Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

T DENGAN GANGGUAN
SISTEM PERSYARAFAN: PERFUSI JARINGAN CEREBRAL
TIDAK EFEKTIF DI RUANG IGD RUMAH SAKIT MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO

Disajikan Sebagai Tugas


Pada Pembelajaran Stase Keperawatan Dewasa
Program Pendidikan Profesi Ners STIKES Muhammadiyah Gombong

Oleh :
Kunto puji saputro
A3.0700041

Program Pendidikan Profesi Ners


STIKES Muhammadiyah Gombong
Jl.Yos Sudarso 461 Telp. 0287-472433 Fax 0287-473750
Email : Stikesmuhgombong@yahoo.com

LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. T DENGAN GANGGUAN SISTEM
PERSYARAFAN: PERFUSI JARINGAN CEREBRAL TIDAK EFEKTIF DI
RUANG IGD RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

Telah disetujui pada Hari/tanggal:.

Pembimbing klinik

Kepala Ruang IGD

RSMS Purwokerto

RSMS Purwokerto

(.)

(.)

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan maha penyayang.
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunia_Nya dalam
menyelesaikan

laporan pada stase Keperawatan Dewasa yang berjudul Asuhan

Keperawatan pada Ny. T Dengan masalah keperawatan perfusi jaringan cerebral


tidak efektif di Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada yang
terhormat
1.

Bapak Bekti Haryadi, AMK selaku kepala ruang IGD yang telah
memberi kesempatan kepada penulis untuk mengambil kasus di ruang IGD
RSUD Margono Soekardjo Purwokerto.

2.

Bapak Anis, S Kep, Ners dan Bapak Safrudin S Kep, Ners selaku
pembimbing

Akademik

yang

telah

memberikan

bimbingan

dan

pengarahan.
3.

Bapak Arikh Ratna S Kep,Ns selaku pembimbing dalam penyusunan


laporan ini yang dengan sabar membimbing dan memberi pengarahan.

4.

Segenap staf keperawatan diruang mawar RSUD Margono Soekardjo


Purwokerto atas bantuan dan kerjasamanya selama pengambilan kasus
berlangsung

5.

Ibu dan bapak tercinta dengan segala pengorbanannya selama ini,


terimakasih yang selalu memberikan motivasi dan semangat untuk sukses.

6.

Teman-teman dan pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan


laporan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan. Kritik dan saran dari
para pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan laporan selanjutnya. Semoga
laporan ini bermanfaat bagi kita semua.Amin.

Purwokerto,

November 2007

DAFTAR ISI
Judul ..........................................................................................................................
Pengesahan ................................................................................................................
Kata Pengantar ..........................................................................................................
Daftar Isi ....................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN.......................................................................................

BAB II STUDI PUSTAKA


A. Pengertian Masalah Keperawatan..................................................................
B. Etio;ogi...........................................................................................................
C. Patofisiologi...................................................................................................
D. Faktor Demografi dan Epidemiologi.............................................................
E. Riwayat Kesehatan.........................................................................................
F. Riwayat Kesehatan Dahulu............................................................................
G. Riwayat Kesehatan Keluarga.........................................................................
H. Pola Fungsional Kesehatan............................................................................
I. Pemeriksaan Fisik Penunjang........................................................................
J. Penatalaksanaan/intervensi............................................................................
BAB III STUDI KASUS
A. Biodata...........................................................................................................
B. Pengkajian......................................................................................................
1. Keluhan Utama.........................................................................................
2. Riwayat Penyakit Sekarang......................................................................
3. Riwayat Kesehatan Dahulu......................................................................
4. Riwayat Kesehatan Keluarga...................................................................
5. Pola Fungsional kesehatan.......................................................................
6. Pemeriksaan fisik.....................................................................................
7. Pemeriksaan penunjang............................................................................
B. Analisa Data...................................................................................................
C. Intervensi Keperawatan..................................................................................
D. Implementasi..................................................................................................

E. Evaluasi..........................................................................................................
BAB IV PEMBAHASAN..........................................................................................
BAB V PENUTUP....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak progresif cepat
berupa deficit neurologist fokal dan global yang berlangsung 24 jam/lebih atau
langsung menimbulkan kematian.(Mansjoer ,2000)
Stroke adalah hilangnya fungsi otak secara mendadak yang diakibatkan oleh
gangguan suplai darah ke bagian otak.(Brunner& Suddarth,2000)
Stroke hemoragic/ stroke berdarah adalah stroke yang diakibatkan karena
adanya perdarahan akibat pecahnya atau robeknya dinding pembuluh darah.
Stroke non haemoragic/ iskemic/ infark adalah stroke yang diakibatkan oleh
obstruksi vascular (thrombus dan embolus) sehingga mengakibatkan ischemic/ infark.
Obstruksi dapat terjadi karena embolus yang merupakan akibat dari pembekuan
darah, plak, ateromatosa fragmen lemak/ cedera. Emboli otak kebanyakan berasal dari
jantung sekunder terhadap infark miocard dn fibrilis atrium. Stroke trombotik dapat
juga terjadi edema cerebral pasif dan meningkatkan TIK pada titik herniasi dan
kematian setelah trombotik terjadi pada area yang luas. (Huddak & Gallo, 1996: 254256).
Stroke adalah sindroma klinis yang awal timbulnya mendadak progresif cepat
berubah deficit neurologist local atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih,
langsung menimbulkan kematian, semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran
darah otak non traumatik. Stroke dibagi menjadi dua yaitu stroke hemoragik dan non
hemoragik. Adapun etiologi dari stroke adalah trombosis sereral, emboli serebral,
perdarahan intrakranial. Sekitar 15 % stroke iskemik disebabkan oleh stroke lakunar.
Iskemia serebrum disebabkan oleh berkurangnya aliran dareah yang berlangsung
selama beberapa detik sampai beberapa menit, apabila berlangsung lebih dari
beberapa menit , maka terjadi infark. Perdarahan intrakranium dapat terjadi di
jaringan otak itu sendiri( parenkim, ruang subarachnoid, atau raung subdura atau
epidura. Sebagian besar perdarahan intrakranium berkaitan dengan hipertensi.
Perdarahan subarachnoid biasanya terjadi akibat aneurisma sakular (Berry).

BAB II
STUDI PUSTAKA

A. Pengertian Masalah Keperawatan


1.

Masalah keperawatan utama


Perfusi jaringan cerebral tidak efektif adalah penurunan kadar oksigen sebagai
akibat dari kegagalan dalam memellihara jaringna di tingkat kapiler.

2.

Masalah keperawatan lain adalah


Kerusakan mobilitas fisik adalah keterbatasan dalam pergerakan fisik pada
bagian tubuh tertentu atau pada satu atau lebih ekstremitas.

B. Etiologi
1.

Perfusi jaringan cerebral tidak efektif : ketidakseimbangan suplai dan


kebutuhan oksigen
a. Hipovolemia
b. Hipervolemia
c. Aliran arteri terhambat
d. Peningkatan masalah
e. Reduksi mekanis dari aliran darah vena dan atau arteri
f. Hipoventilasi
g. Kerusakan transportasi oksigen melewati membran kapiler dan atau
alveolar
h. Tidak sebanding antara ventilasi dengan aliran darah
i. Penurunan konsentrasi Hb darah
j. Keracunan enzim
k. Perubahan afinitas Hb-oksigen

2.

Kerusakan mobilitas fisik : kerusakan neuro vascular

C. Batasan Karakteristik
1. Perfusi jaringan cerebral tidak efektif
a.

Abnormalitas berbicara

b.

Perubahan reaksi pupil

c.

Kelemahan ekstremitas/ paralise

d.

Perubahan status mental

e.

Sulit menelan

f.

Perubahan respon motorik

2. Kerusakan mobilitas fisik


a.

Postur tubuh tidak stabil selama


melakukan aktivitas rutin

b.

Keterbatasan kemampuan melakukan


ketrampilan motorik kasar

c.

Keterbatasan kemampuan melakukan


ketrampilan motorik halus

d.

Tidak ada koordinasi gerak/ gerakan


tidak ritmis

e.

Keterbatasan ROM

f.

Sulit berbalik

g.

Perubahan gaya berjalan (misalnya


pelan, sulit melalui langkah, kaki diseret, goyah pada posoisi lateral)

h.

Penurunan waktu reaksi

i.

Usaha yang kuat untuk perubahan


gerak (peningkatan perhatian dalam aktiviitas lain, mengontrol prilaku,
focus dalam tidak mampu beraktivitas)

j.

Gerak lambat

k.

Gerakan menyebabkan tremor

D. Patofisiologi
1. Perfusi jaringan tidak efektif
Perdarahan serebral dapat terjadi di luar durameter (hemoragi ekstradural atau
epidural), dibawah durameter (hemoragi subdural), di ruang subarachnoid
(hemoragi subarachnoid), atau dalam subtansi otak (hematoma intraserebral).
Hemoragi serebral ( pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan
kedalam jaringan otakatau ruang sekitar otak ) yang akibatnya menyebabkan
penghentian suplai darah keotak, yang menyebabkan kehil;angan sementara
stsu permanen gerakan berfikir, memori bicara atau sensasi Perdarahan dapat
dengan cepat menimbulkan gejala neurologi karena tekanan pada stuktur saraf

di dalam tengkorak.yang menyebabkan jaringan otak-terjadi perubahan


perfusi jaringan serebral.

2. Kerusakan Mobilitas Fisik


Pecahnya pembuluh darah menyebabkan suplay O2 dan darah ke otak
menurun yang menyebabkan ischemia serebral dan suplay ke syaraf pusat
menurun dan menyebabkan paralisis sehingga terjadi gangguan mobilitas
fisik
E. Faktor Demografi dan Epidemiologi
Pada stroke hemoragik (iskemik ) gejala utamanya adalah timbulnya
deficit neurologis sacara mendadak didahului gejala pradmoral terjadi pada waktu
istirahat /bangun pagi dan kesadaran biasanya menurun kecuali bila embolus
cukup besar biasanya terjadi pada usia 15 tahun .
Gejala neurologis yang timbul bergantung pada berat ringannya gangguan
pembuluh darah dan lokasinya tanda gejala stroke akut dapat berupa :
a. Kelumpuhan wajah / anggota badan ( hemifarese ) yang timbul mendadak.
b. Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih anggota badan
c. Perubahan mendadak status mental
d.

Afasia ( bicara tidak lancar , kurangnya ucapan dan kesulitan


memahami ucapan ).

e. Ataksia
f. Disatria ( bicara pelo / cedel )
g. Vertigo ,mual , muntah dan nyeri kepala
h. Amaorosis fugar ( kebutaan yang berlalu dengan cepat )terjadi tanpa
peringatan . (mansjoer,2000).
F. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien datang dengan keluhan post jatuh 2 hari yang lalu, tidak sadar,
riwayat kejang, DM, hipertensi.
G. Riwayat Kesehatan Dahulu

Pasien mempunyai riwayat DM dan

riwayat hipertensi . Pasien belum

pernah dirawat dirumah sakit dan hanya memeriksakan diri kedokter dengan
alasan pusing dan mual dan diberi obat anti hipertensi, psien mengkonsumsi obat
antibiotik.
H. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti yang diderita pasien.
I. Pola Fungsional Kesehatan
a.

Aktivitas/istirahat
Gejala : kelelahan ekstrim, kelemahan, malaise, gangguan tidur (gelisah
Tanda : kelemahan otot, penurunan rentang gerak

b.

Sirkulasi
Gejala : Riwayat hipertensi lama
Tanda : Hipertensi, nadi kuat, edema ekstremitas bawah, pitting edema > 3
detik, kulit pucat

c.

Integritas ego
Gejala : Faktor stress (financial, perasaan tak berdaya, tak ada kekuatan)
Tanda : ansietas, gelisah

d.

Eliminasi
Gejala : penurunan frekuensi urine, oliguria, anuria, abdomen kembung,
konstipasi
Tanda : perubahan warna urine kuning pekat, oliguria 200 cc/24 jam

e.

Makanan/cairan
Gejala : peningkatan berat badan (edema), mual muntah
Tanda : perubagan turgor kulit/kelembaban, edema ekstremitas bawah

f.

Neurosensori
Gejala : sakit kepala/pusing, kram otot
Tanda : gangguan status mental: penurunan tingkat kesadaran (kesadara sopor)

g.

Nyeri kenyamanan
Gejala : nyeri panggul. Sakit kepala/pusing
Tanda : gelisah

h.

Pernapasan
Gejala : napas pendek, dispnea

Tanda : napas dalam dan cepat (kusmaul), peningkatan frekuensi/kedalaman


i.

Interaksi sosial
Gejala : tak mampu bekerja untuk mempertahankan fungsi peran biasanya
dalam keluarga

J. Pemeriksaan Fisik Penunjang


a.

b.

Pemeriksaan laboratorium tanggal 4 november 2007


Jenis pemeriksaaan
Haemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Eritrosit
Trombosit
MCV
MCH
MCHC
Protein total
Albumin
Globulin
Natrium
Kalium
Albumin
Globulin
SGOT
SGPT
Ureum darah

nilai
11,6
18600
21
2,48
227.000
83
27,4
33,2
8,40
4,62
3,80
143
5,5
4,62
3,80
26
17
407,3

normal
13-16 g/dl
5000-10000
P 40-48 w 37-43
P 4,5-5,5 W 4-5
150000-400000
80-97
26-32
31-36
6,6-8,7
3,5-5,3
2,7-3,2
140-148
3,5-5,5
3,5-5,3
2,7-3,2
P < 37 W <31
P<41 W <31
10-50

Glukosa sewaktu
Kreatinin darah
Asam urat

206
0,8
13,7

<200
0,7-1,2
2,4-5,7

Pemeriksaan USG
Hasil : Insufisiensi renal puplex

BAB III
STUDI KASUS

A. Biodata
Nama

: Ny. T

Alamat

: Rempoah 3/7 Baturaden, banyumas

Umur

: 61 tahun

Pekerjaan

: IRT

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

B. Pengkajian
1) Keluhan utama: penurunan kesadaran
2) Riwayat Kesehatan Sekarang Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien datang dengan keluhan post jatuh 2 hari yang lalu, tidak sadar,
riwayat kejang, DM, hipertensi.
TD: 170/90 mmHg, N: 92 X/menit, RR: 24 X/menit
3) Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mempunyai riwayat DM dan riwayat hipertensi . Pasien belum
pernah dirawat dirumah sakit dan hanya memeriksakan diri kedokter dengan
alasan pusing dan mual dan diberi obat anti hipertensi, pasien mengkonsumsi
obat antibiotik.
4) Riwayat Kesehatan Keluarga :
Keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang sama seperti pasien.
5) Pemeriksaan Fisik
a.

Pemeriksaan tanda-tanda vital :


- TD : 170/90 mmhg
- N

: 92 x/m

- RR

:20 x/m

Pemeriksaan GCS
Kesadaran Sopor, E1 M4 V1
Keadaan umum jelek

b.

Pengkajian Head to toe

Kepala

: Mesocephal, rambut putih dan rontok, Mata

Konjungtiva anemis, pupil isokor 3 mm

Hidung / telinga : Tidak ada discharge, terpasang canul 4 l/mnt

Mulut

Leher : tidak teraba kelenjar thiroid, ataupun limfe, teraba arteri

: mukosa mulut kering

carotis

Dada :

Paru

(pergerakan

dada

simetris,

bunyi

nafas

vesikuler,whezing tidak ada, ronki tidak ada, retraksi dinding dada dan
menggunakan menggunakan otot bantu nafas), jantung (s1>s2 reguler,
gallop dan murmur tidak ada)

Abdomen

: Supel, datar

Ekstremitas

: Akral hangat, kulit lembab teraba hangat, turgor kulit

dan CRT 2 detik, tidak ada parese, pasien lemah, reflek patologis dan
reflek fisiologis ada.

C.

Analisa Data

NO
1.
2210-07

DATA
Ds : -

PATHWAY
Hipertensi

Do : TD 170/90

ETIOLOGI
MASALAH
Ketidakseimbangan Perfusi
suplay O2

mmHg

Compresi

N : 100 x/mnt

pembuluh

RR : 24 x/mnt

darah

jaringan
tidak efektif

S : 38,7
CRT : 3 dtk

Vasodilatasi

Kesadaran

pembuluh darah

sopor
GCS 6 E1 M4

Peningkatan TIK

V1
Ps lemah
Konjungtiva

Pecah pembuluh
darah

anemis
Akral hangat

Penurunan aliran

Suara nafas

darah serebral

vesikuler
Perfusi jaringan
serebral tidak
efektif

2.
2210-07

Ds : -

Hipertensi

Do : TD 170/90
mmHg

Compresi

N : 100 x/mnt

pembuluh

RR : 24 x/mnt

darah

S : 38,7
Pasien tampak
lemah

Vasodilatasi
pembuluh darah

Pasien hanya
tiduran

Peningkatan TIK

Kerusakan

Kerusakan

neurovaskuler

mobilitas
fisik

Pecah pembuluh
darah
Penurunan aliran
darah serebral
Suplay saraf pusat
Paralisis
Gangguan
mobilitas fisik

D. Penatalaksanaan/ Intervensi Keperawatan

NO

Diagnosa

Perfusi

Tujuan
NOC:

jaringan

a. Pengkajian:

- Status sirkulasi

serebral tdk

Planing
- Pantau TTV

- Status neurologis

efektif

- Kemampuan kognitif

(TD,Nadi,suhu,dan respirasi)
- Kaji

- Perfusi jaringan perifer

ukuran,bentuk,kesemetrisn
pupil

Tujuan/Kriteria Evaluasi:

- Kaji adanya

- Menunjukn status
sirkulasi,ditandai dg indikator

kesadaran,orientasi
- Kaji pergerakan

(nilai 1-5:

motorik,tonus otot

ekstrem,sedangg,ringan,tidak

- Pantau TIK,respon

ada gangguan),TD dalam


rentang yang diharapkan,tidak

neurologis
- Pantau tekanan perfusi

ada hipotensi ortostatik

serebral

- Menunjukan kemampuan

- Pantau status cairan

kognitif,ditandai dengan

termasuk asupan

indikator(nilai 1-5),

- Kolaboratif posisikan kepala

berkomunikasi dg jelas sesuai

0-45, pemberian obat utk

dengan usia, menunjukan

mempertahankan perfusi

perhatian, konsentrsi,dan

serebral

oerientasi; memproses
informasi
1.
2. Kerusakan NOC :
mobilitas fisik

ing

sign

lihat pasien saat latihan

active

Mobility level

Self care : ADLs

Transfer

Kriteria Hasil :

vital

sebelum/sesudah latihan dan

Joint movement :

performance

Monitor

2.

Konsult
asikan dengan terapi fisik
tentang

rencana

ambulasi

sesuai kebutuhan.
3.

Bantu

1.

Klien
meningkat

dalam

klien untuk menggunakan

aktifitas

tongkat saat berjalan dan

fisik.

cegah terhadap cedera.

2.

mengerti 4.
tujuan

dari

peningkatan

pasien atau tenaga kesehatan

mobilitas
3.

lain tentang teknik ambulasi.


memverb 5.

alisasikan

perasaan

dalam

Latih
pasien

dalam

pemenuhan

meningkatkan kekuatan dan

kebutuhan

kemampuan

mandiri sesuai kemampuan.

dalam

berpindah.
4.

Ajarkan

ADLs

6.
mempera

secara
Dampin

gi dan bantu pasien saat

gakan penggunaan alat bantu

mobilisasi dan bantu penuhi

untuk mobilisasi (walker).

kebutuhan ADLs pasien.


7.

Berikan
alat

bantu

ika

pasien

memerlukan.
8.

Ajarkan
pasien bagaimana merubah
posisi dan berikan bantuan
jika diperlukan.

E. Implementasi
Waktu

IMPLEMENTASI

Respon pasien

22/10/2007
Sore
14.30

- Memantau TTV, keadaan umum pasien

TD:170/90
mmHg,N:97X/menit
RR : 24 X/menit
N : 92 x/menit

- Memposisikan pasien dalam posisi 30 derajat - Pasen dalm posisi 30


derajat
- Mengkaji tingkat kesadaran

- Kesadaran Sopor
GCS : E1 M4 V1

14.45

- Memberikan O2 10 liter NRM

- O2 10 liter NRM

15.00

- Mengauskultasi bunyi nafas dan suara paru

- Bunyi nafas vesikuler,


suara

15.10

-Mengkaji ukuran,bentuk,keseme
trisn pupil

paru

bronkovesikuler
-

Ukuran

pupil:R:3mm

L:2mm, pupil unisokor,


reflek cahaya R (-),L=(-)
15.15

-Mengkaji kekuatan otot

- Kekuatan otot ektemitas


bawah
R=2,L=1,ektremitas

atas

R;0 L=1
15.20

-Memantau respon neurologis :catat babinski

15.30

-Memantau status cairan dan memberikanpendelegasian


jaringan

- Reflek babanski(+),
IVFD:RL

20

TPM,

terapi obat untuk perfusi cefotaxime 1 gr, rantin 1


gr,

brainact

pirasetam 3 gr.

amp,

F. Evaluasi
No
waktu
1
22-10-2007

SOAP
S :O : TD 170/90 mmHg
N : 100 x/mnt
RR : 24 x/mnt
S : 38,7
CRT : 3 dtk
Kesadaran sopor
GCS 6 E1 M4 V1
Ps lemah
Konjungtiva anemis
Akral hangat
Suara nafas vesikuler
A : Masalah perfusi jaringan belum teratasi
P : - Pantau KU + kesadaran
- Pantau TTV
- Pantau status neurologis
- Pantau status sirkulasi
- Beri posisi yang nyaman
- Beri terapi sesuai program
Cefo 2x1 gr, rantin 2x1 gr, brainact
2x1 amp, pirasetam 2x3 gr

KET

No
waktu
2. 22-10-2007

SOAP
S :O : TD 170/90 mmHg
N : 100 x/mnt
RR : 24 x/mnt
S : 38,7
Pasien tampak lemah
Pasien hanya tiduran
A : Masalah kerusakan mobilitas fisik
belum teratasi
P : - Pantau KU
- Pantau TTV
- Kaji kekuatan otot
- Pantau status neurologis
- Beri posisi yang nyaman
- Beri lingkungan yang tenang
- Beri terapi sesuai program
Cefo 2x1 gr, rantin 2x1 gr, brainact
2x1 amp, pirasetam 2x3 gr

BAB IV

KET

PEMBAHASAN

A. Pengkajian
Pengkaijian dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2007 pukul 14.15 WIB. Data
yang dapat diperoleh dari pengkajian ini yaitu pengkajian Airway di dapatkan
tidak ada masalah dan tidak ada sumbatan jalan nafas, pengkajian breathing
didapatkan RR : 24 x/menit, pergerakan dinding dada simetris, suara paru
vesikuler. Pengkajian circulation didapatkan TD : 170/90 mmHg, N : 92 x/menit,
CRT : 3 detik, tidak sianosis.
Dari hasil wawancara dengan keluarga pasien, diperoleh data bahwa pasien
mempunyai riwayat hipertensi.
B. Analisa Data
Dari hasil analisa data dari pengkajian, penulis menemukan 2 masalah
keperawatan yaitu perfusi jaringan cerebral tidak efektif dan kerusakan mobilitas
fisik. Masalah utama adalah perfusi jaringan cerebral tidak efektif.
Menurut Nanda (2006) batasan karakteristik untuk diagnosa perfusi jaringan
cerebral tidak efektif yaitu :
a.

Abnormalitas berbicara

b.

Perubahan reaksi pupil

c.

Kelemahan ekstremitas/ paralise

d.

Perubahan status mental

e.

Sulit menelan

f.

Perubahan respon motorik

C. Intervensi
Perencanaan menggambarkan mengenai tujuan yang diharapkan dan rencana
tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien sesuai kebutuhan berdasarkan
diagnosa keperawatan.
1.

Pefusi jaringan cerebral tidak efektif


Dengan melihat data Ny. T maka diharapkan perfusi jaringan dapat teratasi
misalnya dengan merespon motoriknya, mengkaji kelemahan otot.

2.

Kerusakan mobilitas fisik bd penurunan kekuatan, kendali,


dan masa otot (kerusakan muskuloskeletal).

Tujuan yang diharapkan adalah kerusakan mobilitas fisik dapat teratasi antara
lain dengan Monitoring vital sign sebelum/sesudah latihan dan lihat pasien
saat latihan, bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah
terhadap cedera, latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara
mandiri sesuai kemampuan, berikan alat bantu jika pasien memerlukan,
mengajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika
diperlukan.

- Pemeriksaan capitis:
Mata

: tidak anemis, sklera tak ikterik,pupil unisokor R=3 L=2, reflek


cahaya R= positif L=positif, reflek cahaya R= (-) L=(-)

Telinga

: tidak ada discharge

Hidung

:Hidung tidak ada discharge,

Mulut

:ada sekret, mulut tidak sianosis

Dada

- Retraksi dinding dada simetris


- Menggunkan otot bantu pernafsan
- Terdapat lendir yang sulit dkeluarkan, reflek batuk menurun
Paru

- Suara paru vesikuler, ngorok/stidor


- Inspirasi lebih pendek daripada ekspirasi

Jantung :

- Cor: reguler, gallop dan murmur tidak ada


Abdomen : dinding perut datar, supel, tympani, bising usus 5x/mnt
Punggung: tidak ada luka dekubitus atau yang lain,
Anggota gerak bawah :reflek patologi:babinski :+/+
Implementasi:

Terapi Infus RL 20 TPM

Pirasetam 2 X3 gr

Brain-act 2X1 gr

Ranitidin 2X 1 gr

Cefotaxime 2x1 gr

a. Radiolog (CT Scan Head)


a. Gambaran Stroke Hemoragik
b. Tampak gambaran perdarahan subarachnoid diffus
c. Tampak gambaran atrofi serebri

BAB V
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam pada pasien

Ny.T dengan masalah keperawatan perfusi jaringan cerebral tidak efektif dan
kerusakan mobilitas fisik di Ruang IGD RSMS Purwokerto, penulis mencoba menarik
kesimpulan sebagai berikut :
1.

Pada masalah keperawatan perfusi jaringan cerebral tidak


efektif, setelah dilakukan tindakan dengan misalnya dengan merespon
motoriknya, mengkaji kelemahan otot.

2.

Pada

masalah

keperawatan

mbilitas

fisik

tujuanyang

diharapkan adalah dapat teratasi antara lain dengan Monitoring vital sign
sebelum/sesudah latihan dan lihat pasien saat latihan, bantu klien untuk
menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cedera, latih pasien dalam
pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan.
B.

Saran
Menjadi perawat ruangan tidaklah mudah, butuh kecermatan, ketelitian, serta
tanggap terhadap keluhan pasien. Serta dituntut untuk bertanggung jawab terhadap
tindakan yang telah dilakukan terhadap semua pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner& Suddart, 2000, Keperawatan Medikal Bedah EGC :Jakarta
Corwin, 2000, Buku Saku Patofisiologi. EGC : Jakarta
Hudak & Gallo, 1996, Keperawaran Kritis volume II EGC, Jakarta
Long BC, 1996, Perawatan Medikal Bedah 2, Yayasan ikatan Alumni Pendidikan
Keperawatan Padjajaran , Bandung
Mansjoer Arif, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 . Madia Aesculapius. FKUI :
Jakarta
Nanda, 2006. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda Definisi dan Aplikasi. Penerbit
Prima Medika.

Anda mungkin juga menyukai