Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Salah satu permasalahan yang dialami oleh masyarakat adalah penyakit diare yang mana penyakit diare merupakan penyakit menular yang bisa menjangkit pada semua kelompok umur Gastroenteritis atau diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya (Mansjoer Arief dkk, 1999) Diare adalah kehilangan cairan dan ekolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih BAB dengan tinja yang encer atau cair. Diare dapat disebabkan oleh berbagai infeksi, selain penyebab lain seperti malabsorbsi. Diare sebenarnya merupakan salah satu gejala dari penyakit pada system gastrointestinal atau penyakit lain di luar saluran pencernaan. Tetapi sekarang lebih dikenal dengan penyakit diare karena dengan sebutan penyakit diare akan mempercepat tindakan penanggulangan. Penyakit diare terutam pada bayi perlu mendapatkan tindakan secepatnya karena dapat membawa bencana bila terlambat. Walaupun penyakit diare tidak semua menular misalnya karena faktor malabsorbsi, tetapi perlu perawatan di kamar yang terpisah dengan perlengkapan cuci tangan untuk mencegah infeksi serta tempat pakaian kotor tersendiri. Masalah pasien diare yang perlu diperhatikan ialah resiko terjadi gangguan sirkulasi darah, kebutuhan nutrisi nyaman,kurangnya pengetahuan mengenai penyakit. Penyakit diare dapat menyerang siapa saja mulai dari anak, dewasa maupun orang tua (lansia). Faktor faktor yang menyebabkan tingginya angka penyakit diare adalah keadaan gizi, fasilitas lingkungan yang belum memenuhi syarat

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 1

kesehatan,

keadaan

social,

dan

perilaku

masyarakat

yang

dapat

mempengaruhi timbulnya penyakit diare. Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk menerapkan asuhan keperawatan diare

B. RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana konsep dasar Diare ? b. Bagaimana gambaran tentang pengkajian pada klien dengan diare ? c. Bagaiman rumusan diagnosa keperawatan pada klien dengan diare ? d. Bagaimana rencana keperawatan pada klien dengan diare ?

C. TUJUAN

a. Tujuan umum

Untuk mendapatkan gambaran dan mengetahui tenteng bagaimana asuhan keperawatan pada klien dengan Diare

b. Tujuan khusus Diharapkan mahasiswa mampu memberikan gambaran asuhan keperawatan melipiuti: Mampu menjelaskan konsep dasar keperawatan pada klien dengan diare Mampu memberikan gambaran tentang pengkajian pada klien dengan penyakit diare Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan penderita diare Mampu membuat rencana keperawatan pada klien dengan penyakit diare

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 2

BAB II KONSEP MEDIK

A. DEFINISI DIARE

Gastroenteritis atau diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekwensi yang lebih banyak dari biasanya (Mansjoer Arief dkk, 1999) Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja. Sedangkan menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996) diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus. Menurut Suradi & Rita (2001), diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair.

B. ETIOLOGI

Menurut Ngastiyah (2005) penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor: a. Faktor Infeksi 1. Infeksi enterial Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab diare pada anak. Meliputi infeksi enteral sebagai berikut: a) Infeksi virus : Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis), Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus dan lain-lain. b) Infeksi bakteri: vibrio, Ecoli, salmonella, shigella.

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 3

c) Infeksi parasit: Cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongyloides), protozoa (entamoeba hystolytica, giardia lambilia, trichomonas hominis), jamur (candida albicanas) 2. Infeksi pareteral Infeksi di luar alat pencernaan makanan seperti: otitis media akut, tonsilitis/tonsilofaringitis, bronchopneumonia, ensefalitis dan

sebagainya. Keadaan terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun. b. Faktor Malabsorbsi 1. Malabsorbsi karbohidrat Disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering intoleransi laktosa. 2. Malabsorbsi lemak 3. Malabsorbsi protein c. Faktor makanan Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. d. Faktor psikologis Rasa takut dan cemas (jarang, tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar). C. MANIFESTASI KLINIS

Sebagai manifestasi klinis dari diare (Hassan dan Alatas, 1998) adalah sebagai berikut: a. Mula-mula Anak cengeng, rewel, gelisah b. Suhu tubuh biasanya meningkat c. Nafsu makan berkurang atau tidak ada. d. Feses cair biasa disertai lendir atau darah, warna tinja mungkin berubah hijau karena bercampur dengan empedu.

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 4

e. Anus mungkin lecet karena tinja makin asam akibat asam laktat dari laktosa yang tidak diabsorbsi usus dan sering defikasi. f. Muntah disebabkan lambung yang turut meradang atau gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. g. Bila kehilangan banyak cairan muncul dehidrasi (berat badan turun, turgor kulit kurang, mata dan ubun-ubun besar cekung, selaput lendir bibir dan mulut kering).

D.

PATOFISIOLOGI

Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk

mengeluarkannya sehingga timbul diare. Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Ketiga gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat

menimbulkan diare pula. Selain itu diare juga dapat terjadi, akibat masuknya

mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 5

E. PATWHAY
Infeksi (virus, bakteri parasit Malabsorbsi Makanan beracun Faktor psikologi

Reaksi inflamasi

Tekana osmotic

Gg motalitas usus

Rangsangan para simpatis

Pe cairan dan elektrolit Isi rongga usus

Pergeseran cairan dan elektolit ke usus

hipermotilitas

hipomotilitas

Sekresi air dan elektrolit

Bakteri tumbuh SS

DIARE

Dehidrasi

Kerusakan mukosa usus

Defekasi sering

Output >> absorbs<<

Tubuh kehilangan cairan dan elektrolit

Iritasi kulit nyeri Resiko kerusakan integritas kulit Volume sirkulasi menurun Suplai oksigen dan nutrisi tidak adekuat Ketidak mampuan tubuh menyediakan energi optimal kelemahan Intoleransi aktivitas Gangguan pola tidur Keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan Presepsi nyeri

Pe volume cairan ektra sel

Pe cairan intertisiial

Menstimulius RAS

Pusat jaga aktif Tidak bisa tidur

Turgor kulit

Kekurangan volume cairan

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 6

F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Menurut Hassan dan Alatas (1998) pemeriksaan laboratorium pada diare adalah: a. Feses a) Makroskopis dan Mikroskopis b) pH dan kadar gula pada tinja dengan kertas lakmus dan tablet clinitest, bila diduga terdapat intoleransi gula. c) Biakan dan uji resisten. b. Pemeriksaan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan pH dan cadangan alkalin atau dengan analisa gas darah. c. d. e. Ureum kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. Elektrolit terutama natrium, kalium dan fosfor dalam serium. Pemeriksaan Intubasi deudenum untuk mengetahui jenis jasad renik atau parasit.

G. KOMPLIKASI

1.

Kehilangan air (dehidrasi) Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.

2.

Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis) Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler.

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 7

3.

Hipoglikemia Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa.Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak.

4.

Gangguan gizi Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh: Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat. Walaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama. Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.

5.

Gangguan sirkulasi Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal.

H. PENCEGAHAN Mengigat bahwa penularan penyakit inin melalui 4F finger, feces, food, dan fly maka pentuluhan yang penting adalah : 1. Kebersihan perorangan pada anak, mencuci tangan sebelum makan, dan setiap habis bermain memakai alas kaki jika bermain ditanah 2. Membiasakan anak buang air besar di jamban dan jamban harus selalu bersih agar tidak ada lalat 3. Kebersiah lingkungan untuk menghindarkan adanya lalat
ASUHAN KEPERAWATAN DIARE Page 8

4. Makanan harus selalu ditutup 5. Kepada anak yang sudah dapat membeli makanan sendiri agar diajarkan untuk tidak membeli makanan yang dijajakan terbuka 6. Air minum harus selalu dimasak. Bila sedang terjangkit penyakit diare selain air harus yang bersih juga perlu dimasak mendidih lama ngastiya, 1997 ). (

I.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pada diare menurut Ngastiyah (2005) yaitu: a. Pemberian cairan pada diare dengan memperhatikan derajad dehidrasinya dan keadaan umum: 1) Belum ada dehidrasi a. Oral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas setiap diare. b. Pareteral dibagi rata dalam 24 jam.

2) Dehidrasi ringan a. 1 jam pertama: 25-50 cc/kg BB/oral atau intragastrik. b. Selanjutnya: 50-50 cc/kg BB/hari. 3). Dehidrasi sedang 1 jam pertama 50-100 ml/kg BB/oral intragastrik b) Selanjutnya 125 ml/kg BB/hari 4). Dehidrasi berat a. Untuk anak 1 bulan sampai 2 tahun dengan berat badan 3-10 kg. b. 1 jam pertama: 40 ml/kg BB/jam atau 10 tetes/kg BB/menit (dengan infus 15 tetes) atau 13 tetes/kg.BB/menit (dengan infus 1ml = 20 tetes). c. 7 jam kemudian: 12 ml/kg BB/ jam atau 3 tetes/kg BB/menit (dengan infus 1 ml = 15 tetes) d. 16 jam berikut: 125 ml/kg BB oralit atau intragastrik, bila anak tidak mau minum, teruskan intra vena 2 tetes/ kg BB/ menit (1 ml = 15 tetes) atau 3 tetes/ kg BB/ menit (1ml = 20 tetes).

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 9

b. Pengobatan dietetic 1). Untuk anak di bawah 1 tahun dan anak di atas satu tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg jenis makanan yang diberikan: a) Susu (ASI atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tidak jenuh, misalnya LLM, almiron, atau sejenis lainnya). b) Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim) bila tidak mau minum susu karena di rumah tidak biasa. c) Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya: susu yang mengandung laktosa atau asam lemak yang berantai sedang atau tidak jenuh. 2). Untuk anak di atas 1 tahun dengan berat badan lebih dari 7 kg jenis makanannya: makanan padat, cair atau susu sesuai dengan kebiasaan di rumah. Obat-obatan Prinsip pengobatan diare adalah mengganti cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung beras, dan sebagainya). 1. Obat anti sekresi a. Asetosal: dosis 25 ml/ tahun (minimum 30 mg). b. Klorpromazin: dosis 0,5 1 mg/kg BB/ hari 2. 3. Obat anti diare: kaolin, pectin, charcoal, tabonal. Antibiotik

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 10

BAB II KONSEP KEPERAWATAN

A.

PENGKAJIAN

1.

Identitas pasien Terdiri dari Nama,Umur, Alamat, Jenis Kelamin, Agama, Status, Pendidikan Terakhir, Pekerjaan.

2.

Keluhan Utama Dimulai dengan keluhan mual, muntah dan diare dengan volume yang banyak, suhu badan meningkat, nyeri perut

3.

Riwayat penyakit Terdapat beberapa keluhan, permulaan mendadak disertai dengan muntah dan diare. Faeces dengan volume yang banyak, konsistensi cair, muntah ringan atau sering dan anak gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat dan nafsu makan menurun.

4.

Pola Fungsi a. Aktivitas/istirahat: Gejala: Kelelelahan, kelemahan atau malaise umum Insomnia, tidak tidur semalaman karena diare Gelisah dan ansietas

b. Sirkulasi: Tanda: Takikardia (reapon terhadap dehidrasi, demam, proses inflamasi dan nyeri) Hipotensi Kulit/membran mukosa : turgor jelek, kering, lidah pecah-pecah

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 11

c.

Integritas ego: Gejala: Ansietas, ketakutan,, emosi kesal, perasaan tak berdaya

Tanda: Respon menolak, perhatian menyempit, depresi

d. Eliminasi: Gejala: Tekstur feses cair, berlendir, disertai darah, bau anyir/busuk. Tenesmus, nyeri/kram abdomen

Tanda: Bising usus menurun atau meningkat Oliguria/anuria

e. Makanan dan cairan: Gejala: Haus Anoreksia Mual/muntah Penurunan berat badan Intoleransi diet/sensitif terhadap buah segar, sayur, produk susu, makanan berlemak Tanda: Penurunan lemak sub kutan/massa otot Kelemahan tonus otot, turgor kulit buruk Membran mukosa pucat, luka, inflamasi rongga mulut

f. Hygiene: Tanda: Ketidakmampuan mempertahankan perawatan diri Badan berbau

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 12

g. Nyeri dan Kenyamanan: Gejala: Nyeri/nyeri tekan kuadran kanan bawah, mungkin hilang dengan defekasi Tanda: Nyeri tekan abdomen, distensi.

h. Keamanan: Tanda: Peningkatan suhu pada infeksi akut, Penurunan tingkat kesadaran, gelisah Lesi kulit sekitar anus

i. Seksualitas Gejala: Kemampuan menurun, libido menurun

j. Interaksi sosial Tanda: Penurunan aktivitas sosial Penyuluhan/pembelajaran:

Gejala: Riwayat anggota keluarga dengan diare Proses penularan infeksi fekal-oral Personal higyene

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kekurangan Volume cairan Domain 2 : Nutrisi Kelas 5 : Hidrasi

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 13

Definisi Penurunan cairan intravaskuler,interstisial,dan/ atau intraseluler.Ini mengacu pada dehidrasi,kehilangan cairan saja tanpa perubahan pada natrium.

Batasan Karakteristik Penurunan tekanan nadi Penurunan turgor kulit Membran mukosa kering Kulit kering Peningkatan suhu tubuh Peningkatan frekuensi nadi Kelemahan

Faktor yang berhubungan Kehilangan cairan aktif Kegagalan mekanisme regulasi

2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Domain 2 : Nutrisi Kelas 1 : Makanan Definisi Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik Batasan Karakteristik Nyeri abdomen Diare Kurang makan Membran mukosa pucat Ketidakmampuan memakan makanan Tonus otot menurun Faktor yang berhubungan Faktor biologis Faktor psikologis
ASUHAN KEPERAWATAN DIARE Page 14

Faktor ekonomi Ketidak mampuan mengabsorpsi nutrien

3. Nyeri akut Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamana Fiisik Definisi Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa (International Association for the Study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung < 6 bulan Batasan Karakteristik Perubahan selera makan Mengekspresikan perilaku (mis,gelisah,merengek,menangis,waspada,iritabilitas,mendesah) Sikap melindungi area nyeri Gangguan tidur Faktor yang berhubungan Agens cedera (mis,biologis,zat kimia,fisik,psikologis)

4. Resiko kerusakan integritas kulit Domain 11 : Keamanan/Perlindungan Kelas 2 : Cedera Fisik Definisi Berisiko mengalami perubahan kulit yang buruk Faktor resiko Eksternal Sekresi Internal
ASUHAN KEPERAWATAN DIARE Page 15

Peruban trugor kulit 5. Gangguan pola tidur Domain 4 : Aktivitas/Istirahat Kelas 1 : Tidur/Istirahat Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan karakteristik Ketidakpuasan tidur Menyatakan tidak merasa cukup istirahat Faktor yang berhubungan Kurang kontrol tidur

6. Intoleransi aktivitas Domain 4 : Aktivitas/Istirahat Kelas 4 : Respon kardiovaskular/Pulmonal Definisi Ketidakcukupan energi psikologis atau fisiolog is untuk

melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang harus atau yang ingin dilakukan Batasan Karakteristik Menyatakan merasa lemah Faktor yang berhubungan Kelemahan umum Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 16

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Karakteristik (NOC) 1. Kekurangan Volume cairan Definisi Penurunan cairan Fluid balance Hydration Nutritional Status : Food and Fluid Intake Intervensi (NIC) Pertahankan catatan intake dan output yang akurat Monitor status

intravaskuler,interstisial,dan/

atau intraseluler.Ini mengacu Setelah dilakukan pada dehidrasi,kehilangan tindakan keperawatan cairan saja tanpa perubahan selama..kekurangan volume pada natrium. cairan teratasi dengan kriteria hasil: Batasan Karakteristik Penurunan nadi Penurunan kulit Membran kering Kulit kering Peningkatan tubuh Peningkatan frekuensi nadi Kelemahan suhu mukosa turgor tekanan Mempertahankan urine

hidrasi(kelembaban membran nadi tekanan ortostatik diperlukan Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin, albumin, total protein ) Monitor vital sign setiap 15menit 1 jam Kolaborasi pemberian IV irama Hb, Hmt Monitor nutrisi Berikan cairan oral Berikan penggantian nasogatrik output sesuai (50 status cairan ), mukosa, adekuat, darah jika

output sesuaidengan usia dan BB, BJ urine normal, Tekanan darah, nadi,

suhu tubuh dalam batas normal Tidak ada tanda tanda dehidrasi, turgor membran kulit Elastisitas baik, mukosa

lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan Orientasi terhadap waktu dan tempat baik Jumlah dan

pernapasan dalam batas normal Elektrolit,

dalam batas normal

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 17

100cc/jam) Dorong keluarga

untuk membantu Pasien Kolaborasi jika tanda makan dokter cairan muncul

berlebih memburuk

Atur kemungkinan tranfusi Persiapan tranfusi Pasang kateter jika perlu Monitor intake dan urin output setiap 8 jam untuk

2 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Definisi Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi Nutritional status: Adequacy of nutrient Nutritional Status : food and Fluid Intake Weight Control Setelah dilakukan selama.nutrisi kurang teratasi dengan indikator: Albumin serum Pre albumin serum Hematokrit

pH urin dalam batas normal Intake oral dan intravena adekuat Kaji adanya alergi makanan Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien Yakinkan diet yang dimakan

kebutuhan metabolik tindakan keperawatan Batasan Karakteristik Nyeri abdomen Diare Kurang

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 18

makan Membran mukosa pucat Ketidakmam puan memakan makanan Tonus otot menurun

Hemoglobin Total iron binding capacity Jumlah limfosit

mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi Ajarkan pasien bagaimana membuat

catatan makanan harian. Monitor adanya penurunan BB dan gula

darah Monitor lingkungan selama makan

Jadwalkan pengobatan dan tindakan

tidak selama jam makan Monitor kulit Monitor kekeringan, rambut total kusam, turgor

protein, Hb dan kadar Ht Monitor mual dan muntah Monitor pucat,

kemerahan, dan

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 19

3.

Nyeri akut Definisi Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa (International Association for the Study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung < 6 bulan Batasan Karakteristik Perubahan selera makan Mengekspresikan perilaku (mis,gelisah,merengek, menangis,waspada,irit abilitas,mendesah) Sikap melindungi

Pain Level, pain control, comfort level

Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi

Setelah dilakukan tinfakan keperawatan selama . Pasien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil: Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan) Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri) Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang Tanda vital dalam rentang normal Tidak mengalami gangguan tidu

Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan Kurangi faktor presipitasi nyeri Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napas dala, relaksasi,

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 20

area nyeri Gangguan tidur

distraksi, kompres hangat/ dingin Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri: ... Tingkatkan istirahat Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali Pressure Management Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar Hindari kerutan pada tempat tidur Jaga kebersihan kulit agar tetap Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, bersih dan kering Mobilisasi pasien (ubah posisi

4.

Resiko kerusakan integritas kulit Definisi Berisiko mengalami perubahan kulit yang buruk Faktor resiko Eksternal Sekresi Internal Peruban trugor kulit

Tissue Integrity : Skin

and Mucous Membranes

Wound Healing : primer dan sekunder Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama.. kerusakan integritas kulit pasien teratasi dengan kriteria hasil:

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 21

temperatur, hidrasi, pigmentasi) Tidak ada luka/lesi pada kulit Perfusi jaringan baik Menunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan mencegah terjadinya sedera berulang Mampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami Menunjukkan terjadinya proses penyembuhan luka

pasien) setiap dua jam sekali Monitor kulit akan adanya kemerahan Oleskan lotion atau minyak/baby oil pada derah yang tertekan Monitor aktivitas dan mobilisasi pasien Monitor status nutrisi pasien Memandikan pasien dengan sabun dan air hangat Kaji lingkungan dan peralatan yang menyebabkan tekanan Observasi luka : lokasi, dimensi, kedalaman luka, karakteristik,war na cairan, granulasi, jaringan nekrotik, tanda-tanda infeksi lokal, formasi traktus

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 22

Ajarkan pada keluarga tentang luka dan perawatan luka

Kolaburasi ahli gizi pemberian diae TKTP, vitamin

Cegah kontaminasi feses dan urin

Lakukan tehnik perawatan luka dengan steril

Berikan posisi yang mengurangi tekanan pada luka

5.

Gangguan pola tidur Definisi Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal Batasan karakteristik Ketidakpuasan tidur Menyatakan tidak

Anxiety Control Comfort Level Pain Level Rest : Extent and Pattern Sleep : Extent ang Pattern

Sleep Enhancement Determinasi efekefek medikasi terhadap pola tidur Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat Fasilitasi untuk mempertahankan aktivitas sebelum tidur (membaca)

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama . gangguan pola tidur pasien teratasi dengan kriteria hasil: Jumlah jam tidur dalam batas normal

merasa cukup istirahat

Ciptakan lingkungan yang

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 23

Pola tidur,kualitas dalam batas normal Perasaan fresh sesudah tidur/istirahat Mampu mengidentifikasi halhal yang meningkatkan tidur

nyaman Kolaburasi pemberian obat tidur

6.

Intoleransi aktivitas Definisi Ketidakcukupan energi psikologis atau fisiolog is untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang harus atau yang ingin dilakukan Batasan Karakteristik lemah Menyatakan merasa

Self Care : ADLs Toleransi aktivitas Konservasi eneergi

Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama . Pasien bertoleransi terhadap aktivitas dengan Kriteria Hasil : Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR Mampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) secara mandiri Keseimbangan aktivitas dan istirahat

Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan Monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan Monitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas (takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis, pucat, perubahan hemodinamik)

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 24

Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien

Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang tepat.

Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan

Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yang sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan sosial

Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan

Bantu untuk mendpatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda,

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 25

krek Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang disukai Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan Monitor respon fisik, emosi, sosial dan spiritual

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 26

D. EVALUASI 1. Kekurangan volume cairan mulai teratasi 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan mulai terpenuhi 3. Nyeri yang dialami pasien mulai berkurang 4. Turgor kulit mulai normal 5. Tidak terdapat gangguan tidur 6. Tidak terjadi kelemahan fisik

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 27

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Gastroenteritis adalah buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya, untuk neonotus bila lebih dari 4 kali dan untuk anak lebih dari Dan terjadi secara mendadak berlangsung 7 hari dari anak yang sebelumnya sehat Masalah pasien diare yang perlu diperhatikan ialah resiko terjadi gangguan sirkulasi darah, kebutuhan nutrisi nyaman,kurangnya pengetahuan mengenai penyakit. Penyakit diare dapat menyerang siapa saja mulai dari anak, dewasa maupun orang tua (lansia).

B. SARAN Adapun saran dari penulis yakni, pembaca dapat memahami dan mengerti tentang asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan eliminasi (Diare) yang dapat bermanfaaat serta berguna bagi pembaca dan masyarakat umumnya

ASUHAN KEPERAWATAN DIARE

Page 28