Anda di halaman 1dari 16

Tugas 2

Instrumentasi Sistem Pengaturan


Pengukuran Arus AC Menggunakan Sensor ACS712-20 Amp

Oleh : DWIKY HERLAMBANG. P /2212105022

1. Judul Pengukuran Arus AC Menggunakan Sensor ACS712

2. Tujuan Dapat melakukan pengukuran arus AC dengan menggunakan sensor arus ACS712 3. Peralatan yang digunakan Modul sensor ACS712ELCTR-20A-T Rangkaian detektor puncak (IN4148 , Res 10K, Cap 1uF) Rangkaian Power Supply (Adaptor, Reg 7805, Cap 100uF) Multimeter Digital (Merk Krisbow KW06-276 dan Constant) Project Board Soket listrik male dan female Thermometer ruangan Peralatan listrik rumah tangga (Lampu, Solder, Kipas, Heater, Magic Jar) 4. Deskripsi Umum Perpaduan perangkat tranduser dan sensor akan mengkonversi dari suatu isyarat input berupa isyarat fisis atau isyarat kimia menjadi suatu isyarat ouput berupa tegangan, arus, dan hambatan. Tranduser adalah suatu peralatan/ alat yang dapat mengubah suatu besaran ke besaran lain, misalkan dari besaran arus menjadi besaran tegangan, sedangkan sensor adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu bentuk besaran fisik menjadi suatu bentuk besaran listrik sehingga dapat dianalisa menggunakan rangkaian listrik tertentu. Dalam suatu rangkaian elektronik terdapat tegangan, arus dan hambatan yang saling berhubungan. Ampere meter adalah alat untuk mengukur arus yang mengalir pada suatu rangkaian elektronik. Arus listrik yang mengalir pada suatu konduktor menimbulkan medan magnet. Oleh sebab itu arus listrik dapat diukur dengan besarnya medan magnet. Medan magnet dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Besar arus listrik Jarak medan magnet terhadap suatu titik pengukuran Arah medan magnet yang terbentuk

Sensor Arus sering digunakan pada aplikasi-aplikasi rangkaian elektrik. Contoh aplikasi dari rangkaian ini adalah sebagai sensing untuk proteksi arus lebih (Overload

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Current), sensing pada feedback kontrol yang terkendali arus dan aplikasi sensing lainnya untuk meningkatkan efisiensi sistem. Pengukuran arus biasanya membutuhkan sebuah resistor shunt, yaitu resistor yang dihubungkan secara seri pada beban dan mengubah aliran arus menjadi tegangan. Tegangan tersebut biasanya diumpankan ke current transformer terlebih dahulu sebelum masuk ke rangkaian pengkondisi signal. Teknologi hall effect yang diterapkan oleh Allegro pada seri IC ACS712 menggantikan fungsi resistor shunt dan current transformer menjadi sebuah sensor dengan ukuran yang relatif jauh lebih kecil.

5. Dasar Teori 5.1 Sensor ACS712-20 Amp Sensor ini menggunakan prinsip hall effect dimana aliran arus listrik mengakibatkan medan magnet yang menginduksi bagian penghantar yang juga dialiri arus hall sehingga diperoleh tegangan (beda potensial) pada ujung-ujung penghantar (efek hall). Tegangan ini akan dilewatkan pada bagian dynamic offset cancelation dan selanjutnya dikuatkan oleh amplifier dan melalui filter untuk mempermudah pengukuran arus oleh sistem minimum sebelum dikeluarkan melalui kaki 7. Sensor ACS712 terbagi dalam tiga tipe dengan sensitivitas dan range pengukuran yang berbeda. Pada Pengukuran ini digunakan modul ACS712ELCTR-20A-T dengan senstivitas 100mV/Amp pada suhu kamar 25 Perbedaan dari ketiga tipe tersebut ditunjukkan pada Tabel 1.
o

C.

Tabel 1. Tipe SensorACS712

Gambar 1. Bentuk Modul dan Diagram Pin IC ACS712-20 Amp

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Gambar 2. Diagram Fungsional IC ACS712

Fungsi rangkaian sensor arus ini berfungsi untuk membaca besarnya arus (AC/DC) yang mengalir pada suatu penghantar. Arus yang dibaca oleh sensor adalah nilai arus puncak. Sensor ini mempunyai tegangan keluaran yang proporsional tehadap besarnya arus yang mengalir pada penghantar berupa sinyal sinus.

5.2 Detektor Puncak (Peek Detector) Detektor puncak adalah rangkaian yang berfungsi untuk mendeteksi tegangan puncak dalam suatu periode tertentu. Detektor puncak sederhana terdiri atas dioda dan kapasitor seperti terlihat pada Gambar 3 dibawah ini. Rangkaian ini dibutuhkan sebagai penyearah serta mendeteksi puncak gelombang sinus dari keluaran sensor ACS712. Rangkaian detektor puncak sederhana mempunyai kekurangan yaitu keluaran dari rangkaian ini tidak merupakan nilai puncak yang sebenarnya. Akan tetapi tegangan keluaranya merupakan tegangan puncak dikurangi dengan tegangan dioda saat terbias maju. Sehingga rangkaian ini tidak tepat menggambarkan nilai tegangan puncak yang sebenarnya. Selain itu apabila tegangan yang diukur mempunyai amplitudo kurang dari tegangan dioda saat terbias maju, maka puncak tegangan tersebut tidak terdeteksi.

Gambar 3. Rangkaian deteksi Puncak

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

6. Tahap Pengerjaan dan Pengujian Dalam pengujian sensor ini terdapat tahapan yang telah dilakukan yaitu : a) b) c) d) e) Studi literatur mengenai sensor ACS712-20 Amp Membuat rangkaian catu daya dan detektor puncak Membuat rangkaian pengujian Mengambil data tegangan keluaran sensor Menghitung %FS

Pengujian dilakukan sebanyak dua kali dengan mengubah-ubah beban yaitu dengan mengkombinasikan peralatan listrik sesuai spesifikasi produk masing-masing peralatan, selanjutnya mengamati arus yang terukur serta tegangan keluaran di titik A. Skema Pengujian ditunjukkan oleh Gambar 5.

Gambar 4. Kombinasi Rangkaian Sensor dan Deteksi Puncak

Multimeter Digital Constant-60

Catu daya 5V

Rangkaian Detektor Puncak

Titik A Pengukuran Tegangan

VAC (IN)

Multimeter Digital Krisbow KW06-276 Pengukuran Arus

Sensor Arus ACS712-20A


Beban

Gambar 5. Skema Rangkaian Pengujian

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Gambar 6. Foto Rangkaian pada Project Board

Gambar 7. Foto Rangkaian saat Pengujian

Menghitung output sebenarnya dari sensor dilakukan dengan mencari formula dari grafik liniearitas sensor dari datasheet.

Gambar 8. Grafik Liniearitas Sensor ACS712-20 Amp (sumber : datasheet)

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

)( )

Sehingga formula perhitungan output sebenarnya adalah : ( ( ) ) ......Pers 1

Tabel 2. Hasil Pengujian I Pengukuran Naik Beban (Watt)


0 5 10 18 23 30 70 115 133 200 230 270 300 315 330 370 415 480 500 780 810

Arus Terukur (Amp)


0,01 0,02 0,04 0,06 0,08 0,36 0,5 0,63 0,69 1,23 1,58 1,72 1,77 1,85 2,11 2,24 2,37 2,86 2,89 4,46 4,76

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,19 2,19 2,19 2,19 2,19 2,2 2,21 2,22 2,23 2,28 2,32 2,33 2,35 2,35 2,38 2,4 2,41 2,48 2,48 2,67 2,71

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,50 2,50 2,50 2,51 2,51 2,54 2,55 2,56 2,57 2,62 2,66 2,67 2,68 2,69 2,71 2,72 2,74 2,79 2,79 2,95 2,98

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 3. Hasil Pengujian I Pengukuran Turun Beban (Watt)


810 780 500 480 415 370 330 315 300 270 230 200 133 115 70 30 23 18 10 5 0

Arus Terukur (Amp)


4,92 4,63 3,09 2,85 2,51 2,39 2,1 1,84 1,74 1,71 1,58 1,22 0,69 0,62 0,5 0,37 0,08 0,06 0,04 0,02 0,01

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,72 2,68 2,49 2,46 2,43 2,41 2,39 2,35 2,34 2,34 2,32 2,28 2,23 2,22 2,21 2,2 2,19 2,19 2,19 2,19 2,19

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,99 2,96 2,81 2,79 2,75 2,74 2,71 2,68 2,67 2,67 2,66 2,62 2,57 2,56 2,55 2,54 2,51 2,51 2,50 2,50 2,50

Keterangan Pengujian I dilakukan dirumah kos (daerah Kejawan gebang) pada tanggal 07 Desember 2013 jam 13.00 15.00 WIB pada suhu 26.8oC Tegangan output sebenarnya didapat dari persamaan liniearitas sensor menurut datasheet dengan formula seperti pada pers 1.

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 4. Hasil Pengujian II Pengukuran Naik Beban (Watt)


0 5 10 18 23 30 70 115 133 200 230 270 300 315 330 370 415 480 500 780 810

Arus Terukur (Amp)


0,01 0,02 0,05 0,06 0,08 0,34 0,48 0,65 0,71 1,22 1,59 1,7 1,74 1,87 2,14 2,21 2,37 2,85 2,91 4,52 4,81

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,13 2,13 2,13 2,14 2,15 2,15 2,18 2,22 2,25 2,33 2,36 2,38 2,4 2,41 2,42 2,44 2,47 2,5 2,52 2,69 2,75

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,50 2,50 2,51 2,51 2,51 2,53 2,55 2,57 2,57 2,62 2,66 2,67 2,67 2,69 2,71 2,72 2,74 2,79 2,79 2,95 2,98

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 5. Hasil Pengujian II Pengukuran Turun Beban (Watt)


810 780 500 480 415 370 330 315 300 270 230 200 133 115 70 30 23 18 10 5 0

Arus Terukur (Amp)


4,83 4,52 2,94 2,85 2,39 2,23 2,14 1,87 1,75 1,7 1,58 1,21 0,69 0,62 0,5 0,37 0,08 0,05 0,04 0,02 0,01

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,76 2,67 2,51 2,5 2,46 2,44 2,41 2,4 2,39 2,37 2,36 2,32 2,23 2,22 2,2 2,16 2,15 2,13 2,13 2,13 2,13

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,98 2,95 2,79 2,79 2,74 2,72 2,71 2,69 2,68 2,67 2,66 2,62 2,57 2,56 2,55 2,54 2,51 2,51 2,50 2,50 2,50

Keterangan Pengujian II dilakukan dirumah kos (daerah Kejawan gebang) pada tanggal 08 Desember 2013 jam 13.00 15.00 WIB pada suhu 26.3oC Tegangan output sebenarnya didapat dari persamaan liniearitas sensor menurut datasheet dengan formula seperti pada pers 1.

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 6. Tabel Rata-Rata Hasil Pengujian I dan II Pengukuran Naik Beban (Watt)
0 5 10 18 23 30 70 115 133 200 230 270 300 315 330 370 415 480 500 780 810

Arus Terukur (Amp)


0,01 0,02 0,05 0,06 0,08 0,35 0,49 0,64 0,70 1,23 1,59 1,71 1,76 1,86 2,13 2,23 2,37 2,86 2,90 4,49 4,79

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,18 2,18 2,18 2,18 2,18 2,19 2,20 2,22 2,24 2,29 2,33 2,34 2,36 2,37 2,39 2,41 2,43 2,49 2,49 2,68 2,72

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,50 2,50 2,50 2,51 2,51 2,54 2,55 2,56 2,57 2,62 2,66 2,67 2,68 2,69 2,71 2,72 2,74 2,79 2,79 2,95 2,98

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 7. Tabel Rata-Rata Hasil Pengujian I dan II Pengukuran Turun Beban (Watt)
810 780 500 480 415 370 330 315 300 270 230 200 133 115 70 30 23 18 10 5 0

Arus Terukur (Amp)


4,88 4,58 3,02 2,85 2,45 2,31 2,12 1,86 1,75 1,71 1,58 1,22 0,69 0,62 0,50 0,37 0,08 0,06 0,04 0,02 0,01

Teg.Out Terukur DC (Volt)


2,74 2,68 2,50 2,48 2,45 2,43 2,40 2,38 2,37 2,36 2,34 2,30 2,23 2,22 2,21 2,18 2,17 2,16 2,16 2,16 2,16

Teg.Out Sebenarnya (Volt)


2,99 2,96 2,80 2,79 2,75 2,73 2,71 2,69 2,67 2,67 2,66 2,62 2,57 2,56 2,55 2,54 2,51 2,51 2,50 2,50 2,50

Arus Terukur Vs Teg.Out Terukur


2.80 2.70

Teg.Out (Volt)

2.60 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 Pengukuran Naik Pengukuran Turun

Arus Terukur (Amp)

Gambar 9. Grafik Arus Terukur Vs Tegangan Terukur

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Daya Beban Vs Teg.Out Terukur


2.80 2.70

Teg. Out (Volt)

2.60 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 0 10 23 70 133 230 300 330 415 500 810 Pengukuran Naik Pengukuran Turun

Daya Beban (W)

Gambar 10. Grafik Daya Beban Vs Tegangan Terukur

Kurva Endpoint Linearity Out Naik


2.80 2.70 2.60 Teg.Out (Volt) 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 0 200 400 600 800 1000 Daya Beban (W) Teg.Out Terukur Naik End.Linearity

Gambar 11. Kurva endpoint Liniearity Pengukuran Naik

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Kurva Endpoint Linearity Out Turun


2.80 2.70 2.60 Teg.Out (Volt) 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 0 200 400 600 800 1000 Daya Beban (W) Teg.Out Terukur Turun End.Linearity

Gambar 12. Kurva endpoint Liniearity Pengukuran Turun

Teg.Out Terukur Vs Teg.Out Sebenarnya


3.20 3.00

Teg. Out (Volt)

2.80 2.60 2.40 2.20 2.00 0.01 0.05 0.08 0.49 0.70 1.59 1.76 2.13 2.37 2.90 4.79

Teg.Out Terukur Teg.Out Sebenarnya

Arus (Amp)

Gambar 13. Perbandingan Teg. Terukur dan Teg.Sebenarnya

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

Tabel 8. Menghitung %FS Pengukuran Rata-Rata Arus Terukur (Amp)


0,01 0,02 0,05 0,06 0,08 0,35 0,49 0,64 0,70 1,23 1,59 1,71 1,76 1,86 2,13 2,23 2,37 2,86 2,90 4,49 4,79 Nilai Max

Beban (Watt)
0 5 10 18 23 30 70 115 133 200 230 270 300 315 330 370 415 480 500 780 810

Teg. Terukur DC (Volt) (OP)


2,18 2,18 2,18 2,18 2,18 2,19 2,20 2,22 2,24 2,29 2,33 2,34 2,36 2,37 2,39 2,41 2,43 2,49 2,49 2,68 2,72 Rata- Rata % FS

Teg.Out Sebenarnya (Volt) (OS)


2,50 2,50 2,50 2,51 2,51 2,54 2,55 2,56 2,57 2,62 2,66 2,67 2,68 2,69 2,71 2,72 2,74 2,79 2,79 2,95 2,98 2,98

Eror |OSOP|
0,33 0,33 0,33 0,33 0,33 0,35 0,35 0,34 0,34 0,33 0,33 0,33 0,31 0,32 0,32 0,31 0,31 0,30 0,30 0,27 0,26

% FS
10,95 10,98 11,06 11,03 11,01 11,67 11,63 11,55 11,25 11,08 11,03 11,03 10,51 10,78 10,83 10,49 10,48 10,09 10,07 9,20 8,68

10,73

Langkah Menghitung %FS : a. Mencari nilai error tiap data pengukuran Error = |Out pengukuran Out Sebenarnya| b. Mencari Nilai %FS tiap data

c. Mencari rata-rata %FS sehingga nilai akurasi %FS adalah 10,73 %

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan

7. Analisa dan Kesimpulan Sensor arus ACS712-20 Amp yang diuji mempunyai %FS 10,73%. Hasil pengujian ini kurang valid karena penggunaan rangkaian detektor puncak dari dioda menyebabkan drop tegangan pada titik pengukuran, sehingga didapat hasil pengukuran yang kurang valid, hal ini dibuktikan pada Gambar 13 dimana terlihat drop tegangan yang hampir sama antara variasi perubahan beban. Oleh karena itu pada tugas 3 berikutnya akan dirancang rangkaian detektor puncak menggunakan op-amp untuk menghindari adanya drop tegangan pada titik pengukuran.

TUGAS 2 | Instrumentasi Sistem Pengaturan