Tablig! = epemimpinan> Ke/emim/inan ,e lan(askan Kasi!9Sayang. Selalu transparan, membimbing, 0isioner, komunikatif dan memberdayakan.

DATA %ANK S(ARIA) &ANDIRI ( P#. *ank Syariah Mandiri ( $edung *ank Syariah Mandiri Jl. M+. #hamrin No. @ Jakarta 3;56; A !ndonesia #elepon ( =84A43> 45;;@;9, 59:59;;; =+unting> Eaksimili ( =84A43> 59:549:9 Situs Ieb ( 222.syariahmandiri.co.id #anggal *erdiri ( 4@ ,ktober 3999 #anggal *eroperasi ( 3 Nopember 3999 Jenis "saha ( Perbankan Modal %asar ( &p. 3.;;;.;;;.;;;.;;;,A Modal %isetor ( &p 5@:.5<4.@8@.;;;,A Jumlah antor ( sebanyak 389 kantor layanan, yang tersebar di 45 pro0insi di seluruh !ndonesia Jumlah A#M ( @3 A#M Syariah Mandiri, 4853 A#Mandiri, 8864 A#M *)&SAMA dan 6@;; *ankDard Jumlah arya2an ( sebanyak 4359 karya2an Nama Alamat

KEPE4ILIKAN SAHA4 P#. *ank Mandiri =Persero> <3.8<6.634 saham =99,999999B> P#. Mandiri Sekuritas 3 saham =;,;;;;;3B>

Perhitungan Laba / Rugi BANK SAYRIAH MANDIRI Periode : 1 Januari 2 ! "/d #1 Januari 2 ! $da%a& ribuan ru'iah( No) Po"*'o" 1 Pen(a/a$an 8/e asi U$ama Bu%an Ber+a%an Ku&u%ati,

3.3 Pendapatan dari jualAbeli a. Murabahah b. !stishna c. 'ainnya 3.4 Pendapatan dari bagi hasil a. Musyarakah b. Mudharabah c. 'ainnya 3.5 Pendapatan dari se2a =net> 3.6 Pendapatan operasi utama lainnya #,#A' P)N%APA#AN ,P)&AS! "#AMA
2 Hak Pi!ak Ke$iga A$as ,agi Hasil In3es$asi Ti(ak Te ika$

58,<85,<93 65<,<<3 A 34,383,;:6 8,549,6:5 A 6<:,456 <,933,856 86,;:3,99<

58,<85,<93 65<,<<3 A 34,383,;:6 8,549,6:5 A 6<:,456 <,933,856 86,;:3,99<

4.3 *agi hasil #abungan 4.4 *agi hasil %eposito 4.5 *agi hasil Penempatan %ana 4.6 *agi hasil Surat *erharga #,#A' +A P!+A )#!$A A#AS *A$! +AS!' !N.)S#AS! #!%A #)&! A# P)N%APA#AN ,P)&AS! "#AMA *A$!AN *AN S)*A$A! M"%+A&!*
& Pen(a/a$an 8/e asi Lainnya

<,959,45: 53,@3:,<;@ A 3,<:3,936 63,459,:@<

<,959,45: 53,@3:,<;@ A 3,<:3,936 63,459,:@<

44,:64,36;

44,:64,36;

5.3 Pendapatan fee rahn 5.4 Pendapatan fee jasaAjasa 5.5 Pendapatan fee in0estasi terikat 5.6 Pendapatan fee lainnya 5.@ Pendapatan administrasi 5.8 Pendapatan transaksi 0aluta asing #,#A' P)N%APA#AN ,P)&AS! 'A!NN-A

9,44: @;4,34; :38,@<; 3,496,<:< 6,456,9;: 4<<,4;9 <,356,:44

9,44: @;4,34; :38,@<; 3,496,<:< 6,456,9;: 4<<,4;9 <,356,:44

,eban 8/e asi%nal Lainnya

6.3 *eban bonus 2adiah 6.4 *eban penyisihan kerugian akti0a produktif 6.5 *eban penyusutan akti0a tetap 6.6 *eban transaksi 0aluta asing 6.@ *eban premi dalam rangka penjaminan 6.8 *eban se2a 6.< *eban promosi 6.: *eban tenaga kerja 6.9 *eban administrasi dan umum #,#A' *)*AN ,P)&AS! 'A!NN-A P)N%APA#AN ,P)&AS! A *)&S!+
5 ; Pen(a/a$an n%n9%/e asi ,eban n%n9%/e asi

3,3@;,4:; A 4,835,3@3 3 3,;:6,@;9 5,54;,:8; 3,;<9,<6@ 34,5:3,9<5 @,843,;38 4<,4@3,@5@ 4,<4@,64<


15><A1>;2 :)A512

3,3@;,4:; A 4,835,3@3 3 3,;:6,@;9 5,54;,:8; 3,;<9,<6@ 34,5:3,9<5 @,843,;38 4<,4@3,@5@ 4,<4@,64<


15><A1>;2 :)A512

'A*A S)*)'"M RA A# %AN PAJA


< Eaka$

4,;65,<49
9

4,;65,<49
9

'A*A S)*)'"M PAJA P)N$+AS!'AN


> Taksi an /ajak /eng!asilan

4,;65,<49

4,;65,<49
;2)A@52

'A*A *)&S!+

3,639,8<<

,ANK S7ARIAH 4ANDIRI La/% an Ne a#a ,'lanan Ta!'n 2@@; 1Una'(i$e(2 Pe i%(e &1 .ANUARI 2@@; 1(alam ib'an '/ia!2

N%.

P%s9/%s

.'mla!

Ak$i3a
1 2 3 4 5 6 Kas Penempatan pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain In estasi dalam s!rat"s!rat ber#ar$a Pi!tan$ 111,510,496 1,795,403,289 66,178,432 116,120,000 402,395,873 " 3,864,469,133 55,926,370 " 497,272,748 1,042,387,447 79,325,571 " %125,315,366& " " 56,059,810 * * *

a. Piutang Murabahah b. Piutang !stishna c. Piutang 'ainnya < : 9 Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pinjaman Mardh Penyisihan erugian Penghapusbukuan Akti0a Produktif

3; Penyaluran %ana !n0estasi #erikat 33

34 Persediaan 35 #agihan dan Akseptasi 36 !jarah


15 16 17 'kti a Istis#na (alam Pen)elesaian Pen)ertaan Pada *ntitas +ain 'kti a ,etap dan 'k!m!lasi Pen)!s!tan a- 'kti a ,etap b- 'k!m!lasi pen)!s!tan "." 18 19 20 Pi!tan$ Pendapatan Ba$i #asil Pi!tan$ Pendapatan I/ara# 'kti a lainn)a

443,@4;,6;: =9<,639,:4<>
* *

394,48<,:55 >A2<>A1@2A21<

#,#A' A #!.A

KE?A.I,ANA INFESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS )IAJ!*AN 3 4 5 6 @ e2ajiban Segera *agi +asil -ang *elum %ibagikan Simpanan Simpanan dari *ank 'ain +utang 33@,;9@,@46 5;,:5:,@3< 3,49:,:88,8;4 @,849,4<3
"

8 < : 9

e2ajiban 'ainA'ain e2ajiban Akseptasi e2ajiban %ana !n0estasi #erikat +utang Pajak

:;,5@@,;9:
" "

66,@@3,;3< 8,;5;,549
"

3; )stimasi kerugian omitment dan ontjensi 33 Pinjaman yang %iterima 34 Pinjaman Subordinasi
13 I01*2,'2I ,I('K ,*3IK', a- In estasi tidak terikat dari b!kan bank 1- ,ab!n$an 4!d#araba# 2- (eposito 4!d#araba# b- In estasi tidak terikat dari bank

54,;;;,;;;
" "

3,984,343,:@: 5,<65,849,685
"

3. #abungan Mudharabah 4. %eposito Mudharabah 5. Surat *erharga Pasar "ang c. Surat *erharga yang diterbitkan 36 ) "!#AS a. Modal %isetor b. #ambahan Modal %isetor c. Saldo 'aba #,#A' )IAJ!*AN, !N.)S#AS! #!%A #)&! A# %AN ) "!#AS

4@,8<:,<<3 @@,@84,;;; 4@,;;;,;;; 4;;,;;;,;;;


"

5@:,5<4,@8@
"

496,5<3,4;4 >A2<>A1@2A21<

1.2.Anjak Pi'$ang K%n3ensi%nal A.PT Sina 4as 4'l$i"inan#e P&,E!' P)&"SA+AAN P# Sinar Mas Multifinance =Simas Einance> adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa usaha pembiayaan se2a guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Perusahaan ini didirikan pada tahun 39:@ dengan nama P# Sinar Supra 'easing Dompany, lalu berganti nama menjadi P# Sinar Supra Einance Do., dan akhirnya memilih nama baru yang digunakan sampai sekarang. Pada tahun 399@ seluruh saham perusahaan dibeli oleh P# Sinar Mas Multiartha #bk, sebuah

perusahaan in0estasi diba2ah kelompok usaha Sinar Mas. Pada Eebruari 399@, P# Sinar Mas Multiartha #bk membeli seluruh saham P# Sinar Supra Einance dan mengganti nama perusahaan yang dibelinya menjadi P# Sinar Mas Multifinance pada a2al 3998. Pada Juni 3998, sesuai pedoman %epartemen euangan &epublik !ndonesia, dipindahkan seluruh akti0a pembiayaan dari P# Sinar Mas Multiartha #* kepada Simas Einance. Sesuai dengan laporan keuangan Akuntan Publik +anadi Sujendro, pemindahan ini meliputi nilai akti0a sebesar &p.@43 milyar.

Alamat sinarmas Multifinance Jakarta Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 5-6 Jl. Let Jend. Suprapto Jakarta Utara 1 66

IKHTISAR KEUANGAN PT SINAR4AS (dalam ribuan rupiah)

Ne a#a as dan setara dengan kas #agihaan anjak piutang H neto Piutang pembiayaan konsumen A neto Piutang se2a guna usaha A neto Jumlah akti0a Jumlah hutang bank Jumlah ke2ajiban Jumlah ekuitas jumlah ke2ajiban dan ekuitas Laba R'gi Jumlah pendapatan Pos luarbiasa Jumlah beban 'aba =rugi> setelah pajak penghasilan 'aba =rugi> bersih per saham Rasi% Ke'angan Pendapatan dari akti0a Pendapatan dari modal +utang dengan rasio ekuitas

"naudited JunA4;;@ :.4@8.5@6 3@.@3@.;;8

4;;6

4;;5

4;;4

6.446.;98 3.3<@.693

4.@65.4:5 A @5,<:

5.8:8.33< 5.363.;9< ::.8@9.;<8 A 98,68 48,84

3;3.585.9:9 34<.;@3.::8 :3.3;5.565 83.3;@.8;@ 44.3::.;@5

3.;38.4:4 3:.5:4.465 3.<;<.8;@ 98<,<8

469.;48.@5: 456.@;4.9:3 39:.;4<.::: 3<:.644.@5< 3;,99 3<.;;;.;;; 3<.;;;.;;; 5;.6<6.;;; 54.3:6.;;; A @,53 46.944.366 45.5:4.:4; <8.;65.<54 38:.<94.48: A @6,9@ 446.3;6.596 433.34;.383 343.9:6.3@8 9.85;.489 3.388,8< 469.;48.@5: 456.@;4.9:3 39:.;4<.::: 3<:.644.@5< 3;,99 "naudited 4;;6 4;;5 4;;4 C JunA4;;@ 49.584.444 84.9<5.354 63.4<6.956 5:.:<6.;<< 8,43 ; <.@34.@94 5.4<3.<39 65.645.:;@ A 94,6< 38.5<<.9:9 56.8@6.99: 3<.44@.8;: 6:.<8:.@@8 A 86,8@ 34.9:6.456 58.858.;;@ 43.:@5.::< 4.358.<93 944,<6 ; "naudited JunA4;;@ 33,<9B 35,3;B ;,33 338 4;;6 48,:@B 49,:5B ;,33 96 4;;5 4;,:6B 55,:6B ;,84 33 <@6,@@ 2@@2 43,<9 B 6;5,8< B 3<,@4

,.Niaga 4'l$i"inan#e

2.A $ikel mengenai T en In('s$ i Pembiayaan (i In(%nesia

KARTU PLASTIK
artu plastik dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. 'ingkup geografis penggunaan kartu ada yang domestic dan ada juga yang internasional. artu dengan lingkup internasional berarti kartu tersebut tidak hanya artu plastik dapat digunakan dalam batas 2ilayah satu Negara saja melainkan

sebenarnya bukan merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan dalam pengertian sebagai suatu badan usaha. Perusahaan yang menerbitkan kartu plastic inilah yang dimaksudkan oleh makalah ini sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank. Meskipun perusahaan kartu plastic termasuk dalam lembaga keuangan bukan bank, penyelengaraan atau pemilik dari perusahaan kartu plastic ini bisa saja suatu lembaga keuangan berupa bank. Pengertian kartu plastic sendiri masih sangat luas. artu plastic ini dapat berupa kartu kredit, kartu debit, kartu penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri =authometed tellr mahine H A#M dan charge card>. Perusahaan yang menerbitkan berbagai bentuk H berbentuk plastic ini dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk lembaga keuangan bukan bank, karena kartu plastic tersebut pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan kepada masyarakat. PENGERTIAN artu plastik merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Perkembangan pengunaan kartu plastik dalam berbagai bentuknya menunjukkan bah2a alat ini tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran tetapi juga untuk tujuan lain seperti penarikan uang tunai. *erdasarkan pertimbangan dapat diba2a bepergian dengan praktis, dapat digunakan se2aktu H 2aktu. %an kemudahan pengunaan yang lain kartu plastik ini semakin luas digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. !de penggunaan kartu kredit dia2ali tahun 39@; H an secara kebetulan. Peristi2anya terjadi di kota Ne2 -ork, Amerika Serikat pada sebuah restoran. Seorang pengusaha bernama Erank McNamara mengadakan perjamuan makan bagi

rekan usahanya di restoran tersebut. Pada saat akan membayar, ia kebingungan dan malu karena ternyata lupa memba2a uang tunai sama sekali. Satu H satu tindakan yang dapat dilakukannya hanyalah meninggalkan kartu identitas dengan maksud akan membayar kepada restoran tersebut setelah ia pulang untuk mengambil uang tunai dalam jumlah yang cukup. artu identitas tersebut berlaku sebagai semacam jaminan bah2a si pengusaha akan melunasi ke2ajibannya. ejadian yang sangat berkesan ini bagi Erank McNamara tersebut mengilhaminya untuk terus memikirkan suatu sistem pembayaran tanpa penggunaan uang tunai secara langsung. Sistem pembayaran yang baru tersebut menggunakan kartu yang dikenal dengan %iners Dlub.*erikut ini sejarah lengkap setiap jenis perusahaan penerbit kartu plastik (

Seja a! 4'n#'lnya ,isnis Ka $' P)'AN tetapi pasti, demikian pertumbuhan penggunaan kartu =plastic money atau uang plastik> dalam sistem pembayaran. #ahun 3996, misalnya, pangsa transaksi global personal dengan uang tunai =kas7cek> sebesar :6 persen, sisanya menggunakan uang plastik. #ahun 399: pangsa kas7cek turun menjadi <9,5 persen dan kartu 3:,< persen. #ransaksi yang dimaksudkan adalah nilai pasar barang dan jasa yang dibeli. #ransaksi dengan kartu, melibatkan jutaan jumlah kartu baik merek lokal maupun internasional. Meski ada jutaan nama kartu, yang sangat mendominasi adalah merek .isa di urutan pertama, MasterDard =MD> di urutan kedua, American )Fpress =AmeF> di urutan ketiga. Pesaing lain, meski jauh di belakang adalah JD* Dard =singkatan dari Japan Dard *ureau yang merajai pasaran Jepang>, %iners Dlub, dan )urocard =banyak beredar di )ropa>. Selebihnya adalah jutaan merek kartu lainnya.AS adalah pasar utama dan pionir dalam bisnis kartu. %ari merek kartu utama itu, hanya JD* dan )urocard yang lahir di luar AS. artu merek 0isa, praktis merajai industri kartu

dengan pangsa 8; persen dari seluruh kartu yang beredar di seantero jagad. Selebihnya yang 6; persen adalah transaksi yang menggunakan kartu merek MD, AmeF, %iners, JD*, )urocard dan lainnya.

4as$e *a ( %ilihat dari sejarah munculnya penggunaan kartuAditandai dengan terbitnya kartu kredit pertama yang sebenarnyaA.isa bukan pertama meski terbesar.MasterDard !nternational =MD> memulai debutnya di penghujung tahun 396;Aan, ketika sejumlah bank di AS menerbitkan semacam kertas khusus bagi nasabahnya. ertas berupa tra#elerAs check =cek perjalanan> itu bisa dipakai sebagai alat pembayaran di tokoAtoko lokal. 'alu tahun 39@3 #he Eranklin National *ank di Ne2 -ork memperkenalkan kartu kredit riil yang pertama.%ekade berikutnya, sejumlah "ranchise berkembang dengan bank tertentu di sejumlah kota besar di AS. Sejumlah bank menerbitkan kartu, dipadu dengan kesediaan merchant menerima kartu sebagai alat pembayaran, yang dita2arkan pada mereka yang memilih penggunaan kartu sebagai alat bertransaksi.Pada tanggal 38 Agustus 3988, para merchant dengan bankAbank itu membentuk asosiasi bernama !nterbank Dard Association =!DA>.*eda dengan organisasi pesaingnya, !DA tidak didominasi sebuah bank penerbit tetapi sekumpulan bankAbank. Anggota komite dibentuk menjalankan asosiasi itu, dengan menyusun peraturan soal otorisasi, kliring dengan settlement =menangani penyelesaian transaksi>. Asosiasi juga menangani aspek pemasaran, keamanan, dan aspek legal yang melandasi jalannya organisasi.#ahun 398:, !DA memulai debut internasionalnya dengan menambah jaringan di Meksiko le2at *anco National. emudian, tahun 3989 dibentuk pula aliansi dengan )urocard di )ropa. #ahun itu juga anggota dari Jepang bergabung.Asosiasi bernama !DA itu, kemudian berubah nama menjadi MasterDard !nternational.%ekade 39<;Aan jaringan MasterDard semakin meluas ke Afrika, dan Australia. %ekade 39:;Aan ditandai pula

dengan pelebaran jaringan ke Asia dan negara lain di Amerika 'atin. #ahun 39::, adalah era pertama kali kartu MasterDard diterbitkan di "ni So0yet sebelum terpecahApecah. ini terdapat kantor MD di lebih dari 5; negara termasuk !ndia, #hailand, Dile, orea Selatan, dan #ai2an. MD juga merupakan pionir dalam banyak hal yang berkaitan dengan industri pembayaran =payments industry>.#ahun 39:3, MD pertama kali memperkenalkan program kartu emas = gold card>, 39:5 pertama menggunakan laser hologram sebagai alat pencegah pemalsuan, 39:< MD memasarkan kartu pertama di Dina, tahun 3994 Maestro =kartu debit MasterDard> merampungkan transaksi debit online pertama di AS. Ame i#an EG/ ess artu terkenal lainnya dari AS, adalah merek AmeF. elahiran kartu itu

dibidani American )Fpress DompanyAberdiri tahun 3:@;Apenyedia jasa perjalanan global =global tra#el>, keuangan, dan jaringan jasaAjasa lainnyaAberdiri tahun 3:@;.Sebagai penyedia jasa global tra#el, tahun 3985 diluncurkan pula kartu !nternational %ollar Dards, yang kemudian menjadi kartuAkartu merek AmeF. Peluncuran itu diterbitkan dan dikomunikasikan langsung dari !nggris &aya. .a/an * e(i$ ,' ea' Jepang, adalah negara di luar AS dan )ropa yang memiliki jati diri tersendiri soal kartu, yakni JD* Dard. elahiran JD*, dia2ali dengan berdirinya Japan Dredit emudian tahun 398:, JD* *ureau, serta ,saka Dredit *ureau =,D*> tahun 3983.

dan ,D* bergabung jadi satu mengambil nama JD*.#ahun 39:3, JD* mengembangkan operasi internasional ditandai dengan pendirian JD* !nternational =Asia> 'td. artu JD* pertama yang diterbitkan di luar Jepang adalah di +ongkong.#ahunAtahun berikutnya, JD* terus melebarkan sayap hingga ke AS dan negara lainnya. #ahun 3998, kartu JD* sudah diterima di 3@; lebih negara dengan penjualan melebihi 6 trilyun yen. #ahun itu juga JD* Dard di !ndonesia, Eilipina, dan Arab Saudi. Fisa

*!DA&A soal kartu, .isa jelas adalah rajanya. Sejarahnya dia2ali tahun 39@:, ketika *ank of America meluncurkan kartu ber2arna biru, putih, dan emas merek *ankAmericard di Dalifornia. #ahun 39<;, sebuah asosiasi bernama National *ankAmericard, !nc didirikan untuk menangani pemasaran kartu itu.#ahun 39<6, *ank of America mendirikan perusahaan internasional bernama !*AND,, menangani pemasaran lisensi bisnis kartu *ankAmericards !nc, di luar AS. #ahun 39<8, !*AND, berubah nama menjadi .isa !nternational dan nama National *ankAmericard, !nc berubah menjadi .isa "SA.Meski bukan yang pertama tetapi .isa adalah yang terutama dalam banyak hal. #ak heran .isa menyebut dirinya sebagai the XIorldWs *est Iay to Pay and *e PaidX =cara terbaik untuk membayar atau dibayari>. %ia juga merupakan sistem pembayaran terbesar untuk konsumen, bisnis, dan lembaga pemerintahan..isaAyang bermarkas di San Erancisco =AS> kini memiliki 43.;;; lembaga yang menjadi anggotanya, 9<; juta lebih kartu dengan berbagai logo dan fungsi, diterima di 5;; negara =dengan 3: juta lebih lokasi>, 0olume tahunan 3,@ trilyun dollar AS =September 3999>. .isa yang menduduki top @5 global brands untuk berbagai kategori, juga memiliki jaringan A#M di @@;.;;; lokasi yang ada di 34; negara. #ahun 3999, .isa memroses 4@ milyar transaksi konsumen per tahun. Dine s *l'b S)JA&A+ kartu yang paling lengkap adalah %iners Dlub !nternasional. !tu bermula pada tahun 3969, ketika Erank McNamara makan malam = dinner> di sebuah restoran di Ne2 -ork. McNamara tidak dapat membayar makanan tersebut karena dia lupa memba2a dompetnya. "ntung sang istrinya menyelamatkannya dari dilema tersebut, meski dia tidak pernah melupakan kejadian yang memalukan itu. %ari kejadian itu, dia berjanji agar hal serupa tak terjadi lagi, padanya dan pada orang lain.Melalui pengacaranya, &alph Schneider, Erank McNamara menciptakan %iners Dlub pada tahun 39@;. artu pertama ini dibagikan kepada 4;; orang, merupakan teman pribadi dan kenalannya. Sebanyak 36 restoran di Ne2 -ork bersedia menerima kartu tersebut.*isnis berubah dengan cepatnya dan %iners Dlub terus mengepakkan sayapnya. Pada akhir tahun itu juga, pemegang kartu bertambah

demikian pula kotaAkota besar semakin bertambah yang menerima kartu ini yakni Ne2 -ork, Miami, *oston, Dhicago, 'os Angeles dan San Erancisco.#ahun 39@5 %iners Dlub menjadi kartu debit pertama yang diterima secara internasional ketika pebisnis di !nggris, anada, Meksiko, uba setuju menerima kartu tersebut. %iners Dlub memiliki kantor cabang di 3< kota, termasuk +onolulu dan 'ondon dan dengan cepat dan pasti merambat ke kotaAkota lain di /ona )ropa, Afrika, Australia dan daerah lainnya dan diterima oleh banyak badan usaha.Pendiri %iners Dlub meninggal dunia pada tahun 39@< saat berumur 6; tahun. Pada tahun itu %iners Dlub dibuka di !talia berkantor pusat di &oma, di S2is dan .ene/uela dan setiap bulannya anggota pemegang kartu bertambah 3@.;;;. #ahun 39@:, !&S mulai meminta laporan lengkap biaya bisnis penggunaan kartu %iners Dlub, yang menyebabkan semakin meningkatnya permintaan atas kartu %iners Dlub. Peningkatan di tahun itu juga, lebih dramatis lagi seperti pembukaan operasinya di *elanda, dan menjadi sponsor pertandingan sepakbola Amerika, serta merupakan perusahaan besar pertama pemasang iklan di tele0isi dan memperluas pemakiannya di segala jenis perusahaan misalnya telegram, perusahaan obat, perusahaan kon0eksi, hotel dan perusahaan lainnya.Asia mulai kemasukan kartu ini pada tahun 398; yakni di +ongkong, Jepang, Malaysia, dan #hailand.#ahun 3983, %iners Dlub berusaha bergabung dengan +ilton Dredit Dorp namun tidak berhasil. %iners Dlub membuka pelayanan pasar eksekutif bagi anggotanya dan mengubah bentuknya dari kertas menjadi kartu plastik dan membuat kontrak dengan %ashe2 *usiness Machines untuk pembuatan kartu.%iners Dlub mengakuisisi7 mendapatkan Simpson Eactors Dorporation dan dua cabangnya yakni McMullen Eactors dan Dustoms Dredit Dorp., pembelian yang besar yang membuat harian 3he 6e( ;ork 3imes menyebutnya Xgerakan di0ersifikasi utama yang pertama.XPerkembangannya berlanjut lagi pada tahun 3984, Phillips Petroleum Do, "nion ,il Do.of Dalifornia, %i0isi Penn/oil dari South Penn ,il Do., Jenney Manufacturing Do., dan Sunoco menerima kartu ini. %iners Dlub meraih penjualan di Southern $eneral Eactors, !nc, dan Einancial Ser0ices, !nc., yang berbasis di +igh Point, Darolina "tara.#ahun 398@, %iners Dlub memperkenalkan automatisasi komputer dan prosedur tagihan dengan mengunakan komputer. JD Penney mencoba mengaukusisi7memperoleh

%iners Dlub dan demikian juga Dhase Manhattan juga berusaha memperoleh %iners Dlub. Pada tahun 3988, perusahaan keuangan di *ulgaria dan +ongaria menjadi agen %iners Dlub.%iners Dlub memutuskan memasukkan lebih banyak lagi artikel perjalanan dalam perusahaan majalahnya dan mengubah judul publikasinya itu dengan nama XSignatureX.XSignatureX memdeklarasikan pertama kali bah2a setiap tagihan ditangani dengan Xcomputer to computer basisX. %iners Dlub bersama dengan majalah 2oliday mendirikan Iayfarers Dlub, klub baru untuk para pelancong.#ahun 398<, %iners Dlub bergerak ke arah bisnis tra0el dengan membeli 8; juta dollar 0olumeAEuga/y #ra0el, perusahaan tra0el terbesar ketiga di Amerika. %iners Dlub kemudian menguasai pasar di )kuador dan Peru.%iners Dlub memperkenalkan perusahaan kartu pertama yang memberikan program asuransi otomatis bagi perjalanan le2at udara. #ahun 39<; %iners Dlub memperkenalkan sebuah program autorisasi kartu kredit.#ahun 39<5, hak monopoli %iners Dlub buka di !ndonesia bersamaan dengan Singapura.#ahun 39:; etua Dontinetal Dorp., John * &icker, JrAyang sebelumnya telah membeli %inersAmemperkenalkan kartu %iners Dlub di Dina. emudian Diticorp mengakuisisi %iners Dlub dari Dontinental Dorp. dan %iners Dlub du Maroc. #ahun 39:5, diperkenalkan kartu disain plastik yang lebih sulit untuk dipalsukan. Pada tahun 39:< kartu %iners telah dapat digunakan untuk mengakses uang kas melalui A#M di seluruh dunia.#ahun 399;, majalah 'ife mendeklarasikan Erank McNamara salah satu dari 3;; orang Amerika yang berpengaruh abad 4; ini. Diticorp menjual kepemilikan minoritasnya pada %iners Dlub di Jepang kepada Euji *ank $roup dan *iro Perjalanan Jepang. Pada tahun 3996, *ank %unia memilih %iners sebagai instrumen transaksi atas rekening perusahaannya. Mereka juga memperluas penggunaan kartu di berbagai perusahaan multinasional yang dominan.#ahun 399:, sebuah panel yang disponsori American Management Association !nternational mendeklarasikan bah2a Erank McNamaraWs %iners Dlub merupakan satu dari <@ hasil keputusan manajemen yang terbesar yang pernah dibuat. %iners Dlub memenangkan penghargaan prestisius, yakni Ereddie A2ard untuk X*est EreGuent #ra0eler Affinity Dharge7Dredit DardX. %ilihat dari negara asal lahirnya kartuAkartu dengan merek ternama itu, kesimpulan yang bisa ditarik adalah semuanya lahir dan berkembang di negara yang

perekonomiannya sangat besar, dan berkembang pesat. %i negara seperti itu, mobilitas 2arga yang tinggi, kebutuhan akan efisiensi, termasuk dalam transaksi, jaringan bisnis yang semakin meluas, bermunculan ino0asi dalam sistem pembayaran.

J)N!S A&#" P'AS#! Atas dasar bentuk penggunaannya,jenis kartu plastic terdiri dari ( a. artu kredit Perangkat yang sudah disiapkan oleh penjual barang dan jasa,sehingga transaksi pembelian tersebut tercatat pada alat tersebut dan dapat dicetak.Pembayaran atau angsuran oleh pemilik kartu diberikan secara langsung kepada perusahaan kartu kredit atau melalui pihak lain yang ditunjuk. b.Dharge Dard Dharge card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa yang pembayaran pelunasannya harus dilakukan oleh pembeli secara sekaligus pada jangka 2aktu tertentu setelah kartu digunakan sebagai alat pembayaran.Pembayaran dilakukan pada akhir bulan yang sama dengan tanggal transaksi atau pada bulan berikutnya dengan disertai biaya tambahan. c. artu %ebit artu debit merupakan suatu alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa dengan cara mendebit atau mengurangi saldo rekening penjual sebesar nilai transaksi barang dan jasa. d.Dash Dard

Dash Dard merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat penarikan uang tunai secara manual melalui teller bank atau melalui A#M.

Pi!ak Pi!ak yang Te kai$ Pengg'naan Ka $' K e(i$ 1.Pene bi$1iss'e 2 'embaga yang menerbitkan dan mengelola kartu kredit. 2.Pengel%la1aD'i e 2 Pihak yang me2akili kepentingan penerbit kartu untuk menyalurkan lartu kredit,melakukan penagihan pada pemilik kartu,dan melakukan pembayaran kepada pihak merchant. &.Pemilik Ka $'1#a ( !%l(e 2 Pihak yang menggunakan kartu kredit untuk kegiatan pembayarannya.Persyaratan yang harus dipenuhi ( Penghasilan yang jumlahnya cukup dan disesuaikan dengan fasilitas kredit yang diberikan. ontinuitas Penghasilan

Ka $' Debe$ (an Pe kembangannya (i In(%nesia E"N$S! uang kontan sebagai alat bayar semakin tergantikan dengan kartu plastik. Akibatnya, kartuAkartu plastik semakin mendominasi dompet masyarakat

perkotaan selain kartu tanda penduduk. Dobalah tengok dompet ka2an Anda. Selain kartu tanda penduduk atau kartu surat i/in mengemudi, ada berapa kartu plastik di dalamnyaN "mumnya, sebagian besar mengantongi kartu kredit, kartu A#M, atau kartu debet. S)'A!N kartu A#M yang saat ini hampir dimiliki oleh setiap nasabah perbankan, kartu plastik jenis lain, yaitu kartu debet, juga semakin banyak digunakan. *elakangan ini, pertumbuhan kartu debet bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kartu kredit. *ankAbank semakin gencar memanjakan nasabahnya, tidak cukup hanya dengan kartu kredit atau kartu A#M, tetapi juga kartu A#M yang dapat berfungsi sebagai kartu debet.*erbelanja dengan kartu debet memang lebih praktis karena tak perlu memba2a setumpuk uang kontan dengan risiko kecopetan. #idak juga perlu takut terkena denda dan bunga jika lupa membayar tagihan seperti yang sering terjadi pada para pemegang kartu kredit yang kadang lalai membayar tagihannya. Selain itu, biaya administrasinya juga lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kartu kredit. Secara global, 0olume transaksi kartu debet .isa, misalnya, telah mele2ati jumlah 0olume kartu kredit. Menurut data dari .isa, pada akhir tahun 4;;5, 0olume kartu debet .isa di dunia meningkat 3< persen daripada tahun sebelumnya dan mencapai 3,6: triliun dollar AS. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan sebesar lima persen dalam 0olume kartu kredit yang sebesar 3,6@ triliun. Adapun di !ndonesia sendiri pada kuartal pertama tahun 4;;6 penggunaan kartu debet .isa sebesar 5; juta dollar AS atau meningkat 3;< persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.XSebenarnya tidak ada pergeseran penggunaan kartu kredit dengan kartu debet. eduanya saling melengkapi. %i negaraAnegara maju, alau kartu debet biasanya digunakan setiap orang memiliki kedua jenis kartu ini.

untuk membayar langsung pembelanjaan yang jumlahnya sedikit atau barang sehariA hari, sedangkan kartu kredit untuk pembelanjaan dalam jumlah besar, misalnya barang elektronik,X kata Dountry Manager .isa !nternational !ndonesia )llyana D Euad.!a mengatakan lebih lanjut, pangsa pasar kartu debet sangat besar karena

persyaratan yang diperlukan agar seseorang dapat memiliki kartu debet sangat mudah dan ringan, tidak diperlukan persyaratan yang rumit seperti kartu kredit. %engan membuka rekening di bank, orang dapat memiliki kartu debet. 'agi pula, uang milik pemegang kartu telah tersedia sehingga bank tinggal mengurangi saja jika ada pembelian oleh si nasabah. X%i !ndonesia, jumlah pemilik rekening bank sekitar 8; juta dan mereka memenuhi syarat untuk dapat memiliki kartu debet,X kata )llyana lagi. &iset yang diadakan .isa di AS menyatakan adanya peningkatan penggunaan kartu debet. %alam riset tersebut ditemukan 65 persen pelanggan memilih menggunakan kartu debet sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan 5; persen yang memilih menggunakan kartu kredit dan 44 persen dengan uang tunai.Sementara itu, untuk pembelian 4;A@; dollar AS sebanyak 6@ persen responden memilih menggunakan kartu debet. "ntuk pembelanjaan sebanyak @3A 3;; dollar AS, 63 persen responden juga memilih menggunakan kartu debet. "ntuk pembelian di atas 3;; dollar AS, 69 persen responden lebih memilih menggunakan kartu kredit untuk alat pembayarannya. )llyana menambahkan, di !ndonesia .isa !nternational telah bekerja sama dengan tujuh bank untuk menerbitkan kartu debet. %alam 2aktu dekat ini, jumlah bank itu akan bertambah, tetapi )llyana belum mau mengungkapkan bank mana saja yang akan menerbitkan kartu debetnya. %ari sisi bank, seperti *ank Permata, pendapatan yang didapatkan dari penerbitan kartu debet ada beberapa jenis. Seperti pendapatan dari biaya administrasi kartu Permata .isa )lectron secara bulanan, biaya bulanan eAIallet, pendapatan interchange atau pendapatan biaya transaksi penggunaan kartu di merchant, serta fee di jaringan A#M plus.#idak hanya kartu debet yang biasanya digesek setelah bertransaksi. Selain kartu kredit dan kartu debet, *ank Permata juga menerbitkan kartu prabayar sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai kartu debet.Menurut %ian Soerarso $M Sales %istribution Dhannels and 'iabilities Product dari *ank Permata mengatakan, jumlah pemegang kartu debet di

*ank Permata sebanyak 8;;.;;; dan lebih dari 3;;.;;; merupakan pemegang kartu eAIallet. Adapun pertumbuhannya diharapkan dapat mencapai <@ persen hingga 3;; persen pada tahun 4;;6 ini.X)AIallet ini dapat digunakan sebagai kartu debet dan dapat digunakan bertransaksi di A#M, termasuk transaksi pembayaran. "niknya, pemegang kartu tak perlu membuka rekening di bank, cukup membeli kartu perdana. Saldo kartu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan hingga maksimum &p @ juta,X katanya. artu isi ulang ini juga dapat menjadi hadiah yang menarik dan berguna. %ana yang mengendap di eAIallet ini tidak diberikan bunga.

MA A'A+ ,#+N!)'=@A<>

epada perusahaan kartu kredit. ontinuitas dari penghasilan yang cukup akan lebih dapat memberikan keyakinan dan kemampuan calon kartu bagi issuer atau ac&uirer. Niat baik atau kemauan dari calon pemilik kartu untuk selalu memenuhi ke2ajibannya. Syarat ini paling sulit untuk diidentifikasi. Salah satu cara melihat

niatbaik dari calon pemilik kartu adalah melalui terdapat atau tidaknya nama calon pemilik kartu pada daftar hitam =black list) milik bank+ bank sentraal+ atau lembaga lain. Seseorang yang namanya telah masuk dalam daftar hitam biasanya dianggap kurang dapat dipercaya dalam memenuhi ke2ajiban keuangannya kepada issuer dan ac&uirer. %emi kepentingan pemasaran kartu, penerbit kartu kredit seing kali memberikan kartu tambahan kepada pemilik kartu, sehingga dikenal dengan istilah kartu utama =basi card> dan kartu tambahan =supplementary card>. artu tambahan diharapkan digunakan oleh saudara atau relasi dari pemegang kartu utama sehingga intensitas penggunaan kartu lebih tinggi dan fasilitas kredit yang diberikan cenderung lebih maksimal dimanfaatkan oleh pemilik kartu. +al ini menguntungkan bagi issuer karena semakin sering fasilitas kredit digunakan berarti harapan penghasilan melalui bunga juga semakin besar. Pemgang kartu utama bertanggung ja2ab atas semua pemenuhan ke2ajiban pemegang kartu tambahan kepada issuer dan ac&uirer. d. Penjual =merchant> /erchant adalah pihak penjual barang dan jasa yang dibeli oleh pemilik kartu dengan menggunakan kartu kreditnya. Sebelumnya merchant menerima pembayaran dengan kartu kredit tertentu, merchant tersebut terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja sama dengan issuer dan ac&uirer. Perjanjian artu redit %alam penggunaan kartu, perjanjian yang terlebih dahulu harus meliputi( a.Perjanjian antara issuer dengan ac&uirer Perjanjian ini terutama meliputi hal H hal teknis yang menyangkut tugas dan hak ac&uirer secara operasional dalam hal menyalurkan kartu kredit, melakukan penagihan, dan pembayaran kepada merchant, termasuk persyaratan H persyaratan yang akan diterapkan terhadap pemilik kartu dan merchant. b. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu Perjanjian meliputi(

3> Perjanjian umum artu adalah milik issuer dan tidak dapat dipindahtangankan. eadaan yang me2ajibkan pengembalian kartu kepada issuer Masa berlaku kartu dan cara perpanjangan. *ertanggung ja2ab terhadap issuer nila merchant menolak pembayaran dengan kartu milik pemilik kartu. #agihan atas kartu seuplemen adalah tanggung ja2ab pemegang kartu utama. +ak issuer untuk bertukar informasi dengan lembaga lain tentang pemilik kartu. *atas minimum kredit. e2ajiban pemilik kartu untuk menandatangani slip pembelian pada merchant. Saat7 2aktu7 periode pengiriman laporan tagihan oleh issuer e2ajiban pemilik kartu melakukan pembayaran minimum pada jangka 2aktu tertentu setelah laporan tagihan dikirim oleh issuer. Jumlah pembayaran minimum +ak issuer untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam penagihan *unga atas sisa tagihan yang belum dibayar *unga atas pelanggaran limit kredit "ang pangkal !uran tahunan *iaya administrasi apabila ada keterlambatan pembayaran tagihan 4> Pembayaran tagihan

5> *unga

6> *iaya

@> #ransaksi dalam 0alas Mata uang penagihan atas transaksi dalam 0aluta asing %asar kurs untuk penagihan atas dalam 0aluta asing *iaya administrasi atas kehilangan kartu

8> 'ain H lain e2ajiban pemilik kartu apabila terjadi kehilangan kartu Jaminan pelunasan dari harta kekayaan pemilik kartu e2ajiban pemilik kartu yang bukan IN!

c. Pejanjian anatara issuer dengan merchant +al H hal yang dituangkan ddalam perjanjian ini meliputi( 3> +ak issuer 5mprinter dan slip adalah milik issuer Jaminan baha2a penjualan dengan kartu tidak lebih besar daripada harga penjualan tunai Slip penolakan yang diserahkan oleh merchant %iskon pembayaran issuer kepada merchant Pemotongan rekening merchant untuk pajak Pemotongan rekening merchant untuk refund0 kepada pemilik kartu. +ak merchant untuk menerima pembayaran dengan berbagai merek kartu kredit tertentu. Jangka 2aktu penagihan pembayaran oleh merchant kepada issuer Dara pembayaran oleh issuer kepada merchant e2ajiban merchant untuk memeriksa keabsahan kartu yang digunakan untuk pembayaran e2ajiban merchant untuk menggunakan slip penjualan tertentu e2ajiban merchant untuk meminta tanda tangan pemilik kartu pada slip e2ajiban merchant untuk memeriksa keabsahan tanda tangan pengguna kartu e2ajiban merchant untuk memberikan salinan slip bagi pemilik kartu

4> +ak merchant

5> e2ajiban merchant

MANEAA#

Secara umum, pengguna kartu kredit sangat bermanfaat bagi peningkatan efisiensi dan keamanan transaksi jual beli. Apabila ditinjau dari sisi pihak H pihak yang terkait dalam penjualan kartu kredit, maka manfaat dapat dikelompokan sebagai berikut( 3. bagi pemilik kartu &isiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah, karena kalaupun kartu hilang, pemilik kartu dapat segera menghubungi issuer atau a&cuirer untuk memblokir kartu. aru yang telah diblokir tidak dapat digunakan lagi sebagai alat pembayaran pada merchant. 'ebih praktis, karena tidak perlu memba2a uang tunai dalam jumlah besar. Mengatasi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek tanpa harus mengajukan permohonan kredit kepada bank atau lembaga keuangan lain. Easilitas lain yang dita2arkan oleh issuer pada kartu kredit yang diternitkan seperti asuransi, informasi dokter, kemudahan pembelian barang dan jasa pada merchant tertentu dan lain H lain. 4. bagi issuer Manfaat utama yang dapat diterima oleh issuer adalah adanya penerimaan yang berasal dari( "ang pangkal !uran tahunan %iskon terhadap pembayaran kepada merchant. Dontoh( merchant A melakukan penagihan atas transaksi penjualan sebesar &p 3.;;;.;;; kepada issuer *. Apabila diskon ditetapkan sebesar 5B maka jumlah yang harus dibayarkan oleh issuer adalah sebesar rp 3.;;;.;;; dikurangi 5B kali &p 3.;;;.;;; atau sama dengan &p 9<;.;;; . Sedangkan jumlah yang dapat ditagih oleh issuer kepada pemilik kartu adalah tetap sejumlah &p 3.;;;.;;; sehingga selisihnya =&p 5;.;;; P 5B> merupakan penerimaan bagi issuer. *unga atas sisa tagihan yang belum dibayar *unga atas pelanggaran batas maksimum kredit %enda atas keterlambatan pembayaran 5. bagi merchant

&isiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah, karena pembayaran oleh pemeli tidak dengan uang tunai 'ebih praktis, karena tidak perlu menyimpan uang tunai di kasir dalam jumlah besar Peningkatan penjualan karena pembeli dapt membeli secara kredit kepada issuer 6.bagi acGuirer Penerimaan berupa interchange "ee. Dontoh( /erchant A melakukan penagihan atas traksaksi penjualan sebesar &p 3;.;;;.;;; kepada ac&uirer D. Apabila diskon ditetapkan sebesar 5B, maka jumlah yang harus dibayarkan oleh ac&uirer kepada merchant adalah sebesar &p 3;.;;;.;;; dikurangi 5B kali &p 3;.;;;.;;; atau sama dengan &p 9<;;.;;;. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih acGuirer kepada issuer adalah sejumlah &p 9<;;.;;; ditambah dengan interchange "ee. Apabila interchange "ee sebelumnya telah ditetapkan sebesar 3B dari nilai transaksi, maka pembayaran issuer kepada ac&uirer adalah sebesar &p 9<;;.;;; ditambah &p 3;;.;;; atau sama dengan &p 9:;;.;;;. "ang sejumlah &p 3;;.;;; tersebut adalah interchange "ee atau penerimaan bagi ac&uirer. = Selanjutnya issuer menagih pemilik kartu sebesar &p 3;.;;;.;;;, sehingga penerimaan bagi issuer adalah sebesar &p 3;.;;;.;;; dikurangi &p 9:;;.;;; atau sebesar &p 4;;.;;;>. Pemilik kartu dapat diisyaratkan untuk memiliki rekening simpanan pada ac&uirer yang berupa bank. Ac&uirer yang berupa bank berkesempatan untuk mena2arkan produk H produknya yang lain pada pemilik kartu

M) AN!SM) Meskipun tidak ada perbedaan yang penting, mekanisme penggunaan kartu kredit dapat dibedakan antara mekanisme yang melibatkan pihak acGuirer dan mekanisme

yang tapa acGuirer.

edua mekanisme penggunaan kartu kredit tersebut akan emudian adanya

diuraikan dalam tahap H tahap sejak adanya perjanjian a2al. sebaagai berikut( a. Melibatkan pihak acGuirer 3. Penerbitan kartu oleh issuer 4. Perjanjian antara issuer dengan merchant 5. Perjanjian antara issuer dengan acGuirer 6. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu

permohonan kartu oleh calon pemilik kartu sampai dengan pembayaran tagihan

@. Analisis oleh acGuirer atau issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. 'imit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. 8. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acGuirer. <. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acGuirer :. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Merchant biasanya memasang logo penerbit pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapt digunakan pada penjual tersebut. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 4B daari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. #ahap ini meliputi( 3. Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang aatau jasa yang dibeli 4. Merchant memeriksa keabsahan kartu 5. Merchant mencatat transaksi melalui alat khusus 6. Mencetak transaksi pada slip khusus @. Pemilik kartu menandatangani slip 8. Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan <. Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu

:.

artu dikembalikan kepada pemilik kartu melakukan penagihan kepada acGuirer dengan menggunakan slip penjualan. Saat7periode atau jangka 2aktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer

9. Merchant

3;. AcGuirer memeriksa keabsahan slip penjualan. 33. AcGuirer membayar kepada merchant. Jumlah dibayar adalah sebesar jum,lah transaksi setelah dikurangi diskon. *esarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant = urang lebih sekitar 6B dari nilai transaksi>. 34. AcGuirer melakukan penagihan pada issuer =termasuk interchange fee sekitar 4B dari nilai transaksi>. *esarnya interchange fee sudah ditentukan pada perjanjian semula antara acGuirer dengan issuer. 35. !ssuer membayar kepada acGuirer =reimbursement ditambah interchange fee>. 36. !ssuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai 2aktu yang telah diperjanjikan semula, melalui atau tanpa acGuirer. Pemilik kartu 2ajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahapnya selesai sampai disini, sedangkan apabila pemilik kartu hanya membayar sebagian atau sampai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka 2aktu tertentu sejak penagihan dengan ditambah dengan bunga. 'aporan tagihan yang dikirim secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain( Nomor kartu #anggal tagihan dari laporan tagihan tersebut #anggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut #anggal posting #anggal transaksi jumlah tagihan

*esarnya pembayaran minimum =biasanya berkisar 4;B dari jumlah tagihan> *atas maksimum kredit #unggakan minimum, angsuran, bungsa, biaya lainnya>.

3@. Pemilik kartu melakukan kepada issuer melalui atau tanpa acGuirer = pembayaran Mekanisme yang melibatkan pihak acGuirer sebenarnya bisa sangat ber0ariasi yang tergantung pada jenis tanggung ja2ab atau tugas yang dilimpahkan issuer kepada acGuirer sesuai perjanjian. Salah satu contoh mekanisme tersebut, seperti telah diuraikan di atas, akan secara sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini(

issuer

issuer

Dard holder

merchant

$ambar *agan Mekanisme artu redit dengan acGuirer b. tidak melibatkan pihak acGuirer 3. Penerbitan kartu oleh issuer 4. Perjanjian antara issuer dengan merchant 5. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 6. Analisis oleh issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. 'imit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. @. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu 8. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu

<. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Merchant biasanya memasang logo penerbit kartu pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapat digunakan pada penjual tersebut. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 4B dari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. #ahap ini meliputi( Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang atau jasa yang dibeli Merchant memeriksa keabsahan kartu Merchant mencatat transaksi pada slip khusus Pemilik kartu menandatangani slip Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu artu dikemblikan kepada pemilik kartu melakukan penagihan kepada issuer dengan

:. Merchant

menggunakan slip penjualan. Saat7periode atau jangka 2aktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 9. !ssuer memeriksa keabsahan slip penjualan 3;. !ssuer membayar kepada merchant jumlah yang dibayar adalah sebesar jumlah transaksi setelah dikurangi diskon. *esarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant =kurang lebih sekitar 6B dari nilai transaksi> 33. !ssuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai 2aktu yang telah diperjanjikan semua. Pemilik kartu 2ajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahap selesai sampai di sini, sedangkan apabila pemilik kartu

hanya membayar sebagian atau sampaai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka 2aktu tertentu sejak penagihan ditambah dengan bunga. 'aporan tagihan yang dikirimkan secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain( 3. Nomor artu 4. #nggal tagihan dari laporan tagihan tersebut 5. #anggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut 6. #anggal posting @. #anggal transaksi 8. Jumlah tagihan <. *esarnya pembayaran minimum =biasanya berkisar 4;B dari jumlah tagihan> :. *atas maksimum kredit 9. #unggakan 34. Pemilik kartu melakukan pembayaran kepada issuer melalui atau tanpa acGuirer =pembayaran minimum, angsuran, bunga, dan biaya lainnya>

Mekanisme tersebut akan sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini( issuer

Dard holder

Merchant

Pe !i$'ngan ,'nga Ka $' K e(i$ Pemegang kartu kredit dianjurkan untuk tidak seganAsegan bertanya kepada petugas penerbit kartu soal perhitungan bunga. Pasalnya, sangat sedikit yang terbuka untuk menjelaskan cara penghitungan bunga begitu saja. Penghitungan bunga kartu kredit setidaknya ada dua cara. #iap bank punya caranya sndiri, yakni penghitungan berdasarkan tanggal transaksi dan tanggal saat lembar tagihan dicetak. *erikut ini perhitungannya. 1. ,e (asa kan $anggal $ ansaksiNilai transaksi F jumlah hari dari tanggal transaksi s7d tanggal lembar tagihan dicetak F jumlah bulan dalam setahun F bunga per bulan F 3758@ hari. 2. ,e (asa kan $anggal $agi!an (i#e$ak#otal nilai transaksi F jumlah hari dari tanggal transaksi s7d tanggal lembar tagihan dicetak F jumlah bulan dalam setahun F bunga per bulan F 3758@ hari. Aga lebi! /a!amA simak #%n$%! /e !i$'ngan /embaya an yang !a 's (ibaya si Ganjen (i ba+a! ini. Tgl T ansaksi Tgl. Penagi!an U aian T ansaksi #agihan bln. lalu 3 No0 6 No0 9 No0 3; No0 5 No0 : No0 34 No0 35 No0 Pabrik Panci #oko ,bat Jera2at )mprit Air2ays .'mla! 6.:;;.;;;,A 6@.@;;,A 3;;.;;;,A 4.5@;.;;;,A

Salon XMurah MeriahX @;.;;;,A

3@ No0 38 No0

3: No0 43 No0

Matahati %ept. Store

54;.;;;,A

%irect %ebit Payment @;;.;;;,A D& T%$al Tagi!an

Tanggal lemba Tanggal 4: No0 399<

Tagi!an Di#e$ak .a$'! $em/% 1R/2 38 %es 399< :.38@.@;; S *unga

Pe !i$'ngan ,'nga ,e (asa kan Tgl. T ansaksiA. Pemakaian1R/2 =6.:;;.;;;F49F34F5B> =6@.@;;F4:F34F5B> =3;;.;;;F4@F34F5B> =@;.;;;F4;F34F5B> =4.5@;.;;;F39F34F5B> =54;.;;;F36F34F5B> .'mla! ,. Pembaya an 1R/2 =@;;.;;;F:F34F5B> F 3758@ P 5.96@,43 #otal *unga P *unga A A *unga * P &p 39;.6@:,<6 A &p 5.96@,43 P &p 3:8.@35,@5 F 3758@ P 35<.495,3@ F 3758@ P 3.4@8,@@ F 3758@ P 4.68@,<@ F 3758@ P 9:8,5; F 3758@ P 66.;5:,58 F 3758@ P 6.63:,85 P 1:@.)5>A<)

Pe !i$'ngan ,'nga ,e (asa kan Tgl. Lemba Tagi!an Di#e$akA. Pemakaian =&p> =6.:;;.;;;F5;F34F5B> F 3758@ P 364.;4<,59 *. Pembayaran =&p> =@;;.;;;F:F34F5B> F 3758@ P 5.96@,43 #otal *unga P *unga A A *unga * P

&p 364.;4<,59 A &p 5.96@,43 P &p 35:.;:4,3: #otal pembayaran yang jatuh tempo tanggal 38 ,ktober 399< untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal transaksi adalah(

&p :.38@.@;; S &p 3:8.@35,@5 P &p :.5@4.;35,@5 #otal pembayaran yang jatuh tempo tanggal 38 ,ktober 399< untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal lembar tagihan dicetak adalah( &p :.38@.@;; S &p 35:.;:4,3: P &p :.5;5.@:4,3:

Ka $' K e(i$ Sya ia! &eaksi pertama ketika mendengar Zkartu kredit !slamU, barangkali adalah ketidakhabispikiran. !no0asi jenis apa lagi iniN #ekaAteki yang sama ikut dirasakan oleh pemerhati perbankan syariah, yang umumnya 2asA2as tehadap labelAlabel seperti Zback door ribaU atau ZhiyalU, yang dialamatkan kepada pengembang produk syariah dengan ino0asi yang terkadang kebablasan.Namun ada juga pihak yang menilai ini merupakan suatu kemajuan yang cukup berarti, yakni lembaga keuangan syariah tanggap terhadap kebutuhan konsumen. Mereka menilai kartu bank syariah ini merupakan ja2aban terhadap kebutuhan mereka akan sistem pembayaran yang mudah dan nyaman, sekaligus tentunya ZsesuaiU dengan syariah. Z artu kredit !slamU ini sebenarnya sudah mulai banyak dita2arkan oleh bankAbank syariah di Malaysia =AM *ank d7h Arab Malaysian *ank, +S*D, dan *ank !slam> dan *ahrain =A*D !slamic *ank>.

Sesungguhnya, dari namanya, kita bisa paham kalau credit card adalah fasilitas utang. Nasabah diberi kemudahan untuk membeli7memakai sesuatu produk atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian. emudahan ini, yang bisa dipakai di hampir seluruh pelosok bumi, jelas sangat atraktif dan bahkan menjadi suatu prestise, simbol kemakmuran dan derajat.Namun di balik segala kemudahan dan kenyamanan ini, terkandung implikasiAimplikasi negatif dan cenderung menjerat. *ukan saja kartu kredit membuat berbelanja menjadi mudah, namun kenyamanan ini juga membuat uang keluar dengan mudah. *agi yang tidak disiplin, tagihan bulanan akan menjadi nightmare yang harus dihadapi setiap a2al bulan. #etapi, budaya belanja secara boros ini bukanlah salah satu saja dari ZkejahatanU kartu kredit ini. Sebagian besar pakar perbankan !slam menganggap kartu kredit sebagai sesuatu yang tidak rele0an dalam sistem syariah. !ni, di antaranya, karena adanya unsur bunga dalam penggunaan kartu kredit. "nsur bunga ini, meskipun kalau kita selalu bayar tepat 2aktu tidak akan dikenakan, merupakan klausa yang sudah disetujui se2aktu nasabah menandatangani permohonan kartu kredit. Jadi membayar bunga ataupun tidak, pemegang kartu kredit sudah menyetujui dan oleh karenanya terikat dengan klausa bunga ini. +al lain yang menjadi sebab diharamkannya kartu kredit adalah unsur ZkreditnyaU. Apapun alasannya, budaya utang adalah kenyamanan hidup yang melenakan, yang pada akhirnya menjerat dan membuat penggunanya melarat karena utang =dan bunga>. Padahal salah satu perjuangan ekonomi syariah adalah membebaskan manusia dari unsur riba dalam segala manifestasinya. %i balik itu, kenyataan bah2a perbankan syariah harus menghadapi tantangan keragaman produk dan permintaan akan kenyamanan fasilitas perbankan, mengharuskan bank syariah mencari alternatif. *aik itu dengan mena2arkan sejenis smart card, debit card ataupun dengan memperluas jaringan A#M melalui kerjasama dengan pihak lain =misalnya kerjasama antara *M! dengan *DA>. Meskipun tidak seharusnya menjadi dilematis, desakan dan persaingan menyebabkan bankAbank syariah mencari ino0asi baru dalam usaha menciptakan kenyamanan yang maksimum bagi nasabahnya. Salah satu usaha tersebut adalah

dengan meng!slamkan kartu kredit yang ada. Malaysia dan *ahrain adalah yang pertama bereksperimen dengan sistem kartu kredit ini.%i !ndonesia sendiri, usaha kearah itu sedang diusahakan oleh beberapa bank syariah. "saha itu memang patut dihargai, kendati sikap prudent hendaknya tetap menjadi anutan praktisi perbankan syariah nasional. #oh ino0asi yang dipaksakan dan dibuat secara terburuAburu akan hanya menuai cemooh nantinya. +adirnya kartu pembayaran yang diklaim sebagai !slami ini sendiri bukanlah alternatif kartu kredit yang bisa begitu saja diterima semua pihak. Zkartu kredit syariahU ini di berbagai media. ontro0ersi dan perdebatan masih akan terus berlanjut seiring dengan makin gencarnya sosialisasi ontro0ersi ini, menurut analisis penulis, bermuasal dari konotasi kartu kredit sendiri yang sangat tidak !slami. Selain karena konsep kredit yang memang tidak sesuai untuk menjadi bagian muamalah, tetapi juga kartu kredit mempunyai konotasi bunga yang sangat kuat. Namun sebenarnya, sebagian Zkartu kredit syariahU yang sudah berada di pasar adalah berbentuk charge card, yang pada praktiknya berbeda dengan kartu kredit biasa. +S*D Amanah Dard misalnya, adalah charge card yang underlying conceptnya bisa dengan mudah diterima oleh banyak kalangan. #ransaksi charge card harus dilunasi pada batas periode, 5; atau 6; hari. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun.Namun ada pula Zkartu kredit syariahU yang diklaim bukan berbentuk charge card, di antaranya AlA#aslif .isa Dard dari AM *ank Malaysia dan Dard. Puncak perdebatan lain yang juga cukup beralasan adalah konsep kredit itu sendiri beserta implikasinya terhadap perilaku konsumsi. #erlepas dari kenyamanan dan rasa aman, kemudahan yang disediakan kartu pembayaran ini akan cenderung meningkatkan sikap konsumtif masyarakat. Salah satu buktinya di Australia. #ingkat utang rakyat Australia =domestic debts> sangat tinggi, nilainya lebih tinggi dari $%Pnya. !ni semua disebabkan oleh skim pembayaran kredit dan meluasnya penggunaan kartu kredit di Australia. *etapapun ino0asi ini tetap menyisakan pertanyaan panjang buat sebagian besar orang. Salah satunya adalah sampai kapan kita harus berhiyal atau ad = artu> *ank !slam, keluaran *ank !slam Malaysia *erhad dengan Master

berimpro0isasi dari apa yang dita2arkan sistem kon0ensionalN Apakah memang produk syariah harus selalu mengikuti dan kompromi dengan apa yang disediakan oleh bank kon0ensionalN Ja2abannya sebenarnya sangat ditentukan oleh gaya hidup dan belief system yang kita anut. Penerbitan kartu kredit syariah di !ndonesia belum mendapat lampu hijau. *ank !ndonesia selaku otoritas penga2as perbankan syariah, belum memutuskan kapan i/in kartu kredit syariah diterbitkan. etua #im Peneliti Perbankan Syariah *!, Mulya )ffendi Siregar, mengatakan pembahasan kartu kredit ini memang merupakan inisiatif *! sebagai persiapan bila memang bank syariah ingin menerbitkan kartu kredit. %i luar negeri, kartu kredit syariah akhirnya menjadi charge card yang di !ndonesia diterbitkan *!! Syariah. Mulya mengatakan *! ingin menjamin agar produk kartu kredit syariah benarAbenar sesuai syariah. WWJangan sampai nanti sama saja seperti kartu kredit kon0ensional seperti yang terjadi di beberapa negaraWW kata Mulya. %i luar negeri, kartu kredit jadi sumber konsumtif. Sementara itu M"!, etua %e2an Syariah Nasional + MaWruf Amin, mengungkap kartu kredit syariah memang masih arena fat2a juga harus dibentuk peraturan *!nya

kontro0ersial. Namun %SN telah membahas rancangan fat2anya. WW#inggal menunggu apakah ada i/in *!.WW syariah juga tinggi. MaWruf Amin mengungkap salah satu penolakan atas kartu kredit adalah mendorong konsumerisme. %SN berinisiatif untuk membatasi penggunaan kartu. WWMisalnya kita batasi 6; persen saja dari gaji yang bisa dibelanjakan.WW !a mengungkap kartu kredit berbeda dari charge card. #ransaksi charge card harus dilunasi pada batas periode, 5; atau 6; hari. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun.Mengenai akad, %SN menetapkan akad jaminan dengan fee atau kafalah 2al ujrah dan akad jual beli dengan pembayaran mencicil =murabahah dengan istijrar>. %engan akad kafalah, bank bertindak sebagai penjamin nasabah dalam melakukan pembelian barang. Selanjutnya bank mendapat fee sebagai perantara. Sedangkan dengan akad murabahah, maka nasabah mengambil suatu barang di merchant tertentu atas nama sebelum dijadikan produk perbankan. Menurutnya permintaan atas kartu kredit

bank.

emudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah. Nasabah

membayarnya dengan cara mencicil dalam jangka 2aktu tertentu.

Pe kembangan Ka $' K e(i$ Sya ia! (i In(%nesia1,II Sya ia! *a (2 #!%A hanya perbankan kon0ensional yang memberikan layanan kartuA

kartu plastik ini kepada para nasabahnya. Perbankan syariah pun telah mulai meluncurkan kartu plastik. *ank !nternasional !ndonesia =*!!>, misalnya, telah mengeluarkan kartu *!! Syariah Dard yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yang uni0ersal. XSesuai dengan fat2a %e2an Syariah Nasional, akad yang digunakan dalam penyelenggaraan *!! Syariah Dard adalah akad Gordh dan kafalah,X kata %irektur Sumber %aya Manusia, +ukum dan &iset *!!, Sukatmo Padmosukarso. Akad Gordh merupakan prinsip utang piutang dan dalam prinsip syariah tak boleh dikenakan bunga atau denda atas utang tersebut, sedangkan kafalah merupakan prinsip per2akilan. Artinya, pada saat bertransaksi pemegang kartu bertindak me2akili bank untuk bertransaksi dengan merchant.Sukatmo menjelaskan lebih jauh, perbedaan dengan kartu kredit kon0ensional, kartu Syariah ini bebas bunga. XPenggunaannya seperti kartu kredit, tetapi tidak ada pembayaran minimum seperti kartu kredit. *egitu jatuh tempo, tagihan harus dilunasi seluruhnya, tidak boleh dicicil=Dharge Dard7jatuh tempo 5;A6; hari>. artu ini juga tak boleh digunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan syariah seperti minuman keras,X ujarnya.Pertama kali, *!! mengeluarkan *!! Syariah Dard $old dan belakangan mengeluarkan lagi Platinumnya. *!! Syariah Dard telah mengacu pada fat2a M"! yang menyatakan, jangan sampai keberadaan kartu semacam ini mendorong konsumerisme. X ami sengaja masuk ke segmen gold sehingga pemegang kartu *SD adalah orang yang betulAbetul mampu memegang dan dapat menggunakannya secara bijaksana dan sekaligus sehingga tidak ada kredit macetnya,X lanjut Sukatmo.

*!! juga melebarkan produk kartunya menjadi platinum karena pangsa pasar platinum di perbankan syariah sangat luas. !ndikatornya, menurut Sukatmo, adalah pengajian di ka2asan elite, seperti Pondok !ndah, Menteng, dan emang, tara2ih di hotel berbintang lima, serta para jemaah haji ,N+ plus yang dianggap menjadi pangsa pasar potensial dari kartu kredit platinum.'apisan masyarakat inilah yang dibidik menjadi nasabah pemegang kartu *!! Syariah Dard Platinum. Ialaupun terbatas, segmen kartu platinum ini memiliki daya beli yang sangat tinggi daripada segmen kartu sil0er atau gold. Pagu kredit yang diberikan kepada para pemegang kartu platinum ini sekitar 6; persen dari pendapatan dengan kisaran pagu &p : juta hingga &p @; juta.

*%n$%! #%n$%! "% m /ena+a an ka $' k e(i$ 1.,ank Niaga 1.1.F% m -

1.2.Rekaman ?a+an#a a (engan Sales 4anage ,ank Niaga 1(i *D2

2.,ank In$e na$i%nal In(%nesia 2.1.F% m -

DAFTAR PUSTAKA
1.Ra#!ma$A,'(iHAN.AK PIUTANGAS8LUSI *ASH FL8? PR8,LE4H.aka $aH2@@&HPT G ame(ia P's$aka U$ama 2.Ra#!ma$A,'(iH4ULTI FINAN*EH.aka $aH2@@2H*F N8FIND8 PUSTAKA 4ANDIRI &.???.Ta=kia%nline.#%m ).???.DPL.KEU.#%m 5.???.Sya ia!4an(i i.#%m

;.???.simas.#%m

LA4PIRAN LA4PIRAN