Anda di halaman 1dari 2

3.

FASA DIAM Pada semua prosedur kromatografi, kondisi optimum untuk suatu pemisahan merupakan hasil kecocokan antara fasa diam dan fasa gerak. Dalam KLT, fasa diam harus mudah didapat. Keistimewaan KLT adalah lapisan tipis fasa diam dan kemampuan pemisahannya. Pada umumnya sebagai fasa diam digunakan silika gel. Fasa diam dapat dikelmpokkan berdasarkan beberapa hal, misalnya berdasarkan sifat kimianya, dapat dikelompokan dalam senyawa organic dan anorganik. Jika dilihat mekanisme pemisahan, fasa diam dikelompokkan : a. b. c. d. Kromatografi serapan (silika gel, alumina, keislguhr) Kromatografi partisi (selulosa, keiselguhr, silika gel) Kromatografi penukar ion (penukar ion selulosa, resina, penukar ion) Kromatografi gel (sephadex, biogel)

Ada beberapa fasa diam yang sukar dikelompokkan, misalnya poliamida, polimer organic berpori sebagai porapak. Setiap jenis fasa diam bervariasi, hal ini disebabkan oleh struktur fasa diam, ukuran, kemurnian, zat tambahan sebagai pengikat dan sebagainya. Oleh karena itu data suatu publikasi tidak menjamin, walaupun semua cara percobaan telah dijelaskan tetapi spesifikasi fasa diam tidak dinyatakan. Fasa diam untuk KLT jika dibandingkan dengan kromatografi kolom terutama berbeda ukurannya, karena itu tidak boleh terbalik. Silika gel. Silika gel merupakan fasa diam yang paling sering digunakan untuk KLT. Untuk penggunaan dalam suatu tipe pemisahan perbedaanya tidak hanya pada struktur, tetapi juga poriporinya dan struktur lubangnya menjadi penting, disamping pemilihan fasa gerak. Dalam perdagangan silika gel mempunyai ukuran 10 sampai 40 . Ukuran ini terutama mempengaruhi kecepatan alir dan kualitas pemisahan. Sedangkan proses serapan terutama dipengaruhi oleh ukuran porinya, yang bervariasi 20 sampai 150 . Silika gel berpori 80-150 dinamakan berpori besar. Luas permukaan silika gel bervariasi dari 300 1000 m/g. silka gel sangat higroskopis. Pada kelembapan relative 45-75% dapat mengikat air 7-20%. Masalah aktivasi silika gel tidak begitu mempengaruhi kebanyakan jenis pemisahan, tetapi deaktivasi silika gel merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Derajat deaktivasi ditentukan oleh kelembapan relative kamar di mana pemisahan dilakukan dan lempeng silika gel disimpan. Ada beberapa macam silika gel yang beredar, diantaranya: a. Silika gel dengan pengikat, Umumnya sebagai pengikat adalah CaSO4 (5-15%). Jenis silika gel ini dinamakan Silika Gel G. Di samping itu ada juga pati sebagai pengikat dan dikenal sebagai Silika Gel S. Tetapi penggunaan pati mempunyai kelemahan, terutama jika penentuan lokasi bercak dengan asam sulfat. b. Silika gel dengan pengikat dan indicator fluoresensi, Jenis silika gel ini biasanya berflouresensi kehijauan jika dilihat pada sinar ultraviolet panjang gelombang pendek.

Sebagai indicator biasanya digunakan timah cadmium sulfide atau mangan-timah silikat aktif jenis ini dikenal misalnya Silika Gel GF atau GF 254. c. Silika gel tanpa pengikat, Lapisan ini dibandingkan dengan yang mengadung CaSO4 menunjukkan lebih stabil. Beberapa produk dinamakan Silika Gel H atau Silika Gel N. d. Silika gel tanpa pengikat tetapi dengan indukator fluoresensi. e. Silika gel untuk keperluan pemisahan preparative. Untuk keperluan pemisahan preparative dapat digunakan Silika Gel PF 254 + 366.