Anda di halaman 1dari 28

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DAN BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN

Disusun oleh : kelompok 6 ! (! '! 0! 3! Ros"i#n# $%&'(%% %) Noo* S+#h*i"# $%&'(%% &) Us,#-un .! A*i/in $%&'(%%(') 1#h*o-un T#+i2#h $%&'(%%(0) I2*#him $%&'(%%'4)

5AKULTAS KE6URUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNI7ERSITAS MU8AMMADI9A8 MALAN6 (% %


i

KATA PEN6ANTAR

Alhamdulillah, Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah, kekuatan, dan karunia Allah yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah dengan judul :
:TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN DAN BENTUK-BENTUK

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN;

Penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas untuk mata kuliah belajar dan pembelajaran yang diberikan oleh Ibu Dyah Worowirasti E Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak makalah ini tidak akan terselesaikan, untuk itu penulis mengu!apkan terima kasih kepada : "# Allah SWT yang telah berkenan memberikan kekuatan baik lahir maupun batin dan kesempatan untuk menyelesaikan karya tulis ini $# Ibu Dyah Worowirasti E selaku Dosen %elajar dan pembelajaran &# Semua pihak yang se!ara langsung maupun tidak langsung ikut membantu penyusunan tugas ini Akhirnya penulis menyadari akan kekurangan, keterbatasan serta kemampuan sehingga masih banyak kekurangan dalam makalah ini 'ritik dan saran pemba!a sangat penulis harapkan untuk koreksi dan perbaikan di kemudian hari Semoga makalah ini dapat berman(aat bagi penulis pada khususnya dan bagi selain penulis pada umumnya

)alang, April $*"*

ii

Penyusun DA5TAR ISI

+A,A)A- ./D/, i 'ATA PE-0A-TA1 ii DA2TA1 ISI iii %A% I PE-DA+/,/A,atar %elakang " 1umusan )asalah " Tujuan $ )an(aat $ %A% II ISI Teori3Teori Pembelajaran & Implementasi Pengajaran 4 %A% III PE-/T/P

iii

'esimpulan $" Saran $" DA2TA1 P/STA'A

iv

BAB I PENDA8ULUAN ! L#-#* Bel#k#n< Asumsi3asumsi yang melandasi program3program pendidikan seringkali tidak sejalan dengan hakekat belajar, hakekat orang yang belajar danhakekat orang yang mengajar Dunia pendidan, lebih khusus lagi dunia belajar, didekati degan paradigm yang tidak mampu menggambarkan hakekat belajar dan pembelajaran se!ara komprehensi( Praktik3praktik pendidikan dan embelajaran sangat diwarnai oleh landasan teoritik dan konseptual yang tidak akurat Pendidikan dan pembelajaran selama ini hanya mengagungkan pada pembentukan perilaku keseragaman, dengan harapan akan menghasilkan keteraturan 'etertiban, dan kepastian 5Degeng, $***# Pembentukan ini dilakukan dengan kebijakan penyeragaman pada berbagai hal di sekolah Paradigm pendidikan yang mengagungkan keseragaman ternyata telah berhasil mengajarkan anak3anak untuk mengabaikan keberagaman6perbedaan Dari uraian di atas maka para pendidik dan para peran!ang pendidikan serta pengembangan program3program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahana terhadap hakikat belajar dan pembelajaran %erbagai teori belajar dan pembelajaran seperti teori beha7iouristik, kogniti(, konstrukti7itas, humanistik, sibernetik, re7olusi sosiokultural, dan ke!erdasan ganda, penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi Selain itu juga perlu dipahami implementasi pengajarn supaya ter!ipta pengajaran yang e(ekti(

!( Rumus#n M#s#l#h Dari rumusan masalah di atas maka permasalahn dapat dirumuskan sebagai berikut : " Apa saja teori3teori belajar dan pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran8 $ Apa saja bentuk3bentuk implementasi pembelajaran8
1

!' Tu=u#n %erdasarkan rumusan masalah diatas, maka makalah ini bertujuan untuk: " )engetahui teori3teori belajar dan pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran $ )engetahui bentuk3bentuk implementasi pembelajaran

!0 M#n/##%erdasarkan paparan diatas maka man(aat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah : " %agi masyarakat umum makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan ba!aan untuk memberi in(ormasi tentang bagaimana teori3teori belajar dan pembelajaran dan bentuk3bentuk implementasi pembelajaran $ %agi pemerintah, makalah ini dapat membantu dalam mensosialisasikan in(ormasi tentang teori3teori belajar dan pembelajaran dan bentuk3bentuk implementasi pembelajaran & %agi mahasiswa khususnya !alon pendidik, makalah ini dapat dijadikan sebagai re(erensi dalam mempelajari teori3teori belajar dan pembelajaran dan bentuk3bentuk implementasi pembelajaran

BAB II ISI

(! TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (! ! Teo*i "esk*ip-i/ "#n Teo*i P*esk*ip-i/

%runer mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskripti( dan teori belajar adalah deskripti(, preskripti( karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, dan deskripti( karena tujuan utama teori belajar adalah memerika proses belajar Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara 7ariabel37ariabel yang menentukan hasil belajar, atau sebagaimana seseorang belajar Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar atau upaya mengontrol 7ariabel37ariabel yang dispesi(ikasi dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar Teori belajar yang deskripti( menempatkan 7ariabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai gi7en, dan memerikan hasil pembelajaran sebagai 7ariabel yang diamati atau kondisi dan metode pembelajaran sebagai 7ariabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai 7ariabel tergantung Sedangkan teori pembelajaran yang preskripti(, kondisi dan hasil pembelajaran ditempatkan sebagai gi7en dan metode yang optimal dtempatkan sebagai 7ariabel yang diamati, atau metode pembelajaran sebagai 7ariabel tergantung Teori preskripti( adalah goal oriented5untuk men!apai tujuan#, sedangkan teori deskripti( adalah goal (ree5untuk memerikan hasil# 9ariabel yang diamati dalam pengembangan teori3teori pembelajaran yang preskripti( adalah metode yang optimal untuk men!apai tujuan, sedangkan dalam
3

pengembangan teori3teori pembelajaran deskripti( 7ariabel yang diamati adalah hasil sebagai e(ek dari interasi antara metode dan kondisi (! !( Teo*i Beh#>iou*is-ik

Teori beha7iouristik mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukkan perubahan tingkah laku Pandangan beha7iouristik mengakui pentingnya masuan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon di anggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur :ang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons Penguatan 5rein(or!ement# adaah (aktor penting dalam belajar Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon %ila penguatan ditambahkan 5positi( rein(or!ement# maka respon akan semakin kuat Demikian juga jika penguatan dikurangi 5negati7e rein(or!ement# maka respon juga akan menguat Tokoh3tokoh penting teori beha7iouristik antara lain Thorndike, Watson, Skiner, +ull dan 0uthrie Aplikasi teori ini dalam pembelajaran, bahwa kegiatan belajar ditekankan sebagai akti(itas ;mimeti!< yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari Penyajian materi pelajaran mengikuti urutan dari bagian3bagian keseluruhan Pembelajaran dan e7aluasi menekankan pada hasil, dan e7aluasi menuntut suatu jawaban benar .awaban yang benar menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya (! !' Teo*i Ko<ni-i/

Pengertian belajar menurut teori kogniti( adalah perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur Asumsi teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam bentuk struktur kogniti( yang dimilikinya

Proses belajar akan berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau in(ormasi baru beradaptasi dengan struktur kogniti( yang telah dimiliki seseorang Dalam kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa se!ara akti( amat dipentingkan /ntuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengetahuan baru dengan steruktur kogniti( yag telah dimilii siswa )ateri pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhan ke kompleks Perbedaan indi7idual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena (aktor ini sangat mepengaruhi keberhasilan siswa (! !0 Teo*i Kons-*uk-i>is-ik

/saha mengembangkan manusia dan masyarakat yang memiliki kepekaan, mandiri, bertanggungjawab, dapat mendidik dirinya sendiri sepanjang hayat, serta mampu berkolaborasi dalam meme!ahkan masalah, diperlukan layanan pendidikan yang mampu praktek melihat kaitan antara !iri3!iri manusia tersebut, dengan praktek3 dan pembelajaran untuk mewujudkannya Pandangan pendidikan

konstrukti7istik yang mengemukakan bahwa belajar merupakan usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamnnya melalui asimilasi dan akomodasi yang menuju pada pembentukan struktur kogniti(nya, memungkinkan mengarah kepada tujuan tersebut =leh karena itu, pembelajaran diusahakan agar dapat memberikan kondisi terjadinya proses pembentukan tersebut se!ara optimal pada diri siswa Proses belajar sebagai suatu usaha pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan akomodasi, akan membentuk suatu kunstruksi pengetahuan yang menuju pada kemutakhiran struktur kogniti(nya 0uru3 guru konstruti7istik yang mengakui dan menghargai dorongan dari manusia atau siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuannya sendiri, kegiatan pembelajaran yang dilakukannya akan diarahkan agar terjadi akti(itas konstruksi pengetahuan oleh siswa se!ara optimal (! !3 Teo*i 8um#nis-ik

)enurut teori humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri Dengan kata lain, siswa telah mampu men!apai aktualisasi diri se!ara optimal Teori humanistik !enderung bersi(at eklektik, maksudnya teori ini dapat meman(aatkan teori apa saja asal tujuannya ter!apai Aplikasi teori humanistik dalam kegiatan pembelajaran !enderung mendorong siswa untuk ber(ikir indukti( Teori ini juga amat mementingan (aktor pengalaman dan keterlibatan siswa se!ara akti( dalam belajar (! !6 Teo*i Si2e*ne-ik Teori sibernetik menekankan bahwa belajar adalah pemrosesan in(ormasi Teori ini lebih mementingkan system in(ormasi dari pesan atau materi yang dipelajari %agaimana proses belajar akan berlangsung sangat ditentukan oleh system in(ormasi dari pesan tersebut oleh sebab itu, teori sibernetik berasumsi bahwa tidak ada satu jenispun !ara belajar yang ideal untuk segala situasi Sebab !ara belajar sangat ditentukan oleh system in(ormasi Proses pengolahan in(ormasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian in(ormasi 5en!oding#, diikuti dengan penyimpanan in(ormasi 5storage#, dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali in(ormasi3in(ormasi yang telah disimpan dalam ingatan 5retrie7al# Ingatan terdiri dari struktur in(ormasi yang terorganisasi dan proses penulusuran bergerak se!ara hirakhis, dari in(ormasi yang paling umum dan inklusi( ke in(ormasi yang paling umum dan rin!i, sampai in(ormasi yang diinginkan diperoleh 'onsepsi landa dengan model pendekatannya yang disebut algoritmik dan heuristik mengatakan bahwa belajar algoritmik menuntut siswa untuk berpikir sistematis, tahap demi tahap, linear , menuju pada target tujuan tertentu, sedangkan belajar heuristi! menuntut siswa untuk berpikir de7ergan, menyebar ke beberapa target tujuan sekaligus

Aplikasi teori pengolahan in(ormasi dalam pembelajaran antara lain dirumuskan dalam teori 0agne dan %riggs yang mempreskripsikan adanya "# kapabilitas belajar, $# peristiwa pembelajaran dan &# pengorganisasian atau urutan pembelajaran (! !? Teo*i Re>olusi-Sosiokul-u*#l Pandangan yang dianggap lebih mampu mengakomodasi tuntunan sosio!ultural3re7olution adalah teori belajar yang dikembangkan oleh 9ygotsky dikemukakan bahwa peningkatan (ungsi3(ungsi mental seseorang terutama berasal dari kehidupan so!ial atau kelompoknya, dan bukan sekedar dari indi7idu itu sendiri teori 9ygotsky sebenarnya lebih tepat disebut pendekatan ko3 konstrukti7isme 'onsep3konsep penting dalam teorinya yaitu geneti! low o( de7elopment, >ona o( pro?simal de7elopment, dan mediasi, mampu membuktikan bahwa jalan pikiran seseorang harus dimengerti dari latar so!ial budaya dan sejarahnya perolehan pengetahuan dan perkembangan kogniti( seseorang seturut dengan teori so!iogenesis dimensi kesadaran so!ial bersi(at primer sedangkan dimensi indi7idual bersi(at sekunder %erdasarkan teori 9ygotsky maka dalam kegiatan pembelajaran hendaknya anak memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan >ona perkembangan pro?simalnya atau potensinya melalui belajar dan berkembang guru perlu menyediakan berbagai jenis dan tingkatan bantuan yang dapat mem(asilitasi anak agar mereka dapat meme!ahkan masalah yang dihadapinya bantuan dapat dalam bentuk !ontoh, pedoman, bimbingan orang lain atau teman yang lebih kompeten bentuk3bentuk pembelajarn kooperati( @kolaborati( serta belajar kontekstual sangat tepat digunakan sedngkan anak yang telah mampu belajar sendiri perlu ditingkatkan tuntutannya, segingga tidak perlu menunggu anak yang berada di bawahnya dengan demikian diperlukan pemahaman yang tepat tentang karaktristik siswa dan budayanya sebagai pijakan dalam pembelajaran (! !4 Teo*i Ke@e*"#s#n 6#n"#
7

'e!erdasan ganda yang dikemukakan oleh 0ardner yang kemudian dikembangkan oleh para tokoh lain, terdiri dari ke!erdasan 7erbal6bahasa, ke!erdasan logika6matematik, keserdasan 7isual6ruang, ke!erdasan tubuh6gerak tubuh, ke!erdasan musi!al6ritmik, naturalis, ke!eedasan ke!erdasan interpersonal, spiritual, dan ke!erdasan ke!erdasan intrapersonal, ke!erdasan

eksistensial, perlu dilatihkan dalam rangka mengembangkan keterampilan hidup semua ke!erdasan ini sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu komposisi keterpaduannya berbeda3beda pada masing3masing orang dan pada masing3masing budaya, namun se!ara keseluruhan semua ke!erdasan tersebut dapat diubah dan ditingkatkan ke!erdasan yang paling menonjol akan mengontrol ke!erdasan3 ke!erdasan lainnya dalam meme!ahkan masalah Para pakar ke!erdasan sebelum 0ardner !enderung memberikan tekanan terhadap ke!erdasan hanya terbatas pada aspek kogniti(, sehingga manusia telah tereduksi menjadi sekedar komponen kogniti( 0ardner melakukan hal yang berbeda, ia memandang manusia tidak hanya sekedar komponen kogniti(, namun suatu keseluruhan melalui teori ke!erdasan ganda ia berusaha menghindari adanya penghakiman terhadap manusia dari sudut pandang ke!erdasan 5inteligensi# tidak ada manusia yang sangat !erdas dan tidak !erdas untuk seluruh aspek yang ada pada dirinya yang ada adalah ada manusia yang memiliki ke!erdasan tinggi pada salah satu ke!erdasan yang dimilikinya mungkin seseorang memiliki ke!erdasan tinggi untuk ke!erdasan logika3matematika tetapi tidak untuk ke!erdasan musi! atau ke!erdasan bidy3kinestetik Srategi pembelajaran ke!erdasan ganda bertujuan agar semua potensi anak dapat berkembang strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan 5"# membangunkan6memi!u ke!erdasan, 5$# memperkuat ke!erdasan, 5&# mengajarkan dengan 6untuk ke!erdasan, dan 5A# mentrans(er ke!erdasan (! !& Teo*i Pem2el#=#*#n Menu*u- Isl#m

'emampuan untuk belajar merupakan sebuah karunia Allah yang mampu membedakan manusia dangan makhluk yang lain Allah menghadiahkan akal kepada manusia untuk mampu belajar dan menjadi pemimpin di dunia ini Pendapat yang mengatakan bahwa belajar sebagai akti(itas yang tidak dapat dari kehidupan manusia, ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk selalu malakukan kegiatan belajar Dalam AlBurCan, kata al3ilm dan turunannya berulang sebanyak DE* kali Seperti yang termaktub dalam wahyu yang pertama turun kepada baginda 1asulullah SAW yakni Al3FAlaG ayat "3H Ayat ini menjadi bukti bahwa Al3BurCan memandang bahwa akti7itas belajar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia 'egiatan belajar dapat berupa menyampaikan, menelaah,men!ari, dan mengkaji, serta meniliti Selain Al3BurCan, Al +adist juga banyak menerangkan tentang pentingnya menuntut ilmu Proses belajar3mengajar hendaknya mampu menghasilkan ilmu yang berupa kemampuan pada tiga ranah yang menjadi tujuan pendidikan6 pembelajaran, baik ranah kogniti(, a(ekti(, maupun psikomotorik Selain itu, belajar adalah proses untuk mendapat ilmu, hendaknya diniati untuk beribadah Artinya, belajar sebagai mani(estasi perwujudan rasa syukur manusia sebagai seorang hamba kepada Allah SWT yang telah mengaruniakan akal ,ebih dari itu, hasil dari proses belajar3 mengajar yang berupa ilmu 5kemampuan dalam tiga ranah tersebut#, hendaknya dapat diamalkan dan diman(aatkan sebaik mungkin untuk kemaslahatan diri dan manusia %uah ilmu adalah amal Pengamalan serta peman(aatan ilmu hendaknya dalam koridor keridhaan Allah, yakni untuk mengembangkan dan melestarikan agama Islam dan menghilangkan kebodohan, baik pada dirinya maupun orang lain Inilah buah dari ilmu yang menurut al3Iarnuji akan dapat menghantarkan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat kelak Para guru harus memiliki perangai yang terpuji 0uru disyaratkan memiliki si(at waraC 5meninggalkan hal3hal yang terlarang#, memiliki kompetensi 5kemampuan# dibanding muridnya, dan berumur 5lebih tua usianya# serta memiliki ;kedewasaan< 5baik ilmu maupun umur#

(!( BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN Pengajaran yang e(ekti( berlangsung dalam suatu proses brkesinambungan, terarah berdasarkan pere!anaan yang matang Proses pengajaran itu dilandasi oleh prinsip3prinsip yang (undamental yang akan menentuekan apakah pengajaran berlangsung se!ara wajar dan berhasil

(!(!

Pen<#=#*#n 2e*2#sis mo-i>#si $Mo-i>#-ion 2#se" -e#@hin<) )oti7asi adalah perubahan energi 5pribadi# seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk men!apai tujuan Ada tiga unsur dalam moti7asi yang saling berkaitan yaitu : " $ & )oti7asi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi )oti7asi ditandai dengan timbulnya perasaan a((e!ti7e arousal )oti7asi ditandai dengan reaksi3reaksi untuk men!apai tujuan

)oti7asi memiliki dua komponen, yakni komponen dalam 5inner !omponent#, dan komponen luar 5outer !omponent# )oti7asi dapat dibagi jadi dua jenis : " $ )oti7asi intrinsik )oti7asi ekstrinsik

)oti7asi mempunyai prinsip3prinsip, antara lain: 'enneth + +o7er, mengemukakan prinsip3prinsip moti7asi sebagai berikut " $ Pujian lebih e(ekti( dari pada hukuman Semua murid mempunyai kebutuhan3kebutuhan psikologis 5yang bersi(at dasar# tertentu yang harus mendapat kepuasan & )oti7asi yang berasal dari dalam indi7idu lebih e(ekti( dari pada moti7asi yang dipaksakan dari luar
10

Terhadap jawaban 5perbuatan# yang serasi 5sesuai dengan keinginan# perlu dilakukan usaha pemantauan

H J D

)oti7asi itu mudah menjalar atau tersebar terhadap orang lain Pemahaman yang jelas terhadap tujuan3tujuan akan merangsang moti7asi Tugas3tugas yang dibebankan oleh diri sendiri akan menimbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya daripada apabila tugas3tugas itu dipaksakan oleh guru

Pujian3pujian yang datangnya dari luar kadang3kadang diperlukan dan !ukup e(ekti( untuk merangsang minat yang sebenarnya

Teknik dan proses mengajar yang berma!am3ma!am adalah e(ekti( untuk memelihara minat murid

"* )an(aat minat yang telah dimiliki oleh murid adalah bersi(at ekonomis "" 'egiatan3kegiatan yang akan dapat merangsang minat murud3murid yang kurang mungkin tidak ada artinya 5kurang berharga# bagi para siswa yang tergolong pandai "$ 'e!emasan yang besar akan menimbulkan kesulitan belajar "& 'e!emasan dan (rustasi yang lemah dapat membantu belajar, dapat juga lebih baik "A Apabila tugas tidak terlalu besar dan apabila tidak ada maka (rustasi se!ara !epat menuju kedemoralisasi "H Tiap murid mempunyai tingkat3tingkat (rustasi toleransi yang berlainan "J Tekanan kelompok murid 5pergrup# kebanyakan lebih e(ekti( dalam moti7asi daripada tekanan6paksaan dari orang dewasa "D )oti7asi yang besar erat hubungannya dengan kreati(itas murid

11

(!(!( a

Pen<#=#*#n 2e*2#sis pe*2e"##n in"i>i"u#l

Pengertian perbedaan indi7idual Indi7idual adalah suatu kesatuan yang masing3masing memiliki !iri

khasnya, dan karena itu tidak ada dua indi7idu yang sama, satu dengan yang lainnya berbeda Setiap indi7idu berbeda dengan indi7idu lainnya dalam aspek tidak ada dua indi7idu yang sama dalam aspek mental, seperti: tingkat ke!erdasan, abilitas, minat, ingatan, emosi, kemauan, dan sebagainya Selain tiu, jasmaniah, seperti bentuk, ukuran, kekuatan, dan daya tahan tubuh Perbedaan3 perbedaan itu masing3masing memiliki keuntungan dan kelemahan Ada dua (aktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan indi7idual, yakni (aktor warisan, keturunan, dan (aktor pengaruh lingkungan Antara kedua (aktor itu terjadi kon7eregensi )ungkin pada satu indi7idu (aktor pengaruh keturunan lebih dominan, sedangkan pada indi7idu lainnya pengaruh (aktor linhkungan yang lebih dominan Perbedaan indi7idual dapat dikembalikan pada interaksi antara dua (aktor tersebut berdasarkan asumsi, bahwa setiap pertumbuhan dan perkembangan tentu disebabkan oleh kedua (aktor tersebut b .enis Perbedaan indi7idual "# 'e!erdasan 5intelegen!e# $# %akat5attitude# &# 'eadaan jasmaniah 5physi!al 2itness# A# Penyesuaian sosial dan emosional 5 so!ial and emotional adjuustman# H# ,atar belakang keluarga 5home ba!kround# J# +asil belajar 5A!ademi! A!hie7ement#

12

D# Para siswa yang menghadapi kesulitan3kesulitan dalam handi!ap jasmani, kesulitan berbi!ara, kesulitan menyesuaikan so!ial E# Siswa yang !erdas dan lamban belajar ! Kara melayani perbedaan indi7idual "# Akselerasi dan program terbatas a# Akselerasi: memberikan kesempatan kepada siswa yang bersangkutan untuk naik ke tingkatan kelas yang berikutnya lebih !epat 5double promotion# satu atau dua kali sekaligus b# Program tambahan: kepada siswa diberikan tugas3tugas tambahan di dalam setiap tingkatan kelas $# Pengajaran indi7idual &# Pengajaran unit Siswa dibagi dalam beberapa kelompok ke!il Tiap indi7idu mendapat tugas sesuai minat dan kemampuannya Siswa yang lamban akan memilih tugas dan bahan yang lebih mudah, sedangkan siswa yang !erdas akan memilih tugas yang lebih sulit 'elompok3kelompok tersebut saling bertukar pengalaman, dan hasil kerja perorangan pada akhirnya menjadi hasil kerja kelompok A# 'elas khusus bagi siswa yang !erdas H# 'elas remedi bagi para siswa yang lamban J# Pengelompokkan berdasarkan abilitas %erdasarkan abilitas siswa, kelas dibagi menjadi tiga kelompok, yakni: kelompok kurang, kelompok sedang, dan kelompok pandai Pembagian kelompok dilakukan setelah guru melakukan penelitian yang saksama terhadap kelas %erdasarkan kelompok3kelompok abilitas tersebut, guru berkesempatan

13

untuk menyesuaikan dan mendi(erensiasi bahan pelajaran dan metode mengajar sesuai indi7idu D# Pengelompokkan in(ormal 5kelompok ke!il dalam kelas# 'elas dibagi menjadi beberapa kelompok 5$3E siswa# Tiap kelompok terdiri dari indi7idu3indi7idu yang berbeda sesuai dengan minat dan abilitasnya masing3masing 0uru bertindak sebagai konsultan yang bergerak dari satu kelompok ke kelompok lainnya E# Super7ise periode indi7idualisasi )etode ini adalah suatu periode dimana para siswa masing3masing mendapatkan kesempatan memba!a buku3buku yang berbeda atau mengerjakan hal3hal lain dalam mata pelajaran tertentu sesuai dengan kebutuhan indi7idu, dengan bimbingan atau super7ise oleh guru 4# )emperkaya dan memperluas kurikulum "*# Pelajaran pilihan 5Ele!ti7e Subje!ts# 'urikulum perlu menyediaan pula sejumlah mata pelajaran pilihan disamping pendidikan umum Pelajaran pilihan ini umumnya bertujuan untuk membentuk keterampilan ""# Di(erensiasi pemberian tugas dan pemberian tugas yang (leksibel "$# Sistem Tutorial 5tutoring system# Sistem tutor adalah suatu system dalam memberikan bimbingan kepada murid3murid yang mengalami kesulitan tertentu Dalam hal ini guru dianggap sebagai tutor "&# %imbingan Indi7idual %imbingan indi7idual sangat diperlukan bagi siswa yang lamban dan bagi siswa yang mengalami kegagalan dalam belajar

14

"A# )odi(ikasi )etode3)etode )engajar 0uru dapat menggunakan metode mengajar berganti3ganti untuk para siswa yang lamban dan para siswa yang !erdas (!(!' Pen<#=#*#n Be*2#sis Ak-i>i-#s a 'onsep akti7itas belajar Pendidikan tradisional dengan ;Sekolah Dengar<3nya tidak mengenal, bahkan sama sekali tidak menggunakan asas akti7itas dalam proses belajar mengajar Para siswa hanya mendengarkan hal3hal yang dipompakan oleh guru 'egiatan mandiri dianggap tidak tidak ada maknanya, karena guru adalah orang yang serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting bagi siswa 0uru !ukup mempelajari materi dari buku lalu disampaikan kepada siswa Siswa hanya bertugas menerima dan menelan, mereka diam dan bersikap pasi( atau tidak akti( Adanya temuan3temuan baru dalam psikologi perkembangan dan psikologi belajar yang menyebabkan pandangan tersebut berubah %erdasarkan hasil penelitian para ahli pendidikan itu : "# Siswa adalah suatu organisme yang hidup, di dalam dirinya beraneka ragam kemungkinan dan potensi yang hidup yang sedang berkembang Pendidikan perlu mengarahkan tingkah laku dan perbuatan itu menuju ke tingkat perkembangan yang diharapkan $# Setiap siswa memiliki berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial Adanya berbagai temuan dan pendapat pada gilirannya menyebabkan pandangan anak 5siswa# berubah Pengajaran yang e(ekti( adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan akti7itas sendiri Anak 5siswa# belajar sambil bekerja Dengan bekerja mereka memperoleh

15

pengetahuan, pemahaman, dan aspek3aspek tingkah laku lainnya, serta mengembangkan ketrampilan yang bermakna untuk hidup di masyarakat b -ilai akti7itas dalam pengajaran Penggunaan asas akti7itas besar nilainya bagi pengajaran para siswa, karena : "# Para siswa men!ari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri $# %erbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa se!ara integral &# )emupuk kerjasama yang harmonis di kalangan siswa A# Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri H# memupuk disiplin kelas se!ara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis J# )empererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tua dengan guru D# Pengajaran diselenggarakan se!ara relistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta menghindarkan 7erbalistis E# Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana akti7itas dalam kehidupan di masyarakat ! Penggunaan akti7itas dalam pengajaran Asas akti7itas digunakan dalam semua jenis metode pengajaran, baik metode dalam kelas maupun metode mengajar di luar kelas +anya saja penggunaanya dilaksanakan dalam bentuk yang berlain3lainan sesuai dengan tujuan yang hendak di!apai dan disesuaikan pula pada orientasi sekolah yang menggunakan jenis kegiatan itu

16

(!(!0 a

Pen<#=#*#n Be*2#sis Lin<kun<#n

'onsep lingkungan %elajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara indi7idu dan lingkungan ,ingkungan menyediakan rangsangan 5stimulus# terhadap indi7idu dan sebaliknya indi7idu memberikan respons terhadap lingkungan Dalam proses interaksi ini dapat terjadi perubahan pada diri indi7idu berupa perubahan tingkah laku Dapat juga terjadi, indi7idu menyebabkan terjadinya perubahan pada lingkungan, baik yang positi( atau bersi(at negati( +al ini menunjukkan, bahwa (ungsi lingkungan merupakan (aktor yang penting dalam proses belajar mengajar

Pengertian lingkungan Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya tetapi berbeda se!ara gradual, ialah ;alam sekitar< dan ;lingkungan< Alam sekitar men!angkup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik masa silam mupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu yang tepat ,ingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan atau pengaruh tertentu kepada indi7idu ,ingkungan 5en7ironment# sebagai dasar pengajaran adalah (aktor tradisional yang mempengaruhi tingkah laku indi7idu dan merupakan (aktor belajar yang penting ,ingkungan belajar atau pembelajaran atau pendidikan terdiri dari berikut ini : " ,ingkungan sosial adalah lingkungan masyarakat bagi kelompok besar atau kelompok ke!il $ ,ingkungan personal meliputi indi7idu3indi7idu sebagai suatu pribadi berpengaruh terhadap indi7idu pribadi lainnya & ,ingkungan alam 5(isik# meliputi semua sumber daya alam yang dapat diberdayakan sebagai sumber belajar

17

,ingkungan kultural men!angkup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sumber belajar dan yang dapat menjadi (aktor pendukung pengajaran Suatu lingkungan pendidikan atau pengajaran memiliki (ungsi3(ungsi

sebagai berikut : " 2ungsi psikologis Stimulus bersumber atau berasal dari lingkungan yang merupakan rangsangan terhadap indi7idu sehingga terjadi respons, yang menunjukkan tingkah laku tertentu $ 2ungsi pedagogis ,ingkungan memberikan pengaruh3pengaruh yang bersi(at mendidik, khususnya lingkungan yang sengaja disiapkan sebagai suatu lembaga pendidikan, misalnya keluarga, sekolah, lembaga pelatihan, lembaga3 lembaga sosial & 2ungsi instruksional Program instruksional merupakan lingkungan pengajaran atau pembelajaran yang diran!ang se!ara khusus Suatu dimensi lingkungan yang sangat penting adalah masyarakat Dalam kontens ini masyarakat men!angkup unsur3unsur indi7idu, kelompok, sumber3sumber alami, sumber budaya, sistem nilai dan norma, kondisi atau situasi serta masalah3masalah, dan berbagai hambatan dalam masyarakat, se!ara keseluruhan merupakan lingkungan masyarakat

(!(!3 a

P*o2lem-2#si@ Le#*nin< 0ambaran /mum

18

Dalam model pembelajaran Problem3basi! ,earning, belajar dan pembelajaran diorientasikan kepada peme!ahan berbagai masalah terutama yang terkait dengan aplikasi materi pembelajaran di dalam kehidupan nyata Selama siswa melakukan kegiatan peme!ahan masalah, guru berperan sebagai tutor yang akan membantu mereka mende(inisikan apa yang mereka tidak tahu dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memahami atau meme!ahkan masalah Pengembangan model ini diantaranya didasari oleh: "# Prinsip EnGuiry ,earning yang memandang belajar adalah upaya untuk menemukan sendiri pengetahuan $# Teori3teori psikologi belajar dan pembelajaran modern yang menjelaskan bahwa pengetahuan akan lebih diingat dan dikemukakan kembali se!ara lebih e(ekti( jika belajar dan pembelajaran didasarkan dalam konteks man(aatnya di masa depan b Tahapan3Tahapan Peme!ahan )asalah Tahapan peme!ahan masalah sangat bergantung pada kompleksitas masalahnya /ntuk masalah yang kompleks karena !akupan dan dimensasinya sangat luas, maka langkah3langkah peme!ahan masalah dengan pendekatan akademik dapat dilakukan Permasalahan yang sederhana dengan !akupan dan dimensi yang relati( sempit dan praktis dapat dipe!ahkan dengan tahapan3 tahapan yang sederhana dan praktis

(!(!6 .oope*#-i>e Le#*nin< a 2alsa(ah Kooperati7e ,earning %erbeda dengan model pembelajaran kompetisi dan model indi7idual learning yang menitikberatkan proses dan pen!apaian belajar dan pembelajaran

19

pada prestasi setinggi3tingginya yang siswa se!ara indi7idual, model !ooperati7e learning didasari oleh (alsa(ah bahwa manusia adalah makhluk sosial =leh karena itu, model pembelajaran ini tidak mengenal kompetisi antar indi7idu )odel ini juga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan ke!epatan dan iramanya sendiri Sebaliknya, model ini menekankan kerjasama atau gotong3royong sesama siswa dalam mempelajari materi pembelajaran 5,ie, halaman : "D3$4# Ada dua kemungkinan kerjasama antar siswa dalam kelompok belajar, yaitu : "# 'ooperati( adalah kerjasama antara siswa yang berbeda tingkat kemampuannya $# 'olaborati( adalah kerjasama antara siswa dengan kemampuan yang setingkat

/nsur3/nsur Kooperati7e ,earning Ada lima unsur yang menjadi !iri dari Kooperati7e ,earning yang membedakannya dengan model belajar dan pembelajaran yang lain yaitu : 5,ie, halaman : &"# "# Saling ketergantungan positi( $# Tanggungjawab perseorangan &# Tatap muka A# 'omunikasi antar anggota H# E7aluasi proses kelompok

2!(!? Au#n-um Te#@hin<

20

Pengertian Dalam teknik belajar dan pembelajaran pengertian Guantum dapat diartikan yaitu mendorong terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan (asilitas belajar lainnya se!ara terarah sesuai dengan karakteristik diri, potensi, dan kebutuhan indi7idual siswa guna mengerahkan seluruh energinya untuk men!apai kegemilangan dalam belajar

'erangka Peran!angan %elajar Ada enam unsur yang menjadi kerangka dasar pembelajaran dengan model Buantum Tea!hing : a Tumbuhkan A)%A' 5Apa )an(aatnya %agi 'u# b Alami ;kebutuhan untuk mengetahui < ! d -amai pengalaman dengan data baru, sehingga mereka menghayati dan menambatnya sebagai pengalaman pribadi : berikan ;data< tepat saat minat siswa memun!ak : berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan : sertakan diri mereka 5siswa#, pikat mereka, puaskan

Demonstrasikan: berikan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan

21

e (

/langi pengulangan 1ayakan dirayakan jika

rekatkan

gambaran

keseluruhannya

melalui

: Sesuatu yang pantas dipelajari tentu pantas untuk

berhasil dipelajari %erikan penghargaan kepada kelas atas keberhasilan semua

Prinsip 'e!erdasan .amak 5)ultiple Inteligen!e# dan Pembelajarannya Salah satu prinsip yang dijadikan rujukan utama dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Guantum learning adalah prinsip ke!erdasan jamak 5)ultiple Inteligen!e# Prinsip yang dikembangka oleh 0ardner ini memandang bahwa : a Semua manusia berbakat untuk menjadi jenius jika belajar dan pembelajarannya sesuai dengan minat, karakteristik belajar dan bakatnya =leh sebab itu pembelajaran yang menyeragamkan siswa dan menyeragamkan metoda akan mematikan potensi kejeniusan siswa tertentu karena tidak mengakomodir kekhasan minat, karakteristik belajar dan bakatnya b 'ejeniusan manusia tidak dapat diukur dalam bidang yang sama, karena mereka lahir membawa minat, karakteristik belajar dan bakatnya sendiri3 sendiri

22

BAB III PENUTUP

'! kesimpul#n Dari uraian di atas maka para pendidik dan para peran!ang pendidikan serta pengembangan program3program pembelajaran perlu menyadari akan pentingnya pemahana terhadap hakikat belajar dan pembelajaran %erbagai teori belajar dan pembelajaran seperti teori beha7iouristik, kogniti(, konstrukti7itas, humanistik, sibernetik, re7olusi sosiokultural, dan ke!erdasan ganda, penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi Selain itu juga perlu dipahami implementasi pengajarn supaya ter!ipta pengajaran yang e(ekti( %elajar dan pembelajaran mempunyai teori3teori yang penting untuk dipahami untuk praktik3praktik pendidian dan pembelajaran Teori3teori itu adalah teori beha7iouristik, kogniti(, konstrukti7itas, humanistik, sibernetik, re7olusi sosiokultural, dan ke!erdasan ganda Teori3teori itu penting untuk dimengerti dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan konteks pembelajaran yang dihadapi Selain memahami teori3teori pembelajaran, perlu diketahui pila implementasi pengajaran supaya ter!ipta pengajaran yang e(ekti( %entuk3bentuk implementasi pengajaran antara lain Pengajaran berbasis moti7asi 5)oti7ation based tea!hing#, Pengajaran berbasis perbedaan indi7idual, Pengajaran

23

%erbasis Akti7itas, Pengajaran %erbasis ,ingkungan, program based learning, !ooperation tea!hing, dan Guantum tea!hing

'!( s#*#n Diharapkan kepada para pemba!a khususnya peserta didik baik pelajar maupun mahasiswa, para pendidik, para peran!ang pendidikan, serta pengembang program3 program pendidikan agar mengetahui teori pembelajaran dan dapat memahami bentuk3 bentuk pembelajaran dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari3hari DA5TAR PUSTAKA

%udiningsih, Asri "44D Belajar dan pembelajaran. 1ineka Kipta .akarta Pro( Dr +amalik, =emar $**" Proses Belajar Mengajar. %umi Aksara .akarta 0intings, Abdorrakhman $**E Esensi Praktis %elajar L Pembelajaran

+umaniora %andung Dra - ' 1oestiyah $**E Strategi Belajar Megajar. 1ineka Kipta .akarta Asmarahadi +ilman $**4 Teori Belajar Menurut Islam. 5=nline#

5http:66hilmanswork wordpress !om diakses "H April $**D# Dr Sayyid Wahid Akhtar $*"* Konsep islam pengetahuan. 5online#

(http:66translate google !om6translate8hlMidLlangpairMenNidLuMhttp:66www al3

islam org6al3tawhid6LrurlMtranslate google !o id Diakses $H januari $*"*# Al30habira $*"* Sebuah Teori Islam Belajar (Ringkasan). 5online#

5h--p:BB-*#nsl#-e!<oo<le!@omB-*#nsl#-eChlDi"El#n<p#i*DenF i"EuDh--p:BB#l<h#*i2#!2lo<spo-!@omB(% %B% Bisl#mi@--heo*+-o/-le#*nin<summ#*+!h-mlE*u*lD-*#nsl#-e!<oo<le!@o!i" Diakses $D januari $*"*#

24