Anda di halaman 1dari 12

PERKEMBANGAN IPTEK PADA MASA PERANG DINGIN 1.

Faktor Penyebab Perang Dingin


Pada masa perang dingin sains dan teknologi yang terpaut dengan kegiatan militer mendapat sorotan yang lebih dari pemerintah. Pemerintah bersedia mengeluarkan dana yang besar demi kemajuan iptek di negara mereka. Pada periode ini tumbuh disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari dampak sains pada masyarakat. Di negara-negara maju, teknologi di era modern bukan lagi urusan individu atau komunitas berskala kecil. Teknologi modern mempunyai tujuan-tujuan nasional pada wilayah ideologi, militer, ataupun ekonomi dan bentuk kesadaran nasional untuk menggali sumbersumber alam yang ada. Ini juga bertujuan untuk mewujudkan produksi barang dengan skala yang besar.Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Sebagian sejarahwan berpendapat bahwa pertemuan para pemimpin sekutu dan Uni Soviet pada bulan Febuari 1945 di Konferensi Yalta adalah awal dari perang dingin. Konferensi Yalta Dalam konferensi tersebut, Joshep Stalin (pemimpin soviet), secara terang-terangan menyebarkan ideologi komunis ke wilayah Eropa Timur. Perang dingin adalah istilah yang merujuk kepada persaingan antara kelompok komunis dan nonkomunis. Komunis seperti Uni Soviet dan nonkomunis adalah Amerika Serikat. Namun, dalam hal ini perang dapat dilihat pula dalam bentuk perlombaan teknologi senjata yang meliputi : Pengembangan nuklir dan senjata konvensional, Jaringan aliansi militer, Perang ekonomi dan embargo perdagangan, Propaganda, Spionase (memata-matai, pengintaian,dan penyadapan)

1. 2. 3. 4. 5.

Perang tanding jarak jauh (proxy wars). Perang Dingin ditandai oleh sikap ketidakpercayaan, dan kesalahpahaman antara Blok Barat dan Blok Timur. Keadaan tersebut mendorong ketegangan kian bertambah dan dikhawatirkan akan menjurus pada terjadinya perang dunia ketiga. Amerika Serikat dituduh menjalankan politik imperialisme untuk mempengaruhi dunia, sementara Uni Soviet dianggap melakukan perluasan atas Negara-negara demokrasi melalui ideologi komunisnya. Meskipun masih banyak diperdebatkan, namun banyak kalangan sejarawan memperkirakan sekitar tahun 1947 sebagai periode dimulainya Perang Dingin hingga masa bubarnya Uni Soviet pada 25 Desember 1991. Strategi politik yang dikembangkan Amerika Serikat dalam Perang Dingin adalah menahan laju komunisme (containment of communism) yang diusung oleh Uni Soviet. Langkah strategis yang dilakukan Amerika Serikat yaitu dengan memberikan bantuan ekonomi dan militer bagi Negara-negara Eropa melalui Truman Doctrine (Doktrin Truman) pada tahun 1947. Doktrin Truman merupakan reaksi keras Ameriak Serikat atas Uni Soviet yang mengancam Yunani dan Turki lewat pidato Stalin pada tahun 1946. Amerika Serikat memandang, bahwa pidato tersebut adalah pernyataan perang ideologis terhadap Blok Barat. Selain Doktrin Truman, Amerika Serikat juga mengeluarkan program yang dikenal dengan nama Marshall Plan. Program ini bertujuan untuk membangun kembali Eropa yang rusak akibat Perang Dunia II dan telah menyebabkan rapuhnya perekonomian. Amerika Serikat menyadari bahwa kondisi ini merupakan jalan mudah bagi komunisme untuk mengembangkan hegemoninya. Oleh karena itu, bantuan Amerika Serikat terhadap Negara-negara Eropa juga memiliki muatan persaingan ideologi yang kuat sebagai upaya menandingi Uni Soviet. Pada 14 April 1949 Amerika Serikat membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO = North Atlantic Threaty Organization) yang bertujuan untuk membendung ideology komunis. Berdirinya NATO mendorong Uni Soviet untuk mendirikan pakta militer tandingan pada tahun 1955 yang diberi nama Pakta Warsawa. Pada tahun 1962 isu senjata nuklir menghangat ketika terjadi Krisis Teluk Babi di Kuba. Krisis dipicu oleh tindakan Uni Soviet yang meletakkan senjata nuklirnya di Teluk Babi, Kuba, sehingga membuat gelisah Amerika Serikat. Selama krisis Kuba inilah muncul kekhawatiran bahwa dunia tengah mendekati masa perang dunia ketiga atau perang nuklir. Pada tahun 1970-an berbagai peristiwa yang menyangkut hubungan antarnegara di dunia mulai membaik. Ketegangan dalam Perang Dingin pun mulai semakin berkurang setelah diadakannya perjanjian empat kekuatan di Eropa pada 3 September 1971. Empat kekuatan tersebut yaitu Uni Soviet, Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris. Pada tahun 1979, Uni Soviet menginvasi Afghanistan. Hal ini menjadi sebuah tanda makin dinginnya kembali hubungan Uni Soviet dan Amerika Serikat setelah dilakukannya pengurangan ketegangan pada tahun 1970-an. Invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979 dalam upayanya mendukung embrio rezim komunis di Negara itu telah menyebabkan munculnya huru-hara dan merebaknya aksi boikot terhadap Olimpiode Moskow tahun 1980

oleh banyak Negara Barat. Invasi tersebut telah mengakibatkan diadakannya pengembangan senjata misil nuklir SS-20 yang dimulai sejak tahun 1977 oleh Uni Soviet yang telah membuat khawatir NATO. Oleh karena itu, pada tahun 1979 diadakan penandatanganan persetujuan SALT I (Strategic Arms Limited Task atau pembatasan persenjataan strategis) dan SALT II. Kedua persetujuan bertujuan menekan penggunaan senjata misil nuklir untuk kepentingan perang. Di samping melakukan penekanan, juga dilancarkan ancaman akan mengembangkan 500 misil peluncur Pershing II di Jerman Barat dan Belanda jika negoisasi tidak berjalan sukses. Negoisasi ternyata menemui kegagalan. Rencana untuk mengembangkan misil Pershing II semakin menguat dan telah memunculkan makin meluasnya pertentangan dan opini publik seluruh Eropa. Pershing II dikembangkan di Eropa sejak Januari 1984 dan mulai ditarik mundur pada awal Oktober 1998. Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev terpilih sebagai pemimpin Uni Soviet. Pada tahun itu pula terjadi sebuah kejutan ketika Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, bertemu dengan Gorbachev di Jenewa (Swiss). Kemudian pada tahun 1986 di Reykjavik (Islandia) yang dilanjutkan dengan diskusi tentang penimbangan kembali lanjutan penyimpanan senjata misil. Pembicaraan tersebut menemui kegagalan. Presiden Ronald Reagan pun memberikan peringatan akan meningkatkan kemampuan persenjataan balistiknya. Pada akhirnya, peringatan Reagan tersebut membawa pengaruh terhadap sikap Michael Gorbachev untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik pada tahun 1987. Dampak dari perjanjian ini telah membuat Uni Soviet mengurangi kekuatan angkatan perangnya di Eropa Timur. Para sejarawan Barat ada yang berpendapat, bahwa salah satu penyebab utama keruntuhan Uni Soviet adalah krisis keuangan besar-besaran yang banyak dihabiskan untuk kepentingan teknologi militer. Usaha NATO dalam meningkatkan persenjataannya pada tahun 1980-an telah menuntut Uni Soviet untuk berupaya mengimbangi NATO. Upaya dilakukan dengan menekankan pengeluaran negara untuk kepentingan militer yang pada akhirnya telah menimbulkan gangguan dan kebangkrutan terhadap perekonomian Uni Soviet. Kondisi itu tentu telah menyulitkan Uni Soviet untuk mengimbangi Blok Barat. Akibat krisis keuangan yang dihadapi Uni Soviet membuat Uni Soviet telah kalah dalam Perang Dingin. Dengan demikian, berakhirnya Perang Dingin ini dalam perkembangannya menjadi tanda berakhirnya ideologi komunis yang selama ini didominasi oleh kekuasaan Uni Soviet. Berikut adalah faktor penyebab perang dingin: Sebab Umum / Tidak Langssung sebagai berikut: 1. Sikap ketidak percayaan, kecurigaan, kesalahpahaman antara Blok Barat dan Blok Timur. 2. Amerika Serikat dituduh menjalankan politik imperialisme untuk memperngaruhi dunia. 3. Uni Soviet dituduh melakukan perluasan hegomoni atas negara-negara demokrasi. 4. Terbentuknya persekutuan / aliansi yaitu: a. Blok Barat (Amerika Serikat dan anggota kelompok demokrasi) b. Blok Timur (Uni Soviet dan anggota kelompok yang komunis)

Sebab Khusus / Langsung 1. Keberhasilan pasukan Sekutu membebaskan negara-negara dari pendudukan Jerman, mendorong Uni Soviet melakukan ovenship / serangan terhadap negara-negara Eropa Timur yang diduduki Jerman. 2. Uni Soviet menduduki negara-negara Baltik (Estonia, Latvia, dan Lithuania) yang merupakan wilayah Polandia.

2.
a. b.

Perebutan Hegomoni

Uni Soviet di Eropa semakin hebat dan semakin cepat mengembangkan hegomoninya. Amerika Serikat semakin gelisha sehingga mengusung pilitik yang dikenal dengan Kontainment Police ( Containment of Communis) dengan tujuan mencegah berkembangnya pengaruh hegomoni Uni Soviet. c. Srategi politik Kontainman of Comunis melalui pemberin bantuan ekonnomi dan militer untuk negara-negara Eropa sebagai berikut: a. Truman Doctrine yaitu bantuan ekonomi dan milliter kepada Turki dan Yunani pada 1947. b. Marshall Plan yaitu pemberian bantuan ekonomi dan militer untuk pembangunan Eropa yang rusak akibat perang dunia II. d. Pembentukan pakta pertahanan yaitu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)tanggal 4 April 1949. e. Untuk mengimbangi Doktrin Truman dan Marshall Plan Uni Soviet membentuk Molotoplan untuk menata kembali perekonomian negara-negara Eropa Timur dan badan kerja sama ekonomi (Komikon Komintern Ekonomi). f. Perkembangan konflik ideologi antar negara super power /adidaya /adikuasa sebagai berikut: 1. Di semenanjung Korea dibagi menjadi dua daerah yaitu Korea Utara (Uni Soviet) dan Korea Selatan (Amerika Serikat). 2. Vietnam dibagi menjadi dua daerah yaitu Vietnam Utara (Uni Soviet dan Cina) dan Vietnam Selatan (Amerika Serikat) . 3. Konflik Vietnam Kamboja disebabkan oleh soal wilayah perbatasan yang dipengaruhi oleh Uni Soviet (Vietnam) dan Cina (Kamboja). 4. Krisis Kuba 1961 penyebabnya adalah Uni Soviet membangun pangkalan militer di Teluk Kuba dan mendapat reaksi keras dari Amerika Serikat. 5. Negara-negara yang di kuasai komunis Uni Soviet sebagai berikut: Nikaragua Ethiovia Mozambik Angola 6. Perebutan hegomoni di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika melalui intelejen sebagai berikut: Amerika Serikat melalui CIA (Control Inteligen Agency)

Uni Soviet melalui KGB ( Comite Gosudar Steven Now Bezavas Nosty)

3. Perlombaan Teknologi Persenjataan Nuklir dan Industri Pesawat Ruang Angkasa


Masa-masa setelah berakhirnya Perang Dunia II tidak dapat dilepaskan dari bayangbayang penggunaan senjata nuklir. Salah satu ciri utama dari Perang Dingin adalah perlombaan senjata antara Negara-negara anggota dari NATO dan Pakta Warsawa. Hal ini telah menghasilkan penemuan-penemuan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, terutama penerapan teknologi di bidang militer. Beberapa perkembangan revolusioner di antaranya dibuat dalam bidang senjata nuklir dan roket. Banyak roket digunakan untuk meluncurkan manusia dan satelit ke ruang angkasa yang pada mulanya sebenarnya dirancang untuk kepentingan militer sepanjang masa Perang Dingin. Sektor lain yang menunjukkan terjadinya persaingan persenjataan meliputi teknologiteknologi seperti jet tempur, bom, senjata kimia, senjata biologi, peluru kendali, roket antarbenua, anti-roket, anti tank, kapal selam, dan kapal selam peluncur roket. Selain itu, ada juga teknologi spionase yang meliputi perangkat elektronik untuk kepentingan intelejen, kode-kode intelejen, peswat pengintai, dan satelit mata-mata. Salah satu hal yang paling menonjol dari perlombaan senjata nuklir adalah sejenis penangkal yang diyakini bersifat menghancurkan dan merusak satu sama lain atau dikenal dengan konsep MAD (Muttually Assured Destruction). Konsep MAD tersebut menunjukkan bahwa kedua belah pihak memiliki lebih dari cukup senjata nuklir yang dapat mengancam eksistensi sebuah negara. Oleh karena itu, masing-masing blok (Barat dan Timur) saling menjaga diri untuk tidak menyerang satu sama lain dalam menggunakan senjata nuklirnya Namun, tidak hanya persaingan jumlah persenjataan nuklir dan personil militer saja kedua Negara adidaya tersebut berusaha menunjukkan kekuatannya. Di bidang teknologi militer pun keduanya saling unjuk kecanggihan. Senjata nuklir dan persaingan militer bukan merupakan satu-satunya fakta teknologi pasca Perang Dunia II. Banyak temuan teknologi pada masa Perang Dingin yang digunakan dalam ruang lingkup yang lebih luas dan tidak hanya terpusat untuk kepentingan perang. Yang paling menonjol dari semua perkembangan iptek pada masa Perang Dingin adalah eksplorasi manusia ke luar angkasa. Teknologi roket yang pertama kali diterapkan untuk persenjataan mulai dikembangkan untuk menjadi sarana peluncuran satelit dan melakukan riset terhadap bulan dan planet. Dalam bidang eksplorasi antariksa, langkah spektakuler yang pertama kali ditunjukkan adalah dengan menciptakan pesawat Sputnik I yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957 sebagai satelit buatan pertama. Perkembangan eksplorasi pesawat antariksa dibagi menjadi empat tahapan kronologis, yaitu sebagai berikut: a. Meningkatkan Daya Dorong Roket Peningkatan daya dorong roket dilakukan untuk menaruh satelit-satelit ke dalam orbit dan pemeriksaan penggunaan satelit untuk keperluan komunikasi. Fungsi lainnya yaitu untuk mengamati keadaan udara, memantau untuk keperluan militer, dan survei topografis dan geologis.

a. b. c.

b. Program Angkasa Berawak Tahapan ini diawali oleh kosmonot Rusia, Yuri Gagarin, pada tanggal 12 April 1961 dalam Pesawat Vostok I. Penerbangan ini memperlihatkan penguasaan masalah yang dapat membawa pesawat dan awaknya kembali ke atmosfir bumi. Serangkaian penerbangan yang dilakukan oleh Uni Soviet kemudian disusul oleh Amerika Serikat yang mampu melakukan maneuver mengudara selama dua minggu dan membuat terobosan, yaitu awak pesawatnya berjalan di luar angkasa. c. Program Menuju Bulan Bermula dengan pendekatan-pendekatan ke bulan yang dilanjutkan dengan survei pendaratan berawak ke permukaan bulan. Puncaknya terjadi tanggal 20 Juli 1969, ketika Neil Amstrong dan Edwin Aldrin berhasil merangkak keluar dari pesawat Apollo 11 menuju permukaan bulan. Penjelajahan bulan berawak terus dilanjutkan dengan eksperimen yang diperluas sebelum akhirnya program itu dibatasi pada tahun 1972. d. Riset dan Penjelajahan Planet Penyelidikan planet luar bumi dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Melalui penyelidikan angkasa Mariner 2 (1962) dan Pioner Venus 1 (1978) milik Amerika Serikat serta Uni Soviet dengan pesawat Venera 3 (1996) dan Venera 4 (1967) diadakan eksplorasi terhadap Planet Venus. Berdasarkan temuan-temuan riset tersebut, disimpulkan bahwa Planet Venus menunjukkan lebih panas dengan suhu permukaan 900 F sehingga kurang ramah untuk dihuni makhluk hidup. Perang dingin di tandai dengan perkembangan persenjataan nuklir dan personil militer. Bidang-bidang teknologi militer dan ruang angkasa saling unjuk kecanggihan. Personil Amerika Serikat dan Uni Soviet tahun 1963-1987 No 1 2 Negara Amerika Serikat Uni Soviet 1963 2700 3110 1966 3090 2780 1969 3460 3340 1972 2320 3510 Tahun 1975 2098 4100

1978 2033 4200

1981 2168 4400

1984 2244 4500

1987 2279 4400

d.

Pesawat ruang angkasa dan awak pesawat Amerika Serikat dan Uni Soviet No Negara Nama Pesawat Awak Pesawat Keberhasilan 1. Amerika Serikat 1. Apolo II Edwin Aldrin & Neil Amstrong 2. Explorer I & II 3. Discovery 4. Vanguard Alan B. Shepard Berada di ruang angkasa selama 15 menit 5. Frienship VII John H Glenn Mengitari bumi tiga kali 2. Uni Soviet 1. Sputnik I Tanpa awak 2. Sputnik II Seekor anjing

3. Lunik 4. Vostok I 5. Vostok II

Yuri Gagarin Mengitari bumi selama 108 menit pada1961 German Titov Mengitari bumi selama 25 jam

4. Perlombaan Persenjataan kimia dan biologi


Selain pengembangan senjata nuklir, pada masa perang dingin kedua blok juga mengembangkan senjata baru, yaitu senjata biologi dan kimia yang dikenal sebagai ABC (Atomic, Biological and Chemical) atau senjata atom, biologi dan kimia. Senjata biologi dan kimia dikembangkan oleh dua Negara adidaya karena dianggap lebih murah dan bias di produksi secara missal dalam waktu yang cepat. Meskipun terbuat dari bahan yang murah, namun senjata biologi dan kimia tersebut merupakan senjata yang mematikan. Contoh jenis senjata yang di kembangkan oleh AS dan US pada masa perang dingin adalah senjata bakteri anthraks, sedangkan senjata kimia yang dikembangkan pada masa perang dingin adalah gas mustar, sarin, soman, dan fosgen. Senjata anthraks dikembangkan dari bakteri anthraks yang mematikan dari hewan. Senjata kimia jenis gas mustar, sarin, soman, dan fosgen dikembangkan dari unsure-unsur kimia untuk menyerang system saraf dan pernafasan manusia. Pemakaian senjata kimia dengan dosis 1 milligram dapat berakibat fatal bagi penderita. Pemakaian gas mustar pernah digunakan oleh pemerintah irak untuk menyerang suku kurdi pada tahun 1989. Gas sarin pernah digunakan oleh sekte Aum Shin Rikyu untuk menyerang para warga yang sedang berada di stasiun Tokyo pada tahun 1995. Pada akhir perang dingin, diperkirakan masih tersimpan jutaan ton senjata kimia dan biologi oleh berbagai Negara di dunia

5.Penjelajahan ruang angkasa


Pada masa Perang Dingin 1947 sampai 1991, kompetisi teknologi antariksa antara AS dan Soviet kala itu kian memanas. Pada 1957, Soviet unggul dengan satelit sederhana prosteishy sputnik (PS-1). Empat tahun kemudian, Soviet juga melampaui AS, mengirimkan Yuri Gagarin mengorbit bumi. Dialah manusia pertama ke luar angkasa, menggunakan pesawat ulang-alik Vostok 1. Sejak inilah istilah kosmonaut dikenal. Dalam bahsa Rusia, Kosmonaut berarti pelaut semesta. Tertinggal tiga pekan, awal Mei 1961, AS mengirimkan astronot pertama mereka, Alan Shepard ke luar angkasa. Alan menumpang kapal ulang-alik Freedom 7. Kata astronot diambil dari bahasa Yunani, berarti pelaut bintang. Setahun kemudian, barulah AS mengirimkan John Glenn, astronot AS pertama mengorbit bumi. Persaingan kian tajam, ketika Presiden AS kala itu John F Kennedy menyetujui misi mencapai Bulan, atau dikenal program Apollo. Tekad Kennedy adalah menerbangkan manusia ke bulan sebelum abad ke 20 berakhir. Apollo 11 inilah yang mengantarkan Armstrong dan Aldrin ke Bulan. Tak hanya Soviet dan AS yang bertarung. Sejumlah negara-

negara Eropa juga turut serta. Katakanlah, Jerman yang sukses menerbangkan satelit AZUR pada 8 November 1969, menggunakan roket Scout-B buatan AS. Lalu, ada Prancis yang merancang roket Veronique yang melesat pada 1957. Pada kepemimpinan Charles De Gaulle di 1958, teknologi antariksa Prancis mendapatkan tempat prioritas pada salah satu program pemerintah. Jika AS dan Soviet bersaing soal siapa lebih unggul, di Eropa ada Prancis dan Jerman yang berlomba menghasilkan teknologi tercanggih. Menurut bocoran kabel diplomatik Kedutaan Besar AS di laman WikiLeaks, kedua negara itu bersitegang dalam bidang ini. Dilansir dari CNN, Januari 2011, Dubes AS mengatakan intelijen dan badan antariksa Jerman menuding Prancis punya itikad jelek. Selain itu, rencana lobi Prancis ke AS untuk pembuatan satelit juga dibongkar oleh Jerman. Persaingan ketat antara negara-negara maju itu menimbulkan kekhawatiran baru. Siapa akan menguasai Bulan? Siapa pemilik antariksa? Dan apakah orbit akan menjadi tempat negara maju meletakkan senjata mereka? Untuk itulah, pada 27 Januari 1967 Amerika Serikat, Inggris dan Rusia meneken Traktat Luar Angkasa, atau Traktat Prinsip Pengaturan Aktivitas Negara-negara Dalam Eksplorasi dan Penggunaan Luar Angkasa, termasuk Bulan dan Benda-benda Langit Lainnya. Pada Oktober 2011, ada 100 negara tergabung dalam traktat ini. Sementara itu 26 negara lainnya belum meratifikasi. Menurut traktat itu, luar angkasa dan seluruh benda angkasa adalah warisan bersama umat manusia (Common heritage of mankind), jadi harus dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kebaikan manusia. Bulan dan seluruh benda di angkasa harus bebas dieksplorasi negara manapun tanpa diskriminasi. Orbit bumi juga tak boleh dipergunakan untuk menempatkan senjata nuklir.

6.Akhir Perang Dingin


Kedua negara adikuasa akhirnya menyadari bahwa hubungan anatar keduanya sudah sanagat panas, oleh karena itu mereka ingin mengurangi ketegangan yang ada sebelum akhirnya menyebabkan perang terbuka yang diperkirakan akan menghancurkan seluruh dunia dengan adanya Perang Dunia III. Sehingga sejak 1970-an hubungan antarnegara dunia mulai membaik dan ketegangan dalam perang dingin mulai berkurang. Pengurangan ketegangan terhadap pihak yangbertikai disebut Detente. Detente ditandai oleh peristiwa sebagai berikut. Isu Berlin Barat dapat diselesaikan dalam meja perundingan tahun 1971. Inggris mulai bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa. Negara barat mulai menjalin hubungan diplomatik dengan RRC pada 1973. Terjadi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan ditandatanganinya persetujuan SALT I (Strategic Arm Limited Task) dan SALT II atau pembatasan persenjataan strategis.

SALT I merupakan perundingan pembatasan persenjataan strategisyang berlangsung di Helsinki, Finlandia tanggal 17 November 1969. Hasil perundingan ini ditandatangani oleh Richard Nixon (Presiden Amerika Serikat) dan Leonid Brezhnev (Uni Soviet). SALT II merupakan perundingan pembatasan persenjataan strategis yang berlangsung di Jenewa, Swiss pada November 1972 tetapi hasilnya baru ditandatangani 18 Juni 1979 di Wina, Austria oleh Jimmy Carter (Amerika Serikat) dan Leonid Brezhnev (Uni Soviet). Presiden Ronald Reagen meningkatkan kemampuan persenjataan balistiknya yang mempengaruhi sikap Mikhail Gorbachev untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik tahun 1987. Dampak dari perjanjian ini antara lain Uni Soviet mengurangi kekuatan angkatan perangnya di Eropa Timur dan mulai memusatkan pembenahan ekonomi serta kehidupan politik dalam negeri yang lebih demokratis. Deng Xiaoping berhasil menguasai Partai Komunis Cina (PKC) setelah meninggalnya Mao Tse Tung. Deng Xiaoping merupakan pemimpin kelompok yang menghendaki reformasi ekonomi. Programnya adalah membangkitkan sistem pertanian dan bisnis yang berdasarkan milik pribadi. Penanaman modal asing mulai masuk kembali terutama dalam sektor jasa dan diharapkan dapat berproduksi untuk tujuan ekspor. Hal ini menunjukkan adanya gejala kapitalisme dalam kehidupan komunisme di Cina. Tetapi reformasi ekonomi yang ada tidak diimbangi dengan adanya reformasi politik sehingga kehidupan politik masih dikendalikan oleh partai Komunis. Dampaknya muncul bentrokan dengan mahasiswa seperti 1989 terjadi Tragedi di Lapangan Tiananmen, Beijing dimana terjadi demonstrasi besarbesaran tetapi mendapatkan perlawanan bahkan para pelakunya diawasi secara ketat. Pertumbuhan ekonomi Uni Soviet tidak mengalami pertumbuhan sehingga ekonomi Uni Soviet mengalami kemerosotan yang parah. Sebagai ideologi akhirnya komunisme mulai mengalami kebangkrutan di berbagai belahan dunia sejak 1970an. Berawal dari upaya Uni Soviet untuk mengalihkan energi mereka untuk menyelesaikan masalah dalam negeri mereka. Adapun masalah yang muncul di Uni Soviet antara lain : ketidakpuasan kelas menengah dan kelompok elit pemerintahan komunis sendiri, tekanan kelompok etnis non Rusia, korupsi yang timbul di kalangan birokrasi dan partai dalam pemerintahan, dana anggaran belanja yang defisit karena biaya pendudukan pasukan Uni Soviet di beberapa negara Eropa Timur, ketertinggalan teknologi dan peralatan industri sehingga kapasitas produksi makanan untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya menurun. Perang Dingin akhirnya berakhir karena: Sampai 1980, 11 % GNP Uni Soviet dibelanjakan untuk kepentingan militer. Uni Soviet mengalokasikan dana besar-besaran bagi negara yang berada dibawah kekuasaannya agar negara tersebut tidak lepas dari kendalinya.

Tahun 1980, harga minyak jatuh sehingga keadaan ekonomi Uni Soviet yang tidak stabil benar-benar berhenti. Padahal serbelumnya Uni Soviet sangat tergantung dengan ekspor minyaknya sementara sejak 1980 minyak tidak mampu membiayai Perang Dingin. Muncul krisis kredibilitas/kepercayaan terhadap sistem komunisme. Dampaknya muncul pemikiran dari para cendekiawan yang memahami pandangan barat sehingga mendorong munculnya keinginan seperti warga negara di negara-negara non komunis. Dalam kondisi yang buruk Mikhail Gorbachev (11 Maret 1985) harus memimpin Uni Soviet dengan tugasnya yaitu memperbaiki perekonomian Uni Soviet yang semakin buruk. Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan Reformasi yang terkenal dengan Perestroika dan Glasnost. PERESTROIKA merupakan restrukturisasi (penataan kembali struktur) yang sudah rusak. Tujuannya guna mengatasi stagnasi untuk akselerasi (penyamaan) kemajuan sosial dan ekonomi. Perestroika merupakan pengembangan menyeluruh dari demokrasi yang diprakarsai massa. Jadi Perestroika adalah langkah pembaharuan untuk mempersatukan sosialisme dengan demokrasi melalui keterbukaan politik atau GLASNOST. Kebijakan ini memberikan dampak yang tidak terduga sebelumnya yaitu pertentangan sosial di dalam masyarakat muncul. Kelompok yang bersengketa antara lain sebagai berikut. Kelompok Moderat, yaitu kelompok yang menyetujui reformasi tetapi menjalankan komunisme yang disempurnakan. Kelompok Konservatif, yaitu kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme. Kelompok Radikal, yaitu kelompok yang mendukung reformasi tetapi ingin meninggalkan komunism Pada 19 Agustus 1991, Gennadi Yanayev (pemimpin kelompok konserfatif) melancarkan kudeta terhadap Gorbachev tetapi upaya ini dapat digagalkan oleh Boris Yeltsin (pemimpin kelompok Radikal) sehingga Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin mulai melambung di pentas politik Uni Soviet.Yeltsin tidak mampu membendung gelora semangat Perestroika dan Glasnost terbukti dengan banyaknya negara bagian Uni Soviet yang melepaskan diri dan menjadi negara merdeka sehingga Runtuhlah Uni Soviet. Uni Soviet mulai mengurangi kekuatan senjatanya di Eropa Timur seperti pada 1989 Uni Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan. Akhirnya kekuasaan komunis mulai runtuh di negara-negara Eropa Timur dimana Jerman kembali bersatu. Secara resmi Uni Soviet dibubarkan pada 8 Desember 1991 ditandai denganpenurunan bendera Uni Soviet dan dikibarkan bendera Rusia. Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet yang lain mulai muncul sebagai negara yang merdeka. Runtuhnya kekuatan Uni Soviet di Eropa Timur mengakhiri Perang Dingin. Uni Soviet merupakan contoh keberhasilan dari ideologi Marxis-Leninis yang diaktualisasikan menjadi negara.

7. Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi pada Masa Perang Dingin


Ketertinggalan Amerika Serikat dari Uni Soviet dalam teknologi ruang angkasa mendorong pemerintah AS menjalankan sebuah program kilat guna mengejar ketertinggalannya. Seperti mendirikan Advance Research Projects Agency (ARPA). Proyek itu kemudian dipecah menjadi dua yaitu : NASA dan ARPANET. NASA mendalami studi ruang angkasa, sedang ARPANET mempromosikan ilmu komputer dan pemrosesan informasi. ARPANET kemudian mengembangkan prototip internet. Pada tahun 1969 ARPANET merasa perlu memperkenalkan temuan-temuannya. Departemen Pertahanan Amerika Serikat membangun sistem jaringan melalui hubungan antarkomputer di daerahdaerah tertentu. Pada awalnya ARPANET hanya menghubungkan tiga buah komputer di Utah. Dalam beberapa tahun kemudian proyek ini berkembang ke seluruh Negara bagian. Karena perkembangannya sangat pesat, maka ARPANET kemudian dipecah menjadi dua bagian, yaitu Milnet digunakan khusus untuk kepentingan militer dan ARPANET untuk keperluan nonmiliter, khusunya perguruan tinggi. Kedua jaringan itu kemudian digabungkan dengan nama Darpa Internet dan akhirnya dikenal dengan sebutan Internet. Internet (Interconennected Network) merupakan jaringan komputer yang terdiri dari banyak jaringan komputer independen yang dihubungkan satu dengan lainnya. Jaringan itu dihubungkan melalui saluran (satelit,telepon, dan kabel). Sejak tahun 1990-an internet mulai digunakan dengan bantuan telepon dan modem, sehingga internet diibaratkan sebagai jalan tingkat tinggi dan disebut juga cyberspace karena memiliki jaringan komunikasi ibarat dunia maya. Kehadiran internet telah menghasilkan kemudahan dalam mengatasi permasalahan geografis, sehingga berbagai aktivitas manusia tidak terhalang oleh jarak, ruang, dan waktu.

Perkembangan iptek pada masa perang dingin: Pada masa perang dingin teknologi informasi dan komunikasi memberikan peranan yang penting. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi difokuskan pada bidang pertahanan dan keamananmasing-masing pihak. Ketertinggalan Amerika Serikat dari Uni Soviet dalam teknologi ruang angkasa mendorong Amerika Serikat untuk menjalankan program kilat guna mengejar ketertinggalannya. Pemerintah Amerika Serikat kemudian mendirikan Advance Research Projects agency (ARPA). ARPA kemudian dipecah menjadi dua yaitu: 1. NASA (mendalami studi ruang angkasa) 2. ARPANET (dibawah Departemen Pertahanan DARPA) yang mempromosikan ilmu komputer dan pemrosesan informasi. ARPANET kemudian mengembangkan prototip internet. Pengembangan ARPANET kemudia pecah menjadi dua yaitu: 1. Milnet; digunakan khusus untuk kepentingan militer.

2.

ARPENET; khusus untuk pergururan tinggi (non militer). Milnet dan ARPANET kemudian bergabung dengan nama Darpa Internet (Internet). Kehadiran internet telah menghasilkan banyak kemudahan dalam mengatasi perrmasalahan geografis. Sehingga berbagai aktifitas manusia tidak terhalang oleh jarak ruang dan waktu. Tidak seperti penemuan-penemuan sebelumnya, internet dianggap sebagai penemuan besar yang mengubah dunia dari yang bersifat lokal menjadi global. Dari internet, sunber-sumber internet dunia yang sangat lua dapat diakses