Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Bayi baru lahir harus memenuhi sejumlah tugas perkembangan untuk memperoleh dan mempertahankan eksistensi fisik dan terpisah dari ibunya. Perubahan fisiologis dan psikososial yang besar terjadi pada saat bayi lahir. Hal ini memungkinkan transisi dari lingkungan intrauterin (selama kehamilan) ke lingkungan ekstrauterin (sesudah lahir). Perubahan ini menjadi dasar petumbuhan dan perkembangan kemudian hari (Bobak, 2005) Bayi baru lahir atau neonatus adalah bayi yang berumur 0 28 hari (Bobak, 2005). Menurut Laila, 2008, bayi baru lahir normal adalah individu baru yang lahir di dunia, dalam keadaannya yang terbatas, maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Jumlah kasus Bayi Baru Lahir spontan di Puskesmas Cilandak Jakarta Ruang Perawatan Nifas periode Januari sampai dengan Juni 2010 tercatat 180 kasus bayi baru lahir spontan dari 375 seluruh kasus bayi baru lahir yang ada di Puskesmas Cilandak Barat Jakarta ( Rujuk 110, menggunakan alat bantu vakum dll 64, abortus 21) atau dengan presentasi 48 %. Hal ini menunjukan banyaknya bayi yang lahir dan membutuhakan perawatan ( Medical Record Puskesmas Cilandak Barat Jakarta, 2010). Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. Sehingga rentan terhadap kematian (Suroyo, 2009). Di Indonesia sebanyak 100.454 neonatus meninggal setiap bulan, ini berarti 275 neonatus meninggal setiap hari atau lebih kurang 184 bayi berumur kurang dari 1 minggu meninggal setiap hari atau 1 orang bayi berumur kurang dari 1 minggu meninggal setiap setiap 7,5 menit. Lebih dari 1/3 kematian anak terjadi pada bulan-bulan pertama yang rawan dalam hidupnya. Setiap tahun 4 juta bayi meninggal pada 28 hari pertama setelah lahir. Masalah ini terutama sangat relevan di sub sahara Afrika yang punya angka kematian bayi tertinggi di dunia (Lubis, 2008). Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI, 2007), menyatakan rata-rata per tahun terdapat 401 bayi baru lahir di Indonesia meninggal dunia sebelum umurnya genap 1 tahun. Berdasarkan survei Riset Kesehatan Dasar (Depkes, 2007). Kematian bayi baru lahir (neonatus) merupakan penyumbang kematian terbesar pada tingginya angka kematian balita (AKB). Setiap tahun sekitar 20 bayi per 1.000 kelahiran hidup terenggut nyawanya dalam rentang waktu 0-12 hari pasca kelahirannya. Komplikasi yang terjadi pada bayi baru lahir seperti aspirasi mekonium (ketika bayi baru lahir menghirup campuran mekonium kotoran pertama bayi yang biasanya keluar setelah kelahiran dengan air ketuban selama proses kelahiran). Selain aspirasi mekonium kemungkinan komplikasi yang terjadi pada bayi baru lahir adalah dapat mengalami hiperbiliribun bila kekurangan ASI, dan dapat terjadi hipotermia karena bayi cepat kehilangan panas (Suroyo, 2009). Bayi baru lahir membutuhkan perhatian yang khusus dari tim perawat, karena biasanya bayi baru lahir akan mengalami banyak perubahan-perubahan dari lingkungan luar rahim, sehingga untuk mencegah dampak yang lebih bahaya, maka sebagai tenaga kesehatan

khususnya Perawat diperlukan upaya upaya yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Peran perawat dalam tindakan promotif sebagai contoh adalah memberikan penyuluhan tentang inisiasi menyusui dini, tindakan preventif sebagai contoh adalah pencegahan dalam penangan bayi baru lahir misalnya memberikan kehangatan, membersihkan jalan nafas, dan memberikan imunisasi, tindakan kuratif sebagai contoh adalah memberikan perawatan dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat obatan (Vit K) dan tindakan rehabilitatif sebagai contoh adalah dengan cara memeriksa bayi baru lahir pada dokter spesialis anak sesudah pulang dari puskesmas. Berdasarkan angka kejadian adanya komplikasi dan permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengambil judul makalah ilmiah dengan Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. W dengan Bayi Baru Lahir Spontan di Ruang Perawatn Nifas Puskesmas Cilandak Barat Jakarta .